Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juni 8, 2010

trims tlkm, investor btel :) … 080610

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 9:08 am

BNBR Dukung Rencana Merger Fleksi-Esia
Selasa, 8 Juni 2010 – 18:46 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) mendukung rencana akuisisi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dengan catatan memberikan nilai tambah untuk perseroan.

“Kita belum tahu proposalnya dari Telkom dan BTEL sendiri belum memberikan informasi ke kita,” kata Chief Executive Officer (CEO) BNBR Bobby Gafur S Umar, saat ditemui wartawan, seusai RUPST PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk di Jakarta, Selasa (8/6/2010).

Dia mengatakan industri telekomunikasi memberikan kontribusi besar untuk Perseroan. Bila kerja sama Telkom dengan BTEL memberikan nilai tambah maka Perseroan akan mendukung kerja sama tersebut.

Tapi perseroan belum mendapatkan informasi proposal, baik dari Telkom dan BTEL. Menurut Bobby, penggabungan frekuensi dan infrastruktur antara Esia dan Fleksi memberikan sinergi bagus dan efisien.

Bobby menuturkan pihaknya belum mengetahui bentuk dalam kerjasama seperti operator, operasional dan frekuensi. “Kalau kerja sama bagus di frekuensi dan infrastruktur untuk esia dan flexi,” tambah Bobby.

Bobby menegaskan bila terjadi kerja sama antara BTEL dengan Telkom asalkan memberikan nilai tambah maka perseroan akan mendukung. Sebelumnya, Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan pihaknya akan mengkaji untuk membidik BTEL.(ade)
Pemerintah Setuju Telkom Akuisisi Bakrie
Senin, 7 Juni 2010 | 16:10 WIB
… pra pembukaan bursa, btel bertengger di 170 …
DHONI SETIAWAN
Menneg BUMN Mustafa Abubakar
JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian BUMN mendorong PT Telkom Tbk untuk mengakuisisi PT Bakrie Telecom Tbk. Kedua belah pihak dilaporkan sedang dalam tahap pendekatan.

“Ada kemungkinan Telkom akan mengakuisisi Bakrie. Kami sebagai kuasa pemegang saham mendukung rencana itu,” kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar seusai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR di Gedung MPR/DPR, Senin (7/6/2010).

Menurut Mustafa, surat Telkom untuk melakukan kajian pengambilalihan Bakrie sudah disampaikan kepada Kementerian Keuangan. “Surat Telkom sudah saya baca tadi pagi. Mereka sedang dalam tahap negosiasi,” kata Mustafa.

Sebelumnya diberitakan, Telkom ingin mengembangkan layanan telepon tetap nirkabel (FWA) Flexi dengan mengambil alih operator CDMA. “Soal bagaimana cara mengambil alih, akuisisi atau merger, itu masalah korporasi,” kata Mustafa.

Intinya, rencana tersebut menurutnya disambut dengan baik sepanjang positif bagi perusahaan dan win-win solution. Ia menggambarkan, Flexi memiliki pelanggan sekitar 15 juta dan Esia 10 juta. Dengan akuisisi induk perusahaan, jumlah saham Telkom lebih proporsional.

“Dengan merger layanan CDMA Flexi dan Esia, maka Telkom memiliki kekuatan untuk memengaruhi pasar. Dengan sinergi menjadi kekuatan riil, bisa menumbuhkan perusahaan,” kata Mustafa.

Terkait realisasi akuisisi, Mustafa menuturkan bahwa kajian mudah-mudahan rampung dalam dua bulan ke depan.

Sementara itu, Direktur Utama Rinaldi Firmansyah menuturkan, rencana akuisisi Bakrie Telecom masih dalam proses pengkajian. “Tidak hanya Bakrie Telecom, ada juga operator CDMA lainnya yang sedang dibidik. Tapi siapa operator tersebut, tunggu saja, saya tidak akan ngomong,” ungkap Rinaldi.

Meski begitu, ia tidak menyebutkan detail opsi yang akan digunakan dalam mengambil alih operator milik Keluarga Aburizal Bakrie itu. Ia hanya menjelaskan, dengan mengakuisisi Bakrie Telecom, seluruh anak usaha dengan kepemilikan saham 100 persen dengan sendirinya dapat diambil alih.

“Opsinya masih dikaji. Tapi, kalaupun akan direalisasikan, ya sebaiknya polanya akuisisi,” kata Rinaldi.

Dana untuk keperluan akuisisi tidak menjadi masalah karena Telkom memiliki kas internal dan sumber pendanaan yang sangat besar. Menurut Rinaldi, akuisisi operator telekomunikasi merupakan bagian dari transformasi bisnis Telkom menjadi perusahaan yang unggul dalam layanan berbasis TIME (Telecommunication, Information, Media, and Edutainment).
ipot:
Mengikuti Wall Street, IHSG kemarin anjlok 73 poin atau 2,59% untuk ditutup pada 2,750, menemukan support pada 2,698. Diantara saham yang mengalami penurunan terbesar adalah BMRI (-Rp250), ASII (-Rp1,150), BBCA (-Rp150), PGAS (-Rp150), dan ADRO (-Rp100). Saham emiten BTEL kemarin mengalami balik arah untuk ditutup naik 1,8% menjadi Rp162 pada sesi sore atas konfirmasi TLKM untuk memiliki BTEL melalui opsi akuisisi atau merjer. TLKM saat ini sedang dalam proses final pengkajian opsi yang akan diambil dan diharapkan proses selesai akhir 2010. Sementara itu dari pihak pemegang saham mayoritas BTEL saat ini belum ada rencana untuk melepas kepemilikan: namun tetap akan menanggapi jika ada tawaran yang menarik dari TLKM. BTEL, dengan produk utama CDMA bermerek Esia, memperlihatkan hasil strategi produknya selama ini pada kinerja keuangan 1Q10 ( pendapatan naik 8%, YOY, dan laba usaha naik 42% YoY), serta jumlah pemakai tumbuh 38% YoY menjadi 11,05 juta unit. Strategi “Disruptive Innovation” emiten BTEL juga memperlihatkan hasil pada pertumbuhan yang tertinggi diantara operator CDMA di BEI ( lihat tabel dibawah). Dari sisi neraca, BTEL masih memiliki rasio hutang banding modal yang lebih kecil dari satu pada 1Q10.

IHSG hari ini kami perkirakan akan mixed dengan kisaran 2,725 – 2,775. Rekomendasi kami ITMG, PTBA, ADRO, INCO, TLKM, PGAS, INTP, INDF.

Author : Research Department

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: