Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Mei 25, 2010

rupslb bumi MENJAMINKAN SELURUH/sebagian besar ASET (250510)

Filed under: Utang Bumi & Grup — bumi2009fans @ 8:09 am

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sedang memproses rencana penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang akan dimasukkan dalam agenda RUPS Luar Biasa pada 24 Juni 2010.

“Rencana penerbitan saham baru tanpa HMETD telah disampaikan ke Bapepam dan BEI hari ini,” ujar SVP Investor Relations BUMI Dileep Srivastava pada detikFinance, Selasa (25/5/2010).

Dileep juga mengatakan adanya perubahan jadwal RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa dari semula dijadwalkan ada 22 Juni 2010 menjadi 24 Juni 2010.

Agenda RUPS Tahunan antara lain pengesahan laporan keuangan tahun 2009 serta rencana pembagian dividen tunai tahun 2009. Sedangkan agenda RUPS Luar Biasa terdiri dari 3 agenda, yakni :

1. Persetujuan penjaminan aset.
2. Persetujuan penambahan modal tanpa HMETD.
3. Pengangkatan kembali susunan direksi perseroan.

Sayangnya Dileep belum dapat membeberkan berapa besar saham baru tanpa HMETD yang akan diterbitkan maupun perkiraan harga eksekusinya.

“Menurut peraturan, saham baru non HMETD boleh diterbitkan hingga 10%,” ujarnya.

Jumlah saham BUMI saat ini sebanyak 19,404 miliar lembar. Dengan asumsi BUMI akan menerbitkan 10% saham baru tanpa HMETD, maka jumlah saham yang akan diterbitkan sebanyak 2,156 miliar lembar.

Jika harga eksekusi sebesar Rp 2.000-2.100, maka dana segar yang akan dirogoh BUMI mencapai Rp 4,3-4,5 triliun.

“Kita lihat nanti. Pengumuman formal mengenai besaran dan harganya akan dilakuka kemudian,” ujarnya.

Rencana penerbitan saham baru tanpa HMETD ini sekaligus membantah rumor yang mengatakan BUMI akan melakukan rights issue (penerbitan saham baru dengan
HMETD).

Rumor rights issue telah memukul jatuh harga saham BUMI pada perdagangan kemarin. Wajar saja, rights issue akan mewajibkan pemegang saham BUMI menyuntikkan dana baru guna menghindari dilusi besar.

Sedangkan penerbitan saham baru tanpa HMETD tidak mewaibkan pemegang saham BUMI merogoh kocek untuk menambah modal. Meskipun akan terdilusi, namun tidak besar.

Sebab menurut peraturan Bapepam, setiap penerbitan saham baru tanpa HMETD maksimal dapat dilakukan sebanyak 10%. Sedangkan penerbitan saham baru dengan porsi di atas 10%, wajib melalui mekanisme rights issue.

Sumber: detikcom
24 Juni, Bumi Minta Persetujuan Rights Issue
Selain non preemptive rights, RUPSLB Bumi juga mengagendakan persetujuan penjaminan aset.
SELASA, 25 MEI 2010, 07:51 WIB
Arinto Tri Wibowo

VIVAnews – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan mengagendakan persetujuan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau non preemptive rights issue dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) 24 Juni 2010.

Namun, tidak dijelaskan besarnya jumlah saham yang akan dilepas dan harga rights issue itu.

“Kami akan mengikuti seluruh ketentuan dalam Peraturan Bapepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan), termasuk penetapan harga (non preemptive rights),” kata Senior Vice President, Investor Relations Bumi Resources Dileep Srivastava dalam pesan singkatnya kepada VIVAnews di Jakarta, Senin malam 24 Mei 2010.

Menurut Dileep, dana hasil rights issue itu di antaranya akan digunakan untuk mengurangi utang perseroan.

Sebelumnya, Direktur Utama Bumi Resources, Ari S Hudaya, Februari lalu sempat mengatakan bahwa perseroan membutuhkan pendanaan eksternal lebih dari US$ 500 juta sepanjang 2010 untuk memenuhi kebutuhan akuisisi dan pengembangan bisnis.

Kebutuhan dana itu bisa dipenuhi melalui penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non preemptive rights) atau obligasi wajib konversi (mandatory convertible bonds/MCB).

Selain persetujuan non preemptive rights, RUPSLB Bumi Resources juga mengagendakan persetujuan untuk menjaminkan sebagian besar atau seluruh aset perseroan yang dimiliki langsung atau tidak langsung kepada kreditor.

Aset atau harta perseroan yang akan dijaminkan tidak terbatas pada gadai saham, dan fiducia atas tagihan-tagihan rekening bank, klaim asuransi, persediaan, serta rekening escrow.

Selain itu, jaminan perseroan lainnya adalah agunan atau hak jaminan kebendaan lainnya atas harta kekayaan lain, baik milik perseroan maupun anak usaha, yang dilakukan terkait pembiayaan atau perolehan pinjaman dari pihak ketiga.

RUPSLB juga akan mengagendakan pengangkatan kembali susunan direksi perseroan.

Sebelum agenda RUPSLB, Bumi Resources juga menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). RUPST di antaranya mengagendakan penggunaan laba tahun buku 2009. (umi)

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
BEI Evaluasi Laporan Keuangan Bumi Resources
Hal itu terkait rencana Moody’s menurunkan peringkat obligasi perseroan dari Ba3.
SELASA, 18 MEI 2010, 09:45 WIB
Antique, Purborini

VIVAnews – Otoritas bursa akan mengevaluasi laporan keuangan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkait rencana Moody’s Investor Service (MIS) menurunkan peringkat obligasi perseroan.

“Tim kami sudah mengevaluasi laporan keuangan 2009, laporan Moody’s itu bisa jadi salah satu referensi kalau itu mempengaruhi kinerja perseroan,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Eddy Sugito di Jakarta, Senin malam, 17 Mei 2010.

Pada kuartal IV-2010, perseroan memiliki utang jatuh tempo senilai US$ 578 juta. Tidak hanya itu, Moody’s juga memasukkan utang senilai US$ 150 juta.

Eddy meminta investor memperhatikan rencana penurunan peringkat tersebut.

“Apakah itu disebabkan karena pengaruhnya terlalu tinggi. Tetapi hal semacam itu kan tidak diumumkan emiten, hal itu bisa dilihat dari laporan keuangan yang disampaikan secara periodik, tiga bulanan, semesteran, dan tahunan. Dari laporan keuangan tersebut, pasar seharusnya bisa melakukan antisipasi,” ujar dia.

Sebelumnya, MIS akan menurunkan peringkat senior secured bond atau obligasi Bumi dari Ba3. Peringkat Ba3 merupakan obligasi dengan kualitas kredit dipertanyakan.

Peringkat Moodys yang lebih rendah dari Ba3 adalah B1, B2 atau B3. MIS mengkategorikan obligasi pada peringkat ini sebagai subjek spekulatif untuk risiko kredit yang tinggi dan umumnya memiliki kualitas kredit minim.

Obligasi yang diterbitkan melalui anak usaha Bumi, Bumi Capital Pte Ltd sepenuhnya dijamin perseroan. “Tindakan ini dilakukan karena adanya penurunan pada kinerja keuangan Bumi, likuiditas dan risiko refinancing yang tinggi pada perusahaan induk,” kata Vice President and Senior Credit Officer Moody’s Laura Acres. (art)

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: