Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Mei 27, 2010

perpanjangan hak milik asien-K ati2 (p0l1+1$…): 270510

Filed under: jalan tol n properti — bumi2009fans @ 12:42 pm

Kamis, 27/05/2010 12:33:04 WIB
Boediono: Revisi kepemilikan asing harus hati-hati
Oleh: Gajah Kusumo
NUSA DUA (Bisnis.com): Wakil Presiden Boediono memastikan pemerintah akan melakukan revisi terhadap kepemilikan properti oleh asing, terutama menyangkut perpanjangan hak pakai.

“Tetapi itu semua harus dilakukan secara hati-hati. Soal perpanjangan hak pakai memang masih jadi keluhan investor,” ujarnya saat menyampaikan sambutan bertajuk Developing the Housing Sector While Managing the Risks dalam pembukaan Kongres Federasi Realestat International (FIABCI) ke-61, hari ini.

Boediono menyatakan pemerintah berkomitmen untuk mempermudah proses perpanjangan dan memperbarui hak pakai.

Semula, Kemenpera menjanjikan akan menerbitkan revisi PP No.41/1996 pada Kongres FIABCI dengan menjadikan momentum perhelatan properti sedunia itu sebagai momentum pengembangan properti di Tanah Air.

“Tadinya kita berharap pada FIABCI ini kami sudah dapat meluncurkan revisi itu, tetapi karena rapat antardepartemen baru dilakukan beberapa hari terakhir jadi belum dapat,” ujar Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa.

Suharso menyatakan pada dasarnya pemerintah, a.l. Kementerian Dalam Negeri, Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan Badan Pertanahan Nasional, sudah sepakat bahwa revisi kepemilikan properti oleh asing dapat dilakukan.

Seperti diketahui, pemerintah mempertimbangkan untuk menerapkan pola subsidi silang apabila warga negara asing (WNA) diizinkan membeli properti residensial di Tanah Air.

Sementara itu, pemerintah juga mengakui revisi PP No. 41/1996 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing tinggal membahas mengenai sejumlah objek yang akan diatur dalam revisi itu.

“Dalam aturan itu kan yang diatur subjek dan objeknya. Alhamdulillah, persoalan subjeknya itu sudah selesai, yaitu misalnya definisi orang asing yang berkedudukan di Indonesia. Ini hampir sudah tidak ada persoalan lagi. Tinggal objeknya,” kata Suharso.

Dia menjelaskan persoalan subjek dalam revisi kepemilikan properti oleh asing itu a.l. menyangkut apakah hak pakai itu paling rendah. Lalu, sambungnya, apakah durasi hak pakai itu cukup menarik atau tidak.(er)

Kamis, 27/05/2010 12:53 WIB
Boediono: Ekonomi Makro dan Properti Jangan Sampai Seperti Yoyo
Indro Bagus – detikFinance

Nusa Dua – Wakil Presiden RI Boediono menegaskan pemerintah akan berhati-hati dalam merancang kebijakan yang terkait industri properti. Kesalahan mengeluarkan kebijakan bisa membuat ekonomi makro naik turun seperti mainan Yoyo.

“Penting untuk dijaga hubungan antara ekonomi makro dengan sektor properti agar jangan naik turun seperti Yoyo. Jangan sampai kebijakan properti mengganggu ekonomi makro yang sedang berjalan,” ujar Boediono di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Kamis (27/5/2010).

Pemerintah saat ini tengah menyusun berbagai inisiatif kebijakan sektor properti seperti soal kepemilikan, pemanfaatan tanah, juga pembiayaan properti. Menurut Boediono, pemerintah sangat menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menggodok kebijakan tersebut, agar tidak mengganggu ekonomi makro.

“Di tahun 2009, sektor perumahan dan konstruksi menyumbang 9,3% PDB nasional. Di sektor investasi, sumbangan sektor properti dan konstruksi mencapai 73%. Sektor ini juga mempunyai dampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang besar,” ujarnya.

Oleh sebab itu, menjaga prinsip kehati-hatian dalam kebijakan properti sangat penting untuk dilakukan. Selain itu, Boediono juga menyinggung soal adanya ketidakseimbangan permintaan dan persediaan sektor perumahan.

“Hal itu disebabkan karena adanya bentuk-bentuk permintaan yang bersifat spekulatif di industri ini. Ini juga membuat pergerakan harga-harga properti bergerak naik turun cukup tajam,” jelasnya.

Untuk itu, pemerintah juga menyiapkan regulasi yang bias meminimalisir spekulasi di sektor ini guna mewujudkan ketersediaan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

(dro/qom)

4 Hal Tentukan Keberhasilan Properti Nasional
Kamis, 27 Mei 2010 – 12:31 wib

BALI – Pemerintah tengah menyusun berbagai inisiatif yang terkait dengan sektor properti. Di antaranya terkait dengan kepemilikan, pamanfaatan tanah, serta pembiayaan properti.

Hanya saja dalam proses penyusunan inisiatif tersebut, pemerintah tidak mau gegabah agar jangan sampai mengganggu perekonomian yang sedang berjalan.

Menurut Wakil Presiden Boediono, keempat hal tersebut adalah rencana pembangunan yang rasional dan realistis, industri yang efisien, kejelasan peraturan dan hukum, serta pembiayaan.

Jika keempat hal tersebut bisa berjalan seiring dan sejalan, Boediono yakin, industri properti di Tanah Air bisa tumbuh dengan baik. Masalahnya, saat ini, keempat hal itu belum bisa dilakukan dengan maksimal akibat banyaknya hal yang mempengaruhi hal itu.

Di antaranya karena industri ini belum memiliki blueprint pembangunan sektor perumahan. “Ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi hampir pada semua negara yang sedang berkembang,” ujar Boediono saat membuka Kongres The International Real Estate Federation (FIABCI) 61, di Nusa Dua, Bali, Kamis (27/5/2010).

Ada beberapa strategi yang saat ini coba dilakukan pemerintah di antaranya mengkoordinasikan pembangunan sektor properti dengan urban infrastruktur, khususnya rencana pembangunan. Memfasilitasi pengembang dalam membangun kawasan hunian baru.

“Jangan sampai mengganggu perekonomian yang sedang berjalan. Ini penting untuk dijaga jangan sampai naik turun seperti yoyo,” pungkasnya.(adn)(Hermansah/Koran SI/rhs)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: