Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juni 8, 2010

unsp @domas, berkepanjangan simpang siur : 080610

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 11:57 pm

Pembelian Domba Mas oleh Bakrie Belum Tuntas
Ambono optimistis perjanjian ini akan selesai.
SELASA, 8 JUNI 2010, 19:22 WIB
Heri Susanto, Purborini

VIVAnews– PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk belum bisa menuntaskan perjanjian pembelian aset Domba Mas Group. “Masih ada persyaratan yang belum disepakati dari pihak penjual,” kata Direktur Utama Ambono Janurianto dalam paparan publik di Jakarta, (8/6).

Ia mengatakan seharusnya penutupan perjanjian tersebut dilaksanakan minggu lalu. Ambono menjelaskan dalam waktu dekat kedua belah pihak akan bertemu. “Mungkin akan ada barter antara kami, tapi harus duduk bersama dulu,” jelas dia.

Namun, Ambono optimistis perjanjian ini akan selesai. “Kami serius, bahkan hampir 50 persen dana right issue kami alokasikan untuk ini,” kata dia.

Mengenai utang Domba Mas, kata Ambono, akan direstrukturisasi menjadi utang BSP dengan perpanjangan selama 6,5-7 tahun, terhitung sejak ditandatangani. Utang yang melekat adalah kepada Credit Suisse US$ 151 juta, P&G US$ 45 juta dan Bank Mandiri US$ 78 juta.

Keterlambatan perjanjian ini akan memperlambat produksi oleochemical. Padahal, jika selesai saat ini, produksi bisa dimulai pada kuartal keempat.

Pihak P&G sebagai pembeli produk oleochemical sudah mengetahui keterlambatan ini. “Nantinya, setelah closing mereka hanya mengambil 90 persen dari produksi oleo kami,” kata Ambono.

Pada 2010, Bakrie Sumatera menargetkan produksi CPO sebesar 320 ribu ton per tahun. Untuk produksi oleo dalam dua bulan terakhir sebesar enam ribu ton. Sedangkan, untuk pendapatan, perseroan menargetkan bisa tumbuh sebesar 25 persen.

• VIVAnews
Selasa, 08/06/2010 19:51 WIB
Akuisisi Bakrie Sumatera ke Domba Mas Terganjal
Whery Enggo Prayogi – detikFinance
Jakarta – Rencana akuisisi PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP) atas saham-saham PT Domba Mas Inti Agro Perkasa nampaknya tidak akan rampung seperti target semula.

Hingga kini, kedua belah pihak belum menandatangani perjanjian pengalihan kepemilikan, karena belum sepakat perihal Closing Perfect Clean.

Demikian disampaikan Direktur Utama UNSP Ambono Janurianto, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Mid Plaza, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Selasa (8/6/2010).

“Kita yakin jadi (beli), apalagi kita sudah siap restrukturing organisasi. Tapi saat mau tanda tangan, tidak ada kesepakatan closing perfect clean, closing time dan condition. Itu lah yang dinamakan The Death of The Detail,” terang Ambono.

Belum sepahamnya Closing Perfect Clean yang dimaksudkan, merupakan bentuk pengalihan utang dari sindikasi perbankan, selain Bank Mandiri dan juga P&G khususnya restrukrisasi dan diversifikasi aset.

“Kita sebagai perusahaan terbuka, inginnya mengurangi bahkan menghilangkan risiko atas apapun juga ke depannya. Masa saya i’m open naked? Kalau ada klaim dan ada risiko tersebut, itu kan risiko,” jelasnya.

Namun manajeman UNSP berjanji akan melakukan pembiacaraan kembali dengan Domba Mas pada minggu depan. “Kita inginnya barter, yaitu sama-sama melakukan sesuatu. Kalau sudah siap tandatangan,” ungkap Ambono.

Produksi oleochemical yang merupakan produk turunan palm kernel, dari Domba Mas sebesar 28 – 30 ribu ton, juga dipastikan akan tertunda.

Seperti diketahui, akuisisi ini merupakan langkah strategis perseroan. Ke depan fasilitas pengolahan oleochemical akan menjadi yang terbesar di Indonesia dan berada dalam satu area, yang memiliki standar kualitas tinggi karena menggunakan teknologi lurgi.

“Dengan ini maka (produksi) akan mundur. Dari Mei sudah siap, maka bisa sudah commertial operation di Juli. Mundur jadi triwulan-IV, kalau ditutup hari ini. Namun produksi juga tidak bersar, hanya 100 ton per hari,” paparnya.

Khusus untuk produksi CPO, perseroan pun membidik pertumbuhan menjadi 320 ribu ton di 2010, dari posisi tahun sebelumnya 279 ribu ton. “Penambahan ini tidak banyak, karena sawit kita usianya muda. Ini termasuk yang baru kita akuisisi 2.500 ha yang tertanam, dari 18 ribu ha lahan milik perseroan,” imbuhnya.

(wep/dro)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: