Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juli 31, 2010

trub di mana … 310710

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 3:16 pm

Jumat, 30/07/2010 21:05:51 WIB
25 Mega proyek listrik dipacu tahun ini
Oleh: Wiwiek Dwi Endah
JENEPONTO, Sulsel (Bisnis.com): Pemerintah tahun ini secara bertahap akan terus memacu sedikitnya 25 mega proyek kelistrikkan di Indonesia dengan investasi pihak ketiga, serta akan terus melakukan pembenahan dari sejumlah sistem yang ada.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan mengatakan, salah satu mega proyek yang akan digenjot adalah PLTU Punagayya yang berdaya listrik 2 x 125 MW dan berlokasi di Desa Punagayya Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. “Sebenarnya PLTU ini sudah sejak lama akan dibangun, namun karena ada masalah keuangan ditambah penawaran harga IPP dari PLN yang terlalu rendah, maka pembangunan PLTU Punagayya sempat mengalami penundaan,” ujarnya, hari ini.

Dahlan menuturkan, awalnya harga IPP atau pembelian listrik swasta oleh PLN hanya sebesar Rp450/kwh, yang seharusnya harga tersebut sekitar Rp600 per kwh hingga Rp700 per kwh. “Namun saat ini harga yang Rp600 per kwh hingga Rp700 per kwh tersebut belum resmi, alias masih dalam penggodokkan di BPKP.”

Menurutnya, saat ini di seluruh Indonesia ada sekitar 25 pembangkit listrik yang akan dibangun oleh swasta. Namun yang kini sedang dalam proyek pengerjaan baru dua, yaitu yang di Kalimantan dan Palu. Dia mengatakan, total investasi untuk 25 pembangkit listrik tersebut mencapai Rp50 triliun, diharapkan semua akan bisa beroperasi pada 2012 nanti.

Sementara itu kata Dahlan, untuk di wilayah Sulawesi sendiri, saat ini terdapat tujuh titik pembangkit yang sedang dikerjakan dan sebagian besar berlokasi di Sulawesi Selatan, dengan nilai investasi sekitar Rp15 triliun. “Untuk di Sulsel sendiri, PLTU Punagayya inilah yang menjadi andalan.”

Presiden Direktur Bosowa Corporation Erwin Aksa mengatakan, hingga saat ini seluruh pembangunan PLTU Punagayya baru mencapai 11%. “Tapi untuk konstruksi pelabuhannya sudah rampung sekitar 60%,” ujar dia.

Menurutnya, pihaknya sangat optimistis seluruh pembangunan proyek PLTU Punagayya akan selesai pada 2011 mendatang. “Paling lambat akhir 2011, PLTU ini sudah bisa memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Sulsel,” tukas Erwin. (mrp)

Iklan

elty meraih pertumbuhan … 310710

Filed under: ELTY, jalan tol n properti — bumi2009fans @ 3:10 pm

Jumat, 30/07/2010 19:31:42 WIB
Bakrieland raih pendapatan Rp537,5 miliar
Oleh: Ratna Ariyanti

JAKARTA (Bisnis.com): Perusahaan properti PT Bakrieland Development Tbk pada paruh pertama tahun ini meraih pertumbuhan pendapatan sebesar 45,74% dari Rp368,8 miliar menjadi Rp537,5 miliar.

Hiramsyah S. Thaib, Presiden Direktur & CEO Bakrieland, mengatakan pihaknya optimistis target pendapatan perusahaan hingga akhir tahun sebesar Rp1,3 triliun dapat tercapai.

“Yang jelas, perseroan pada semester kedua jauh lebih tinggi dari semester pertama. Peningkatan penjualan secara kuartalan juga menunjukkan tren yang sangat positif dan berpotensi berlanjut mengingat tingkat suku bunga KPR yang masih berpotensi turun,” ujar Hiramsyah dalam siaran pers pada hari ini.

Laba bersih perseroan tumbuh sebesar 10,72% menjadi Rp63 miliar dari Rp56,9 miliar pada semester I/2009. Laba operasi pada enam bulan pertama 2010 meningkat 27,03% menjadi Rp81,3 miliar dibandingkan dengan laba operasi periode sebelumnya sebesar Rp64,0 miliar.

Dalam laporan itu juga dijelaskan total aset persero mencapai Rp12 triliun atau meningkat 46,34% dari Rp8,2 triliun dari periode sebelumnya.

Pendapatan pada semester pertama ini didukung oleh unit bisnis city property yang memberikan kontribusi sebesar 50,6% terhadap pendapatan Bakrieland.

Adapun, unit bisnis hotel dan resort serta perumahan memberikan kontribusi pendapatan masing-masing sebesar 23,4% dan 20,6%. Unit bisnis jalan tol menyumbang sebesar 5,4%.

Pendapatan dari unit bisnis city property sebagian besar diperoleh dari proyek apartemen dan perkantoran strata dengan kontribusi sebesar 56,6% Proyek jalan tol pertama Bakrieland Kanci-Pejagan yang mulai beroperasi secara komersial pada Januari 2010 telah memberikan kontribusi pendapatan bagi Bakrieland sebesar Rp 28,8 miliar.

Perseroan berharap pendapatan dari jalan tol ini diharapkan akan terus meningkat dengan adanya lebaran dan libur akhir tahun serta semakin tersosialisasinya jalan tol Kanci-Pejagan ini. Harga saham dengan kode ELTY diperdagangkan turun Rp1 atau 0,75% ke level Rp133, sehingga membentuk kapitalisasi pasar sebesar Rp5,3 triliun.(fh)
31/07/2010 – 12:06
Laba Bersih ELTY Naik 10,7% di Semester I-2010

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) berhasil meraup kenaikan laba bersih sebesar 10,7% pada semester I-2010 menjadi Rp62,99 miliar dibanding periode serupa 2009 sebesar Rp56,9 miliar.

Dalam laporan keuangan Perseroan yang disampaikan ke BEI, Sabtu (31/7) dijelaskan kenaikan laba bersih ini dipicu perolehan laba bersih selisih kurs sebesar Rp5,85 miliar pada semester I-2010 setelah mengalami kerugian Rp19,66 miliar pada periode serupa 2009. Laba usaha Perseroan pada semester I-2010 juga mengalami kenaikan menjadi Rp81,34 miliar dibanding periode serupa 2009 sebesar Rp63,99 miliar.

Penjualan bersih Perseroan juga mencatatkan kenaikan pada semester I-2010 menjadi Rp537,53 miliar dibanding periode serupa 2009 yang hanya mencapai Rp368,78 miliar. Pada semester I-2010, Perseroan masih mencatatkan kewajiban sebesar Rp6,43 triliun, sedang ekuitasnya hanya mencapai Rp4,67 triliun. [cms]

the bakries on gold rush … 310710

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 2:45 pm

31 Perusahaan Bersiap Menambang Emas di Taman Bogani
SABTU, 31 JULI 2010 | 08:47 WIB

ANTARA/Basrul Haq

TEMPO Interaktif, Gorontalo- Sebanyak 31 perusahaan tambang melirik Taman Nasional Bogani Nani Wartabone di Gorontalo. Mereka sedang menunggu keluarnya izin dari Dinas Kehutanan dan Pertambangan Provinsi Gorontalo.

“Semua perusahaan tambang itu masih dalam proses di Dinas Kehutanan,” kata Kepala Dinas Kehutanan dan Pertambangan Provinsi Gorontalo, Husen Alhasni menjelaskan status izin 31 perusahaan tambang itu kepada wartawan hari ini.

Menurut Husen, sejaik keluarnya surat keputusan Menteri Kehutanan nomor 324 tahun 2010 tentang alih fungsi hutan di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, perusahaan tambang mulai memohon izin ingin mengelola hutan itu menjadi kawasan pertambangan.

Husen mengatakan, pihaknya akan melakukan seleksi ketat bagi perusahaan tambang yang ingin mengelola taman nasional seluas 14 ribu hektare yang telah dialih fungsikan tersebut.
” Termasuk akan menanyakan teknologi apa yang mereka gunakan dalam mengolah emas,” ujar Husen.

Dari hasil kajian yang ada, kata Husen, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone tersebut memiliki kandungan emas sebanyak 120 hingga 200 ton.

Namun seorang aktivis lingkungan di Gorontalo, Djufri Hard, alih fungsi hutan di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone hanya untuk memenuhi kepentingan perusahaan tambang milik Bakrie Group.

“ Sebab yang memiliki kontrak karya pertambangan di Gorontalo sejak rezim Soeharto hingga saat ini adalah PT. Gorontalo Mineral Bumi Resources, anak perusahaan dari Bakrie Group,” ungkap Djufri.

Menurutnya, pelepasan kawasan yang diberikan kepada investor besar tersebut hanya akan membuka ruang konflik baru antara pemerintah plus investor versus penambang rakyat.

CHRISTOPEL PAINO

Juli 30, 2010

skandal deposito: $eR(p)1U$ k0k … 300710

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 3:04 pm

Jumat, 30/07/2010 15:44 WIB
Kisruh Salah Catat
Bapepam: Grup Bakrie dan Benakat Terancam Pidana 10 Tahun
Whery Enggo Prayogi – detikFinance
Jakarta – Pemeriksaan tiga emiten grup Bakrie dan PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) memang masih berjalan di tingkat Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Namun jika memang terbukti terdapat pelanggaran Undang-Undang Pasar Modal (UU PM), maka keempat emiten itu bisa terkena sanksi pidana 10 tahun dan denda maksimal Rp 15 miliar.

Menurut Kepala Biro Perundang-undangan Bapepam-LK, Robinson Simbolon pengenaan sanksi terhadap emiten yang melakukan pelanggaran berupa kesalahan pencataan dalam laporan keuangan, bisa dikenai denda Rp 15 miliar. Emiten yang bersangkutan, berdasarkan UU PM, juga bisa saja diberi sanksi pidana maksimal 10 tahun atau bahkan keduanya atau hukuman berlapis.

“Kalau UU-nya bisa seperti itu. Kan disitu disebut ‘dan’. Tapi semua tergantung hakim nanti yang memutuskan,” jelas Robin di kantornya, Jalan Wahidin, Lapangan Banteng Jakarta, Jumat (30/7/2010).

Tiga emiten grup Bakrie yang ikut terlibat adalah PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) dan PT Bakrie Sumatra Plantation Tbk (UNSP). Saat ini, pemeriksaan dokumen telah dilakukan pada tingkat Biro terkait (sektor Jasa dan Riil). Setelah ditemukan adanya indikasi pelanggaran, biro teknis tersebut menyampaikannya Biro Pemeriksaan dan Penyidikan (PP).

“Biro teknis melakukan pengecekan, Tapi bisa juga PP bertindak bukan atas laporan teknis, karena PP kan independen. Bisa (bertindak) dari laporan, atau atas temuan sendiri, jika mereka melihat ada indikasi itu,” jelasnya.

Hukuman yang nantinya akan dijatuhkan kepada empat emiten ini, juga masih perlu dikaji secara mendalam oleh biro PP. Pasalnya, ada dua opsi atas kasus salah catat dana deposito di Bank Capital. Pertama, bentuk ketidaksengajaan atau kedua, disengaja.

“Sama seperti pukul lalat pakai raket, kena orang. Itu pukul lalat atau pukul orang. Nah untuk ini, salah catat ini substansial atau tidak,” tegasnya.

“Itu yang 15 (miliar), karena itu transaksi yang terjadi di bursa. Kalau yang (pasal 107), itu kan yang menyesatkan Bepapam. Sedangkan ini laporan unaudited, jadi kita nggak terima laporannya, mana yang menyesatkan,” ucap Robin.

Berdasarkan UU PM, yang menjadi landasan Bapepam-LK disebut pada pasal 106, setiap pihak yang melakukan pelanggaran atas ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 diancam dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 15 miliar. Pasal 70 merupakan ketentuan atas perusahaan yang menyebut dirinya emiten.

Dimana, yang disebut emiten adalah pihak yang telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Bapepam untuk menawarkan atau menjual Efek kepada masyarakat dan Pernyataan Pendaftaran tersebut telah efektif.

Sedangkan pada pasal 107, dengan sanksi yang lebih ringan berupa pidana penjara 3 tahun dan denda Rp 5 miliar, adalah setiap pihak yang dengan sengaja bertujuan menipu atau merugikan Pihak lain atau menyesatkan BAPEPAM-LK, menghilangkan, memusnahkan, menghapuskan, mengubah, mengaburkan, menyembunyikan, atau memalsukan catatan dari Pihak yang memperoleh izin, persetujuan, atau pendaftaran termasuk Emiten dan Perusahaan Publik.
(wep/ang)
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) terus mendalami kasus salah catat deposito di Bank Capital yang dilakukan oleh 4 emiten yaitu PT Bakrie & Brothes Tbk (BNBR), PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP), PT Energi Mega Persada Tbk (ENGR), dan PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI).

Kepala Biro Sektor Riil Bapepam-LK, Anis Baridwan. Menurutnya, indikasi atas pelanggaran dari keempat emiten masih belum ditentukan. Namun, Bapepam berjanji akan pelakukan penelaahan lebih mendalam atas laporan keuangan triwulan-I 2010 milik empat emiten, baik yang dipublikasikan awal atau versi revisi.

“Kita lihat laporan keuangan. Porsi kita. Kalau lanjut ke pemeriksaan, lebih lanjut ke PP baru ke komite sanksi, kalau ada pelanggaran. Nantinya kita ikut (dalam komite sanksi) jika diperlukan,” tambah Anis.

Di tempat yang sama, Kepala Biro Sektor Keuangan Noorachman mengatakan, pihaknya akan terus meminta bukti lanjutan atas data deposito keempat emiten yang disimpan di Bank Capital tersebut.

“Kalau saja diperlukan, pasti kami minta,” jelas Noorachman.

Menurutnya, Bapepam pun belum bisa menegaskan vonis yang dijatuhkan kepada empat emiten, PT Bakrie & Brothes Tbk (BNBR), PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP), PT Energi Mega Persada Tbk (ENGR), PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI). Pasalnya pemeriksaan baru saja dimulai.

“Saya berhubungan, sebatas data yang diminta. Nanti akan masuk ke PP (Biro Pemeriksaan dan Penyidikan),” jelasnya.

Sumber: detikcom

enrg diekspektasikan @semester II (ay000)… 300710

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 1:03 pm

Sepanjang semester I-2010, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) masih mengalami rugi bersih Rp 79 miliar. Nilai kerugian ini memang menurun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dengan rugi sebesar Rp 245 miliar.

Kerugian ini disebabkan karena menurunnya penjualan perseroan sepanjang semester I-2010 menjadi Rp 568 miliar, dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 701 miliar.

Penurunan penjualan diakibatkan karena turunnya produksi minyak dan gas perseroan. Sepanjang semester I-2010, produksi minyak perseroan mencapai 6.500 barel per hari, turun dari periode yang sama tahun lalu yang sebelumnya 8.000 barel per hari. Demikian juga dengan gas yang produksinya turun menjadi 41 mmscfd, dibanding semester I-2009 yang sebesar 59 mmscfd.

“Produksi minyak dan gas mengalami penurunan di semester pertama 2010 yang disebabkan oleh sedikitnya aktivitas pengeboran di tahun 2009. Perusahaan hanya melakukan pengeboran pada 1 sumur pengembangan tahun lalu dalam upaya kami melakukan efisiensi biaya seiring dengan rendahnya harga minyak dan posisi kewajiban perseroan yang masih cukup tinggi pada saat itu,” ujar CEO perseroan Imam Agustino dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jumat (30/7/2010).

Agustino mengatakan, dengan selesainya proses Penawaran Umum Terbatas (PUT) oleh perseroan. Dana yang didapatkan akan digunakan untuk pelunasan utang, pengambilalihan 10% interest di blok Masela PSC, dan keperluan modal kerja dan belanja modal perseroan.

“Pada akhir tahun ini, lapangan Pagerungan Utara dari blok Kangean PSC (Jawa Timur) dan lapangan Segat dari blok Bentu (Riau, Sumatera) diharapkan dapat memulai produksinya masing-masing sebesar 5.000 barel per hari dan 20 juta kaki kubik gas per hari. Selain itu, lapangan TSB dari blok Kangean PSC (Jawa Timur) juga diharapkan dapat segera memproduksi gas sebesar 300 juta kaki kubik per harinya di akhir tahun 2011,” tukasnya.

Sumber: detikcom

Juli 24, 2010

skandal deposito: btel ngaku JUGA … 240710

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 8:23 am

EKONOMI
23/07/2010 – 20:01
Bakrie Telecom Catatkan Deposito Rp254 M
Agustina Melani

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mencatatkan deposito sebesar Rp254.301.388.889 termasuk akumulasi bunga sebesar Rp301.388.899 pada Bank Capital.

Hal itu disampaikan manajemen BTEL dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (23/7). Dana deposito ditempatkan mulai 21 Desember 2009 dengan automatic roll over (ARO). Deposito ditempatkan dalam mata uang rupiah dengan tingkat suku bunga deposito berkisar 7%.

Adapun pencairan deposito tersebut dilakukan pada 3 Juni 2010 sebesar Rp10 miliar, sebesar Rp26 miliar pada 16 Juni 2010, Rp38 miliar pada 28 Juni 2010 dan Rp65 miliar pada 19 Juli 2010. [mel/hid]

skandal deposito: menkeu SANG pilatu$ : 240710

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 8:12 am

Jumat, 23/07/2010 19:51:49 WIB
Menkeu dukung sanksi 4 emiten
Oleh: Agust Supriadi
JAKARTA (Bisnis.com): Menteri Keuangan Agus Martowardojo mendukung keputusan otoritas bursa menjatuhkan sanksi kepada empat emiten, tiga di antaranya emiten Grup Bakrie, menyusul kesalahan pencatatan deposito di PT Bank Capital Tbk.

“Apa yang diputuskan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), kami yakini itu sudah merupakan suatu tindakan yang memang harus dilakukan. Jadi kami mendukung dan memahami. Selanjutnya tentu itu adalah suatu aktifitas sesuai dengan protokol dan standar proses di bursa,” ujar dia di kantornya, sore tadi.

Menurutnya, kejadian tersebut merupakan dinamika yang terjadi di pasar bursa. Yang terpenting, setiap kekeliruan yang terjadi harus segera dicari inti masalahnya untuk kemudian ditindaklanjuti dalam bentuk sanksi atau peringatan. “Dan setelah itu kami meneruskan kegiatan seperti biasa.”

Sejauh ini, lanjut dia, pihaknya belum melakukan pembicaraan khusus dengan para pejabat di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) dan BEI terkait langkah tindaklanjut berikutnya dari kesalahan pencatatan deposito di PT Bank Capital Tbk tersebut. Intinya, kasus tersebut harus dijadikan pelajaran bagi institusi-intsitusi di bawah Kementerian Keuangan untuk menjaga tata kelola yang baik.

“Saya selalu pesankan kepada Bappepam atau institusi di bawah Kemenkeu untuk selalu menjaga tatakelola yang baik. Jadi saya meyakini mereka akan menjalankan ini dengan baik,” paparnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, BEI menjatuhkan surat peringatan ketiga dan sanksi denda masing-masing Rp500 juta kepada empat emiten yang tiga di antaranya emiten Grup Bakrie, menyusul kesalahan pencatatan deposito (mismatch) di PT Bank Capital Tbk. Keempat emiten yang terkena sanksi itu adalah PT Bakrie and Brothers Tbk, PT Energi Mega Persada Tbk, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, dan PT Benakat Petroleum Energy Tbk. (mrp)
Soal BACA, BI Lempar ke Bapepam
Jum’at, 23 Juli 2010 – 14:54 wib

Rheza Andhika Pamungkas – Okezone

JAKARTA – Karut marutnya penempatan dana deposito oleh empat emiten besar yang tiga di antaranya dari Grup Bakrie di PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA), ditanggapi dingin oleh Bank Indonesia (BI).

Bahkan, BI enggan mengomentari masalah tersebut dan melemparkan masalah ini ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Hal ini ditegaskan Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah saat ditemui wartawan usai salat Jumat di Halaman Gedung BI, Jakarta, Jumat (23/7/2010).

“Itu tanya Bapepam saja lah, saya enggak bisa. Pokoknya kalau yang BACA, saya enggak mau mengomentari yang individual bank,” ujarnya.

Halim menambahkan, pihaknya akan terus selalu Kami mengawasi bank, seperti mengenai kesalahan-kesalahan kalau ada masalah-masalah administratif. “Tentu ini obyek pengawasan kami. Tidak hanya BACA saja,” pungkasnya.

Sekadar informasi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanki terberat berupa peringatan ketiga dan denda sebesar Rp500 juta untuk masing-masing bagi empat emiten, yakni PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI).

“Sanksi itu dijatuhkan bursa terkait kesalahan penyajian laporan keuangan triwulan I-2010 masing-masing emiten tersebut yang disampaikan kepada bursa,” jelas Direktur Utama BEI Ito Warsito saat konferensi pers, kemarin.

Menurutnya, Setelah diberi waktu yang cukup para emiten tersebut tidak dapat memberikan data yang diminta bursa secara memadai, terkait kesalahan penyajian penempatan dana dalam bentuk deposito.

“Kasus kesalahan penyajian itu dapat melunturkan kepercayaan para investor terhadap laporan keuangan para emiten, karena para emiten tersebut tidak segera merevisi laporan keuangan triwulan I-2010 yang salah walaupun mereka sudah menyadari kesalahan tersebut,” tambah Ito.

Selanjutnya, Ito berharap para emiten berhati-hati dalam menyajikan laporan keuangan mereka karena kesalahan penyajian dapat menyesatkan para investor dan pembaca laporan keuangan lainnya.(ade)

Juli 22, 2010

skandal deposito: 2M $ajaaaaaaaaa … 220710

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 6:03 pm

Kamis, 22/07/2010 17:51 WIB
Kisruh Deposito Bank Capital
Bakrie – Benakat Kena Denda Rp 2 Miliar
Whery Enggo Prayogi – detikFinance
Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan sanksi denda sebesar Rp 2 miliar kepada 4 emiten yang salah melakukan pencatatan posisi dana di PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA). Denda dikenakan lantaran keempatnya belum memberikan dokumen yang memadai.

Demikian disampaikan Direktur Utama BEI, Ito Warsito di gedung BEI, SCBD Jakarta, Kamis (22/7/2010).

BEI menjatuhkan sanksi kepada empat emiten yaitu PT Bakrie and Brothes Tbk (BNBR), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dan PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI).

“Setelah menanti dokumen pendukung dari dua hari lalu, dan tak kunjung memadai, maka kami putuskan untuk memberi sanksi terberat yaitu denda Rp 500 juta untuk tiap emiten,” jelasnya.

Itu berarti grup Bakrie, yakni BNBR, UNSP dan ENRG harus membayarkan denda sebesar Rp 1,5 miliar sedangkan BIPI sebesar Rp 500 juta. Ia menambahkan, hingga hari ini keempat emiten belum juga memberikan informasi yang memadai, dan dapat mendukung atas pencatatan akuntansinya.

“Ini agar emiten berhati-hati dalam menyajikan laporan keuangan yang memadai,” jelasnya.

Menurutnya, kesalahan penyajian tersebut dapat menjadikan kepercayaan investor menurun terhadap laporan keuangan yang keliru, walaupun perseroan sudah menyadari kesalahan tersebut.

Ito, sebelumnya menyebutkan kalau kesalahan pencatatan dalam sistem laporan standart akuntasi bisa saja terjadi dan lumrah terjadi. Oleh sebab itu, BEI masih memerlukan waktu untuk menelaah lebih jauh sebelum mengambil keputusan soal sanksi.

(wep/dro)

skandal deposito: menkeu ampe butuh ngoceh2 … 220710

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 5:58 pm

Kamis, 22/07/2010 11:52:09 WIB
Menkeu: BI, BEI mampu atasi kasus Bakrie-Bank Capital
Oleh: Agust Supriadi
JAKARTA (Bisnis.com): Kementerian Keuangan meyakini Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, dan Bapepam LK mampu menuntaskan kasus Grup Bakrie-Bank Capital tanpa harus terhalang pasal kerahasiaan bank.

Menteri Keuangan Agus D. W. MArtowardojo menilai kepentingan untuk membuka data transaksi Bank Capital guna memperjelas masalah penempatan dana anak perusahaan Grup Bakrie, merupakan domain dari Bank Indonesia. Artinya, BI bisa mengambil langkah-langkah yang dianggapnya perlu terkait masalah tersebut.

“Tapi kalau perusahaan itu [anak perusahaan Grup Bakrie] adalah perusahaan publik, maka (otoritas) bursa ataupun Bapepam LK juga bisa akses [data transaksi Bank Capital],” tutur Agus usai mengikuti rapat koordinasi di kantor Kemenko Perekonomian, hari ini.

Agus meyakini Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) sudah menjalankan fungsinya. “Kalau dari Menkeu, kalau ada langkah yang perlu kami tindaklanjuti sesuai dengan tugas kami, kami akan berikan kerja sama yang terbaik. Tetapi memang tugas itu sudah akan dapat ditindaklanjuti oleh BI, BEI dan dan Bapepam,” tuturnya.

Sejauh ini, lanjut Agus, pihaknya belum melakukan dialog dengan BI guna membahas pasal kerahasian bank yang menjadi pelindung dari data transaksi anak usaha Grup Bakrie di Bank Capital. Sejauh ini, belum perlu rekomendasi darinya atau upaya menjembatani pengungkapan data transaksi Bank Capital guna meluruskan masalah tersebut, mengingat bank central memiliki kewenangan yang sangat luas untuk bisa menjalankan fungsi pengawasannya.

“Kalau yang disinggung adalah masalah kerahasiaan bank, itu tetap harus dijaga. Tapi pengelolaan bank itu dilakukan dngan baik atau pencatatan dilakukan dengan baik, apakah pemisahan fungsi untuk pengendalian yang sehat itu dijalankan, apa tidak, itu kan BI bisa segera melakukan tugasnya. Jadi tidak perlu fokus pada membuka data,” paparnya.

Intinya, tegas dia, apabila memang terbukti ada ketidakbenaran data perbankan atau penyusunan laporan keuangan dari sejumlah emiten Grup Bakrie, maka harus ada tindakan tegas dari otoritas-otoritas yang terkait. “Saya yakin mereka menjalankan fungsinya dan itu sangat luas.” (msw)

trub bersistem (harus) TERBAIK … 220710

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 5:45 pm

EKONOMI
22/07/2010 – 16:55
Truba Terapkan Sistem IFS ke Seluruh Anak Usaha
Susan Silaban

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) tengah menerapkan Industrial and Finansial System (IFS) ke seluruh anak usaha yang dimulai dari PT Truba Jaya Engineering.

Menurut Direktur Utama Truba, Sidarta Sidik studi kelayakan sistem IFS telah dilakukan perseroan sejak enam bulan lalu dan pada awal Juli 2010 telah dilakukan kick off untuk penerapkan sistem tersebut di PT TJE. Perseroan memperkirakan sistem ini dapat go live di TJE pada kuartal I-2011 dan akan diterapkan ke anak usaha lainnya.

“Dengan sentralisasi sistem ini, perseroan mengharapkan proses konsolidasi laporan keuangan dapat dilakukan jauh lebih cepat dan tepat waktu,” ujar Sidarta. [san/hid]

Older Posts »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.