Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Mei 26, 2010

NEW b(UANG)u(TANK)m(ULA)i 1$ coming … 260510

Filed under: Utang Bumi & Grup — bumi2009fans @ 10:42 am

BUMI Kurangi Utang USD1 Miliar dalam Setahun
Rabu, 26 Mei 2010 – 16:44 wib
Ade Hapsari Lestarini – Okezone

JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berniat kembali menerbitkan saham non-preemptive dan mengajukannya dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 24 Juni mendatang.

“Kami menyerahkan agenda kemarin ke regulator. Pada dasarnya, ini adalah langkah pertama dalam serangkaian debtcutting bergerak yang berlangsung selama 12 bulan ke depan, seperti yang telah kita sebelumnya umumkan ke pasar dan masyarakat luas,” kata Senior Vice President dan Investor Relations Dileep Srivastava, dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, di Jakarta, Rabu (26/5/2010).

Sesuai ketentuan, saham non-preemptive memungkinkan perusahaan untuk menerbitkan saham baru maksimal 10 persen dari total saham perusahaan dengan harga rata-rata perdagangan 25 hari sebelumnya dari harga penutupan sebelum tanggal pengumuman.

“Kami dengan tegas menolak spekulasi media yang semakin liar terhadap adanya penerbitan right issue yang akan dilakukan perusahaan ke depan. Kami tidak pernah memiliki rencana tersebut juga tidak ada suatu maksud untuk melakukannya,” tambah Dileep.

Seperti diketahui, perseroan merilis berita tersebut pada 27 Januari 2010 dan memperingatkan investor perseroan untuk tidak mengindahkan spekulasi dan rumor yang liar tentang BUMI, tetapi dianjurkan untuk menghubungi langsung perusahaan untuk fakta.

Right issue non-preemptive sebelumnya diumumkan pada Desember tahun lalu, tetapi kemudian ditunda karena melihat kondisi pasar yang berlaku. Ini sekarang telah dihidupkan kembali mengingat perbaikan lingkungan dan investor.

“Ini bergerak deleveraging akan memperkuat fundamental perusahaan dan melayani untuk meningkatkan nilai pemegang saham, tujuan strategis BUMI adalah untuk mengurangi utang sekira USD1 miliar dalam 12 bulan berikutnya,” pungkasnya.(ade)
Rabu, 26 Mei 2010 | 10:31

AKSI KORPORASI

BUMI Mungkin Meraup Rp 4,5 Triliun

JAKARTA. Teka-teki seputar rencana penerbitan saham baru PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akhirnya terjawab. Pada 24 Mei lalu, emiten kebanggaaan Grup Bakrie ini sudah mengumumkan akan menerbitkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Artinya, investor ritel tak punya hak memesan terlebih dahulu, sehingga sahamnya sangat mungkin terdilusi akibat aksi korporasi BUMI ini.

Dalam keterbukaan informasi di BEI pada Senin malam itu, BUMI mengumumkan, ada perubahan dalam jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), dari 22 Juni menjadi 24 Juni 2010. Perubahan jadwal dilakukan karena manajemen BUMI menambahkan agenda penerbitan saham baru tersebut.

Selain agenda itu, dalam RUPSLB, BUMI juga akan meminta persetujuan pemegang saham untuk menjaminkan aset, termasuk menggadaikan saham untuk mendapatkan pembiayaan atau pinjaman dari pihak ketiga.

Seperti diberitakan KONTAN sebelumnya (15/4), BUMI memang diprediksi akan menerbitkan saham baru sebesar 10%. Maklum, utang perusahaan tambang ini makin gendut.

Dalam laporan keuangan tahun 2009, BUMI menyebutkan, pada 26 Januari 2010, BUMI telah mendapat tambahan utang US$ 100 juta dari Credit Suisse. Padahal, di tahun ini total utang BUMI yang akan jatuh tempo mencapai US$ 400 juta. Sementara, posisi kas perusahaan ini hanya US$ 60 juta plus investasi jangka pendek senilai US$ 299 juta.Bisik-bisik di pasar saham menyebutkan, harga saham baru BUMI nanti akan berkisar antara Rp 1.500 hingga Rp 1.700 per saham.

Namun, Kepala Riset PT Mega Capital Indonesia Danny Eugene mengatakan, harga saham baru yang akan diterbitkan BUMI harus tetap mengacu pada aturan Bapepam-LK, yaitu harga rata-rata saham 25 hari kerja sebelum pengumuman penerbitan saham baru disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI). “BUMI sudah mengumumkan kalau mereka akan mengikuti aturan Bapepam-LK, kok,” imbuh Danny.

Analis Waterfront Securities Isfhan Helmy menghitung, berdasarkan ketentuan harga rata-rata saham BUMI selama 25 hari perdagangan itu, harga saham baru BUMI akan berkisar Rp 2.327 per saham. “Ini adalah harga minimal, realisasinya mungkin bisa lebih tinggi,” katanya, kemarin.

Sementara berdasarkan perhitungan KONTAN, harga rata-rata saham BUMI 25 hari sebelum pengumuman aksi korporasi ini adalah Rp 2.282 per saham. Dengan asumsi penerbitan saham baru maksimal 10%, jumlah saham yang akan diterbitkan mencapai 1,94 miliar saham. Saat ini, jumlah saham BUMI mencapai 19,40 miliar saham.

Jadi, apabila menggunakan harga saham hasil hitungan KONTAN, dari aksi korporasi ini BUMI bakal mengantongi fulus sebesar Rp 4,42 triliun. Tapi, jika menggunakan harga perkiraan Ishfan, BUMI akan mendulang dana segar sebesar Rp 4,51 triliun.

Sayang, Senior Vice President Investor Relations BUMI Dileep Srivastava masih enggan memberikan penjelasan detail soal agenda perusahaannya ini. Ikhtiar KONTAN untuk mendapat penjelasan dari Dileep juga gagal. Panggilan seluler dan pesan singkat yang dilayangkan KONTAN juga tak berbalas.

Yang jelas, rencana BUMI untuk menerbitkan saham baru tanpa HMETD ini pantas diwaspadai para investor saham. Menurut Danny, bagi pemilik modal yang ingin berinvestasi di saham, sebaiknya mereka menghindari dulu saham ini. Betul, dari sisi aset BUMI memiliki beberapa anak usaha yang sangat bagus, seperti Kaltim Prima Coal, Arutmin, dan Indocoal Resources.

Masalahnya, dengan aset ngetop seperti itu, pengelolaan BUMI kurang transparan dan kerap melakukan aksi korporasi tak terduga. “”Aksi korporasi seperti itu merupakan risiko tambahan di saham ini,” ujarnya.

Danny juga menyarankan para trader saham BUMI untuk sementara tidak memakai margin. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari risiko bila harga saham ini mengalami koreksi. Di bursa, harga saham BUMI terus terpuruk. Kemarin, saham BUMI sempat menyentuh level terendahnya pada level Rp 1.570 per saham.
Pada penutupan perdagangan, saham ini ditutup melemah 3,9% dari harga hari sebelumnya menjadi Rp 1.710 per saham.

Sofyan Nur Hidayat, Abdul Wahid Fauzie, Avanty Nurdiana kontan
Rabu, 26 Mei 2010 | 14:01

AKSI KORPORASI

BUMI Akan Ambil Opsi Maksimal Penerbitan Saham Baru

JAKARTA. Teka-teki penerbitan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sudah sedikit terkuak. Rencananya, perusahaan batubara Grup Bakrie ini akan mengambil opsi maksimal dalam penerbitan sahama baru tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

“Kemungkinan kami ambil opsi penerbitannya 10% saham baru,” kata Presiden Direktur BUMI Ari Sapta Hudaya, hari ini. Menurut Ari, dana ini akan digunakan untuk membayar utang perusahaan sekitar US$ 1 miliar dalam dua belas bulan kedepan.

Sayang, Ari masih enggan mengungkapkan siapa yang akan membeli saham barunya ini. Tak hanya itu, Ari juga enggan mengungkapkan berapa harga saham baru BUMI yang akan ditawarkannya. “Belum tahu, sabar ya,” ungkapnya.

Berdasarkan berita KONTAN hari ini, kemungkinan harga penerbitan saham baru BUMI ini berkisar Rp 2.200 per saham hingga Rp 2.300 per saham. Jika mengacu harga tersebut, maka BUMI akan mendapatkan dana segar lebih dari Rp 4 triliun.

Abdul Wahid Fauzie kontan

e-trading:
BUMI: Lepas Saham Baru US$375 Juta

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berencana menerbitkan 10% saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD). Nilai pelepasan saham saham itu ditaksir mencapai US$375 juta atau sekitar Rp3,45 triliun. BUMI berniat menerbitkan paling banyak 1,94 miliar saham baru sesuai Peraturan Bapepam No.IX.D.4 tentang penambahan modal tanpa HMETD. Perseroan berniat mengurangi utang perusahaan sedikitnya US$1 miliar hingga akhir 2010. Saat ini, total utang BUMI mencapai US$3,48 miliar.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengawali langkah awal untuk mengurangi utang sebesar US$ 1 miliar selama 12 bulan ke depan. Upaya itu dilakukan dengan rencana perseroan untuk menerbitkan saham tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non preemptive rights).

Agenda tersebut akan dimintakan persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan pada 24 Juni 2010.

“Kami menyerahkan agenda RUPSLB kemarin ke regulator. Pada dasarnya, ini adalah langkah pertama dalam serangkaian pengurangan utang selama 12 bulan ke depan, seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya ke pasar dan publik,” kata Senior Vice President, Investor Relations Bumi Resources Dileep Srivastava dalam penjelasan tertulis yang diterima VIVAnews di Jakarta, Selasa 25 Mei 2010.

Sesuai ketentuan, non preemptive rights memungkinkan perseroan untuk menerbitkan saham baru maksimal 10 persen dari total saham. Sementara itu, harga non preemptive rights akan ditetapkan berdasarkan rata-rata harga penutupan perdagangan selama 25 hari sebelum tanggal pengumuman.

“Kami menolak spekulasi tentang rencana rights issue. Kami tidak pernah memiliki rencana tersebut dan tidak ada maksud untuk melakukannya,” ujar Dileep.

Rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu itu sebelumnya diumumkan pada Desember 2009. Namun, rencana itu kemudian ditunda karena situasi pasar.

Saat ini, menurut dia, rencana tersebut dilanjutkan lagi seiring perkembangan situasi dan minat investor. “Upaya ini dilakukan untuk memperkuat fundamental perseroan dan memberi nilai tambah bagi pemegang saham,” tuturnya.

Sumber : VIVANEWS.COM

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: