Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Agustus 22, 2010

kambing ITEM nasib GUREM bumi … 220810

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 4:20 pm

22/08/2010 – 12:55
IPO Newmont ‘Racuni’ Pergerakan BUMI Sepekan
Agustina Melani

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Meski pada Jumat lalu berhasil rebound, saham PT Bumi Resources (BUMI) selama sepekan melemah 5,1%. Pergerakan fluktuatif emiten ini dipicu rencana penawaran umum saham perdana (IPO) PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).

Demikian ujar Vice President Research PT Valbury Asia Futures Nico Omer J saat dihubungi INILAH.COM, kemarin. Menurutnya, rencana penawaran umum saham perdana PT Newmont Nusa Tenggara di BEI mempengaruhi saham BUMI,”Alhasil emiten ini cenderung fluktuaktif selama sepekan,” katanya.

Newmont memastikan akan melakukan penawaran umum saham perdana, setelah proses divestasi saham 2010 sebesar 7% tuntas pada akhir November. Rencana IPO ini sudah disetujui 82,2% pemegang saham NNT dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSL). Sekitar 10% saham yang akan dilepas adalah saham baru NNT, bukan saham pemilik saat ini. Namun, pelaksanaan IPO kemungkinan akan terealisasi pada kuartal pertama 2010.

Nico mengatakan, rencana IPO Newmont juga akan mempengaruhi penawaran umum perdana saham anak usaha BUMI, PT Bumi Resources Mineral (BRM). Ada kekhawatiran permintaan saham perdana BRM tidak terlalu besar, karena kalah pamor dengan Newmont.

“Hal ini menimbulkan spekulasi di kalangan pelaku pasar bahwa BUMI tidak bisa menurunkan tingkat utang perseroan yang masih cukup besar dibandingkan emiten lain,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Riset Bhakti Sekuritas Edwin Sebayang. Menurutnya, ada kekhawatiran bahwa perseroan akan mengalami kesulitan dalam mengakumulasi pendanaan untuk refinancing utangnya. “Hal ini akibat prediksi bahwa listing BRM tidak laku, sehingga BUMI harus cari pendanaan lain,” ucapnya.

Menurutnya, IPO BRM hampir berbarengan dengan listingnya Newmont Nusa Tenggara (NNT), yang secara aset lebih menarik. Investor pun diperkirkan akan mengalihkan pilihan ke perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut. “IPO Newmont diyakini akan mengkanibali rencana IPO BRM karena memiliki aset yang sama,” pungkasnya.

Berbeda dengan analis Senior PT HD Capital Tbk Yuganur Widjanarko yang menuturkan, IPO Newmont justru akan menguntungkan grup Bakrie. Hal ini dikarenakan grup Bakrie juga memiliki saham di NNT.

“Selain itu, valuasi saham BUMI sudah cukup murah sehingga banyak pelaku pasar yang membeli saham BUMI,“ kata Yuganur.

Faktor harga batubara turun menjadi di bawah US$90 juga sempat mempengaruhi turunya saham BUMI. Namun, ia tetap optmistis penurunan harga batubara akan terbatas, “Karena permintaan batubara akan meningkat menjelang musim dingin,” ujarnya.

Analisa dan spekulasi tentang IPO Newmont membuat BUMI sepekan ini bergerak cukup fluktuatif, dengan kisaran harga tertinggi di Rp1.580 dan terendah di Rp1.280 per lembarnya. Anak usaha Bakrie ini mengawali perdagangan Senin (16/8), dengan turun Rp90 ke Rp1.490.

Meski bursa tutup karena libur hari kemerdekaan, BUMI tetap melanjutkan pelemahan dua hari kemudian hingga ke bawah level Rp1.300, tepatnya ke level Rp1.290. Namun, setelah anjlok tajam, emiten ini berhasil rebound di akhir pekan, sebesar Rp210 ke Rp1.500 per lembarnya. [ast/mdr]
Minggu, 22/08/2010 10:24 WIB
Tolak IPO
Pukuafu Akan Gugat Manajemen Newmont
Nurseffi Dwi Wahyuni – detikFinance

Jakarta – PT Pukuafu Indah akan mengajukan gugatan perdata dan pidana kepada manajemen PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) karena tidak mengindahkan somasi yang dilayangkan perseroan pada 16 Agustus 2010.

Kuasa Hukum PT Pukuafu Indah Wisye H Koesoemaningrat mengungkapkan, pihaknya sudah melayangkan somasi dengan implikasi gugatan perdana dan pidana itu kepada manajemen PT NNT, terutama terhadap Presiden Direktur PT NNT Martiono Hadianto pada 16 Agustus 2010.

Somasi tersebut berisikan penolakan tegas Pukuafu atas pelaksanaan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS LB) yang telah dilaksanakan pada 19 Agustus 2010.

Penolakan itu disampaikan karena pelaksanaan RUPS LB itu bertentangan dengan Kontrak Karya Pertambangan 1986 PT NNT dan SPA saham divestasi 31% antara Newmont Indonesia Limted (NIL) dan Nusa Tenggara Mining Corporation (NTMC) bersama Pukuafu.

Dalam somasi itu Pukuafu sudah minta manajemen PT NNT melalui Presdir Martiono Hadianto agar membatalkan RUPS LB itu karena bertentangan dengan dasar hukum Kontrak Karya dan SPA tersebut.

“Namun somasi itu tidak diindahkan sehingga kami akan lanjutkan dengan gugatan perdata maupun pidana,” ujarnya dalam siaran persnya yang diterima detikFinance, Minggu (22/8/2010).

Sebelumnya, RUPS LB PT NNT telah sepakat untuk segera melakukan pelepasan saham perdananya ke pasar (IPO/Initial Public Offering) pada kuartal I-2011. Perseroan berencana untuk melepas 10% saham baru untuk ditawarkan kepada publik.

Menurut Presiden Direktur Newmont Martiono Hadianto, rencana IPO ini sudah disetujui oleh 82,2% pemegang saham yang hadir dalam RUPS LB tersebut. Ditambahkannya, IPO ini akan dilakukan setelah perseroan melakukan divestasi 7% sahamnya di 2010 ini.

Pukuafu sebagai salah satu pemegang saham tidak hadir dalam RUPS LB dan menolak rencana IPO tersebut.

Wisye menjelaskan, setiap keputusan PT NNT haruslah diajukan oleh Direksi PT NNT kepada Presiden Direktur PT Pukuafu Indah untuk memperoleh persetujuan lebih dahulu sebelum dilaksanakan.

Apalagi sejak 4 Agustus 2010 kemarin, NIL dan NTMC seharusnya sudah menjual seluruh saham divestasi sebanyak 31% kepada Pukuafu, sehingga komposisi pemegang saham Pukuafu menjadi mayoritas sebesar 51%, NIL 27,5% dan NTMC 21,5%.

Pada RUPS 21 Mei 2007 lalu, NIL dan NTMC sudah menyetujui penjualan saham divestasu 3% tahun 2006 dan 7% tahun 2007 kepada Pukuafu. Penjualan saham itu disusul dengan SPA saham divestasi 7% 2008 sebagai transaksi lunas.

Semua RUPS itu, menurut dia, adalah sah berdasarkan Surat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral cq Surat Dirjen Mineral Batubara dan Panas Bumi tertanggal 3 Januari 2006, yang pada intinya mengharuskan penjualan saham divestasi dari NIL dan NTMC kepada Pukuafu itu melalui RUPS.

Namun, NIL dan NTMC tidak mengindahkan keputusan RUPS itu dan belum menyerahkan saham divestasi 17% dan selanjutnya 14% tahun 2009 dan 2010 yang secara hukum telah sah menjadi hak Pukuafu.

“Seharusnya kami sudah mayoritas dan manajemen PT NNT tidak berhak memutuskan sesuatu tanpa persetujuan Pukuafu,” paparnya.

Menurut Wisye, rencana IPO ini mencuat karena permohonan provisi Pukuafu soal saham divestasi 31% di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dikabulkan. Keputusan pengadilan itu memberikan konsekuensi saham divestasi itu harus dikembalikan kepada Pukuafu sehingga saham pemegang asing berkurang menjadi 49%.

“Namun, Bursa Efek Indonesia tidak bisa menjamin bahwa pembeli saham PT NNT melalui penawaran saham perdana itu hanya warga negara Indonesia,” katanya.

Ia khawatir IPO tersebut akan menyebabkan pihak asing kembali menguasai atau menjadi mayoritas dalam komposisi pemegang saham PT NNT.

Hal ini justru bertentangan dengan anggaran dasar, undang-undang perseroan terbatas Indonesia, dan Kontrak Karya PT NNT yang sifatnya lex specialis dengan kewajiban pihak nasional menjadi mayoritas setelah tahun kelima dan seterusnya.

Di mana saham NIL dan NTMC tidak boleh lebih dari 49%, sedangkan pihak nasional minimal 51%.

“Kontrak Karya PT NNT itu lex specialis, tidak tundak pada hukum lain atau berubah-ubah sesuai perubahan hukum lainnya. Manajemen PT NNT patut tunduk pada ketentuan yang mewajibkan pihak nasional tetap menjadi mayoritas,” tegas dia.
(epi/qom)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: