Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Agustus 13, 2010

PASAR v. ANALIS PRO @berau v. bumi : 130810

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 9:58 am

… analis pro emang SOK AKRAB dengan saham bumi … ketika analis pro bilang bumi berekspektasi positif, pasar berekspektasi negatif; dan sebaliknya … well, DUA-DUANYA MEMBLE hari-hari ini … analis pro SELAMA BULAN PUASA SEBAIKNYA PUASA NGOCEH DAH (berarti puasa terima honor juga :D) supaya bisa introspeksi sampai berapa jauh KETERIKATAN ANALIS PRO DENGAN PEMILIK SAHAM BUMI, termasuk asien-K juga lho … dunia saham adalah dunia kepentingan … happy friday the thirteenth
Jumat, 13 Agustus 2010 | 15:03

KINERJA SAHAM GRUP BAKRIE

Harga Seven Brothers kian rontok

JAKARTA. Dampak penyakit kesalahan pencatatan laporan keuangan beberapa emiten Grup Bakrie (Seven Brothers), ternyata tak kunjung hilang. Sejak KONTAN memberitakan keganjalan laporan keuangan PT Bumi Resorces Tbk (BUMI) (BUMI Tampil Cantik Berkat Penjualan Aset 10 Juni 2010), harga saham-saham Seven Brothers terus berguguran.

Bila menilik pergerakan harga saham dari 1 Juni 2010 hingga kemarin (12/8), saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memimpin penurunan terbesar sebesar 25,97% menuju level Rp 57 per saham. Kemudian diikuti PT Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) ke harga Rp 300 per saham, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar 17,28% ke Rp 1.580 per saham.

Selain akibat kesalahan pencatatan laporan keuangan, pengamat pasar modal Willy Sanjaya menilai, pelemahan harga saham Seven Brothers ini juga dipicu oleh beragam permasalahan yang sedang dialami beberapa emiten Bakrie. Mulai dari dugaan penggelapan pajak, misteri deposito di Bank Capital, hingga tersangkut kasus korupsi di Dirjen Pajak.

“Ini hanya keadaan yang bersifat ketidakesengajaan, dan tidak menyangkut masalah fundamental perusahaan,” ujar Willy. Dus, apabila manajemen para grup Bakrie berniat membenahi good corporate governance, dia mengimbau para investor untk mengambil aksi beli di saat harga saham seven brother sedang rendah seperti saat ini.

Willy masih merekomendasikan beli untuk saham BUMI di target harga Rp 3.300 per saham, ELTY seharga Rp 350 per saham dan BTEL Rp 250 per saham. “Target ini dengan catatan, manajemen mau benahi kinerja internal,” imbuhnya.

Kinerja Buruk

Adapun Vice President Valbury Asia Futures Nico Omer Jockenhere menilai, secara historikal, saham-saham Bakrie merupakan sasaran para spekulator untuk mendulang keuntungan. Nah, ketika spekulan bermain, fundamental perusahaaan pun dikesampingkan.

“Secara fundamental grup usaha Bakrie tidak kuat, saya tidak merekomendasikan untuk beli kendati harganya sudah murah,” tegas Nico. Pasalnya, aksi korporasi dan isu utang yang menyelimuti perusahaan-perusahaan milik salah satu taipan bisnis Indonesia Aburizal Bakrie diperkirakan akan membebankan finansial perusahaan.

Nico mencontohkan niat UNSP untuk mengakuisisi Domba Mas Group. Bila akuisisi terwujud, keuangan UNSP berpotensi terancam lantaran harus utang-utang yang dimiliki grup perusahaan Domba Mas. Sekedar informasi, Domba Mas menunggak utang kepada Bank Mandiri sekitar Rp 3,3 triliun. Utang itu terdiri dari utang pokok sebesar Rp 1,3 triliun, sementara kupon bunganya mencapai Rp 2 triliun.

Sementara bila menilik laporan keuangan semester I, kinerja UNSP memang juga tidak terlalu menggembirakan. Kendati penjualan bersihnya naik 8,9% dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 1,134 triliun, namun laba bersihnya tergerus 26,66% dari Rp 135 miliar menjadi Rp 99 miliar.

Penurunan itu akibat beban yang melonjak hingga 535% dari Rp 34,41 miliar menjadi Rp 218,55 miliar. Pemicunya antara lain beban bunga dan keuangan yang melonjak tajam dari Rp 11,51 miliar menjadi Rp 212,91 miliar serta beban amortisasi goodwill yang naik lebih dari 440% menjadi Rp 57,45 miliar.

Kinerja DEWA bahkan lebih parah. Meski menorehkan pertumbuhan 1,2% menjadi US$ 104,12 juta, DEWA justru mengalami rugi US$ 3,28 juta pada semester I-2010. Kenaikan biaya usaha 12,26% menjadi 107,31 juta menjadi penyebab utamanya. DEWA juga terkena biaya pembayaran pajak sebesar US$ 1,2 juta.

Ade Jun Firdaus
kontan
INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Jumat (13/8) diprediksikan melemah. Sebab, investor melakukan aksi jual untuk membeli saham perdana Berau Coal Energy. ‘Wait and see’ saja BUMI!

Pengamat pasar modal, Satrio Utomo mengatakan, potensi tertekannya saham PT Bumi Resources (BUMI) akhir pekan ini salah satunya karena faktor Initial Public Offering (IPO) saham PT Berau Coal Energy. Menurutnya, orang yang sedang tertarik pada IPO Berau Coal akan memborongnya dan menjual saham BUMI.

Buktinya, penawaran saham perdana Berau Coal mengalami kelebihan permintaan hingga 7 kali. Akibatnya, peminat saham perdana ini hanya mendapatkan 1-1,5% dari dana pemesanan mereka.

“Karena itu, BUMI akan bergerak melemah ke level support Rp1.550-1.300 dan Rp1.650-1.750 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (12/8) malam.

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup melemah tajam Rp50 (3,06%) jadi Rp1.580 dibandingkan sebelumnya di level Rp1.630. Harga tertingginya mencapai Rp1.640 dan terendah Rp1.570. Volume transaksi mencapai 99,1 juta unit saham senilai Rp158,8 miliar dan frekuensi 3.384 kali.

Namun, Satrio sebenarnya mengaku aneh dengan oversubscribed-nya saham perdana Berau Coal. Sebab, dengan kelebihan permintaan 7 kali, investor mendapatkan saham sepertujuh (1/7).

Seharusnya, pemesan bisa medapatkan saham di atas 1,5% yaitu 14,2%. “Bah

Sumber : INILAH.COM

8 Komentar »

  1. Dagang SAHAM patokannya adalah Candle dan Indicator lainnya RSI/MA/MACD dll. jadi jangan percaya omongan orang lain. semua berita sudah bisa dibaca dalam Candle & indicator lainnya. Untuk Berau memang bagus, Berau/ PTBA / ADRO betul punya tambang Batu Bara, kalau B7 khususnya BUMI tambangnya muterin duit orang lain, Masak perusahaan sebesar itu mengelola layaknya pemulung di BANDAR GEBANG.

    Komentar oleh BeJo — Agustus 13, 2010 @ 8:56 pm

    • Mas Bejo, salut atas kemandirian anda. The bakries memang sulit dipisahkan dari kontroversi. Tapi sebenarnya profesionalitas karyawan masih oke. Sayang di tingkat pemilik saham terjadi peristiwa-peristiwa yang bersifat kontroversial itu. Up2u lah

      Komentar oleh bumi2009fans — Agustus 13, 2010 @ 10:39 pm

  2. Investor tidak perlu janji yang muluk2, yang paling penting tunjukan kinerja keuangan yang baik,transfaran, jujur dan harga saham adalah salah satu indikator bagaimana sbenarnya kinerja seven brother

    Komentar oleh Hendri Utami — Agustus 14, 2010 @ 7:47 am

    • iya setuja🙂

      Komentar oleh bumi2009fans — Agustus 14, 2010 @ 10:56 am

  3. tapi feeling gw sih ini cuma strategi dari bakrie untuk ngambil alih kembali dengan harga murah.pas harga dah klimaks baru dia ngeborong semua.soalnye skandalnye kok molor yeh padahal ini mah urusan seminggu kelar,BPPN pake berkali2 manggil bolak balik.

    Komentar oleh oky — Agustus 14, 2010 @ 11:21 pm

    • apa pun fenomena the bakries mau ditafsirkan, kontroversi telah terjadi … persoalannya: kenapa harus terjadi kontroversi, yang lebih banyak merugikan investasi para investor ritel … di lain pihak, gw mah ga terlalu memperdulikan nasib harga saham bumi yang gw punya, karena gw maseh bisa maenin supaya bisa mencapai harga lebe murah dengan cara trading lepas / jual di harga lebe tinggi dan beli di harga lebe murah lebe banyak

      Komentar oleh bumi2009fans — Agustus 15, 2010 @ 7:10 am

  4. Di saat membaca berita :
    === Quote ===

    INILAH.COM, Jakarta – Dengan asumsi kenaikan harga rata-rata barubata dunia 2% per tahun, saham Bumi Resources (BUMI) memiliki harga wajar di 1.100. Bahkan bisa didiskon 30% untuk Margin of Safety, jadi bisa ditunggu di Rp700-800.

    Dari rumor yang ada di milis saham, perhitungan harga wajar BUMI adalah sebesar Rp1.100. Hal ini bila dilihat dari harga batubara saat ini sebesar $103/ton dan asumsi kenaikan harga rata-rata batubara per tahun sebesar 2% CAGR. Faktor ini adalah asumsi konservatif dengan data historisnya adalah 4.3% CAGR. “Kalau dikaitkan lagi dengan Net Profit Margin BUMI yang hanya 7% terendah diantara emiten lain untuk NPM PTBA 25%, ITMG 19% dan ADRO 16%. Jadi harga wajar BUMI adalah Rp1.100,” katanya.

    Bahkan kalau mau lebih aman, diskon lagi 30% untuk Margin of Safety, jadi baru masuk apa bila BUMI berada di level Rp700-800.

    Walaupun setelah mengakuisisi Fajar Bumi Sakti dan Pendopo Energi, coal reserve BUMI sebanyak 2.904 juta ton. Dengan asumsi produksi rata-rata tahunan BUMI sebanyak 60 juta ton. Berarti BUMI memiliki 35 tahun untuk mengeksploitasi batubaranya hingga habis. [hid]
    Compound Annual Growth Rate

    === Un-Quote ===

    Perkenanlah saya menganalisa berita di atas (berdasarkan data tersebut di atas):
    Reserve BUMI resources = 2.904 juta ton. Dengan asumsi bahwa batubara dapat memberikan margin USD 10 per ton saja, maka akan ada potensial revenue USD 29.040.000.000 atau dalam Rp.264.264.000.000.000 (asumsi 1 USD=Rp.9100).

    Bila kita bagi atas jumlah saham Bumi yang sekitar 18.533.236.994 saham maka HARGA yang pantas untuk BUMI adalah : Rp.264.264.000.000.000/18.533.236.994 = Rp. 14.259,- per saham.

    Harga 14.259,- per saham ini belum memperhitungkan kenaikan batubara per tahun nya yang mana akan membuat margin batubara BUMI bisa lebih dari USD 10 per ton.

    Kesimpulan : harga saham BUMI saat ini (Rp.1430) sudah sangat undervalued.

    Terima Kasih

    Komentar oleh Herman — Agustus 19, 2010 @ 8:56 am

  5. Tentu saja value dari BUMI itu harus juga dikurangi utang-utangnya.

    Komentar oleh Herman — Agustus 19, 2010 @ 10:56 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: