Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Mei 18, 2010

menanti aliran dana bail-out euro, beli ELTY, BTEL, BUMI :180510

Filed under: ELTY, Terkait BUMI&GRUP, Utang Bumi & Grup — bumi2009fans @ 7:22 am

silakan ngecek ekspektasi analis pro di link ini :  http://sahamantmindonesia.blogspot.com/2010/05/antm-dan-nickel-recovery-180510.html

Selasa, 18/05/2010 19:23 WIB
Bakrieland Siapkan Investasi Rp 2,5 Triliun
Angga Aliya – detikFinance

Jakarta – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) siapkan dana investasi sebanyak Rp 2,5 triliun tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan properti dan jalan tol.

“Dana tersebut akan kita penuhi dari presale dan pinjaman eksternal,” kata Direktur Utama ELTY Hiramsyah Thaib usai RUPS di Rasuna Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta, Selasa (18/5/2010).

Dana itu akan digunakan untuk mengembangkan bisnis properti dan jalan tol perseroan tahun ini. Menurutnya, saat ini perseroan masih memiliki komitmen pinjaman yang belum dicairkan sebanyak Rp 1,5 triliun.

Komitmen pinjaman itu didapat dari berbagai bank, baik sindikasi bank maupun individu bank, di antaranya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).

Ia mengatakan, perseroan juga berniat mengakuisisi 2-3 ruas jalan tol baru tahun ini. Lokasi tol tersebut akan berada di sekitar jalan tol perseroan yang sudah ada saat ini.

Hiramsyah mengatakan, hingga akhir tahun 2010 emiten berkode ELTY itu menargetkan bisa meraup pendapatan sebanyak Rp 1,31 triliun. Tahun lalu, Bakrieland sudah meraup pendapatan sebanyak Rp 1,05 triliun.

Angka ini, menurut Hiramsyah masih berpotensi untuk naik. Pasalnya, tingkat suku bunga diperkirakan tidak akan naik tahun ini. Hal itu akan menjadi hal yang positif untuk industri properti.

“Ada kemungkinan upsize target kalau industri properti benar-benar bagus. Tingkat suku bunga juga akan rendah di tahun 2010 ini. Itu hikmah luar biasa untuk properti,” ujarnya.

Sementara itu, mengenai kepastian Limitles Holdings, perusahaan dari Dubai, untuk bermitra dengan perseroan, menurut Hiramsyah, perseroan sudah melakukan pertemuan dengan Limitles pada bulan April lalu.

“Mereka masih setuju untuk lanjut bermitra dengan kita,” ungkapnya.

Ia mengatakan, perusahaan asing itu masih berniat untuk ambil bagian sebanyak 30 persen dalam proyek Rasuna Epicentrum. Untuk itu, Limitles haruh merogoh kocek sebanyak US$ 110 juta.

“Kita tinggal menunggu kapan mereka bayar saja,” ujarnya.

(ang/dnl)

Bakrieland Rights Issue Rp 1 Triliun
Dana rights issue itu akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan investasi Rp 2 triliun.
SELASA, 18 MEI 2010, 14:32 WIB
Antique, Purborini

Hiramsyah Bakrieland (dokumentasi Bakrieland Development)
BERITA TERKAIT
Bakrieland Bagi Dividen 15%
Pendapatan Bakrieland Naik 26,6%
Bakrieland Yakin Proyek di Bali Gaet Wisman
Penjualan Rasuna Epicentrum Naik 500%
Bakrieland Tak Kuat Garap Jembatan Sunda
Web Tools

VIVAnews – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) akan melakukan penawaran umum terbatas (rights issue) pada kuartal II-2010.

“Belum diputuskan, tapi di atas Rp 1 triliun,” kata Direktur Utama Bakrieland Development Hiramsyah S Thaib dalam paparan publik di Jakarta, Selasa 18 Mei 2010.

Menurut Hiramsyah, dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan investasi sebesar Rp 2,5 triliun.

Sedangkan keputusan untuk rights issue, dia menambahkan, akan dilakukan Jumat 21 Mei 2010. “Kami belum bisa disclosed,” ujar Hiramsyah.

Namun, menurut Hiramsyah, pemberitahuan rencana aksi korporasi tersebut sudah disampaikan kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Dia mengakui, pilihan rights issue dinilai perseroan lebih tepat ketimbang mengeluarkan obligasi. “Kurang bijak mengeluarkan obligasi, karena suku bunga saat ini tinggi,” kata Hiramsyah.

Sedangkan Sekretaris Perusahaan Bakrieland Nuzirman Nurdin menuturkan, keberhasilan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mendekati level 3.000 beberapa waktu lalu menjadi salah satu pertimbangan untuk menerbitkan saham baru. “Timing yang pas dengan demand di pasar equity tinggi,” tutur dia.

Direktur Keuangan Bakrieland Ferdinand Sadeli menambahkan, kebutuhan dana Rp 2,5 triliun tersebut tidak seluruhnya dari rights issue. “Kami memiliki pendanaan dari pinjaman bank dan preselling (penjualan awal),” ujarnya.

Pada kuartal I-2010, penjualan awal proyek properti perseroan tumbuh hingga 30 persen dengan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) naik 40 persen. Sementara itu, untuk pinjaman bank, perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman sebesar Rp 1,5 triliun.

Hiramsyah juga menolak menjelaskan mengenai penggunaan dana tersebut.

“Kami belum bisa mengatakan objeknya untuk apa karena belum final,” kata dia.

Namun, dia menyebutkan, perseroan berencana menambah land bank hingga di atas 1.000 hektare. “Terutama di daerah-daerah yang dekat dengan pengembangan yang kami lakukan,” kata dia.

Selain itu, menurut dia, perseroan akan menambah dua sampai tiga ruas tol baru. Namun, karena sampai sekarang pemerintah belum mengeluarkan tender, perseroan masih menunggu.

Tidak hanya itu, Hiramsyah mengaku perseroan juga membidik ruas tol konsesi lama. “Kalau ditawarkan dan masuk dalam daerah pengembangan kami, kenapa tidak,” tuturnya. (art)

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: