Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Mei 25, 2010

enrg hepi saat investor mellow, kayanya gitu sih … 250510

Filed under: Tak Berkategori — bumi2009fans @ 5:57 pm

Selasa, 25 Mei 2010 | 15:01

KINERJA EMITEN

Harga Saham Energi Mega Persada Sudah Turun 22%

JAKARTA. Harga saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang terus turun membuat manajemen angkat bicara. Menurut Imam Agustino, Direktur Utama ENRG menjelaskan kalau anjloknya harga saham mereka tidak sesuai dengan kondisi operasional mereka.

“Manajemen Energi sudah menganalisa dan tidak ada faktor operasional yang mempengaruhi turunnya harga saham ENRG,” ujar Imam dalam rilis pers hari ini. Harga saham ENRG pada hari ini telah turun 21,88% ke level Rp 75 per saham. Padahal pada hari sebelumnya, harga saham ENRG sudah turun 19,33% ke level Rp 96 per saham.

Manajemen ENRG bilang kalau mereka masih akan mencapai target peningkatan produksi, cadangan migas, pendapatan dan arus kas perusahaan. Beberapa waktu yang lalu, perusahaan mengatakan kalau mereka akan meningkatkan produksi mereka sebanyak 15%. Ini sesuai dengan trend penguatan harga minyak yang terjadi saat ini.

“ENRG tetap fokus pengembangan penjualan gas yang akan diproduksi,” Imam. Ada beberapa blok yang akan mereka akan terus digenjot seperti blok Bentu PSC dan blok Kangean PSC. Nah produksi minyak yang akan diproduksi oleh blok Kangean PSC dan produksi minyak yang lebih besar dari blok Malacca Strait PSC.

Avanty Nurdiana kontan
Saham Energi Turun Tak Terkait Operasional
Energi tetap fokus untuk memberikan manfaat hasil produksi dan laba bagi pemegang saham.
SELASA, 25 MEI 2010, 17:23 WIB
Arinto Tri Wibowo

VIVAnews – Manajemen PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) tidak mengetahui adanya faktor operasional yang dapat berdampak pada penurunan harga saham perseroan.

“Manajemen telah mengamati pola perdagangan saham perseroan selama beberapa hari terakhir,” kata Investor Relations Energi Mega Persada Herwin W Hidayat dalam penjelasan tertulis kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa 25 Mei 2010.

Menurut dia, perseroan akan tetap fokus untuk memberikan manfaat hasil produksi, cadangan, laba, dan pertumbuhan arus kas kepada pemegang saham.

Sementara itu, pada penutupan transaksi hari ini, harga saham Energi Mega melemah Rp 21 (21,88 persen) ke posisi Rp 75.

Selama 2009, Energi Mega Persada mengalami penurunan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang cukup besar. Perseroan juga mencatatkan kerugian selama periode tersebut.

EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp 107,3 miliar atau turun 88 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, kerugian bersih tercatat Rp 1,73 triliun dibanding periode sama 2008 dengan rugi Rp 35 miliar.

Penjualan bersih perseroan juga turun menjadi Rp 1,44 triliun dari sebelumnya Rp 1,85 triliun.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Selasa, 25 Mei 2010 | 10:35

ANALISIS

Bakrie Hanya Untuk yang Gemar Spekulasi

Penurunan harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan saham Grup Bakrie kemarin adalah wajar. Soalnya, secara fundamental, perusahaan-perusahaan itu kurang sehat, tapi harga sahamnya terlalu tinggi. Jadi, cepat atau lambat harga saham akan merefleksikan fundamental sebuah perusahaan.

Meski demikian, penurunan harga saham Grup Bakrie tidak lepas dari rumor yang membuat cemas investor, terutama mengenai rencana rights issue BUMI dengan harga tertentu yang akan mengakibatkan kepemilikan investor terdilusi. Di sisi lain, melihat beban utang BUMI yang sudah terlalu besar, ke depan, BUMI akan sulit untuk bisa melakukan ekspansi.

Kondisi kas keuangan BUMI tahun ini juga akan tertekan karena ada utang obligasi jatuh tempo di semester ke dua senilai lebih dari US$ 400 juta. Jika tidak mampu melunasinya, BUMI dikhawatirkan bakal melakukan debt to equity swap.

Selain rumor rights issue, terpuruknya saham BUMI juga dipengaruhi kabar rencana BUMI yang akan melepas saham di PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID). Selama ini, kabar yang beredar menyebutkan, BUMI akan menguasai Berau Coal melalui DOID. Dengan batalnya rights issue DOID, rencana BUMI mengakuisisi Berau Coal juga ikut berantakan.

Pada saat Sri Mulyani mundur sebagai Menteri Keuangan, sesungguhnya banyak investor yang membeli saham BUMI. Mereka berharap harga saham ini terbang tinggi karena masalah politik yang melingkupi saham Grup Bakrie sudah selesai. Tapi, rupanya, harapan itu tak terwujud. Akhirnya, para investor itu banyak yang melepas kembali sahamnya ke pasar.

Dalam waktu dekat, investor sebaiknya tidak membeli saham Grup Bakrie. Perusahaan-perusahaan grup ini kurang sehat dan harga sahamnya sangat fluktuatif. Saham-saham Bakrie tidak bagus untuk dibeli, kecuali bagi investor yang gemar berspekulasi.

A.W Fauzie, Dupla K.S, Sofyan N.H, Avanty N

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: