Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Mei 24, 2010

elty pasti sudah membacanya … 240510

Filed under: ELTY, jalan tol n properti — bumi2009fans @ 12:17 pm

Stok Apartemen Meluber, Investor Tahan Diri
SENIN, 24 MEI 2010 | 09:06 WIB
TEMPO/Nickmatulhuda

TEMPO Interaktif, Jakarta – Pasokan apartemen di Jakarta diperkirakan melebihi permintaan tahun ini seiring dengan selesainya pembangunan 15 apartemen baru dan satu apartemen sewa. Jika 15 gedung ini rampung, pasokan apartemen bertambah 6.510 unit. Padahal total ketersediaan sudah mencapai 69.304 unit, yang terbagi di lokasi primer dan sekunder.

Berdasarkan riset PT Coldwell Banker Indonesia, 16.498 unit berada di lokasi primer, seperti pusat bisnis (central business district/CBD). Sedangkan 52.806 unit berada di lokasi sekunder. Tambahan pasokan dari 15 gedung baru ini membuat pasokan berlebih, terutama apartemen untuk investasi. Investor akan melihat kondisi perekonomian sebagai pertimbangan investasi hunian.

Research and Analyst Manager PT Coldwell Banker Indonesia Dwi Novita mengatakan, krisis utang Yunani yang merembes ke Eropa membuat investor menahan keinginan berinvestasi di sektor properti. “Mereka siap membeli jika kondisi stabil kembali,” kata Dwi Novita di Jakarta pekan lalu. Tapi, apartemen untuk end user (pembeli tetap) pasokan masih akan terserap.

Novita mengatakan, meski pasokan cenderung berlebih, pengembang melihat peluang masih ada, terutama untuk end user. Apalagi perekonomian Indonesia terus membaik. “Suku bunga bank sentral bagus dan bunga kredit juga terus menurun,” katanya. Kondisi ini yang membuat permintaan apartemen terus ada dan meningkat.

Pada kuartal pertama 2010, penjualan apartemen dan gedung perkantoran menunjukkan sentimen positif. Data dari indeks gabungan perusahaan properti ditutup sebesar Rp 2.549,03 pada akhir kuartal pertama 2010 atau naik 105,5 persen dibanding kuartal sebelumnya. Total penjualan apartemen periode ini mencapai 1.878 unit.

Novita mengatakan, dari total unit terjual, sebanyak 1.715 di antaranya masih dalam proses pembangunan. Tingginya unit belum jadi yang terjual karena masyarakat mengejar capital gain (keuntungan). “Harga unit yang belum jadi masih harga awal (early bird),” katanya. Ketika pembangunan apartemen beres, harga unit bakal naik dan pembeli meraup untung.

Tambahan 6.510 unit dari 15 apartemen baru untuk kelompok menengah ke bawah ini, kata Novita, harga jual apartemen tetap stabil di kisaran Rp 250-400 juta atau Rp 5,4 juta per meter persegi. Segmen apartemen di lokasi sekunder ini dibidik pengembangan karena paling banyak dibeli. Sedangkan harga di lokasi primer sekitar Rp 11-23 juta per meter persegi.

Meningkatnya penjualan apartemen pada kuartal pertama 2010, kata Associate Director PT Procon, Indah Utami Prastiana, karena turunnya bunga pinjaman kepemilikan apartemen menjadi 9-10 persen. Selain itu, pengembang menawarkan uang muka yang lebih rendah dengan jangka pembayaran yang lebih panjang.

Berdasarkan riset Procon, pasokan apartemen yang telah terbangun mencapai 71.760 unit dengan tingkat penjualan meningkat menjadi 97 persen dan tingkat okupansi 74 persen. Sedangkan penjualan apartemen dalam tahap pembangunan sebanyak 2.200 unit atau meningkat menjadi 68 persen. Tahun ini penjualan apartemen diperkirakan terus meningkat seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5-6 persen.

Sedangkan pasokan gedung perkantoran di kawasan CBD Procon, mencatatkan peningkatan 4,11 juta meter persegi dengan permintaan 65 ribu meter persegi. Angka ini meningkat 8,2 persen dibanding kuartal sebelumnya dengan tingkat okupansi tetap 87 persen. Gedung perkantoran dengan serapan tertinggi masih yang berkelas menengah mewah atau grade A.

Jumlah yang tidak jauh berbeda juga didapatkan dari hasil riset Codwell Banker Indonesia. Sepanjang kuartal pertama, pasokan gedung perkantoran mencapai 6,1 juta meter persegi dengan okupansi mencapai 80 persen lebih atau sekitar 5,3 juta meter persegi. Meski hanya ada satu tambahan gedung baru tahun ini seluas 40 ribu meter persegi, Novita tidak mengkhawatirkan kekurangan pasokan.

Menurut Novita, dari 66.370 meter persegi gedung perkantoran yang tersewa, 47.896 meter persegi di antaranya berada di lokasi sentra bisnis (CBD) dan 18.474 sisanya tersebar di lokasi lain di Jakarta. Angka ini pun meningkat 13,28 persen dibanding kuartal akhir 2009.

Berbeda dengan gedung perkantoran sewa, pasar perkantoran berstatus strata titel ternyata masih kecil. Penjualannya juga lemah sepanjang kuartal pertama 2010. Total okupansi kantor berstrata titel hanya 10.434 meter persegi, baik di lokasi CBD maupun non-CBD. “Lemahnya penyerapan ini karena tidak adanya gedung perkantoran berstrata titel baru,” katanya.

MUTIA RESTY

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: