Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Mei 17, 2010

rups elty yang mengiGIT … 170510

Filed under: ELTY — bumi2009fans @ 7:17 am
ELTY Bakrieland Development Tbk RUPS 18-05-2010 10:00:00 Komplek Rasuna Epicentrum, Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta 1. Persetujuan atas laporan pertanggungjawaban Direksi ttg jalannya Perseroan utk tahun buku 31-12-2009. 2. Persetujuan dan pengesahan atas Neraca dan Perhitungan Laba Rugi utk tahun buku 31-12-2009. 3. Persetujuan pemberian wewenang kpd Direksi utk menunjuk Kantor Akuntan Publik utk tahun buku 2010. 4. Persetujuan penggunaan laba Perseroan.
ELTY Bakrieland Development Tbk RUPSLB 18-05-2010 10:00:00 Komplek Rasuna Epicentrum, Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta 1. Persetujuan penambahan anggota Direksi. 2. Persetujuan perubahan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan.

Bakrieland akan Akuisisi Sentul City

Robert Adhi Ksp/KOMPAS

Senin, 17/5/2010 | 16:26 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) berniat menambah luasan lahannya pada tahun ini. Salah satu caranya, perusahaan Grup Bakrie pemilik proyek Rasuna Epicentrum ini akan mengakuisisi perusahaan properti lainnya.

Menurut sumber KONTAN, ELTY akan membeli saham PT Sentul City Tbk (BKSL). “Total saham yang akan dibeli sebesar 14 persen hingga 20 persen,” katanya, pekan lalu.

Menurut si sumber, ELTY masih dalam proses penjajakan. BKSL dibidik lantaran perusahaan ini masih memiliki lahan kosong seluas 1.900 hektare (ha).

Selain membeli saham BKSL, ELTY berencana mengakuisisi lahan di kawasan Bogor, Sukabumi dan Rasuna. Untuk melancarkan aksinya ini, menurut sumber tadi, ELTY akan menerbitkan saham baru atau rights issue senilai lebih dari Rp 1 triliun.

Untuk memuluskan ambisinya itu, ELTY akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Juni mendatang.

Untuk kembangkan Jonggol
Sejauh ini, Presiden Direktur ELTY Hiramsyah S. Thaib masih enggan untuk memastikan proses akuisisi BKSL. Namun ia mengakui bahwa perusahaannya sedang berusaha untuk menambah lahan. “Salah satunya dengan membeli lahan dan mengakuisisi perusahaan,” ujarnya, saat dihubungi KONTAN, Minggu (16/5).

Seribu sayang, Sekretaris Perusahaan BKSL Nesia Tanujaya pun menolak mengomentari isu akuisisi itu. “Saya sedang cuti, lebih baik hubungi direksi lain,” elaknya, kemarin. (Abdul Wahid Fauzi/Anna Suci Perwitasari/Yuwono Triatmodjo/KONTAN)

Editor: ksp
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) berniat menambah luasan lahannya pada tahun ini. Salah satu caranya, perusahaan Grup Bakrie pemilik proyek Rasuna Epicentrum ini, akan mengakuisisi perusahaan properti lainnya. ELTY akan membeli saham PT Sentul City Tbk (BKSL). (Kontan)
17/05/2010 – 15:13
Prospek Saham Bakrie Saat Pasar Muram
Asteria & Ahmad Munjin

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – Kondisi bursa saham domestik awal pekan ini memang sedang muram. Namun, investor masih bisa mengakumulasi beberapa saham dari grup Bakrie.

Demikian diungkapkan Arga Paradita Sutiono, research analyst Asia Kapitalindo Securities kepada INILAH.COM, Senin (17/5). Menurutnya, saham-saham yang bernaung di bawah grup Bakrie saat ini layak dikoleksi, terutama karena harganya yang sudah turun tajam.

Beberapa saham yang disarankan adalah PT Bumi Resources (BUMI), PT Bakrie Sumatera Plantation (UNSP) dan PT Bakrieland Development (ELTY). Menurutnya, secara fundamental, ketiga emiten ini sangat baik di tengah harganya yang sangat rendah. “Saya rekomendasikan beli untuk ketiga saham tersebut,” katanya.

Saham perkebunan UNSP dinilainya masih menarik, terkait aksi korporasi perseroan, yaitu akuisisi lahan dan pabrik milik Domba Mas Inti Agro Perkasa pada akhir Mei 2010. Manajemen mengatakan akuisisi pabrik ini menguntungkan karena pabrik ini dapat menghasilkan 400-450 ribu fatty alcohol dengan pangsa pasar sekitar 5%. “UNSP masih akan naik, dengan target harga dapat mencapai Rp560-an,” imbuhnya.

UNSP nantinya akan memasok 90% dari kapasitas terpasang fatty alcohol milik Domba Mas ke P&G dengan harga pasar, sisanya untuk pihak ketiga. Proyek oleo chemical itu diharapkan menyumbang sekitar 30% terhadap pemasukan perseroan, sehingga pendapatan UNSP tahun ini diperkirakan mencapai Rp3 triliun.

Sedangkan Arga menilai, sentimen positif untuk saham properti ELTY berasal dari NAV (net asset value) perseroan di level Rp400. Saat ini emiten ini masih diperdagangkan di kisaran Rp200 per lembarnya.

ELTY saat ini dikabarkan akan menambah lahan dengan cara akuisisi 14-20% saham PT Sentul City (BKSL). Ketertarikan ELTY ini dikarenakan BKSL masih memiliki lahan kosong yang sangat besar, seluas 1.900 hektar. Namun, belum ada konfirmasi dari manajemen kedua perusahaan tersebut.

Terkait saham Bakrie, Samuel Sekuritas merekomendasikan hold untuk saham UNSP dan buy untuk ELTY. Selain kedua emiten tersebut, saham PT Bakrie Telecom (BTEL) juga menjadi pilihannya. Hal ini terkait sinergi antara unit bisnisnya, Esia dan unit bisnis Telkom, Flexi.

Disebutkan, manajemen kedua perusahaan mengatakan pembicaraan masih dalam tahap awal. Sehingga belum diketahui apakah sinergi tersebut hanya pada level operasional atau tahap merger perusahaan.

Menurut analis Samuel Sekuritas, bila berita ini benar, maka keuntungan yang lebih signifikan akan dirasakan BTEL. Sedangkan keuntungan Flexi tidak terlalu signifikan karena karena hanya merupakan salah unit usaha dari TLKM. ”Rekomendasi hold untuk BTEL,” ujarnya.

Khusus untuk saham BUMI, Arga menilai emiten ini masih menarik karena harganya yang masih jauh di bawah harga tertingginya di Rp3.200-an. Emiten tambang ini pun diperkirakan masih berpeluang menguat dengan target harga Rp2.600 per saham. “Rekomendasi beli untuk BUMI,” ujarnya.

Berbeda dengan Purwoko Sartono dari Panin Sekuritas yang justru menyarankan investor melepas saham BUMI. Hal ini menyusul potensi diturunkannya rating utang BUMI oleh Moody’s lebih banyak dari perkiraan. “Investor sebaiknya jual saham BUMI,” katanya.

Peringkat obligasi BUMI yang diterbitkan melalui Bumi Capital senilai US$ 300 juta, berpotensi dikoreksi oleh Moody’s Investor Services. Hal ini karena metrik keuangan BUMI yang tergerus, seiring meningkatnya likuiditas dan risiko (refinancing) di level induk usaha. Bumi Capital menerbitkan beberapa seri obligasi berdenominasi dolar AS yang dijamin sepenuhnya oleh induk usahanya, BUMI.

Menurut Moody penurunan peringkat itu terkait dengan erosi metrik keuangan seiring dengan likuiditas yang meningkat dan risiko pembiayaan ulang di level induk usaha. Leverage BUMI pada tahun lalu lebih tinggi dari ekspektasi membuat emiten dapat melanggar perjanjian terkait jumlah utang yang dibatasi dalam setiap penerbitan obligasi. [mdr]

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: