Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juli 13, 2010

believe it or not :D (01) : 130710

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 9:20 am

13/07/2010 – 06:16
PIlih Saham Tambang, Bank & Agri
Natascha & Asteria

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Potensi penguatan bursa masih akan berlanjut hari ini, terutama karena mulai bergeraknya saham berkapitalisasi besar. Pilihlah saham BUMI, AALI, BPKP dan BBNI.

Analis senior HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan, masih ada peluang kenaikan indeks, Selasa (13/7). Terutama karena beberapa saham yang mendominasi likuiditas mulai mengalami pergerakan. “Selain itu, ekspektasi yang tinggi terhadap kinerja emiten-emiten kuartal dua 2010, memicu kenaikan hari ini,”katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, setelah Piala Dunia berakhir, investor kembali mencermati fundamental saham. Saat ini pasar AS sudah memasuki musim laporan keuangan. Demikian juga di dalam negeri, “Investor pun mulai melakukan pembelian atas ekspektasi kinerja yang positif,” ujarnya.

Saham pilihan Yuga di tengah situasi ini berasal dari sektor perbankan, pertambangan dan perkebunan. Salah satu emiten dominan yang dianggap sudah mulai bergerak adalah PT Bumi Resources (BUMI).

Saham produsen batubara BUMI menarik, dengan antisipasi pasar atas rights issue perseroan. Menjelang rights issue September mendatang, harga saham BUMI dijaga agar tetap stabil di atas level Rp2.000. “Ini agar spread harga saham tidak terlalu jauh dengan rights issue,” ucapnya.

Daya tarik lain berasal dari penawaran saham perdana (IPO) Bumi Resource Mineral (BRM), yang menurutnya seperti spin off PT Indofood Consumer Branded Product (CBP) Sukses Makmur, anak perusahaan PT Indofood Sukses Makmur (INDF).

Hasil IPO itu akan digunakan untuk pembayaran utang BUMI, sehingga masalah ini akan segera rampung. Demikian pula sentimen negatif pajak. Dengan adanya sunset policy, berarti BUMI sudah tidak memiliki tunggakan pajak.

Yuga menambahkan, pada kuartal dua ini, harga rata-rata batubara akan mengalami kenaikan dari posisi saat ini US$70-80 per ton. Dengan fair value BUMI di level Rp3.200, peluang kenaikan harga sahamnya cukup besar. Apalagi kalau event aksi korporasi yang direncanakan berjalan. “BUMI dapat mencapai level Rp2.050 untuk jangka pendek,” katanya.

Sementara saham sektor perkebunan diprediksi akan memimpin kenaikan bursa pada semester dua. Yuga memperkirakan, faktor cuaca buruk, seperti curah hujan yang panjang, akan mengganggu produksi minyak kelapa sawit (CPO). “Berkurangnya suplai pun akan menyebabkan harga CPO di pasar meningkat,” katanya.

Ia menyarankan investor mulai mengakumulasi saham CPO karena pergerakannya akan dimulai setelah indeks menyentuh level 3.000. Saham pilihan Yuga untuk sektor ini adalah PT Astra Argo Lestari (AALI). “Emiten ini saat ini paling murah karena telah turun paling dalam,” ucapnya.

Sedangkan sektor perbankan masih menarik, terutama karena adanya peluang bagi beberapa bank dengan segmen pasar mikro menengah, untuk meningkatkan pertumbuhan kreditnya. Saham jagoannya di sektor ini adalah PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dan PT Bank Bukopin (BBKP). “Akumulasi buy untuk emiten ini,” tuturnya.

Sentimen positif lain untuk saham BBKP berasal dari rencana Jamsostek membeli 20% saham perseroan dari Bulog sekitar Rp500-600 miliar. Akuisisi BBKP oleh Jamsostek diharapkan dapat meningkatkan sinergi usaha antar kedua perusahaan. “Ini juga berarti peluang penguatan bagi BBKP,” jelasnya.

Tahun ini, BBKP menargetkan pertumbuhan kredit sekitar 15-20% menjadi senilai Rp29,93 triliun. BBKP berencana membagikan dividen senilai Rp181,09 miliar atau setara dengan Rp30,14/saham tahun ini. Dividen tersebut sekitar 50% dari laba bersih perseroan pada 2009 yang mencapai Rp362,19 miliar.

Pada perdagangan Senin (12/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 14,895 poin (0,50%) ke 2.957,88. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 4,595 miliar lembar saham, senilai Rp 3,180 triliun dan frekuensi 94.100 kali.

Sebanyak 104 saham naik, 99 saham turun dan 66 saham stagnan. Asing mencatatkan transaksi beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp401 miliar. Dimana nilai transaksi beli asing mendominasi sebesar Rp994 miliar dan nilai transaksi jual asing hanya Rp592 miliar. [mdr]

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: