Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Mei 24, 2010

gw beli bumi@1900, 1870, 1800 (tx 2 rumours):240510

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 3:00 pm
JAKARTA (Bisnis.com): Harga saham tujuh emiten Grup Bakrie (The Bakries) sore ini rata-rata rontok 14,08% setelah tertekan aksi jual yang dipicu oleh rumor PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang akan rights issue pada harga Rp1.400 per saham.

Berdasarkan data Bloomberg, kejatuhan harga saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), yang berencana rights issue Rp5,2 triliun dan baru sekali membagikan dividen Rp1 per saham sepanjang 15 tahun menjadi perusahaan publik, terdalam yakni 19,50% ke Rp128 per saham.

Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sore ini ditutup rontok 18,49% ke Rp97 per saham. Penurunan terbesar kedua di Grup Bakrie.

Harga saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) sore ini juga terjungkal 16,25% ke Rp335, sedangkan saham Bumi melorot 15,76% ke 1.790 per saham.

Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dan saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) juga terpelanting 13,75% dan 11,29% ke posisi Rp69 dan Rp55 per saham.

Saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) sore ini hanya terkoreksi 3,52%, paling kecil dibandingkan dengan saham Grup Bakrie lainnya.

Dalam ulasan singkat yang disampaikan oleh broker CLSA yang diperolehBisnis.com disebutkan investor lokal secara agresif  melepas saham Bumi karena bid, permintaan untuk beli, hilang untuk sementara waktu.

Sekretaris Perusahaan Bumi Dileep Srivastava membantah rumor pasar tersebut. (wiw)

Saham-saham Bakrie 7 mengalami kejatuhan harga signifikan pada perdagangan hari ini menyusul beredarnya rumor tak sedap yang memicu investor asing melakukan aksi jual massif. Manajemen PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membantah akan melakukan rights issue.

Bakrie 7 sempat anjlok antara 13-33% pada perdagangan hari ini. Namun pada sekitar pukul 14.45 waktu JATS sudah mulai memulih meskipun masih terkoreksi tajam di zona merah.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sempat anjlok 23,29% dari penutupan akhir pekan lalu de level Rp 2.125 ke level Rp 1.630. Namun kini sudah bertengger di level Rp 1.950, turun Rp 175 (8,23%).

Saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sempat jatuh 16,12% dari penutupan sebelumnya Rp 62 ke Rp 52. Saat ini saham BNBR bertengger di level Rp 57 turun Rp 5 (8,06%).

Saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sempat anjlok 33,96% dari penutupan kemarin Rp 159 ke level Rp 105. Kini saham ELTY berada di level Rp 132, turun Rp 27 (16,98%).

Saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) sempat jatuh 13,75% ke level Rp 345 namun kini sudah berada di level Rp 370, turun Rp 30 (7,5%) dari sebelumnya Rp 400.

Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sempat anjlok 26,05% ke level Rp 88 dan kini sudah berada di level Rp 105, turun Rp 14 (11,76%) dari sebelumnya Rp 119.

Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sempat anjlok 16,25% ke level Rp 67 dan kini sudah berada di level Rp 74, turun Rp 6 (7,5%) dari sebelumnya Rp 80.

Saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) sempat anjlok 8,45% ke level Rp 130 dan saat ini sudah kembali ke level Rp 139, turun Rp 3 (2,11%) dari sebelumnya Rp 142.

Total nilai transaksi Bakrie 7 hingga berita ini ditulis mencapai Rp 1,020 triliun atau setara dengan 32,92% dari nilai transaksi IHSG sebesar Rp 3,098 triliun.

Kejatuhan tajam saham-saham Bakrie 7 sempat membuat laju kenaikan IHSG terkikis hebat. Namun penguatan saham sektor konsumsi dan perkebunan berhasil mengangkat kembali posisi IHSG.

Kabar yang beredar di pasar menyebutkan kalau BUMI bakal melakukan rights issue. Kabar ini diperkirakan menjadi pemicu utama aksi jual massif investor-investor asing yang biasa bermain saham-saham Bakrie 7.

Sebagai catatan, aktivitas saham BUMI memang menjadi acuan utama pergerakan seluruh saham-saham Bakrie 7, sehingga sentimen negatif pada saham BUMI cenderung membuat seluruh anggota saham Bakrie 7 lainnya terkoreksi.

Hal ini pun diakui oleh SVP Investor Relations BUMI Dileep Srivastava. Menurutnya, beredar rumor tak sedap yang mengatakan BUMI akan melakukan rights issue dan memicu aksi jual investor asing pada saham BUMI.

“Beredar sebuah rumor tidak bertanggung jawab yang mengatakan BUMI akan melakukan rights issue. Rumor tersebut dikutip oleh sejumlah fund manajer global,” ujarnya dalam bincang-bincang dengan detikFinance, Senin (24/5/2010).
Senin, 24 Mei 2010 | 11:50

AKSI KORPORASI

2010, Grup Bakrie Rights Issue Rp 15,85 Triliun

JAKARTA. Mencengangkan! Sepanjang kuartal pertama tahun ini, emiten Grup Bakrie sudah mengantongi dana sebesar Rp 10,4 triliun melalui serangkaian aksi pelepasan saham baru alias rights issue. Dana ini sudah ditampung tiga emiten grup Bakrie, yakni PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Energi Mega Perkasa Tbk (ENRG).
Yang terbaru, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) berencana melangsungkan rights issue sebesar Rp 5,4 triliun dengan menerbitkan 33,7 miliar saham. Sebesar Rp 1,9 triliun dana tersebut akan dialokasikan untuk mengakuisisi 51% saham PT Bukit Jonggol Asri.
Presiden Direktur ELTY Hiramsyah S. Thaib yakin, agendanya itu bakal sukses. Sebab, ia mendapatkan komitmen penuh dari standby buyer. Jika hajatan itu berjalan mulus, total dana hasil rights issue yang masuk ke kantong Grup Bakrie sejak awal tahun ini akan bertambah menjadi Rp 15,85 triliun.
Sebelumnya, UNSP berhasil mendapatkan dana segar Rp 4,97 triliun dari rights issue sebanyak 9,47 miliar saham pada harga Rp 525 per saham. Dana terbesar dialokasikan UNSP untuk membeli bisnis olekimia Grup Domba Mas senilai Rp 2,2 triliun.
DEWA juga berhasil mengantongi Rp 624,9 miliar dari rights issue. DEWA menerbitkan 6,24 miliar saham baru dengan harga Rp 100 per saham. Sebesar 71,51% dana ini dialokasikan untuk membayar utang.
Sedangkan perusahaan Bakrie yang bergelut pada bisnis migas, ENRG, berhasil menerbitkan 26,18 miliar saham baru seharga Rp 185 per saham. Jadi, ENRG meraup dana Rp 4,84 triliun. Sebesar 52,7% atau Rp 2,5 triliun dari dana tersebut akan digunakan ENRG membayar utang.
Telisik kewajaran

aksi rights issue perusahaan-perusahaan Bakrie sangat merugikan investor

Pengamat Pasar Modal Sutito mengatakan, aksi rights issue perusahana-perusahaan Bakrie sangat merugikan investor. Menurut Sutito, ada dua kerugian yang diderita. Pertama, faktor terdilusi. Kedua, menurunnya harga pasar mengikuti harga rights issue. Makanya, ia meminta Bapepam-LK memeriksa kewajaran aksi ini. “Ini sangat penting untuk melindungi investor publik,” tegasnya.
VP Valbury Asia Securities Nico Omer Jockenhere bilang, rights issue adalah langkah mudah dan murah bagi Bakrie mendapatkan dana. “Tetapi Bakrie kurang peduli dengan investor kecil, mereka lebih suka dengan investor yang besar,” kritiknya.
Hiramsyah, tentu saja, tak sependapat. Ia menegaskan, rights issue akan membuat saham kian likuid dan harganya menanjak. “Jadi, rights issue tidak melulu merugikan, investor juga harus mengerti bahwa investasi itu harus berkembang,” ujarnya.

Abdul Wahid Fauzie
24/05/2010 – 14:54
CLSA Penjual Terbesar Saham BUMI

(IST)
CLSA Penjual Terbesar Saham BUMI

INILAH.COM, Jakarta – CLSA Indonesia tercatat sebagai penjual saham Bumi Resources Tbk (BUMI) terbesar hingga perdagangan bursa siang ini.

Menurut analis AM Capital, Yustian Hartono kepada INILAH.COM, Senin (24/5) CLSA melakukan penjualan sebanyak 61 ribu lot saham BUMI. Sementara penjual terbesar kedua dilakukan JP Morgan sebanyak 57.800 lot saham dan diikuti OSK Nusadana Securities Indonesia menjual sebanyak 52.300 lot.

Aksi jual terhadap saham BUMI ini dipicu rencana BUMI untuk melakukan rights issue di bawah harga pasar senilai Rp1.800 per saham, meskipun berita tersebut sudah dibatah pihak Perseroan.

Yustian mengatakan harga rights issue yang jauh di bawah harga pasar tersebut, merupakan sinyal bahwa Persweroan menilai sahamnya sudah over value.

Untuk itu Yustian menyarankan para investor untuk menjauhi saham BUMI ini sampai ada penjelasan yang pasti dari Perusahaan menegnai rencana tersebut.

Siang ini harga saham BUMI sudah anjlok 8,23% atau turun 175 poin ke Rp1.950 persaham. Volume eprdagangan sebanyak 975.991 saham dengan nilai transaksi sebesar Rp963,57 miliar. [cms]

Senin, 24 Mei 2010 | 14:26

BURSA RUMOR

Saham BUMI Anjlok 11,53%

JAKARTA. Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun drastis. Sampai dengan pukul 14.04 WIB harga saham BUMI sudah turun 11,53% alias 245 poin di harga Rp 1.880 per saham. Padahal beberapa sektor batubara yang lain seperti PT Bukit Asam Tambang Batubara Tbk (PTBA) masih bergerak positif bahkan sudah naik ke level Rp 16.500 per saham.

Kabar yang berhembus di pasar, BUMI akan mengikuti aksi dari anak usaha PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) yang lain. “Katanya dia akan melakukan rights issue,” ucap sumber KONTAN di bursa. Harganya pun sangat rendah dari harga saham sekarang di harga Rp 1.500 per saham.

Nah karena itu, harga saham BUMI melorot cukup dalam dibandingkan perusahaan batubara yang lain. Macam PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang turun sebanyak 1,4% ke level Rp 31.700 per saham. Atau PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang turun sebanyak 0,54% ke level Rp 1.830 per saham.

Avanty Nurdiana

Rumor Right Issue Gerus Saham BUMI Hingga 30%
Senin, 24 Mei 2010 – 14:40 wib
TEXT SIZE :
Candra Setya Santoso – Okezone

Foto: Koran SI
JAKARTA – Lagi-lagi, rumor panas menghampiri emiten batu bara terbesar nasional yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Kali ini, rencana perseroan untuk mengelar right issue mulai datang lagi, tak ayal harga saham perseroan tergerus cukup dalam dan kena sistem auto rejection.

Pada perdagangan hari ini, saham dengan kode emiten BUMI ini tergerus hingga 30 persen ke level Rp1.630 per lembar sahamnya.

“Kepanikan pasar terjadi siang tadi, jika rumor right issue BUMI santer kembali. Meski manajemen perseroan sudah mengungkapkan kalau niatan tersebut tidak ada, saham BUMI jadi anjlok 30 persen,” ujar research analis Bhakti Securities Reza Nugraha, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Senin (24/5/2010).

Dijelaskannya, sentimen negatif yang mempengaruhi saham BUMI pada perdagangan hari ini, dipenggaruhi mengenai ketidakjelasan tentang jumlah saham yang akan dilepas anak usaha Bakrie ini. “Pelaku pasar menunggu berapa jumlah saham yang dilepas oleh BUMI, tapi belum ada pernyataan resmi dari BUMI, sehingga berpengaruh terhadap sahamnya,” katanya.

Seperti diketahui, BUMI berencana menerbitkan saham baru tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue maksimal 10 persen, sehingga BUMI memiliki struktur permodalan yang lebih seimbang dan rasio utang terhadap modal (DER) lebih rendah.

BUMI ingin memaksimalkan kelonggaran aturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) baru, yang memperkenankan emiten melakukan penambahan modal tanpa HMETD maksimal 10 persen dari total modal disetor. Ini berarti BUMI harus menambah modal dasar sebanyak 1,94 miliar saham.

Sekadar mengingatkan, manajemen BUMI telah menegaskan jika pihaknya tidak ada niat untuk menerbitkan right issue atau non pre-emptive right. “Tidak pernah ada niat BUMI untuk melakukan right issue. Juga tidak ada niat untuk melakukan non pre-emptives issue saat ini,” jelas SVP Investor Relation-Corporate Secretary BUMI Dileep Sritavastava beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, jika opsi-opsi tersebut tidak pernah diwacanakan dalam perseroan. Menurutnya, hal tersebut adalah spekulasi semata. “Kami ingatkan bahwa hanya sebuah pengumuman resmi dari perusahaan yang merupakan informasi yang kredibel. Karena itu, mari tidak berspekulasi,” katanya.

Padahal, pada akhir tahun lalu, Direktur Operasional BUMI Kenneth Farrel menuturkan perseroan merencanakan penawaran umum terbatas (PUT) untuk mendanai kebutuhan investasi perusahaan. Perusahaan membutuhkan investasi sebesar USD2,226 miliar hingga 2013.

Farrrel menjelaskan, Pemerintah Indonesia mengimbau perusahaan terbuka untuk melakukan pre-emptive right sebesar lima persen saham paling tidak satu kali selama tiga tahun. Di mana pemerintah bahkan sedang mempertimbangkan untuk menaikkan menjadi 10 persen.(css)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: