Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Agustus 17, 2010

RI elty … 180810

Filed under: ELTY — bumi2009fans @ 8:47 pm

Krisis Kepercayaan Landa Grup Bakrie
Rabu, 18 Agustus 2010 – 07:44 wib

JAKARTA – Krisis kepercayaan terhadap grup Bakrie membuat penawaran umum terbatas (right issue) PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) tidak maksimal. Masalah tersebut juga membuat saham-saham grup Bakrie tertekan.

Saat right issue, Bakrieland menerbitkan 19,96 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp160 per saham atau senilai total Rp3,19 triliun.Namun,tidak semua saham tersebut dieksekusi pemegang saham. Sekira 19 persen saham baru akhirnya diserap PT Bakrie & Brother Tbk (BNBR) melalui Bakrie Capital.

Sementara Danatama Makmur selaku pembeli siaga (standby buyer) mengambil empat persen dari total saham baru yang diterbitkan.

“Sebenarnya pembeli siaga menyerap 30 persen dari sisa saham penawaran umum terbatas itu.Tapi,di belakang mereka ada investor lainnya,” ujar Presiden Direktur dan CEO Bakrieland Hiramsyah S Thaib di Jakarta baru-baru ini.

Analis Anugerah Securindo Indah Viviet S Putri menilai eksekusi yang dilakukan pembeli siaga tidak lepas dari lemahnya kepercayaan investor terhadap grup Bakrie akibat kesalahan pencatatan laporan keuangan BNBR, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Padahal, langkah right issue tersebut sudah tepat dan dilakukan pada waktu yang pas. “Karena berbarengan dengan kabar buruk dari tiga emiten Bakrie, tidak banyak investor yang melakukan exercise (mengeksekusi),” ujarnya kemarin.

Viviet mengungkapkan, salah satu pembeli saham yang tidak mengeksekusi haknya di saat terakhir adalah Avenue Capital, investor strategis asal Amerika.

Sebelumnya Avenue bersedia mengambil 24 persen saham right issue tersebut. “Meskipun demikian, Avenue Capital tetap bersedia memberikan bantuan dana dalam melakukan pembangunan jalan tol nantinya,” katanya.

Menurut Viviet, jika Bakrieland mampu menggalang dana sesuai yang diharapkan, perseroan akan tumbuh jauh lebih besar di masa mendatang.

Sebab, perseroan memiliki rencana ekspansi yang luar biasa, terutama pengembangan kawasan Bukit Jonggol Asri (BJA) yang akan diakuisisi perseroan dengan hasil right issue. Viviet mengakui risiko yang diambil oleh Bakrieland cenderung tinggi. Namun, bila perseroan mampu melewatinya, maka kinerja ke depan akan membaik.

Analis pasar modal Edwin Sinaga juga menilai krisis kepercayaan terhadap BNBR berimbas pada anak-anak usahanya, termasuk Bakrieland.

Padahal, Bakrieland tidak tersangkut masalah salah pencatatan laporan keuangan yang kini masuk dalam pemeriksaan Badan Pengawas Pasar Modal- Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) itu.

”Investor lebih memilih wait and see terhadap perusahaan ini. Kalau memang nantinya akan bagus, para investor pasti akan mendekat,” kata Edwin.

Dia melanjutkan, krisis kepercayaan juga membuat saham-saham dalam kelompok usaha Bakrie terkulai pada perdagangan Senin (16/8).

Lima dari tujuh saham grup Bakrie rontok, sisanya stagnan. Tekanan besar terutama melanda PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang anjlok Rp90 (5,69 persen) ke Rp1.490 dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) yang terkoreksi Rp20 (6,77 persen) menjadi Rp275.

Saham ELTY juga melemah 1,92 persen ke posisi Rp102. Adapun BNBR sudah tidak bisa turun karena sudah berada pada posisi Rp50. ”Masalah transparan ini memang lebih ke Bakrie Group, jadi kalau grupnya sudah bagus, pasti yang lain mengikuti,” tutur Edwin.

Baik Viviet maupun Edwin mengakui, pada dasarnya, valuasi saham-saham grup Bakrie saat ini sebenarnya sudah sangat murah. Namun, mereka belum merekomendasikan beli (buy) terkait sentimen negatif yang masih menyelimuti kelompok usaha tersebut.

Menurut Viviet, bila grup Bakrie mulai melakukan perbaikan dalam hal transparansi, maka kepercayaan investor akan berangsur pulih. Dia menilai, titik balik pergerakan saham-saham grup Bakrie akan terjadi jika penawaran saham perdana (initial public offering) anak usaha BUMI, PT Bumi Resources Mineral (BRM), sukses dilakukan pada kuartal IV-2010.

“Tentu saja, masalah pemeriksaan salah catat laporan keuangan yang kini ditangani Bapepam juga harus sudah selesai,” paparnya.(Juni Triyanto /Koran SI/ade)
Group Bakrie Serap 19% Saham Bakrieland
Hiramsyah S Thaib: “Hal itu melalui Bakrie and Brothers dan Bakrie Capital.”
SELASA, 17 AGUSTUS 2010, 12:10 WIB Antique, Purborini

VIVAnews – Group Bakrie akan menyerap sekitar 19 persen dari penerbitan saham umum terbatas (rights issue) PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).
“Hal itu melalui Bakrie and Brothers dan Bakrie Capital,” kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Bakrieland Development Hiramsyah S Thaib usai mengikuti Upacara HUT RI ke-65 yang dilakukan Bakrie Grup di Jakarta, Selasa 17 Agustus 2010.

Namun, Hiramsyah mengaku tidak hafal porsi masing-masing. Sedangkan Danatama Makmur selaku pembeli siaga mengambil porsi empat persen.
Sebenarnya, kata dia, pembeli siaga menyerap 30 persen dari sisa saham penawaran umum terbatas itu. “Tapi dibelakang mereka ada investor lainnya,” ujar dia.

Diketahui, Bakrieland Development menawarkan rights issue sebanyak 19,96 miliar saham biasa atas nama Seri B bernominal Rp100. Saham itu dihargai Rp160 per saham, sehingga seluruhnya berjumlah Rp3,19 triliun.

Pada setiap 20 saham baru hasil pelaksanaan penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) tersebut melekat tujuh Waran Seri II yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham perseroan dan atau pemegang HMETD yang melaksanakan haknya.
Sebab, perseroan menerbitkan 6,98 miliar Waran Seri II seharga Rp165 per saham sehingga seluruhnya senilai Rp1,15 triliun.

Menurut perseroan, dananya hasil rights issue tersebut sebesar Rp155 miliar (5,05 persen) akan digunakan melakukan penambahan modal di PT Bakrie Pangripta Loka (BPLK), 11,89 persen atau Rp365 miliar untuk memberi pinjaman yang dapat dikonversi ke saham kepada PT Superwish Perkasa (SP), dan sisanya Rp848,7 miliar (27,65 persen) diperuntukan sebagai penambahan modal PT Bakrie Infrastructure (BINF). (umi)
• VIVAnews

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: