Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Agustus 15, 2010

bumi di area NYARIS MANTUL NAEK … 150810

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 9:33 pm

15/08/2010 – 09:02
Harga Batu Bara Masih Tekan BUMI Sepekan
Agustina Melani

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – Sepekan ini harga saham Bumi Resources (BUMI) melemah sebesar 4,82%. Penurunan harga komoditas batu bara masih menjadi katalis negatif.

Hal itu disampaikan analis senior PT HD Capital Yuganur Widjarnarko saat dihubungi INILAH.COM, akhir pekan lalu. Menurutnya, harga batu bara pekan ini turun akibat faktor cuaca, yakni curah hujan yang cukup tinggi. “Hal tersebut memberikan sentimen negatif terhadap produksi batubara,” tuturnya.

Pada periode yang berakhir pekan ini, harga acuan batu bara di Newscastle berada di kisaran US$90-91 per ton. Kondisi ini melanjutkan tertekannya harga batu bara pada pekan sebelumnya, dari US$96 ke kisaran US$94 per ton.

Yuga memaparkan, produksi batu bara yang turun sangat berpengaruh pada emiten berbasis komoditas ini, termasuk BUMI. Terutama karena harga 30% kontrak yang tidak dikunci. “Ini berarti, perseroan harus kembali menyesuaikan kontrak batu baranya,” katanya.

Adapun sentimen negatif lain yang mempengaruhi pelemahan saham BUMI berasal dari penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) PT Berau Coal Energy. Dengan valuasi saham yang lebih murah, investor pun beralih ke saham Berau. Apalagi fundamental saham pendatang baru ini juga lebih bagus. “Investor BUMI pun ramai-ramai memindahkan dana mereka ke Berau,” ucapnya.

Seperti diketahui, Berau menawarkan 3,4 miliar saham baru di harga Rp 400 per saham. Ini berarti, perseroan akan memperoleh dana Rp 1,36 triliun atau sekitar US$ 151 juta. Dana hasil IPO akan digunakan untuk akuisisi Maple Holdings Ltd melalui Seacoast Offshore Inc (anak usaha Berau) sebesar US$ 25 juta, sedangkan US$ 126 juta untuk belanja modal (capex).

Rencananya, jadwal pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Agustus 2010.

PT Danatama Makmur dan PT Recapital Securities bertindak selaku penjamin emisi IPO. Pernyataan efektif IPO dari Bapepam-LK telah diperoleh pada 6 Agustus 2010.

Hal senada diungkapkan oleh Vice President Research PT Valbury Asia Futures Nico Omer J. Menurutnya, pelemahan saham BUMI dipengaruhi perlambatan ekonomi di China juga memicu turunnya harga komoditas, termasuk batu bara. Curah hujan yang cukup tinggi mempengaruhi produksi batubara. “Target produksi batubara yang ditetapkan BUMI bias saja tidak tercapai karena masalah cuaca,” katanya.

Selain itu, koreksi BUMI juga mendapat dukungan dari kondisi pasar saham yang volatile.

Apalagi pelaku asar masih melihat ketidakpastian good corporate governance grup Bakrie. “Tingkat utang perusahaan masih menjadi perhatian pelaku pasar ditambah kesalahan pencatatan deposito di Bank Capital,” pungkasnya.

Saham BUMI awal pekan lalu dibuka di kisaran 1.670. Kabar bahwa JP Morgan Chase Bank NA berpeluang besar menjadi pembeli tunggal dalam penerbitan saham baru BUMI, senilai US$495,89 juta, menjadi pendongkraknya.

JP Morgan bakal menyerap 1,94 miliar (10%) sham BUMI pada harga Rp2.366 per unit. Isu beredar bahwa JP Morgan akan menggandeng Glencore International AG, perusahaan komoditas berbasis Swiss, untuk mengambil laih 10% saham BUMI.

Namun, sejak hari kedua hingga akhir pekan, saham BUMI terus melorot. Hal ini dipicu terhambatnya rencana IPO PT Bumi Resources Mineral (BRM), anak usaha BUMI dari jadwal semula. Awalnya, IPO BRFM yang ditargetkan meraup dana US$400 juta tersebut, akan dilakukan pada September atau Oktober 2010. Namun, otoritas bursa belum menyetujui rencana IPO tersebut karena ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi.

Sentimen negatif ini masih ditambah penurunan harga komoditas dunia akibat faktor cuaca. Alhasil, kabar baik bahwa BUMI melalui anak usahanya, PT Multi Daerah Bersaing (MDB), berminat menambah 7% kepemilikan saham di PT Newont Nusa Tenggara (NNT) dari 24% menjadi 31%, tidak dapat membalikkan arah pergerakan BUMI ke arah positif. BUMI pun akhirnya ditutup di level Rp1.580, stagnan dari angka penutupan sebelumnya. [ast/mdr]

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: