Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juli 13, 2010

7B @baca … 130710

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 5:59 pm

Selasa, 13/07/2010 16:27 WIB
Dana Misterius Bakrie 7 di Bank Capital Capai Rp 6,884 Triliun
Indro Bagus – detikFinance

(foto: Reuters) Jakarta – Dana misterius 7 emiten grup Bakrie alias Bakrie 7 di PT Bank Capital Tbk (BACA) ternyata mencapai Rp 6,884 triliun. Total dana Bakrie 7 yang ditempatkan di bank tersebut mencapai Rp 9,055 triliun.

Demikian berdasarkan penelusuran detikFinance pada laporan keuangan triwulan I-2010 seluruh emiten Bakrie 7 dan BACA, Selasa (13/7/2010).

Berikut rincian deposito berjangka Bakrie 7 yang berdenominasi rupiah di BACA:
PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) senilai Rp 3,758 triliun.
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) senilai Rp 3,504 triliun.
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) senilai Rp 1,136 triliun.
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) senilai Rp 202,280 miliar.
PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) senilai Rp 254,301 miliar.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 9,998 miliar (US$ 1,099 juta).
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) senilai Rp 191,398 miliar (US$ 21,055 juta).
Sebagai catatan, laporan keuangan BUMI dan DEWA menggunakan acuan mata uang dolar AS. Namun deposito BUMI sebesar US$ 1,099 juta dan DEWA sebesar US$ 21,055 juta ditempatkan dalam denominasi rupiah di BACA.

Kurs yang digunakan BUMI dan DEWA dalam laporan keuangan triwulan I-2010 adalah sebesar Rp 9.090/US$, sehingga diperoleh angka deposito BUMI sebesar Rp 9,998 miliar sedangkan DEWA sebesar Rp 191,398 miliar. Keduanya masuk dalam pos deposito berjangka rupiah BACA.

Total dana Bakrie 7 yang ditempatkan di BACA mencapai Rp 9,055 triliun. Namun anehnya, total nilai deposito berjangka BACA dalam laporan keuangan triwulan I-2010 hanya ada sebesar Rp 2,329 triliun.

Nilai tersebut terdiri atas deposito berjangka rupiah sebesar Rp 2,171 triliun dan deposito berjangka dolar AS senilai Rp 158,188 miliar. Berhubung seluruh deposito berjangka Bakrie 7 menggunakan denominasi rupiah, maka seharusnya nilai deposito berjangka rupiah BACA minimal sebesar Rp 9,055 triliun.

Namun yang tercatat hanya Rp 2,171 triliun. Itu berarti, ada selisih sebesar Rp 6,884 triliun yang hingga kini belum dapat dipastikan keberadaannya.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Eddy Sugito tengah memanggil manajemen BACA dan Bakrie 7 guna meminta penjelasan soal adanya selisih tersebut. Direktur Keuangan BNBR Eddy Soeparno ketika dikonfirmasi pun mengaku tidak mengetahui detil mengenai itu.

“Mungkin itu laporan konsolidasi, saya tidak memegang laporan keuangannya saat ini,” ujarnya.

Sedangkan manajemen BACA belum berhasil dikonfirmasi untuk meminta penjelasan soal ini. (dro/qom)
Selasa, 13 Juli 2010 | 17:00

DANA MISTERIUS GRUP BAKRIE

Akhirnya, Manajemen BNBR Mendatangi BEJ

JAKARTA. Kabar mengenai rencana pertemuan antara manajemen PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan pihak otoritas Bursa Efek Jakarta (BEJ) benar adanya. Pada pukul 16.35 WIB, perwakilan manajemen BNBR terlihat menggunakan lift menuju ruang direksi BEJ.

Perwakilan manajemen BNBR yang datang antara lain Direktur BNBR RA Sri Darmayanti dan Direktur BNBR Doddy Taufik Wijaya. Sayang, Doddy enggan berkomentar mengenai maksud kedatangannya. “Kami ada janji,” katanya singkat. Doddy juga bungkam soal kabar dana misterius yang disinyalir tersimpan di Bank Capital.

Abdul Wahid Fauzi kontan
Selasa, 13 Juli 2010 | 16:38

DANA MISTERIUS GRUP BAKRIE

UNSP: Kami Tak Lagi Punya Dana di Bank Capital

JAKARTA. Teka-teki mengenai dana misterius milik PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) di PT Bank Capital Tbk (BACA) sedikit terkuak. Manajemen UNSP mengaku tidak lagi memiliki deposito pada bank tersebut.

Direktur Keuangan UNSP Harry Nadir mengatakan, deposito yang ditanamkan ke BACA memakan waktu sebentar. Sebagai gambaran, UNSP memasukkan dana sebesar Rp 3,5 triliun pada 20 Maret 2010. “Nah, dana ini sudah kami tarik lagi dari BACA pada 31 Maret 2010,” jelasnya.

Menurutnya, duit tersebut sudah digunakan untuk membayar serangkaian akuisisi perusahaan. Grup Domba Mas termasuk salah satu di antaranya. Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk modal kerja UNSP dan anak usahanya. “Ada juga sebagian dana yang kami simpan di sebuah fund di Hongkong yang nilainya kurang dari Rp 1 triliun,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Harry juga menjelaskan, pemilihan BACA sebagai tempat menyimpan uang deposito terkait dari serangkaian proses rights issue yang dilakukan UNSP. Dengan begitu, “Bukan kami yang memilih BACA,” imbuhnya.

Abdul Wahid Fauzi

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: