Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juli 16, 2010

skandal deposito: unsp MENGaku… juga: 160710

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 10:12 am

16/07/2010 – 10:03
… kayanya gw pernah nulis saat the bakries anjlok dalam 1 bulan terakhir, bahwa kayanya ada kecurigaan sebagian dana penghasilan us dollar mampir langsung ke rekening pemilik … ternyata ada pengintai serius yang membocorkannya … yang pasti bukan gw lah 🙂 … tapi memang kecurigaan seperti itu karena betapa perilaku pemilik memang selalu kontroversial … kasihan investor selalu terombang-ambing dalam kekalutan berbagai skandal yang meliputi the bakries, khususnya dengan pemiliknya … well, gw mah uda ambil langkah seribu sejak Q1 2010 khususnya dengan saham bumi gw … tapi sempat beli sedikit lagi karena menunggu imbas pembagian dividen akhir bulan ini … well, jadi ada kemungkinan sebagian investor institusi sengaja menghembuskan isu gelap ini demi kehancuran harga saham bumi demi dividen gain yang lebih baik … liat aja dah 😀
UNSP Akui Tempatkan Deposito di Bank Capital Sejak Februari-Maret 2010

INILAH.COM, Jakarta – Penempatan deposito PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (Perseroan) (UNSP) di PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) dilakukan antara Februari-Maret 2010.

Hal ini disampaikan Direktur Perseroan, Harry M. Nadir dalam keterbukaan informasinya ke BEI, Jumat (16/7). Harry mengakui deposito Perseroan tersebut diperpanjang lagi selama sebulan dan dapat dicairkan setiap saat tanpa dikenakan penalti.

Dijelaskan, jenis deposito Perseroan adalah Deposito Berjangka dalam mata uang Rupiah dengan waktu jatuh tempo sebulan. Perseroan tidak memiliki deposito di Bank dalam mata uang asing. Kisaran tingkat bunga deposito yang diperoleh Perseroan kurang lebih sebesar 7% per tahun. [cms]

BACA: BI Akan Periksa Bank Capital
Bank Indonesia (BI) akan segera memeriksa PT Bank Capital Tbk (BACA) terkait kasus dana misterius milik Grup Bakrie di Bank Capital sebesar Rp 6,884 triliun yang sempat menghebohkan itu. Seperti diketahui, berdasarkan laporan keuangan triwulan I-2010 seluruh emiten grup Bakrie alias Bakrie 7 tercatat memiliki deposito berjangka di Bank Capital sebesar Rp 9,055 triliun. Dengan posisi deposito berjangka sebesar Rp 9,055 triliun, maka seharusnya dalam laporan keuangan triwulan I-2010 Bank Capital juga tertera setidaknya ada angka deposito berjangka sebesar Rp 9,055 triliun. Belum kalau ada nasabah lainnya, jumlahnya seharusnya lebih besar dari Rp 9,055 triliun. Namun anehnya, Bank Capital hanya mencatat posisi deposito berjangka rupiah sebesar Rp 2,171 triliun dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Capital sebesar Rp 2,694 triliun. Kalau memang demikian adanya, berarti ada selisih yang ‘hilang’ sebesar Rp 6,884 triliun.
15/07/2010 – 17:45

Pembocor Dana Bakrie di Bank Capital Bisa Terkena Sanksi

(IST)

INILAH.COM, Jakarta – Bocornya deposito Bakrie ke publik jelas-jelas melanggar kerahasiaan bank dan pelakunya bisa dikenakan sanksi.

Hal ini disampaikan pengamat perbankan Ferry Andajaya kepada INILAH.COM di Jakarta, Kamis (15/7) saat ditanyakan perihal terkuaknya dana Bakrie di Bank Capital oleh seorang investor kepada wartawan baru-baru ini.

“Dalam Undang-undang perbankan, jelas dinyatakan siapa pun tidak boleh membocorkan kerahasiaan dana nasabah ke publik. Jika itu dilakukan ada sanksinya,” ujarnya.

Dia menduga ada keterlibatan orang dalam untuk membocorkan dana tersebut atau si pelaku bisa masuk ke sistem bank. Namun, menurutnya, masyarakat (termasuk BEI dan BI) tidak percaya begitu saja apa yang disampaikan si pelaku.

Dia menjelaskan yang dimaksud kerahasiaan bank itu menyangkut nomer rekening, jumlah rekening dan berapa besarnya dana nasabah di perbankan.

Berdasarkan penelusuran INILAH.COM, rahasia bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya (Pasal 1 angka 28 UU Perbankan Indonesia 1992/1998). Hal ini diatur oleh Pasal 40 dengan rumusan sebagai berikut :

a. Bank dilarang memberikan keterangan yang tercatat pada bank tentang keadaan keuangan dan hal-hal lain dari nasabahnya, yang wajib dirahasiakan oleh Bank menurut kelaziman dalam hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41, Pasal 42, Pasal 43 dan Pasal 44.

b. Ketentuan sebagaimana dimaksud berlaku bagi pihak terafiliasi.

Lebih lanjut, penjelasan resmi pada Pasal 40 mengutarakan antara lain sebagai berikut : Dalam ayat (1) disebutkan dalam hubungan yang menurut kelaziman wajib dirahasiakan oleh bank adalah data dan informasi mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan dan hal-hal lain dari orang dan badan yang diketahui oleh bank karena kegiatan usahanya. Kerahasiaan ini diperlukan untuk kepentingan bank sendiri yang memerlukan kepercayaan masyarakat yang menyimpan uangnya di bank. Masyarakat hanya akan mempercayakan uangnya pada bank atau memanfaatkan jasa bank apabila dari bank ada jaminan bahwa pengetahuan bank tentang simpanan dan keadaan keuangan nasabah tidak akan disalahgunakan. Dengan adanya ketentuan tersebut ditegaskan bahwa bank harus memegang teguh rahasia bank.

Menurut ketentuannya, bank dan pihak terafiliasi wajib merahasiakan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya, kecuali dalam hal-hal tertentu yang diutus oleh undang-undang tersebut dan peraturan perundang-undangan lainnya. Pihak terafiliasi adalah pihak yang berkaitan dengan pengelolaan bank. Siapa yang disebut sebagai pihak terafiliasi diatur dalam ketentuan Pasal 1 angka 22 UU Perbankan Indonesia 1992/1998, antara lain direksi, pejabat dan pegawai bank.

Namun dalam kasus tertentu, kerahasiaan bank tidak berlaku untuk nasabah, misalnya :

a. Untuk kepentingan perpajakan pimpinan Bank Indonesia atas permintaan Menteri Keuangan berwenang mengeluarkan perintah tertulis kepada Bank agar memberikan keterangan dan memperlihatkan bukti-bukti tentang keuangan nasabahnya penyimpanan tertentu kepada pejabat bank.

b. Untuk penyelesaian piutang Bank yang sudah diserahkan kepada Badan Urusan Piutang Negara/Panitia Urusan Piutang Negara. Pimpinan Bank Indonesia memberikan izin kepada pejabat Badan Urusan Piutang Negara untuk memperoleh keterangan dari Bank mengenai simpanan nasabah debitur.

c. Untuk kepentingan peradilan dalam perkara pidana, pimpinan, Bank Indonesia dapat memberikan kepada polisi, jaksa atau hakim untuk memperoleh keterangan dari bank mengenai simpanan tersangka atau terdakwa pada bank.

d. Dalam rangka tukar menukar informasi antar bank, direksi bank dapat memberitahukan keadaan keuangan nasabahnya kepada bank lain.

Ketentuan mengenai rahasia bank tersebut tentunya merupakan perlindungan bagi nasabah penyimpanan agar dananya yang disimpan pada bank tidak diketahui oleh pihak-pihak lain yang tidak berkepentingan. Simpanan tersebut merupakan hak pribadi nasabah penyimpanan yang tidak perlu diketahui oleh orang lain. Pelaksanaan dari ketentuan mengenai rahasia bank ini perlu diperhatikan oleh Bank dan petugasnya agar tidak menimbulkan permasalahan yang mungkin akan merugikan bank. Bank dalam hal ini perlu memperhatikan kedudukannya yang sering disebut sebagai lembaga kepercayaan.

Bagi pihak yang merasa dirugikan oleh keterangan yang diberikan oleh bank, mereka berhak untuk mengetahui isi keterangan tersebut dan meminta pembetulan jika terdapat kesalahan dalam keterangan yang diberikan. Pelanggaran terhadap berbagai aturan yang berlaku, termasuk kerahasiaan bank, maka akan dikenakan sanksi tertentu sesuai dengan yang tercantum dalam UU No. 10 tahun 1998.

Jaminan ditegakkannya peraturan-peraturan perbankan dimuat pasal 50 yang mengancam dengan hukuman penjara 6 tahun dan denda paling banyak Rp6 miliar. [cms]

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: