Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juni 24, 2010

kasus b-life: sabar // atau / pailit … 240610

Filed under: Utang Bumi & Grup — bumi2009fans @ 3:23 pm

Kamis, 24/06/2010 15:28:24 WIB
Bakrie Life ‘digeruduk’ nasabahnya
Oleh: M. Tahir Saleh
JAKARTA (Bisnis.Com): Puluhan nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) kembali mendatangi kantor Bapepam-LK guna menemui Kepala Biro Asuransi mengenai keterlambatan pembayaran kewajiban perusahaan asuransi tersebut.

Koordinator nasabah Bakrie Life Wahyudi mengatakan kedatangan para nasabah bermaksud menyampaikan keinginan agar pihak regulator dapat mengakomodasi harapan sehingga dapat mendesak pihak Bakrie Life.

“Kami merasa selama ini pihak Bakrie selalu terlambat dalam memenuhi kewajibannya,” katanya mewakili rekan-rekannya di Bapepam-LK, hari ini.

Sebelumnya, pihak Bakrie Life berencana membayar dana nasabah dengan mencicil 12 kali, di mulai pada Maret 2010. Manajemen menawarkan skema 25-25-50 artinya 25% dana nasabah dibayarkan pada tahun ini, 25% lagi pada 2011, dan sisa 50% dilunasi pada 2012.

Wahyudi mengatakan nasabah tak keberatan jika Bakrie Life mencicil tetapi selama ini untuk pembayaran bulan ini belum dibayarkan. (mrp)
Kamis, 24/06/2010 15:13 WIB
Gagal Bayar Bakrie Life
Bapepam Tawarkan 2 Opsi ke Nasabah, Pailit atau Sabar
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menawarkan dua opsi kepada nasabah Diamond Investa PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life).

Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata mengatakan pihaknya telah berupaya untuk memantau pembayaran dana pokok serta bunga kepada nasabah.

“Kita tadi tukar info dan tukar pikiran mengenai perkembangan penyelesaian kewajiban Bakrie Life,” ujarnya usai bertemu dengan beberapa nasabah yang tergabung dalam Tim Penyelamatan Pengembalian Dana Nasabah (TP2DN) Bakrie Life di Gedung Bapepam-LK, Jalan Wahidin Kamis (24/06/2010).

Isa mengatakan, pihaknya bersama dengan nasabah membicarakan alternatif upaya untuk mencegah keterlambatan pembayaran.

“Mereka (nasabah) menyampakan beberapa pemikiran, tapi masih banyak yang harus didiskusikan. Beberapa diantaranya harus didiskusikan langsung dengan manajemen,” kata Isa.

Di tempat yang sama, Koordinator TP2DN Bakrie Life, Wahyudi mengatakan opsi pertama yang diberikan Bapepam yakni melalui jalur hukum.

“Kita dianjurkan untuk menempuh jalur hukum jika memang mereka (Bakrie Life) susah membayarkan cicilan utangnya kepada nasabah,” ujar Wahyudi.

Namun, lanjut Wahyudi upaya jalur hukum tidak dijelaskan secara spesifik oleh Bapepam. “Mungkin bisa saja dengan mempailitkan Bakrie Life melalui pengadilan niaga dan Bapepam nantinya akan mencabut izin usahanya,” jelas Wahyudi.

Kemudian, opsi yang kedua adalah para nasabah diharapkan untuk sabar dalam menunggu pelunasan pembayaran dana nasabah. “Kedua, kita disuruh sabar menunggu,” katanya.

Lebih lanjut Wahyudi menuturkan pihaknya untuk sementara memilih opsi yang kedua dimana sabar menunggu cicilan dilunasi. “Opsi kedua mungkin akan kita lakukan untuk sementara, namun kita meminta kepada Bapepam agar terus memantau perkembangannya,” katanya.

Setelah itu, sambung Wahyudi TP2DN akan mengambil langkah selanjutnya. “Mungkin saja pailit bisa menjadi langkah yang diambil,” tegasnya.

Untuk diketahui, Bakrie Life mengalami gagal bayar kepada sejumlah nasabah produk investasi berbasis asuransi dengan nama Diamond Investa. Total kerugian yang harus ditanggung manajemen sebesar Rp 360 miliar.

(dru/dnl)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: