Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juli 6, 2010

ngintip doanK mah percuma, btel … 060710

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 11:24 am

Layanan Data
Bakrie Gandeng Google

Jakarta, 24 Juni 2010 14:56
PT Bakrie Connectivity, anak perusahaan PT Bakrie Telecom, menggandeng perusahaan kelas dunia, Google International, untuk menggarap layanan data di Indonesia.

PT Bakrie Connectivity (B-Con) dan Google International menandatangani nota kesepahaman kerja sama di Jakarta, Kamis (24/6), yang diwakili oleh Dirut B-Con, Erik Meijer dan Direktur Pengembangan Asia Pasifik Google International, Emmanual Sauquet.

“Melalui kerja sama ini layanan data kami akan secara langsung terintegrasi dengan berbagai produk Google,” kata Erik Meijer.

Ia berpendapat, kombinasi itu akan menjadi nilai tambah berupa internet cepat terpadu dengan browser cepat untuk memberikan hal yang diinginkan oleh pengguna internet di Indonesia.

Sementara itu, Emmanuel Sauquet, mengatakan pihaknya optimistis mampu menjalin kerja sama dengan B-Con untuk menghasilkan distribusi yang unik dan inovatif.

“Dengan begitu masyarakat Indonesia dapat dengan mudah menjangkau web browser Google Chrome dan produk-produk Google lainnya,” katanya.

Sebelumnya, B-Con memperkenalkan layanan akses internet berbasis CDMA 1xEVDO Rev A yang diberi nama AHA.

Pihaknya juga merilis perangkat USB model Olive tipe VME-110 dan Huawei.

Kemampuan akses kecepatan AHA untuk download mencapai 3.1 Mbps dan kecepatan Upload hingga 1.8 Mbps.

“User interface AHA praktis karena sudah terbuilt secara langsung dengan aplikasi Google Chrome Browser, Google search bar, live online news ticker, dan picasa,” katanya.

Sauquet menambahkan, pelanggan AHA akan dengan mudah mengakses versi terbaru Google Chrome yang memadukan kecepatan dan kekuatan dengan kemudahan serta kesederhanaan yang memang menjadi ciri khas Google. [TMA, Ant]
Investasi sektor telekomunikasi di kawasan Asia diperkirakan akan menembus angka US$ 1,1 triliun di akhir 2020, meningkat 450% dibanding posisi di akhir 2000 sebesar US$ 200 miliar.

“Kebutuhan investasi telekomunikasi di Asia diperkirakan akan mencapai US$ 1,1 triliun di periode 2010-2020,” ujar Dirjen Biro Perdagangan Kementerian Perdagangan dan Industri Jepang, Hidehiko Nishiyama dalam acara Reuni Akbar Hitachi Young Leaders Initiative (HYLI) di Raffles City Convention Centre, Singapura, Selasa (6/7/2010).

Menurutnya, pertumbuhan sektor telekomunikasi sangat pesat di Asia. Oleh sebab itu, investasi infrastruktur telekomunikasi pun tumbuh sangat dalam 20 tahun terakhir.

“Investasi infrastruktur telekomunikasi pada periode 1990-2000 masih sebesar US$ 200 miliar,” ujarnya.

Pada periode 1990-2000, total investasi infrastruktur di Asia mencapai US$ 2,6 triliun. Porsi terbesar pada investasi sektor kelistrikan dan energi sebesar US$ 1,1 triliun (42,3%), kemudian transportasi sebesar US$ 600 miliar (23,07%), infrastruktur sosial sebesar US$ 500 miliar (19,23%), air dan sanitasi US$ 200 miliar (7,69%), dan telekomunikasi US$ 200 miliar (7,69%).

Pada periode 2010-2020, perkiraan total nilai investasi infrastruktur Asia mencapai US$ 10 triliun, naik 284,61% dari periode 1990-2000 senilai US$ 2,6 triliun. Porsi terbesar terjadi pada sektor kelistrikan dan energi sebesar US$ 4,1 triliun (41%), kemudian transportasi US$ 2,5 triliun (25%), infrastruktur sosial U$ 2 triliun (20%), telekomunikasi US$ 1,1 triliun (11%), serta air dan sanitasi US$ 400 miliar (4%).

Dari 5 sektor infrastruktur, porsi investasi di sektor air dan sanitasi pada periode 2010-2020 menurun paling tajam menjadi hanya sebesar 4% dari periode 1990-2000 sebesar 7,69%.

Porsi investasi sektor kelistrikan dan energi juga menurun tipis menjadi 41% dari periode 1990-2000 sebesar 42,30%. Porsi investasi transportasi meningkat menjadi 25% dari sebelumnya 23,07%, sedangkan porsi investasi infrastruktur sosial bertambah tipis menjadi 20% dari sebelumnya 19,23%.

Namun investasi sektor telekomunikasi Asia meningkat pesat. Pada periode 2010-2020, porsi investasi di sektor ini diprediksi mencapai 11%, naik cukup tinggi dibanding porsi investasi telekomunikasi pada periode 1990-2000 sebesar 7,69%.

Peningkatan porsi investasi telekomunikasi terjadi karena sektor ini mengalami pertumbuhan pesat. Dengan perkiraan angka investasi sebesar US$ 1,1 triliun di sektor telekomunikasi, berarti dalam 20 tahun terakhir, pertumbuhannya mencapai 450%.

Posisi kedua diduduki oleh pertumbuhan investasi di sektor transportasi yang mencapai 316,67% menjadi US$ 2,5 triliun di periode 2010-2020 dari periode 1990-2000 sebesar US$ 600 miliar.

Pertumbuhan investasi sektor infrastruktur sosial juga meningkat 300% menjadi US$ 2 triliun di akhir 2020 dari akhir 2000 sebesar US$ 500 miliar. Investasi sektor kelistrikan dan energi juga meningkat 272,72% di akhir 2020 menjadi US$ 4,1 triliun dari akhir 2000 sebesar US$ 1,1 triliun.

Terakhir, investasi sektor air dan sanitasi yang tumbuh 100% menjadi US$ 400 miliar di akhir 2020 dari sebesar US$ 200 miliar di akhir 2000.

Sumber: detikcom

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: