Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juni 4, 2010

bnbr, AYO BAYAR dividen donk … 040610

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 3:47 pm

Jumat, 04/06/2010 18:56:58 WIB
Laba Bakrie & Brothers kuartal I naik 109%
Oleh: Ratna Ariyanti
JAKARTA (Bisnis.com): Laba bersih PT Bakrie & Brothers Tbk pada kuartal pertama 2010 naik 109% dibandingkan dengan kuartal pertama 2009 dari Rp22,6 miliar menjadi Rp47,3 miliar.

Pendapatan bersih perusahaan juga tumbuh 62% dibandingkan dengan tahun sebelumnya dari Rp1,7 triliun menjadi Rp 2,8 triliun. “Kenyataan bahwa kami memulai tahun 2010 dengan baik menunjukkan bahwa strategi bisnis yang kami tetapkan mulai menunjukkan hasil,” kata CEO & Managing Director Bakrie & Brothers Bobby Gafur Umar dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, hari ini.

Kinerja positif perusahaan portofolio seperti PT Bakrie Telecom Tbk, PT Bakrieland Development Tbk dan PT Bumi Resources Tbk turut mendorong terlaksananya rencana transformasi perseroan yang menempatkan tahun ini sebagai tahun tinggal landas untuk menjadi perusahaan investasi yang solid serta mampu meningkatkan nilai bagi para pemegang sahamnya.

“Setiap perusahaan dalam portofolio kami memiliki peran dalam kinerja positif kami di kuartal pertama tahun 2010 karena pada akhirnya kinerja mereka saling menopang antara satu dengan yang lain,” ujar Bobby.

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk pada kuartal I/2010 mencatat kenaikan laba bersih sebesar Rp64,4 miliar atau naik 149,2% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang mencatat rugi bersih sebesar Rp130 miliar.

Adapun laba bersih PT Bakrie Telecom naik 407% menjadi Rp29 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,73 miliar. Jumlah pelanggan Bakrie Telecom juga meningkat sebesar 37,5% menjadi 11 juta orang.

PT Bumi Resources Tbk mencatatkan laba bersih sebesar US$96,8 juta atau turun sebesar 22,26% selama kuartal I/2010 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$124,53 juta, sedangkan PT Bakrieland Development Tbk meraup laba bersih Rp28 miliar pada kuartal I/2010 atau meningkat 6,5% dibandingkan periode serupa tahun lalu senilai Rp26,3 miliar.

Saham Bakrie & Brothers pada penutupan perdagangan hari ini stagnan dan berada di level Rp59, saham Bakrie Sumatera turun Rp5 atau 1,3% ke level Rp380, saham Bakrie Telecom stagnan dan berada di level Rp159, saham Bakrieland naik Rp9 atau 6,62% ke level Rp145, dan saham Bumi turun Rp50 atau 2,62% ke level Rp1.860.(msw)
Jumat, 04/06/2010 15:43 WIB
Laba Bakrie Brothers Melejit 109%
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 109% di triwulan I-2010. Kinerja positif anak-anak usahanya menopang pertumbuhan kinerja keuangan perseroan.

Demikian disampaikan dalam siaran pers perseroan, Jumat (4/6/2010).

Pada triwulan I-2010, BNBR mencatat pendapatan sebesar Rp 2,8 triliun, naik 62% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,7 triliun. Peningkatan kinerja anak-anak usaha yang cukup signifikan menjadi penopang utamanya.

Seperti yang telah dilansir dalam laporan keuangan masing-masing, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) mencatat kenaikan laba bersih sebesar Rp 64,4 miliar atau naik 149,2% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencatat rugi bersih sebesar Rp 130 miliar.

PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mengalami peningkatan laba bersih sebesar 407% atau Rp 29 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu jumlah pelanggan juga meningkat sebesar 37,5% menjadi 11 juta orang. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencetak pendapatan Rp 205 miliar, naik 26,6% dibanding pada triwulan I-2009.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga telah berhasil mendorong pendapatannya 22,1% menjadi US$ 1,02 miliar karena penjualan batubaranya yang meningkat 41,6% dari 11,3 juta ton menjadi 16 juta ton.

“Setiap perusahaan dalam portofolio kami memiliki peran dalam kinerja positif kami di triwulan I-2010 karena pada akhirnya kinerja mereka saling menopang antara satu dengan yang lain,” kata CEO & Managing Director BNBR Bobby Gafur Umar.

Berangkat dari kinerja tersebut, laba bersih BNBR pada triwulan I-2010 adalah Rp 47,3 miliar, naik 109% dibandingkan dengan triwulan I-2009 sebesar Rp 22,6 miliar. (dro/dnl)

Iklan

kasus b-life: nasabah SELALU terkatung-katunk 040610

Filed under: Utang Bumi & Grup — bumi2009fans @ 8:43 am

Bakrie Life Belum Lunasi Dana Nasabah
03/06/2010 14:16:21 WIB
JAKARTA, investorindonesia.com

Manajemen PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) belum juga menepati janjinya untuk melunasi dana pokok nasabah Diamond Investa yang memiliki dana di bawah Rp 200 juta.

Padahal, sesuai janji pihak manajemen, nasabah Diamond Investa di bawah Rp 200 juta akan dilunasi pada April 2010.

Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto mengatakan, angsuran untuk nasabah yang mempunyai dana di bawah Rp 200 juta memang direncanakan akan selesai April 2010.

“Namun, angsuran terakhir di bawah Rp 200 juta memang belum dibayarkan berikut bunganya,” ujar Timoer di Jakarta, Kamis (3/6).

Timoer kembali berjanji, pekan depan dana nasabah yang jumlahnya sekitar 8% dari total dana pokok Diamond Investa atau sisanya sebesar Rp 4,5 miliar akan segera diselesaikan. “Bakrie Capital (pemegang saham Bakrie Life) masih terus usaha, mudah-mudahan minggu depan bisa dibayarkan,” ungkapnya.

Berdasarkan kesepakatan, Nasabah Diamond Investa Bakrie Life yang nominal Rp 200 juta dan di bawah Rp 200 juta dicicil sebanyak 6 kali. Cicilan tersebut dimulai sejak bulan November 2009 sampai April 2010, namun untuk yang bulan April 2010 belum dibayar pokoknya Rp 4,5 miliar dan bunga Rp 35 juta .

Nasabah yang tergabung dalam Tim Penyelamatan Pengembalian Dana Nasabah Bakrie Life (TP2DN) dalam siaran persnya menyatakan agar kasus Bakrie Life dapat segera diselesaikan seperti kasus Lumpur Lapindo. (tp)

trub jadi mengkonversi saham anak usaha … 040610

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 8:30 am

Jumat, 04/06/2010
Truba batalkan PLTU Kuala Tanjung
Wika garap proyek pabrik aluminium Antam US$314 juta
Cetak
JAKARTA: Raksasa konstruksi PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk membatalkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kuala Tanjung, Sumatra Utara, senilai US$274,3 juta.

Sekretaris Perusahaan Truba Alam Gamala V. Katoppo menyatakan hal tersebut diputuskan karena perseroan belum juga mendapatkan mitra strategis untuk menggarap proyek pembangkit listrik swasta berkapasitas 2X135 megawatt (MW) itu.

“Namun, kami akan melanjutkan kembali proyek PLTU Kuala Tanjung sampai ada mitra yang digandeng. Untuk sementara, kami fokus pada bisnis yang selama ini sudah kami jalankan,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Truba sebelumnya mengumumkan telah menggandeng Ratchaburi, perusahaan konstruksi asal Thailand, untuk menggarap proyek itu. Perseroan memiliki pembangkit listrik dengan total kapasitas 230 megawatt (MW) yang sudah beroperasi.

Selain PLTU Kuala Tanjung, Truba mempunyai empat PLTU dengan total kapasitas 470 MW yang dalam proses pengerjaan. Tiga pembangkit itu adalah PLTU Bangka dengan kapasitas 2×12 MW, PLTU Pontianak 2×30 MW, dan PLTU CP Bahari 4×30 MW.

Gamala menekankan kendati proyek PLTU Kuala Tanjung macet, perseroan memproyeksikan tahun ini masih bisa mencatat pertumbuhan bisnis minimal sama seperti 2009. Optimisme itu didasarkan atas perolehan kontrak sepanjang tahun berjalan yang sudah melampaui target.

Sampai awal Juni 2010, lanjutnya, perseroan telah meraup kontrak US$130 juta, atau 30% lebih besar dari target yang ditetapkan, US$100 juta. Dia berharap jumlah itu mengalami kenaikan seiring dengan perolehan kontrak baru.

Adapun, kontrak baru terakhir didapatkan PT Truba Jaya Engineering, anak usaha Truba Alam, senilai US$16 juta dari PT Roberts Schaefer Soros Indonesia untuk pengerjaan civil, structural, mechanical erection, dan OLC & TBCT Duplication Project.

Direktur Utama Truba Jaya Erman Suparno mengatakan pengerjaan proyek itu dimulai 10 Mei 2010. Saat ini, perseroan membidik sejumlah kontrak konstruksi industri kimia, minyak dan gas, serta listrik senilai Rp10 triliun.

“Kontrak-kontrak itu masih dalam tender yang kami ikuti. Kami berharap dapat memenangkan tender tersebut, sehingga dapat mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan,” katanya.

Rabu pekan ini, Truba Alam mengumumkan melepas kepemilikannya di PT Manunggal Multi Energi melalui anak usahanya PT Maxima Infrastruktur ke PT Galaksi Nusantara Kencana sebagai bagian dari konversi utang ke saham senilai Rp162,5 miliar.

Dalam keterbukaannya ke otoritas bursa, Gamala mengatakan setelah konversi utang ke saham itu, Galaksi menguasai 87,99% saham Manunggal Multi, dan saham Maxima terdilusi menjadi 12,01% dari semula 90,1%.

Proyek Wika

Sementara itu, satu konsorsium kontraktor yang dipimpin PT Wijaya Karya Tbk akan menggarap proyek pengembangan chemical grade alumina dari PT Indonesia Chemical Alumina di Tayan, Kalimantan Barat, senilai US$314 juta pada akhir 2010.

Wika akan mengerjakan engineering, procurement, and construction pabrik pengolah aluminium berkapasitas 300.000 ton CGA per tahun yang ditargetkan beroperasi 2014 itu bersama PT Nusea dan kontraktor asal Jepang, Tsukishima Kikai Co Ltd.

“Karena proyek itu mulai dikerjakan secara penuh pada tahun depan, maka perolehan proyek tersebut akan memberikan kontribusi kepada kami mulai 2011. Proyek dikerjakan selama 40 bulan,” ujar Sekretaris Perusahaan Wika Natal Argawan Pardede di Jakarta, kemarin.

Namun demikian, Natal menambahkan status konsorsium kontraktor saat ini masih sebagai first candidate, sehingga perseroan masih menunggu letter of intent dari Indonesia Chemical, anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (Antam) itu, agar bisa dinyatakan sebagai pemenang tender.

Hingga kuartal I/2010, Wika telah mengerjakan kontrak senilai Rp1,48 triliun dari total nilai kontrak tahun berjalan Rp11,73 triliun. Kontrak yang sudah diperoleh itu baru sekitar separuh dari target tahun ini, Rp20,82 triliun atau naik 21,1% dari tahun sebelumnya. (Ratna Ariyanti) (bambang.jatmiko@bisnis.co.id)

Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia
e-trading:
TRUB: Belum Pastikan Lunasi Obligasi
PT Truba Jaya Engineering belum memastikan kesiapan dana pelunasan obligasi I/2007 perusahaan senilai Rp200 miliar. Dalam keterbukaan informasi emiten kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Direktur Utama Truba Jaya Erman Suparno mengatakan perseroan masih melakukan beberapa upaya untuk melunasi obligasi yang akan jtauh tempo pada 8 Juli itu. Selain Truba Jaya, penerbitan obligasi korporasi lain, PT Trimegah Securities Tbk juga melakukan keterbukaan informasi terkait dengan obligasi perseroan yang akan jatuh tempo pada 15 Juli.

catatan lapkeu bumi yang belum lengkap … 040610

Filed under: PERUT BUMI RES — bumi2009fans @ 7:44 am

http://petajalaninvestasigw.blogspot.com/2010/04/bumi-bole-juga-loh-220410.html klik link ini kalo mo tau catatan2 penting dari lapkeu bumi, terutama soal penghasilan dan beban bumi Q1 2010 … tampaknya arus kas Q1 2010 juga meningkat outflownya … menurut teman gw, seorang yang memahami akuntansi, situasi likuiditas bumi sedang menurun … well, gw seh yakin manajemen maseh bisa manuver, dan mungkin salah satunya dengan menjual saham baru kepada investor terpilih …

Blog di WordPress.com.