Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Agustus 6, 2010

bumi … diincar spekulator … tru$ : 060810

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 9:15 am

06/08/2010 – 08:57
BUMI Jenuh Jual, ‘Trading Buy’!
Ahmad Munjin

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Jumat (6/8) diprediksikan menguat setelah penurunan tajam yang membawa emiten ini pada area jenuh jual. Inilah saat tepat trading buy BUMI.

Nico Simatupang, analis investasi PT GMT Asset Management mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini, salah satunya karena faktor koreksi tajam yang terjadi kemarin. Menurutnya, secara teknikal koreksi tersebut telah membawa valuasi saham sejuta umat ini pada area jenuh jual (oversold).

Tapi, tren pergerakan untuk jangka panjang, menunjukkan pelemahan. “Untuk hari ini, BUMI akan mengarah ke level resistance Rp1.715 dan Rp1.600 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (5/8) petang.

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup melemah Rp40 (2,33%) menjadi Rp1.670 dibandingkan sebelumnya di level Rp1.710. Harga tertingginya mencapai Rp1.720 dan terendah Rp1.660. Volume transaksi mencapai 111,5 juta unit saham senilai Rp187,2 miliar dan frekuensi 3.773 kali.

Nico lebih lanjut mengatakan, meski secara teknikal BUMI berpeluang melemah dalam jangka panjang, tapi tidak bisa dipastikan apakah saham anak usaha Grup Bakrie ini akan terkoreksi hingga akhir tahun. “Sangat tergantung juga pada faktor fundamental, laporan keuangan dan aksi korporasi ke depan,” imbuhnya.

Untuk saat ini, potensi penguatan saham BUMI juga karena faktor kenaikan harga komoditas minyak mentah dunia ke atas level US$81 per barel. Saat ini harga batubara memang masih stagnan di level US$94,15 per metrik ton berdasarkan harga di Newcastle, namun penguatan harga minyak tetap jadi sentimen positif.

“Sebab, ke depannya, untuk jangka panjang, harga batubara pun akan turut menguat,” papar Nico. Tapi, Nico menggarisbawahi, yang paling berpengaruh pada penguatan saham BUMI saat ini lebih karena faktor teknikal.

Menurutnya, sebutan BUMI sebagai saham ‘sejuta umat’, saat ini sudah bergeser jadi saham ‘sejuta trader’. “Sebab, dari sisi fundamental belum menghembuskan sentimen positif,” tuturnya.

Dari sisi aksi korporasi, lanjutnya, belum ada berita baru yang positif. Apalagi, masalah laporan keuangan, dan kasus-kasus lainnya. Karena itu, bagi investor yang berbasis fundamental sudah tidak lagi memegang saham BUMI. “Saat ini, kebanyakan yang memegang saham BUMI adalah trader,” ungkapnya.

Sementara itu, dari sisi laporan keuangan kuartal kedua, menurutnya, bisa jadi tidak direspon pasar karena faktor keterlambatan. Pasar tidak bisa mengantisipasinya. Selain itu, dari sisi ini sebenarnya jadi tidak menarik lagi.

Sebab, pihak manajemen biasanya mengabarkannya terlebih dahulu ke media. “Tapi, untuk kuartal kedua ini, belum ada kabar apa-apa dari kinerja perseroan,” timpalnya.

Trader, jelas Nico, lebih mengacu pada faktor teknikal. Sementara invetor yang mengacu pada fundamental, adalah pemodal jangka panjang. Dari sisi sentiment grup pun, saham BUMI belum mendapat angin segar. “Saya rekomendasikan trading buy untuk BUMI. Kalau turun beli, kalau naik jual dalam jangka pendek,” pungkas Nico. [mdr]

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: