Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

September 6, 2010

trub berakuisisi internal-ria … 160211

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 9:01 pm

Indo Infrastructure Jual Beberapa Saham TRUB
Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Rabu, 16 Februari 2011 | 13:23 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Indo Infrastructure Group Pte Ltd (IIG)) telah mengalihkan beberapa sahamnya dari PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) kepada tiga investor.

Hal ini disampaikan Dirut TRUB, Sidarta Sidik dalam keterbukaannya ke BEI, Rabu (16/2). Dijelaskan, perusahaan asal Singapura ini telah mengalihkan 7.989.424 saham atau setara dengan 0,05% saham Perseroan kepada MSIP Firm Clearing AC pada 21 Januari 2011. Pada hari yang sama, IIG juga telah mengalihkan 55.925.974 saham atau 0,35% saham TRUB ke Deutsche Bank AG London. Selain itu, pada 25 Januari 2011, IIG juga kembali mengalihkan 34.354.527 saham atau setara dengan 0,22% saham TRUB ke Credit Suisse Securities (Europe) Ltd. Prime Brokerage.

Setelah pengalihan tersebut, kepemilikan IIG di TRUB menjadi 1.911.869.403 saham atau setara dengan 12,1% saham.
Indo Infrastructure Jual Saham Truba ke HSBC Bank

Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Selasa, 11 Januari 2011 | 15:13 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Indo Infrastructure Group Pte. Ltd (IIG) telah mengalihkan 7.989.424 saham atau 0,05% saham PT truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) ke HSBC Bank Jakarta.

Hal ini disampaikan Dirut TRUB, Sidarta Sidik dalam keterbukaannya ke BEI, Selasa (11/1). Pengalihan saham ini dilakukan pada 23 Desember 2010 lalu. Setelah pengalihan saham ini, kepemilikan saham IIG di Truba menjadi 2.010.139.328 atau setara dengan 12,72%.

Sebelumnya IIG memiliki 2.018.128.752 saham atau setara dengan 12,77% saham di Truba.
Saham PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) telah menjalin kerja sama dengan investor asal Tiongkok. Saham TRUB akan menuju Rp150 dalam jangka pendek.

Dana itu akan digunakan untuk membiayai ekspansi perseroan dalam pembangunan PLTU di beberapa daerah. Anak usaha TRUB juga telah memegang kontrak pembangunan induk pembangkit dan jaringan listrik di Kalimantan.

Pada perdagangan kemarin saham TRUB ditutup menguat Rp2 ke level Rp81.

Sumber : INILAH.COM
Jumat, 10 Desember 2010 | 14:56 oleh Barratut Taqiyyah kontan
SAHAM TRUB
Kantongi kontrak baru, saham TRUB melejit 5% sore ini

JAKARTA. Mayoritas sektor memerah hari ini. Tidak terkecuali sektor pertambangan. Pada pukul 14.43, sektor ini turun 0,66%. Kendati begitu, tidak semua saham pertambangan mengalami penurunan. Lihat saja pergerakan saham PT Truba Alam Manunggal Engineering (TRUB).

Pada pukul 14.45, saham TRUB tercatat naik 5% menjadi Rp 84. Bahkan sebelumnya, saham ini sempat terbang 10% menjadi Rp 88.

Lonjakan saham TRUB kemungkinan disebabkan oleh pencapaian kinerja perusahaan. KONTAN sempat memberitakan, melalui anak perusahaannya, PT Truba Jaya Engineering, TRUB memenangi tender proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Buntok di Kalimantang Tengah.

Nilai proyek PLTU berkapasitas 2 x 75 mega watt (MW) itu adalah Rp 254,10 miliar. Untuk membiayai proyek itu, TRUB akan memakai kas internal. Per akhir September 2010, kas TRUB sebesar Rp 270,47 miliar.

PROYEK2 BERJALAN TRUB : daftar proyek current trub

PT Truba Alam manunggal Engineering Tbk (TRUB) melalui anak usahanya PT Truba Jaya Engineering memenangkan proyek PLTU Buntok.

Hal ini disampaikan Gamala V. Katoppo, Corporate Secretary TRUB dalam keterbukaan informasinya, Kamis (9/12). Dijelaskan, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uang Buntok yang dimenangkan Perseroan ini terletak di Kalimantan Tengah dengan kapasitas 2×7 MW yang digunakan untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Kalimantan.

Adapun nilai kontrak proyek tersebut mencapai Rp254,1 miliar untuk lingkup pekerjaan Perencanaan, Pengadaan dan Pembangunan (ECP).

Sumber : INILAH.COM
Truba Manunggal 9M net profit plunges 91.69%
Jumat, 05/11/2010 16:16:59 WIB
by: Wisnu Wijaya
JAKARTA: Publicly listed engineering contractor PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) suffered a 91.69% plunge in net profit as of September 2010 as a result of revenue decrease.

In the financial statement filed to Indonesia Stock Exchange (IDX), Truba posted IDR26.41 billion in 9M 2010 from IDR317.07 billion in 9M 2009.

Besides lower revenue, foreign exchange gain also lowered 66.48% from IDR318.86 billion in 9M 2009 to IDR106.89 billion. Interest charges also enlarged from IDR78.87 billion in 9M 2009 to IDR170.38 billion in 9M 2010.

At the operational line, Truba booked IDR103.17 billion operating profit in 9M 2010, a 98.40% increase from IDR52 billion in 9M 2009 as it enabled to cut costs.

Revenue decreased 7.21% from IDR2.08 trillion in 9M 2009 to IDR1.93 trillion in 9M 2010. (wiw)
IIG Lepas 1,95% Saham TRUB
Headline
inilah.com
Oleh:
Pasar Modal – Kamis, 4 November 2010 | 13:22 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Indo Infrastructure Group Pte. Ltd (IIG) mengalihkan 1,95% sahamnya di PT Truba Alam Manunggal Tbk (TRUB) ke BNP Paribas dan Credit Suisse.

Hal ini disampaikan Dirut TRUB, Sidarta Sidik dalam keterbukaan informasinya ke BEI, Kamis (4/11). Pengalihan saham IIG di TRUB ini dilakukan selama dua hari. Pada 27 Oktober IIG mengalihkan 231.693.324 saham atau setara dengan 1,47% sahamnya di PT Truba Alam Manunggal Tbk (TRUB) ke BNP Paribas Arbitrage SNC, Paris. Selanjutnya, pada 28 Oktober 2010, IIG mengalihkan 75.100.594 saham atau 0,48% sahamnya yang ada di TRUB ke Credit Suisse Europe Limited Prime Brokerage.

Setelah pengalihan saham tersebut, kepemilikan IIG di TRUB berkurang menjadi 2.018.128.752 saham di TRUB. [cms]
Saham TRUB Berpotensi Menuju Rp150
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh:
Pasar Modal – Selasa, 2 Nopember 2010 | 08:28 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Truba Alam Manunggal Tbk (TRUB) digosipkan akan menggarap proyek pembangkit listrik dengan investasi senilai US$400 juta.

Proyek-proyek yang akan dibangun tersebut terletak di Pontianak, Kalimantan Barat, Bangka dan Babel dan ditargetkan selesai 2021. Kabar tersebut sudah terdengar di kalangan pelaku pasar yang akan menggiring saham tersebut hingga ke level Rp150 per saham dalam waktu dekat.

Pada perdagangan kemarin, saham TRUB ditutup menguat satu poin ke Rp84. [cms]
… lumayan, hari ini 211010: trub melejit dari 82 ke 91 … gain +10,97%, gw berhasil beli dan jual seperti posting gw : thanx 2 TRUB

TRUB jual aset ke afiliasinya
Rabu, 13 Oktober 2010 | 13:01
JAKARTA. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) mengumumkan penjualan asetnya, berupa 3 bidang tanah masing-masing senilai Rp 3,5 miliar dengan total Rp 10,5 miliar kepada PT Manunggal Power (MP) dan PT Manambang Muara Enim (MME), yang merupakan pihak afiliasi dari TRUB pada tanggal 29 September 2010.

Direktur Utama TRUB Sidarta Sidik melalui keterbukaan informasi mengungkapkan, TRUB merupakan pemegang saham tidak langsung (99,996%) dari MP, dan pemegang saham tidak langsung (12,01%) dari MME.
Truba Alam releases land assets to subsidiaries
Wednesday, 13/10/2010 16:08:51 WIB
by: Ratna Ariyanti
JAKARTA: PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk has released its land assets worth IDR10.5 billion to the subsidiaries, PT Manunggal Power and PT Manambang Muara Enim, on September 29.

In the information disclosure to Indonesia Stock Exchange, President Director of Truba Manunggal Sidarta Sidik said the company sold its land asset to Manunggal Power with rights to use 75 sqm each in Kebayoran Lama, South Jakarta.

Meanwhile, the asset released to Manambang Muara Enim was 75-sqm land also located in Kebayoran Lama, South Jakarta.

“The aseet release is to support the operational activities of Manunggal Power and Manambang Muara Enim offices,” said Sidarta.

Truba Manunggal is an indirect shareholder controlling 99.99% shares in Manunggal Power and 12.01% in Manambang Muara Enim.

Earlier the company has released its ownership in PT Maxima Infrastruktur to Manunggal Power Utama on 30 Agustus 2010.

Truba owns 119,999 shares or around 99.99% in Manunggal Power Utama. Its selling price reaches IDR119.99 billion.

Manunggal Power is the shareholder in Manunggal Power Utama as it dominates 99.98% of its shares. The release of shares is conducted in the framework of group restructuring. (T06/NOM)

Truba cari mitra strategis untuk tiga proyek IPP
BISNIS INDONESIA
JAKARTA

Article Rank

0digg
PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk tengah mencari mitra strategis yang akan membantu pendanaan tiga proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berstatus independent power producer (IPP).
Corporate Secretary Truba Alam Engineering Gamala Virasa Katopo mengungkapkan tiga proyek IPP yang sedang dipersiapkan yakni PLTU Lampung berkapasitas 2×30 Megawatt (MW), PLTU Pontianak (Kalimantan Barat) 2×30 MW, dan PLTU Kuala Tanjung (Sumatra Utara) 2×135 MW.

“Pembangkit Lampung, sekarang perkembangannya masih dalam tahap mematangkan financialnya. Untuk pembangkit Pontianak dan Kuala Tanjung kami masih cari mitra untuk membantu pendanaannya,“ ujar Gamala kepada Bisnis pekan lalu.

Akan tetapi, dia enggan menyebutkan secara detail berapa besar investasi yang dibutuhkan untuk masingmasing PLTU tersebut.

Dari ketiga proyek PLTU tersebut, Gamala memperkirakan PLTU Lampung bakal jalan terlebih dulu sebelum tutup pada 2010.
Adapun pembangunan PLTU Pontianak dan PLTU Kuala Tanjung kemungkinan baru bisa berjalan pada paruh pertama tahun depan. Target pembangunan setiap PLTU diperkirakan memakan waktu 2 tahun.
Masih negosiasi Rencananya, listrik dari PLTU Lampung akan dijual langsung untuk pasar industri di sekitarnya. Se mentara itu, listrik hasil PLTU Pontianak dan PLTU Kuala Tanjung akan dijual ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) “Saat ini kami masih menegosiasikan tarif harga jualnya dengan PLN. Saya tidak bisa menyebutkan angka yang kami harapkan karena masih dalam proses,“ jelas Gamala.

Tahun lalu Ratchaburi Electricity Generating Holding PCL mengambil alih 40% saham Truba Alam di proyek PLTU Kuala Tanjung.

Dengan akuisisi ini, saham Truba berkurang menjadi 40%, sisanya 20% dimiliki PT Ranyza Energi.
Ratchaburi Electric merupakan produsen listrik swasta di Thailand.

Pemegang saham mayoritas Ratchaburi adalah otoritas pembangkit listrik Thailand sebesar 45%, sedangkan Banpu Plc, produsen batu bara terbesar di Thailand memiliki 15% saham di Ratchaburi.

Terkait dengan proyek listrik lain, Gamala mengungkapkan kalau pihaknya membidik banyak tender dalam megaproyek penyediaan listrik 10.000 MW tahap II.

Dia menjelaskan nantinya, Truba memfokuskan pada proyek konstruksi.

“Selain itu, kami juga mengincar proyek EPC [engineering, procurement, construction]. Nantinya kami menggandeng mitra seperti dari China untuk pengerjaannya paket E dan P-nya. Nah kami akan mengerjakan paket C-nya,“ jelas dia.

Untuk tender lain yang dibidik Truba pada tahun ini, Gamala masih enggan mengungkapkan. (10)
… gw mah ga pusing trub mau kaya ingus kek, mau cuma naek +3 lalu langsung turun -3 kek, mau dibilang calon bangkrut kek, mau dibilang kenapa ga ada bandar yang mau maenin saham ini kek … gw ga puzzzzzzing … soalnya aset trub gw ada gainnya seh (perhatikan anak panah biru; avg = harga rerata beli saham trub; price = harga penutupan hari ybs; pot g +/- = laba atau rugi; kalo hijau berarti untung bo ) :



tentu saja dengan menggunakan strategi trading dan fokus laba dalam tren turun : )

menurut bloomberg, data keuangan dan investasi portofolio trub sbb:

Earnings 14.000
Shares (Millions) 15,799.460
Price/Earnings (Trailing) 32.800 (KEMAHALAN VALUASINYA)
Market Cap (Millions) 1,295,556.000
Relative P/E 0.976
ROE 11.804
Last Dividend Reported N.A. Omitted
Dividend Yield (ttm) N.A.
Relative Dividend Yield N.A.
90-Day Volatility 92.124
Beta vs. JCI 0.853

TRUB Alihkan Saham Anak Usaha ke Anak Usaha
Senin, 6 September 2010 – 11:48 wib Widi Agustian – Okezone
Ilustrasi JAKARTA – PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) melepas kepemilikan sahamnya di anak usahanya, PT Maxima Infrastruktur. Di mana TRUB menjual seluruh sahamnya kepada kepada PT Manunggal Power Utama, yang juga anak usaha TRUB.

Corporate Secretary TRUB Gamala V Katoppo menjelaskan jika transaksi penjualan saham itu telah direalisasikan pada 30 Agustus lalu. Total saham yang dilepas Truba adalah sebanyak 119.999 saham setara dengan 99,99 persen dengan total harga Rp199,99 miliar.

“Harga transaksi tersebut berdasarkan nilai nominal per saham,” jelasnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (6/9/2010).

Transaksi ini pun termasuk ke dalam transaksi afiliasi karena Maxima Infrastruktur dan Manunggal Power Utama merupakan pihak afiliasi dari Truba Manunggal.

Di mana TRUB merupakan pemegang saham dari Harvest Star Holdings Limited (100 persen), di mana Harvest Star Holdings Limited merupakan pemegang saham dari CDE International Pte Ltd (100 persen). CDE International merupakan pemegang saham dari PT Manunggal Power (95 persen), bersama-sama dengan TRUB (4,99 persen). Sementara Manunggal Power merupakan pemegang saham pada Manunggal Power Utama (99,98 persen).(wdi)
Emiten Konstruksi Lepas Bisnis Tambang
03 Jun 2010
Ekonomi Koran Jakarta
Kepemilikan saham Truba Manunggal di perusahaan batu bara telah menyusut dari 90,1 persen menjadi 12,01 persen. Bisnis batu bara dijual untuk membayar utang 165,5 miliar rupiah. JAKARTA – PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (Truba Manunggal) yang sedang kesulitan likuiditas akhirnya melepas bisnis batu bara. Perusahaan dengan bisnis utama di bidang konstruksi itu telah melepas kendalinya di PT Manunggal Multi Energi (MME), pemilik tambang batu bara di Muara Enim, Sumatra Selatan.

Sekretaris Perusahaan Truba Manunggal, Gamala V Katoppo, mengungkapkan kepemilikan Truba Manunggal secara tidak langsung di MME telah terdilusi dari 90,1 persen menjadi 12,01 persen. Ini terjadi karena perseroan memilih sahamnya terdilusi daripada membayar utang MME senilai 165,5 miliar rupiah. “Dilusi tersebut disebabkan oleh dilaksanakannya konversi utang MME sebesar 165,5 miliar rupiah menjadi setoran saham oleh PT Galaksi Nusantara Kencana yang sekarangmemiliki 87,99 persen saham MME,* kata Gamala dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (2/6).

Ketika dikonfirmasi. Gamala masih belum mau menjelaskan penyebab perseroan melepas bisnis batu bara tersebut dan terkait kesulitan likuiditas yang tengah dihadapi perseroan. “Saya belum bisa ngomong sekarang,” katanya.
Truba Manunggal melalui anak usahanya PT Maxima Infrastruktur Sebelumnya telah memiliki pertambangan batu bara dengan menguasai 90,1 persen saham pada MME. MME memiliki KP Eksplorasi (Izin Eksplorasi) untuk area konsesi seluas 5.574 ha di Muara Enim.

Perseroan juga telah menyelesaikan eksplorasi tahap pertama atas 511 hektare dari area konsesi dan menemukan 140,8 juta ton cadangan yang dapat ditambang pada stripratio 12 dengan batu bara bernilai kalori rata-rata 5.800 kcal/kg (diterima kotor). Penambangan dari konsesi ini telah tertunda sejak 2008 dan diharapkan dapat mulai berproduksi pada paro kedua tahun 2009 dengan estimasi produksi 0,5 juta ton di tahun 2009 dan satu juta ton tahun berikutnya. Truba Manunggal telah menyelesaikan analisis dampak lingkungan dan menerima persetujuan yang relevan.

Kesulitan Likuiditas Sebelumnya, Truba Manunggal disebut-sebut tengah kesulitan likuiditas akibat terlambatnya sejumlah tagihan perseroan. Hal ini, terutama disebabkan oleh kesulitan likuiditas yang dihadapi anak usaha perseroan di bidang konstruksi yang memberi kontribusi pendapatan hingga 90 persen, yakni PT Truba Jaya Engineering (Truba Jaya).

Analis Pelindo Rifan Firmansyah dan Ronald Hertanto telah mengungkapkan terbatasnya likuiditas Truba laya. Perusahaan tersebut hanya memiliki kas per Desember 2009 sebesar 76,35 miliar rupiah, padahal perseroan memiliki utang obligasi yang akan jatuh tempo pada 6 Juli 2010 sf nilai 200 miliar rupiah. “Perusahaan berencana untuk melakukan refinancing obligasi tersebut dengan pinjaman dari bank, tapi sampai saat ini masih dalam proses negosiasi, katanya dalam riset yang dirilis pekan lalu.

Akibat keterbatasan likuiditas tersebut, Petindo bahkan telah menempatkan peringkat Obligasi Truba laya 1/2007 se-iiil.ii 200 miliar rupiah yang saat ini adalah “BBB+” (id) pada “Creditwatch dengan implikasi negatif” Ini merupakan indikasi kuat akan adanya penurunan peringkat jika perseroan tidak mampu memperbaiki kondisi likuiditasnya.

Di luar isu kesulitan likuiditas, Truba laya justru dilaporkan telah berhasil meraih kontrak senilai 114,9 juta dollar AS, melampaui target yang ditetapkan sebesar 100 juta dollar AS. Sebagian besar perolehan kontrak tersebut diperoleh dari kontrak dengan Chevron untuk proyek minyak dan gas di Riau senilai 98,9 juta dollar AS.
nse/E-7 KaoMnUr/unn/luttB bwtu Ini rfnall fedaksiOkowHaharm.com.taks; 021 315S 106 SMS 0813 8181 7227

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: