Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Agustus 9, 2010

the bakries H2 2010 2 go …090810

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 6:39 pm

loading

loading
Laba bersih BUMN tembus Rp20 triliun JAKARTA: Kelompok usaha Bakrie membuku kan pertumbuhan laba bersih semester I/2010 tertinggi di antara grup emiten lain, sedangkan dari sisi akumulasi laba bersih diraih grup BUMN

Berdasarkan data Bisnis Indonesia Intelligent Unit (BIIU), delapan grup emiten membukukan pertumbuhan laba bersih, dengan total laba Grup BUMN per semester I/2010 masih di posisi teratas, yakni Rp20,04 triliun.
Angka tersebut seperlima dari target laba bersih seluruh perusahaan pelat merah termasuk yang berstatus tertutup sesuai dengan rencana kerja dan anggaran perusahaan Kementerian BUMN.

PT Pelat Timah Nusantara Tbk tercatat sebagai BUMN dengan pertumbuhan laba bersih tertinggi, dengan kenaikan laba bersih 480,88% dari Rp9,52 miliar menjadi Rp52,88 miliar.

Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Dipo Akbar Panuntun mencatat pelepasan saham perdana (IPO) menjadi momentum pendongkrak kinerja perseroan. Kuatnya pertumbuhan ekonomi nasional menjadi kunci kinerja mereka.

“Latinusa menunjukkan kinerja positif tepat setelah IPO. Kami yakin Latinusa akan meraup rerata pertumbuhan tahunan 26,8% pada 2010 dengan penjualan Rp1,5 triliun,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Meski Grup BUMN membukukan laba bersih terbesar, mesin bisnis Grup Astra terbukti masih yang tertangguh dengan rerata laba bersih Rp1,92 triliun per perusahaan. Angka ini jauh me

lampaui rata-rata laba bersih grup BUMN, Rp1,54 triliun per BUMN.
Dari sisi pertumbuhan, laba bersih konglomerasi Bakrie mencatatkan kenaikan kinerja tertinggi rata-rata 206,6%, disusul Grup Lippo dan Sinarmas masing-masing 163,11% dan 142,07%.

Empat perusahaan Grup Bakrie membalik posisi dari rugi bersih Rp50,33 miliar menjadi laba bersih Rp53,66 miliar. Sebanyak tiga perusahaan belum melaporkan kinerja yakni PT Bumi Resources Tbk, PT Bakrie & Brothers Tbk, dan PT Bakrie Telecom Tbk.

Margin laba bersih Grup Bakrie juga teratas, dengan pertumbuhan 154,48%, disusul Grup Salim 130,82%. Sebaliknya, hanya dua grup membukukan penurunan margin laba bersih yakni Grup Lippo disusul Panin.

Kelompok usaha lain yang berhasil mencetak pertumbuhan net profit margin yakni Grup Ciputra.

Bendera usaha ini membukukan laba bersih Rp64,32 miliar, lebih tinggi 10,76% dari capaian semester I/2009 sebesar Rp58,07 miliar.

Margin laba bersih menunjukkan kemampuan perusahaan mencetak laba dengan mempertimbangkan faktor nonoperasional seperti selisih kurs dan utang.

diarto menilai kinerja Grup Bakrie lebih volatil dibandingkan dengan grup konglomerasi lain, akibat aksi korporasi dan manuver penggalian dana perusahaan tersebut yang sedikit-banyak memengaruhi kinerja perseroan.
“Secara fundamental, kinerja anak usaha mereka sama kuatnya seperti Grup Astra atau BUMN. Namun manuver-manuver mereka yang lebih berani inilah yang membuat kinerjanya turun-naik drastis,” paparnya.

Tingginya pertumbuhan kinerja Grup Bakrie terjadi menyusul berkurangnya rugi bersih PT Energi Mega Persada Tbk secara drastis, dari posisi Rp244,69 miliar pada semester I/2009 menjadi Rp78,88 miliar tahun ini.

Aan menilai kinerja positif pada semester I/2010 kemungkinan besar berlanjut ke semester II, meski ruang pertumbuhannya diperkirakan tidak sebesar semester II/2009. Perusahaan dinilai akan lebih bergantung pada faktor kinerja operasional, dan tidak lagi pada faktor eksternal seperti harga komoditas.

Aan menilai kinerja Grup Astra lebih cocok menggambarkan situasi makro Indonesia karena mereka menggarap industri yang strategis mulai dari otomotif, pertambangan, dan perkebunan.

“Inflasi mungkin akan mening

gi, namun dampak secara langsung tidak besar untuk grup seperti Astra. Kondisi ekonomi global seperti AS, Uni Eropa, dan China perlu dipantau dampaknya terhadap ekonomi Indonesia.” Analis PT Finan Corpindo Nusa Edwin Sinaga mengatakan pertumbuhan margin laba bersih Grup Bakrie yang tinggi terbilang wajar karena kinerjanya lebih banyak ditopang industri strategis seperti pertambangan, properti dan perkebunan.
Meski demikian, pelaku pasar mulai kehilangan kepercayaan terhadap kinerja perusahaan Grup Bakrie akibat permasalahan hasil penyajian laporan keuangan yang disampaikan kepada publik.

“Citra perusahaan Grup Bakrie ini tidak begitu baik di mata pelaku pasar yang cenderung skeptis dan tidak mudah mempercayai begitu saja laporan keuangan yang disampaikan,” tuturnya.

Edwin menyatakan sejauh ini

konglomerasi yang masih cukup kuat dan memperoleh penilaian posi tif oleh pelaku pasar adalah Astra. Grup ini dinilai me miliki kemam puan menata manajemen dan menerap kan prinsip good corporate governance da lam menyaji kan laporan ke uangannya.
Sejalan de ngan itu, meski total asetnya lebih kecil, laba bersih dan kapi talisasi pasar PT Astra Internasional Tbk-tanpa memasukkan unit usaha Grup Astra lain–lebih besar dari Grup Sinarmas.

Analis PT Syailendra Capital Lanang Trihardian mengatakan manajemen Astra mampu membalikkan situasi krisis 1997 yang memaksa perusahaan melakukan restrukturisasi utang. Sebaliknya, Sinarmas masih terbelit dengan utang, a.l. ada obligasi yang gagal bayar.

Direktur Utama PT Kresna Graha Sekuritas Tbk Michael Steven mengatakan Grup Sinarmas memang masih memiliki masalah dengan obligasi global perseroan yang masih dianggap gagal bayar.

Akan tetapi, jika permasalahan obligasi senilai US$13 miliar itu selesai dan ditanggapi positif oleh investor, grup usaha itu akan lebih cepat berkembang.

“Grup Astra itu memang besar, tetapi Sinarmas bisa lebih besar lagi dari sekarang, sekarang saja mereka masih belum terlalu berani perform karena ada obligasi Asia Pulp & Paper itu, tetapi kalau masalah itu selesai, maka mereka akan lebih besar daripada grup usaha lainnya.“

Dia mengatakan dengan adanya kasus itu, Sinarmas belum menunjukkan potensi bisnis yang sebenarnya sehingga masih banyak usaha yang belum dikembangkan grup usaha itu di pasar modal. (05/09/ IRVIN AVRIANO A./ BASTANUL SIREGAR) (arif.gunawan@ bisnis.co.id)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: