Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Mei 27, 2010

beli the bakries, siap2 koreksi seh … 270510

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 8:04 am

Kalah dari KPC, Pemerintah Bisa PK Lagi
Kamis, 27 Mei 2010 – 15:03 wib

Maria Ulfa Eleven Safa – Okezone
JAKARTA – Pemerintah, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak, bisa mengajukan Peninjauan Kembali (PK) lagi ke Mahkamah Agung (MA) menyusul ditolaknya PK oleh MA terhadap kasus dugaan tindak pidana pajak PT Kaltim Prima Coal milik Grup Bakrie.

“Pemerintah bisa PK sekali lagi,” ujar Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/5/2010).

Suami mantan Presiden Megawati Soekarno Putri itu mengatakan, jika memungkinkan dilakukan pemeriksaan terhadap hakim-hakim yang memutuskan perkara tersebut, Taufiq mempersilahkan. “Kalau diperbolehkan silahkan jalan. KY kan lembaga independen, sama seperti MA dan MPR,” tuturnya.

Terkait dugaan adanya intervensi pihak luar terhadap putusan tersebut, Taufiq enggan berprasangka buruk. “Kurasa enggak. Jangan salah sangka,” kata dia sambil memasuki lift.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Dia mengatakan pemeriksaan terhadap hakim-hakim yang memutuskan perkara tersebut merupakan salah satu proses hukum. “Kalau demi kebaikan kenapa tidak? Saya pribadi orang yang menghormati proses hukum,” ujarnya.(ade)
DPR Geram Ditjen Pajak Kalah Soal KPC
Kamis, 27 Mei 2010 – 13:45 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Maraknya kasus yang melibatkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak membuat geram Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Apalagi, Ditjen Pajak gagal dalam kasus pajak dengan anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Kaltim Prima Coal (KPC) dalam persidangan Mahkamah Agung (MA) beberapa waktu lalu. Bahkan diduga ada spekulasi dalam “memenangkan kasus” tersebut sehingga KPC menang dipersidangan.

“Ada spekulasi mungkin disana. Faktanya Ditjen Pajak saja, dari 85 kasus yang terlibat di dalamnya, selalu kalah dan negara di rugikan atas itu,” ujar Anggota Komisi XI dari Fraksi PDI-Perjuangan Eva Kusuma Sundari, saat ditemui langsung oleh okezone, di Komisi XI, DPR, Jakarta, Kamis (27/5/2010)

Lemahnya sistem peradilan pajak yang dinilai lemah, diduga jadi dalangnya.

“Para hakim saat ini di spekulasi,kita harus berkerja keras untuk itu. Jika sudah mumpuni dan pengukuan dr internanional itu kan bagus,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya tidak ingin membuat spekulasi dan ini sudah ada diserahkan ke komisi yudisial untuk dibahas.

“Kita tunggu saja nanti, keputusan ada di komisi III terkait ini,” pungkasnya.(adn)(rhs)
Direktur Jenderal Pajak Mochammad Tjiptardjo yakin masih ada upaya lain untuk memenangkan perkara melawan PT Kaltim Prima Coal, meski sebelumnya Mahkamah Agung telah menolak upaya peninjauan kembali (PK) yang diajukannya.

Tjiptardjo menyatakan sampai saat ini, dirinya belum mengetahui keputusan Mahkamah Agung terkait perkaranya dengan PT KPC. Namun, pihaknya akan segera mempelajari penyebab kekalahannya.

“Saya belum dapat amar keputusan, tapi kita akan segera evaluasi. Ini (Indonesia) kan negara hukum,kita akan pelajari yang jadi penyebab kekalahannya. Saya mau ke kantor juga, pokoknya secepatnya,” ujar Tjiptardjo saat dihubungi detikFinance, Kamis (27/5/2010).

Menurut Tjiptardjo, yang dipersoalkan dalam perkara tersebut pemberi perintah bukti permulaan (buper). Namun, penyidikannya sendiri sudah jalan walaupun belum selesai. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak tetap akan berusaha untuk memenangkan kasus tersebut.

“Masih ada upaya yang lain. Yang dipersoalkan pemegang buper. Buper sudah selesai, kasus sudah menggelinding ke tingkat penyidikan. Masih ada upaya hukum yang lain. KY (Komisi Yudisial) katanya koran juga mau ikut, kita akan kasih informasinya, kalau mereka membutuhkan” tegasnya.

Namun Tjiptardjo menyatakan usaha lain tersebut harus tetap berada pada koridor hukum.

“Kita mematuhi koridor hukum. Pengawasan dan pembenahan politik, hukum kita patuhi, kita lihat. Penegak hukum tidak hanya Ditjen Pajak, tapi terkait dengan polisi,jaksa,” jelasnya.

Ditjen Pajak, lanjut Tjiptardjo, bersikeras memenangkan setiap kasus termasuk kasus dengan PT KPC tersebut sebetulnya semata-mata untuk menjalankan tugas.

“Kita tidak pernah putus asa dalam menegakkan hukum, mengamankan tugasnya. Kita (Pegawai Ditjen Pajak) itu landasannya nurani, pengawal kita Tuhan. Ini yang memberikan semangat sehingga tidak pernah putus asa menjalankan tugas, mencintai negeri,dan menegakkan kebenaran,” tukasnya.

Seperti diketahui, Mahkamah Agung (MA) menolak peninjauan kembali (PK) yang diajukan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak dalam kasus sengketa pajak Rp 1,5 triliun dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Dirjen Pajak sebelumnya mengajukan PK ke MA pada Maret 2010 setelah Pengadilan Pajak pada Desember 2009 memutuskan Ditjen Pajak tidak diizinkan melakukan penyidikan atas KPC karena tidak adanya alasan dan bukti yang kuat.

Sumber: detikcom
Grup Astra & Bakrie Bakal Rajai IHSG
Kamis, 27 Mei 2010 – 07:13 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi masih akan berlanjut, seiring membaiknya bursa regional.

Sentimen positif bursa regional itu akan mengilhami investor melakukan akumulasi beli. Mereka sejenak seakan mengabaikan euforia krisis ekonomi Eropa yang berpotensi menggerus pertumbuhan ekonomi global.

“Perkiraan saya indeks (IHSG, Red) hari ini masih akan mengalami lonjakan signifikan,” ujar Analis Riset Reliance Sekuritas Gina Novrina Nasution, ketika dihubungi okezone, di Jakarta, Kamis (27/5/2010) malam.

Gina menjelaskan, memang investor masih dibayangi mimpi buruk krisis Utang Yunani, Spanyol dan negara-negara Eropa lainnya. Tetapi, dalam jangka pendeks, investor tidak tinggal diam. Setiap ada moment baik, investor akan memaksimalkan peluang yang ada guna mereduksi keterpurukan yang telah dialami edisi sebelumnya.

“Ya, apalagi bursa-bursa termasuk indeks sudah mengalami koreksi lumayan dalam. Sehingga potensi rebound itu bisa muncul setiap saat,” imbuhnya.

Untuk itu, dalam perdagangan sesi satu hari ini, investor akan melakukan perburuan terhadap sejumlah saham yang harganya relatif murah. Situasi itu akan mendorong indeks mengalami apresiasi. Selanjutnya, pada sesi dua, investor akan mengambil posisi profit taking guna merealisasikan keuntungan. Meski begitu, aksi ambil untung menjelang libur Waisak itu, diprediksi tidak akan memengaruhi kinerja indeks menuju level 2.700.

“Pasar sedang bergairah. Tetapi, investor akan tetap mencermati gerak bursa global, nilai tukar rupiah dan semacamnya,” ulas Gina.

Karena itu, rentang gerak indeks hari ini sambung Gina, akan menjelajah support 2.580 dan 2.770 untuk resistence. Sejumlah saham yang bisa dikoleksi diantaranya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Danamon Tbk (BDMN), PT Astra International Tbk(ASII). “Aktor penguatan masih Group Astra dan Bakrie Group,” ucapnya.(adn)(rhs)
27/05/2010 – 04:00
Ayo! Borong Saham Grup Bakrie, BMRI, INCO & TLKM
Mosi Retnani Fajarwati

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – IHSG berpotensi melanjutkan hari ini. Sementara itu, saham-saham yang masih layak dikoleksi adalah saham grup Bakrie, BMRI, TLKM dan INCO.

Menurut pengamat pasar modal, Willy Sanjaya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melanjutkan penguatannya pada perdagangan Kamis (27/5) ini. “Penguatan masih akan berlanjut, dengan resisten 2.733 dan support 2.688,” ujarnya kepada INILAH.COM, Rabu (26/5).

Kendati demikian, lanjut Willy, sentimen libur panjang akan membayangi transaksi perdagangan bursa, terutama memasuki sesi II hari ini. “Akan ada tekanan jual karena ada liobur panjang. Investor kan mikir, buat apa menyimpan (saham),” ujarnya.

Pada perdagangan Rabu, IHSG ditutup melonjak 182,66 poin (6,71%) ke level 2.696,78, yang didukung oleh penguatan bursa regional. “Eropa hari ini (kemarin) ditutup positif ya,” ujarnya.

Sementara saham-saham yang direkomendasikannya adalah saham grup Bakrie, saham PT Bank Mandiri (BMRI), saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), dan saham PT International Nickel Indonesia (INCO). “Saham grup Bakrie masih akan menguat karena sentimen kasus pajak itu,” ujarnya.

Sebagai informasi, Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan putusan penolakan pengajuan kembali (PK) kasus sengketa pajak senilai Rp1,5 triliun PT Kaltim Prima Coal (KPC) oleh Ditjen Pajak. KPC merupakan salah satu anak usaha PT Bumi Resources (BUMI). [mre/hid]

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: