Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Agustus 19, 2010

AYO JALAN … trus donk … 190810

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 9:08 am

19/08/2010 – 17:57
Saham ELTY Terbanyak Dibeli Asing

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Saham ELTY hari ini terbanyak dibeli investor asing mencapai Rp34,6 juta dari nilai transaksi Rp17,7 miliar dan volume perdagangan 177,8 juta saham.

Demikian dikutip dari data BEI, Kamis (19/8). Indeks ditutup menguat 33,26 poin (1,08%) ke level 3.105,335. Volume perdagangan mencapai 6,1 miliar lembar saham dengan nilai Rp4,5 triliun. Total pembelian asing mencapai Rp4,4 triliun dan penjualan asing sebesar Rp2,7 triliun.

Urutan kedua saham ADRO mencapai Rp31,6 juta dari nilai transaksi Rp142,6 miliar dan volume perdagangan 67,9 juta saham. Urutan ketiga saham LPKR mencapai Rp24,8 juta dari nilai transaksi Rp118,3 miliar dan volume perdagangan 228,8 juta saham. Urutan keempat saham GZCO mencapai Rp18,8 juta dari nilai transaksi Rp9,3 miliar dan volume perdagangan 25,2 juta saham.

Urutan kelima saham KIJA mencapai Rp18,7 juta dari nilai transaksi Rp3,8 miliar dan volume perdagangan 42,7 juta saham. Urutan keenam saham TLKM mencapai Rp18,5 juta dari nilai transaksi Rp526,6 miliar dan volume perdagangan 59,2 juta saham. Urutan ketujuh saham BBTN mencapai Rp10,7 juta dari nilai transaksi Rp101,3 miliar dan volume perdagangan 53,6 juta saham.

Urutan kedelapan saham BBNI mencapai Rp10,2 juta dari nilai transaksi Rp57,3 miliar dan volume perdagangan 17,3 juta saham. Urutan kesembilan saham PGAS mencapai Rp9,8 juta dari nilai transaksi Rp159,7 miliar dan volume perdagangan 38,45 juta saham. Urutan kesepuluh saham BJBR mencapai Rp8 juta dari nilai transaksi Rp887,07 miliar dan volume perdagangan 68,2 juta saham. [hid]
Tersandung Lahan, 28 Proyek Tol Mangkrak
Pemerintah tengah ngebut menyelesaikan draf RUU pengadaan lahan untuk dibawa ke DPR
KAMIS, 19 AGUSTUS 2010, 01:00 WIB Hadi Suprapto

VIVAnews – Pada 2006, pembebasan lahan untuk Jalan Tol Cinere – Jagorawi dimulai. Rencananya, setelah pembebasan lahan selesai, pembangunan jalan digeber. Lalu, dua tahun kemudian, jalan tol sepanjang 14 kilometer itu sudah bisa dipakai.

Namun, sekarang empat tahun telah berlalu. Pembebasan lahan tak kunjung usai. Sebagian warga masih menahan tanahnya karena harga ganti rugi mereka anggap tidak sesuai. Tak pelak, sampai hari ini pembangunan jalan tol belum digelar karena bank pemberi pinjaman harus menanti pembebasan lahan benar-benar tuntas 100 persen.

Jalan tol Cinere-Jagorawi sejatinya terdiri dari tiga seksi yaitu Seksi I Jagorawi-Jalan Raya Bogor, Seksi II Jalan Raya Bogor-Kukusan dan Seksi III dari Kukusan sampai Limo di Cinere. Kemudian jalan tol ini akan tersambung dengan Jalan Tol Antasari – Cinere.

Pembebasan lahan untuk Seksi I sepanjang 3,7 kilometer sudah mencapai 96,68 persen. Total Seksi I terdapat 1.037 bidang tanah yang harus mendapatkan ganti rugi untuk pembangunan jalur tol ini. Saat ini tersisa 55 bidang tanah yang belum dibebaskan karena pemilik tanah menolak melepas.

Tidak hanya ruas Cinere-Jagorawi saja yang terkatung-katung. PT Jasa Marga Tbk, operator jalan tol terbesar di Indonesia setidaknya mencatat beberapa proyeknya terhambat hanya karena tersandung pembebasan lahan.
Beberapa rus tol itu adalah Ugaran-Bawen (Jawa Tengah), Surabaya-Mojokerto (Jawa Timur), Gempol-Pasuruan (Jawa Timur), JORR II Cengkareng-Kunciran, dan Kunciran-Serpong.

“Kami harus menunggu pembebasan lahan setahunan lebih. Ini menjadi penghambat investasi,” kata Sekretaris Perusahaan Jasa Marga Okke Marlina saat dihubungi VIVAnews, Rabu 18 Agustus 2010.

Mangkraknya sejumlah proyek jalan tol, jelas membuat prihatin pemerintah. Awal Juli lalu, Wakil Presiden Boediono menyatakan setidaknya terdapat 24 ruas tol mandek. Boediono pun meminta Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) mengevaluasinya, termasuk mengevaluasi investor jalan tol.

Rabu, 18 Agustus, giliran Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan pemerintah tengah ngebut menyelesaikan draf rancangan undang-undang (RUU) pengadaan lahan untuk kepentingan publik. Hatta mengatakan, finalisasi draf RUU akan selesai pekan ini.
“Tahun ini bisa dibawa ke DPR untuk menjadi Undang-undang,” kata Hatta usai di Jakarta.

Menurut Hatta, pemerintah menyadari rumitnya pembebasan lahan selama ini telah menjadi ganjalan investor mengerjakan proyek infrastruktur. Bahkan dalam catatannya, terdapat sekitar 28 proyek jalan tol yang terhambat gara-gara kendala lahan ini. Sayangnya dia tidak merinci proyek mana saja yang mangkrak.

Hatta berharap, dengan aturan berupa undang-undang pengadaan lahan itu, investor atau pemilik lahan akan memperoleh kepastian. Keberadaan undang-undang juga diharapkan bisa mendukung konsep Kerja sama Pemerintah Swasta (KPS) atau public private partnership (PPP) untuk sejumlah proyek infrastruktur.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan pemerintah sudah membicarakan konsep PPP selama enam tahun terakhir. Namun, dalam lima tahun terakhir, belum ada proyek infrastruktur dalam skema PPP yang berjalan.

“Selama ini kurang sekali fasilitas infrastruktur di Indonesia. Kami mengidamkan bisa tersedia, semua ada,” kata Agus. (hs)
• VIVAnews

Kamis, 19/08/2010 19:28 WIB
DKI akan Bangun 6 Ruas Tol
Hery Winarno – detikNews

(Foto: dok detikcom) Jakarta – Setelah sempat tertunda selama beberapa tahun, pembangunan enam ruas jalan tol di Ibukota DKI Jakarta akhirnya bakal terwujud. Pembangunan fisik dijadwalkan akan dimulai awal Tahun 2011.

“Tahap pertama diprioritaskan tol yang menghubungkan kawasan barat dan timur. Yakni ruas jalan tol Semanan-Sunter dan Sunter-Bekasi Raya. Pembangunan fisik rencananya awal 2011,” ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo kepada wartawan di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis (19/8/2010).

Tol Sunter tersebut diprioritaskan untuk mengurangi beban lalu lintas pada jalan tol dalam kota. Sehingga pengendara dari luar kota atau sebaliknya, tidak perlu masuk ke jalan tol dalam kota. Mereka dapat masuk ke jalan tol Semanan-Bekasi Raya.

“Pelaksanaan lelang dan pembangunan dan pengerjaan akan digelar pada akhir 2010,” tambahnya.

Pembangunan 6 ruas tol tersebut akan menelan dana sebesar Rp 40 triliun lebih dengan rincian, Tol Semanan-Sunter sepanjang 17,8 Km dengan anggaran Rp 9,7 triliun. Tol Sunter-Bekasi Raya sepanjang 11 Km, anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 7,3 triliun.

Tol Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 11,3 Km anggarannya Rp 5,9 triliun. Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,6 Km dengan anggaran Rp 6,9 triliun.

Tol Ulujami-Tanah Abang sepanjang 8,27 Km dengan anggaran Rp 4,2 triliun. Dan Tol Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,5 Km dengan dana Rp 5,7 triliun.

“Diharapkan dengan pembangunan tol dalam kota mampu mengurai kemacetan karena kendaraan jadi terdistribusi,” tutup pria yang akrab disapa Foke ini.

(her/nwk)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: