Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juni 24, 2010

kasus b-life: sabar // atau / pailit … 240610

Filed under: Utang Bumi & Grup — bumi2009fans @ 3:23 pm

Kamis, 24/06/2010 15:28:24 WIB
Bakrie Life ‘digeruduk’ nasabahnya
Oleh: M. Tahir Saleh
JAKARTA (Bisnis.Com): Puluhan nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) kembali mendatangi kantor Bapepam-LK guna menemui Kepala Biro Asuransi mengenai keterlambatan pembayaran kewajiban perusahaan asuransi tersebut.

Koordinator nasabah Bakrie Life Wahyudi mengatakan kedatangan para nasabah bermaksud menyampaikan keinginan agar pihak regulator dapat mengakomodasi harapan sehingga dapat mendesak pihak Bakrie Life.

“Kami merasa selama ini pihak Bakrie selalu terlambat dalam memenuhi kewajibannya,” katanya mewakili rekan-rekannya di Bapepam-LK, hari ini.

Sebelumnya, pihak Bakrie Life berencana membayar dana nasabah dengan mencicil 12 kali, di mulai pada Maret 2010. Manajemen menawarkan skema 25-25-50 artinya 25% dana nasabah dibayarkan pada tahun ini, 25% lagi pada 2011, dan sisa 50% dilunasi pada 2012.

Wahyudi mengatakan nasabah tak keberatan jika Bakrie Life mencicil tetapi selama ini untuk pembayaran bulan ini belum dibayarkan. (mrp)
Kamis, 24/06/2010 15:13 WIB
Gagal Bayar Bakrie Life
Bapepam Tawarkan 2 Opsi ke Nasabah, Pailit atau Sabar
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menawarkan dua opsi kepada nasabah Diamond Investa PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life).

Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata mengatakan pihaknya telah berupaya untuk memantau pembayaran dana pokok serta bunga kepada nasabah.

“Kita tadi tukar info dan tukar pikiran mengenai perkembangan penyelesaian kewajiban Bakrie Life,” ujarnya usai bertemu dengan beberapa nasabah yang tergabung dalam Tim Penyelamatan Pengembalian Dana Nasabah (TP2DN) Bakrie Life di Gedung Bapepam-LK, Jalan Wahidin Kamis (24/06/2010).

Isa mengatakan, pihaknya bersama dengan nasabah membicarakan alternatif upaya untuk mencegah keterlambatan pembayaran.

“Mereka (nasabah) menyampakan beberapa pemikiran, tapi masih banyak yang harus didiskusikan. Beberapa diantaranya harus didiskusikan langsung dengan manajemen,” kata Isa.

Di tempat yang sama, Koordinator TP2DN Bakrie Life, Wahyudi mengatakan opsi pertama yang diberikan Bapepam yakni melalui jalur hukum.

“Kita dianjurkan untuk menempuh jalur hukum jika memang mereka (Bakrie Life) susah membayarkan cicilan utangnya kepada nasabah,” ujar Wahyudi.

Namun, lanjut Wahyudi upaya jalur hukum tidak dijelaskan secara spesifik oleh Bapepam. “Mungkin bisa saja dengan mempailitkan Bakrie Life melalui pengadilan niaga dan Bapepam nantinya akan mencabut izin usahanya,” jelas Wahyudi.

Kemudian, opsi yang kedua adalah para nasabah diharapkan untuk sabar dalam menunggu pelunasan pembayaran dana nasabah. “Kedua, kita disuruh sabar menunggu,” katanya.

Lebih lanjut Wahyudi menuturkan pihaknya untuk sementara memilih opsi yang kedua dimana sabar menunggu cicilan dilunasi. “Opsi kedua mungkin akan kita lakukan untuk sementara, namun kita meminta kepada Bapepam agar terus memantau perkembangannya,” katanya.

Setelah itu, sambung Wahyudi TP2DN akan mengambil langkah selanjutnya. “Mungkin saja pailit bisa menjadi langkah yang diambil,” tegasnya.

Untuk diketahui, Bakrie Life mengalami gagal bayar kepada sejumlah nasabah produk investasi berbasis asuransi dengan nama Diamond Investa. Total kerugian yang harus ditanggung manajemen sebesar Rp 360 miliar.

(dru/dnl)

Iklan

herald di genggaman BUMI@2366 … 240610

Filed under: PERUT BUMI RES — bumi2009fans @ 3:06 pm

Kamis, 24/06/2010 14:59 WIB
Bumi Resources Raih Lampu Hijau Garap Proyek Herald
Whery Enggo Prayogi – detikFinance
Jakarta – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah mendapat sinyal positif atas ijin operasi tambang di proyek Dairi, Sumatera Utara yang dimiliki perseroan secara tidak langsung melalui Herald Resources Ltd. BUMI pun optimis produksi seng dan timbal dapat dimulai pada triwulan-II 2011.

“Herald sudah eksplorasi dan siap eksploitasi di triwulan-II 2011. Kami juga sudah mendapatkan green light dari pemerintah untuk ijin lokasi,” ujar Direktur BUMI, Dileep Srivastava di Balai Kartini Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Kamis (25/6/2010).

Proyek Dairi yang dimiliki Herald mempunyai potensi kandungan seng (zinc) dan timbal (lead) terbesar di dunia dan berlokasi di Sumatera Utara. Ijin dari Departemen Kehutanan pun, nampaknya akan segera didapat dari target semula pada triwulan-I 2010.

Perseroan pun telah menyiapkan dana US$ 211 juta untuk eksplorasi dan pengembangan yang diperkirakan membutuhkan waktu 20 bulan. Dengan investasi sebesar itu, BUMI memproyeksikan peningkatan EBITDA sebesar US$ 150 juta per tahun dari proyek Dairi.

BUMI merupakan pemilikan baru Herald Resources Ltd. setelah menuntaskan akusisi 100% saham yang tercatat di Australian Securities Exchange (ASX).

BUMI melalui Calipso memiliki 205.912.956 saham atau setara dengan 98,39% saham Herald melalui penawaran tender terakhir yang ditutup pada 20 Oktober 2009 di harga AUD 0,93 per saham.

Berdasarkan peraturan Australian Stock Exchange (ASX) yang tertera dalam Corporations Act 2001, suatu perusahaan yang menguasai sedikitnya 91% saham emiten di ASX, wajib membeli saham yang belum dimiliki jika di antara pemegang saham ada yang hendak menjualnya.

Oleh karena Calipso memiliki 98,39% saham Herald, maka Calipso wajib melakukan pembelian jika sisa pemegang saham Herald memutuskan melepaskan kepemilikan sahamnya kepada Calipso.

Sebelumnya Dileep memang pernah mengatakan kalau BUMI berencana melakukan delisting saham Herald begitu 100% sahamnya dikuasai oleh Callipso. Kini, setelah 100% saham dikuasai, BUMI memulai proses delisting Herald dari ASX.

Herald merupakan pemilik 80% saham di proyek Dairi. Sisanya sebesar 20% dimiliki oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

(wep/dro)
24/06/2010 – 14:57
BUMI Akan Lepas Aset Anak Usaha
Agustina Melani

INILAH.COM, Jakarta – RUPSLB PT Bumi Rasources Tbk (BUMI) menyetujui Perseroan untuk melego aset anak usahanya.

Hal ini disampaikan Vice President Investor Relation BUMI, Dileep Srivastava usai acara RUPST/LB di Jakarta, Kamis (24/6).

Terkait penambahan modal tanpa HMETD, dia menegaskan tetap maksimum 10% dari modal disetor atau 1,94 miliar lembar saham. Harga penawaran sekitar 2.366 per lembar saham. Target dana sekitar US$495,89 juta. “Non prempetive issue tidak ada penundaan. Kita akan sampaikan hasil ke Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada September 2010, diharapkan pelaksanaan secepatnya,” kata Dileep.

Dileep menuturkan penggunaan dana hasil non prempetive issue untuk mengurangi pinjaman. Dikabarkan empat kreditur akan mengambil non prempetive issue antara lain Country Forest Ltd anak usaha China Invesment Corporation (CIC), Raeffeise Zentralbank Osterreich, Credit Suisse dan JP Morgan Chase Bank NA. [cms]
Kamis, 24/06/2010 15:16 WIB
Produksi Batubara BUMI Naik 19,23% di Semester I-2010
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

(ilustrasi foto: Reuters) Jakarta – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menargetkan dapat mencapai produksi batubara hingga 31 juta ton pada semester-I 2010. Ini lebih baik 19,23% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Demikian disampaikan Direktur BUMI, Dileep Srivastava usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (25/6/2010).

“Triwulan-I kan sudah 16 juta ton, triwulan ini sekitar 15 juta ton, hingga pertengahan tahun mencapai 31 juta ton,” jelasnya.

Dari perkiraan target tersebut, berarti perseroan berhasil meningkatkan jumlah volume produksi mereka 19,23% dari posisi tahun 2009 yang mencapai 26 juta ton.

“Akan terjadi peningkatan yang signifikan, dan kami optimis target produksi 67 juta ton batubara BUMI di tahun 2010 dapat tercapai. Triwulan-I pun kami telah melebihi pencapaian dari tahun lalu sebesat 11,3 juta ton,” jelasnya.

Capaian produksi ini disumbang oleh dua anak usaha mereka, yaitu PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal.

Namun, Dileep tidak menyebut secara rinci target penjualan mereka di semester-I 2010. Pasalnya terjadi fluktuasi harga batubara di pasar dunia.

Pada triwulan-I 2010, harga rata-rata yang dapat dijual perseroan berkisar US$ 72-88 per ton. Dan diperkirakan, harga ini akan menurun pada triwulan-II, dikisaran 67-68 per ton.

“Kita inginnya volume yang tinggi, harga yang terbaik dengan sistem cash, namun tingkat pengeluaran yang rendah,” paparnya.

(wep/dro)
BUMI Bumi Resources Tbk RUPSLB 24-06-2010 10:00:00 Balai Kartini, Mawar Conference Room, LT 2. Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta 1. Persetujuan untuk menjaminkan ataumengagunkan atau membebani dengan hak jaminan kebendaan sebagian besar atau seluruh aset/harta kekayaan perseroan yang dimiliki secara langsung atau tidak langsung kepada para krediturnya, baik kreditur perseroaan maupun kreditur anak perusahaan, termasuk anamun tidak terbatas pada
i. gadai atas sebagian atau seluruh saham yang dimiliki dan dikuasai perseroan pada anak perusahaan baik secara langsung atau tidak langsung maupun efek lainnya.
ii. Fidusia atas tagihan-tagihan rekening bank, klaim asuransi, persediaan (inventori) , rekening escrow perseroan dan atau anak perusahaan.
iii. Jaminan atau agunan atau hak jaminan kebendaan lainnya atas harta kekayaan lain, baik bergerak maupun tidak bergerak milik perseroan atau anak perusahaan, yang dilakukan dalam rangka pembiayaan atau perolehan pinjaman dari pihak ketiga, yang diberikan kepada atau dierima oleh perseroan maupun anak perusahaan , baik sekarang ataupun yang akan ada di kemudian hari; sebaimana disyaratkan oleh pasal 102 undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas.
2. Persetujuan untuk penambahan modal tanpa hak memesan terlebih dahulu sesuai dengan Peraturan Bappepam-LK no. IX.D.4 dan Persetujuan Perubahan struktur permodalam serta perubahan Anggaran dasar sehubungan dengan perubahan struktur permodal tersebut.
3. Pengangkatan kembali susunan direksi perseroan.

saat Rp 1 Milyar GA ADA APA2NYA LAGE … 240610

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 12:14 pm

http://yangvirtualyangnyata.wordpress.com/2010/06/24/kapan-1-m-tidak-keren/ coba baca2 posting di link ini … mungkin ga kaget kale … tapi lumayan untuk menggambarkan betapa KEJAMnya INFLASI itu … mau tidak mau harus banyak solusi alternatif harus dikerjakan … menurut gw 🙂

bumi bagi dividen … AKHIRNYA : 240610

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 12:10 pm

Kamis, 24/06/2010
4 Kreditur siapkan konversi utang dengan Bumi

JAKARTA: Empat kreditur PT Bumi Resources Tbk berpotensi menyerap saham baru yang diterbitkan produsen dan eksportir batu bara terbesar nasional itu saat penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) pada September.

Dalam pengumuman yang diterbitkan Bumi kemarin disebutkan empat kreditur yang mungkin terlibat dalam penambahan modal tanpa HMETD adalah Country Forest Limited-anak usaha China Investment Corporation (CIC), Raiffeisen Zentralbank Osterreich AG, Credit Suisse, dan JP Morgan Chase Bank N.A.

Bumi akan mengonversi utang keempat kreditur tersebut menjadi kepemilikan saham dengan menawarkan sebanyak 1,94 miliar saham baru bernilai Rp4,59 triliun atau setara dengan US$495,89 juta.

Konversi utang ini diharapkan terlaksana paling lambat 30 September, mundur 2 bulan dari sebelumnya dijadwalkan pada 30 Juli. Sayangnya, Sekretaris Perusahaan Bumi Dileep Srivastava menolak memerinci berapa besar porsi saham baru yang bakal diserap oleh keempat kreditur itu.

“Saya tidak bisa memerincinya. Tunggu saja hasilnya pada September. Sesuai permintaan otoritas kami menargetkan itu terlaksana pada bulan itu. Tetapi kami berharap bisa lebih cepat,” tuturnya, kemarin.

Bumi berencana menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa pada hari ini guna meminta persetujuan rencana penambahan modal ini.

Masih dari pengumuman yang sama, manajemen menyebutkan Bumi saat ini masih dalam tahap akhir finalisasi dengan para kreditur tersebut. Pelunasan dapat dilakukan kepada satu atau lebih kreditur, bergantung pada kesepakatan antara perseroan dan masing-masing kreditur.

Manajemen berkomitmen memangkas utangnya hingga US$1 miliar pada tahun ini, di mana separuhnya melalui penambahan modal tanpa HMETD. Dileep mengatakan manajemen menyiapkan sejumlah opsi untuk melunasi utang sekitar US$500 juta lainnya.

“Kami akan menggunakan dana dari kas internal, di samping opsi yang lain. Salah satu sumber pendanaan lainnya adalah dari dividen anak usaha kami termasuk PT Newmont Nusa Tenggara,” ujar Dileep.

Kepala Riset PT Bhakti Securities Edwin Sebayang mengatakan bahwa langkah perseroan tidak membawa dampak yang signifikan dalam mengurangi jumlah utang Bumi mengingat tidak ada aliran uang yang masuk ke perseroan.

“Saya melihat posisi tawar-menawar Bumi dengan kreditur rendah sekali. Ada banyak cara yang dapat membantu perseroan, salah satunya restrukturisasi dengan memperpanjang tenor,” ujarnya, kemarin.

Kekhawatiran investor, lanjutnya, bertumpu pada rasio utang terhadap ekuitas dan besarnya pembayaran pokok serta bunga yang harus ditanggung perseroan. Kemampuan perseroan dalam mendatangkan pendanaan guna membiayai belanja modal pada masa mendatang juga dipertanyakan.

Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) harga saham Bumi turun 1,04% atau Rp20 ke level Rp1.910 kemarin, menjadikannya bernilai kapitalisasi pasar Rp37,06 triliun. (Ratna Ariyanti/Pudji Lestari) (bambang. jatmiko@bisnis.co.id)

Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia
Kamis, 24/06/2010 08:52:10 WIB
IMAS, BUMI, BNBR gelar RUPS hari ini
Oleh: Elsya Refianti

JAKARTA (Bisnis.com): Sebanyak 16 emiten dijadwalkan akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) pada hari ini.

Ke-16 perusahaan itu adalah PT Indomobil Sukses Inernational Tbk, PT Sat Nusapersada Tbk, PT Rukun Raharja Tbk, PT Katarina Utama Tbk, PT Trust Finance Indonesia Tbk, PT Unitex Tbk, PT Intanwijaya Internasional Tbk, PT Cowell Development Tbk, PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk, PT Abdi Bangsa Tbk, PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk, PT Bumi Citra Permai Tbk, PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk, PT Bank Kesawan Tbk, PT Bumi Resources Tbk, PT Bakrie & Brothers Tbk.

RUPS Indomobil Sukses Inernational (IMAS) akan digelar di Wisma Indomobil, Jl MT Haryono Kav 8 Jakarta, pada pukul 10.00 WIB dengan agenda berupa pengesahan atas perhitungan tahunan tahun buku 2009, persetujuan laporan direksi tentang keadaan dan jalannya perseroan tahun buku 2009, penetapan kebijaksanaan berkaitan dengan pemberian gaji dan tunjangan kepada anggota direksi dan dewan komisaris, penunjukan kantor akuntan publik tahun buku 2010.

RUPSLB Abdi Bangsa (ABBA) rencananya akan digelar pada pukul 10.00 WIB di Hotel Grand Mahakam, Jl Mahakam I No. 6 Jakarta, yang akan membahas agenda berupa persetujuan pemegang saham atas rencana PUT (rights issue) V dalam rangka penerbitan HMETD, persetujuan pemegang saham atas transaksi material, persetujuan pemegang saham atas rencana perseroan untuk melakukan pengambilalihan sebagaian saham PT Adhara Dhanapa Mahardhika dan PT Emas Indonesia Duaribu, persetujuan pemegang saham atas rencana perubahan susunan komisaris dan direksi.

Bank Nusantara Parahyangan (BBNP) akan menggelar RUPS pada pukul 09.00 WIB di Gedung Kantor Pusat PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk di Jl Juanda No 95 Bandung. Agendanya adalah persetujuan laporan direksi mengenai kegiatan perseroan selama tahun buku 2009 dan rencana bisnis bank tahun 2010, laporan dewan komisaris mengenai pelaksanaan pengawasan perseroan, persetujuan neraca dan perhitungan laba rugi perseroan untuk tahun buku 2010, persetujuan penetapan penggunaan laba perseroan tahun buku 2009, persetujuan penyesuaian remunerasi dan tunjangan lainnya bagi dewan komisaris dan direksi, penunjukan kantor akuntan publik.

Bumi Resources (BUMI) akan menggelar RUPS pada pukul 10.00 WIB di Balai Kartini, Jl Jend Gatot Subroto Jakarta. Agenda rapatnya adalah persetujuan atas laporan pertanggungjawaban direksi, pengesahan neraca dan perhitungan laba/rugi, persetujuan rencana penggunaan laba tahun buku 2009, penunjukan akuntan publik tahun buku 2010.

BUMI juga akan melangsungkan RUPSLB dengan agenda persetujuan untuk menjaminkan/mengagunkan/membebani dengan hak jaminan kebendaan sebagian besar atau seluruh aset/harta kekayaan perseroan yang dimiliki secara langsung atau tidak langsung kepada para krediturnya, baik kreditur perseroaan maupun kreditur anak perusahaan, persetujuan untuk penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sesuai dengan Peraturan Bappepam-LK no. IX.D.4 dan persetujuan perubahan struktur permodalam serta perubahan anggaran dasar sehubungan dengan perubahan struktur permodalan tersebut, pengangkatan kembali susunan direksi perseroan.

Selanjutnya adalah RUPS Bakrie & Brothers (BNBR) pada pukul 10.00 di Hotel Nikko di Jl MH Thamrin 59 Jakarta, yang akan membahas laporan direksi tentang jalannya perseroan dan tatausaha keuangan tahun buku 2009, persetujuan dan pengesahan neraca serta perhitungan laba/rugi tahun buku 2009, penentuan dan persetujuan penggunaan keuntungan yang diperoleh perseroan tahun buku 2009, penunjukan serta penentuan akuntan publik untuk mengaudit buku perseroan tahun buku 2010.

BNBR juga akan melangsungkan RUPSLB dengan agenda rapat berupa persetujuan pembebanan dan/atau pengalihan atas aset yang dimiliki/akan dimiliki langsung atau tidak langsung untuk keperluan penjaminan terhadap pinjaman dan/atau fasilitas keuangan lainnya, perubahan anggaran dasar perseroan.

RUPS PT Cowell Development (COWL) Tbk akan digelar mulai pukul 10.00 WIB di Hotel Redtop, Jl Pecenongan 72 Jakarta, dengan membahas agenda berupa laporan tahunan perseroan termasuk pengesahan laporan keuangan dan laporan pengawasan dewan komisaris tahun buku 2009, penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2009, realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum dan hasil pelaksanaan waran, penunjukan akuntan publik tahun buku 2010, penetapan gaji atau honorarium dan tunjangan bagi dewan komisaris perseoran serta pelimpahan wewenang kepada dewan komisaris untuk menetapkan besarnya gaji dan tunjangan anggota direksi, perubahan direksi dan dewan komisaris perseroan.

Arpeni Pratama Ocean Line (APOL) bermaksud menggelar RUPS pada pukul 14.00 WIB di Jakarta dengan agenda rapat berupa persetujuan laporan tahunan perseroan tahun buku 2009, penunjukan akuntan publik tahun buku 2010, penetapan remunerasi bagi anggota direksi dan komisaris perseroan tahun buku 2010, serta perubahan susunan direksi.

Agenda RUPS Bank Kesawan (BKSW) yang akan digelar mulai pukul 14.00 WIB di Hotel Alila, Jl Pecenongan Kav 7-17 Jakarta adalah persetujuan laporan tahunan perseroan tahun buku 2009, penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2009, penunjukan akuntan publik tahun buku 2010, penetapan tugas, wewenang, honorarium/gaji dan tunjangan lainnya anggota direksi dan dewan komsiaris perseroan, perubahan susunan direksi dan dewan komisaris, dan laporan penggunaan dana hasil PUT I tahun buku 2009 serta perubahan lokasi pembukaan kantor.

RUPS Trust Finance Indonesia (TRUS) bakal digelar mulai pukul 10.00 WIB di Hotel Borobudur Jakarta, dengan agenda berupa laporan tahunan direksi dan pengesahan neraca serta perhitungan laba rugi tahun buku 2009, penetapan penggunaan laba perseroan tahun buku 2009, penetapan akuntan publik tahun buku 2010, dan pemberhentian serta pengangkatan pengurus perseroan.(er)
Kamis, 24/06/2010 11:47 WIB
BUMI Bagi Dividen Rp 27,68 per Saham
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Pemegang saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sepakat membagikan dividen tunai tahun buku tahun 2009 sebesar Rp 27,68 per saham atau sekitar 30% dari laba bersih perseroan yang sebesar US$ 190,448 juta.

Demikian hasil RUPS Tahunan di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (24/6/2010).

Pada tahun 2009, BUMI mencatat pendapatan sebesar US$ 3,219 miliar dengan laba bersih sebesar US$ 190,448 juta. Dividen tunai yang akan dibagikan sebesar 30% dari laba bersih atau sebesar US$ 57,134 juta.

Nilai per sahamnya ditetapkan sebesar Rp 27,68 per saham.

(wep/dro)
24/06/2010 – 11:39
BUMI Bagi Dividen Rp27,68 Per Saham
Agustina Melani

INILAH.COM, Jakarta – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memutuskan untuk membagikan dividen Rp27,68 per lembar saham.

Hal ini diputuskan dalam RUPST yang dilaksanakan Kamis (24/6) ini.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI)berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih pada kuartal 1-2010 sebesar 38%.

Laba bersih kuartal 1-2009 BUMI tercatat sebesar US$71,14 juta. Hasil ini diperoleh dari US$124,53 juta dikurangi penyesuaian pajak US$55,4 juta. Berarti, BUMI meraup kenaikan laba bersih 38,01%.

Utang pajak BUMI juga turun menjadi US$369,1 juta, dibandingkan periode yang sama 2009 sekitar US$626,06 juta.

BUMI juga membukukan pendapatan sekitar 22,11% menjadi US$1,016 miliar, dibandingkan periode yang sama sebelumnya sebesar US$832,663 juta. Selain itu, perseroan juga berhasil mengantongi laba selisih kurs

sekitar US$32,147 juta, ketimbang sebelumnya rugi sekitar US$8,575 juta. [mel/cms
24/06/2010 – 14:41
Dileep Diangkat Menjadi Direktur BUMI
Agustina Melani

INILAH.COM, Jakarta – Hasil RUPST PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memutuskan mengangkat Dileep Srivastava sebagai direktur. Posisi sebelumnya adalah Vice President Investor Relation.

“Tidak ada perubahan komisaris tapi ada perubahan susunan direksi,” kata Dileep usai RUPS BUMI di Jakarta, Kamis (24/6).

Selain Dileep, Andrew Beckham akan menjabat sebagai Direktur dan Chief Financial Officer (CFO) sedangkan Ari Hudaya tetap menjabat sebagai Direktur Utama dan Eddy Soebari sebagai Direktur.

Dalam kesempatan sama, hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BUMI juga menyetujui pelaksanaan penambahan modal dengan non preempetive issue atau penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Dileep menuturkan, penambahan modal tanpa HMETD maksimum 10% dari modal disetor atau 1,94 miliar lembar saham . Harga penawaran sekitar 2,366 per lembar saham. Target dana sekitar US$495,89 juta. “Non prempetive issue tidak ada penundaan. Kita akan sampaikan hasil ke Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada September 2010,diharapkan pelaksanaan secepatnya,” kata Dileep.

Dileep menuturkan, penggunaan dana hasil non prempetive issue untuk mengurangi pinjaman. Dikabarkan empat kreditur akan mengambil non prempetive issue antara lain Country Forest Ltd anak usaha China Invesment Corporation (CIC), Raeffeise Zentralbank Osterreich, Credit Suisse dan JP Morgan Chase Bank NA.

Terkait utang jatuh tempo ke JP Morgan sekitar US$145 juta dan Credit Suisse yang harus dibayar pada tahun ini, Dileep enggan menyebutkan asal dana untuk membayar utang jatuh tempo tersebut. “Utang jatuh tempo hanya rutin,” tambah Dileep.

Selain itu, hasil RUPSLB juga menyetujui perseroan untuk melego aset anak usaha. RUPST dan RUPSLB PT Bumi Resources Tbk (BUMI) disetujui sekitar 75% pemegang saham. [hid]

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.