Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juli 9, 2010

elty @225 … 090710

Filed under: ELTY, jalan tol n properti — bumi2009fans @ 9:16 am

09/07/2010 – 09:03
Spekulasi BI Rate, Gairahkan Saham Properti
Natascha & Asteria

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Munculnya spekulasi bahwa Bank Indonesia (BI) tidak menaikkan suku bunga pada Agustus mendatang, memicu pergerakan pada saham sektor properti. Beberapa saham pun masih direkomendasikan. Apa saja?

Seorang pengamat pasar modal dari sekuritas lokal mengatakan, sektor properti pada perdagangan Kamis (8/7) kemarin mengalami pergerakan yang cukup signifikan, bahkan memimpin penguatan bursa sebesar 2,2%. Hal ini karena adanya sentimen kuat dari spekulasi batalnya BI menaikkan suku bunga acuan BI rate bulan depan. “Kondisi ini masih bisa berlanjut hari ini,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, spekulasi ini muncul karena tingkat inflasi, yang mempengaruhi suku bunga, lebih banyak disebabkan kenaikan harga, yakni untuk mengantisipasi kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Hal ini merupakan efek putaran kedua, yang biasa terjadi ketika pemerintah mengumumkan rencana kenaikan TDL. “Yakni naiknya harga beberapa barang sebagai penyesuaian,” paparnya.

Namun, kondisi ini dinilai belum mampu menaikkan tingkat suku bunga, mengingat faktor penyumbang inflasi lainnya turun. Apalagi rupiah stabil dan cadangan devisa sedang tinggi. Prediksi naiknya tingkat inflasi pada akhir tahun pun, tetap takkan banyak berpengaruh pada bunga kredit KPR. “Alhasil, beberapa saham di sektor properti masih ada yang murah,” pungkasnya.

Senada dengan Yuganur Wijanarko, Senior Research dari HD Capital. Pada riset awal pekan ini. Ia merekomendasikan saham sektor properti yang dinilai belum sepenuhnya mendiskon kemungkinan BI rate akan dipertahankan di level 6.5% Agustus nanti. “Beberapa saham di sektor properti belum price-in atas kemungkinan BI rate tidak jadi naik Agustus ini,” katanya.

Ia mengakui, beberapa kalangan menilai kenaikan inflasi Juni lalu sebesar 0,97% dan year on year sebesar 5%, dapat mendorong BI menaikkan suku bunga lagi Agustus hingga 7%. Namun, ada beberapa alasan untuk menangkis terjadinya hal tersebut.

Salah satunya adalah kenaikan inflasi yang tajam Juli nanti lebih disebabkan oleh faktor siklus perubahan harga makanan. Selain itu, cadangan devisa Juni yang naik dan penurunan impor 6 bulan terakhir sebesar 35%, dapat mengurangi potensi imported inflation . “Hal-hal seperti ini masih dapat menarik minat asing untuk investasi di aset rupiah seperti saham, obligasi dan real estate,” paparnya.

Sedangkan bila dilihat dari gejala inflasi Juni, imbuh Yuga, terlihat bahwa sumber utama inflasi adalah antisipasi harga barang menjelang kenaikan Gas Elpiji, Tol, Tarif Dasar Listrik (TDL) serta tahun ajaran baru sekolah dan bulan puasa. “Faktor-faktor ini tidak berpengaruh signifikan karena cuma gejala sesaat,” ulasnya.

Di tengah kondisi ini, Yuga memilihkan beberapa saham jagoannya. Salah satunya Sentul City (BKSL). Menurutnya, turnaround story pascaakuisisi oleh Bakrie menjadikan emiten ini pilihan yang menarik.”Investor bisa beli saham ini dengan target harga sebulan mendatang di level Rp.140,” ujarnya.

Sedangkan Dharmala Intiland (DILD) dipilih karena adanya peningkatan pendapatan pascapenjualan aset. Untuk emiten ini, target harga 1 bulan ke depan diprediksi dapat mencapai Rp1.200.

Saham terakhir pilihannya adalah Alam Sutra Realty (ASRI), yang memiliki diskon ke NAVS Rp.300 dan NPM 30% akibat effisiensi. “Rekomendasi beli dengan target harga sebulan ke depan dapat mencapai Rp.215,” pungkasnya.

Robin Setiawan, analis pasar modal juga memilih saham ASRI. Dengan fundamental cukup baik, penjualan hingga akhir tahun diprediksi bisa tembus Rp600 miliar. Selain itu, indikator teknis menunjukkan peluang naik dan didukung volume yang cukup besar. “Rekomendasi beli dengan target harga jangka pendek Rp225,” ucapnya.

Sementara, analis dari CLSA merekomendasikan saham Bakrieland Development (ELTY), terkait rencana right issue yang akan dilakukan perseroan bulan ini untuk memperoleh dana Rp3,2 triliun. “Rekomendasi beli ELTY dengan target harga Rp225,” ujarnya.

Menurutnya, dengan rencana ELTY menguasai 51% saham PT Bukit Jonggol Asri, akan menjadikan saham kelompok Bakrie itu salah satu pengembang properti dengan land bank terbesar di Asia. [vin/ast]

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: