Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juli 22, 2010

dijajal : btel, bumi … 220710

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 5:33 am

EKONOMI
22/07/2010 – 04:00
Saham Hari Ini PTBA, BBKP, ASII, BTEL & BUMI

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks diperkirakan akan tetap bertahan di atas level 3.000 dengan sentimen positif dari regional dan laporan keuangan emiten. Saham Pilihan .

Demikian dikutip dari hasil riset anais senior HD Capital, Yuganur Wijanarko kemarin. “Sentimen positif dari regional dan laporna keuangan emiten membantu IHSG menutup di all time high 3K sehingga diperkirakan penguatan akan berlanjut di un charted territory,” katanya.

Saham Bakrie 7 seperti BUMI dan BTEL sudah mulai bangkit lagi karena investor melihat lagi sisi fundamental saham dibandingkan imbas sentimen dari kasus Bank Capital.

Perdagangan saham kemarin di tutun di level 3.013,4 dengan nilai perdagangan Rp3,7 triliun. Hari ini indeks akan bergerak di level support 2.994.2.950-2.880 dan level resistance di 3.050-3.100.

Saham pilihan seperti saham Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) dengan kontrak batubara senilai Rp1.85 triliun dari PLN. Kontrak ini ditetapkan lebih tinggi 8,6% dari kontrak tahun lalu dapat menopang sentimen positif untuk PTBA.

Kelihatannya pasar belum sepenuhnya priced in factor perhitungan valuasi cadangan batubara ke depan paska rampungnya proyek rel kereta api di 2013. Saham PTBA disarankan beli dengan harga 17.300 dari penutupan kemarin di 16.600. Strategi masuk pertama di 16.450 dan kedua di 16.150 dengan cut loss di 15.750.

Saham Bank Bukopin (BBKP) secara valuasi PBV.PER09 masih jauh di bawah pemain mikro segmen lainnya seperti BJBR, BBRI, BBTN dan SDRA sehingga ada potensi up side adjustment di harga yang sudah lumayan terkoreksi selama beberapa pekan ini.

Saham BBKP direkomendasikan beli di harga 710 dari penutupan kemarin di 620. Strategi masuk pertama di 620 dan kedua di 590 dengan cut loss di 570.

Saham Astra International (ASII) dengan hasil penjualan bulan Juni naik 16% dibanding bulan lalu dan rencana ekspansi pabrik Honda membawa ASII menutup di atas level spikologis 50.000 sehingga akan bermaik di un charted territory.

Saham ASII direkomendasikan beli di tingkat harga 53.100 dengan cut loss di 49.850. Strategi masuk pertama di 49.900 dengan cut loss di 48.200.

Saham Bakrie Telcom (BTEL) dengan valuasi PBV09 (1x) yang sangat murah bial disejajarkan dengan perusahaan sejenis seperti TLKM yang mempunyai PBV09 (4x) melebihi faktor sentimen negatif dari kasus bank Capital sehingga disarankan akumulasi untuk percobaan menutup price gap di atas 164.

Saham BTEL disarankan beli di harga 164-170 dengan cut loss di 156. Strategi masuk pertama di 154 dan kedua di 151 dengan cut loss di 147.

Saham Bumi Resources (BUMI) dengan penutupan kembali di atas angka psikologis di 1.700 menunjukan investor sudah mulai mendiskon kasus bank Capital dan kembai ke fundamental perusahaan sendiri seperti valuasi PBV/PER09 termurah di sektornya dan peningkatan penjualan dan produksi batubara sejak untuk semester 2010.

Saham BUMI diperkirakan melanjutkan penguatan di 1.850-1.900. Investor disarankan beli BUMI dengan target harga di 1.850 dari penutupan kemarin di 1.730. Strategi masuk pertama di 1.710 dan kedua di 1.660 dengan cut loss di 1.620. [hid]
21/07/2010 – 10:10
Ukie Jaya Mahendra
Investor Belum Lirik BUMI

INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Rabu (21/7) diprediksikan melaju datar. Sebab, investor belum melirik saham sejuta umat ini melainkan fokus pada saham perkebunan. ‘Trading buy’ BUMI!

Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Securities mengatakan, potensi datarnya pergerakan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini karena faktor investor yang masih fokus melekukan pembelian di saham-saham perkebunan crude palm oil (CPO). “Karena itu, saham ini belum memiliki tirgger untuk naik,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Selasa (20/7), saham BUMI ditutup stagnan di level Rp1.710, dengan intraday tertingginya mencapai Rp1.730 dan terendahnya Rp1.690. Volume transaksi mencapai 90 juta unit saham senilai Rp153,8 miliar dan frekuensi 2.857 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah melaju stagnan, bagaimana Anda memperkirakan pergerakan saham BUMI hari ini?

Saya kira BUMI potensial masih bergerak datar. Salah satunya karena faktor belum adanya tirgger. Hal ini terefleksi dengan kecilnya nilai transaksi di saham ini yang hanya mencapai Rp153 miliar. Sementara itu, net buy asing pun masih mendominasi saham-saham di sektor perkebunan. Karena itu, pergerakan saham BUMI hari ini pun berpeluang mendatar (flat).

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan berada dalam kisaran support Rp1.700 dan Rp1.750-1.950 sebagai level resistance-nya.

Bagaimana dengan sentimen market?

Bursa regional Eropa kemarin sore sudah bergerak minus. Karena itu, indeks domestik pun sebenarya bisa saja memiliki peluang melemah sehingga tidak mendukung penguatan saham BUMI. Meskipun sektor perbankan dan perkebunan potensial naik.

Pola ini akan mengulang pergerakan kemarin di mana sektor perkebunan memicu penguatan indeks. Misalnya, kenaikan PT PP London Sumatera Indonesia (LSIP), PT Astra Agro Lestari (AALI), dan PT Sampoerna Agro (SGRO).

Bagaimana dengan tareget BUMI untuk menurunkan posisi utangnya sebesar US$1 miliar dalam 12 bulan ke depan?

Itu seharusnya menjadi sentimen positif bagi BUMI. Hanya saja, pasar saat ini masih menantikan kepastian dana BUMI yang disimpan di Bank Capital sebesar Rp9,998 miliar. Ini masih simpang siur antara pencatatan neraca-neraca perusahaan Bakrie, dengan laporan di Bank Capital.

Kan, hingga akhir 2010, BUMI akan melunasi utang hingga US$ 700 juta. Hingga 12 bulan mendatang jumlah utang yang akan diturunkan ditargetkan mencapai US$1 miliar, sehingga rasio utang berbanding pendapatan bersih sebelum pajak dan penyusutan akan turun dari level saat ini yakni 2,3 kali ke level 1,9 kali.

Bagaimana dengan penguatan BUMI awal pekan ini?

Itu belum bisa dijadikan acuan meredanya sentimen negatif dari grup Bakrie. Penguatan saham ini juga sebenarnya masih menuggu capital inflow yang saat ini masih mengalir ke sektor CPO. Bahkan, kenaikan saham PT Bakrie Sumatera Plantation (UNSP) pun sebenarnya hanya dipicu oleh kenaikan saham lain di sektor perkebunan. Itupun tidak terlalu kuat.

Harga komoditas bagaimana?

Harga minyak mentah dunia yang saat ini berada di level US$77 per barel belum bisa jadi trigger pergerakan saham BUMI. Sebab, harga minyak masih stabil di kisaran US$75 per barel.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan trading buy untuk BUMI. Bisa juga akumulasi karena harganya sudah rendah, berada di area support. [jin/ast]

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: