Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Agustus 5, 2010

elty dan kredit … 050810

Filed under: ELTY, jalan tol n properti — bumi2009fans @ 11:09 am

loading
Kredit mudah, properti menjanjikan
OLEH RATNA ARYANTI & FAHMI ACHMAD Bisnis Indonesia

Article Rank

Prospek emiten properti dinilai masih menjanjikan pada paruh kedua ta hun ini.

Proyek Gandaria City dongkrak penjualan Pakuwon JAKARTA: Prospek emi ten properti dinilai masih menjanjikan pada pa ruh kedua tahun ini se iring dengan membaik nya perekonomian do mestik selain faktor se makin mudahnya kredit perumahan.
Direktur PT Sucorinvest Central Gani Adrian Rusmana menilai prospek emiten sektor properti pada paruh tahun kedua masih menjanjikan meskipun sektor ini masih tertinggal dibandingkan sektor lain di pasar modal.

“Dibandingkan produk lain yang mengalami penyusutan, nilai produk properti justru akan meningkat. Itu sebabnya masyarakat masih memilih produk properti sebagai pilihan investasi,“ ujar Adrian, kemarin.

Perbaikan daya beli masyarakat juga akan mendorong peningkatan pembelian produk properti.
Alhasil, perbaikan kondisi pasar properti juga memberikan dampak positif bagi peningkatan kinerja emiten.

Pendapat Adrian dibenarkan oleh Presiden Direktur Bumi Serpong Harry Budi Hartanto. Menurut dia, sektor properti menunjukkan tren positif beriringan dengan pertum buhan ekonomi yang terus membaik disertai dengan tingkat inflasi yang terkendali.

Adrian mengatakan pada semester pertama saham dari emiten properti di pasar modal masih tertinggal dibandingkan saham dari sektor lain, seperti sektor perbankan.

Rasio harga terhadap laba bersih per saham (price/earning ratio) juga lebih rendah dari saham lainnya yang melantai di bursa. “P/E ratio masih sebesar 11 kali padahal secara historis saham sektor properti bisa mencapai 20 kali.
Saham sektor lain sudah jauh lebih tinggi.“

Adrian mengatakan hal ini disebabkan oleh investor cenderung mengarahkan perhatian pada saham-saham bluechip, sedangkan saham sek tor properti kebanyakan merupa kan saham lapis kedua.

“Jika saham bluechip sudah dirasa mahal, barulah investor menjatuhkan pilihan pada sa ham-saham lapis kedua.“

Para investor yang akan mem beli saham properti disarankan untuk mempertimbangkan se jumlah hal, di antaranya adalah nilai aset dan cadangan lahan yang dimiliki oleh emiten itu.

Selain itu, kapitalisasi pasar merupakan hal lain yang harus diperhatikan. Kapitalisasi pasar yang besar menunjukkan saham tersebut sangat likuid.

“Artinya investor dapat melepas dan membeli saham kapan pun. Ini membuat risiko investasi menjadi lebih kecil,“ ujar Adrian. Penjualan Pakuwon naik Indikator sektor properti masih cukup menjanjikannya terlihat dari kinerja emiten besar di sek tor itu, yakni PT Pakuwon Jati Tbk. Selama semester I/2010, emiten ini berhasil membukukan penjualan senilai Rp593 miliar, naik 59% dibandingkan dengan realisasi semester pertama tahun lalu sebesar Rp372 miliar.

Menurut Direktur Keuangan Pakuwon Jati Minarto Basuki, ke naikan nilai penjualan tersebut dipicu oleh penyelesaian proyek superblok Gandaria City di Ja karta yang nilai penjualannya mencapai Rp338 miliar.

“Semester ini kami berhasil membukukan laba bersih Rp144,7 miliar. Dalam paruh kedua tahun ini, kami menargetkan nilai pen jualan seluruh proyek diharapkan bisa menyentuh Rp1,1 triliun.“

Kondisi yang sama juga dialami PT Bumi Serpong Damai Tbk dan PT Lippo Karawaci Tbk.
Bumi Serpong Damai misalnya, berhasil membukukan laba bersih semester I/2010 sebesar Rp183 miliar, atau tumbuh signifikan hingga 46% dibandingkan dengan semester I/2009 yang Rp125 miliar.

Menurut Presiden Direktur Bumi Serpong Harry Budi Hartanto, solidnya pertumbuhan laba bersih ini selain ditopang oleh pertumbuhan pendapatan usaha juga oleh margin bersih yang mengalami perbaikan.

Margin bersih naik 29% menjadi 30% di bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang 23%.

Sementara itu, Lippo Karawaci membukukan pendapatan Rp1,5 triliun pada semester I/2010 atau meningkat 8% dibandingkan dengan periode yang sama 2009 sebesar Rp1,4 triliun.

Dari pendapatan tersebut, Lippo Karawaci berhasil membukukan laba bersih Rp221 miliar atau meningkat 6% dibandingkan dengan periode yang sama 2009 sebesar Rp209 miliar.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: