Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juli 18, 2010

the bakries on the wrong way … 180710

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 7:56 am

Jumat, 16/07/2010 16:12 WIB
Bakrie 7 Berguguran, IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru di 2.992
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak rekor tertinggi baru di level 2.992 justru di saat harga-harga saham Bakrie 7 rontok cukup tajam pada perdagangan akhir pekan ini.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.980,478 dan kemudian sempat menguat ke level 2.989,478, naik tipis 9 poin dari penutupan kemarin di level 2.980,597.

Sayangnya, penguatan tidak bertahan lama. Aksi jual selektif pada sejumlah saham unggulan menyeret IHSG jatuh ke zona merah seiring dengan tren bursa-bursa regional Asia tadi pagi yang juga didominasi koreksi.

Untungnya, pada perdagangan sesi II, daya beli mulai kembali. Aksi beli selektif pada sejumlah saham unggulan yang sudah terkoreksi cukup dalam berhasil mengangkat kembali posisi IHSG hingga menyentuh zona positif.

IHSG pun ditutup menguat tipis namun berhasil mencetak rekor tertinggi baru di level 2.992 pada penutupan hari ini. Rekor penutupan tertinggi sebelumnya terjadi pada 14 Juli 2010 di level 2.981,059, sedangkan rekor intraday tertinggi sebelumnya di level 2.994,587 pada hari yang sama.

Sayangnya, laju kenaikan IHSG sedikit tertahan lantaran adanya sentimen negatif saham-saham Bakrie 7 yang terus didera tekanan jual akibat isu kesalahan pencatatan dalam laporan-laporan keuangan mereka.

Namun menjelang akhir perdagangan, daya beli pada saham Bakrie 7 mulai tampak dan sedikit mengurangi koreksi. Volume perdagangan saham Bakrie 7 menduduki peringkat 1 hingga 7 pada perdagangan hari ini.

Manajemen Bakrie 7 berencana menggelar paparan kepada publik pada pekan depan untuk menjelaskan duduk permasalahan terkait kisruh laporan keuangan mereka. Rencana ini diperkirakan membuat investor kembali memburu saham Bakrie 7 menjelang tutup.

Investor asing pun juga berbalik mencatat pembelian bersih setelah mencatat penjualan bersih pada perdagangan tadi pagi dengan aksi pembelian sebesar Rp 1,304 triliun serta aksi jual sebesar Rp 1,193 triliun. Nilai transaksi beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp 110,666 miliar.

Pada perdagangan Jumat (16/7/2010), IHSG ditutup menguat 11,853 poin (0,39%) ke level 2.992,450. Indeks LQ 45 juga naik 2,522 poin (0,43%) ke level 581,072.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 97.514 kali pada volume 5,289 miliar lembar saham senilai Rp 3,614 triliun. Sebanyak 108 saham naik, 102 saham turun dan 78 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia didominasi koreksi:

Indeks Shanghai melemah tipis 0,03 poin (0,01%) ke level 2.424,27.
Indeks Hang Seng naik tipis 12,25 poin (0,06%) ke level 20.267,87.
Indeks Nikkei 225 turun tajam 277,17 poin (2,86%) ke level 9.408,36.
Indeks Strait Times menguat tipis 9,98 poin (0,34%) ke level 2.953,53.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 850 ke Rp 34.050, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 38.200, Lonsum (LSIP) naik Rp 250 ke Rp 7.800, Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 18.750.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 200 ke Rp 6.100, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 120 ke Rp 1.700, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 100 ke Rp 9.400, Astra International (ASII) turun Rp 100 ke Rp 49.750.

(dro/qom)
Jumat, 16/07/2010 17:32 WIB
Kasus Dana Simpanan Bakrie
Bank Capital: Kondisi Kami Sangat Bagus
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Manajemen Bank Capital menegaskan, kondisi banknya saat ini sangat bagus dan tidak memiliki masalah likuiditas. Bank Capital yang baru-baru ini moncer karena adanya dana ‘misterius’ milik Bakrie Grup itu juga tidak masuk dalam pengawasan Bank Indonesia (BI).

“Bank Capital saat ini dalam kondisi yang sangat bagus. Dlam penilaian otoritas (BI) terakhir kondisi kesehatan kita dalam kondisi yang cukup baik,” ujar Direktur Utama PT Bank Capital Tbk (BACA) Nico Mardiansyah ketika dihubungi detikFinance di Jakarta, Jumat (16/07/2010).

Kondisi likuiditas Bank Capital juga tidak memiliki masalah dan sangat aman dari segala aspek operasionalnya.

“Kita mempunyai rasio pencadangan yang lebih dari cukup,” kata Nico.

Dihubungi secara terpisah Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah menuturkan bahwa pemeriksaan yang dilakukan Bank Indonesia merupakan pemeriksaan rutin.

“Kita melakukan pemeriksaan rutin terkait manajemen risiko bank. Dan memang bank tersebut merupakan bank yang normal,” katanya.

Difi mencontohkan, pemeriksaan mengenai manajemen risiko kepada Bank Capital yakni pemeriksaan terkait manajemen likuditas, kondisi Pasar Uang Antar Bank (PUAB) dan operasionalnya.

“Pada intinya pemeriksaan kepada Bank Capital itu memang seperti yang dilakukan kepada bank-bank lain,” tukasnya.

Seperti diketahui, nama Bank Capital mencuat setelah munculnya berita dana ‘misterius’ milik grup Bakrie. Seperti diketahui, berdasarkan laporan keuangan triwulan I-2010 seluruh emiten grup Bakrie alias Bakrie 7 tercatat memiliki deposito berjangka di Bank Capital sebesar Rp 9,055 triliun.

Dengan posisi deposito berjangka sebesar Rp 9,055 triliun, maka seharusnya dalam laporan keuangan triwulan I-2010 Bank Capital juga tertera setidaknya ada angka deposito berjangka sebesar Rp 9,055 triliun. Belum kalau ada nasabah lainnya, jumlahnya seharusnya lebih besar dari Rp 9,055 triliun.

Namun anehnya, Bank Capital hanya mencatat posisi deposito berjangka rupiah sebesar Rp 2,171 triliun dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Capital sebesar Rp 2,694 triliun. Kalau memang demikian adanya, berarti ada selisih yang ‘hilang’ sebesar Rp 6,884 triliun.

(dru/qom)

Kamis, 15/07/2010 21:13 WIB
Kisruh Dana Grup Bakrie
BI Akan Periksa Bank Capital
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Bank Indonesia (BI) akan segera memeriksa PT Bank Capital Tbk (BACA) terkait kasus dana misterius milik Grup Bakrie di Bank Capital yang mencapai Rp 6,884 triliun sempat menghebohkan.

Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Direktorat Perencanaan Strategis dan Humas BI Difi Ahmad Johansyah kepada detikFinance, Kamis (15/7/2010).

“Pengawasan ini dalam rangka melihat manajemen risiko Bank Capital khususnya dalam hal pengelolaan likuiditas,” ujarnya.

Difi mengatakan pemriksaan ini tidak sampai kepada komposisi dana nasabah, sebab itu sudah masuk ke dalam kewenangannya Bapepam LK.

“Yang sedang dilakukan terkait kasus yang terjadi belakangan ini, pengawas perlu melihat likuiditasnya. Kita cek apakah bank tersebut masih prudent atau tidak. Kita perlu mengecek likuiditasnya,” tuturnya.

Dikatakan Difi, BI perlu mengecek likuiditas Bank Capital. “Pemeriksaan ini tidak akan keluar dari kewenangan BI, jadi masih dalam koridor dan tidak menyalahi kewenangan,” jelasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan laporan keuangan triwulan I-2010 seluruh emiten grup Bakrie alias Bakrie 7 tercatat memiliki deposito berjangka di Bank Capital sebesar Rp 9,055 triliun.

Dengan posisi deposito berjangka sebesar Rp 9,055 triliun, maka seharusnya dalam laporan keuangan triwulan I-2010 Bank Capital juga tertera setidaknya ada angka deposito berjangka sebesar Rp 9,055 triliun. Belum kalau ada nasabah lainnya, jumlahnya seharusnya lebih besar dari Rp 9,055 triliun.

Namun anehnya, Bank Capital hanya mencatat posisi deposito berjangka rupiah sebesar Rp 2,171 triliun dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Capital sebesar Rp 2,694 triliun. Kalau memang demikian adanya, berarti ada selisih yang ‘hilang’ sebesar Rp 6,884 triliun.

(dnl/dnl)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: