Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Agustus 20, 2010

jangan lupain elty :) 221210 (updt)

Filed under: ELTY, jalan tol n properti — bumi2009fans @ 4:39 pm

Sulap Proyek Jonggol Asri, Bakrieland Siapkan 2 Triliun
Utang Dari Bank-bank Lokal Segera Dicairkan
Selasa, 21 Desember 2010 , 00:39:00 WIB

RMOL.Bakrieland mengandalkan utang dari PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk sebesar Rp 1 triliun untuk menggarap tol Ciawi Sukabumi. Bisnis properti milik Bakrie Group ini juga siap menyulap Kawasan Jonggol, Bogor.

Setelah melihat proyeksi ekonomi pada 2011 yang lebih baik dari tahun ini, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) me­nyiapkan biaya proyek sebesar Rp 2-2,5 triliun pada 2011. Dana tersebut untuk pengembangan beberapa proyek properti dan pengembangan jalan tol.

Presiden Direktur PT Bakrie­land Development Tbk Hiram­syah S. Thaib mengatakan, pem­biayaan proyek ini selain dari ha­sil right issue, juga dari pener­bitan obligasi pada 2011.

“Kemungkinan kita ke­luarkan obligasi. Besarannya be­lum bisa disebutkan secara pasti, namun akan lebih besar dari nilai obligasi yang pernah dike­luar­kan yang sebesar Rp 500 mi­liar,” tegas Hiramsyah di Jakarta, ke­marin.

Selain itu, pihaknya juga akan mencari pendanaan dari kas inter­nal dan standby by facility per­bankan. Dia mengungkapkan, Bakrieland telah mendapatkan fasili­tas perbankan dari bank lo­kal seperti BNI yang hingga saat ini belum dicairkan. Pinja­man tersebut untuk pendanaan proyek tol Ciawi-Sukabumi.

“Dari total dana tersebut, pem­biayaan ter­besar untuk jalan tol Rp 1 tri­liun. Sisa­nya untuk pro­yek properti, apar­te­men dan pe­rumahan,” terang Hiramsyah.

Dia menyebut, salah satu pro­yek perumahan itu Bukit Jonggol Asri seluas 13 ribu hektare (ha). Pengerjaan proyek Jong­gol te­ngah dikebut. Beberapa proyek properti yang akan dikem­bangkan pada 2011 antara lain pengem­bangan sekitar 200 ha la­han di Jonggol. Di kawasan ini, ak­an di­kem­bang­kan residensial dan faktor pe­nunjang seperti se­kolah.

Perseroan juga fokus untuk mengembangkan taman hiburan di Jonggol dan Lido seperti taman hiburan (theme park). “Bakrieland fokus mengembangkan taman hiburan ke depannya,” ujarnya.

Dari dua tempat tersebut, Lido tampaknya yang paling siap un­tuk segera direalisasikan. Kabar yang berhembus, mitra strategis Bak­rieland di Lido adalah pemilik Dis­­ney­land, Amerika Serikat. [RM]
ELTY: Jonggol Asri tak Bebani Kota Jakarta
Headline
IST
Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Senin, 20 Desember 2010 | 20:04 WIB

INILAHCOM, Jakarta – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) berencana akan mengembangkan Bukit Jonggol Asri dengan tidak membebankan kota Jakarta.

“Bukit Jonggol Asri harus meringankan Jakarta. Nilai tambah Jonggol harus menjadi kota mandiri dan memiliki karakteristik,” ujar Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk, Hiramsyah Thaib, Senin (20/12).

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini terjadi pergerakan transportasi yang tidak efisien karena jarak tempuh yang begitu panjang. Pengembang dan mindset pun harus diubah sehingga tidak hanya membangun cluster saja. Diharapkan Bukit Jonggol Asri dapat meringankan Jakarta dan tidak membebani jalan tol Jagorawi. Selain itu, untuk mengembangkan proyek Bukit Jonggol Asri ini didukung oleh industri kreatif. “Kita sedang menggodok untuk mengembangkan industri kreatif yang cenderung service jadi tidak hanya industri manufaktur yang dikembangkan,” kata Hiramsyah.

Perseroan juga mengharapkan Bukit Jonggol dapat memiliki karakteristik tersendiri. Pihaknya akan menggodok detail karakteristik untuk proyek Bukit Jonggol Asri. Pada tahap pertama, perseroan akan mengembangkan 200 hektar lahan di Jonggol. Perseroan akan membangun residential dan faktor penunjang seperti sekolah. “Saat ini Bukit Jonggol masih kita susun master plannya. Perlu waktu enam bulan hingga satu tahun untuk menegtahui detail karakteristik Bukit Jonggol,” tutur Hiramsyah.
[cms]

Senin, 20 Desember 2010 | 13:12 oleh Amailia Putri Hasniawati kontan
AKSI KORPORASI ELTY
Suntikan dana US$ 87 juta dari Limitless kepada ELTY molor

JAKARTA. Proyek Rasuna Epicentrum PT Bakrieland Development (ELTY) terancam molor. Sebab, suntikan dana senilai US$ 87 juta oleh mitra strategis ELTY, yakni Limitless, yang sedianya untuk mendanai proyek tersebut ditunda.

Limitless adalah salah satu mitra strategis ELTY yang berasal dari Dubai. Target awal, Desember ini seluruh dana sudah diberikan.

Presiden Direktur ELTY Hiramsyah S Thaib mengonfirmasi berita ini. “Mereka musti dapat ijin dari Dubai dulu, tidak seperti yang sudah-sudah. Tapi diperkirakan kuartal I 2011 akan selesai,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, Limitless tetap akan menjadi mitra ELTY pada proyek Rasuna Epicentrum. Limitless pun tengah mencari mitra strategis baru lagi untuk menggelontorkan sisa dananya.

Catatan saja, Limitless masih punya kewajiban untuk menyuntikkan dana sebesar US$ 120 juta kepada ELTY. Hingga saat ini, Limitless baru menyuntikkan dana sebesar US$ 33 juta.
Bakrieland plans no rights issue in five years
Oleh Arif Gunawan Sulistyono | 20 December 2010

bisnis

JAKARTA: PT Bakrieland Development Tbk plans no rights issue in the next five years after conducting a similar action this year.

President Director of Bakrieland Hiramsyah S. Thaib said the shares issuance with preemptive rights (HMETD) is the most secured funding strategy to avoid the debt risk, which once happened to the industry in 1998.

“This is the reason behind the rights issue. We learned from the 1998 crisis when the excess of debt devastated the property industry. However, this year’s rights issue was the last for the next five years,” he said a property outlook 2011, this afternoon.

The property companies, he added, should ideally prioritize internal cash and equity for project funding. The strategy is applied by Indonesian property companies, which somehow help it avoid the 2008 crisis that hit developed countries related to subprime mortgage loans.

In the next year, he added, the company will issue bonds for IDR1 trillion at maximum. The proceeds from the bond issuance will be used to finance the development of new projects.

On the other hand, the company secured a loan facility from a syndication of domestic banks led by PT Bank Negara Indonesia Tbk to finance the construction of Ciawi-Sukabumi toll road. “We haven’t used the facility at all,” said Hiramsyah.

In the closing of first trading session, the Bakrie Group’s ELTY-coded shares weakened 1.24% to IDR160 per share from IDR162 in the opening. The market capitalization reached IDR6.39 trillion. (T06/NOM)

Grup Bakrie Bangun Kawasan Jonggol 35 Ribu Hektar
Senin, 20 Desember 2010 | 15:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -Grup Bakrie melalui PT Bakrieland Development Tbk berencana mengembangkan kawasan terpadu seluas 35 ribu hektar di Jonggol, Jawa Barat. “Saat ini yang siap dikembangkan seluas 13 ribu hektar. Gambarannya seluas kota Bandung dan lebih luas dari Bogor,” kata Presiden Direktur Hiramsyah S Thaib di Jakarta, 20 Desember 2010.

Seluruh proyek direncanakan seluas 35 ribu hektar, atau sekitar setengah dari luas Jakarta. Pengembangan akan dilakukan dalam jangka 20 hingga 30 tahun ke depan. Pembangunan pertama akan dilakukan tahun 2011 pada lahan seluas 200 hektar.

Jonggol direncanakan sebagai sebuah kawasan terpadu pendukung Jakarta. “Sasarannya bukan untuk orang yang bekerja di Jakarta, Jonggol harus menjadi kota mandiri,” kata dia. Apalagi dia tak yakin orang yang bekerja di Jakarta akan memilih Jonggol sebagai tempat tinggalnya.

Hiramsyah mengakui ada wacana mengenai pemindahan ibukota ke kawasan Jonggol. Menanggapi wacana ini dia mengaku tak tahu menahu. “Pindah pusat pemerintahan atau pusat bisnis itu kewenangan pemerintah. Kami hanya siapkan tempat untuk meningkatkan daya dukung Jakarta,” ujar Hiramsyah.

Kawasan ini direncanakan sebagai kota yang lengkap berisi perumahan, kantor dan fasilitas pendukung lain. Saat ini perusahaan masih melakukan studi tema dan pembuatan masterplan. Kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) proyek ini masih belum selesai. “Kajian AMDAL dilakukan bersamaan dengan pembuatan masterplan,” kata dia.

Rencananya akan dibangun pula jalan tol untuk akses menuju kawasan itu. “Sehingga tak membebani tol Jagorawi,” kata Hiramsyah. Antara lain jalan tol yang menghubungkan Ciawi dan Sukabumi.

Dalam kompleks tersebut Bakrieland akan membangun sebuah theme park atau taman hiburan ala Disneyland seluas 100 sampai 200 ha. Pembangunan akan dimulai paling cepat awal tahun 2012. Untuk mendanai proyek ini perusahaan menggandeng investor asing sebagai mitra.

Pada tahun 2011 Bakrieland menganggarkan belanja proyek hingga total Rp 2,5 triliun. Sumber pendanaan berasal dari dana tunai perusahaan, pinjaman bank dan obligasi. Tahun depan perusahaan berencana menerbitkan surat utang maksimal Rp 1 triliun.

FAMEGA SYAVIRA

ELTY Targetkan Pendapatan Naik30-50% di 2011
Headline
IST
Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Senin, 20 Desember 2010 | 13:38 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menargetkan pendapatan tumbuh 30%-50% pada 2011.

“Revenue tumbuh 30%-50% pada 2011, akan dicapai Rp1,7 triliun hingga Rp1,9 triliun,” ujar Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk, Hiramsyah Thaib, Senin (20/11).

Hiramsyah menuturkan pendapatan terbesar masih didapatkan dari properti. Sebagian besar didapatkan dari segmen kelas menengah. “Pendapatan terbesar kita masih dari perumahan,” kata Hiramsyah.

Selain itu, Perseroan juga akan menerbitkan obligasi pada semester pertama 2011. Diperkirakan penerbitan obligasi senilai Rp1 triliun. Hiramsyah menuturkan obligasi tersebut akan digunakan pembiayaan proyek pada 2011.

Perseroan menganggarkan pembiayaan proyek sebesar Rp2 triliun hingga Rp2,5 triliun pada 2011. Pembiayaan proyek itu didapatkan dari obligasi, dana internal dan fasilitas pinjaman. Perseroan mendapatkan fasilitas pinjaman sebesar Rp1 triliun dari beberapa bank salah satunya BNI yang belum dicairkan.

Selain mengembangkan proyek properti, Perseroan berencana untuk tambah lima ruas jalan tol dalam tiga tahun ke depan. Hiramsyah mengatakan Perseroan berencana tambah jalan tol di Jawa dan luar pulau Jawa. “Mudah-mudahan juga di luar pulau Jawa seperti Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi, tapi itu masih lama,” tambah Hiramsyah.

Sedangkan proyek properti yang akan dikembangkan pada 2011, Perseroan akan mengembangkan sekitar 200 hektar lahan di Jonggol pada tahap pertama. Hiramsyah menuturkan direncanakan perseroan akan mengembangkan residential dan faktor penunjang seperti sekolah pada 2011.

Perseroan juga fokus untuk mengembangkan taman hiburan di Jonggol dan Lido. Hiramsyah mengatakan Perseroan akan mengembangkan taman hiburan sesuai karakteristik daerah tersebut. Selain itu, pihaknya memilih mengembangkan taman hiburan mengingat kebutuhan hiburan menjadi salah satu hal penting bagi masyarakat. [cms]

Kepemilikan properti oleh investor asing di Indonesia sangat baik untuk mendorong pertumbuhan industri perumahan. Intensifnya pembahasan peraturan kepemilikan asing oleh DPR dan Pemerintah, membawa angin segar bagi pertumbuhan pasar properti tahun 2011 yang diprediksi mencapai 20%. Idealnya, kepemilikan properti oleh asing adalah 99 tahun.

Menurut Direktur Utama PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), Hiramsyah Thaib, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang belum berpihak atas kepemilikan properti oleh asing. Padahal dengan langkah tersebut, pasar properti dalam lebih kompetitif.

“Kepemilikan asing tidak mengkhawatirkan. Ini akan lebih kompetitif. Ini positif bagi industri properti. Mereka (asing) juga lebih menarik meski bukan sesuatu yang baru. Kita tinggal satu-satunya negara yang belum menerapkan,” jelas Hiramsyah di Marketing Gallery Rasuna Epicentrum, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (20/12/2010).

Ia menambahkan, dengan telah disahkan UU Perumahan dan Kawasan Pemukiman oleh DPR pekan lalu, menjadi pemicu bagi pengembang properti untuk meningkatkan usahanya. Khususnya untuk kawasan terpadu yang berada di sekitar Jabodetabek.

Dalam UU tersebut, memang belum mengatur secara rinci tentang kepemilikan properti oleh asing. Namun dalam UU tersebut dinyatakan, pemenuhan kebutuhan hunian untuk orang asing hanya dapat menghuni atau menempati rumah dengan cara hak sewa atau hak pakai yang pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Jadi, perlu ada peraturan turunan untuk merinci hal tersebut.

Para pengembang menilai, jangka waktu ideal kepemilikan properti oleh asing adalah 99 tahun. Ini mengacu pada aturan yang telah diterapkan di banyak negara. Memang masih ada perdebatan akan hal ini, namun jika keputusan masa kepemilikan hanya 70-80 tahun, Hiramsyah pun menyambut positif.

“Masa berlaku 99 tahun, itu idealnya bagi kita. Tapi kalau REI (Real Estate Indonesia) bilang 70-80 tahun, itu juga sudah cukup. Dasar pertimbangannya usia hidup orang kan sekitar itu,” tambahnya.

Selama ini, kepemilikan asing atas properti hanya sebatas hak pakai. Itupun dibatasi selama 26 tahun dan dapat diperpanjang. Perpanjangan masa hak pakai inilah yang menjadi penghambat laju pertumbuhan properti oleh asing. “Ini terlalu pendek, dan diperpanjang. Inilah yang menimbulkan ketindakpastian,” tambahnya.

ELTY merupakan perusahaan pengembang properti terintegrasi. Anak usaha grup Bakrie ini memiliki 4 unit usaha, diantaranya City Property, Landed Residential, Hotel and Resort dan infrastruktur terkait properti. Selama ini, tingkat hunian properti milik perseroan yang ada di tengah kota, Taman Rasuna, sebagian besar dihuni oleh orang asing. Sebanyak 2000 unit, atau 50% dari total hunian dihuni orang Korea, dan Taiwan.

Jika peraturan turunan kepemilikan asing rampung di tahun 2011, maka seluruh unit properti perseroan akan semakin berkembang.

Sumber: detikcom
Selasa, 14 Desember 2010 | 12:04 oleh Barratut Taqiyyah kontan
SAHAM ELTY
Outlook ELTY positif seiring pembangunan proyek tol Ciawi-Sukabumi

JAKARTA. Saat ini, PT Bakrie Development (ELTY) tengah berupaya menyelesaikan sejumlah proyek. Salah satunya, pembangunan kontruksi seksi I jalan tol Ciawi-Sukabumi yang bakal dimulai bulan Mei 2011.

Menurut Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi, pembangunan akses jalan tol Ciawi-Sukabumi tersebut merupakan integrated project dari perusahaan property and development Group Bakrie.

“Kalau melihat rencana jangka panjang dari proyek Bakrie Nirwana Residence dan Resort yang berada di sekitar Sukabumi (Lido), maka infrastruktur ini memberikan nilai tambah yang cukup signifikan untuk property, maupun resort tersebut,” urai Betrand. Dia lantas menjelaskan, akses yang mudah bagi para penghuni maupun pengunjung darah properti ELTY sangat diuntungkan dengan adanya proyek ini.

Selain itu, pembangunan jalan tol ini pada akhirnya juga menambah bottom line atau net income perusahaan. “Tidak hanya dari bisnis propertinya, ELTY juga akan mendapat recurring income atau pendapatan perusahaan secara rutin dari pengelolaan jalan tol tersebut,” urainya.

Itu sebabnya, prospek dari proyek tersebut sangatlah menggembirakan bagi perusahaan dan juga investor. Hasil survei yang diberikan oleh Bloomberg untuk saham ELTY ini adalah: empat analis merekomendasikan buy, enam analis merekomendasikan hold, dan dua analis merekomendasikan sell. Adapun enam dari 12 analis mematok target harga di level Rp 195.

Jelang penutupan pukul 11.55, saham ELTY naik 1,28% menjadi Rp 158.

Reliance Securities
Bakrieland Development (ELTY)
Buy
Rp 250

2010-12-13 10:33 AM
Kontribusi bisnis jalan tol terhadap total pendapatan ELTY bakal membesar. ELTY akan memulai pembangunan konstruksi seksi I tol Ciawi-Sukabumi pada tahun depan. Hingga 30 Juni 2010, bisnis jalan tol menyumbang Rp 28,81 miliar atau 5,36% dari total pendapatan.

Minggu, 12 Desember 2010 | 12:27 oleh Sam Cahyadi kontan
PEMBANGUNAN TOL CIAWI-SUKABUMI
Pembangunan seksi I Tol Ciawi-Sukabumi mulai Mei 2011

BOGOR. Pembangunan kontruksi seksi I jalan tol Ciawi-Sukabumi bakal dimulai bulan Mei 2011. “Pasalnya, seluruh pembebasan tanah seksi I Ciawi-Cicurug bakal selesai bulan Maret 2011,” ujar Hiramsyah S. Thaib, Direktur Utama PT Bakrieland Development Tbk kepada KONTAN, Sabtu (11/12) lalu.

Menurut Hiramsyah, pembebasan tanah untuk seksi I berjalan lancar sehingga pembangunan konstruksi tol bisa berjalan sebelum pertengahan 2011. Sampai saat ini pembebasan tanah untuk ruas tol sepanjang 14,5 kilometer (km) sudah lebih dari 30%. Sebelumnya, Hiramsyah mengatakan sampai pertengahan 2010 lalu pembebasan tanah mencapai 10%.

Salah satu cepatnya pembebasan tanah di seksi adalah kepemilikan tanah yang seluruhnya dimiliki masyarakat. Sebelumnya, Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi PT Jasa Sarana, Harya Mitra Hidayat mengatakan, untuk seksi I tidak ada tanah milik PT Perkebunan Nusantara maupun Kehutanan yang dilewati. Alhasil, tidak ada kendala dalam pelaksanaan pembebasan tanah.

Sekadar informasi, tanah yang harus dibebaskan untuk seksi I Ciawi-Cicurug mencapai 165 hektare (ha). Alokasi anggaran untuk pembebasan tanah seksi I itu mencapai Rp 400 miliar. “Pembebasan tanah masih dilakukan PT Jasa Sarana, BUMD Provinsi Jawa Barat,” imbuh Hiramsyah.

Jalan tol Ciawi-Sukabumi merupakan proyek PT Trans Jabar Toll Road. PT Bakrie Toll Road menguasai 60% saham PT Trans Jabar Toll Road, PT Jasa Sarana sebesar 25% saham dan Grup Bukaka 15% saham.

Setelah pembebasan tanah selesai pada bulan Maret, lanjut Hiramsyah, persiapan pembangunan konstruksi langsung dilaksanakan. Pembangunan kontruksi yang diperkirakan menelan biaya Rp 1,9 triliun itu diperkirakan bakal selesai selama 18 bulan hingga 24 bulan. “Targetnya, ruas tol Ciawi-Cicurug sudah beroperasi pada 2014,” kata Hiramsyah.

Setelah seksi I selesai, proyek tol Ciawi-Sukabumi akan berlanjut ke seksi II, yakni Cicurug-Cibadak sepanjang 11,9 km, Cibadak-Sukabumi Barat sepanjang 13,7 km, dan Sukabumi Barat-Sukabumi Timur sepanjang 13,4 km.

Bakrieland Buka Aston Bogor Hotel & Resort
“Bogor masih kekurangan hotel bertaraf internasional jadi peluangnya cukup besar.”
Sabtu, 11 Desember 2010, 20:32 WIB

Arfi Bambani Amri, Purborini

VIVAnews – PT Bakrieland Development Tbk melalui unit usaha landed residential Bogor Nirwana Residence membuka Aston Bogor Hotel and Resort.

“Ini bagian dari komitmen kami tahun ini,” kata Presiden Direktur Bakrieland, Hiramsyah S Thaib, di Bogor, 11 Desember 2010.

Aston Bogor Hotel & Resort memiliki 39 unit dan dilengkapi condotel atau condominium hotel sebanyak 84 unit. “Kondotel ini sudah sold out,” kata Direktur Pemasaran Bakrie Nirwana Residence, Jo Eddy Respati.

Bakrie Nirwana akan membangun satu menara lagi untuk pembangunan kondotel yang diperkirakan selesai pada desember 2011. Menara baru itu akan menyediakan 100 unit kamar dengan harga Rp 17 juta per meter persegi.

Jo Eddy mengatakan investasi kondotel pada dua tahun pertama akan memberikan nilai imbal balik sebesar 20 persen dari developer. “Yield yang cukup tinggi dibandingkan bunga deposito bank,” kata dia.

Ia menambahkan, pembeli dapat langsung menjual setelah dua tahun. Meski begitu, jika pembeli ingin mempertahankan kondotelnya, return pada tahun selanjutnya bisa mencapai 15 persen. “Karena setiap tahunnya nilai properti naik hingga 20 persen,” kata Jo Eddy.

Menurut dia, sebanyak 50 persen dari pembeli kondotel berasal dari Jakarta dengan usia masa produktif antara 35-45 tahun.

Aston Hotel and Resort dibangun pada area seluas 3,8 hektar dengan empat tower yang terdiri dari 123 kamar dan condominium. Hotel ini terintegrasi dengan area komersial dan hiburan Nirwana Epicentrum, Bogor Nirwana Residence.

Menurut Vice President Sales Marketing Aston International, Nobert Vas, hotel ini merupakan hotel ke tiga belas di Indonesia dan hotel ke tiga bersama PT Bakrieland Development. “Bogor memiliki market  yang luas, tingkat occupancy hotel di sini selalu tinggi, dan Bogor masih kekurangan hotel bertaraf internasional jadi peluangnya cukup besar,” kata dia.

Ia menargetkan 45 persen dari tingkat hunian berasal dari pelanggan korporasi dan pemerintahan. “Banyak pengusaha dari luar negeri yang datang untuk berbisnis di sini, kami berharap hotel ini juga dapat memberikan nilai tambah pada segi bisnisnya,” kata Nobert.

• VIVAnews

ELTY Akan Bayar Kupon Bunga ke-11
Headline
IST
Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Selasa, 7 Desember 2010 | 18:35 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menyiapkan dana pembayaran kupon obligasi I ELTY 2008 sebesar Rp15,54 miliar.

Hal itu disampaikan manajemen ELTY dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/12). Ada pun kupon bunga obligasi ke-11 seri A sebesar Rp6,54 miliar dan seri B sebesar Rp8,99 miliar. Dana tersebut akan dibayar selambat-lambatnya pada 10 Desember 2010.

Seperti diketahui, pokok utang tersebut sebesar Rp500 miliar dengan tingkat suku bunga sebesar 11,9% pada seri A dan 12,85% pada seri B. Peringkat obligasi tersebut BBB dengan outlook negatif dari PT Pefindo. [ast]
Bakrieland siapkan investasi Rp2 triliun
Jumat, 26/11/2010 19:43:05 WIB bisnis
Oleh: Natalina Kasih Wasiyati
JAKARTA: PT Bakrieland Development Tbk mengalokasikan dana Rp2 triliun pada 2011 yang akan digunakan untuk membangun sekitar 1.000 unit rumah untuk pengembangan Bogor Nirwana Residence (BNR), termasuk infrastrukur pendukungnya.

Direktur Pemasaran BNR, unit usaha Bakrieland Development Tbk, Jo Eddy Raspati mengatakan kawasan Bogor dinilai bakal menjadi daerah yang potensial untuk mengembangkan bisnis rumah tapak (landed house).

Menurut dia, dalam beberapa tahun mendatang, Bogor akan menjadi kawasan hunian yang banyak dicari masyarakat setelah Tangerang (Serpong) dan Bekasi, mengingat akses infrastruktur yang mendukung dan kondisi alamnya yang masih lestari.

“Kami optimistis, bisnis landed house dalam jangka waktu 5 sampai 6 tahun mendatang masih sangat menjanjikan, untuk itu perusahaan menargetkan membangun 1.000 rumah lagi di kawasan ini. Total investasi termasuk pembangunan infrastruktur mencapai Rp2 triliun,” katanya, hari ini.

Dia menuturkan pengembangan BNR hingga saat ini masih terus berjalan yaitu pembangunan infrastruktur jalan akses masuk kawasan perumahan serta realisasi perumahan yang mencapai 1.200 unit rumah pada tahun ini, di mana 700 unit di antaranya telah terjual.

Lokasi BNR yang berada di kaki Gunung Salak dengan ketinggian 200 meter- 800 meter di atas permukaan laut ini menjadi nilai lebih dari lokasi lahan yang dimiliki Bakrieland untuk pengembangan kawasan tersebut seluas 1.200 hektare.

“Konsep pembangunan kami yaitu tetap menjaga ruang terbuka hijau seluas 60%, sisanya untuk pembangunan perumahan. Sementara itu, luas lahan yang sudah dikembangkan saat ini mencapai 200 hektare,” ujarnya.

Eddy menuturkan saat ini BNR telah membangun klaster utama di lahan 40 hektare yang di dalamnya terdapat 1.200 rumah yang dibagi lagi ke dalam lima klaster, yang dilengkapi dengan kawasan bisnis, tempat rekreasi The Jungle, mal, rumah sakit, Universitas Bakrie, hotel dan Resort Aston yang akan beroperasi 2011. (zuf)

`Perlu terobosan soal properti orang asing’
JAKARTA:

Kalangan pengembang sejak 11 November lalu memiliki nakhoda baru yakni Setyo Maharso sebagai ketua umum DPP Realestat Indonesia (REI) menggantikan F. Teguh Satria.

Berbagai masalah yang telah bertahun-tahun belum terpecahkan segera mengadang Setyo. Sebut saja soal pemilikan properti oleh orang asing, pembiayaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pembangunan 1.000 menara rusunami dan penerapan aturan tentang lahan telantar. Berikut petikan perbincangan Bisnis dengan lelaki kelahiran Semarang, 4 November 1958 itu. Apa yang dikerjakan dalam waktu dekat oleh kepengurusan baru REI? Apa tantangan terberat?
Tantangan sekarang lebih berat. Eranya lain. Setelah reformasi, dengan otonomi daerah, tidak tersentralisasi, maka saya mengajak teman-teman di daerah dalam kepengurusan ini, agar mereka bisa langsung tahu permasalahan, bisa action, bisa menyelesaikan masalah.

Selama 3 bulan pertama kami akan konsolidasi yang memba has dua isu besar yakni pembiayaan dan regulasi.

Kami baru bahas bersama Bank BNI, kami mau beralih dari kredit konstruksi ke kredit modal kerja. Kalau ini bisa terlaksana, akan membantu pengembang-pengembang di daerah.

Namun, dengan pembiayaan yang sudah kita siapkan, tanpa regulasi yang baik, itu tidak akan jalan. Dalam hal ini perizinan masih high cost economy.

Kita juga akan melihat PR-PR kemarin yang belum selesai, akan kami selesaikan. Seperti penerapan ketentuan tanah telantar. Kemarin ada kasus di Palu, ada lahan pengembang yang terancam ditetapkan sebagai tanah telantar.

Apa lagi pembenahan terkait de ngan regulasi yang menjadi fo kus penyelesaian?
Kepastian hukum, termasuk regulasi mengenai pemilikan properti oleh orang asing. Kami berharap ketentuan pemilikan properti oleh orang asing bisa segera dikeluarkan tanpa harus mengubah UU Pokok Agraria [UUPA]. Jadi, kita lihat kemungkinan haknya yang diubah men jadi hak pakai.

Hunian untuk MBR masih menjadi perhatian?
Tentu, itu kan salah satu roda ekonomi anggota REI. Kira-kira sekitar 60% sampai 70% anggota REI menggarap segmen itu.

Anggota REI masih ber harap pada pemerintah mengenai pembangunan 1.000 menara rusunami?
Ya. Di DKI Jakarta saja saat ini terdapat 200 menara rusunami.
Masalahnya sekarang, regulasinya bagaimana.
Kalau untuk KPR [kredit pemilikan rumah] atau FLPP [fasilitas li kuiditas pembiayaan perumahan]-nya nanti berjalan dengan bagus maka proyek itu bisa jalan.

Sekarang masih dilakukan sosialisasi tentang FLPP.

FLPP cukup bisa diterapkan?
Program baru tentu masih ada kekurangan. Itu harus kita akui, tidak bisa sempurna. Untuk menambah kesempurnaan itu, REI memberikan masukan, misalnya masalah perpajakannya.

Akan lebih baik dari program subsidi KPR sebelumnya?
Ya, kami melihatnya cukup menarik meskipun masih ada yang berpendapat bahwa bunganya kurang kecil. Tapi biar lah nanti sambil berjalan kita hitung lagi.

Mengenai pemilikan properti oleh orang asing, sebenarnya perkembangan terakhir di Bali [ketika dilaksanakan Kongres The Federation Internationale des Adminstrateurs de Biens Conseils et Agent Immobiliers/Federasi Realestat Internasional pada Mei 2010], bagaimana?
Belum ada [perkembangannya], sekarang [penetapan ketentuan pemilikan properti oleh orang asing] itu di tangan BPN [Badan Pertanahan Nasional].

Terkait soal pemilikan properti oleh orang asing ini, sebenarnya kalau mau mengubah undangundang [UUPA] ya susah. Maka itu harus ada terobosan-terobosan, tetapi bisa memayungi hukum itu [tidak menyimpang dari hukum], misalnya perubahan jenis-jenis hak ke hak pakai. Kita sebagai orang lokal harus mau membeli dengan hak pakai itu.

Pewawancara: IRSAD SATI & M. SYAHRAN W. LUBIS
Mengapa Apartemen di Jakarta Laris Manis
Sempitnya lahan di Jakarta menjadikan apartemen sebagai solusi tempat tinggal.
Selasa, 23 November 2010, 06:02 WIB
Hadi Suprapto, Fina Dwi Yurhami

VIVAnews – Apartemen di Jakarta masih menjadi sektor yang menarik bagi para pengembang properti. Meskipun hunian ini memiliki segmen terbatas, nyatanya penjualan apartemen laku keras. Banyaknya apartemen yang langsung ludes di tahap-tahap awal penjualan.

Contoh saja apartemen Reggata, Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara. Sejak dipasarkan pada 2008, dari 3 tower yang telah selesai dibangun, yaitu Dubai, Monte Carlo, dan Miami, penjualannya sudah mencapai 85 persen. Kini Regatta memasuki pembangunan tower keempat yang sedang dalam tahap penyelesaian interior dan akan dibuka pada 28 November ini.

Chandra M Makmoen, General Manager Badan Kerjasama Mutiara Buana, pengembang Apartemen Reggata, menjelaskan, bisnis properti khususnya apartemen pada tahun ini cukup baik. Masyarakat kelas atas, ceruk pasar apartemen, menilai bahwa apartemen bisa menjadi alternatif investasi yang cukup menggiurkan.

Selain itu, bagi para pengusaha yang lebih sering melakukan perjalanan setiap hari, tinggal di apartemen menjadi lebih praktis. Terlebih jika lokasinya strategis dan mudah dijangkau, tentu dapat mempersingkat waktu.

“Alasan lain, biasanya mereka membeli apartemen untuk anak-anak mereka yang baru pulang dari luar negeri.”

Meski demikian, Chandra mengakui masih banyak masyarakat yang belum terbiasa dengan budaya tinggal di apartemen. “Orang-orang yang tidak biasa akan stres, tinggal di lingkungan tertutup, tidak semua orang bisa masuk,” ujarnya.

Namun Chandra tidak merasa khawatir dengan kondisi tersebut, karena apartemen memiliki pasar tersendiri. “Nilai jual apartemen kan hunian ekslusif. Biasanya mereka mencari tempat tinggal yang bisa digunakan untuk aktivitas olahraga, belanja, dan bermain dalam satu tempat, ” katanya.

Prananda Herdiawan, manager komunikasi korporat PT Intiland Development Tbk juga mengatakan hal yang sama. Menurut dia, makin sempitnya lahan di Jakarta, menjadikan apartemen sebagai solusi bagi masyarakat saat ini, khususnya kalangan mengengah ke atas.

“Keterbatasan lahan, membuat tanah di Jakarta semakin mahal, ditambah kesemrawutan kota membuat banyak orang memilih tinggal di apartemen,” katanya.

Tingginya minat pembeli, terlihat dari penjualan One Park Resindencies, Gandaria, Kebayoran Baru yang dikembangkan Intiland. Dari 3 tower dengan jumlah 379 unit apartemen, sejak ditawarkan Februari lalu sudah terjual 85 persen.

“Penjualan bagus, khususnya penthouse,” ujar Prananda.

Menurut dia, apartemen telah menjadi salah satu penyumbang terbesar Intiland pada kuartal 3 tahun ini. Penjualan sektor residensial, yakni rumah dan apartemen, memberikan kontribusi sebesar Rp625 miliar atau 87,6 persen dari total pendapatan perseroan. Jumlah tersebut melonjak sebesar 257 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
• VIVAnews
Evaluasi tol harus sesuai jadwal
OLEH MIA CHITRA DINISARI Bisnis Indonesia
Ia berharap pemerintah segera menyelesaikan hasil evaluasi pemerintah segera menyelesaikan 24 ruas tol pada kuartal I/2011. (

Komitmen pemerintah soal pembebasan lahan dipertanyakan
JAKARTA: Asosiasi Tol Indonesia berharap pemerintah segera menyelesaikan hasil keseluruhan evaluasi 24 ruas tol pada kuartal I/2011, sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah. Ketua ATI Fatchur Rochman mengatakan kepastian penyelesaian evaluasi itu diperlukan agar proses kelanjutan proyek dapat segera dilaksanakan secepatnya.

Apalagi, selama ini pengusaha sudah menunggu kurang lebih selama 6 tahun untuk pembangunan ruas tol tersebut.

Meski demikian, dia menilai saat ini proses evaluasi sudah mulai menunjukkan perkembangan yang cukup positif, di mana pemerintah telah menerima hasil laporan dari seluruh pemilik konsesi tol.

“Ini masih proses awal, karena masih ada evaluasi kelayakan uji proyek dan evaluasi business plan masing-masing proyek. Karenanya kami berharap evaluasi terus fokus, sehingga rampung sesuai rencana,” ujarnya akhir pekan lalu.
Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani mengatakan saat ini proses evaluasi masih terus berlangsung, dan diharapkan bisa diselesaikan secepatnya.

Menurut dia, proses evaluasi memang memerlukan waktu yang cukup panjang untuk memastikan kelayakan proyek dan kelancaran pembangunannya, sehingga tidak lagi mandek seperti yang terjadi sebelumnya.

“Kami masih terus mengevaluasi, jika sudah rampung tahapan ini, pasti akan kami umumkan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR Muhidin M.

Said mempertanyakan evaluasi sejumlah ruas tol mengingat pemerintah belum memberikan komitmen yang jelas dalam melaksanakan pembebasan tanah.

“Seharusnya pemerintah ikut mendukung pembebasan tanah jalan tol mengingat harga tanah
lah ruas tol mengingat pemerins tah belum memberikan komit men yang jelas dalam melaksana kan pembebasan tanah. t “Seharusnya pemerintah ikut mendukung pembebasan tanah jalan tol mengingat harga tanah j saat ini sudah mengalami kenaikan berkali-kali lipat karena tidak adanya kebijakan yang jelas dan tegas,” katanya seperti dikutip Antara, kemarin.

Muhidin mengatakan investor jangan disalahkan kalau tidak
tur termasuk jalan tol,“ ujar dia.

DPR sampai saat ini masih menunggu pemerintah untuk membuat draf undang-undang pembebasan tanah bagi fasilitas umum, tetapi sampai saat ini belum terealisasi, ujarnya. kunjung memulai m e l a k s a n a k a n pembebasan tanah jalan tol apalagi pemerintah belum memberikan kepastian dalam pelaksanaan di lapangan.

Dia mengungkapkan persoalan pembebasan tanah dalam pembangunan jalan tol sudah pernah diagendakan dalam Infrastructure Summit 2008, tetapi tidak ada tindak lanjutnya sampai saat ini.

Pemerintah dinilai lambat dalam mengeluarkan kebijakan pembebasan tanah sehingga harga tanah melonjak seperti saat ini.

“Seharusnya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 7%, pemerintah harus mendahulukan pembangunan infrastruktur termasuk jalan tol,” ujar dia.

DPR sampai saat ini masih menunggu pemerintah untuk membuat draf undang-undang pembebasan tanah bagi fasilitas umum, tetapi sampai saat ini belum terealisasi, ujarnya.
Sehingga, jelasnya, kalau harga tanah sudah naik seperti sekarang ini tidak ada pilihan pemerintah harus memberikan dukungan dana untuk pembebasan tanah.

Menurut dia, harga yang ditanggung pemerintah sebesar 10% sudah tidak memadai lagi, kalau sampai investor disuruh menanggung dapat dipastikan tidak ada yang sanggup melaksanakan.

Ketua Kadin Indonesia bidang Infrastruktur Lukman Purnomosidi mengatakan persoalan jalan tol sudah ruwet, bahkan macet.

Dia menjelaskan ketika National Summit 2008 diselenggarakan, semua permasalahan dan rekomendasi sudah disepakati bersama antara Kadin-Pemerintah.

Setelah itu, pemerintah merevisi Perpres mengenai Public Private Partnership (Perpres No.
13/2010) kemudian ditindaklanjuti Permen PU No. 6./2010 yang sekarang menjadi dasar dalam evaluasi investor Jalan tol.

“Sayang sekali ternyata Permen PU tersebut isinya hanya soal evaluasi, sehingga tidak menjawab persoalan pokok yang telah disepakati seperti masalah penurunan kelayakan proyek akibat terlambat pembebasan lahan, dan masalah kebijakan pembebasan lahan untuk kepentingan umum.“

(ZUFRIZAL) (mia.chitra@bisnis.co.id)
EMAIL

Lahan Tol Telat Dibebaskan, Harga Melonjak
Pembangunan jalan tol tak akan sukses bila selalu terhalang permasalahan pembebasan lahan.
Senin, 22 November 2010, 07:40 WIB
Antique
Jalan tol Cipularang saat baru dibuka (VIVAnews/Muhammad Firman)

VIVAnews – Indonesia mengalakkan pembangunan infrastruktur sejak dua tahun lalu (2008), termasuk pembangunan jalan tol. Namun, hal tersebut selalu terbentur pada masalah pembebasan lahan.

Bahkan, revisi Peraturan Presiden (Perpres) 13/2010) tentang Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur dinilai belum mampu mempercepat konstruksi.

Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Frans S Sunito mengakui, pembangunan jalan tol tidak akan sukses bila selalu terhalang permasalahan pembebasan lahan. “Jadi, kendala utama pembangunan jalan tol adalah lahan. Karena itu, perlu dukungan pemerintah,” kata dia kepada VIVAnews di Jakarta.

Anggota Komisi V DPR juga mempertanyakan evaluasi sejumlah ruas tol, mengingat pemerintah dinilai belum memberikan komitmen yang jelas dalam melaksanakan pembebasan tanah.

“Seharusnya, pemerintah ikut mendukung pembebasan tanah jalan tol, karena harga tanah saat ini sudah naik berkali-kali lipat,” kata Wakil Ketua Komisi V DPR, Muhidin M Said dalam keterangannya.

Muhidin menuturkan, investor jangan disalahkan bila tidak kunjung melaksanakan pembebasan tanah jalan tol bila pemerintah belum memberikan kepastian dalam pelaksanaannya di lapangan.

Ia mengakui, persoalan pembebasan tanah dalam pembangunan jalan tol sudah pernah diagendakan dalam “Infrastructure Sumitt 2008”, tetapi tidak ada tindak lanjutnya sampai saat ini. Sepertinya, pemerintah lambat dalam mengeluarkan kebijakan pembebasan tanah sehingga harga tanah melonjak seperti saat ini.

“Kalau ingin mencapai pertumbuhan ekonomi di atas tujuh persen, pemerintah harus mendahulukan pembangunan infrastruktur termasuk jalan tol,” ujar dia.

Muhidin menambahkan, DPR sampai saat ini masih menunggu pemerintah membuat draf undang-undang pembebasan tanah bagi fasilitas umum tetapi sampai saat ini belum terealisasi. “Tentunya, kalau harga tanah sudah naik seperti saat ini tidak ada pilihan pemerintah harus memberikan dukungan dana untuk pembebasan tanah,” kata dia.

Menurut dia, harga yang ditanggung pemerintah sebesar 10 persen sudah tidak memadai lagi, kalau sampai investor disuruh menanggung dapat dipastikan tidak ada yang sanggup melaksanakan.

Ketua Kadin Indonesia bidang Infrastruktur, Lukman Purnomosidi juga mengatakan persoalan jalan tol sudah ruwet bahkan macet.

Menurutnya, saat Nasional Summit 2008 diselenggarakan, semua permasalahan dan rekomendasi sudah disepakati bersama antara Kadin-Pemerintah. Pemerintah merevisi Perpres 13/2010, kemudian ditindaklanjuti Permen PU 6/2010 yang sekarang menjadi dasar dalam evaluasi investor Jalan tol.

Sayang sekali, Permen PU tersebut isinya hanya soal evaluasi, sehingga tidak menjawab persoalan pokok yang telah disepakati seperti masalah penurunan kelayakan proyek akibat terlambat pembebasan lahan dan masalah kebijakan pembebasan lahan untuk kepentingan umum.

“Inti masalah, karena proyek-proyek jalan tol lima tahun lalu dilelang dalam kondisi lahan belum dibebaskan dan perangkat aturan juga belum ada. Akibatnya, timbul masalah penundaan, selanjutnya biaya proyek membengkak sehingga kelayakannya menjadi turun,” kata Lukman.

Seharusnya, dia menambah, hal itu cepat ditanggapi pemerintah, untuk berbagi beban, berapa yang ditanggung pemerintah (dalam bentuk dukungan), berapa ditanggung masyarakat (dalam bentuk tarif), dan berapa ditanggung investor (dalam bentuk kenaikan Investasi).

“Kondisi saat ini, posisinya menggantung, semua menunggu evaluasi. Padahal, evaluasinya itu sendiri belum akan menjawab permasalahan tersebut karena evaluasinya hanya akan menyimpulkan (kembali) kelayakan proyek dan siapa investor yang tidak layak (sehingga perlu menggandeng investor baru),” tutur Lukman.

Ia mencontohkan, kebutuhan infrastruktur jalan tol sudah sangat mendesak seperti kehadiran jalan tol Lingkar Luar Jakarta yang sampai saat ini belum tersambung-sambung. Padahal, keberadaan jalan tol itu sudah sangat mendesak bagi kelancaran arus barang dan jasa dari berbagai kawasan industri di pinggir Jakarta yang sering terhambat akibat kemacetan lalu lintas dan akhirnya akan menghambat pertumbuhan ekonomi dalam 3 – 5 tahun mendatang.

Lukman menuturkan, menunggu evaluasi sedang berlangsung, perlu ada langkah paralel untuk mempercepat RUU pengadaan lahan untuk kepentingan umum dan langkah untuk memastikan dukungan pemerintah terhadap investasi jalan tol. “Tanpa adanya langkah ini, kami pesimistis mengenai rencana-rencana proyek PPP (public private partnership) yang akan datang,” ujarnya.
• VIVAnews

Bakrieland Kuasai Lima Proyek Ruas Tol Jawa
Sabtu, 13 November 2010 , 00:23:00 WIB

RMOL.PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) terus melakukan eks­pansi di jalan tol. Salah satu peru­sahaan milik Bakrie Group ter­sebut akan menambah jumlah ruas tolnya men­­jadi 10 ruas tol. Saat ini Bakrie­land baru mem­bangun lima ruas tol. Proyek pembangunan ja­lan tol akan dilakukan anak peru­sahaan Bakrieland yakni, PT Bakrie Toll Road.

“Kita mau ambil lagi lima ruas tol dan semuanya ada di Jawa, na­mun dananya hingga kini belum bisa kita katakan. Kita ber­harap dalam lima tahun ke depan bisa memiliki 10 ruas tol,” ujar Pre­si­den Direktur Bakrie Deve­lop­ment Hiramsyah S Thaib di Ja­karta, kemarin.

Menurutnya, dari total panjang tol di Indonesia 700 kilo meter (km), Bakrieland ber­ha­sil memili­ki 200 km yang ter­diri dari ruas Kanci-Pejagan, Pe­ja­gan-Pema­lang, Ciawi-Suka­bumi, Ba­tang-Semarang dan Pa­su­­ruan-Probo­linggo. “Untuk Suka­bumi, saat ini dalam proses pembebasan la­han sedangkan untuk Pejagan-Pema­lang sudah bisa beroperasi pada awal 2013,” ujarnya.

Di samping menambah ruas tol, perseroan juga tengah me­nyi­ap­kan aksi korporasi baru untuk Bakrie Tol Road. Perseroan akan melego terlebih dahulu ke in­ves­tor stra­tegis sebelum me­langsung­kan Initial Public Offering (IPO).

“Kami akan menawarkan saham Bakrie Tol Road sekitar 20-30 persen kepada mitra strategis,” katanya seraya menambahkan, pi­haknya tengah berbicara dengan mitra strategis asal Asia. [RM]

Kamis, 11 November 2010 | 17:35 oleh Abdul Wahid Fauzie, Amailia Putri Hasniawati
TAMAN BERMAIN DARI BARIELAND
ELTY sedang negosiasi dengan Disneyland

JAKARTA. Rencana PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) untuk membangun theme park alias taman bermain bukanlah isapan jempol semata. Perusahaan properti dan infrastruktur jalan tol ini sedang melakukan negosiasi dengan pihak Disneyland.

“ELTY sedang melakukan negosiasi, dan sebelum akhir tahun akan selesai,” kata sumber KONTAN. Menurut si sumber, penandatanganan kontrak ini akan terjadi pada awal tahun depan. Sehingga, proses pembangunannya akan dilaksanakan pada pertengahan 2011.

Asal tahu saja, pembangunan Disneyland ini akan dilangsungkan pada kawasan Lido, Sukabumi. Nilai investasi untuk proyek ini diperkirakan US$ 1 miliar. Sayangnya, Hiramsyah S Thaib, Presiden Direktur ELTY enggan menanggapi kabar ini. “Rencana pembangunan theme park memang ada, namun dengan siapa kita belum bisa bicara,” tegasnya.
Sebelum IPO, Bakrie Toll Road Bakal Gandeng Investor Asia
Kamis, 11 November 2010 – 17:20 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menuturkan tengah melakukan penjajakan dengan sejumlah investor asal Asia untuk masuk ke anak usahanya, PT Bakrie Toll Road (BTR).

“Kemungkinan semester satu sudah akan ada yang masuk, sebelum BTR IPO,” jelas Direktur Utama ELTY Hiramsyah S Thaib dalam acara Investor Summit and Capital Market Expo 2010, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (11/11/2010).

Dia menjelaskan, bisa saja ELTY nanti melepaskan sebesar 20-30 persen saham BTR kepada mitra strategisnya. Sehingga, saham ELTY di BTR yang sekarang 100 persen bakal berkurang menjadi 70-80 persen.

Selanjutnya, dia mengaku bakal kembali melepas saham BTR ke publik melalui mekanisme IPO. Rencanaya, IPO ini akan dilakukan pada semester II-2011 atau paling lambat semester II-2012. Terkait IPO BTR, dia mengaku perseroan sudah memulai persiapannya. “Dari pelepasan saham saham-saham tersebut lebih dari Rp1 triliun,” ungkap dia.

Sekarang ini, ELTY melalui BTR memiliki lima ruas jalan tol dengan panjang sekira 200-250 km. Selanjutnya, hingga lima tahun ke depan perseroan akan menambah lima ruas tol baru.(adn)(rhs)
Rabu, 10 November 2010 | 12:11 oleh Abdul Wahid Fauzie
AKSI KORPORASI ELTY
ELTY incar US$ 30 juta dari mitra strategis (kontan)

JAKARTA. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) masih tengah berupaya keras menggaet mitra strategis untuk menggarap proyek miliknya. Perusahaan properti Grup Bakrie ini mengincar dana cukup besar dari mitra tersebut.

“Kami masih memfinalisasi hal tersebut dengan tiga investor untuk menjadi mitra,” kata Presiden Direktur ELTY Hiramsyah S Thaib. Menurut Hiramsyah, dua investor berasal dari Asia, sementara satu lainnya non Asia. “Kami berharap prosesnya akan selesai pada awal 2011,” imbuhnya.

Hiramsyah bilang, ELTY akan menawarkan kepemilikan sahamnya di proyek tol sebesar 20% hingga 30%. Kata Hiramsyah, dari penjualan saham ini, ELTY menargetkan dana sebesar US$ 30 Juta. Selain itu, Hiramsyah juga akan mengajak mitra tersebut untuk masuk ke proyek properti. Namun, “Untuk proyek ini, kami ingin tetap jadi mayoritas,” tegasnya.
Bakrie Toll Road Rencana IPO Akhir 2011
Headline
IST
Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Rabu, 10 November 2010 | 12:16 WIB

INILAHCOM, Jakarta – Anak usaha PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), yaitu PT Bakrie Toll Road berencana melepas saham ke publik pada akhir tahun 2011 dan paling lambat pada 2012.

Direktur Utama PT Bakrieland Development Tbk, Hiramsyah Thaib mengatakan rencana pelepasan saham Bakrie Toll Road tersebut akan membuat dilusi sebesar 20%-30%. Selain itu, Perseroan berencana menerbitkan obligasi. Dana dari hasil aksi korporasi ini akan digunakan untuk akuisisi jalan tol. Perseroan berencana mengakuisisi lima ruas jalan tol dalam waktu tiga tahun. “Kita lihat momentum yang bagus untuk aksi korporasi itu dan tergantung situasi pasar,” ujar Hiramsyah, Rabu (10/11).

Terkait Limitless dalam proyek Rasuna Episentrum, Hiramsyah mengatakan Limitless akan tetap melanjutkan proyek Rasuna Episentrum bersama ELTY. “Akhir tahun selesai. Mereka sudah masukkan dana US$33 juta dari dana yang diperlukan sebesar US$122 juta. Mereka sedang cari mitra baru mengingat Dubai World sudah selesai,” kata Hiramsyah.

Hiramsyah mengharapkan akhir Desember sudah beres untuk pelunasan dana oleh Limitless.

Selain itu, Perseroan akan menggandeng 3 investor dalam proyek properti dan jalan tol. Hiramsyah menuturkan 3 investor terdiri dari 2 investor dari Asia dan 1 investor non Asia. “Kita lagi mau cari mitra, ada tiga investor selain Lido dan Jonggol,” kata Hiramsyah. [cms]
Rabu, 10 November 2010 | 12:28 oleh Abdul Wahid Fauzie, Anna Suci Perwitasari
AKSI KORPORASI ELTY
Limitless akan ajak mitra suntikkan dana tambahan ke ELTY

JAKARTA. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) memastikan, salah satu investor asing yang akan menjadi mitra strategisnya adalah Limitless. Perusahaan asal Dubai ini dikabarkan akan tetap menjadi mitra ELTY pada proyek Rasuna Epicentrum.

“Mereka tetap akan melanjutkan menjadi mitra,” tegas Presiden Direktur ELTY Hiramsyah S Thaib. Menurut Hiramsyah, Limitless akan mencari mitra mitra lagi untuk menyuntikkan sisa dana yang belum dibayarkan.

Sayang, Hiramsyah enggan mengatakan investor yang sedang dijajaki oleh Limitless ini. Yang pasti, Limitless masih punya kewajiban untuk menyuntikkan dana sebesar US$ 120 juta kepada ELTY. Hingga saat ini, Limitless baru menyuntikkan dana sebesar US$ 33 juta. “Mereka harus suntik sisanya,” ucapnya. Hiramsyah bercerita jika pembicaraan dengan Limitless ini akan selesai pada akhir Desember. kontan
10 Proyek jalan tol penuhi ketentuan finansial
Selasa, 09/11/2010 23:23:42 WIB


Oleh: Natalina Kasih Wasiyati
JAKARTA: Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memastikan 10 ruas jalan tol yang telah dievaluasi dapat melanjutkan pembangunan proyek karena dinilai layak secara finansial.

Pasalnya, enam dari 10 investor jalan tol telah mendapatkan mitra, sedangkan empat lainnya berkomitmen menambah modal perusahaan, sehingga dinilai layak secara finansial untuk melanjutkan pembangunan proyek tersebut.

Keenam ruas yang telah mendapatkan mitra yaitu Pejagan-Pemalang, Cimanggis-Cibitung, Depok-Antasari, Ciawi-Sukabumi, Waru-Tanjung Perak, dan Pasuruan-Probolinggo.

Adapun empat ruas yang telah menyatakan komitmennya kepada BPJT untuk menambah modal perusahaan yakni Bekasi-Kampung Melayu, Pemalang-Batang, Gempol-Pandaan dan Depok-Antarsari.

Sebelumnya, dari hasi evaluasi kepemilikan modal terhadap 24 investor jalan tol, BPJT menyebutkan 14 ruas di antaranya dinilai layak secara finansial untuk melanjutkan proyek, sedangkan delapan ruas harus mencari partner dan dua ruas belum menyerahkan laporan keuangan.

Kepala BPJT Ahmad Ghani Gazali mengatakan hingga kini pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap ke 24 ruas jalan tol tersebut yang dinyatakan lulus secara finansial, untuk selanjutnya masuk tahap evaluasi kelayakan proyek.

Dia menuturkan hasil resmi evaluasi kelayakan investor dari segi keuangan perusahaan tersebut diperkirakan selesai dalam kurun waktu 1 bulan ke depan, sehingga pada 22 Desember 2010, BPJT sudah bisa mengumumkan ruas-ruas yang dinyatakan layak baik secara finansial maupun proyeknya.

“Sebanyak enam ruas yang harus mencari partner sudah mengajukan proposalnya, sedangkan empat ruas akan dinilai tidak perlu mencari partner [karena berkomitmen menambah modal]. Untuk Gempol-Pandaan sudah diincar oleh PT Jasa Marga, sedangkan lainnya berkomitmen menambah kepemilikan modal,” katanya kepada Bisnis, sore tadi.

Ghani menuturkan setelah dinyatakan layak secara finansial, pihaknya akan memanggil keseluruhan BUJT (badan usaha jalan tol) tersebut untuk dinilai kelayakan bisnisnya termasuk kemampuan tingkat pengembalian investasi.

“Tahapan-tahapan tersebut diharapkan dapat dilakukan sesuai jadwal, guna mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol ini,” katanya.

Ketua Asosiasi Tol Indonesia (ATI) Faturachman mengatakan meskipun dinyatakan layak secara finansial oleh pemerintah, proyek-proyek tol tersebut secara keseluruhan mengalami penurunan tingkat kelayakan proyek.

Untuk itu, lanjut dia, dibutuhkan dukungan pendanaan dan pengadaan lahan dari pemerintah agar bisnis jalan tol menjadi bergairah. (zuf)

Selasa, 02 November 2010 | 10:22 oleh Ade Jun Firdaus, Kun Wahyu Winasis, KONTAN
PERUBAHAN MANAJEMEN ELTY
Isu konflik membuntuti perubahan direksi ELTY

JAKARTA. Hengkangnya Ferdinand Sadeli dari kursi Direktur Keuangan PT Bakrie Development Tbk (ELTY) melahirkan cerita kurang sedap. Spekulasi yang beredar menyebut, Ferdinand hengkang karena tak sepaham dengan para direksi ELTY.

Sumber KONTAN di grup Bakrie menuturkan, dewan direksi ELTY tengah terbelah konflik. “Posisi Ferdinand terjepit di antara dua kubu di dalam ELTY yang berkonflik,” kata si sumber, kemarin.

Selain konflik tersebut, lanjut si sumber, Ferdinand juga tidak sreg dengan aksi penerbitan saham baru (rights issue) ELTY senilai Rp 3,2 triliun pada Juli lalu. Sebagian dana hasil rights issue, yakni Rp 1,9 triliun, digunakan untuk membiayai akuisisi terhadap PT Bukit Jonggol.

Ferdinand, lanjut sumber KONTAN, menganggap akuisisi Bukit Jonggol belum terlalu mendesak mengingat ELTY masih memiliki cadangan lahan alias landbank. “Karena tidak kuat dengan konflik di dalam, Ferdinand akhirnya memilih mundur dari ELTY,” jelas sumber yang juga bekerja di Grup Bakrie itu.

Tapi, spekulasi bahwa penyebab pengunduran diri Ferdinand adalah konflik di tubuh ELTY dibantah oleh Nuzirman Nurdin. Sekretaris Perusahaan ELTY tersebut menyatakan Ferdinand mundur semata-mata karena ingin melanjutkan pendidikan.

Ferdinand, menurut Nuzirman, juga mendapat tawaran pekerjaan baru dari perusahaan multinasional. “Pak Ferdinand termasuk salah satu decision maker akuisisi Bukit Jonggol. Jadi, isu tersebut sangat tidak masuk akal,” tegasnya.

Ferdinand masuk ke ELTY baru di awal 2010 ini. Ia pernah berkarir sebagai Senior Manager di Ernst & Young pada 2002-2007. Dia menyelesaikan studinya di Universitas Trisakti, Jakarta dan meraih Master of Applied Finance, University of Melbourne, Australia. Sayang, hingga kemarin, KONTAN kesulitan menghubungi Ferdinand.

Analis BNI Securities Maxi Liestyaputra menilai, strategi ELTY mengakuisisi Sentul dan Jonggol merupakan langkah investasi tepat. Selain harganya murah, dua kawasan itu bakal diminati masyarakat Jakarta lantaran sanitasi dan lingkungannya masih nyaman.

Atas dasar itu, Maxi tetap merekomendasikan beli terhadap saham ELTY. Ia menaksir saham ini bisa mendaki hingga level Rp 320 per saham. Pada penutupan perdagangan Senin (1/11), harga ELTY adalah Rp 158 per saham. “Saham ELTY masih layak untuk dibeli,” kata Maxi.

Pemegang saham berubah

Selain mundurnya Ferdinand, dalam sebulan terakhir ini, komposisi pemegang saham ELTY juga berubah cepat. Per 30 September 2010, Ascention Limited tercatat memiliki 3,91 miliar saham atau setara 9,80% dari total saham ELTY. Sebelumnya, saham sebanyak itu dimiliki atas nama PT Danatama Capital.

Menariknya, per 13 Oktober 2010 Ascention telah melepas 1,37 miliar saham. Jadi, saham ELTY yang tersisa di Ascention 2,54 miliar saham (6,37%). Tapi, pada 22 Oktober lalu, seluruh kepemilikan Ascention hilang. Yang muncul justru nama Danatama Makmur dengan kepemilikan empat miliar saham atau 10,2%.

Seorang trader di bursa saham menduga, saham yang menggunakan nama Ascention sejatinya dimiliki oleh Grup Bakrie sendiri. Apalagi Ascention masuk daftar pemegang saham ELTY saat rights issue lalu.

Tapi, lagi-lagi Nuzirman membantah spekulasi tersebut. “Ascention itu perusahaan investasi asal luar negeri. Perusahaan itu tidak ada sangkut pautnya dengan Bakrieland Development,” bantah dia.

Bakrieland & Urbane kembangkan ruang hijau
Jumat, 29/10/2010 03:32:39 WIB
Oleh: Rahmayulis Saleh
JAKARTA: PT Bakrieland Development Tbk (Bakrieland) bersama PT Urbane Indonesia (Urbane) bekerjasama mengembangkan ruang terbuka hijau di Kelurahan Babakan Asih, Kec. Bojongloa Kaler, Bandung, Jabar, dengan nama One Village One Playground (OVOP).

Ruang terbuka hijau tersebut, merupakan wujud dari kepedulian Bakrieland dan Urbane akan ruang terbuka hijau, yang layak untuk masyarakat berada di daerah padat penduduk.

“Ruang terbuka hijau ini dikembangkan untuk dapat membantu masyarakat meningkatkan kualitas kehidupan sehari-hari, yang meliputi pembangunan area bermain bagi anak-anak, sarana belajar, serta sarana kegiatan sosial kesehatan, dan sosial keagamaan,” kata Marudi Surachman, Direktur Product Development PT Bakrieland Development, kemarin.

Pengembangan OVOP ini, katanya, juga menjadi bagian dari komitmen Bakrieland dalam mendukung berbagai kegiatan, yang mendorong terciptanya ruang terbuka hijau yang selaras dengan program CSR Bakrieland.

“Konsep program CSR Bakrieland mengedepankan prinsip Green architecture, green operations, dan green attitude,” ujarnya dalam rilis perusahaannya hari ini. Dia mengatakan seluruh material yang digunakan dalam pembangunan area OVOP, menggunakan material ramah lingkungan. “Hal ini menjadi bukti keseriusan kami untuk selalu mengimplementasikan konsep ramah lingkungan, di setiap pembangunan proyek kami,” tambah Marudi saat peresmian OVOP, kemarin.

One Village One Playground dibangun di ruang terbuka hijau di atas lahan seluas 106 m2, yang difungsikan sebagai fasilitas umum warga Kelurahan Babakan Asih. Wilayah tersebut merupakan kawasan padat penduduk, nyaris tidak memiliki ruang terbuka hijau, dan memiliki topografi yang rawan banjir.

“Daerah ini sebelumnya dikenal memiliki tingkat kejahatan dan jumlah residivis yang tinggi. Namun, kawasan ini juga dikenal memiliki tingkat solidaritas dan keterbukaan yang tinggi di masyarakat,” ujarnya.

Selain mengembangkan ruang terbuka hijau, dan membangun gazebo sebagai ruang multifungsi di area ini, katanya, Urbane juga melakukan perbaikan sistem drainase di sekitar lokasi untuk mengantisipasi banjir. Dia menuturkan proyek OVOP juga akan menjadi pilot project, untuk mengimplementasikan konsep serupa di lingkungan sekitar Unit Usaha Bakrieland, dengan nama Taman Pintar Bakrieland.

Taman pintar tersebut direncanakan akan menjadi fasilitas umum bagi masyarakat, di lingkungan sekitar unit usaha properti. Perusahaan itu, yang diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di sekitarnya. (ts)
ELTY bantah terlibat transaksi di bursa
Jumat, 22 Oktober 2010 | 11:13
JAKARTA. Sekretaris Perusahaan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) Nuzirman Nurdin menyatakan, pihaknya tidak mengetahui adanya transaksi 4.052.110.000 saham yang terjadi pada tanggal 20 Oktober 2010, serta akumulasi 4.082.065.500 saham selama seminggu (dari 13 oktober sampai 20 Oktober 2010).

Hingga saat ini, ELTY belum mendapatkan informasi apapun mengenai perubahan kepemilikan saham, terkait transaksi tersebut dari BirO Adminitrasi Efek (BAE), yang mana baru bisa diketahui tiga hari setelah transaksi. kontan
Anak usaha ELTY yang bergerak di bidang pembangunan jalan tol, PT Bakrie Toll Road (BTR) sedang mengkaji penerbitan emisi obligasi berkisar Rp 1 triliun-Rp 1,5 triliun. Obligasi tersebut rencananya akan diterbitkan pada semester I-2011. Dana hasil emisi obligasi akan digunakan untuk membayar utang (refinancing) terutama kepada bank nasional, serta membiayai pembebasan lahan dan pembangunan jalan tol. Saat ini BTR sedang mempercepat pembebasan lahan seksi I dan II di ruas tol Pejagan-Pemalang.

Sumber : IPS Research
Ketersediaan Kondominium Siap Huni Turun 87,62%
Kamis, 21 Oktober 2010 – 19:08 wib

Wilda Asmarini – Okezone

JAKARTA – Tingkat ketersediaan properti hunian subsektor penyewaan kondominium di Jakarta pada kuartal III-2010 ini menurun 87,62 persen dibandingkan kuartal II-2010. Penurunan ini dikarenakan rendahnya ketersediaan kondominium pada kuartal ketiga di mana hanya tersedia 158 unit.

Vice President Coldwell Banker Commercial Dwi Novita Yeni mengatakan, rendahnya tingkat ketersediaan kondominium itu karena masih banyaknya kondominium dalam proses pembangunan yang diperkirakan baru selesai pada 2012.

“Selama kuartal ketiga ini sejumlah developer (pengembang) baru meluncurkan proyek-proyek mereka yang kebanyakan berada di lokasi sekunder yang kemungkinan baru selesai pada 2012,” tutur Novi saat konferensi pers “Greater Jakarta Property Market Overview” di Kawasan Bisnis Granada, Plaza Semanggi, Jakarta, Kamis (21/10/2010).

Meski bertambah 158 unit pada kuartal ketiga ini, dia mengatakan, total ketersediaan kondominium saat ini menjadi 70.738 unit yang terdiri dari 16.498 unit di kawasan pusat bisnis (Central Business District/ CBD) dan 54.240 unit di kawasan sekunder.

Menurunnya tingkat ketersediaan ini ternyata juga berpengaruh kepada tingkat penyerapan kondominium. Novi mengatakan, tingkat penyerapan kondominium pada kuartal III 2010 ini menurun 0,08 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (Q on Q) menjadi 76,94 persen. Namun, lanjutnya, tingkat penyerapan untuk kondominium yang telah ada (existing) naik 0,60 persen menjadi 95,48 persen.

Guna meningkatkan penjualan kondominium tersebut, katanya, para developer menawarkan sejumlah diskon harga per unit kondominium. “Kami mencatat rata-rata harga jual kondominium turun 0,96 persen menjadi sekira Rp11,763 juta per m2,” ungkapnya.

Dia merinci, harga jual per unit kondominium di area CBD sekira Rp11,1 juta-RpRp23,5 juta per m2. Sementara di area sekunder harga jual sebesar Rp5,8 juta-Rp15,6 juta per m2. Kendati mengalami penurunan pada kuartal ketiga ini, Novi memperkirakan bakal terjadi peningkatan ketersediaan kondominium pada kuartal berikutnya.

“Dipicu semakin meningkatnya pasar, para developer pun akan menambah pembangunan kondominium. Dengan demikian, ini akan meningkatkan ketersediaan kondominium dan makin memicu kompetisi di antara para pengembang lainnya,” tandasnya.(ade)
Bakrie Gandeng Bukaka & BUMD Bangun Tol Ciawi
Pendapatan perseroan masih bakal ditopang unit bisnis city property dan hotel resort.
KAMIS, 21 OKTOBER 2010, 10:07 WIB Antique

VIVAnews – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menggandeng PT Jasa Sarana, BUMD Jawa Barat, untuk mempercepat pembangunan tol Ciawi-Sukabumi. Perseroan mengalokasikan dana Rp400 miliar.
ELTY menguasai 60 persen saham PT Trans Jabar Toll Road, sedangkan Jasa Sarana memiliki 25 persen saham dan Grup Bukaka 15 persen saham. Trans Jabar merupakan perusahaan pemegang konsesi tol Ciawi-Sukabumi.
Perusahaan properti milik keluarga Bakrie tersebut mempercepat sejumlah proyek jalan tol. Perseroan tengah menggenjot pembebasan lahan seksi I dan II ruas tol Pejagan-Pemalang. Begitu juga dengan ruas tol Semarang-Batang. Saat ini, ELTY, melalui anak usahanya, PT Bakrie Toll Road (BTR), telah mengoperasikan ruas tol Kanci-Pejagan sepanjang 35 kilometer.
Bakrieland memperkirakan akan meraih pendapatan sekitar Rp800-900 miliar pada kuartal III-2010. Pendapatan tersebut tumbuh 22-37 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp656,4 miliar.

“Pendapatan di kuartal III bisa Rp800-900 miliar,” ujar Presiden Direktur Bakrieland Hiramsyah S Thaib dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 21 Oktober 2010.

Menurutnya Hiramsyah, pertumbuhan pendapatan perseroan masih bakal ditopang unit bisnis city property dan hotel resort. “Pertumbuhan itu mengonfirmasi tren peningkatan penjualan tahun ini, seiring rendahnya suku bunga,” ujarnya.

Dia mengakui, perolehan pendapatan tersebut sesuai ekspektasi perseroan, sehingga perseroan optimistis pendapatan hingga akhir tahun ini mencapai Rp1,3 triliun. Pendapatan itu naik 22,6 persen dibandingkan 2009 sebesar Rp1,06 triliun. “Kalau laba bersih 2010 kami proyeksikan meningkat 20-30 persen,” kata Hiramsyah.

Kendati demikian, mengenai laba bersih kuartal III-2010, perseroan belum bisa mengungkapkannya. Menurut Sekretaris Perusahaan Bakrieland Nuzirman Nurdin, pihaknya akan menyelesaikan laporan keuangan periode tersebut dalam waktu dekat. “Saat ini, kami baru bisa sampaikan pendapatan perusahaan. Itu juga masih kisaran Rp800-900 miliar,” ujarnya.

Hingga akhir tahun, ELTY bakal merampungkan Hotel Bali Pullman Legian Nirwana dan Kondotel Aston Bogor. Selain itu, perseroan akan menyelesaikan klaster Harmoni di Bogor Nirwana Residence, serta penutupan atap (topping off) Kondominium The Grove di Superblok Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta. (hs)

• VIVAnews

Perusahaan pengembang properti, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) memproyeksikan peningkatan laba bersih hingga akhir tahun sebesar 20-30 persen dibandingkan 2009 lalu.

Sementara itu, perseroan juga menargetkan pendapatan di tahun ini dapat meningkat 22,6 persen menjadi Rp1,3 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,06 triliun.

“Sedangkan untuk laba bersih 2010 kami proyeksikan meningkat 20-30 persen,” ujar Presiden Direktur ELTY Hiramsyah S Thaib dalam keterangan tertulisnya kepada okezone di Jakarta, Kamis (21/10/2010).

Menurutnya, pertumbuhan pendapatan dan laba bersih tersebut masih ditopang oleh unit bisnis city property serta hotel resort. Adapun untuk kuartal III-2010 perseroan memprediksi pertumbuhan pendapatan menjadi Rp800 miliar-Rp900 miliar atau meningkat 22-37 persen jika dibandingkan realisasi pendapatan periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp656,4 miliar.

“Pertumbuhan itu mengonfirmasi tren peningkatan penjualan tahun ini, seiring rendahnya suku bunga. Pertumbuhan tersebut juga sudah sesuai dengan ekspektasi perseroan,” tambahnya.

Namun, mengenai laba bersih triwulan III-2010, perseroan belum bisa mengungkapkannya. Menurut Sekretaris Perusahaan Bakrieland Nuzirman Nurdin, pihaknya akan menyelesaikan laporan keuangan triwulan III dalam waktu dekat. “Saat ini, kami baru bisa sampaikan pendapatan perusahaan. Itu juga masih kisaran Rp800 miliar-Rp900 miliar,” jelas Nuzirman.

Sekadar informasi, di tahun ini ELTY tengah berupaya merampungkan beberapa proyek seperti Hotel Bali Pullman Legian Nirwana dan Kondotel Aston Bogor yang diperkirakan akan selesai di akhir 2010. Selain itu, ELTY juga akan menyelesaikan Cluster Harmoni di Bogor Nirwana Residence, serta penutupan atap (topping off) Kondominium The Grove di Superblok Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta.

Sumber : OKEZONE.COM
loading
Transaksi perkantoran di Jakarta melejit
OLEH YUSUF WALUYO JATI Bisnis Indonesia

Biaya jasa pemeliharaan gedung meningkat JAKARTA: Realisasi pen jualan ruang perkantoran di pusat bisnis Jakarta pada Januari September 2010 ter nyata melampaui realisasi penjualan sepanjang 2009, atau melejit 40% dari 109.600 m2 pada 2009 men jadi 153.700 m2.

Tingginya volume transaksi sepanjang 9 bulan pertama 2010 tak lepas dari melemahnya dampak negatif krisis finansial global yang memicu membaiknya kondisi makroekonomi nasional.
Keadaan ini diklaim telah mampu memperkuat daya beli konsumen seiring dengan penguatan rupiah terhadap dolar AS sekitar 1,5%.

Berdasarkan data Cushman & Wakefield Indonesia (CWI), peningkatan transaksi sepanjang periode itu tak lepas dari besarnya kontribusi penyerapan ruang perkantoran pada kuartal III/2010 sekitar 57.400 m2.

Volume ini meningkat 10% dibandingkan dengan penyerapan pada kuartal II/2010 sebesar 52.181,82 m2.

Associate Director Stragic Consulting dari CWI Arief Rahardjo menjelaskan permintaan dan transaksi sewa ruang perkantoran sepanjang kuartal III masih positif atau sama dengan kondisi pada kuartal II. Kondisi ini diperkirakan terus bertahan hingga akhir 2010.

“Sebagian besar transaksi didominasi para penyewa existing [yang sudah ada] yang ingin memperluas ruang kantor mereka dan sebagian lagi untuk kebutuhan relokasi,“ jelasnya kepada Bisnis, kemarin.

Selama kuartal III, ujarnya, CWI mencatat beberapa transaksi besar di subsektor ini seperti relokasi kantor Bank Permata di Barclays House, Sudirman, Ja karta Pusat, dengan transaksi sewa seluas 5.800 m2. Selain itu, terdapat perluasan kantor salah satu perusahaan migas sebesar 1.125 m2 di Mid-Plaza, sebesar 1.800 m2 di Menara Bidakara 1 dan 800 m2 di Gedung Nugra Santana.

Kendati tak menyebutkan nilai transaksi secara pasti, CWI memperkirakan harga sewa rata-rata (netto/bersih) di kawasan Sudirman pada kuartal III/2010 sebesar Rp187.371 per m2 per bulan atau setara dengan US$20,99 per m2 per bulan.

Adapun, di kawasan Gatot Subroto berkisar Rp174.038 per m2 per bulan (US$19,50) sedangkan harga sewa ruang perkantoran tertinggi kini dipegang kawasan Satrio yakni sekitar Rp193.250 per m2 per bulan (US$21,65).

Di kawasan Satrio, para pengembang kakap seperti Agung Podomoro Group (APG) dan Ciputra sedang merampungkan sejumlah proyek perkantoran prestisius yang terintegrasi dengan hunian dan pusat perbelanjaan.

Sepanjang kuartal III, jelas Arief, banyak gedung di Jakarta menaikkan biaya pemeliharaan (service charge). Penyesuaian ini terjadi akibat sentimen penaikan tarif dasar listrik (TDL) pada awal Oktober 2010.

“Beberapa gedung yang telah mencapai tingkat hunian di atas 90% juga terpantau menaikkan harga sewa dasar mereka,“ jelasnya. (A. DADAN MUHANDA) (yusuf.waluyo@bisnis.co.id)

Rabu, 20 Oktober 2010 | 10:34 oleh Barratut Taqiyyah SAHAM ELTY
Kepemilikan saham berubah, ELTY terjun bebas
JAKARTA. Saham PT Bakrieland Development (ELTY) terjun bebas sesaat setelah pembukaan. Pada pukul 09.44, saham ELTY anjlok 9,5% menjadi Rp 172. Ini merupakan penurunan paling besar sejak 24 Mei lalu.

Meluruhnya saham ELTY terkait disinyalir akibat perubahan kepemilikan saham perusahaan properti ini. Asal tahu saja, susunan pemegang saham ELTY baru saja berubah.

Sebelumnya KONTAN memberitakan, per 13 Oktober 2010, jumlah saham ELTY yang berada di tangan Ascention Limited merosot dari 3,91 miliar saham atau 9,80%, menjadi 2,54 miliar saham (6,37%). Ini berarti, Ascention telah menjual 1,37 miliar saham ELTY.

Padahal nama Ascention baru nongol di daftar pemegang saham ELTY pada 28 September 2010. Porsi kepemilikan saham Ascention sebesar 9,80%, sama persis dengan porsi yang sebelumnya berada di tangan Danatama.

Seorang broker asing yang meminta tidak sebutkan namanya, menuturkan, Ascention berniat melepas seluruh saham ELTY yang masih tersisa. Menurut broker tersebut, saham ELTY yang berada di tangan Ascention sebenarnya milik ELTY sendiri. Ia menambahkan, Ascention menargetkan perolehan fulus hingga US$ 75 juta atau setara Rp 675 miliar dari penjualan seluruh saham ELTY.

Rabu, 20 Oktober 2010 | 14:09 oleh Abdul Wahid Fauzie SAHAM ELTY
Kabarnya, tadi malam saham ELTY didiskon 12,1%
JAKARTA. Kasak kusuk tentang penjualan saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) kembali beredar. Saham perusahaan properti dan jalan tol Grup Bakrie ini kembali dijual oleh pemegang sahamnya.

“Harga jual sahamnya dikisaran Rp 167 per saham hingga Rp 175 per saham,” bisik sumber KONTAN. Artinya, harga jual saham ELTY ini terdiskon sekitar 7,9% hingga 12,1% dari harga penutupan pasar Rp 190 per saham, kemarin (19/10).

Menurut si sumber, yang menjadi agen penjual pemagang saham ELTY ini adalah CLSA. Sayang, si sumber enggan mengungkapkan pemegang saham ELTY yang mana yang melakukan aksi ini. “Jumlah saham yang dijual antara 6,6% hingga 10%,” tegasnya.

Sayang, Nuzirman Nurdin, Sekretaris Perusahaan ELTY mengaku tidak mengetahui penjualan saham ini. “Penjualan ini belum sampai kesaya, saya juga tidak tahu, sebabnya pemegang saham ELTY sendiri mencapai 16.000 investor,” ucapnya.

Namun, Nuzirman berjanji akan segera melakukan keterbukaan informasi kepada publik jika ia sudah mendapatkan informasi resmi. “Kami pasti akan membuka informasi ini, ini demi memenuhi aturan pasar modal,” pungkasnya.
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) optimistis mencapai target pendapatan sebesar Rp1,3 triliun tahun ini, tumbuh 22,64 persen dari tahun lalu Rp1,06 triliun.

Hingga kuartal III-2010, perseroan membukukan pendapatan Rp900 miliar atau 70 persen dari target tersebut. Pendapatan hingga kuartal III-2010 tersebut juga melonjak empat kali lipat dari periode sama tahun lalu.

“Untuk mengejar 30 persen atau sekira Rp400 miliar sisanya pada kuartal empat bukan hal yang sulit. Biasanya dua per tiga pendapatan kami diperoleh pada kuartal terakhir,” ujar Presiden Direktur Bakrieland Development Hiramsyah S Thaib di Jakarta kemarin.

Dia menuturkan, iklim ekonomi saat ini sangat mendukung perseroan untuk mencapai target tersebut. Sumber pendapatan terbesar berasal dari pengoperasian Jalan Tol Kanci-Pejagan. Ruas yang dioperasikan PT Bakrie Toll Road itu mencatat pertumbuhan lalu lintas kendaraan 10 persen setiap bulan sejak beroperasi pada awal 2010.

”Bahkan, selama H-7 sampai H+7 mudik Lebaran kendaraan yang masuk di Tol Kanci – Pejagan mencapai 35 ribu setiap hari,” imbuhnya.

Hiramsyah melanjutkan, sepanjang tahun ini Bakrieland telah dan akan menyerah terimakan (delivery) sejumlah unit properti kepada pembeli sehingga dampaknya sangat besar terhadap penjualan, terutama di kuartal IV/2010.

Sejumlah proyek properti yang telah rampung di antaranya Hotel

Sumber : OKEZONE.COM
Pemegang saham ELTY bakal melepas 6,6% saham melalui penawaran saham terbatas (private placement). Nilai transaksinya diperkirakan mencapai Rp 463,7 miliar. Pemegang saham tersebut terdiri atas institusi yang menawarkan 2,65 miliar lembar saham dengan harga Rp 167-175 per lembar. Saat ini grup Bakrie memiliki 20% saham ELTY, sedangkan Avenue Capital memiliki 12,17% saham.

Sumber : IPS Research
Saham Properti & Astra Cocok Trading

inilah.com/Agung Rajasa
Oleh : Asteria
Pasar Modal – Rabu, 20 Oktober 2010 | 06:43 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada Rabu (20/10) diperkirakan akan melanjutkan penguatan. Emiten dari sektor aneka industri dan properti masih menarik untuk trading.

Mohamad Reza dari Erdhika Elit Sekuritas mengatakan, IHSG hari ini masih berpotensi menguat. Sentimen yang menggerakkan bursa lebih tinggi lagi menembus 3.600 masih ada, meskipun pemicu kenaikannya sudah semakin sedikit. “Namun, peluang indeks untuk terkoreksi dalam, juga tidak terlalu besar,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, dengan kondisi bursa yang saat ini sudah mahal, pasar didominasi short term player. Investor lokal, termasuk hedge fund asing jangka pendek, mengambil pola trading, sehingga indeks berada dalam range yang sangat tipis.

Sedangkan fund manager yang cenderung berinvestasi untuk jangka panjang, sudah keluar dari pasar. Hal ini karena pola perdagangan buy and hold, sudah tidak bisa diterapkan lagi. “Padahal, dengan PE (price earning) IHSG yang saat ini relatif tinggi, mereka ingin deep discount,” paparnya.

Adapun sentimen positif berasal dari laporan keuangan kuartal tiga 2010. Dimana sektor perbankan masih melanjutkan performa awal tahun hingga bulan kesembilan ini. Terutama bank yang kuat pengucuran kreditnya, seperti BMRI, BBRI dan BJBR.

Peluang trading juga bisa dilakukan terhadap saham yang sedang tertekan. Ini adalah tipikal saham yang dimainkan investor jangka pendek, dimana rebound pada emiten akan berimbas pada apresiasi bursa. Salah satu saham pilihannya adalah PT Astra International (ASII). “Meski dimainkan investor jangka pendek, fundamental ASII masih bagus,” ujarnya.

Sedangkan saham lain yang menarik berasal dari sektor properti, seperti grup Ciputra. Terutama karena PT Ciputra Property (CTRP) dan PT Ciputra Development (CTRA) belum mengalami kenaikan yang signifikan. “Sedangkan saham PT Bakrieland Development (ELTY) sudah naik cukup banyak,” imbuhnya.

Ia mengakui, ada kekhawatiran di kalangan investor terkait demonstrasi hari ini. Namun, di luar hal tersebut, trader memanfaatkan koreksi indeks kemarin untuk bargain lagi.

Kalau tidak terjadi apa-apa, mereka akan melakukan pembelian lagi. Sehingga IHSG pun akan menembus 3.600, level psikologi yang harus ditembus IHSG, untuk mengkonfirmasi target indeks berikutnya di level resisten 3.750.

Pada perdagangan Selasa (19/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ^JKSE ditutup menguat 25,870 poin (0,73%) ke level 3.592,788. Perdagangan cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat 11,027 miliar lembar saham, senilai Rp6,781 triliun dan frekuensi 127.658 kali.

Sebanyak 136 saham naik, 77 saham turun dan 72 saham stagnan.IHSG berhasil menguat, meskipun dana asing banyak yang keluar dari pasar. Terlihat dari nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) yang tercatat sebesar Rp1,318 triliun. Dimana aksi jual mendominasi mencapai Rp2,395 triliun dan aksi beli asing hanya Rp1,077 triliun. [nat/mdr]

Pundi-pundi pendapatan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menggemuk. Tuntasnya proyek properti dan jalan tol yang sempat tertunda tahun lalu, menjadi motor pengeruk fulus anak usaha Grup Bakrie ini.

Sekretaris perusahaan ELTY Nuzirman Nurdin mengaku, hingga kuartal III tahun 2010, ELTY telah mampu meraup pendapatan mencapai Rp 800 miliar – Rp 900 miliar. Kisaran angka itu naik hampir empat kali lipat dibandingkan perolehan di periode sama 2009, yaitu Rp 287 miliar.

Proyek-proyek yang mengisi kantong ELTY di antaranya, proyek Hotel Bali Pullman Legian Nirwana, Kondotel Aston Bogor, Kondominium di Komplek Superblok Rasuna Epicentrum, dan lanjutan kluster Harmoni di Bogir Nirwana Resindence, Bogor.

Nuzirman belum mau membeberkan berapa laba bersih yang berhasil dibukukan ELTY hingga akhir September 2010. “Yang pasti, pendapatan masih on track dengan target akhir tahun sekitar Rp 1,3 triliun-Rp 1,5 triliun,” ujar dia ketika dihubungi KONTAN, Senin (18/10).

Selain pendapatan meningkat, pada kuatal III lalu jumlah aset ELTY dipastikan bakal bertambah. Proses akuisisi sejumlah aset, yang dibiayai dengan dana hasil rights issue ELTY bulan Juli lalu, sudah tuntas terlaksana.

Beberapa aset yang telah tuntas diakuisisinya seperti penyertaan modal di Bukit Jonggol Asri sebesar Rp 1 triliun, pembelian saham PT Bukit Sentul Tbk (BKSL) sebesar Rp 150 miliar, dan pembelian saham pembelian saham PT Fusin Plus Indonesia, pemilik Lido Lake Resort di Sukabumi senilai Rp 150 miliar. Rencananya, ELTY akan menyuntik Fusin Plus Rp 200 miliar.

Nuzirman menambahkan, beberapa aset yang pembayarannya kurang dari 50%, belum akan dikonsolidasikan. Contohnya, penambahan modal kerja dan saham PT Superwish Perkasa sebesar Rp 120 miliar, peningkatan modal Bakrie Toll Road Rp 57,4 miliar. Total, dana rights issue yang sudah terpakai mencapai Rp 1,51 triliun.

Saat ini, ELTY masih menyimpan dana hasil rights issue sekitar Rp 1,56 triliun. Selain disimpan di sejumlah bank, sekitar Rp 739 miliar dari sisa dana rights issue di tempatkan ELTY dalam kontrak pengelolaan dana (KPD) terbitan Henan Putihrai.

Sumber : KONTAN.CO.ID
Manajemen ELTY mengindikasikan bahwa pendapatan perseroan hingga 9M10 bisa mencapai Rp 800 miliar – Rp 900 miliar, melonjak 4 kali lipat dibandingkan periode 9M09 sebesar Rp 287 miliar.

Sumber : IPS Research
Bakrie Pede IEDC Bantu Proyek Infrastruktur
Tersedia 18 Miliar Dolar AS Untuk Koridor Pantura
Selasa, 19 Oktober 2010 , 00:37:00 WIB

RMOL.Seabreg masalah klasik masih menghadang proyek infrastruktur. Berbagai program diluncurkan pemerintah, tapi selalu saja kandas. Kini harapan ada di Indonesia Economic Development Coridor (IEDC). Ampuhkah?
Untuk sementara, penilaian po sitif terhadap kesepakatan Pem bangunan Koridor Ekonomi Indonesia (IEDC) datang dari Bakrie Group. Manajemen Bak rie Toll Road sangat pede (perca ya diri-red), IEDC akan mem percepat pembangunan in fra struktur yang diakui banyak orang multi kompleks.
“IEDC berada dalam koridor infrastruktur yang kami bangun. Makanya kami optimis program ini akan menjadi pendorong, teru­tama untuk pembangunan jalan tol dan sentra usaha kecil dan me nengah yang kini tengah kami bangun,” kata Direktur Utama PT Bakrie Toll Road Harya Mitra Hidayat di Jakarta, kemarin.
Seperti diketahui, pada pekan kedua Oktober 2010, Indonesia dan Jepang telah menyepakati kerja sama fase pertama mega­proyek senilai 52,9 miliar dolar AS bagi pengembangan infra struktur dua koridor ekonomi. Yakni Sumatera Timur-Barat Laut Jawa dan Jalur Pantura melalui skema pembiayaan Kerja Sama Pemerintah dan Swasta (PKS).
Saat ini, Bakrie Toll Road (BTR) tengah menggarap proyek tol Ciawi-Sukabumi, Pejagan-Pemalang dan Batang-Semarang. Sedangkan induk perusahaan PT Bakrieland Development Tbk, te ngah mengembangkan kawa san di sekitar jalan tol, baik untuk perumahan maupun sentra indus tri menengah dan kecil.
”Dengan kehadiran IEDC yang diklaim bakal dorong pembangu nan in fra struktur listrik, air mi­num dan akses jalan, maka pen dapatan serta ekonomi masyara kat bisa naik” harao Harya.
Dijelaskan, salah satu upaya kelompok usaha Bakrie mengem bang kan kawasan di sekitar jalan tol untuk meningkatkan taraf hi dup masyarakat. Niatan itu bisa ter wujud dengan IEDC yang akan mempercepat pertumbu han eko nomi di kawasan itu.
“Yang jelas, kami tidak mung kin mem bangun kawasan Pan tura maupun Bogor sendirian, sehing ga keha diran IEDC jelas akan sangat mem bantu kami. Program me reka sangat inline (selaras) deng an program Bak rieland,” jelas Harya.
Apalagi, lanjutnya, sebagian be sar dana IEDC sebesar 18 mi liar dolar AS diperuntukan bagi pengembangan koridor jalan Pan tura, sehingga bakal mem be ri kan dorongan positif bagi pem­ba ngunan jalan tol di kawasan ini.
Dia yakin, pemerintah sangat ber sungguh-sungguh dalam me nge luar kan kebijakan pertanahan untuk menjamin program ini ber jalan lancar, sehingga dipastikan akan membuat pembebasan tanah di jalan tol juga akan lebih cepat dibanding saat ini.
Harya memperkirakan, jika ta raf hidup masyarakat me nga la mi kenaikan, berarti lalu lintas Tol Kanci-Pejagan yang telah bero perasi akan mengala mi ke naik an. “Kami akan tan cap gas untuk melengkapi ber bagai fasi litas di Tol Kanci-Pejagan seperti tem pat istirahat dan SPBU. Apa lagi fa si litas ter sebut menurut renca na akan me libatkan pengu saha-peng usaha lokal setempat,” paparnya.
Namun, ekonom Indef (Insti tute for Development of Econo mics and Finance Indonesia) Ah­mad Erani Yustika mengingat kan pihak Bakrie untuk tidak percaya betul pada IEDC. Ala­sannya, per soalan pembebasan lahan dan perizinan belum di tangani serius oleh pemerintah walaupun di In donesia memiliki potensi besar.
“Semua ini kem bali kepada ko mitmen pemerin tah. Kalau ti dak ada keseriu san, sampai ka pan pun persoalan infrastruktur tidak ber kem bang,” tukas Ahmad.
Dia bilang, selama ini sikap pemerintah hanya reaktif saja da lam menghadapi persoalan pem­be basan lahan dan perizinan.
“Per soalan pembebasan lahan dan perizinan selalu diatasi se perti pemadam kebakaran dan dampaknya tiap tahun persoalan tersebut selalu mengemuka,” pungkas Ahmad. [RM]

Kamis, 14 Oktober 2010 | 17:54 oleh Gloria Haraito BISNIS PROPERTI
Awas, pengembang nakal masih berkeliaran
JAKARTA. Para pengembang nakal masih marak. Di Depok, warga perumahan Griya Pendowo Indah (GPI) baru saja ditinggal pengembang beserta utang. Perumahan yang berlokasi di Kelurahan Grogol Kecamatan Limo RT 06 RW 05 ini dikembangkan oleh PT Megasarana Asrinusa Persada. Di sini terdapat 120 unit rumah dan tujuh unit ruko.

Dari 98 unit rumah yang sudah selesai, sebanyak 78 unit rumah sudah ditempati oleh pembeli. Namun, sebanyak 69 unit rumah bermasalah di mana 50 unit rumah berstatus kepemilikan ganda dan sisanya berstatus tidak jelas. Rumah ini dijual seharga Rp 135 juta sampai Rp 400 juta per unit.

Kedok Megasarana terkuak ketika pertengahan tahun 2008 PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) cabang Harmoni mengeluarkan surat tagihan tunggakan pembayaran cicilan KPR dan membagi-bagikan kepada semua warga GPI. Padahal, salah satu warga, Riswan Lapagu mengatakan, hanya sebagian kecil warga membeli melalui BTN. Sebagian besar membeli dan menyicil ke pengembang.

“Pada surat tagihan itu tercantum tunggakan tiap kavling dan ternyata nama pemilik bukan atas nama kami, ujar Riswan kepada KONTAN, Rabu (13/10). Artinya, ada kepemilikan ganda atas satu rumah yang sama. Padahal, dalam perjanjian pengikatan jual beli terdapat satu pasal yang menegaskan bahwa pengembang menjamin tanah dan bangunan tidak tersangkut sengketa dan belum dijual kepada pihak lain. Setiap kepala keluarga ditaksir merugi Rp 100 juta lebih akibat kasus ini.

Riswan mengakui, waktu pertama kali ingin menyicil dengan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) BTN, pengembang justru mengarahkan konsumen untuk menyicil langsung ke pengembang. Masalah selanjutnya menimpa konsumen yang membeli tunai. Konsumen ini justru belum memperoleh akta jual beli (AJB) dan sertifikat hak milik (SHM).

“Ada pula konsumen yang terpaksa ngontrak karena rumahnya belum dibangun oleh pengembang,” lanjut Riswan. Belum selesai masalah legalitas jual-beli, pengembang memunculkan nama perusahaan baru yakni PT Bendi Oetama Raya Delapan tanpa penjelasan apapun. Riswan menerangkan, baik Megasarana maupun Bendi tidak terdaftar dalam anggota Real Estate Indonesia (REI).

Akhir September lalu, masalah tambah rumit dengan Bendi mengumumkan pailit di koran nasional. Riswan mengatakan, aktor penting yang dicari warga saat ini adalah bapak-anak Galih Hasyim Soelistyo dan Geryno Soelistyo, bos Megasarana.

Menuntut pengembang

Warga GPI menuntut pertanggung jawaban Galih dan Geryno untuk membuat AJB dan SHM terutama untuk warga yang membeli secara tunai. Warga juga menuntut pengembang bertanggung jawab atas konsekuensi hukum dan biaya yang timbul dari proses perubahan dokumen jual beli atas rumah berstatus kepemilikan ganda. Lalu, warga mendesak pengembang menyelesaikan pembangunan rumah yang terbengkalai dan segera melakukan serah terima kepada pembeli yang menyicil ke pengembang.

Permintaan tersebut sudah tertuang dalam perjanjian tertulis yang diteken Mei silam oleh Galih dan warga. Sebagai saksi, hadir pula penasehat hukum pengembang dan Kapolsek Limo, Cinere. “Namun sampai sekarang belum satu pun isi perjanjian yang terealisir,” kata Riswan. Setiap hari warga menagih sesuai tanggal jatuh tempo yang telah disepakati, namun pengembang selalu mengajukan alasan tidak logis dan terkesan menghindar.

Juni lalu, Galih dan Geryno menghilang. Kantor Megasarana dan Bendi ditemukan kosong. Rumah bapak-anak itu juga ditemukan kosong. Selain dicari oleh warga GPI, tgernyata Galih dan Geryno juga dicari oleh warga apartemen Intan dan Setiabudi sebab nasib mereka tak kalah tragis.

“Kasus pengembang nakal sudah sering terjadi namun mengapa belum ada upaya serius dari pihak pemilik otoritas untuk mencegah terulangknya aksi nakal mafia perumahan?” ujar Riswan. Untuk itu, warga GPI berharap Kementerian Perumahan Rakyat dan BTN ikut campur tangan dalam kasus ini.

Di samping warga GPI, warga Puri Permata Larangan Ciledug juga mengalami hal yang sama. Perumahan ini dikembangkan oleh PT Waluya Karya Sejahtera dengan bos yang disebut-sebut bernama Toto. Di sini terdapat 200 unit rumah dengan harga Rp 180 juta sampai Rp 250 juta per unit. Adinda Saraswati, salah satu warga mengatakan, banyak fasilitas yang belum dibangun seperti yang dijanjikan pengembang. Hal ini dikarenakan pengembang bangkrut.

Waluya sebetulnya menjual rumah via KPR BTN. Namun untuk yang membeli tunai, warga membeli langsung ke pengembang. Serupa dengan nasib warga GPI, konsumen yang membeli tunai ini pun belum mendapatkan AJB dan SHM karena ternyata Waluya belum menyetor duit ke BTN. Warga yang menyetor tunai ini sekitar 5% dari total warga.

“Kami kecewa karena baru 30% jalan yang dibangun,” ujar Adinda. Selain itu, fasilitas umum seperti mushola dan beberapa rumah juga belum dibangun. Namun Waluya mengaku bangkrut lantaran ia juga kena tipu. Sejumlah duit penjualan perumahan Puri Permata digunakan untuk membeli tanah di Bogor. Tak disangka, tanah tersebut masih dikuasai oleh Kopasus. Sementara penjual tanah tersebut raib.

Warga sudah berkali-kali menyantroni rumah Toto. Ketika dihampiri, ternyata banyak subkontraktor yang mendatangi kediaman Toto untuk minta pertanggungjawaban. Mengingat Toto pun tak bisa berbuat banyak, warga mengambil inisiatif untuk menghimpun duit down payment (DP) yang belum disetor ke Waluyo, untuk dihimpun. Dana ini kemudian digunakan untuk membangun fasilitas umum. Sayang hingga kini, Humas BTN, Dody Agoeng belum mau berkomentar.
loading

Kebutuhan apartemen & mal naik dua kali lipat JAKARTA: Sektor properti diprediksi semakin menarik bagi investor baik dalam maupun luar negeri pada masa men- datang, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 6%. 

Vivin Harsanto, Direktur Capital Markets Jones Lang Lasalle Indonesia, mengatakan gelombang pertama investor terjadi pada 2008 dan saat ini banyak pembangunan proyek baru .“Akan ada gelombang kedua yang akan datang dan kebanyakan merupakan oil money dari Timur Tengah,“ ujarnya, kemarin.

Peminat juga berdatangan dari Singapura, Hong Kong, Jepang, dan Korea. Sementara itu, bebe rapa perusahaan multinasional AS dan Prancis sudah banyak yang meminta data mengenai properti di Indonesia.

Menurut Vivin, bentuk investasinya bermacam-macam mulai dari menanam modal untuk proyek baru, sewa tempat untuk kepentingan industri, hingga sewa ruang perkantoran untuk ekspansi bisnis di Indonesia.

Indonesia sangat menjanjikan karena harga lahannya murah.
Bahkan tarif sewa kantor merupakan termurah di Asia Tenggara dengan harga Rp136.000 per m2 per bulan untuk perkantoran di central business district (CBD) dan Rp104.000 per m2 di luar CBD.

Berdasarkan riset Jones Lang LaSalle, permintaan ruang kantor untuk kawasan non-CBD dari 17.000 m2 pada kwartal kedua 2010 menjadi 25.000 m2 atau naik lebih dari 50%.
Duakali lipat Pada kuartal III/2010 permin taan pada sektor perkantoran, mal ritel, kondominium dan apartemen sewa meningkat, setelah tahun lalu stagnan akibat krisis keuangan global.

Handaka Santoso, Vice President Director Agung Podomoro Land, mengatakan “Sekitar 4 tahun ke depan middle income people akan naik double sehingga kebutuhan properti, khususnya apartemen dan mal meningkat dua kali lipat.” Prospek pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan pada 2011

membuat pengembang optimistis, dan fokus pada pembangunan apartemen superblok dan bisnis mal.Permintaan juga masih tinggi sejalan dengan gaya hidup yang berubah. “Orang Indonesia saat ini menyukai tempat nyaman tetapi terjangkau. Agung Podomoro akan fokus pada konsep back to the city.“

Seiring dengan agresivitas pengembang, berdasarkan analisis Global Property Guide, stok apartemen di Indonesia pada tahun depan berpotensi meroket hingga 280,95% dari stok pada 6 tahun lalu 31.500 unit menjadi 120.000 unit.

Namun, pertumbuhan permintaan diprediksi tak secepat pertambahan pasokan sehingga kenaikan harga apartemen relatif tak mencolok.

Pada 2004, Indonesia baru bisa menyediakan 9.500 unit apartemen baru sehingga total pasokan hanya mencapai 31.500 unit.
Pada 2005 dan 2006, stok tersebut bertambah 15,87% atau sekitar 5.000 unit menjadi 36.500 unit.

Pada kuartal III/2009, total stok apartemen di Jakarta telah mencapai 74.920 unit. Hingga 2011 mendatang, total stok apartemen bisa mencapai 120.000 unit.

Peningkatan jumlah stok apartemen dan kondominium yang masif ini berpotensi menekan harga. (17/K57) (yusuf.waluyo@bisnis.
co.id)

Properti diprediksi makin menarik

Para Juragan Top Properti di Jakarta

Mereka bukan sekadar menguasai tanah, tetapi juga mengembangkan mega proyek di Jakarta.

SELASA, 12 OKTOBER 2010, 08:57 WIB Antique

VIVAnews – Kota Jakarta memang tidak pernah sepi dari sejumlah transaksi bisnis. Jakarta yang merupakan ibu kota negara Indonesia dan terletak di bagian barat laut Pulau Jawa ini juga tak pernah berhenti dari pembangunan. Baik, proyek infrastruktur jalan, jembatan, maupun sejumlah proyek properti.

Nah, siapa saja pengembang yang sampai saat ini terus meramaikan kota yang dahulu pernah dikenal dengan nama Sunda Kelapa (sebelum 1527), Jayakarta (1527-1619), Batavia, atau Jacatra (1619-1942), serta Djakarta (1942-1972) dengan pembangunan dan pengembangan proyek properti?

Menurut Associate Director Jones Lang Lasalle Anton Sitorus, sampai saat ini, tercatat sejumlah pengembang ternama dan besar yang terus menghiasi Kota Jakarta dengan pembangunan sejumlah proyek properti. Bahkan, mereka merupakan penguasa tanah-tanah di Jakarta.

Anton menjelaskan para juragan properti yang tercatat aktif mengembangkan proyeknya sampai saat ini cukup banyak. Mereka adalah Grup Agung Podomoro dengan Senayan City dan Kuningan City, Grup Agung Sedayu dengan Kelapa Gading Square dan Senayan Residence, Grup Bakrie dengan Rasuna Epicentrum, Grup Lippo dengan St Moris dan Kemang Village, serta Summarecon Agung dengan proyek Mal Kelapa Gading dan La Piazza.

Anton pun menyebutkan, grup-grup yang tak kalah besar dan terkenalnya yang saat ini masih aktif mengembangkan sejumlah proyeknya di Jakarta seperti Grup Plaza Mutiara (Tan Kian). Tan Kian saat ini sudah membangun Ritz Calton, Pacific Place, dan JW Marriot.

“Grup Pakuwon juga ikut main di Jakarta, dengan proyek Gandaria City dan Kota Casablanca, Grup Djarum dengan Grand Indonesia dan WTC Mangga Dua, serta Grup Ciputra dengan proyek Ciiputra World,” ujar Anton kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa, 12 Oktober 2010. (hs)

Hasil evaluasi 24 proyek tol didesak diumumkan

OLEH MIA CHITRA DINISARI Bisnis Indonesia

Asosiasi Tol Indonesia mende sak pemerintah segera mengumumkan hasil se mentara evaluasi 24 ruas jalan tol.

Konstruksi Ciawi Sukabumi dimulai semester II tahun depan JAKARTA: Asosiasi Tol Indonesia (ATI) mendesak pemerintah segera meng umumkan hasil semen tara evaluasi terhadap 24 ruas jalan tol, untuk mempercepat kelanjutan proyek.

Ketua ATI Fatchur Rochman mengatakan hingga kini, pemerintah belum juga menyampaikan hasil evaluasi tahap pertama yang seharusnya diumumkan pada akhir September 2010, terutama terkait dengan kelayakan kelanjutan proyek tersebut.

Tanpa adanya kepastian uji hasil kelayakan, lanjutnya, para kontraktor atau pemegang konsesi akan sulit mencari partner untuk pembiayaan proyek yang biayanya akan membengkak.

Selain itu, menurut Fatchur, untuk kelanjutan proyek tersebut perlu ada dukungan penuh dari pemerintah bukan hanya bantuan dana melalui badan layanan umum (BLU).

Dukungan lainnya yakni berupa kebijakan baru yang mendukung percepatan proyek itu sendiri.

“Kalau proyek sudah kembali layak atau dinyatakan layak dilanjutkan, maka kami baru akan mencari partner, karena selama belum ada kepastian kelayakan proyek, yah kami akan kesulitan mencari partner dalam pembiayaan,“ ujarnya, kemarin.

Dia juga menilai bantuan dana BLU untuk biaya pembebasan lahan tidak memberikan kepastian dalam kelanjutan proyek, tanpa didukung oleh kebijakan lainnya.

Karena pada dasarnya, dengan hanya adanya bantuan dana tanpa bantuan dari sisi kelayakan maka proyek tersebut tetap tidak bisa dilanjutkan.

Fatchur juga meminta pemerintah untuk tetap melanjutkan ke 24 proyek jalan tol itu, terutama untuk ruas yang semula sudah dinyatakan layak tetapi terhenti kegiatannya, karena adanya kebijakan untuk mengevaluasi secara keseluruhan.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani mengatakan kendala utama dalam kelanjutan proyek 24 ruas jalan tol yang sedang dievaluasi saat ini adalah masalah keuangan dari pemegang konsesi.

Alasan itu pula yang membuat pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri No.6/PRT/M/ 2010 tentang Pengusahaan Jalan Tol.

Karena itu, dia mengimbau agar seluruh pemegang konsesi mencari partner untuk pendanaan jika mereka tidak mampu menjalankan proyeknya sendirian karena keterbatasan kemampuan keuangan.

“Kami berharap semua proyek bisa dilanjutkan, karenanya keluar peraturan menteri tersebut, tapi jika bujetnya terbatas dan pemegang konsesi tidak bisa mencari partner yang mampu membantu dalam hal pembiayaan akan sulit.

Karenanya mereka agar mencari partner mulai dari sekarang.“

Pembebasan lahan Sementara itu, pembebasan lahan jalan tol Ciawi-Sukabumi seksi I sepanjang 14,5 km, baru mencapai 7 hektare dari total rencana pembebasan lahan seksi itu 162 hektare.

Dirut PT Trans Jabar Tol Harya Mitra Hidayat optimistis seluruh lahan untuk pembangunan jalan tol seksi I itu akan rampung pada semester I/2011.

Dia menuturkan hampir tidak ada kendala yang berarti dalam pembebasan lahan itu.

“Masyarakat bisa menerima proses ganti rugi dan proses pem bebasan lahan mulai berjalan saat Ramadan 2010,“ katanya di Bandung, kemarin.

Dia mengatakan total kebutuhan biaya untuk pembebasan lahan jalan tol sepanjang 53 km tersebut mencapai Rp400 miliar yang diperoleh dari badan layanan umum (BLU). Penandatanganan perjanjian BLU sudah ditandatangani trans-Jabar Tol dengan Kementerian PU, pada bulan lalu.

Setelah pembebasan lahan, perusahaan menargetkan pembangunan konstruksi berjalan pada semester II/2011 dengan perkiraan biaya Rp1,9 triliun.

Sumber daya pembangunan konstruksi berasal dari ekuitas pemegang saham dan sindikasi perbankan. Harya mengatakan sindikasi perbankan yang akan menyokong pembangunan jalan tol itu a.l. Bank BNI, BRI, Bank BJB, Bank Jatim, dan Bank Riau. “Komitmen sindikasi perbankan ditandatangani pada 2009.“

Trans-Jabar Tol dimiliki oleh Bakrie Infrastructure 75% dan PT Jasa Sarana 25%. (K45) (mia.chitra@bisnis.co.id)

loading

Jumat, 08/10/2010 17:09 WIB

Proyek Tol Ciawi-Sukabumi

Pemda Harus Ikut Terlibat Dalam Pembebasan Lahan

Baban Gandapurnama – detikBandung

Bandung – Dalam proyek jalan Tol Ciawi-Sukabumi, PT Jasa Sarana meminta pemerintah daerah dapat terlibat dalam proses pembebasan lahan. Hal ini dikarenakan pemda setempat yang lebih memahami daerah yang akan dibebaskan.

Seperti yang disampaikan oleh Harya Mitra Hidayat, Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Sarana dalam jumpa pers di kantornya di Jalan Tubagus Ismail.

Menurutnya, pembebasan tanah merupakan kewajiban pemerintah. Sebab pemerintah setempat lah yang lebih mengetahui seluk beluk wiliayahnya. Pihaknya pun membentuk panitia pembebasan tanah dan tim pembebasan tanah yang dibawahi oleh Dinas PU dan Bina Marga.

“Pemda setempat mulai dari pedesaan, kecamatan hingga kabupaten kan lebih tahu. Jadi pembebasan tanahnya bisa lebih mudah,” katanya.

Dalam proyek ini, sambung Harya, pihaknya tidak mengalami kendala berarti. Permasalahan harga tanah yang muncul dianggapnya masih dalam batas kewajaran.

“Walaupun begitu ternyata masyarakat juga sudah menunggu untuk pembebasan tanah ini. Mereka sudah lama menunggu terealiasasinya proyek ini,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk proyek jalan tol Ciawi-Sukabumi ini ditargetkan rampung pada 2016. Pengerjaannya pun dibagi menjadi beberapa tahap. Tahap pertama Ciawi-Cicurug sepanjang 14,5 kilometer, berikutnya Cicurug-Cibadak sepanjang 11,9 kilometer. Kemudian disusul Cibadak-Sukabumi Barat sepanjang 13,7 kilometer dan terakhir Sukabumi Barat-Sukabumi Timur sepanjang 13,4 kilometer.

“Untuk selesai semuanya dipekerkirakan pada akhir 2015 atau awal 2016,” tukasnya.

(afz/afz)

Pembangunan Tol Bogor-Sukabumi Dikebut

Jum’at, 8 Oktober 2010 – 22:38 wib

Gin Gin Tigin Ginulur – Okezone

BANDUNG – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jasa Sarana terus mempercepat pembangunan dua proyek tol di wilayah Jabar bagian Barat. Kedua proyek tol tersebut masing-masing lajur Ciawi-Sukabumi sepanjang 54 Km dan Bogor-Ciawi (Bogor Ring road) sepanjang 12 Km.

Saat ini, lajur tersebut sudah memasuki tahap pembebasan tanah. Pada pembangunan dua lajur tol ini, PT Jasa Sarana selaku Project Developer telah menggandeng beberapa investor swasta seperti PT Trans Jawa Tol yang melakukan investasi pada pembangunan Tol Ciawi-Sukabumi sebanyak 75 persen dari total investasi yang tahap pertama ini diprediksi akan menghabiskan dana sebesar Rp1,9 triliun.

Direktur Pengembangan dan Investasi BUMD Jasa Sarana Harya M Hidayat mengatakan, kedua proyek tersebut rencananya ditargetkan selesai pada tahun 2014 sudah dapat dioperasikan.

“Kedua proyek ini sekarang sudah masuk ke dalam tahap pembebasan tanah. Pembebasan tanah sendirizn rencananya sudah rampung pada pertengahan 2011 mendatang. Hingga pada akhir 2011 pembangunan kontruksi sudah dapat dimulai,” tegasnya saat jumpa pers di PT Jasa Sarana Jalan Tubagus Ismail Bandung, Jumat (8/10/2010).

Harya mengatakan, proyek Ciawi-Sukabumi akan dibangun dengan menggunakan dana sebesar 25 persen dari Jasa Sarana, dan 75 persen lainnya dari Trans Jawa Tol yang merupakan grup Bakrie Infrastruktur.

“Pembangunan tol Ciawi-Sukabumi ini merupakan sambungan langsung dengan tol Jagorawi. Progresnya saat ini sudah masuk pada seksi I yakni pembebasan tanah. Dalam pembangunan ini, proses pembangunan akan dibagi menjadi empat seksi,” ujar Harya.

(crl)

Proyek-Proyek Raksasa SBY-Boediono (II)

Jembatan Selat Sunda dan pembangunan rel kereta api bandara masuk dalam daftar.

SELASA, 5 OKTOBER 2010, 10:47 WIB Antique

VIVAnews – Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono – Boediono berjanji merampungkan sejumlah megaproyek sebelum pemerintahan mereka berakhir pada 2014 mendatang.

“Proyek Jembatan Selat Sunda ditargetkan akan mulai dikerjakan pada 2014,” kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa, 5 Oktober 2010.

Menurut Hermanto, proyek raksasa senilai US$15 miliar, atau sekitar Rp150 triliun tersebut, nantinya akan terdiri dari satu jalur ganda kereta api dan di kiri kanannya dibangun lajur kendaraan roda empat. “Saat ini kami sedang menyiapkan studi detailnya,” ujarnya.

Sebab, dia menambahkan, selain untuk jalur transportasi, jembatan tersebut juga akan menjadi sarana sejumlah utilitas seperti sambungan telepon, kabel listrik, pipa gas, dan energi lainnya yang melintasi Selat Sunda dan menjadi penghubung antara Pulau Jawa dengan Sumatera.

“Untuk itu, studi proyek ini dikerjakan bersama antara Kementerian PU, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Bappenas, BUMN, BUMND, dan mitra swasta,” kata Hermanto.

Sedangkan mengenai pendanaan proyek–yang rencananya mulai digarap di masa SBY dan akan berlanjut di masa presiden berikutnya–selain dari pemerintah juga akan dibantu swasta dan pinjaman perbankan.

“Tapi, untuk pengerjaan proyek tetap pemerintah kepalanya,” tuturnya.

Selain proyek Jembatan Selat Sunda, proyek infrastruktur raksasa lain yang juga ditargetkan pemerintahaan SBY – Boediono di antaranya adalah Rel Kereta Api Bandara Soekarno Hatta dan pengembangan Bandara Udara.

Pengerjaan proyek rel kereta api Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten diperkirakan akan memakan waktu hingga lima tahun. Masa itu mencakup waktu tiga tahun untuk pembebasan tanah. Sisanya, dua tahun untuk pengerjaan fisik.

Proyek rel kereta sepanjang 30,3 kilometer ini merupakan proyek infrastruktur yang telah ditawarkan pemerintah melalui mekanisme kerjasama pemerintah-swasta.

Sejumlah Bandara juga akan dipercantik dan dikembangkan pemerintah melalui perusahaan BUMN terkait, seperti Bandara Ngurah Rai Denpasar-Bali.

PT Angkasa Pura I merevisi rencana investasi untuk pengembangan Bandara Ngurah Rai Denpasar dari sebelumnya Rp2 triliun menjadi Rp1,9 triliun.

Pengurangan nilai investasi sebesar Rp100 miliar itu dilakukan setelah adanya analisis dan verifikasi rencana pengembangan bandara oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan. (kd)

Proyek-Proyek “Raksasa” SBY-Boediono

Jika Soekarno memilih membangun Monas dan Gelora Senayan, apa proyek besar SBY?

Selasa, 5 Oktober 2010, 07:48 WIB

Heri Susanto, Agus Dwi Darmawan

(Antara/ R Rekotomo)

VIVAnews – Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono – Boediono berjanji akan merampungkan sejumlah proyek-proyek besar sebelum pemerintahannya berakhir pada 2014.

“Proyek-proyek ini ditarget sampai 2014,” kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto seperti ditulis VIVAnews Senin 4 Oktober 2010.

Menurut Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas, Deddy S Priatna, jumlah proyek besar itu cukup banyak. Tak hanya di Jawa, kata Deddy, sederet proyek besar itu mencakup darat, perhubungan laut, udara, penyeberangan dan kereta api.

“Oktober ditetapkan prioritas sampai 2014. Baru kemudian bicara anggaran yang disediakan,” kata Deddy.

Karena ini merupakan proyek-proyek raksasa, maka dana yang dibutuhkan juga sangat besar. Karena itu, Djoko menekankan pendanaan tidak bisa dibiayai pemerintah sendiri. Semua proyek masuk kategori multi years dan umumnya mendapat dukungan dari swasta. “Dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara hanya sebagai stimulan.”

Berbeda dengan pemerintah Soekarno yang membangun proyek “mercusuar” yang menjadi ikon Indonesia, seperti Gelora Bung Karno dan Monumen Nasional.

Sedangkan, pemerintah SBY-Boediono lebih memilih membangun proyek-proyek infrastruktur untuk mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi. Berikut ini proyek-proyek yang dijanjikan tuntas sebelum 2014.

1. Jalan Tol Trans Jawa

Pemandangan udara tol Kanci-Pejagan di Cirebon Jalan tol Trans Jawa merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia. Panjangnya 650 kilometer menghubungkan kota-kota besar di Pulau Jawa. Dana yang dibutuhkan tidak main-main, puluhan triliun rupiah. Bayangkan, untuk membebaskan lahannya saja membutuhkan duit Rp5 triliun. Sebagian ruas sudah selesai seperti Tol Kanci-Pejagan di Cirebon, sebagian sedang dibangun dan dibebaskan lahannya. Jika jalan tol ini selesai, dipastikan bakal mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa.

2. Jalan Tol Jabodetabek

jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) di Kedunghalang, Bogor Jalan tol Jabodetabek ini mencakup jalan tol di lingkungan Jakarta dan sekitarnya. Pemerintah tengah menuntaskan pembangunan jalan tol dalam kota Jakarta, jalan tol lingkar luar Jakarta tahap II, jalan tol lingkar luar Bogor, serta jalan tol akses ke pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

3. Perluasan Pelabuhan

Tumpukan peti kemas ekspor di Tanjung Priok Agenda besar mengembangkan sejumlah pelabuhan, salah satunya pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara menjadi pelabuhan bertaraf internasional. Dengan demikian, Priok bisa menampung kapal berkapasitas besar dari 3.000 teus menjadi 5.000 teus. Untuk itu, Priok akan melakukan reklamasi besar-besaran karena membutuhkan lahan 270 hektare. Total investasi itu diperkirakan mencapai Rp22 triliun.

4. Jalan Lintas Pulau

Jalan lintas Padang – Bukittinggi di kawasan Silaing, Padangpanjang Selain jalan tol, pemerintah SBY menjanjikan akan membangun jalan lintas Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur hingga Papua. Totalnya sepanjang total 19.370 kilometer pada 2014.

5. Pembangkit Listrik 10.000 Megawatt Tahap II

Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Muara Karang, Jakarta Pembangunan pembangkit listrik tahap II juga merupakan salah satu agenda pemerintah SBY setelah membangun Pembangkit Listrik Tahap I. Sebagian dari proyek pembangkit listrik tersebut akan mengandalkan sumber energi batu bara.

6. Mas Rapit Transit (MRT)

Subway, salah satu moda angkutan MRT MRT Jakarta merupakan salah satu agenda besar angkutan transportasi massal. Ini sebenarnya sudah dibahas sejak 1985, namun mulai ada titik terang pada 2005, pada masa kabinet SBY tahap pertama. Meski sudah mulai digarap, namun proyek raksasa ini tidak akan tuntas 2014. Diperkirakan baru bisa terwujud 2016. Dana yang dibutuhkan sebesar Rp16 triliun dengan pinjaman dari Jepang, serta mengandalkan anggaran dari Pemda DKI Jakarta dan pemerintah pusat.

• VIVAnews

Bebaskan Lahan Tol Trans Jawa Butuh Rp5 T
Perkiraan dana itu dipakai untuk membebaskan lahan kurang lebih sepanjang 650 kilometer.
Senin, 4 Oktober 2010, 11:57 WIB

Arinto Tri Wibowo, Agus Dwi Darmawan

VIVAnews – Untuk menyelesaikan pembangunan jalan tol Trans Jawa sebelum 2014, pemerintah harus mengeluarkan dana sekitar Rp5 triliun. Perkiraan dana itu dipakai untuk membebaskan lahan kurang lebih sepanjang 650 kilometer.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto, mengatakan, untuk keperluan tol Trans Jawa tersebut, pemerintah kini telah membebaskan 36 persen lahan.

“Dana yang telah dipakai Rp1,7 triliun,” kata Djoko usai rapat koordinasi penguatan konektivitas infrastruktur nasional di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin 4 Oktober 2010.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum memperkirakan kekurangan anggaran yang telah dialokasikan untuk tol Trans Jawa. Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum meminta tambahan anggaran Rp3,2 triliun guna mempercepat pembebasan lahan tol.

“Anggaran itu untuk pembebasan lahan tol Trans Jawa dan akses Tanjung Priok,” ujarnya. Namun, alasan apa yang menyebabkan anggaran lebih besar dari proyeksi awal, Djoko tidak menjelaskan.

Menurut dia, anggaran tersebut dibutuhkan untuk membebaskan lahan tol paling lambat 2011.

• VIVAnews

Kamis, 30/09/2010 14:20 WIB

Investor Mulai Kapok Investasi Tol

Suhendra – detikFinance

Jakarta – Pemilik Bosowa Grup Erwin Aksa mengungkapkan keluhannya terhadap prospek investasi tol di Tanah Air. Selain berisiko tinggi, investasi sektor tol masih dihambat oleh segudang masalah termasuk pembebasan lahan.

“Investasi tol mulai kurang menarik, risikonya tinggi,” kata CEO Bosowa Grup Erwin Aksa ditemui disela-sela acar Jakarta Investment di Balai Kartini Jakarta, Kamis (30/9/2010)

Erwin mengaku investasinya di tol Jakarta Lingkarluar Barat I (JLB) Kebon Jeruk-Penjaringan Jakarta, ternyata tak sesuai dengan ekspektasi. Faktanya, frekuensi lalu lintas tidak tercapai dari target, sehingga berdampak pada lamanya pengembalian modal.

“Masalah lalu lintas yang tak tercapai ini karena konektivitas belum terjadi, investor lainnya belum selesai. Akhirnya investor yang serius terganggu,” katanya.

Menurut Erwin, jika pemerintah ingin serius membangun investasi infrastruktur di Indonesia, maka cara yang paling jitu adalah memberikan jaminan kepada pemodal termasuk dalam kasus jaminan frekuensi lalu lintas tol yang sudah terbangun.

“Kuncinya ada jaminan, lembaga keuangan itu minta minimum garansi,” katanya.

Masalah jaminan ini pula menurut Erwin menjadi penyebab gagalnya proyek monorail di Jakarta. Erwin pun khawatir ini bisa juga terjadi pada proyek MRT, meski ia melihat ada keseriusan di proyek ini.

(hen/qom)

Bakrie Toll Road Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun

Rabu, 29 September 2010 | 22:50 WIB

Robert Adhi Ksp/KOMPAS

NUSA DUA, KOMPAS.com – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) semakin gencar menggarap proyek jalan tol. Pada semester I-2011, anak usaha Bakrieland, PT Bakrie Toll Road akan menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun-Rp 1,5 triliun untuk membiayai proyek jalan tol dan refinancing utang yang akan jatuh tempo.

Rencananya, Bakrieland akan melaksanakan seleksi penjamin emisi penerbitan obligasi tersebut pada akhir 2010. “Dana penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk refinancing utang dan modal kerja pembebasan lahan dan pengembangan jalan tol,” kata Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) Hiramsyah S. Thaib usai berbicara di The 25th Pan Pacific Congress di Nusa Dua, Bali, Selasa (28/9).

Menurutnya, Bakrie Toll Road perlu me-refinancing utang, khususnya yang berasal dari perbankan, agar laporan keuangannya lebih sehat. Pasalnya, beban pembayaran bunga utang bank tahun depan dikhawatirkan akan meningkat.

Karena obligasi baru terbit tahun depan, hingga akhir tahun ini, Bakrie Toll harus memanfaatkan pinjaman bank yang telah diterimanya. “Oleh karena itu, kami akan menerbitkan obligasi ketika kami benar-benar butuh dana segar,” ujar dia.

Sejatinya, Bakrie Toll Road baru menerima dana bantuan layanan umum (BLU) senilai Rp 800 miliar yang terlambat cair. Tapi, pengucuran dana yang telat membuat pembebasan lahan dan konstruksi dua proyek tol baru terlambat. Selain itu, penyerapan dana menjadi relatif rendah.

Jajaki mitra baru

Untuk mengembangkan bisnisnya, saat ini, Bakrie Toll Road dan Bakrieland Development juga tengah menjajaki kemungkinan menggaet calon investor dari luar negeri. “Kami masih ngobrol dengan beberapa mitra asing, mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi,” tuturnya.

Hiramsyah mengaku, calon investor yang berminat kepada proyek jalan tol itu berasal dari Asia dan Amerika Serikat. Catatan saja, saat ini, bakrie Toll Road tengah menggarap tiga ruas tol, yaitu Ciawi-Sukabumi, Pejagan-Pemalang, dan Batang-Semarang.

Selain itu, ada tiga investor Timur Tengah yang melirik proyek properti Bakrieland. Antara lain berasal dari Arab Saudi dan Qatar. “Mereka berminat menggarap proyek city property dan landed residential karena sekarang kita pemilik landbank terbesar dengan masuk ke Bukit Jonggol,” jelas Hiramsyah. (Hari Widowati/KONTAN)

Indonesia masih menjadi negara tujuan yang tepat bagi investasi di sektor properti terutama ditengah-tengah krisis ekonomi global.

“Indonesia tidak terpengaruh krisis ekonomi global yang dipicu kasus sub prime mortgages di Amerika Serikat,” kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) PT Bakrieland Development Tbk, Hiramsyah S Thaib dalam makalah yang bertajuk “Indonesia, the Right Property Investment Desetination ini this ongoing Global Crisis”seperti keterangannya yang diterima VIVAnews di Jakarta.

Makalah yang dibacakan Hiramsyah pada acara Kongres Pan Pacific ke-25 di Bali tanggal 27 – 30 September 2010 menyebutkan, akibat dari kasus subprime mortgages 2008 membuat harga rumah jatuh, sejumlah orang kehilangan rumah tinggal, serta dampak sistemik terhadap kondisi ekonomi di negara-negara sehingga membuat sejumlah perusahaan keuangan gulung tikar.

“Saat ini, dunia tengah memasuki tahap pemulihan akibat krisis ekonomi, pemerintah Amerika Serikat menerbitkan sejumlah paket stimulus, dana talangan terhadap perusahaan yang bangkrut, termasuk perusahaan keuangan, serta berbagai upaya lainnya,” kata Hiramsyah.

Hiramsyah menuturkan, ketika sektor properti di negara-negara Barat mengalami kesulitan, justru investasi di negara-negara Asia, khususnya sektor properti justru bergairah dan penjualan sangat prospektif.

“Kondisi demiki

Sumber : VIVANEWS.COM

Bakrie Targetkan Tol Ciawi- Sukabumi Beroperasi 2014

Baru Bisa Bebaskan Lahan 5,3 Hektare

Selasa, 28 September 2010 , 00:52:00 WIB

RMOL.PT Bakrie Toll Road (BTR) baru berhasil membebaskan 5,3 hektare tanah bagi pembangunan Tol Ciawi-Sukabumi untuk seksi satu Ciawi-Cigombong. Selama ini, pembebasan lahan jadi kendala utama pembangunan jalan tol, terutama di Jawa.

Pihak manajemen BTR mem perkirakan pembebasan tanah tol Ciawi-Cigombong ini akan tuntas pada pertengahan 2011 atau sekitar Mei-Juni 2011. Direktur Utama PT Bakrie Toll Road Harya Mitra Hidayat menga takan, pembayaran uang ganti rugi (UGR) tahap dua senilai Rp 12,1 miliar dengan total luas ta nah 4,2 hektare. Pada tahap satu telah dibayar UGR Rp 4,9 miliar dengan total luas lahan 1,1 hektar.

Harya menyebutkan, kebutu han lahan untuk seksi pertama se luas 165 hektare mencakup kawa san permukiman, persawahan, tanah kebun, lahan peternakan serta halaman pabrik.

Untuk seksi pertama tidak ada tanah milik PT Perkebunan (PTP) maupun Ke hutanan kena proyek jalan tol, sehingga tidak ada ken dala dalam pembebasannya.

Seperti diketahui pada Jumat (24/9), warga Desa Ciherang Pon doh, Kecamatan Caringin mene­rima pembayaran UGR atas tanah mereka yang kena proyek jalan tol.

Harya menjelaskan, setelah dana BLU mulai cair, pihaknya akan dapat menyelesaikan selu ruh proses pembebasan lahan seksi satu dengan lancar.

Semen tara itu, terkait dengan target, Harya mengatakan, telah menu run kan tim yang sudah ber penga laman dalam melakukan pembe basan lahan untuk jalan tol. Pembangu nan jalan tol Ciawi-Sukabumi Seksi satu (Ciawi-Cigombong) sepan jang 15,3 km akan dimulai pada 2011.

“Lalu lintas Seksi Ci awi-Ci gom bong merupakan yang terpa dat, se hingga kami prio ritaskan pem bangunannya,” ujar nya se raya me nambahkan, pem bangu nan konstruksi diper kirakan me ma kan waktu 18-24 bulan. Se hingga pa ling lam bat, ta hun 2014, tol ter sebut siap diope­rasikan.

Wakil Ketua Umum Kadin bi dang Infrastruktur dan Peruma han Rakyat Lukman Purnomo sidi berharap pemerin tah tidak me ngeluarkan kebijakan yang justru membuat investor angkat tang an, karena akan muncul pre seden yang buruk dalam inves tasi. Di ingatkan, investasi pemb­angu nan infrastruktur mencapai Rp 500 triliun, sedangkan jalan tol Rp 100 triliun kalau sampai macet maka akan ada gangguan eko nomi. Luk man mengatakan, ken dala pem bangu nan infra struk tur kadang just ru terjadi dalam pelak sanaan. Sebagai contoh, sulitnya pencairan dana talangan dari BLU. [RM]

Bisnis Properti Booming 2014, Menpera Minta Jaminan Lahan

Provinsi Sumsel Sukses Kelola Program Perumahan

Jum’at, 24 September 2010 , 00:14:00 WIB

RMOL.Di tengah persaingan bisnis pro perti yang makin ketat, Ke men­terian Perumahan Rakyat (Kemenpera) mendorong peme rin tah daerah agar menjamin ke tersediaan la­han perumahan khususnya kelas menengah ke bawah. Tanpa jami nan tersebut, maka masya rakat akan makin su lit mendapatkan perumahan.

Hal itu dikemukakan Men teri Perumahan Rakyat (Menpera) Su harso Mo noarfa di acara penyera han penghargaan Adiupaya Puri tama di Jakarta, kemarin. Menurut Suharso, para gubernur, bupati, dan walikota mesti memberi per hatian kepada rakyat agar menda patkan fasilitas perumahan.

“Setiap penduduk harus kem bali ke rumah. Karena rumah me rupa kan lambang kesejahteraan dan kemakmuran sebuah bangsa dan daerah. Jadi, tidak mungkin kepala daerah tidak memikirkan itu,” kata politisi PPP ini.

Hanya saja, lanjut Suharso, per soalan yang mendasar saat ini ada lah persoalan lahan. Namun, se lalu ada jalan untuk menye le sai­kan permasalahan tersebut. Dia mencontohkan, di Singapura, se kitar 90 persen la han dikuasai oleh negara, se hingga memu dah kan pemerintah melakukan pengatu ran atas perumahan.

“Langkah yang dilakukan Si ngapura itu bisa dicontoh oleh pemerintah daerah kita. Kepada gubernur, bupati, dan walikota, diharapkan bisa melakukan yang terbaik untuk masyarakat kita. Problem penyediaan tanah yang kita hadapi, saya yakin pasti bisa kita selesaikan,” paparnya.

Pada kesempatan resepsi ulang tahun Menpera itu, penghargaan diberikan kepada Gubernur Sum sel Alex Noerdin, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Wakil Gu ber nur Jatim Saifullah Yusuf, Wali kota Palembang, Walikota Banda Aceh dan Bupati Malang.

Pengamat peru mahan Pana ngian Simanungkalit memper kirakan, tahun ini bisnis peruma han nasional akan kem bali bang kit dan booming hingga 2014. Selain didukung perbaikan pere­konomian, pertumbuhan pa so kan dan permintaan hunian di to pang oleh penurunan suku bunga pem biayaan sektor ini.

“Prospek bisnis perumahan akan tetap bagus hingga 2014,” pungkas Panangian. [RM]

Pendapatan Bakrieland berpeluang melebihi target

JAKARTA

PT Bakrieland Development Tbk, lini bisnis Grup Bakrie di bidang properti melihat peluang naiknya pendapatan perseroan tahun ini melebihi angka proyeksi yang dipatok pada awal tahun sebesar 30%, sejalan dengan perkembangan proyek yang tengah direncanakan.

Presiden Direktur Bakrieland Hiramsyah S. Thaib mengatakan sejumlah proyek properti yang direncanakan perseroan mulai menunjukkan titik terang, terutama proyek pembangunan beberapa ruas jalan tol milik perseroan.

Tiga proyek jalan tol yang akan dikembangkan anak usaha perseroan, PT Bakrie Toll Road telah memperoleh anggaran pembebasan lahan senilai Rp1,23 triliun.

“Sejauh ini target pendapatan belum kita revisi, tetap 30%. Melihat perkembangan beberapa proyek, sebenarnya kami cukup yakin pertumbuhan tahun ini lebih tinggi.

Tetapi sementara realistis dulu,“ ujarnya kepada Bisnis, awal pekan ini.

Menyangkut proyek pembangunan jalan tol, perseroan menarget kan konstruksi dua ruas jalan tol Pejagan-Pemalang (58 km) dan Ciawi-Sukabumi (54 km) paling lambat dilakukan pada semester II/2011.

Rencana pembangunan jalan tol Ciawi-Sukabumi akan diintegrasikan dengan pengembangan properti di kawasan Lido yang akan terhubung langsung dengan akses jalan tol tersebut.

Dana pengadaan lahan ruas Ciawi-Sukabumi mencapai Rp430 miliar telah disetujui pemerintah sebelum Lebaran tahun ini.

Sejauh ini, dia menjelaskan perseroan masih memiliki lahan yang siap dikembangkan seluas 1.300 ha di wilayah Lido Jawa Barat.

“Sampai sekarang kami termasuk pengembang properti dengan land bank terbesar,“ jelasnya.

Adapun Badan Pengatur Jalan tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum memastikan dua proyek jalan tol milik Bakrie lainnya, yakni ruas Pejagan-Pemalang dan Batang-Semarang memperoleh dana pembebasan lahan dari badan layanan umum (BLU) senilai Rp800 miliar.

Dengan dukungan dana tersebut, perseroan menargetkan proses pem bebasan lahan proyek jalan tol dapat dipercepat dan tuntas seluruhnya tahun ini.

Sebagai catatan, pada 2010, Bakrieland menuntaskan sedikitnya enam proyek properti di Jakarta, Bogor dan Bali senilai Rp3,2 triliun guna merespons kebangkitan pasar properti pada tahun ini.

Hingga 13 Agustus 2010, Bakrieland telah menyelesaikan tiga dari 11 menara (tower) Sentra Timur Residence (STR). Hingga akhir 2010, perseroan menargetkan dapat merampungkan tiga menara lagi, dengan kapasitas setiap menara sekitar 1.300 unit.

STR merupakan proyek rusunami dan kawasan bisnis terpadu yang menempati kawasan Kota Baru Perumnas, Jakarta Timur. Adapun, nilai investasi ketiga menara mencapai Rp780 miliar Rp900 miliar, sedangkan lahan yang termanfaatkan masih sekitar 4 hektare dari rencana pengembangan 40 ha.

Selain STR, ujarnya, Bakrieland menuntaskan proyek Epicentrum Walk Office Suite (Epiwalk) di tengah kawasan Rasuna Epicentrum di atas lahan 2.500 m2 senilai Rp250 miliar. (09)

Selasa, 21 September 2010 | 11:49 oleh Barratut Taqiyyah SAHAM ELTY

ELTY tak tahu alasan sahamnya meroket

JAKARTA. Saham PT Bakrieland Development (ELTY) kemarin naik tajam. Saham perusahaan properti ini sore kemarin ditutup di posisi Rp 157. Jika dibandingkan dengan kondisi sebulan lalu, harga saham ELTY meroket tajam.

Asal tahu saja, per tanggal 23 Agustus 2010, salah satu saham milik Grup Bakrie ini hanya sebesar Rp 109. Itu artinya, dalam sebulan, saham ELTY sudah meroket 44%.

Terkait hal itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mempertanyakan kenaikan saham ELTY. Dalam keterbukaan informasi kepada BEI hari ini, pihak ELTY mengaku tidak memiliki rencana aksi korporasi apa pun dalam waktu dekat yang bisa mempengaruhi harga saham.

“Kami juga tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang dapat mempengaruhi harga saham,” jelas manajemen ELTY.

Sejumlah analis menilai, kenaikan saham ELTY terkait dengan pasar properti yang booming menjelang akhir tahun. Selain itu, fundamental ELTY yang cukup bagus juga turut mendongkrak harga saham perusahaan ini.

Hanya saja, reli saham ELTy hanya bertahan beberapa hari saja. Pada pukul 11.46, saham ELTY turun 1,27% menjadi Rp 155.

Saham Bakrie dan Tambang Banyak Diburu

Indeks di BEI hanya melemah tipis 5,94 poin atau 0,18 persen ke level 3.365,04.

SELASA, 21 SEPTEMBER 2010, 16:50 WIB Antique

VIVAnews – Aksi beli pelaku pasar terhadap saham-saham grup Bakrie dan pertambangan dinilai mampu menahan laju pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada transaksi hari ini, Selasa 21 September 2010.

Pengamat pasar modal, Muhammad Habdi, berpendapat, IHSG hanya turun tipis karena ditopang pergerakan positif saham-saham grup Bakrie dan komoditas tambang. “Saham grup Bakrie sedang menjadi favorit,” ujar Habdi kepada VIVAnews di Jakarta.

Di BEI, saham Bakrie dan pertambangan yang mampu menahan penurunan IHSG di antaranya PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang terangkat Rp700 atau 1,83 persen ke level Rp38.900, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat Rp650 (3,58 persen) menjadi Rp18.800, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik Rp150 atau 7,40 persen di posisi Rp2.175, dan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menguat Rp2 (1,27 persen) ke level Rp159.

Dia menambahkan, pemburuan saham-saham tambang tersebut terdorong peningkatan harga komoditas di pasar global.

Sementara itu, penyebab terkoreksinya IHSG, menurut Habdi terpicu aksi ambil untung (profit taking) investor pada saham unggulan. Saham-saham unggulan itu di antaranya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), dan beberapa saham perbankan.

Meski demikian, pemodal asing masih meramaikan transaksi saham di pasar reguler. Mereka membeli saham senilai Rp1,37 triliun dan hanya melepas sebesar Rp1,26 triliun, sehingga terjadi pembelian bersih (net buying) Rp118,72 miliar.

Pada penutupan transaksi hari ini, IHSG melemah tipis 5,94 poin atau 0,18 persen ke level 3.365,04. Penurunan indeks tidak sebesar akhir transaksi sesi pertama yang terkoreksi 25,22 poin (0,74 persen) ke posisi 3.345,76.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp6,44 triliun dan volume tercatat 26,66 juta lot dengan frekuensi 160.563 kali. Sebanyak 132 saham menguat, 104 melemah, 67 stagnan, dan 175 saham tidak terjadi transaksi.

Sedangkan indeks bursa Asia saat IHSG ditutup bergerak variatif. Indeks Hang Seng naik 25,25 atau 0,11 persen di posisi 22.002,59 dan Straits Times menguat 14,41 poin (0,47 persen) menjadi 3.095,39. Tetapi, indeks Nikkei 225 melemah 23,98 poin atau 0,25 persen ke level 9.602,11.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi di Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 8.964 per dolar AS dari transaksi sesi pertama yang berada di level 8.965 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan data kurs tengah BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 8.968 per dolar AS. Pada perdagangan Senin 20 September 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 8.979 per dolar AS. (art)

• VIVAnews

20/09/2010 – 04:00

Cermati Saham ASII, BBKP, ELTY & JSMR

(inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan indeks pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan menguat di kisaran 3,340-3.375. Saham pilihan ASII, BBKP, ELTY dan JSMR.

Indeks masih dalam posisi beli dengan potensi yang masih kuat. Apalagi bursa Asia juga mengalami kebanjiran dana asing. Pekan ini level resisten masih akan berada di kisaran 3.376-3.500. Sebab pekan lalu kenaikan indeks belum terlalu maksimal.

Menurut pengamat pasar modal, Krisna Dwi Setiawan, aksi beli saham oleh pelaku pasar khususnya asing terutama terpicu oleh aturan baru Bank Indonesia (BI) yang menaikkan bunga Giro Wajib Minimum dari lima persen menjadi delapan persen. “Kenaikan itu akan menimbulkan persaingan antarbank yang pada gilirannya mendorong suku bunga bank bergerak naik,” katanya kemarin.

Dengan demikian saham yang menarik adalah saham yang terpengaruh kebijakan suku bunga. Hal ini dapat dilihat untuk sektor perbankan, properti dan otomotif. Walaupun posisinya dapat dalam area beli maupun area jual karena kenaikan suku bunga dapat diartikan sebagai tekan terhadap saham tertentu.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pada pekan lalu ditutup naik 29,84 poin (0,89%) ke level 3.384,65. Volume perdagangan mencapai 9,7 miliar lembar saham dengan nilai Rp5,7 triliun.

Meskipun ada kemungkinan juga investor akan melakukan aksi ambil untung. Dengan demikian indeks akan mengalami tekanan. Hal ini terutama terjadi pada saham yang pekan lalu telah mengalami penguatan cukup tajam.

Saham pilihan seperti Astra International (ASII) dengan koreksi yang terjadi pasca pencetakan new high di Rp.60.000 dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi. Fakor makro ekonomi seperti pertumbuhan GDP & BI rate kondusif yang dapat mendukung kredit & penjualan mobil serta konstribusi dari anak perusahaan lainnya masih berjalan.

Saham Bank Bukopin (BBKP) dengan rencana akuisisi yang kembali hangat setelah BRI menyatakan masih berminat meminang BBKP selain Jamsostek membuat nilai jual bank pemain UKM ini di mata investor semakin menarik.

Dari sektor properti yang didukung suku bunga BI rate yang diekspektasikan masih rendah, berlanjut pada peningkatan daya beli masyarakat dan pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Saham pilihan Bakrieland Development (ELTY) telah mengakuisisi 51% saham Bukit Jonggol senilai Rp1,9 triliun dan saham BKSL sebesar 20% senilai Rp150 miliar. Saham Jasa Marga (JSMR) yang akan melakukan ekspansi di bidang properti di sekitar jalan tol dengan investasi sekitar Rp500 miliar. [hid]

JAKARTA:

loading

Pemprov Jabar dorong realisasi tol Ciawi-Sukabumi

Rabu, 15/09/2010 15:47:27 WIB

Oleh: Yanto Rachmat Iskandar

BANDUNG: Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta pemegang konsesi jalan tol Ciawi-Sukabumi (53 km) segera direalisasikan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Bina Marga Jabar HM Guntoro menilai realisasi pembangunan jalan tol, yang konsesinya dipegang konsorsium PT Bakrie Toll Road dan PT Jasa Sarana (BUMD Jabar), sangat penting.

“Itu mendesak diselesaikan [jalan tol]. Kalau selesai, maka selesailah persoalan kemacetan di sana,” katanya hari ini.

Dia mengemukakan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan juga sangat mendorong percepatan pembangunan jalan tol Ciawi-Sukabumi. “Pak Gubernur juga terus mendorong supaya proyek itu segera terwujud. Kami pikir itu dorongan yang bagus,” ujarnya.

Dia mengakui dukungan bantuan Pemprov Jabar memang terbilang kecil dalam realisasi pembangunan jalan tol. Sepengetahuannya, Pemprov Jabar tidak mengalokasikan dana untuk pembebasan lahan itu.

“Tidak ada kucuran dana [APBD] dari kami. Yang jelas kami akan mendorong pembangunannya,” katanya.

Nilai investasi ruas tol tersebut diproyeksikan antara Rp5,2 triliun–Rp5,9 triliun. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap pembebasan lahan untuk pengerjaan proyek tahap I sepanjang 23 km.(gak)

Ketika Jakarta tak lagi menarik

OLEH TH. D. WULANDARI Wartawan Bisnis Indonesia

Pendatang loadingbaru memilih tinggal di luar Ibu Kota Selama libur Lebaran, Jakata seperti memiliki waktu istirahat kurang lebih selama seminggu untuk tidak melakukan berbagai aktivitas bisnis seperti hari biasa.

Tidak ada macet, aktivitas perdagangan relatif sepi dan kegiatan perkantoran terhenti. Banyak rumah penduduk juga ditinggalkan penghuninya. Tentu saja ini terjadi setelah sebagian besar penduduk Jakarta pulang ke kampung halaman alias mudik.

Pada Lebaran tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat sekitar 3 juta penduduk DKI Jakarta mudik Lebaran ke kota di Jawa Tengah, Jawa Timur hingga kota di provinsi lain di Indonesia.

Sebagai Ibu Kota, wajar Jakarta dipenuhi dengan banyak pendatang. Kaum urban itu ten

tu berharap dapat mengais rezeki dan mengadu nasib dari kemeriahan beragam aktivitas di Jakarta.

Entah bekerja sebagai pegawai kantoran, berdagang, menjual jasa, atau mereka yang belum bekerja tetapi menunggu kesempatan dengan tetap tinggal di rumah saudara.

Data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta memperlihatkan pada 2007, jumlah pendatang baru mencapai 109.617 orang atau terbesar sepanjang 3 tahun ini.

Lebaran 2 tahun lalu, jumlah pendatang baru menurun menjadi 88.473 orang, sedangkan pada

tahun lalu hanya mencapai 69.554 orang.

Bila diamati, tren pendatang baru ke Ibu Kota pasca-Lebaran turun sejak 3 tahun terakhir.

Namun, penurunan itu tak selamanya berarti baik. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo memperkirakan beban pertambahan penduduk Jakarta akan tetap berat dipicu oleh pertumbuhan penduduk di daerah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

Fauzi menegaskan tren itu tidak bisa diartikan beban pertambahan penduduk berkurang tetapi sebaliknya bisa bertambah.

“Statistik menunjukkan bahwa

angka pertumbuhan penduduk di Bekasi, Tangerang, Bogor, dan Depok jauh lebih tinggi dibandingkan [dengan] di Jakarta,“ katanya ketika melepas mudik gratis yang disponsori salah satu pusat perbelanjaan modern.

Hal itu disebabkan oleh keinginan mencari nafkah ke Ibu Kota masih tinggi sehingga yang ingin bekerja tidak langsung berdomisili di Jakarta melainkan memilih tempat tinggal di Tangerang, Bekasi dan Depok.

“Saya juga tidak bisa melarang orang ke Jakarta, karena Ibu Kota milik kita semua. Namun, bagi yang datang tanpa pekerjaan terpaksa kami pulangkan lagi,“ ujar Fauzi.

Untuk itu, Fauzi telah menyiapkan rencana peningkatan pengawasan terhadap para pendatang yang menjadi penduduk ilegal.

Selain itu, Fauzi mengimbau pemudik tidak mengajak saudara atau tetangga di daerah untuk mengadu nasib Jakarta.

Operasi yustisi Ketika menggelar open house di Rumah Dinas Gubernur, pernyataan itu kembali dilontarkan. “Karena ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk bekerja di Jakarta,“ ujar Fauzi.

Salah satu langkah yang sudah disiapkan Pemprov DKI untuk mengatasi lonjakan pendatang baru tahun ini yakni menggelar Operasi Yustisi Kependudukan (OYK).

Menurut Fauzi, Pemprov DKI merencanakan menggelar OYK mulai H+7 Lebaran secara serentak di lima wilayah Ibu Kota.

Tentu saja, tujuan operasi bukan untuk menakuti.

“Melainkan hanya untuk mengingatkan pendatang baru agar segera melengkapi syarat administrasi kependudukan sesuai dengan aturan yang ada,“ ujar Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Franky Mangatas Pandjaitan.

Dalam operasi yustisi yang akan efektif digelar di lima wilayah kota mulai H+7 Lebaran, setidaknya 2.300 personel dari tujuh instansi sudah disiapkan turun ke lapangan.

Lalu, apakah kegiatan ini akan serta-merta menghentikan laju urbanisasi ke Ibu Kota? Kita lihat saja nanti. (HENDRA WIBAWA) (wulandari@bisnis.co.id)

Tol Ciawi dapat BLU Rp400 miliar

OLEH ZUFRIZAL Bisnis Indonesia

loading

PT Bakrie Toll Road mengungkapkan proyek jalan tol Ciawi-Sukabumi memperoleh dana BLU un tuk pembebasan lahan Rp400 miliar.

Lalu lintas Kanci-Pejagan capai 37.000 kendaraan

JAKARTA: PT Bakrie Toll Road mengungkap kan proyek jalan tol Cia wi-Sukabumi yang dimilikinya memperoleh dana bantuan layanan umum (BLU) untuk pembebas an lahan senilai Rp400 miliar dari pemerintah.

“Dana BLU Rp400 miliar tersebut telah disetujui pekan lalu, sebelum Lebaran,“ ujar Presdir Bakrie Toll Road Harya Mitra Hidayat kepada Bisnis, kemarin.

Menurut dia, dengan disetujuinya BLU untuk ruas sepanjang 53 kilometer itu, Bakrie Toll Road akan segera mempercepat proses pembebasan lahan, khususnya untuk seksi I.

Pasalnya, seksi I sepanjang 13,2 kilometer diprioritas untuk diselesaikan terlebih dahulu dibandingkan dengan seksi II, III, dan IV, mengingat pembangunannya cukup mendesak karena bisa terhubung dengan jalan raya yang ada.

“Kalau target pembebasan lahannya [seksi I] selesai akhir 2011, tahun berikutnya konstruksi, pada akhir 2013 sudah bisa beroperasi.“

Adapun, pembebasan lahan untuk seksi lainnya akan dilakukan bersamaan dengan seksi I, namun pengoperasiannya ditargetkan pada 2014 untuk seksi II serta 2015 untuk seksi III dan IV.

Berdasarkan catatan Bisnis, Bakrie Toll Road bermitra dengan BUMD Jabar yakni PT Jasa Sarana yang merupakan pemegang konsesi pengusahaan pembangunan jalan tol Ciawi-Sukabumi dengan nama PT Trans Jabar Tol.

Di perusahaan ini, Jasa Sarana memiliki 25% saham, sedangkan Bakrie Toll Road 75%.

Biaya pembebasan lahan proyek jalan tol Ciawi-Sukabumi seluas 570 hektare saat ini melonjak dari Rp350 miliar pada tahap awal menjadi Rp750 miliar.

Sebelumnya, Bakrie Toll Road juga telah memperoleh persetujuan mendapat dana BLU untuk pembebasan lahan dua ruas proyek jalan tol lainnya sebesar Rp800 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk pembebasan lahan proyek ja lan tol Pejagan-Pemalang sebesar Rp250 miliar dan Batang-Semarang Rp550 miliar.

Estimasi biaya pembangunan Pejagan-Pemalang sepanjang 57 kilometer sekitar Rp5 triliun dengan luas lahan yang akan dibebaskan 400 hektare. Konsesi proyek ini dipegang oleh PT Pejagan Pemalang Toll Road.

Adapun, untuk ruas Batang-Semarang sepanjang 75 kilometer diperkirakan membutuhkan biaya Rp5 triliun-Rp6 triliun dengan luas lahan yang akan dibebaskan 660 hektare. Konsesi proyek tol ini dipegang oleh PT Marga Setiapuritama.

Menurut Harya, selain CiawiSukabumi, Pejagan-Pemalang, dan Batang, Semarang, Bakrie Toll Road yang merupakan unit usaha PT Bakrieland Development Tbk, juga memiliki konsesi proyek jalan tol Pasuruan-Probolinggo.

Hanya saja, hingga kini dana BLU untuk ruas Pasuruan-Probolinggo masih dalam proses untuk mendapatkan persetujuan dari pemerintah.

Adapun jalan tol Bakrie Toll Road yang sudah beroperasi adalah ruas Kanci-Pejagan sepanjang 35 kilometer.

Naik tiga kali lipat Terkait dengan ruas Kanci-Pejagan, Harya mengemukakan lalu lintas harian di jalan tol itu mencapai puncaknya pada H-1 Lebaran, di mana jumlah kendaraan yang lalu lalang mencapai 37.000 unit.

“Ini di atas ekspektasi kami sebanyak 35.000 kendaraan. Dalam keadaan normal traffic-nya berkisar 11.000 hingga 13.000 kendaraan.“

Dia menuturkan untuk arus balik, lonjakan kendaraan yang akan melintasi jalan tol yang beroperasi sejak awal 2010 tersebut diperkirakan terjadi kemarin.

Bakrie Toll Road, selaku pengelola jalan tol tersebut, lanjutnya, sudah mengantisipasi lonjakan arus balik.

“Jika sebelumnya gardu jalur mudik untuk arah Semarang yang dioperasikan sebanyak enam buah, dan tiga gardu untuk arah ke Jakarta, kini dibalik,“ tan dasnya.

Secara keseluruhan jalan tol Kanci-Pejagan memiliki 12 gardu yang mampu menampung lonjakan kendaraan hingga 55.000 unit.

Selain itu, kata dia, sepanjang Kanci-Pejagan telah disiapkan delapan posko Lebaran, masing-masing empat posko di setiap jalur.

Fasilitas yang ada di posko tersebut a.l. klinik kesehatan, tempat istirahat dan salat bagi masyarakat dan difungsikan sampai arus balik. (zufrizal@bisnis.co.id)

Senin, 06/09/2010 18:49:34 WIB

Bakrieland akan lunasi kupon obligasi Rp15,54 miliar

Oleh: Ratna Ariyanti

JAKARTA: PT Bakrieland Development akan membayar kupon obligasi I Bakrieland Development 2008 sebesar Rp15,54 miliar dengan menggunakan kas internal untuk pembayaran.

Sebelumnya, Direktur Utama Bakrieland Hiramsyah S. Thaib, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), mengatakan bahwa perseroan akan mentransfer kupon obligasi ini kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, agen pembayaran, selambat-lambatnya besok.

Kupon bunga obligasi tersebut terdiri atas kupon obligasi seri A dengan bunga sebesar 11,90% senilai Rp6,54 miliar dan seri B dengan bunga sebesar 12,85% senilai Rp8,99 miliar.

Total pokok obligasi I Bakrieland Development 2008 mencapai Rp500 miliar, yang terbagi atas obligasi seri A sebesar Rp220 miliar dan sisanya, seri B sebesar Rp280 miliar. Pembayaran kupon kali ini merupakan pembayaran yang ke sepuluh.

Sekretaris Perusahaan Bakrieland Nuzirman Nurdin, melalui pesan pendek kepada Bisnis, hari ini, mengatakan dana pembayaran kupon obligasi ini berasal dari kas internal perseroan.

Saham perseroan yang diperdagangkan di BEI dengan kode ELTY pada penutupan hari ini turun Rp1 atau 0,87% ke level Rp114, sehingga membentuk kapitalisasi pasar sebesar Rp4,6 triliun. (esu)

02/09/2010 – 14:27

Bakrieland Gandeng UBS Ikuti Conference di Singapura

(IST)

INILAH.COM, Jakarta – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) telah mengikuti Asean & India Conference pada 1-2 September 2010 di Singapura.

Hal ini disampaikan Hiramsyah S. Thaib, Presiden Direktur & CEO Perseroan dalam keterbukaan informasinya ke BEI, Kamis (2/9).

Dijelaskan, Perseroan mengikuti acara ini dengan menggandeng UBS. “Langkah ini dilakukan dalam rangka memberikan informasi mengenai kinerja dan prospek Perseroan,” ujarnya. [cms]

EKONOMI

02/09/2010 – 20:10

Bakrieland Siap Bayar Kupon Obligasi Rp15,54 M

(IST)

INILAH dot COM, Jakarta – Bakrieland Development Tbk (ELTY) siap untuk membayar kupon obligasi I Bakrieland Development Tahun 2008 sebesar Rp15,54 miliar.

Hal ini disampaikan Hiramsyah S. Tahib dalam keterbukaan informasinya ke BEI, Kamis (2/9). Kupon bunga ke-10 obligasi Bakrieland Development Tahun 2008 ini terdiri dari 2 seri. Kupon seri A dengan bunga 11,9% sebesar Rp6,55 miliar dan kupon bunga seri B 12,85% senilai Rp8,99 miliar.

“Dana tersebut akan kami transfer ke agen pembayaran (PT Kustodian Sentral Efek Indonesia) selambat-lambatnya 7 September 2010. [cms]

Bakrie to complete 2 toll roads construction in 2014

Tuesday, 31/08/2010 18:00:33 WIB

by: Tularji

JAKARTA: PT Bakrie Toll Road targets to have completed the construction of two toll roads being part of the trans-Java project, namely Pejagan—Pematang and Batang—Semarang, by 2014.

President Director of PT Bakrie Toll Road Harya Mitra Hidayat stated that now the both projects are still on a land acquisition. “The land acquisition needs longer time,” he answered Bisnis, today.

He explained that the process of land acquisition for Pejagan—Pemalang toll road has reached 70%, while the Batang—Semarang toll road has just been finished by 20%.

According to him, the projects could be completed after having the land acquisition for two years.

“The construction doesn’t take a long time, maximal by 2 years. Yet, the land acquisition must spend longer time.”

The Pejagan—Pemalang toll road spends predictably to IDR5 trillion, while the toll road of Batang—Semarang likely requires IDR6 trillion funds.

The source of the constructions is from syndication of several national banks as Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI) and a number of regional development banks (BPD).

Bakrie Toll Road was recorded as toll road operator of Kanci—Pejagan, operated initially in 2010 and is predicted to reduce the crowdedness of Pantura road to 50% from 70,000 vehicles included on 1-5 group to 350,000 vehicles.

The crowded of Pantura road in peak season is predicted to 70,000 vehicles a day, while the traffic trend through Kanci—Pejagan toll road keeps to increase and now even has touched 17,000 vehicles a day or 20% rise of last year’s target by 14,000 a day. (t01/wiw)

Bahana Securities 2010-08-23 03:49 PM

Bakrieland Development (ELTY)

Hold

Rp 280

Hingga Akhir Tahun, ELTY Menargetkan Pendapatannya Tumbuh 40% Menjadi Rp 1,5 Triliun. ELTY Berharap Bisa Meraih Penjualan Rp 1 Triliun Dari Proyek The Grove Suites.

Jalur Mudik Brebes-Tegal

Pintu Keluar Tol Pejagan Rawan Macet

Jum’at, 27 Agustus 2010 – 06:31 wib

Akrom Hazami – Koran SI

Tol Pejagan masih sepi dua pekan menjelang Lebaran (Foto: Koran SI)

BREBES – Dua pekan menjelang Lebaran, perbaikan jalan di jalur Pantura terus dilakukan. Salah satu ruas adalah jalur mudik Brebes hingga Kota Tegal.

Perbatasan Losari-Cirebon, kondisi permukaan jalan masih bergelombang. Sehingga memaksa pengguna jalan, terutama pengguna sepeda motor, waspada. Ditambah lagi, di dekat Pos Polisi Cisanggarung Brebes, yakni Pasar Cisanggarung, warga setempat yang berbelanja kerap meluber hingga mendekat tepian jalan.

Sementara itu kondisi di pintu keluar tol Pejagan jauh lebih tertib dibandingkan dengan pintu perbatasan di Cisanggarung. Berdasarkan pantauan, tol Pejagan belum dipenuhi kendaraan pemudik. Kendaraan yang lalu lalang masih didominasi oleh kendaraan bernomor polisi daerah setempat.

Pemudik yang melalui tol Pejagan dan berbelok ke arah Brebes, harus melintasi jalan yang menyempit, tepatnya di Jalan Lombok Kemurang Pejagan. Kawasan ini merupakan daerah padat penduduk. Para pengguna jalan wajib lebih berhati-hati lantaran warga setempat kerap menyeberang jalan dengan tiba-tiba.

Kondisi jalan yang menyempit, ditambah dengan adanya median jalan, akan membuat pengguna jalan lebih dalam menginjak rem. Ini terjadi karena biasanya di Jalan Lombok Kemurang kerap terjadi penumpukan kendaraan akibat dari adanya perlintasan kereta api (KA).

“Pemudik yang keluar dari jalan tol Pejagan belok kiri ke arah Brebes, memang akan disulitkan dengan adanya jalur perlintasan KA yang cepat, maka pemudik harus lebih sabar,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Edward Aritonang saat memantau jalur mudik di Brebes, kemarin.

Setelah melalui jalur tersebut, pengguna jalan akan melintasi jalan pantura. Di Jalan Raya Cimohong ini, kondisi permukaan jalan sebagian besar telah mulus meski sedikit bergelombang.

Hingga saat ini masih ditemukan perbaikan jalan tepatnya di depan Pesarean atau pemakaman Bulakamba. Perbaikan jalan sepanjang dilakukan sepanjang 500 meter. Perbaikan jalan juga terjadi di jalan raya Bangsri Bulakamba hingga sepanjang 1,5 kilometer.

Akibatnya, para pengguna jalan dari arah barat harus melalui lajur kendaraan yang seharusnya dipergunakan untuk kendaraan dari arah timur.

Kesabaran pemudik di jalur padat ini juga diuji. Pasalnya aktivitas di Pasar Bawang Klampok terjadi pada pagi hingga siang hari. Namun lepas dari Jalan Bulakamba, pengguna jalan dimanjakan dengan panorama Brebes serta sentra pusat oleh-oleh.

Setelah melepas lelah di pusat oleh-oleh, pemudik akan melanjutkan perjalanannya ke arah timur. Kali ini pemudik harus mengurangi kecepatan, pasalnya di Jalan P Diponegoro akan memasuki kawasan Kota Brebes, seperti kawasan alun-alun yang ramai. Bahkan warga setempat juga kerap menyebrang sembarangan.

Sekira 500 meter dari alun-alun Brebes, pemudik dihadapkan dengan pasar tumpah Brebes. Di jalan inilah, pemudik harus mengurangi kecepatannya, pasalnya kondisi jalan yang menyempit ditambah lagi dengan adanya aktivitas pasar tumpah.

Jelang perbatasan Brebes-Kota Tegal, aktivitas masyarakat lebih tampak, terutama banyaknya becak dan sepeda di sisi pinggir jalan. Setibanya di Kota Tegal, kondisi permukaan jalan masih banyak yang bergelombang. Aktivitas keluar masuk bus dari Terminal Tegal, pemudik harus lebih berhati-hati.

Di sepanjang Jalan dr Cipto Mangkusumo hingga Jalan Kolonel Sugiyono Tegal, kondisi jalan tidak terlalu mulus, bahkan masih ada permukaan jalan yang berlubang. Aktivitas masyarakat di jalan ini terlihat lebih ramai, sehingga jalan raya kerap padat.

Sebagian jalan pantura di Kota Tegal memang masih belum mulus, karena dari Jalan Gadjah Mada hingga Jalan Martoloyo, sampai saat ini sedang dilakukan perbaikan.

“Kesiapan jalan di Tegal hingga Pemalang, akan ditergetkan selesai pada H-10, jadi sudah dipastikan semua jalan yang sekarang diperbaiki akan dapat dilewati,” ungkap Kepala BPT Bina Marga Tegal Puryanto.

(ton)

Kredit perumahan capai Rp24 triliun

OLEH YUSUF WALUYO JATI Bisnis Indonesia

BTN optimistis target penyaluran KPR sepanjang tahun ini bisa mencapai Rp24 triliun.

BLU akan kelola dana Rp2,6 triliun mulai September JAKARTA: PT Bank Tabungan Negara (Persero), BUMN bank penyalur kre dit perumahan rakyat (KPR) terbesar, optimistis target penyaluran KPR sepanjang tahun ini bisa mencapai Rp24 triliun. “…kondisi eko- nomi dan daya beli masyara- kat terus mem- baik diban dingkan de ngan kondisi 2009.”

Jika dihitung berdasarkan pencapaian BTN pada tahun lalu sebesar Rp16 triliun, target penyaluran kredit KPR bersubsidi itu diprediksi melonjak 50%.

Optimisme BTN ini didasarkan atas komitmen Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) yang akan menyelesaikan tunggakan kredit pemilikan rumah sederhana dan kredit pemilikan rumah susun sederhana milik (rusunami) di sejumlah bank penyalur kredit.

Sehubungan dengan itu, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa telah menerbitkan dua aturan hukum berupa petunjuk teknis dan pelaksana yang masingmasing tertuang dalam Permenpera No. 11/2010 dan No. 13/2010, guna melanjutkan program subsidi bunga masa transisi sebesar Rp416 miliar.

Dengan kedua aturan tersebut, seluruh proses verifikasi calon penerima bantuan fasilitas likuiditas langsung dilakukan bank penyalur dan tidak lagi melalui Kemenpera.

Direktur Utama PT BTN (Persero) Iqbal Latanro mengatakan stimulus masa transisi berbentuk selisih bunga KPR dan bantuan uang muka diyakini dapat menolong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) meningkatkan daya cicil rumah sederhana sehat (RSh) di sejumlah lokasi strategis perkotaan.

Dengan komitmen melanjutkan skema subsidi tersebut, ujarnya, beberapa tunggakan kredit, seperti ru sunami pada 2008-2009 sudah bisa dibayarkan secara bertahap. “Begitu pula pengerjaan landed house pada tahun ini dijanjikan [pengembang] akan selesai seluruhnya,“ ujarnya, kemarin.

Sampai saat ini, jelasnya, posisi BTN tetap bertahan menjadi bank penyalur KPR terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar 97% dari seluruh nilai kredit rumah bersubsidi.

Dengan mengacu pada kinerja perseroan pada semester I/2010 sebesar Rp12 triliun, terangnya, proyeksi penyaluran kredit BTN hingga akhir 2010 bisa mencapai sekitar Rp24 triliun atau lebih tinggi 20% dibandingkan dengan target yang dipatok pada awal 2010 sebesar Rp20 triliun.

Tetap optimistis Artinya, untuk melam paui target tersebut, jelasnya, penyaluran kredit perumahan BTN pada semester II/ 2010 harus bisa mencapai sedikitnya Rp12 triliun. Sepanjang tahun lalu, realisasi penyaluran KPR-BTN hanya sekitar Rp16 triliun.

“Kami masih optimistis mengejar Rp24 triliun karena pada semester I/ 2010 saja sudah terealisasi 60% dari target awal. Terlebih, kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat terus membaik dibandingkan dengan kondisi 2009,“ katanya.

Sejalan dengan terealisasinya skema subsidi masa transisi dan rencana pemerintah menggulirkan skema baru fasilitas likuiditas (FL), BTN menargetkan dapat melipatgandakan pembiayaan rumah bersubsidi dari 130.000 unit menjadi 260.000 unit hingga akhir 2010. Sepanjang semester I/2010, BTN telah membiayai kredit rumah bersubsidi untuk 57.000 unit.

Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenpera Zulfi Syarif Koto memas tikan skema FL untuk subsidi peru mahan rakyat yang baru telah ditun taskan. Adapun, prosedur standar pelaksanaan (SOP) yang telah digo dok di Kemenkeu, Kemenpera, Ke menterian Hukum dan HAM (Ke menkumHAM) dan perbankan juga telah diselesaikan.

Jika ketetapan hukum dari Ke menpera telah diterbitkan, ujar Zul fi, Badan Layanan Umum (BLU) akan menjalankan FL sebagai skema baru pembiayaan kredit RSh.

BLU merupakan badan yang ber tugas mengelola dana FL berdasar kan Keputusan Menteri Keuangan No. 290/KMK.05/2010 mengenai Penetapan Pusat Pembiayaan Perumahan Sebagai Satuan Kerja Instansi Pemerintah untuk Menerapkan Pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU). Peraturan ini terbit pada 15 Juli 2010.

Jika Menpera dan seluruh pemangku kepentingan telah menandatangani kesepakatan ber sama untuk FL, terang nya, BLU secara resmi akan menge lola dana subsidi perumahan rakyat sebesar Rp2,6 triliun mulai Septem ber. Dana tersebut berasal dari aloka si subsidi perumahan rakyat dalam APBN 2010 senilai Rp3,02 triliun.

Dana yang dikelola BLU itu, ung kapnya, bisa lebih besar menyusul rencana pemerintah melibatkan PT Jamsostek, Asabri, Bapertarum-PNS, maupun Taspen bergabung mengelola dana perumahan seatap dengan BLU.

“MoU [nota kesepahaman] untuk FL ini akan diteken pada 31 Agustus dan akan terlaksana beriringan de ngan skema subsidi pola lama [masa transisi]. Kalau dana yang dihimpun bisa menjadi satu, akumulasi bisa mencapai puluhan triliun setiap tahun. Dana ini bisa digunakan un tuk meningkatkan daya cicil MBR,“ katanya. (yusuf.waluyo@bisnis.co.id)

26/08/2010 – 09:33

Saham ELTY Dalam Zona Positif

(IST)

INILAH.COM, Jakarta – Saham Bakrieland Development (ELTY) diperkirakan masih akan tetap bertahan di trender down level 113. Hari ini berpotensi menguat dengan titik 109-121.

Hal itu dikutip dari hasil riset Reliance Securities, Kamis (26/8). Sinyal OBV mengindikasikan penguatan.

Saham ELTY pada perdagangan kemarin menguat Rp2 ke Rp118 dengan volume 5.300 lembar saham senilai Rp312,7 juta sebanyak 19 kali transaksi. [hid]

Pemerintah menyiapkan dana Rp6 triliun untuk pembebasan lahan pembangunan jalan tol. Dana tersebut digelontorkan secara bertahap sampai 2013 dan tahun ini dialokasikan Rp2,3 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo mengatakan, dana tersebut disalurkan melalui Badan Layanan Umum-Badan Pengatur Jalan Tol (BLU-BPJT). “Dana tersebut merupakan dana talangan pengadaan tanah yang akan digunakan untuk 22 ruas jalan tol,” kata dia di Jakarta.

Agus menyatakan, dana yang tersebut sebagai modal awal di mana rinciannya untuk 2010 diajukan Rp2,3 triliun,pada 2011 diajukan Rp2,85 triliun, 2012 diajukan Rp650 miliar, dan 2013 diajukan Rp200 miliar.Adapun untuk 2010 diambil dari realokasi dana cadangan dalam APBN sebesar Rp914,3 miliar dan tambahan baru dalam APBN Perubahan sebesar Rp1,4 triliun.

Menkeu mengharapkan, dana BLU-BPJT ini mampu mengoptimalkan pembebasan tanah yang nilai kebutuhan sesungguhnya mencapai Rp12,7 triliun. Rencana pembebasan ruas jalan tol sampai 2014 adalah sepanjang 776 km.

Sementara itu, PT Bakrie Tol Road (BTR) mendapatkan dana dari BLU-BPJT sebesar Rp800 miliar untuk pembebasan lahan Tol Trans Jawa ruas Tol Pejagan-Pemalang dan Batang-Semarang.

Dengan demikian, masalah pembebasan lahan seksi prioritas ditargetkan selesai tahun ini. Direktur Utama PT BTR Harya M Hidayat mengatakan, pihaknya telah mengajuka

Sumber : OKEZONE.COM

26/08/2010 – 06:45

Ada Potensi di Lapis Kedua & Bakrie

Natascha & Asteria

(inilah.com/Agus Priatna)

INILAH.COM, Jakarta – Meski rawan koreksi, pelemahan IHSG Kamis (26/8) akan tertahan. Masih ada peluang penguatan saham yang lagging, seperti lapis kedua dan grup Bakrie.

Analis riset Lautandhana Sekurindo Muhammad Sugiarto mengatakan, IHSG saat ini sudah jenuh beli dan rawan koreksi. Namun, pelemahan diperkirakan tidak akan terjadi pada pekan ini. “Terutama karena masih ada kesempatan switching ke saham lain yang masih lagging,” katanya kepada INILAH.COM.

Koreksi bursa juga tertahan nilai tukar rupiah, yang terus menguat atas dolar AS dan belum memperlihatkan pelemahan daya beli. Ini berarti, meskipun IHSG sudah sangat tinggi, rupiah akan terus menguat selama masih ada pembelian dari investor. “Koreksi bursa yang dalam pun akan tertahan,” ujarnya.

Beberapa saham yang masih lagging berasal dari saham lapis dua dan saham grup Bakrie, seperti PT Bumi Resources (BUMI), PT Bakrieland Development (ELTY) dan PT Energi Mega Persada (ENRG). Emiten–emiten ini masih menyisakan peluang upside yang cukup tinggi setelah terkoreksi ketika IHSG tembus level 3.100.

Namun, pergerakan aktif saham Bakrie beberapa hari terakhir, membuka peluang profit taking di saham ini. ”Alhasil, kalau ada kempatan naik dan mulai terjadi aksi ambil untung, sebaiknya gunakan untuk SoS (sell on strength).“

Dia menambahkan, adanya profit taking akan membuka kesempatan beli di saham-saham big cap, seperti PT Astra International (ASII), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan PT TB Bukit Asam (PTBA). Menurutnya, saham-saham ini sedang dalam periode konsolidasi dan menunggu peluang beli. “Mereka menantikan koreksi dalam yang membuka peluang akumulasi,” pungkasnya.

Pada perdagangan Rabu (25/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 23,97 poin (0,77%) ke level 3.138. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai. Volume transaksi mencapai 7,2 miliar lembar saham dengan nilai Rp3,5 triliun.

Sebanyak 135 saham naik, 53 saham masih turun dan 97 saham stagnan. Penguatan bursa didukung aksi beli asing yang mencatatkan nilai transaksi beli bersih (net foregin buy) sebesar Rp79 miliar. Nilai transaksi beli mendominasi mencapai Rp949 miliar dan nilai transaksi jual mencapai Rp869 miliar. [mdr/nic]

Senin, 23/08/2010 20:44:55 WIB

15 Ruas tol disiapkan layani angkutan Lebaran

Oleh: Natalina Kasih W.

JAKARTA: Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum kembali menyiapkan 15 ruas jalan tol di Jawa untuk mengakomodasi arus mudik dan balik Lebaran 2010 yang diperkirakan meningkat 6%-7% dibandingkan dengan tahun lalu.

Kepala BPJT Ahmad Ghani Gazali mengatakan 15 ruas tol yang nantinya akan dilintasi oleh para pemudik di Pulau Jawa tersebut kondisinya sudah membaik dan siap melayani arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Dia menambahkan dari 15 ruas jalan tol tersebut, 10 di antaranya merupakan milik Jasa Marga, sedangkan sisanya milik Bakrie Tol Road dan Marga Mandala Sakti (MMS).

“Ada 15 ruas tol yang kami siapkan untuk mengakomodasi kebutuhan arus Lebaran 2010, kondisinya saat ini ada beberapa yang masih dilakukan perbaikan, tetapi pada H-7 tidak ada kegiatan fisik di lapangan, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas,” katanya hari ini.

Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Frans Setyaki Sunito mengatakan kondisi ruas tol milik perseroannya sudah siap dilalui, meski ada perbaikan dan pelebaran jalan di beberapa titik tol Cikampek, Bandung, Palimanan, dan Kanci, yang ditargetkan pada H-7 selesai.

Menurut dia, sejumlah perbaikan di antaranya gerbang tol (GT) Cikarang yang sedang berjalan dan diperkirakan baru selesai pada Oktober mendatang, selanjutnya untuk perbaikan di tol Palimanan-Kanci juga tengah dikebut penyelesaian proyeknya.

“Kami berupaya mempercepat penyelesaian perbaikan jalan dan diharapkan pada H-7 sudah tidak ada kegiatan di lapangan yang dapat mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya.(jha)

23/08/2010 – 14:27

ELTY Paling Menarik di Grup Bakrie

Ahmad Munjin

(IST)

INILAH.COM, Jakarta – Terlambatnya laju saham grup Bakrie, dinilai akibat masih belum jelasnya kondisi fundamental. Saham paling menarik di grup ini adalah PT Bakrieland Development (ELTY).

Pengamat pasar modal, Satrio Utomo mengatakan, di tengah kenaikan indeks saham ke level 3.100-an, seharusnya saham grup Bakrie sudah merangkak naik. Namun, karena sumirnya kondisi fundamental, laju saham grup ini menjadi tertinggal jauh (lagging).

Keadaan ini, lanjut Satrio, dipicu penyerapan dana publik yang dilakukan terus menerus oleh The Seven Brothers. Grup Bakrie, jadi black hole bagi pasar modal. “Grup ini sering menyerap dana publik melalui right issue, IPO (Initial Public Offering) dan utang yang dikonversi menjadi saham,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (22/8).

Karena itu, di tengah kenaikan IHSG ^JKSE yang tajam, pemegang saham di grup ini sulit berharap harga sahamnya bergerak naik. Satrio menyarankan, agar investor lebih berpedoman pada faktor teknikal untuk bermain di saham grup ini karena tidak jelasnya kondisi fundamental itu.

Lebih jauh Satrio mengatakan, secara teknikal, saham grup Bakrie yang paling menarik adalah PT Bakrieland Development (ELTY). Menurutnya, saham sektor properti ini masih berpotensi naik. “Setidaknya sekitar ke level resistance Rp110-115 dari posisi Rp109 saat ini,” paparnya.

Sementara itu, saham PT Bakrie Telecom (BTEL) masih memberikan sinyal rebound tapi terbatas ke level Rp152 dari posisi saat ini Rp149 per saham. “Hanya dua poin lagi potensi kenaikannya,” ungkap Satrio.

Sedangkan PT Energi Mega Persada (ENRG) masih bertenaga hingga resistance Rp97-100 dari posisi Rp94. “PT Darma Henwa (DEWA), kalaupun naik, paling kuat masih di sekitar Rp57-60 dari level saat ini Rp57,” tuturnya.

Di sisi lain, saham PT Bakrie Sumatera Plantation (UNSP) saat ini mulai susah bergerak. Potensi kenaikannya terbatas ke level resistance Rp270-285. “Artinya, potensi kenaikan ada, tapi tidak signifikan,” timpalnya.

Sedangkan saham PT Bumi Resources (BUMI), secara teknikal sudah terbatas pada level resistance Rp1.500-1.530. “Secara umum, selain BUMI, saham-saham di grup Bakrie, masih memberikan return, karena adanya ruang kenaikan meskipun terbatas,” imbuh Satrio.

Namun, Satrio menggarisbawahi, semua alasan teknis ini karena memang fundamental grup Bakrie masih belum terugnkap. Dari sisi ini, hanya ELTY yang menjanjikan kenaikan lumayan. Sebab, ELTY sudah lama mengalami penurunan. “Kalau BNBR sudah turun dua pekan terakhir, ELTY sudah turun dalam sebulan terakhir,” tukasnya.

Karena itu, potensi kenaikan ELTY jauh lebih tinggi daripada saham grup Bakrie yang lainnya. Apalagi, saham PT Bakrie and Brothers (BNBR) masih susah untuk bangkit dari kubur Rp50. “Saham ini masih ‘wafat’. Untuk bisa tembus ke level Rp51 saja, masih susah,” ucap Satrio.

Menurut Satrio, jika orang berhasil mendapatkan harga BNBR di pasar negosiasi Rp40, pemegang saham ini bisa keluar dari BNBR. Tapi kondisi ini sangat menyusahkan, karena mayoritas pemegang saham ini mendapatkan harga di level Rp50.

“Kalau mau keluar dari BNBR masih harus menunggu lama. Sebab, baru bisa keluar di level Rp55 sampai Rp60. Sayangnya untuk bangkit dari Rp50 saja sangat susah,” ungkapnya.

Satrio mengingatkan, target-target tersebut merupakan posisi trading. Sebab, ekspektasi long term-nya masih tidak jelas. Bisa jadi ini hanya technical rebound atau dead cat bounce. “Kalaupun naik, merupakan kesempatan untuk mencapai level harga cut loss yang bagus,” imbuhnya.

Artinya, dia menandaskan, kalau mau cut loss, investor harus melakukan dengan strategi sell on strength. Pelaku pasar, seharusnya jangan mau menjual di harga rendah. “Sell on strength di saham-saham grup Bakrie jauh lebih baik,” pungkas Satrio. [mdr]

20/08/2010 – 13:10

Jangan Lupakan Saham Jalan Tol

Jagad Ananda

(IST)

INILAH.COM, Jakarta – Sejak awal Juli 2010, harga PT Jasa Marga (JSMR) telah mengalami penguatan hingga 30,8%. Tapi, saham operator jalan tol ini tetap masih memikat.

Seperti diberitakan INILAH.COM pekan lalu (13/8), saham terbitan PT Jasa Marga menjanjikan gain yang menawan bagi investor. Ini terbukti. Efek perusahaan pengelola jalan tol itu kini telah bertengger di level Rp 2.775 pada Kamis (19/8) atau naik 4,7% dalam sepekan.

Penguatan tersebut, oleh sejumlah analis, diprediksi akan terus berlangsung. Menurut perhitungan Janson Nasrial dari AmCapital, beberapa waktu lalu, harga JSMR akan menyentuh level Rp 3.225 hingga akhir tahun.

Optimisme serupa tampak pada perhitungan yang dilakukan sejumlah pelaku pasar lainnya. Dari pendapatan sebesar Rp2,1 triliun pada semester I-2010, perseroan mengantungi laba bersih Rp647,6 miliar.

Di akhir tahun, angka pendapatan ini diprediksi akan mencapai Rp4,3 triliun dengan laba bersih Rp1,28 triliun. Sehingga ada kemungkinan earning per share (EPS)-nya di tahun ini mencapai Rp200.

Apalagi faktor puasa dan Lebaran bakal memicu meningkatnya traffic volume jalan tol. Sampai akhir tahun, volume arus lalu lintas jalan tol, bisa tumbuh 4-5%. Selain itu, penjualan otomotif Juni-Agustus, juga tumbuh 40-45% (year on year) sehingga memicu bertambahnya volume lalu lintas jalan tol.

Nah, berdasarkan perhitungan itulah, sejumlah analis meramalkan harga efek JSMR dalam empat bulan ke depan akan mencapai Rp3.400. Dengan kata lain, dibandingkan dengan harga yang terbentuk saat ini, masih ada potensi penguatan 22,5%. Menarik bukan? [mdr]

Saham Bakrie Bantu IHSG Bikin Rekor Baru

Tim Liputan 6 SCTV

Artikel Terkait

Hang Seng Ditutup Turun

Jelang Rapat BOJ, Bursa Jepang Turun

Data Ekonomi AS Negatif, Kospi Ditutup Turun

20/08/2010 17:15

Liputan6.com, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Jumat (20/8) mencetak hasil positif. IHSG naik 0,40 persen ke level 3.117,720. Sedangkan indeks saham-saham unggulan LQ 45 naik 0,38 persen ke level 592,164.

Analis Vibiz Research unit dari Vibiz Consulting melihat, IHSG hari ini kembali mencetak rekor tertinggi baru seiring naiknya saham-saham Grup Bakrie. IHSG melaju positif melawan arus negatif bursa regional Asia seiring melesatnya saham PT Bumi Resources tbk.

Pada penutupan perdagangan saham hari ini, tercatat volume perdagangan 5,598 miliar lot saham senilai Rp 4,323 triliun dengan total transaksi 116.214 kali.Tercatat sebanyak 108 saham naik, 74 saham turun, dan 90 saham tidak berubah.

Saham-saham yang tercatat naik antara lain saham GGRM naik 7,37 persen ke Rp 40.050, AUTO 1,50 persen ke Rp 16.900, ITMG naik 1,51 persen menjadi Rp 40.100, dan MEGA naik 7,40 persen ke Rp 2.900.

Sementara saham-saham yang turun antara lain TLKM 2,22 persen ke Rp 8.800, BTPN 1,78 persen ke Rp 11.000, dan UNTR 1,31 persen ke Rp 18.700,(www.vibiznews.com/BOG)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: