Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juni 22, 2010

diam-diam, elty mengakuisisi bksl : 230610

Filed under: ELTY — bumi2009fans @ 11:12 pm

23/06/2010 – 11:26
Akuisisi BKSL, ‘Wait and See’ ELTY!
Ahmad Munjin

(inilah.com/Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta – Akuisisi 51% saham PT Bukit Jonggol Asri (BJA), dinilai tidak singnifikan kontribusinya bagi pendapatan ELTY. Sebab harga tanah terlalu mahal sehingga susah untuk memasarkannya. Wait and see saja untuk ELTY!

Janson Nasrial, pengamat pasar modal dari AmCapital Indonesia menilai positif rencana PT Bakrieland Development (ELTY) memangkas target rights issue dari Rp5,4 triliun menjadi Rp3,2 triliun. Sebab, efek terdilusinya saham menjadi berkurang dari 63% jadi 53%.

Hal ini menjadi berita positif bagi pemegang saham lama. Dana yang diperoleh dari rights issue itu sebagian akan digunakan untuk mengakuisisi 51% saham Bukit Jonggol Asri (BJA), anak usaha PT Bukit Sentul City (BKSL).

“Sebenarnya, tanah yang diakuisi ELTY dari BKSL tidak begitu besar sehingga tidak begitu strategis dilihat dari sudut pandang landed house residential,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (22/6).

Janson, menegaskan, walaupun ELTY mendapatkan mayoritas lahan di BJA, landing ELTY masih yang terkecil dibandingkan beberapa player lain di sektor properti. “Kalah bersaing dengan BSDE (PT Bumi Serpong Damai) ataupun CTRA (PT Ciputra Development),” tukasnya.

Di sisi lain, jika dilihat dari harga tanah, pembelian ELTY atas BJA dinilainya terlalu mahal. Menurutnya, semakin mahal tanah yang dibeli, semakin susah pula bagi ELTY untuk memasarkannya. “ELTY mengakuisisi tanah BJA masuk kategori mahal di level Rp3 juta per meter persegi untuk ukuran wilayah Bogor,” tukasnya.

Karena itu, dari sisi ini, saham ELTY kurang menarik karena nilai tanah yang terlalu mahal, dibandingkan harga tanah di Bekasi atau BSD. “Tidak mungkin harga tanah Bogor sama dengan BSD. Sedangkan ELTY membeli tanah dengan harga yang hampir sama dengan BSD,” timpalnya. Padahal Bogor hanya memiliki satu akses tol, sedangkan BSD, dua akses tol.

Adapun terkait Bakrie Tol, anak usaha ELTY yang berencana membangun JORR 3, implementasinya masih cukup lama yakni 2013. “Bakrie Tol akan terhambat oleh pembebasan lahan,” tandasnya. Justru, menurut Janson, yang mendapat keuntungan dari proyek Bakrie Tol ini adalah BSDE .

Namun, Janson mengakui, earning prospect ELTY akan terdongkrak setelah akuisisi BKSL sehingga terefleksi dalam earnings per share (EPS)-nya. Namun, angkanya tidak signifikan.

Janson menargetkan harga (target price) di level Rp195 per saham untuk ELTY dari level Rp142 saat ini. “Angka ini setelah mempertimbangkan akuisisi ELTY atas BKSL,” paparnya.

Di sisi lain, ELTY juga baru menyelesaikan pembangunan superblok Rasuna Episentrum, di Kuningan. Menurut Janson justru, pembangunan inilah yang lebih prospektif bagi ELTY sehingga memungkinkan terjadinya revisi pendapatan ke atas. “Target harga di level Rp195 belum merefleksikan Episentrum itu,” ucapnya.

Episentrum, dinilainya sangat bagus. Tapi recurring income-nya terhadap ELTY dalam empat bulan belum diketahui. Karena itu, pasar sebaiknya wait and see ELTY hingga diketahui berapa recurring income dari Episentrum itu.

Janson juga menyarankan agara pasar mencermati bagaimana usaha ELTY untuk memangkas utangnya senilai Rp1,2 triliun, tertinggi setelah PT Lippo Karawaci (LPKR). “Jika rights issue tersebut digunakan untuk membayar sebagian utang, akan jadi katalis yang sangat positif bagi ELTY,” tambahnya.

Sementara itu, hingga saat ini, debt to equity ratio (DER) ELTY mencapai 1,5. Sedangkan dari sisi valuasi, ELTY cukup atraktif karena harga sahamnya merupakan yang paling rendah di antara emiten properti lain.

Adapun, price to book value (PBV)-nya di level 0,6. Karena itu, secara fundamental, jika PBV di bawah 1 menandakan, harga saham ELTY masih undervalue sehingga masih potensial melaju. “Sebab, tanah yang dibeli ELTY sangat murah sehingga PBV-nya sangat rendah,” ungkapnya.

Keadaan ini, berbalik situasinya dengan BKSL, yang pembelian lahannya terlalu mahal. “Akuisisi ELTY atas BKSL memang bisa menambah earning tapi tidak signifikan,” pungkas Janson.

Seperti diketahui, ELTY bakal menggelar RUPSLB pada 24 Juni 2010 pekan ini untuk meminta ijin pemegang saham atas rights issue. Tanggal efektif diperkirakan jatuh pada 27 Juni, tanggal pencatatan dalam daftar pemegang saham yang berhak atas HMETD (record date) 6 Juli, distribusi pada 7 Juli dan periode pelaksanaan 8-14 Juli. [mdr]
Indeks cenderung konsolidasi hari ini
Rabu, 23/06/2010 07:03:46 WIBOleh: Lahyanto Nadie
JAKARTA (Bisnis.com): Secara teknikal indek IHSG rawan terkoreksi jika merujuk dari sejumlah indikator. Rentang gerak indeks 2913-2971.

Sinarmas Sekuritas merekomendasikan agar investor melihat potensi ambil untung terhadap saham BBTN, PTPP, dan UNVR.

Erdikha Sekuritas menilai setelah gagal menembus resistance 2960, secara teknikal pergerakan indeks masih cenderung mixed 2.890-2.960. Saham rekomendasinya adalah BKSL dan BBTN.

Sementara itu, Panin Sekuritas mengemukakan bahwa indeks cenderung konsolidasi hari ini. Masih belum ada sentimen kuat yang dapat mendorong indeks menembus level 3.000. Dia memproyeksikan indeks bergerak pada kisaran support-resistance 2.911-2.950.

Selasa, 22/06/2010 15:02 WIB
Sentul City Lepas 39% Saham Bukit Jonggol ke Bakrieland
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – PT Sentul City Tbk (BKSL) segera melepaskan sahamnya sebesar 39% di PT Bukit Jonggol Asri kepada PT Bakrieland Development Tbk (ELTY). Saat ini kepemilikan Sentul City di Bukit Jonggol mencapai 88,56%.

Ini dilakukan terkait rencana masuknya Bakrieland sebagai investor strategis, dengan menyerap 1,278 miliar saham baru yang diterbitkan Bukit Jonggol senilai Rp 1,917 triliun.

Demikian disampaikan Presiden Direktur Sentul City Charles Sidik Jonan dalam paparan publik di Hotel Golden Buoutiqe Jalan Angkasa, Jakarta, Selasa (22/6/2010).

“Pemegang sudah menyetujui mekanisme ini. Tinggal besok, tunggu mereka (Bakrieland) RUPS tanggal 25,” jelasnya.

Seiring dengan pengembangan lahan perseroan yang dimiliki, Sentul City menggandeng Bakrieland sebagai investor strategis di anak usahanya yaitu Bukit Jonggol. Salah satu perusahaan grup Bakrie ini akan menguasai mayoritas saham Bukit Jonggol, dengan pembelian 1,278 miliar saham baru dari 1,413 miliar saham yang diterbitkan. Sisanya saham, 135 juta lembar, akan diambil oleh Sentul City.

Harga pembelian saham Bukit Jonggol, baik yang akan diserap Bakrieland ataupun Sentul City adalah Rp 1.500 per lembar. Hingga nantinya, Bukit Jonggol akan mendapat dana segar dari Bakrieland sebesar Rp 1,917 triliun. Sedangkan dari Sentul City, ditaksir mencapai Rp 202 miliar.

Dengan masuknya Bakrieland di Bukit Jonggol, secara otomatis struktur kepemilikan saham akan berubah. Sentul City yang sebelumnya memiliki 88,56% di Bukit Jonggol, akan terdelusi menjadi 49%. Dan Bakrieland, akan menjadi pemegang saham mayoritas baru sebanyak 51%.

“Kerja sama diharapkan akan dapat mengembangkan secara optimal lahan potensial yang dimiliki Bukit Jonggol, baik yang sudah dimiliki saat ini seluas 11.021,32 ha, maupun tanah milik perseroan 500,39 ha di Desa Karang Tengah, dan lahan di kawasan Jonggol seluas 1.393,68 ha yang akan dibeli dari PT Cipta Prima Nusa,” jelas Direktur Sentul City, Andrian Budi Utama.

“Nanti tanah perseroan yang 500,39 ha akan dibeli Bukit Jonggol sebesar Rp 1 triliun, yang didapat dari penerbitan saham baru Bukit Jonggol, dengan nilai Rp 2,1 triliun,” paparnya.

Tarik Investor Luar

Selain Bakrieland, Sentul City juga berencana untuk menarik investor dari luar ngeri untuk mengembangkan anak usahanya yaitu Bukit Jonggol. Saat ini sudah ada beberapa investor asing asal Hongkong san Timur Tengah yang mengajukan permohonan kerjasama tersebut.

“Ada investor, asal luar negeri. Dari Hongkong dan Timur Tengah. Mereka juga siap kembangkan Bukit Jonggol. 2000 ha lahan yang belum akan dikembangkan, termasuk juga yang sudah,” papar Direktur Sentul City Andrian Budi.

Calon investor strategis tersebut, baru menyampaikan penawaran secara informal, hingga belum ada kesepakatan yang bisa dituangkan dalam perjanjian.

Nantinya, dengan masuknya investor strategis lain, termasuk juga Bakrieland, diharapkan dapat mengoptimalkan pengembangan kawasan Jonggol, yang investasinya ditaksir mencapai Rp 5 triliun.

(wep/dnl)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: