Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juni 13, 2010

bumi semakin jauh dari 2500, boro2 3000, apalagi 4000: 130610

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 6:31 pm

13/06/2010 – 15:01
Ketidakpastian Pembeli Non Preemptive Right Issue
BUMI Sepekan Anjlok 3,2%
Agustina Melani
… taon 2009, saat gw maseh murni pegang saham bumi saja, lalu mulai mencoba multi saham dengan adro dan bbri, para analis pro selalu mengiming-imingi pasar dengan ekspektasi bumi mencapai 3500, 4000, bahkan 6000 … ternyata 3500 pun tidak pernah tercapai (tertinggi cuma di 3475) … lalu taon 2010 ini mereka menurunkan ekspektasi ke 3000 dan 3200, tetap saja belum tercapai … well, salah satu alasan utama dan klasik pada bumi adalah PERILAKU SANG PEMILIK dan manajemen utangnya yang NON-GCG (walau pun pasar sempat diiming-imingi berbagai macam penghargaan terhadap manajemen bumi) … likuiditas bumi pun terlalu minim untuk ukuran raksasa ini … kayanya ada kecurigaan di pasar bahwa dolar yang masuk ke manajemen langsung terserap oleh para pemilik, terutama pemilik terbesar secara tidak kasat mata … kecurigaan ini cukup mengganggu pasar … namun tentu saja PASTI DIBANTAH … well, yang pasti sulit mengiming-imingi pasar yang sudah KAPOK dan JERA maenin saham the bakries …

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Saham Bumi Resources (BUMI) sepekan ini mengalami penurunan sebesar 3,22%. Ketidakpastian pihak yang menjadi pembeli non prempetive issue emiten ini menjadi katalisnya.

Demikian ungkap Vice President PT Valbury Futures Nico Omer Jonckheree. Menurutnya, sentimen saham BUMI selama sepekan dipengaruhi ketidakpastian pihak yang menjadi pembeli non prempetive issue BUMI. Beredar kabar bahwa non premptive issue ini akan dilepas ke CIC. “Tidak adanya informasi yang pasti itu membuat investor ragu-ragu,” katanya saat dihubungi INILAH.COM, akhir pekan lalu.

Selain itu, imbuhnya, pelaku pasar masih cenderung hati-hati dalam transaksi saham BUMI karena restrukrisasi yang dilakukan perseroan. Hal ini terindikasi dari pergerakan saham BUMI sepekan ini yang fluktuatif, dengan level tertinggi di Rp1.900 dan terendah di Rp1.690.

Emiten primadona ini bahkan anjlok Rp110 ke Rp1.750 di hari pertama perdagangan. Selain dipicu turunnya harga minyak mentah dunia ke kisaran US$70 per barel, merosotnya IHSG sebesar 3% dan pemburukan bursa global menjadi pemicunya.

Hal ini ditambah kabar bahwa kegiatan tambang batu bara PT Fajar Bumi Sakti, anak perusahaan Bumi Resources, kembali dihentikan sementara, pascakecelakaan tambang yang terjadi di lokasi tambang bawah tanah di Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar) beberapa waktu lalu.

Namun, dua hari perdagangan selanjutnya, BUMI berhasil membukukan kenaikan ke level Rp1.840. Menguatnya saham BUMI cukup berperan mengangkat sentimen pasar secara keseluruhan, sehingga IHSG pun dapat berlabuh di teritori positif.

Penetapan janji BUMI untuk segera membayar utang sebesar US$495,89 juta dengan menerbitkan 10% saham baru dari total saham menjadi katalisnya. Pasalnya, aksi korporasi itu bakal mengurangi total utang perseroan dari US$5,92 miliar menjadi US$5,44 miliar. Dalam prospektusnya, perusahaan mengatakan bahwa saham tersebut dihargai pada level Rp 2.366 per saham.

BUMI akan menerbitkan 1,94 miliar saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu paling lambat 30 Juli 2010. Terkait rencana tersebut, perseroan berencana menggelar RUPS pada 24 Juni mendatang guna memperoleh persetujuan dari pemegang saham.

Nico menambahkan, indikator positif yang mempengaruhi harga saham BUMI adalah naiknya harga minyak bumi mencapai US$75 serta revisi laporan keuangan BUMI pada kuartal pertama 2010 yang ternyata naik dibandingkan kuartal pertama 2009. “Hal tersebut memberikan sentimen positif untuk harga saham BUMI,”ujarnya.

Namun, penguatan dua hari ternyata juga diikuti koreksi hingga perdagangan dua hari selanjutnya. Setelah melemah ke Rp1.820 pada Kamis (10/6), BUMI melengkapi koreksi akhir pekan dengan turun lagi Rp20 ke Rp1.800.

Pelemahan ini terjadi di tengah menguatnya bursa WallStreet kembali ke atas level 10.000 dan terangkatnya IHSG sebesar 31 poin. Meski transaksi akhir pekan ini cukup sepi akibat faktor Piala Dunia 2010, beredar kabar bahwa BUMI akan menggadaikan anak usahanya, Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin ke kreditor. “Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran baru,” pungkasnya. [ast/mdr]

Delapan Berkas Kasus Gayus Sudah P21
SENIN, 14 JUNI 2010 | 19:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Edward Aritonang memastikan, delapan berkas tersangka kasus mafia pajak Gayus Halomoan P. Tambunan sudah dinyatakan lengkap atau P21. “Ada delapan berkas yang sudah P21,” ujar Edward, hari ini.
Edward mengatakan, dari 10 berkas yang telah dikirimkan ke Kejaksaan Agung, terdapat dua berkas yang belum P21. “SD (Susno Duadji) dan Andi Kosasih. Namun, SD untuk kasus Arwana,” katanya.
Delapan berkas yang sudah P21 adalah berkas Gayus Halomoan P. Tambunan, Sjahril Djohan, AKP Sri Sumartini, Kompol Arafat, Lambertus, Haposan Hutagalung, Alif Kuncoro, dan Muhtadi Asnun. Pertanyaan Edward ini sekaligus meralat pernyataannya kemarin siang yang menyebutkan bahwa terdapat tujuh berkas yang telah P21.

NALIA RIFIKA

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: