Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Agustus 16, 2010

bumi @area MANTUL naek, kayanya … 160810

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 7:08 am

16/08/2010 – 12:53
BUMI Prioritaskan Lunasi Utang Lebih Cepat

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan memprioritaskan pelunasan utang-utangnya leboh cepat.

Hal ini disampaikan Dileep Srivastava, Direktur dan Corporate Secretary PT BUMI Resources Tbk dalam keterbukannya ke BEI, Senin (16/8). “Melunasi utang perseroan dengan lebih cepat adalah prioritas utama,” tegas Dileep.

Manajemen BUMI saat ini juga mengedepankan strategi pengurangan beban utang (deleveraging) sebesar US$800 juta – 1 miliar dalam satu tahun ke depan sambil mengintegrasikan dan memaksimalisasi

nilai dari aset non batu bara yang telah diakuisisi perseroan ke dalam kinerja konsolidasi Perseroan. “Kombinasi antara strategi pengurangan utang dan peningkatan kinerja operasional Perseroan, kami yakini tepat untuk meningkatkan nilai pemegang saham di tengah situasi perekonomian global yang sangat berat dan menantang saat ini,” ujarnya.

PT BUMI Resources Tbk hari ini juga telah melakukan pembayaran dividen sebesar Rp27,68 per saham kepada pemegang saham, dengan total nilai sekitar US$57 juta. Jumlah dividen yang dibayarkan sama dengan 30 persen dari total pendapatan perusahaan senilai US$190,45 juta, seperti yang telah diumumkan dan disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal 24 Juni 2010. “Kami senang bisa selalu memenuhi komitmen pembagian dividen kepada pemegang saham. Sejalan dengan strategi utama perseroan untuk menurunkan beban utang, kami yakin dapat terus meningkatkan nilai pemegang saham secara signifikan di tahun-tahun yang akan datang,” katanya. [cms]
16/08/2010 – 10:07
Aji Martono
Investor Cenderung Jauhi Saham BUMI

INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Senin (16/8) diprediksikan menguat seiring peluang positifnya sentimen market. Namun, karena kompleksnya sentimen grup, sulit menentukan laju pergerakannnya.

Aji Martono, pengamat pasar modal dari Capital Bridge Indonesia mengatakan, secara teknikal, saham PT Bumi Resources (BUMI) awal pekan ini potensial naik. Namun, saat ini ada kecenderungan investor menjauh dari saham grup Bakrie ini termasuk BUMI.

“Sebab, sangat sulit diprediksi dan susah dipastikan faktor apa yang mempengaruhi pergerakannya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Jumat (13/8), akhir pekan lalu, saham BUMI ditutup stagnan di level Rp1.580, dengam intraday tertinggi di Rp1.600 dan terendah di Rp1.560. Volume transaksi mencapai 51,6 juta unit saham senilai Rp81,3 miliar dan frekuensi 2.380 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah stagnan di level Rp1.580, bagaimana Anda memperkirakan, laju saham BUMI awal pekan ini?

Ada potensi penguatan. Salah satunya, karena peluang positifnya sentimen market. Sebab, bursa Dow Jones akhir pekan lalu sudah mulai merangkak naik. Namun, saat ini ada kecenderungan investor menjauh dari saham grup Bakrie ini termasuk BUMI. Sebab, sangat sulit diprediksi dan susah dipastikan faktor apa yang mempengaruhi pergerakannya.

BUMI sendiri akan bergerak di kisaran berapa?

Secara teknikal, BUMI akan bergerak dalam kisaran support Rp1.550 dan resistance Rp1.650.

Di level berapa seharusnya investor masuk di BUMI?

Secara teknikal, saham BUMI sudah layak beli di level Rp1.570. Sebab, level ini sudah jadi patokan dan jadi support yang sangat kuat. Tapi, karena sentimen grup belum kondusif, pelaku pasar bisa bermain di saham ini dengan jangka yang sangat pendek. Pelaku pasar bisa memanfaatkan pola trading atau trading buy di level support Rp1.550 hingga resistance Rp1.650.

Tapi, saya sendiri belum punya rekomendasi apa-apa untuk saham BUMI dalam jangka pendek. Bagi investor yang memiliki uang cukup banyak dan mau beli untuk jangka panjang, lebih baik, buy position.

Bagaimana dengan pendapat, investor BUMI ‘tersedot’ ke saham perdana PT Berau Coal Energy?

Tidak juga. Yang berpengaruh pada pergerakan saham BUMI adalah sentimen grup. Bicara BUMI tidak bisa dilepaskan dengan sentimen grup secara keseluruhan seperti kesalahan pencatatan neraca di Bank Capital. Karena itu, menganalis pergerakan saham BUMI merupakan usaha yang komplek.

Sehingga, bicara BUMI tidak bisa dilepaskan dari pembicaran PT Energi Mega Persada (ENRG), PT Darma Henwa (DEWA), PT Bakrie Sumatera Plantation (UNSP), dan seterunya di grup Bakrie. BUMI lebih terpengaruh sentimen grup, sehingga sulit mengambli benang merah yang jadi faktor penentu laju sahamnya untuk saat ini. [jin/ast]
Bumi Resources Bagi Dividen US$57 Juta
Jumlah dividen tersebut merupakan 30 persen dari total pendapatan tahun buku 2009.
SENIN, 16 AGUSTUS 2010, 05:41 WIB Antique, Purborini

Dileep Srivastava, SVP Investor Relations Bumi Resources (PT Bumi Resources Tbk)
BERITA TERKAIT
Beda Data Bumi-Dewa Tak Pengaruhi Keuangan
Bumi Klarifikasi Perbedaan Data ke BEI
BEI Akan Klarifikasi Bumi dan Darma Henwa
Bumi Mineral Incar Dana IPO US$400 Juta
Bumi Siap Terbitkan Obligasi US$500 Juta
VIVAnews – PT BUMI Resources Tbk (BUMI) membayar dividen total US$57 juta kepada pemegang saham.

“Pembayaran dilakukan Minggu 15 Agustus 2010,” kata Direktur Dileep Srivasta dalam rilis yang diterima VIVAnews di Jakarta, Minggu malam.

Jumlah dividen tersebut merupakan 30 persen dari total pendapatan tahun buku 2009 senilai US$190,45 juta seperti yang telah diumumkan dan disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal 24 Juni 2010.

“Komitmen pembagian dividen kepada pemegang saham sejalan dengan strategi utama perseroan untuk menurunkan beban utang,” kata dia.

Perseroan saat ini, berencana mengurangi beban utang (deleveraging) sebesar US$800 juta – 1 miliar dalam satu tahun ke depan.

Bersamaan dengan itu, perseroan sambil mengintegrasikan dan memaksimalisasi nilai dari aset non batu bara yang telah diakuisisi perseroan ke dalam kinerja konsolidasi perseroan.

Perseroan saat ini juga tengah mengajukan izin efektif untuk penawaran saham perdana anak usaha PT Bumi Resources Mineral.

Sementara itu, Otoritas Bursa mengatakan bahwa penawaran saham umum perdana PT Bumi Mineral Resources (BRM), anak perusahaan Bumi Resources paling lambat pada Oktober 2010. Perseroan rencananya akan melepas saham sebesar 16,22 persen kepada publik.

BRM adalah anak perusahaan BUMI yang 99,99 persen sahamnya dimiliki BUMI. Bumi Resources beberapa waktu lalu melakukan konsolidasi empat anak usahanya yang bergerak dalam bidang non batubara ke dalam PT Bumi Reosurces Mineral (BTM).

Adapun anak perusahaan yang saham-sahamnya dikonsolidasikan ke dalam BRM adalah Lemington Investment Pte Ltd [yang memiliki Bumi Mauritania S.A dan Konblo Bumi Inc], Calipso Investment Pte Ltd (yang memiliki Herald Resources Ltd), PT Citra Palu Minerals dan PT Multi Capital [yang memiliki PT Newmont Nusa Tenggara. (umi)
• VIVAnews
bloomberg:

Earnings
EARNINGS
Earnings 0.010
Price/Earnings (Trailing) 20.300
FUNDAMENTALS
Shares (Millions) 19,404.000
Market Cap (Millions) 30,658,320.000
Relative P/E 0.651 ROE 14.447
Last Dividend Reported 27.680 Regular Cash
Dividend Yield (ttm) 1.752
Relative Dividend Yield 0.813
90-Day Volatility 59.488
Beta vs. JCI 1.694

16/08/2010 – 11:00
65 Tahun Merdeka
Ekonomi RI Hanya Dicicipi Pemilik Akses Politik
Rosdianah Dewi

INILAH.COM, Jakarta – Meski telah merdeka selama 65 tahun, masyarakat belum juga memiliki pengayom. Bahkan ekonomi Indonesia masih dinikmati orang-orang yang memiliki akses politik.

“Yang hilang roh kepemimpinan, secara moral udah bangkrut harus ada upaya lugas dari pemimpin,” ujar Pengamat Ekonomi Faisal Basri, di Jakarta akhir pekan lalu.

Faisal menuturkan Presiden membiarkan permasalahan besar seperti kasus Gayus Tambunan dan ledakan gas Elpiji terus berlanjut tanpa ada jalan keluar yang pasti. “Tugas sudah didelegasikan, tapi tidak dijalankan dan Presiden mendiamkan saja hal itu,” cetus Faisal.

Lebih lanjut Faisal menuturkan kemerdekaan yang ada saat ini kemerdekaan di mana ekonomi Indonesia hanya dirasakan oleh mereka yang memiliki akses politik. Sedangkan, rakyat yang tidak memiliki jaringan politik masih tetap merana.

Tidak hanya itu, menurut Faisal, orang- orang orde baru yang dasar-dasarnya sudah kuat juga bisa dianggap menikmati kemerdekaan di negeri ini. “Orde baru logistik sudah banyak tak ada yang masuk penjara, bebas melakukan apapun,” jelasnya.

Karena semua hal itulah, lanjut Faisal, saat ini sekitar 80 persen rakyat Indonesia masih merana dan tidak dapat merasakan alam kemerdekaan baik secara fisik maupun psikologis. “Akibatnya 80 persen rakyat masih merana sekarang, ” tandasnya. [cms]

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: