Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Agustus 18, 2010

bumi @1400 :D … 180810

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 11:46 am

18/08/2010 – 12:47
Rumor Bursa
Harga Wajar Saham BUMI di Rp1.100?

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Dengan asumsi kenaikan harga rata-rata barubata dunia 2% per tahun, saham Bumi Resources (BUMI) memiliki harga wajar di 1.100. Bahkan bisa didiskon 30% untuk Margin of Safety, jadi bisa ditunggu di Rp700-800.

Dari rumor yang ada di milis saham, perhitungan harga wajar BUMI adalah sebesar Rp1.100. Hal ini bila dilihat dari harga batubara saat ini sebesar $103/ton dan asumsi kenaikan harga rata-rata batubara per tahun sebesar 2% CAGR. Faktor ini adalah asumsi konservatif dengan data historisnya adalah 4.3% CAGR. “Kalau dikaitkan lagi dengan Net Profit Margin BUMI yang hanya 7% terendah diantara emiten lain untuk NPM PTBA 25%, ITMG 19% dan ADRO 16%. Jadi harga wajar BUMI adalah Rp1.100,” katanya.

Bahkan kalau mau lebih aman, diskon lagi 30% untuk Margin of Safety, jadi baru masuk apa bila BUMI berada di level Rp700-800.

Walaupun setelah mengakuisisi Fajar Bumi Sakti dan Pendopo Energi, coal reserve BUMI sebanyak 2.904 juta ton. Dengan asumsi produksi rata-rata tahunan BUMI sebanyak 60 juta ton. Berarti BUMI memiliki 35 tahun untuk mengeksploitasi batubaranya hingga habis. [hid]
Compound Annual Growth Rate

Definition
CAGR. The year over year growth rate applied to an investment or other part of a company’s activities over a multiple-year period. One of the benefits of CAGR over other calculations is that it decrease the effects of volatility. The formula for calculating CAGR is (Current Value/Base Value)^(1/# of years) – 1.
18/08/2010 – 17:35
Hari Ini, Saham LPKR Terbanyak Dibeli Asing

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Saham LPKR hari ini terbanyak dibeli investor asing mencapai Rp30,8 juta dari nilai transaksi Rp93,6 miliar dan volume pertadangan 181,9 juta saham.

Demikian dikutip dari data BEI, Rabu (18/8). Indeks ditutup naik 19,49 poin (0,64%) ke level 3.072,09. Volume perdagangan mencapai 3,7 miliar lembar saham dengan nilai Rp3,5 triliun. Total pembelian asing mencapai Rp1.5 triliun dan penjualan asing sebesar Rp1,3 triliun.

Urutan kedua saham BUMI mencapai Rp27,006 juta dari nilai transaksi Rp414,4 miliar dan volume perdagangan 290,1 juta saham. Urutan ketiga saham BTEL mencapai Rp18,7 juta dari nilai transaksi Rp21,1 miliar dan volume perdagangan 143,3 juta saham. Urutan keempat saham ADRO mencapai Rp16,6 juta dari nilai transaksi Rp86,6 miliar dan volume perdagangan 41,6 juta saham.

Urutan kelima saham BBNI mencapai Rp14,17 juta dari nilai transaksi Rp92,05 miliar dan volume perdagangan 28,1 juta saham. Urutan keenam saham GJTL mencapai Rp14,07 juta dari nilai transaksi Rp205,9 miliar dan volume perdagangan 123,1 juta saham. Urutan ketujuh saham INKP mencapai Rp13,03 juta dari nilai transaksi Rp134,6 miliar dan volume perdagangan 66,3 juta saham.

Urutan kedelapan saham TLKM mencapai Rp9,8 juta dari nilai transaksi Rp222,7 miliar dan volume perdagangan 25,8 juta saham. Urutan kesembilan saham ELTY mencapai Rp9,5 juta dari nilai transaksi Rp2,1 miliar dan volume perdagangan 121,3 juta saham. Urutan kesepuluh saham JSMR mencapai Rp8,08 juta dari nilai transaksi Rp54,5 miliar dan volume perdagangan 19,7 juta saham. [hid]
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada perdagangan Rabu (18/8) ini terus melorot hingga menunju harga Rp1.400 per saham.

Pada pukul 10.15 WIB saja, saham BUMI sudah turun 3,35% atau melemah 50 poin ke harga Rp1.440 per saham. Volume perdagangan BUMI tercatat sebanyak 193.577 dengan nilai transaksi sebesar Rp139,26 miliar dengan 2.866 kali transaksi.

Saham BUMI tercatat sebagai saham teraktif, selain juga merupakan yang opaling banyak diperdagangkan serta saham dengan nilai transaksi terbesar saat in

Sumber : INILAH.COM
INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Rabu (18/8) diprediksikan menguat setelah terkoreksi tajam di atas 5%. Namun, lajunya akan terbatas karena minimnya sentimen. ‘Trading buy’ saja!

Pengamat pasar modal, N Jaganathan mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI), hari ini semata faktor teknikal. Menurutnya, secara teknis emiten sejuta umat ini sudah oversold karena sebelumnya terkoreksi tajam hingga Rp90.

Namun, lanjut Jaganathan, penguatannya akan terbatas karena faktor minimnya sentimen baik dari market maupun dari aksi korporasi. “BUMI berpeluang mengarah ke level resistance Rp1.600 dan Rp1.200 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (16/8) malam.

Pada perdagangan Senin (16/8) saham BUMI ditutup melemah tajam Rp90 (5,69%) menjadi Rp1.490 dibandingkan sebelumnya di level Rp1.580. Harga tertingginya mencapai Rp1.580 dan terendah Rp1.490. Volume transaksi mencapai 104,4 juta unit saham senilai Rp158,4 miliar dan frekuensi 4.342 kali.

Lebih jauh, Jaganathan mengatakan, secara fundamental, BUMI sebenarnya minim sentimen yang bisa menjadi penggerak ke atas. “Secara teknikal pun, jika emiten ini sudah berada di bawah leval Rp1.500, support-nya berada di level Rp1.200,” paparnya.

Namun, di sisi lain, peluang penguatan BUMI terbantu potensi kenaikan indeks setelah melemah selama tiga hari berturut-turut karena fa

Sumber : INILAH.COM
18/08/2010 – 10:08
N Jaganathan
BUMI Potensial ‘Technical Rebound’

INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Rabu (18/8) diprediksikan mengalami ‘technical rebound’ karena valuasinya sudah ‘oversold’ akibat sentimen ‘ex-dividend’. Rekomendasi trading buy

Pengamat pasar modal N Jaganathan mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini semata faktor teknikal. Menurutnya, saham sejuta umat ini sudah oversold karena koreksi tajam hingga Rp90 akibat faktor ex-dividend. “Karena itu, koreksi BUMI yang melampaui besaran cum pembagian dividen itu, berpeluang kembali naik hari ini,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Senin (16/8) saham BUMI ditutup melemah tajam Rp90 (5,69%) ke Rp1.490, dengan intraday tertinggi di Rp1.580 dan terendah di Rp1.490. Volume transaksi mencapai 104,4 juta unit saham senilai Rp158,4 miliar dan frekuensi 4.342 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah melemah tajam di atas 5%, bagaimana Anda memperkirakan laju saham BUMI hari ini?

Saya melihat potensi penguatan di saham BUMI hari ini. Tapi, semata faktor technical rebound. Sebab, secara teknis, emiten sejuta umat ini sudah oversold setelah sebelumnya terkoreksi tajam hingga Rp90. Namun, penguatannya akan terbatas karena faktor minimnya sentimen baik dari market maupun dari aksi korporasi.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI berpeluang mengarah ke level resistance Rp1.600 dan Rp1.200 sebagai level support-nya. Secara fundamental, BUMI sebenarnya minim sentimen yang bisa menggerakkannya naik. Secara teknikal pun, jika emiten ini sudah berada di bawah leval Rp1.500, support-nya berada di level Rp1.200.

Bagaimana dengan sentimen market?

Di sisi lain, potensi penguatan BUMI terbantu oleh peluang kenaikan indeks setelah melemah selama tiga hari berturut-turut karena faktor regional. Koreksi bursa regional akibat terhambatnya pemulihan ekonomi AS. Tapi, koreksi indeks domestik tidak terlalu tajam sehingga potensial naik kembali Rabu (18/8) ini.

Menurut Anda, apa yang menjadi faktor tertekannya saham BUMI sejauh ini?

Terkoreksi tajam saham BUMI, awal pekan ini, dipicu oleh faktor pembagian dividen. Sebab, investor masuk ke suatu saham pada saat cum dividennya akan dibagikan. Tapi, setelah ex-dividend tercatat, saham tersebut dilepas kembali seharga cum-nya. Karena itu, BUMI pun seharusnya tekoreksi sebesar cum-nya.

BUMI telah membayarkan dividen sebesar US$57 juta atau Rp27,68 per saham. Jika dirupiahkan sekitar Rp513 miliar dari laba bersih 2009 sebesar US$190,45 juta. Tapi, justru saham BUMI tertekan jauh lebih besar dari Rp27,6 yakni Rp90. Hal yang sama pernah terjadi pada PT International Nickel Indonesia (INCO) yang membagikan dividen hampir mencapai US$1 per saham. Koreksi INCO pun hampir mencapai US$1 per saham. Di pasar kadang koreksinya mendekati tapi tidak sampai melewati harga cum-nya seperti BUMI.

Karena itu, koreksi BUMI yang melampaui besaran nilai pembagian dividen, berpeluang kembali naik hari ini. Hanya saja akan terbatas karena minimnya sentimen. Karena itu, peluang penguatan saham BUMI Rabu (18/8) ini semata faktor teknikal setelah turun tajam di atas 5%.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan trading buy BUMI. [jin/ast]

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: