Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Agustus 19, 2010

bumi QUO VADI$ … 190810

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 7:33 am

Kamis, 19/08/2010 14:16:49 WIB
Pemegang saham Newmont sepakati IPO 2011
Oleh: Bambang P. Jatmiko & Nurbaiti
JAKARTA: Mayoritas pemegang saham PT Newmont Nusa Tenggara menyetujui pelaksanaan penawaran publik perdana (initial public offering/IPO) sebesar 10% pada kuartal I/2011.

Presiden Direktur Newmont Martiono Hadianto menuturkan IPO akan dilaksanakan setelah proses divestasi 7% saham kepada pemerintah Indonesia selesai digelar.

“Saat ini proses divestasi telah memasuki tahap akhir untuk menentukan kesepakatan harga dengan pihak pemerintah. Setelah proses divestasi selesai, IPO akan bisa dilaksanakan,” ujarnya seusai acara rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Newmont, hari ini.

Menurut Martiono, saham yang akan dilepas ke publik adalah saham baru perseroan, dan bukan milik pemegang saham yang ada saat ini.

Saat ini Newmont dan Sumitomo mengendalikan 56%. Namun, jumlah tersebut akan berkurang menjadi 49% karena 7% akan didivestasi ke Indonesia dalam waktu dekat ini.

Selain itu, pemegang saham lainnya adalah PT Multi Daerah Bersaing sebanyak 24%, Pukuafu Indah 17,8% dan sisanya PT Indonesia Masbaga Investama 2,2%.

Martiono tidak menyebutkan secara detail mengenai penggunaan dana yang diperoleh dari IPO. Namun, saat ini perseroan menjalankan proyek pengembangan Batu Hijau fase 6 dan fase 7. Pengembangan tersebut masuk dalam rencana bisnis 2012-2013.

“Salah satu tujuan pelaksanaan IPO adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk bisa memiliki saham tambang Newmont,” lanjutnya.

Valuasi 100% saham Newmont untuk tahun ini berada di level US$6,4 miliar. Jika mengacu pada harga tersebut, Newmont bisa mendapatkan dana dari IPO sebesar US$640 juta atau sekitar Rp5,76 triliun.

“Namun, harga saham yang menentukan [adalah] pasar, dan kami tidak bisa menentukan harga tersebut,” tutur Martiono.

Selain IPO, pemegang saham juga menyepakati agar perseroan mendapat pinjaman dari bank hingga US$800 juta atau lebih besar dari yang sebelumnya direncanakan sebesar US$600 juta.

Tiga bank yang sejauh ini telah ditunjuk oleh perseroan untuk mengatur pinjaman itu adalah Bank Mandiri, BNP Paribas, serta Sumitomo Mitsui Banking Corporation.

“Pemegang saham menyetujui perseroan mencari dana dari eksternal hingga US$800 juta untuk mendukung bisnis perseroan,” kata Martiono.(er)

19/08/2010 – 15:23
Solusi Pembayaran Utang Gerogoti BUMI
Asteria & Natascha

(inilah.com/agung rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI) terus membukukan pelemahan. Sentimen negatif dan ketakutan berlebihan terhadap solusi pembayaran utang, menjadi katalisnya.

Kepala Riset Bhakti Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, saat ini ada spekulasi saham BUMI akan terus turun ke level 1.300. Ada kekhawatiran perseroan akan mengalami kesulitan mengakumulasi pendanaan untuk refinancing utangnya.

“Hal ini akibat prediksi bahwa listing Bumi Resource Mineral (BRM) tidak laku, sehingga BUMI harus cari pendanaan lain,” ujarnya kepada INILAH.COM, Kamis (19/8).

Menurutnya, penawaran saham perdana (IPO) BRM hampir berbarengan dengan listingnya Newmont Nusa Tenggara (NNT), yang secara aset lebih menarik. Investor pun diperkirakan mengalihkan pilihan ke perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut. “IPO Newmont diyakini akan mengkanibal rencana IPO BRM karena memiliki aset yang sama, ”katanya.

Terkait hal ini, Edwin pun menyarankan investor menunggu saham BUMI hingga turun ke level 1.300, baru akumulasi beli. Pasalnya, setelah menyentuh level psikologis di level tersebut, saham BUMI akan rebound lagi ke level 1.600.

Sementara Yuganur Wijarnarko dari HD Capital mengatakan, IPO BRM tidak dimaksudkan untuk memenuhi kepentingan publik. Sehingga pelepasan sahamnya juga memang tidak banyak, hanya sekitar 10% saja. “Pasar tidak perlu khawatir berlebihan, karena mungkin tidak ada investor institusi yang melakukan pembelian dalam jumlah besar di BRM,” ucapnya.

Dengan berasumsi bahwa IPO ini untuk kebutuhan refinancing utang, maka ada kemungkinan listing BRM merupakan bagian kerjasama dengan keditor. Yuga mensinyalir, investor buyer BRM adalah kreditornya BUMI, dengan asumsi aset-aset non core BRM sebagai salah satu strategi pendanaan. “Pasar pun tidak perlu khawatir, karena IPO ini sudah ada peminatnya,” paparnya.

Lebih lanjut Yuga mengatakan, IPO Newmont yang lebih dulu dari BRM, akan menekan saham BUMI. Sehingga harga BUMI mengarah ke level 1.300. Namun, ia menilai, investor sudah bisa masuk di level sekarang.

Hal ini berkaca pada kejadian Mei lalu, yang dinilainya memiliki kesamaan dengan saat ini. “Ketika itu, BUMI diisukan tidak bisa refinancing utangnya. Saham BUMI pun anjlok dari level 2.000 ke kisaran 1.400,” ujarnya. Namun, setelah isu mereda, harga BUMI kembali melesat.

Berbagai isu yang menyerang anak usaha Bakrie ini pun seakan tidak mampu menahan penguatan BUMI lebih lanjut, baik kasus salah pencatatan di Bank Capital, hingga tingginya utang perseroan. “Dengan tidak adanya lembaga pemeringkat utang yang mendown grade rating BUMI, isu ini mungkin saja liar,” pungkasnya. [mdr]
… sekedar membandingkan dengan masukan dari Herman, gw kutip dari New York Times soal kondisi keuangan bumi, menurut catatan mereka tentu saja:
Bumi Resources Tbk PT
BUMI:JKT: Jakarta Stock Exchange

Size

Market capitalization 28.2T
Enterprise value 61.0T
Revenues 30.6T
Net income 1.5T
No. of employees 6,950
All data trailing twelve months.

Enterprise value – Market cap plus debt, minority interest and preferred shares, minus cash and cash equivalents.
Per Share Data

Earnings per share $75.34
Revenue per share $1,584.88
Cash flow per share $203.85
Dividends per share $43.10
Book value per share (MRQ) $771.02
All data trailing twelve months except where noted.

MRQ – Most recent quarter
Ratios

Gross margin 31.03%
Return on equity 11.03%
Price/Sales 0.9x
Price/Earnings 19.8x
Price/Book (MRQ) 1.9x
All data trailing twelve months except where noted.

MRQ – Most recent quarter
19/08/2010 – 04:00
Hari Ini Cermati ADRO, BUMI, ASII & TLKM
… menurut gw bumi layak dicermati setelah anjlok RUARRRBIA$A … 2 hal: ketidakyakinan investor ritel (terutama) dan ipo brau (berau coal energy) … hari ini ipo brau resmi berjalan … ketidakyakinan investor sudah berjalan sejak OKTOBER 2009, saat itu blog gw mengalami PUNCAK KUNJUNGAN … saat itu bumi maseh berharga sekira 3000-an, namun memasuki area bearish trend yang PANJANG, s/d saat ini … secara teknikal seharusnya sudah terjadi rebound (mantul naek) tetapi investor sangat meragukan fundamental saham bumi karena terlalu banyak sentimen negatif atas perilaku manajemen the bakries … tampaknya saham batu item laen, misalnya, adro, brau $3M4K1N menarik (http://sahamadaro.wordpress.com/ ) … well, liat aja

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan indeks diperkirakan masih akan melanjutkan penguatan setelah berhasil ditutup di atas level 3.052. Saham pilihan ADRO, BUMI, ASII dan TLKM.

Demikian dikutop dari hasil riset analis senior Yuganur Wijanaroko kemarin. “Teknikal rebound di IHSG masih akan berlanjut setelah berhasil menutup di atas 3.052,” katanya.

Indeks kemarin ditutup naik 19,49 poin (0,64%) ke level 3.072,09. Volume perdagangan mencapai 3,7 miliar lembar saham dengan nilai Rp3,5 triliun. Total pembelian asing mencapai Rp1.5 triliun dan penjualan asing sebesar Rp1,3 triliun. Hari ini, indeks akan bergerak di level support 3.050-3.010-2.970 dan resisten di 3.100-3.150.

Saham Adaro Energy (ADRO) berpotensi mengalami teknikal rebound menguji kembali level resisten 2.125. Saham ADRO menghadapi sentimen negatif penurunan harga dan produksi batubara sudah cukup tercermin dari koreksi sebelumnya. Investor disarankan akumulasi saham batubara dengan market gap terbesar di sektornya. Sektor batubara diramaikan Barau Coal yang melakukan IPO.

Saham ADRO disarankan beli dengan target harga 2.250 dari penutupan kemarin di 2.100. Strategi masuk pertama di 2.050 dan 1.980 dengan cut loss di 1.940.

Saham Astra International (ASII) dengan penjualan Toyota selama Januari-Juli yang melonjak 68% versus periode sama tahun lalu kelihatannya dapat mendorong minat investor melakukan akumulasi saham sektor otomotif. Apalagi sudah terkoreksi selama 3 minggu terakhir hingga membuat valuasinya menarik lagi.

Saham ASII disarankan beli dengan target harga 49.450 dari penutupan kemarin di 48.300. Strategi masuk pertama di 47.700 dan kedua di 46.500 dengan cut loss di 45.800.

Saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dengan kinerja semester I yang sebagian besar didorong pertumbuhan pendapatan di selular (telkomsel) di tengah kompetisi bisnis yang sempit. Jadi diharapkan akan terus berlangsung di semester II sehingga rekomendasi untuk akumulasi lagi.

Pasar optimis pertumbuhan laba unit selular TLKM dapat berada di atas ISAT dan EXCL untuk 6 bulan ke depan.

Saham TLKM disarankan beli dengan target harga 8.850 dari penutupan kemarin di 8.650. Strategi masuk pertama di 8.600 dan kedua di 8.450 dengan cut loss di 8.300.

Saham Bumi Resources (BUMI) dengan situasi jenuh jual paska koreksi akibt sentimen negatif dan ketakutan berlebihan pasar dengan solusi pembayaran utang dapat menyebabkan oversold relief rally. Hal ini serupa yang terjadi pada tanggal 20-24 Mei lalu.

Saham BUMI disarankan beli dengan target harga 1.550 dari penutupan kemarin di 1.430. Strategi masuk pertama di 1.410 dan kedua 1.350 dengan cut loss di 1.250. [hid]

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: