Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juni 1, 2010

the bakries: krisis reputasi … 010610

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 11:44 pm

01/06/2010 – 13:52
Pesona Saham Bakrie Memudar?
Asteria

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Setelah naik cukup pesat pekan lalu, pesona saham grup Bakrie tampaknya memudar. Bagaimana potensi pergerakan saham grup Bakrie pekan ini?

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, saham-saham grup Bakrie masih menarik, terutama di tengah kenaikan harga minyak mentah dan batubara di pasar dunia. “Investor masih bisa mengakumulasi saham Bakrie untuk jangka panjang,” katanya kepada INILAH.COM, Selasa (1/6).

Kendati demikian, lanjutnya, bagi investor yang berani mengambil risiko, aksi trading buy atas saham Bakrie masih disarankan hari ini. “Tapi kalau sudah naik, sebaiknya langsung keluar secepat mungkin,” ucapnya.

Sentimen positif anak usaha Bakrie, PT Bumi Resources (BUMI) berasal dari kenaikan harga minyak dan batubara. Harga minyak mentah bertahan di atas US$74 per barel, menyusul ekspektasi positif atas perekonomian global dan meningkatnya tensi politik di Israel, Korea serta kebocoran sumur minyak BP di Teluk Mexico.

Demikian pula PT London Sumatera (UNSP) yang menarik karena peningkatan harga CPO di pasar global. Sedangkan emiten-emiten lain di grup Bakrie lainnya masih akan menguat, terkait pertumbuhan ekonomi domestik. Apalagi saham-saham Bakrie sekarang paling murah.

“Kombinasi sentimen positif dalam negeri dan harga saham yang murah, menjadi katalisnya,” ujarnya. Sementara terkait koreksi saham kelompok bisnis Bakrie hari ini, Irwan menilai hal ini wajar, terutama setelah menguat signifikan pekan lalu.

Pada perdagangan Selasa (1/6) sesi siang, saham-saham Bakrie sebagian terpantau terkoreksi. BUMI turun Rp35 ke level Rp1990, PT Energi Mega Persada (ENRG) melemah Rp1 ke Rp129, PT Bakrieland Development (ELTY) turun Rp1 ke level Rp140 dan PT Darma Henwa (DEWA) melemah Rp2 ke Rp80.

Sementara Purwoko Sartono dari Panin Sekuritas merekomendasikan jual untuk ENRG.

Secara teknikal, ENRG telah membentuk pola shooting star dan telah menyentuh garis MA 20 yang merupakan target setelah tertembus bolinger band bawah.

Sehingga potensi menguat menjadi terbatas dan ada resistance yang cukup kuat di kisaran Rp140. “Kenaikan paling cepat, maka penurunan juga akan besar. Sell untuk ENRG,” katanya.

Demikian pula BUMI yang mendapat rekomendasi jual. Hal ini karena pengalaman sebelumnya yang menunjukkan harga saham Grup Bakrie cenderung di bawah harga rights issue (harga penawaran saham tanpa HMETD Rp2.331)

Namun, secara teknikal, imbuhnya, investor masih bisa melakukan trading buy terhadap BUMI jika berhasil menembus resistance di harga 2.075, dengan volume yang cukup besar. Jika tidak, sebaiknya hindari saham ini. “Terlihat dari stochastic, yang masih dalam penguatan dan RSI (relative strength index) masih dalam area bearish,” paparnya.

Di sisi lain, Samuel sekuritas merekomendasikan investor untuk hold saham UNSP dan BTEL. Ini berarti bila investor yang sudah memiliki saham itu, sebaiknya tidak menjualnya. Sedangkan yang belum memiliki, tidak perlu membelinya. “Rekomendasi hold untuk UNSP dan BTEL,” katanya.

Kabar teranyar dari UNSP adalah bahwa proses akuisisi Domas sudah memasuki tahap finalisasi. Menurut rencana, perseroan akan menyuntikan dana kepada enam perusahaan di bawah Domas Agrointi, yang seluruhnya bergerak di sektor oleokimia.

Selanjutnya, UNSP juga akan merestrukturisasi kewajiban milik Domba Mas ke Bank Mandiri US$78 juta, Credit Suisse US$151 juta dan P&G US$40 juta. Adapun persentase dividen yang dibayarkan tahun ini kemungkinan sama dengan tahun lalu yakni 20% dari laba bersih.

Sedangkan BTEL menarik karena ada perbaikan di sisi margin. Operating margin kuartal pertama 2010 menjadi 14,6% ketimbang 9% kuartal empat 2009. Hal ini didukung stabilnya operating expense, sementara pendapatan hanya naik 7,6%. “Pendapatan BTEL kali ini di bawah estimasi pasar namun laba usaha lebih baik,” ujarnya.

BTEL pada kuartal pertama 2010 membukukan kenaikan laba usaha dan laba bersih masing-masing 41,4% dan 406,8% atau menjadi Rp103,34 miliar dan Rp29,04 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun untuk saham properti ELTY, Samuel Sekuritas merekomendasikan avoid. Hal ini menyusul hasil dari analyst meeting notes. ELTY akan melaksanakan rights issue 33,9 miliar lembar saham (Rp5.429 triliun), dimana setiap pemegang 10 lembar saham lama berhak mendapatkan 17 lembar saham baru dengan harga Rp160/saham.

ELTY juga menerbitkan 6,7 miliar waran (5 HMETD melekat 1 waran) yang berhak membeli saham ELTY pada Rp200/saham (Rp1,3 triliun). RUPS untuk meminta persetujuan pemegang saham akan digelar 25 Juni 2010.

Dengan dana dari rights issue, ELTY akan memulai pembebasan lahan ruas tol Ciawi-Sukabumi dan diharapkan mulai berjalan pada Januari 2011. ELTY melakukan akuisisi seperti jalan tol Ciawi-Sukabumi, Lido Lake Resort, lahan dekat BNR (akses ke ruas tol Ciawi-Sukabumi), akuisisi 51% saham Bukit Jonggol dan 20% saham BKSL. [mdr]

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: