Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Mei 27, 2010

elty mo bikin RSS … 270510

Filed under: ELTY, jalan tol n properti — bumi2009fans @ 12:40 pm

Kamis, 27/05/2010 10:29:41 WIB
Bakrieland-Perumnas bangun rumah sederhana
Oleh: Gajah Kusumo
NUSA DUA (Bisnis.com): PT Bakrieland Development Tbk dan Perum Perumnas menjalin kerja sama dalam pengadaan rumah sehat sederhana dengan tujuan utama mengurangi backlog (kekurangan pasokan) perumahan layak huni di Indonesia.

Presdir dan CEO PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah S Thaib menyatakan saat ini terjadi backlog yang luar biasa besar di Indonesia. Setidaknya lebih dari 8 juta kebutuhan rumah belum terpenuhi di Indonesia.

“Setiap tahun perusahaan properti hanya mampu membangun 200.000-300.000 unit. Akibatnya, kebutuhan rumah terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk itu Bakrieland kemarin membuat MoU dengan Perum Perumnas untuk membantu mengurangi backlog perumahan,” ujarnya seusai pembukaan resmi Kongres Federasi Realestat Internasional (FIABCI) ke-61 oleh Wakil Presiden Boediono, hari ini.

Kerja sama pemerintah dan swasta (public private partnership/PPP), katanya, merupakan salah satu solusi penting untuk menyelesaikan masalah perumahan. Jika di Indonesia saat ini terdapat 60 juta kepala keluarga, dengan backlog 8 juta unit berarti lebih dari 10% masyarakat Indonesia belum memiliki rumah yang layak huni.

“Upaya pemerintah untuk melakukan berbagai terobosan di bidang perumahan patut dihargai. Terutama untuk golongan MBR (masyarakat berpendapatan rendah), pemerintah, seperti yang kami dengar, tengah mengupayakan berbagai fasilitas agar mereka dapat menikmati rumah layak huni,” tutur Hiramsyah.

Dia menyatakan Bakrieland Development telah membangun ribuan unit rumah sederhana layak huni bekerja sama dengan Perum Perumnas. Salah satunya di Sentra Primer Baru Timur, di mana akan dibangun 11 menara Rusunami yang menampung 5.500 unit.

Dirut Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto menyatakan Perumnas saat ini mengedepankan tiga program dalam pengadaan perumahan, yakni membangun landed house (rumah tinggal), tower (Rusunami untuk perkotaan), dan yang terakhir adalah peremajaan bagi properti Perumnas yang sudah berusia 30 tahun lebih.

“Properti yang sudah lama dibangun oleh Perumnas, perlu diremajakan. Melalui peremajaan akan dapat dibangun unit-unit yang lebih banyak,” jelas Himawan. Dia menambahkan, dengan peremajaan, properti dapat menampung pemilik lama dan pemilik baru.

Program peremajaan ini diprioritaskan di daerah-daerah padat penduduk yang benar-benar membutuhkan rumah baru. Untuk itu, Perum Perumnas menggandeng Bakrieland Development untuk mengerjakan proyek tersebut.

Perum Perumnas mulai membangun perumahan sederhana sejak 1974. Saat ini setidaknya Perumnas telah membangun 1 juta unit rumah. Perum Perumnas juga satu dari sedikit perusahaan properti yang mampu mengembangkan kawasan perumahaan skala besar dengan cakupan 500-1.000 hektare.

Pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp 2,6 triliun untuk meningkatkan likuiditas kredit ke sektor perumahan. Pemerintah sedang menggodok program kredit perumahan dengan besaran suku bunga di bawah bunga SBI (sertifikat bank Indonesia).

“Dana yang sudah kita siapkan untuk memperlancar likuiditas kredit perumahan sebesar Rp 2,6 triliun,” ujar Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa di Grand Hyatt Nusa Dua, Bali, Kamis (27/5/2010).

Menurut Suharso, kredit ke sektor perumahan masih memiliki banyak kendala. Salah satunya adalah masih sulitnya perbankan mengucurkan kredit berbunga rendah ke sektor perumahan.

“Padahal, untuk mewujudkan ketersediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, perlu adanya suatu fasilitas pembiayaan yang berbunga rendah, sehingga terjangkau,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pemerintah berharap bisa terjadi sinergi antara pihak perbankan dengan pengembang dalam menjamin ketersediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Salah satu caranya adalah dengan memberikan funding dari pemerintah kepada perbankan untuk mengajak mereka menurunkan tingkat suku bunganya,” ujarnya.

Sumber: detikcom

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: