Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

September 16, 2010

kasus b-life: BURUAN … lah : 300611

Filed under: Utang Bumi & Grup — bumi2009fans @ 9:09 am

Rabu, 29/06/2011 11:28 WIB
Karyawan Heran Bakrie Life Tak Bisa Bayar Pesangon Rp 3 Miliar
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Para karyawan PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) menyesalkan sikap manajemen yang baru saja melunasi dana pokok nasabah hingga Rp 18 miliar bulan lalu. Pasalnya, pesangon dan gaji karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang sebesar Rp 3 miliar tidak bisa dibayar tunai.

Demikian disampaikan Perwakilan dari Forum Karyawan Bakrie Life Menggugat (FKBLM) Robby kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (29/6/2011).

“Kamis, 30 juni 2011 adalah sidang gugatan ke 4. Gugatan kami FKBLM sih simpel saja, kalau mau PHK harus ada penetapan LPPHI (Lembaga Penyelesaian Hubungan Industrial). Kalau mau bayar pesangon dan gaji sejak November 2010 (8 bulan) yang sekitar Rp 3 miliar harus dibayar tunai,” kata Robby.

Dirinya menyesalkan manajemen yang beralasan tidak memiliki dana untuk membayarkan. Oleh karena itu, sambung Robby manajemen menjaminkan surat utangnya.

“Jangan pakai surat utang, kalau bilang ngga ada duitnya, yang benar saja. Baru-baru ini, bayar bunga ke nasabah Rp 18 miliar tunai kok bisa? April lalu Rp 17 miliar tunai kok bisa?,” keluhnya.

Sekedar info, Robby mengatakan bunga untuk nasabah Diamond Investa (DI) sampai sekarang ini masih di atas 9%. Apalagi dahulu, menurut Robby lebih fantastis lagi.

“Coba bandingkan dengan bunga nett dari Bank yang hanya sekitar 3%, berapa kali lipat besarnya bunga DI? Untuk sekali bayar bunganya saja, nilainya belasan miliar. Mati-matian Top Manajemen mengusahakan pembayaran, bahkan sampai rela mengemis-ngemis ke Pemegang Saham, Sebenarnya ada apa?,” tuturnya.

“Kalau nasabah DI, bisa dibela mati-matian, kenapa karyawan yang sudah mengabdi begitu lama dan dengan jumlah rupiah yang jauh lebih kecil tidak dibela? Ada apa? Siapa nasabah-nasabah itu?,” imbuh Robby.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Dirjen pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja kemenakertrans, Myrna M Hanartani mengatakan, sesuai aturan pesangon harus dibayarkan secara tunai dan dalam jumlah yang penuh, dan dengan tegas mengatakan Pemerintah melarang pesangon dibayar pakai surat utang.

“Kami berharap Depnakertrans dan Komisi IX DPR, dapat memberi pencerahan kepada para Top Management Bakrie Life untuk patuh menjalankan aturan-aturan yang berlaku,” tukasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto mengklaim hampir sebagian karyawan setuju Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan perusahaan, termasuk pembayaran pesangon menggunakan surat utang Medium Secure Note (MSN) pada Januari 2012 sesuai jatuh tempo.

Menurut Timoer hanya sekitar 20 orang karyawan yang tidak setuju, selebihnya menyetujui mekanisme pembayaran pesangon sesuai keputusan perusahaan.

Sejumlah karyawan Bakrie Life sudah mengajukan gugatan karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dan pembayaran pesangon dengan surat utang pada Mei 2011 lalu.

(dru/dnl)
PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) mulai mencicil kembali dana pokok nasabah Diamond Investa beserta pembayaran bunga sebesar Rp 18 miliar. Dana pokok yang sudah jatuh tempo tetapi belum dilunasi kini menjadi tinggal Rp 48 miliar.

“Per 3 Juni 2011 sudah dibayarkan, termasuk pokok sekitar Rp 18 miliar. Bunga sudah sampai Mei 2011,” ujar Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto kepada detikFinance di Jakarta, Senin (6/6/2011).

Adapun perinciannya, cicilan dana pokok per September 2010 (hanya 55%) dan bunga Maret, April dan Mei 2011 sudah diterima oleh nasabah. “Sehingga angsuran pokok tertunggak sekitar Rp 48 miliar,” tambahnya.

Dihubungi secara terpisah, perwakilan nasabah Diamond Investa Bakrie Life dari Jakarta Yoseph mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pembayaran tersebut oleh Bakrie Life.

“Saya mewakili Nasabah Diamond Investa Bakrie Life mengucapkan Terima Kasih kepada Tuhan yang sudah mendengar Doa kami. Hanya dengan Berdoa dan Berusaha semua masalah dapat diatasi. Nasabah juga berterima kasih kepada Bapak Nirwan Bakrie, Group Bakrie termasuk Bapepam-LK dan Komisi XI yang telah mengawal dan menegur grup Bakrie ketika tidak patuh terhadap SKB (Surat Kesepakatan Bersama),” paparnya.

Yoseph mengharapkan, kedepan Group Bakrie dapat membayar cicilan dan kewajiban terhadap nasabah secara tepat waktu sesuai SKB.

“Nasabah minta tolong dengan segala hormat kepada Group Bakrie untuk dapat membayar tepat waktu sesuai SKB. Untuk sisa cicilan pokok September 2010 (sisa 45%), Desember 2010 dan Maret 2011 belum dapat dibayarkan oleh Bakrie Life. Nasabah selalu Berdoa supaya Tuhan memberkati Group Bakrie sehingga dapat membayar semua cicilan pokok dan bunga tersebut,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Sebanyak 25% di 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%). Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.

Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan
dananya di atas Rp 200 juta.

Sumber: detikcom
PT Asuransi Jiwa Bakrie atau Bakrie Life melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak terhadap sejumlah karyawannya. PHK itu juga menyalahi aturan karena pembayaran pesangonnya memakai surat utang.

“Bakrie Life melakukan PHK sepihak kepada para karyawannya dengan iming-iming pembayaran uang pesangon dan hak-hak lain yang seharusnya diterima dengan suatu surat utang (MSN),” ujar Redynal Saat, kuasa hukum dari Forum karyawan Bakrie Life Menggugat (FKBLM) kepada detikFinance, Kamis (19/5/2011).

Redynal mewakili 17 karyawan Bakrie Life mulai dari level staf hingga vice president (VP) akhirnya mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (18/5/2011) kemarin. Para karyawan tersebut memiliki masa kerja 5 hingga 20 tahun di Bakrie Life.

Ia mengungkapkan, akibat tersendatnya investasi yang juga berakibat tersendatnya pembayaran dana nasabah, karyawan Bakrie Life pun ikut menjadi korban. Bakrie Life memutuskan untuk melakukan PHK sebagian karyawannya, namun pesangon tidak diberikan dalam bentuk tunai melainkan surat utang.

“Hal ini sungguh sudah sangat menciderai rasa keadilan para karyawan yang sudah mengabdi begitu lama di Bakrie Life. Iming-iming uang pesangon dengan suatu surat utang (MSN) tidak ada yang bisa menjamin pembayarannya dan kapan akan dibayarkan,” katanya.

Ditambahkan Redynal, FKBLM sebenarnya sudah mengirim surat 3-4 kali untuk meminta pertemuan dengan manajemen Bakrie Life. Pertemuan dengan melibatkan pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) juga sudah diajukan, namun manajemen Bakrie Life tidak pernah menampakkan diri.

“Akhirnya kita mengajukan gugatan ke PN Jakarta Selatan kemarin,” imbuhnya.

Bakrie Life memang sedang dibelit masalah keuangan. Dana nasabah Danamon Investa hingga saat ini juga masih terkatung-katung.

Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Sebanyak 25% di 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%). Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.

Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan
dananya di atas Rp 200 juta.

Sampai dengan kini, perusahaan asuransi milik Grup Bakrie tersebut terancam dicabut izin usahanya. Pasalnya, Bapepam-LK mencatat Bakrie Life termasuk ke dalam perusahaan yang bermodal di bawah Rp 40 miliar, dan sesuai ketentuan hingga Maret 2011 perusahaan asuransi harus memenuhi batas permodalan tersebut.

Sumber: detikcom
Tindakan PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) menunggak pembayaran cicil pengembalian dana pokok nasabah Diamond Investa kembali terulang. Janji manajemen Bakrie Life untuk membayar cicilan dana pokok yang tertunggak selama tiga periode, yakni masing-masing sebesar 6,25 persen dari total dana nasabah paling lambat akhir April 2011, cuma isapan jempol.

Hingga saat ini, manajemen Bakrie Life dinilai belum juga memperlihatkan itikad baik untuk memenuhi kewajibannya kepada nasabah yang tersangkut kasus gagal bayar produk asuransi berbasis investasi senilai Rp 360 miliar itu. Padahal, surat kesepakatan bersama menyebutkan, pengembalian dana pokok akan dilakukan dengan skema mencicil per tiga bulan sejak 2010-2012, dengan cicilan bunga dibayar setiap bulan.

Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Nurhaida mengaku, pihaknya akan memanggil kembali manajemen Bakrie Life untuk mencari jalan memenuhi kewajiban kelompok usaha Bakrie itu kepada para nasabahnya. “Sekarang ini kami masih menunggu itikad baik Bakrie Life. Nanti akan dipanggil dan ditanya penyelesaiannya seperti apa,” ujarnya akhir pekan lalu.

Awal Maret 2011, manajemen Bakrie Life sempat membayar cicilan bunga yang tertunggak sejak Juli 2010 hingga Februari 2011. Ketika itu, manajemen berjanji akan membayar cicilan dana pokok sesegera mungkin paling lambat akhir Maret 2011. “Kami tinggal menunggu drop dana dari induk usaha, Bakrie Capital Indonesia (BCI),” ujar Direktur Utama Bakrie Life Timoer Soetanto.

Alih-alih terbayar pada bulan berikutnya, manajemen Bakrie Life malah kembali mengingkari janjinya, bahkan hingga lewat April ini. Dengan demikian, total pengembalian dana pembayaran cicilan pokok yang tertunggak mencapai 18,75 persen dari masing-masing dana nasabah untuk tiga periode, yaitu September dan Desember 2010 serta Maret 2011.

Perwakilan nasabah Diamond Investa-Bakrie Life, Yoseph, mengungkapkan, para nasabah khawatir pengembalian dana dengan skema mencicil sampai 2012 ini menjadi terbengkalai dan sangat mungkin melanggar surat kesepakatan bersama. Maka, Yoseph meminta, selain regulator, asosiasi terkait juga harus ikut campur dalam penyelesaian kasus Bakrie Life dengan nasabahnya.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/05/02/07464531/Bakrie.Life.Kembali.Tunggak.Cicilan

Sumber : KOMPAS.COM
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) akan memanggil kembali pihak PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) terkait tunggakan dana nasabah. Bapepam-LK masih menantikan itikad baik Bakrie Life membayar kembali tunggakan kepada nasabah Diamond Investa hingga akhir bulan April 2011.

Demikian disampaikan Ketua Bapepam-LK Nurhaida di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (28/4/2011).

“Kita sedang menunggu juga penyelesaian seperti apa. Kita lihat akhir bulan ini kita belum ngomong dengan Bakrie Life. Kita lihat akhir bulan ini,” kata Nurhaida.

Ia menambahkan, Bapepam-LK dalam posisi menunggu penyelesaian yang dilakukan manajemen Bakrie Life. Bapepam-LK akan kembali memanggil manajemen Bakrie Life terkait masalah tunggakan pembayaran tersebut.

“Nanti kita akan panggil lagi dan kita tanyakan ke mereka planning bagaimana. Tapi saya harap mereka bisa selesaikan, karena itu sesuatu yang direncanakan oleh Bakrie Life dan kita tahu mereka juga kesulitan keuangan. Kami melihat ada komitmen dan itikad baik dari pemegang saham untuk selesaikan,” tambahnya.

Sebelumnya, manajemen Bakrie Life masih mencari utangan melalui induk usahanya yaitu Bakrie Capital Indonesia (BCI). Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto mengatakan, sampai saat ini perusahaan asuransi yang dipimpinnya belum juga mendapatkan kepastian mengenai suntikan dana.

“Belum tahu, infonya dari grup dana dari luar (negeri) belum cair. Grup sedang mencarikan sumber dana alternatif dari dalam (negeri),” kata Timoer.

Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).

Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.

Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya diatas Rp 200 juta.

Sumber: detikcom
PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) lagi-lagi mengingkari janjinya untuk melunasi cicilan dana pokok nasabah Diamond Investa. Bakrie Life tadinya berjanji dapat mencicil dana nasabah di 31 Maret 2011.

Untuk pembayaran pokok Juni dan Desember 2010 yang sedianya akhir Maret ini, sampai kemarin sore kami belum dapat dropping dari group,” ujar Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto, kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (31/3/2011).

Menurut Timoer, pihak pemegang saham Bakrie Life yakni PT Bakrie Capital Investment menyatakan kemungkinan besar terlambatnya pembayaran sampai April 2011 nanti. “Mudah-mudahan tidak terlalu lama. Group masih terus mengusahakan dan kami akan follow up terus karena sudah perintah pemegang saham,” kata Timoer.

Seperti diketahui, Bakrie Life baru membayarkan kembali tunggakan kepada nasabah Diamond Investa. Namun Bakrie Life hanya membayar bunga tertunggak pada periode Juli 2010 hingga Februari 2011 dengan jumlah Rp 17 miliar. Cicilan dana pokok nasabah yang belum dibayar dijanjikan akan dilunasi pada akhir Maret 2011.

Sebelumnya pula, manajemen menjanjikan pembayaran tunggakan bunga dari Juli 2010 sampai Desember 2010 pada 28 Januari 2011. Bakrie Life juga menyatakan akan membayarkan dana pokok nasabah Diamond Investa di akhir Maret 2011.

Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Sebanyak 25% di 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).

Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.

Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya di atas Rp 200 juta.

Sumber: detikcom
Selasa, 22/03/2011 08:20 WIB
Bakrie Life Baru Bayar Tunggakan Bunga Nasabah Rp 17 Miliar
Herdaru Purnomo – detikFinance
Jakarta – PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) akhirnya membayarkan kembali tunggakan kepada nasabah Diamond Investa. Namun Bakrie Life hanya membayar bunga tertunggak pada periode Juli 2010 hingga Februari 2011 dengan jumlah Rp 17 miliar. Cicilan dana pokok nasabah yang belum dibayar akan dilunasi pada akhir Maret 2011.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Bakrie Life, Timoer Sutanto kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (22/3/2011).

“Bunga tertunggak Juli 2010 hingga Februari 2011 sudah dibayar sekitar Rp 17 miliar jumat lalu. Tapi dana pokok periode September 2010 dan Desember 2010 belum,” ujar Timoer.

Ia berjanji cicilan dana pokok tersebut akan dibayarkan pada akhir bulan Maret 2011 ini. Timoer juga berharap dana pokok yang dibayarkan akan tepat waktu sehingga tidak lagi meleset.

“Sesuai statement yang kami sampaikan kemarin cicilan dana pokok akan dibayarkan di akhir Maret 2011. Mudah-mudahan tidak meleset,” tegasnya.

Sebelumnya, manajemen menjanjikan pembayaran tunggakan bunga dari bulan Juli 2010 sampai Desember 2010 pada 28 Januari 2011. Bakrie Life juga menyatakan akan membayarkan dana pokok nasabah Diamond Investa di akhir Maret 2011.

Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).

Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.

Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya di atas Rp 200 juta.

(dru/qom)

Bapepam Desak Bakrie Life Segera Bayar Utang
Minggu, 20 Maret 2011 – 15:50 wib

JAKARTA – Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mendesak PT Asuransi Jiwa Bakrie Life (BL) untuk segera memenuhi kewajiban tertunggaknya kepada nasabah Diamond Investa.

Adapun, Bakrie Life telah membayar bunga tertunggak selama delapan bulan pada akhir pekan lalu. Manajemen Bakrie Life telah berkomitmen membayar cicilan pokok September-Desember 2010 pada akhir bulan ini.

“Kita lihat saja, mudah-mudahan (janjinya) tepat kali ini,” kata Kepala Biro Perasuransiaan Isa Rachmatarwata, saat dihubungi, Minggu (20/3/2011).

Untuk merealisasikan janji tersebut, Ketua Bapepam-LK Nurhaida terus meminta manajemen dan pemegang saham BL untuk memenuhi kewajiban BL yang tersisa.

Bapepam-LK juga rutin membicarakan upaya penyelesaian kewajiban tersebut kepada perusahaan asuransi dan pemegang sahamnya, yakni Bakrie Capital Indonesia (BCI).

“Kami akan berbicara terus dengan manajemen dan pemegang saham BL agar segera membayar tunggakan pokoknya dan lebih tertib untuk membayar cicilan berikutnya,” tutur Isa.

Berdasarkan informasi yang diterima, total bunga tertunggak selama periode Juli 2010-Februari 2011, yang telah dibayar manajemen BL kepada nasabah Diamond Investa mencapai Rp17 miliar.

Perwakilan nasabah Diamond Investa BL Yoseph ketika dikonfirmasi mengenai total kewajiban yang dibayar manajemen BL pada akhir pekan lalu, enggan menyebutkan nilainya. Dia hanya menuturkan, Bakrie Life pada Jumat
(18/3) sudah membayar bunga tertunggak periode Juli 2010-Februari 2011.

“Bunga tertunggak sudah dibayar dan saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang banyak membantu,” katanya.

Kendati demikian, Bakrie Life belum melunasi cicilan pokok tertunggak kepada nsabah Diamond Investa periode September-Desember 2010. Nasabah Diamond Investa berharap, cicilan pokok tertungak tersebut bisa dilunasi manajamen BL dibantu pemegang sahamnya, yakni Bakrie Capital Indonesia (BCI) paling lambat akhir bulan ini.

Janji pembayaran bunga tertunggak maupun cicilan pokok tersebut sempat tertunda beberapa kali. Bahkan, nasabah pernah mengancam akan melakukan demo besar-besaran di sejumlah titik strategis di Jakarta, seperti Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Gedung DPR.

Direktur Utama BL Timoer Sutanto pada pekan ketiga Januari 2010 sempat berjanji akan menyelesaikan bunga tertunggak pada akhir Januari 2011, sedangkan cicilan pokok tertunggak pada akhir Maret 2011.

Seperti diketahui, Bakrie Life melakukan gagal bayar produk Diamond Investa senilai Rp360 miliar. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB), perusahaan menawarkan pengembalian dana nasabah dengan cara mencicil, yang dimulai 2010-2012.

Skema yang ditawarkan, yakni 25 persen pada 2010, yang dibayar senilai 6,25 persen selama empat kali pada setiap akhir kuartal tahun ini. Selanjutnya, nilai yang sama dibayarkan pada tahun depan dengan skema yang sama dan pembayaran terakhir sebesar 50 persen pada 2012.

Perusahaan hingga saat ini baru memenuhi kewajiban sebesar 12,5 persen, yang dibayar pada Maret dan Juni 2010, sedangkan cicilan pokok dan bunga akhir kuartal berikutnya belum dibayar. Selanjutnya, Bapepam akan mencabut izin Bakrie Life jika perusahaan asuransi tersebut sudah memenuhi kewajibannya kepada nasabah.(J Erna/Koran SI/ade)
Sabtu, 05/03/2011 10:01 WIB
Bapepam Desak Bakrie Life Bereskan Dana Nasabah Akhir Maret
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) memberi deadline hingga Maret 2011 kepada manajemen PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) dan Bakrie Capital Indonesia (BCI) untuk menyelesaikan tunggakan bunga dan pembayaran pokok bulan September-Desember yang belum lunas atas produk Diamond Investa.

Menurut Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto, instruksi ini langsung datang dari Ketua Bapepam-LK, Nurhaida, yang hari ini memanggil manajemen serta pemegang saham (BCI) terkait penjelasan penyelesaian gagal bayar produk asuransi berbasis investasi sebesar Rp 360 miliar.

“Bapepam harapkan akhir Maret ini, pokoknya yang dijanjikan kami sebelumnya,” jelasnya di kantor Bapepam-LK, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (4/3/2011).

Atas permintaan Bapepam-LK, manajemen berjanji akan semaksimal mungkin untuk mentaatinya. Pasalnya hingga kini, BCI tetap terus mengusahakan dana dari berbagai pihak.

“BCI usaha terus, saya tahu persis diusahakan,” tambahnya.

Timoer menyebutkan, pengembalian dana nasabah terdiri dari pembayaran pokok yang belum terbayar si periode September-Desember. Juga pelunasan atas bunga tunggakkan di Juli 2010.

“Secepatnya, bunga tunggakan dan pembayaran pokok September-Desember. Semuanya akhir Maret,” ucapnya.

Bapepam, dalam pertemuan tadi juga belum berencana mencabut izin usaha Bakrie Life. Pengenaan sanksi lanjutan baru akan dilaksanakan jika perusahaan asuransi grup Bakrie ini, tuntas menyelesaikan skema pembayaran.

“Belum akan dicabut. Masih dalam penyelesaian. Mereka (nasabah) kecewa tapi mereka tetap percaya, karena dibawah grup besar,” imbuh Timoer.

“Bagi manajemen Bakrie Life, Bapepam juga bilang saya harus menjaga komunikasi terus dengan nasabah, dan juga ke media,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sesuai surat kesepakatan bersama (SKB), manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Pembayaran 25% dilakukan pada 2010, dicicil empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).

Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.

Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya di atas Rp 200 juta.

Sampai dengan kini, perusahaan asuransi milik Bakrie Grup tersebut terancam dicabut izin usahanya. Pasalnya, Bapepam-LK mencatat Bakrie Life termasuk kedalam perusahaan yang bermodal dibawah Rp 40 miliar dimana sesuai ketentuan hingga Maret 2011 perusahaan asuransi harus memenuhi batas permodalan tersebut.

Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK, Isa Rachmatarwata mengakui terdapat 11 perusahaan asuransi yang bermodal masih dibawah Rp 40 miliar.

(wep/ang)
Kamis, 03/03/2011 09:44 WIB
Nasabah Minta Menkeu Tak Cabut Izin Bakrie Life
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Nasabah Diamond Investa PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) memohon kepada Menteri Keuangan Agus Martowardoyo untuk tidak mencabut izin usaha asuransi milik Grup Bakrie tersebut. Nasabah meminta agar Bakrie Life melunasi seluruh kewajibannya terlebih dahulu.

“Dari dulu nasabah juga selalu memohon kepada Bapepam-LK dan terutama Menteri Keuangan supaya tidak mencabut ijin usaha Bakrie Life sebelum dana para nasabah dikembalikan,” ujar Perwakilan Nasabah dari Jakarta, Yoseph kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (3/3/2011).

Menurut Yoseph, di dunia bisnis khususnya perasuransian sebuah komitmen harus dipegang penuh. Oleh karena itu, Bakrie Life harus menepati janji pembayaran sesuai SKB (Surat Kesepakatan Bersama).

“Oleh sebab itu jika tidak mau dicabut ijin usahanya maka Bakrie Life harus membayarnya tepat waktu dan memenuhi komitmen tersebut,” katanya.

“Janji harus ditepati karena janji itu hubungannya bukan cuma kepada manusia secara materai tetapi Tuhan juga menyaksikannya, apalagi janji bayar utang kepada orang lain,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Bakrie Life nasibnya kini bagaikan telur diujung tanduk. Setelah menderita gagal bayar nasabah Diamond Investa, perusahaan asuransi milik Bakrie Grup tersebut terancam dicabut ijin usahanya. Pasalnya, Bapepam-LK mencatat Bakrie Life termasuk kedalam perusahaan yang bermodal dibawah Rp 40 miliar dimana sesuai ketentuan hingga Maret 2011 perusahaan asuransi harus memenuhi batas permodalan tersebut.

Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai surat kesepakatan bersama (SKB), manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

(dru/ang)

Bapepam Belum Cabut Izin 11 Asuransi
Rabu, 2 Maret 2011 – 07:42 wib

JAKARTA – Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyatakan belum akan mencabut izin 11 perusahaan asuransi pada 1 April 2011.

Pasalnya, regulator pasar modal tersebut akan lebih dulu memberi peringatan kepada perusahaan asuransi yang tidak bisa memenuhi batas minimum modal Rp40 miliar hingga akhir bulan ini. Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata mengatakan,perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan modal akan lebih dulu diberi peringatan sebelum dilakukan pencabutan izin usaha.

“Kami akan beri sanksi peringatan dan pembatasan kegiatan usaha terlebih dahulu,” kata dia di Jakarta.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sanksi pencabutan izin usaha akan diberlakukan jika perusahaan asuransi yang terancam pencabutan izin usaha tersebut tidak juga memenuhi aturan yang telah diperingatkan dan dikenakan pembatasan kegiatan usaha.“Jadi, pencabutan izin tidak dilakukan tanggal 1 April (2011),” imbuh Isa.

Sebelumnya sempat dikabarkan, Bapepam-LK berencana mencabut izin usaha 11 perusahaan asuransi, terdiri dari tujuh perusahaan asuransi umum dan empat perusahaan asuransi jiwa.

Ke-11 perusahaan asuransi tersebut akan dicabut izin usahanya, jika pada batas akhir 31 Maret 2011 tidak mampu memenuhi batas minimum modal senilai Rp40 miliar. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 81/2008 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian disebutkan bahwa perusahaan asuransi wajib memenuhi modal minimum Rp40 miliar pada 2010. Modal itu akan meningkat menjadi Rp70 miliar pada 2012 dan menjadi Rp100 miliar pada 2014.

Adapun, salah satu dari 11 perusahaan asuransi yang terancam dicabut izin usahanya adalah PT Asuransi Jiwa Bakrie Life. Untuk Bakrie Life, Isa mengungkapkan, regulator akan berhati-hati melakukan pencabutan izin lantaran masih memiliki banyak tunggakan yang harus diselesaikan kepada para nasabahnya.(J Erna/Koran SI/wdi)

PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) memohon Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) agar tidak mencabut izin usahanya. Bakrie Life menyatakan masih memiliki komitmen dengan nasabah yang harus diselesaikan kewajibannya.

Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto mengatakan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan memang benar aturan modal minimum wajib dipenuhi sebelum 31 Maret 2011.

“Namun perlu kami tambahkan, sesuai penjelasan terdahulu, Bapepam LK masih tidak akan mencabut izin usaha tapi hanya tidak boleh menjual premi baru dengan alasan atas permintaan nasabah agar seluruh kewajiban dilunasi lebih dahulu,” ujar Timoer kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (1/3/2011).

Timoer memohon agar Bapepam-LK memberikan waktu kembali untuk dapat melunasi dana nasabahnya. “Atas permohonan resmi, Bakrie Life meminta agar tidak dicabut izin dan diberikan kesempatan bagi Bakrie Life untuk membereskan seluruh kewajibannya,” ungkapnya.

Timoer mengakui, walaupun memang ada keterlambatan-keterlambatan, namun pihaknya minta dimaklumi karena perusahaan memang dalam posisi likuiditas yang sulit. Lebih jauh Timoer meminta, untuk menjaga ketenangan dan kepastian nasabah, ada baiknya secara formal nasabah memperbarui permohonannya dan Bakrie Life akan menegaskan kembali komitmennya untuk melunasi pembayaran kepada Bapepam LK.

“Barangkali ini yang akan membedakan dengan perusahaan asuransi lain yang akan dicabut ijinnya. Pernyataan dicabut ijin ini memang ada aturannya, barangkali juga karena sering terlambatnya BL dalam memenuhi skema yang sudah disepakati,” papar Timoer.

Seperti diketahui, Bakrie Life nasibnya kini bagaikan telur diujung tanduk. Setelah menderita gagal bayar nasabah Diamond Investa, perusahaan asuransi milik Bakrie Grup tersebut terancam dicabut izin usahanya. Pasalnya, Bapepam-LK mencatat Bakrie Life termasuk kedalam perusahaan yang bermodal dibawah Rp 40 miliar dimana sesuai ketentuan hingga Maret 2011 perusahaan asuransi harus memenuhi batas permodalan tersebut.

Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK, Isa Rachmatarwata mengakui terdapat 11 perusahaan asuransi yang bermodal masih dibawah Rp 40 miliar.

“Ya (11 perusahaan) dan termasuk Bakrie Life,” ujar Isa kepada detikFinance.

Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai surat kesepakatan bersama (SKB), manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Sumber: detikcom
Selasa, 01/03/2011 09:20 WIB
Nasib Bakrie Life di Ujung Tanduk!
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Nasib PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) kini bagaikan telur di ujung tanduk. Setelah menderita gagal bayar nasabah Diamond Investa, perusahaan asuransi milik Bakrie Grup tersebut terancam dicabut izin usahanya.

Bapepam-LK mencatat Bakrie Life termasuk kedalam perusahaan yang bermodal dibawah Rp 40 miliar dimana sesuai ketentuan hingga Maret 2011 perusahaan asuransi harus memenuhi batas permodalan tersebut.

Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK, Isa Rachmatarwata mengakui terdapat 11 perusahaan asuransi yang bermodal masih dibawah Rp 40 miliar.

“Ya (11 perusahaan) dan termasuk Bakrie Life,” ujar Isa kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (1/3/2011).

Menurut Isa, pencabutan izin usaha akan dilakukan terhadap kesebelas perusahaan tersebut, termasuk juga Bakrie Life. Namun, lanjut Isa akan dilakukan melalui tahapan sanksi-sanksi peringatan terlebih dahulu. “Jadi tidak seketika dicabut,” jelas Isa.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian, modal minimum asuransi Rp 40 miliar itu wajib dipenuhi baru pada tahun 2010. Selanjutnya pada 2012 harus meningkat menjadi Rp 70 miliar dan pada 2014 meningkat menjadi Rp 100 miliar. Bapepam-LK sendiri memberikan batas pemenuhan permodalan hingga Rp 40 miliar pada 31 Maret 2011.

Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai surat kesepakatan bersama (SKB), manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Sebanyak 25% di 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).

Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.

Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya di atas Rp 200 juta.
(dru/qom)
“Belum Ada Tanda-Tanda Pembayaran dari Bakrie Life”
Senin, 31 Januari 2011 – 18:39 wib

JAKARTA – Perwakilan nasabah Diamond Investa PT Asuransi Jiwa Bakrie Life Yoseph mengakui, manajemen Bakrie Life belum juga menepati janjinya untuk membayar kewajiban tertunggak hingga batas waktu yang disepakati.

“Jumat (28 Januari) adalah tanggal janji batas waktu manajemen Bakrie Life untuk membayar nasabah Diamond Investa, tetapi belum ada tanda-tanda pembayaran ke nasabah,” ungkapnya, di Jakarta, Senin (31/1/2011).

Manajemen Bakrie Life sebelumnya menyatakan, bagi nasabah yang memiliki polis di atas Rp200 juta yang tertunggak pada 2010, bunga tertunggaknya selama enam bulan akan dilunasi pekan lalu, sedangkan angsuran pokok tertunggaknya akan dibayar pada akhir Maret.

Selanjutnya, kewajiban pembayaran bunga tahun ini akan dibayarkan secara rutin setiap bulan. Adapun dana untuk membayar kewajiban tersebut berasal dari pemegang saham, yakni PT Bakrie Capital Indonesia (BCI).

Seperti diketahui, Bakrie Life melakukan gagal bayar produk Diamond Investa senilai Rp360 miliar. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB), perusahaan menawarkan pengembalian dana nasabah dengan cara mencicil, yang dimulai 2010-2012.

Skema yang ditawarkan, yakni 25 persen pada 2010, yang dibayar senilai 6,25 persen selama empat kali pada setiap akhir kuartal tahun ini. Selanjutnya, nilai yang sama dibayarkan pada tahun depan dengan skema yang sama dan pembayaran terakhir sebesar 50 persen pada 2012.

Perusahaan hingga saat ini baru memenuhi kewajiban sebesar 12,5 persen, yang dibayar pada Maret dan Juni 2010, sedangkan cicilan pokok dan bunga akhir kuartal berikutnya belum dibayar. Selanjutnya, Bapepam akan mencabut izin Bakrie Life jika perusahaan asuransi tersebut sudah memenuhi kewajibannya kepada nasabah.(J Erna/Koran SI/ade)

Jumat, 21/01/2011 14:23 WIB
Puluhan Nasabah Bakrie Life Demo Minta Uangnya Dikembalikan
Ari Saputra – detikFinance

Jakarta – Puluhan nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) berdemo di bundaran Hotel Indonesia (HI). Mereka meminta manajemen Bakrie Life mengembalikan dana yang telah disimpan sebanyak Rp 290 miliar.

“Kami mengikuti asuransi Bakrie dengan perjanjian setiap saat uang bisa diambil. Akhir 2008, uang tersebut beku, tidak dapat dicairkan. Sekarang sudah 23 bulan, mereka bikin restrukturasi. Janjinya, tiap 3 bulan akan dibayarkan 6,25% daripada pokok. Tapi sampai sekarang, sudah 2 kali pembayaran tidak dibayarkan,” kata juru bicara pendemo, Fredy K.H di bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (20/1/2010).

Dalam aksinya puluhan pendemo menggelar berbagai spanduk yang menggambarkan unek-uneknya seperti ‘Bakrie Life Jadilah Tauladan untuk Asuransi Nasional’ dan ‘Bakrie Life, Kembalikan Dana Kami’. Meski diguyur gerimis, mereka tetap beraksi dengan payung atau mantel hujan.

“Slogan mereka ‘We Cover Your Life’. Ternyata mereka cuek, menelantarkan. Kalau yang demo ini ada 80-an nasabah. Jumlah dana Rp 290 miliar. Kalau total seluruh nasabah bisa mencapai Rp 360 miliar,” tukas Fredy.

Setelah menggelar aksi sekitar 40 menit, nasabah Bakrie Life tersebut membubarkan diri. Rencana mendemo kantor pusat Bakrie Grup di Rasuna Said diurungkan. Tidak ada pengamanan berarti dari kepolisian untuk demo ini.

(Ari/dnl)
Bakrie Life Tak Bisa Bayar Cicilan Nasabah
Senin, 27 Desember 2010 | 08:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Bakrie Life belum bisa menjanjikan kepastian waktu mencicil dana nasabah. Direktur Utama Bakrie Life Timoer Susanto mengakui belum ada kepastian. “Sampai saat ini belum jalan, dana masih menunggu proses di Grup. Kami usahakan bisa dilaksanakan secepatnya,” kata Timoer melalui pesan pendek, kemarin.

Seperti diketahui, Bakrie Life mengalami gagal bayar produk asuransi berbasis investasi Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Manajemen kemudian berjanji akan membayar dana pokok nasabah dan bunganya.

Bakrie Life sepakat akan membayar mulai Maret 2010 dengan pola 25 persen pada 2010, 25 persen pada 2011, dan 50 persen pada 2012. Pembayaran akan dicicil empat kali setiap tahunnya, yakni setiap akhir Maret, Juni, September, dan Desember.

Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali, yakni Maret dan Juni 2010, sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang-lebih senilai Rp 290 miliar.

Kepala Bapepam Fuad Rahmany menyatakan telah mendesak pemegang saham Bakrie Life, yakni Bakrie Capital, menyuntikkan dana untuk membayar kewajibannya kepada nasabah. Namun ia mengaku tak memiliki kekuatan memaksa.

Fuad hanya menyarankan nasabah mengajukan gugatan di pengadilan. Penyelesaian itu dinilai sebagai yang terbaik. “Jika tidak, secara hukum, tak ada yang bisa memaksa pemegang saham bayar, Bapepam sudah mandek,” kata dia. Perbuatan ingkar janji ini, menurut Fuad, bisa dituntut secara pidana maupun perdata.

Hingga pekan lalu, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) belum juga mencabut izin usaha PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life). Padahal, kata Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatawarta, syarat-syarat perlu dilakukannya pencabutan izin sebenarnya sudah terpenuhi.

Izin melakukan kegiatan usaha perusahaan tersebut telah dicabut sejak dua tahun lalu. Bapepam enggan mencabut izin usaha karena tak mau kehilangan akses pengawasan. Bapepam berjanji segera melakukannya setelah dana nasabah Bakrie Life–yang nyangkut di produk investasi Diamond Investa–dibayarkan.

“Setelah persoalannya beres, kami akan cabut izin. Mereka tidak punya kesempatan bisnis lagi,” kata Isa di kantornya pekan lalu. Ia meminta agar belum dicabutnya izin anak usaha Grup Bakrie itu tak diartikan sebagai sikap lemah Bapepam.

FAMEGA SYAVIRA
Minggu, 26/12/2010 11:55 WIB
Bapepam-LK Dorong Nasabah Bakrie Life Tempuh Jalur Hukum
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyarankan agar nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) melakukan tuntutan secara hukum demi memenuhi pembayaran cicilan pokok dan bunga yang tertunggak. Langkah ini dinilai sebagai penyelesaian yang terbaik bagi para nasabah.

Menurut Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany, pihaknya telah mendesak pemegang saham PT Asuransi Jiwa Bakrie yakni Bakrie Capital, untuk mencairkan sejumlah dana untuk diberikan ke nasabah Bakrie Life. Namun pamaksaan lebih jauh, tidak dapat dilakukan Bapepam.

“Kita juga telah meminta bantuan kepada pemegang saham. Dan jangan nasabah salahkan pemegang saham. Bakrie Capital juga nggak ada (dana). Kita (Bapepam) nggak bisa paksakan secara hukum,” jelas Fuad di kantornya, Jalan Wahidin, Lapangan Banteng akhir pekan ini.

Fuad menyarankan agar nasabah melakukan tuntutan secara hukum. Karena langkah ini merupakan penyelesaian yang terbaik.

“Proses saja secara hukum. Ini penyelesaian terbaik, kalau tidak ini akan berlarut-larut,” tambahnya.

Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen. Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011(6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).

Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.

“Pembekuan kegiatan usaha, sudah dilakukan. Kita tidak beri kesempatan (Bakrie Life) untuk hidup. 2012, kita akan cabut (izin usaha), kalau sudah menyelesaikan kewajiban,” tegas Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata.

(wep/hen)

Jumat, 24/12/2010 16:01 WIB
Nasabah Bakrie Life Beri Deadline Pembayaran Dana di Januari 2011
Angga Aliya – detikFinance

Jakarta – Nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) menuntut manajemen bisa menyelesaikan pembayaran picilan pokok & punga yang tertunggak paling lambat Januari 2011. Jika tidak, nasabah mengancam akan langsung menemui orang nomor satu di Grup Bakrie, Aburizal Bakrie.

“Tidak ada alasan tidak punya uang karena tidak mungkin orang percaya Grup Bakrie tidak punya uang,” kata perwakilan nasabah Bakrie Life Jakarta Yoseph dalam pesan singkat kepada detikFinance, Jumat (24/12/2010).

Ia mengatakan, selama ini para nasabah sudah percaya dan berinvestasi dana di Diamond Investa Bakrie Life karena sudah tahu produk asuransi jiwa ini sudah legal secara hukum & ada izin dari Bapepam-LK.

“Kami minta ketegasan pembayaran dari manajemen Bakrie Life yang sudah tidak berani jawab sms & telepon bahkan bertemu nasabah sejak lama. Kalau tidak ada ketegasan, maka nasabah akan berusaha sekuat tenaga bertemu Nirwan Bakrie atau Aburizal Bakrie,” ujarnya.

Menurutnya, para nasabah berharap besar adanya pertemuan tersebut bisa membuahkan hasil, yaitu adanya pembayaran. Karena kata Yoseph, Grup Bakrie pasti menjaga nama baik agar kepercayaan masyarakat terhadap Grup Bakrie menjadi baik.

“Padahal sewaktu mencari dana dulu, nasabah selalu dihubungi & dihormati. Nasabah berdoa supaya Grup Bakrie tetap diberkati Tuhan supaya dapat membayar nasabah,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.

Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).

Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.

Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya diatas Rp 200 juta.

(ang/ang)

Rabu, 22/12/2010 07:45 WIB
Dana Tak Juga Dibayar, Nasabah Bakrie Life Merasa Ditelantarkan
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) kembali angkat bicara terkait ekspansi bisnis Grup Bakrie yang tidak diimbangi dengan pelunasan kewajibannya. Pasalnya Grup Bakrie seolah ‘melupakan’ hak para nasabah Diamond Investa yang pernah menempatkan dana di bisnis asuransinya

Perwakilan nasabah Bakrie Life asal Tangerang Agus merasa tidak percaya Grup Bakrie tidak bisa membayar seluruh dana nasabah yang saat ini tersisa Rp 290 milar.

“Grup Bakrie seharusnya bisa menalangi dana nasabah di Bakrie Life. Bayarlah uang nasabah, kami yakin seyakin-yakinnya kalau Bakrie Life mampu membayar. Lihatlah bisnis Grup Bakrie sekarang sementara uang nasabah Diamond Investa hanya dalam jumlah kecil. Untuk apa membuat sulit hidup para nasabah yang hanya akan menanamkan energi negatif di bisnis Grup Bakrie,” demikian keluh kesah Agus ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Rabu (22/12/2010).

Sementara itu, perwakilan nasabah dari Jakarta, Fera juga merasa sangat kecewa ketika Grup Bakrie mengesampingkan etika bisnisnya dimana kewajiban yang seharusnya dipenuhi tapi justru tidak dianggap.

“Bakrie Life mempertaruhkan reputasinya hanya untuk sejumlah Rupiah yang seharusnya dibayarkan ke nasabah tetapi etika bisnis justru dilupakan. Pebisnis semacam ini bukan hanya meruntuhkan reputasi tapi juga kepercayaan masyarakat,” kata Fera.

Menurut Fera, ketidaksanggupan Bakrie Life untuk membayar dana kepada para nasabahnya justru dapat menimbulkan efek negatif kepada Grup Bakrie sendiri yang tengah “berkuasa”. Ia mengharapkan, Bakrie Life bisa melunasi seluruh kewajibannya ditengah ekspansi besar-besaran Grup Bakrie.

“Keadaan seperti ini justru memperparah trademark bahwa bisnisnya ada karena lagi berkuasa. Sesuatu yang tidak benar pasti akan hancur, ingat roda kehidupan selalu berputar, lebih baik apa yang menjadi kewajiban perusahaan dibayarkan. Sekarang pemegang saham masih bisa pesta pora tetapi malas membayar kewajibannya,” curhat Fera.

Tidak hanya Fera dari Jakarta dan Agus dari Tangerang yang menjadi “korban” Bakrie Life yang angkat bicara. Perwakilan nasabah dari Jawa Timur, Dayat bahkan menuangkan keluh kesahnya melalui 5 “ungkapan cinta” kepada Bakrie Life.

“Pertama, Bakrie Life telah ingkar janji, padahal perjanjian dibuat sepihak dengan segala keuntungan ada dipihak Bakrie. Kemudian yang kedua Bakrie Life telah membuat sengsara nasabahnya dimana banyak nasabah yang sakit akibat ulah Bakrie Life,” tuturnya.

Dayat melanjutkan, poin ketiga yakni Ia menekankan dimana dana yang nasabah minta tersebut adalah dana yang memang dimiliki oleh nasabah itu sendiri.

“Yakni hasil jerih payah kami selama ini, bukan uang Bakrie. Kemudian ke-empat Bakrie Life seolah-olah ingin menunjukkan bahwa mereka kebal hukum dimana Bapepam LK sebagai wakil lembaga negara dibuat tidak berkutik,” terangnya.

“Dan kelima, kami para nasabah ingin menyadarkan manajemen dan owner Bakrie Life, bahwa perbuatan mereka tidak disuka oleh sang Pencipta,” imbuh Dayat.

Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.

Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).

Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.

Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya diatas Rp 200 juta.

(dru/qom)

Nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk turun tangan dalam kasus gagal bayar produk Diamond Investa. Pasalnya, hingga Desember 2010 pemegang saham dan manajemen belum juga membayarkan cicilan pokok serta bunga sebagaimana tertuang dalam Surat Kesepakatan Bersama (SKB).

“DPR-RI sudah sepantasnya turut campur dalam masalah ini karena sudah meresahkan ratusan nasabah yang juga Warga Negara Indonesia. Kalau bukan ke DPR RI, kemana lagi nasabah harus mengadukan nasib dananya yang pembayarannya tidak jelas sampai sekarang,” ungkap salah seorang koordinator perwakilan nasabah Yoseph ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Rabu (08/12/2010).

Meskipun sudah berbagai jalan ditempuh oleh para nasabah ini. Namun perusahaan asuransi milik Bakrie Group ini tetap saja tidak melunasi tunggakan kepada para nasabahnya.

“Kasus gagal bayar Bakrie Life kepada nasabah Diamond Investa belum bisa diselesaikan karena sekalipun dengan adanya Surat Kesepakatan Bersama yang menurut bapak Timoer Soetanto sudah diketahui dan disetujui oleh pemilik Bakrie Group Bapak Nirwan Bakrie pun masih juga tidak dibayar,” ujar Yoseph.

Yoseph mempertanyakan bagaimana nasib dana nasabah Diamond Investa Bakrie Life di mana walaupun ada Surat Keputusan Bersama (SKB) namun masih juga tidak jelas. “SKB tidak diindahkan, saat ini asumsinya kalau Bakrie Life punya uang baru bisa bayar, untuk apa ada SKB secara legal? Kalau tidak punya uang terus berarti tidak bayar dong?,” tegasnya.

Padahal menurut Yoseph, sebuah komitmen itu penting dalam dunia bisnis, apalagi bisnis asuransi jiwa.

Yoseph juga meragukan fungsi Bapepam-LK selaku regulator industri asuransi yang tidak tegas. “Sekalipun Bapepam-LK sudah menekan Bakrie Life tapi tetap saja mereka tidak patuh aturan. Apakah teguran dan surat penekanan Bapepam-LK sudah tidak dianggap oleh Bakrie Life?,” tuturnya.

Ia juga menyesalkan sikap Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang sampai saat ini nyaris tidak pernah terdengar suaranya untuk menegur anggotanya. “AAJI tidak ada suaranya dan menegur anggotanya Bakrie Life yang tidak patuh aturan, serta tidak pernah membela nasabah. Untuk apakah sebenarnya tujuan didirikan AAJI tersebut,” jelas Yoseph.

Lebih jauh Yoseph mengharapkan agar DPR RI yang turun tangan dan bertindak tegas untuk menyelesaikan kasus Bakrie Life yang meresahkan ratusan nasabahnya. Hal ini, lanjut Yoseph merupakan jalan terakhir yang sudah seharusnya diambil saat ini.

“Kesimpulan dari semua masalah di atas adalah dengan doa dan berusaha dimana nasabah tetap terus berdoa dan memohon kepada Tuhan supaya Bapak Nirwan Bakrie, Group Bakrie dan Bakrie Life diberkati oleh Tuhan sehingga dana nasabah dapat dibayar tepat waktu,” imbuh Yoseph.

Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.

Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).

Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.

Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya diatas Rp 200 juta.

Sumber: detikcom

PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) kembali memberikan janji kepada para nasabah Diamond Investa mengenai pembayaran cicilan pokok periode September 2010. Manajemen berjanji paling cepat akan membayarkan cicilan pokok ketiga pada bulan Desember 2010.

Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto kepada detikFinance di Jakarta, Senin (29/11/2010).

“Kemungkinan pada bulan Desember 2010 (pembayaran cicilan),” ujar Timoer.

Ia mengatakan saat ini pihaknya tengah memproses pinjaman dimana dananya akan digunakan untuk pembayaran cicilan pokok nasabah. “Saat ini masih dalam proses di grup,” tuturnya.

Sebelumnya Timoer mengungkapkan saat ini pihak manajemen bersama dengan pemegang saham tengah mencari dana pinjaman untuk menalangi cicilan ketiga para nasabah.

Dihubungi secara terpisah, perwakilan nasabah Diamond Investa Bakrie Life, Leo mengharapkan janji manajemen untuk membayarkan di bulan Desember 2010 tidak meleset lagi.

“Apa yang manajemen rencanakan semogha tidak meleset lagi karena seharusnya pada bulan Desember itu kan sudah cicilan ke empat,” kata Leo.

Menurutnya, masalah yang dihadapi oleh para nasabah sangat beragam dari nasabah yang terkena bencana alam Merapi, biaya pengobatan, biaya hidup hingga modal usaha.

“Oleh karena itu cicilan sudah seharusnya dibayarkan tepat pada waktunya sesuai dengan komitmen yang sudah disepakati,” paparnya.

Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6,25%) dan terakhir pada Januari 2012 (50%).

Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.

Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya diatas Rp 200 juta.

Sumber: detikcom
Jumat, 26/11/2010 08:24 WIB
Tempatkan Dana di Saham, Bakrie Life Dinilai Lakukan Penyimpangan Investasi
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) menilai berpendapat kasus gagal bayar Bakrie Life merupakan sebuah penyimpangan investasi atau ‘investment fraud’. Nasabah menilai kasus ini tidak hanya menjadi tanggung jawab manajemen dan pemegang saham, tetapi pihak Bapepam-LK dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) selaku regulator industri asuransi.

“Kami nasabah merasa telah tertipu dengan penyimpangan investasi yang tidak sesuai dengan prospektus yang ditawarkan kepada kami di dalam produk Diamond Investa oleh Bakrie Life,” ujar salah seorang nasabah Diamond Investa Bakrie Life, Toni ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Jumat (26/11/2010).

Menurut Toni, produk Diamond Investa sudah beredar sejak 2005 dan sangat disayangkan otoritas seperti Bapepam-LK tidak dapat mendeteksi adanya penyimpangan apapun sampai jatuhnya korban pada Oktober 2008.

“Ternyata selama ini Bakrie life telah meletakan dana kami kepada pasar saham bahkan pada saham group Bakrie dan bukan pada 90% obligasi AA+ seperti yang ditawarkan dalam prospektusnya,” katanya.

“Penyimpangan investasi tersebut apakah dapat di klasifikasikan sebagai ‘investment fraud‘ yang dapat meminta pertanggung jawaban direksi dan komisaris bahkan pemegang saham?,” imbuh Toni

Jika benar demikian, Toni berharap ‘investment fraud’ seperti ini mendapatkan perhatian dan penanganan penyelesaian yang cepat dan tepat oleh otoritas yang berwenang seperti Bapepam-LK dan Assosiasi Industri Asuransi Indonesia.

“Terutama untuk melindungi hak nasabah dan juga tidak mencoreng nama baik industri asuransi dan kepercayaan masyarakat terhadap simpananya di institusi asuransi,” ungkap Toni.

Lebih lanjut Ia mengatakan, dengan adanya kasus gagal bayar karena penyimpangan atau fraud maka seluruh perusahaan asuransi bisa saja melakukan hal seperti ini.

“Bayangkan apa yang akan terjadi di industri keuangan kita apabila setiap perusahaan asuransi dapat dengan mudah melakukan penyimpangan simpanan dana dari masyarakat tanpa pertanggungjawaban? Dengan tidak ada kepastian penyelesaian dan pembayaran dari Bakrie Life sampai kini mencerminkan lemahnya kepastian hukum kita dan perlindungan hak masyarakat,” papar Toni.

Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).

Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.

Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya diatas Rp 200 juta.

(dru/qom)
Sabtu, 27/11/2010 10:38 WIB
Nasabah Bakrie Life Yogyakarta : Kami Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Perwakilan Nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) asal Yogyakarta mendesak manajemen dan pemegang saham untuk segera membayarkan cicilan pokoknya. Pasalnya para nasabah saat ini sangat membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk bertahan ditengah bencana Gunung Merapi.

“Nasabah Bakrie Life Yogya sangat berharap agar tabungan yang ditempatkan di produk Diamond Investa bisa segera dibayar. Saat ini kami sudah jatuh kemudian tertimpa tangga,” ujar perwakilan nasabah Bakrie Life asal Yogyakarta, Ie Sioe ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Sabtu (27/11/2010).

Ie Sioe mengungkapkan dana cicilan pokok tersebut sangat dibutuhkan untuk kehidupan para nasabah yang setiap hari yang sudah lebih susah mengadu nasib. “Ditambah dengan musibah bencana alam meletusnya gunung Merapi dimana kami sangat membutuhkan uang untuk memperbaiki rumah kami,” tambahnya.

Ia berharap keluarga besar Bakrie tidak mau melihat nasabah Diamond Investa yang juga sebagai rakyat Indonesia dimana sedang berkabung dibiarkan terlunta lunta.

“Kiranya keluarga besar Bakrie mau mencairkan uang nasabah Diamond Investa. Hanya Tuhan yang bisa membalas kebaikan dari keluarga besar Bakrie.,” tuturnya.

Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.

Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).

Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.

Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya diatas Rp 200 juta.

(dru/ang)

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Begitulah nasib Hengky, nasabah produk asuransi berbasis investasi, Diamond Investa (DI), yang hingga kini masih menanti pengembalian dananya yang mandek oleh PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life), dan menjadi korban bencana alam akibat erupsi Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

“Bakrie Life selalu terlambat membayar cicilan pokok pengembalian dana nasabah DI, padahal saat ini saya dan sekeluarga juga menderita kerugian akibat erupsi Gunung Merapi,” ujarnya kepada KONTAN, Rabu (24/11).

Menurut Hengky, Bakrie Life hingga kini belum memenuhi kewajibannya membayar cicilan pokok ketiga atau per September 2010 sebesar 6,25% dari dana yang diinvestasikannya, termasuk bunga sejak Juli hingga Oktober 2010. Sebelumnya, pertengahan Oktober 2010 lalu, Bakrie Life sempat menyelesaikan kewajibannya sebesar Rp 30 miliar. Sayang, lagi-lagi pembayaran cicilan tersebut tidak berjalan mulus alias tidak berlanjut.

“Dengan kondisi saat ini, saya ingin Bakrie Life menyelesaikan kewajibannya. Toh, selama ini, dalam menyelesaikan pembayarannya yang terlambat, Bakrie Life tidak pernah dikenai denda atau sanksi,” tutur Hengky.

Menurut Anggota Tim Penyelamatan dan Pengembalian Dana Nasabah (TP2DN) Yoseph, Bakrie Life menyisakan total kewajiban sebesar Rp 290 miliar kepada 250 nasabah DI dengan nilai investasi masing-masing di atas Rp 200 juta.

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Demokrat Achsanul Kosasih mengaku belum saatnya DPR turun tangan menangani kasus ini. “DPR belum merasa perlu untuk masuk ke urusan Bakrie Life,” ujarnya singkat melalui pesan telepon genggam.

Sekadar menyegarkan ingatan, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi nasabah DI sebesar Rp 360 miliar. Berdasarkan kesepakatan yang dicapai antara manajemen dengan nasabah terkait pengembalian dana tersebut, manajemen menjanjikan beberapa skema.

Skema pembayaran angsuran pokok dana tersebut sebesar 25% di tahun ini, yakni pada Maret sebanyak 6,25%, Juni 6,25%, September 6,25%, dan Desember 6,25%. Kemudian, 25% di 2011, Maret 6,25%, Juni 6,25%, September 6,25% dan Desember 6,25%. Dan, pembayaran terakhir sebesar 50% menurut rencana pada Januari 2012.

Tentu saja, perjuangan para nasabah DI ini belum usai hingga Bakrie Life membayar lunas hak-hak mereka.

Sumber : KONTAN.CO.ID
Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) agaknya harus belajar kepada merpati, yang tak pernah ingkar janji. Maklum, kebiasaan menunggak pembayaran cicilan dana nasabah produk asuransi berbalut investasi Diamond Investa tampaknya sudah akut.

Yang terbaru, Bakrie Life belum juga membayar cicilan pokok ketiga (per September 2010) dan bunga sejak Juli hingga Oktober 2010. Cicilan ketiga atau per September 2010 sebesar 6,25 persen dari dana setiap nasabah Danamond Investa. Ditambah bunga Juli hingga Oktober, diperkirakan total tunggakan Bakrie Life Rp 33 miliar.

Bakrie Life gagal bayar atas produk Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai Surat Kesepakatan Bersama, Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana dengan mencicil, yakni 25 persen di 2010, dibayar empat kali setiap akhir triwulan sebesar 6,25 persen dari dana nasabah. Sebesar 25 persen dilunasi pada 2011 dengan mekanisme serupa. Pembayaran terakhir sebanyak 50 persen di tahun 2012.

Sumber : KOMPAS.COM

Senin, 15/11/2010 12:20 WIB
Bakrie Life Cari Utangan Buat Bayar Dana Nasabah
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – PT Asuransi Jiwa Bakrie Life (Bakrie Life) tengah mencari pinjaman dana dari luar negeri untuk menalangi cicilan pokok nasabah Diamond Investa yang ketiga. Manajemen meminta nasabah untuk bersabar karena komitmen untuk melunasi dana pokok tetap dijalani.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto kepada detikFinance di Jakarta, Senin (15/11/2010).

“Cicilan per September 2010 (cicilan ketiga) memang belum dibayarkan karena Group masih mengusahakan dari luar. Mudah-mudahan tidak terlalu lama,” ujar Timoer.

Ia mengatakan, pelunasan cicilan memang sudah lama tertunggak tetapi manajemen tetap berkomitmen untuk melunasinya. “Walau sudah lama tertunggak tetapi komitmen tetap akan dijalankan,” ungkap Timoer.

Seperti diketahui, Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya diatas Rp 200 juta.

Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).

(dru/dnl)

PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) berencana segera menyelesaikan kewajiban pembayaran dana nasabah bagi produk asuransi selain Diamond Investa senilai Rp30 miliar hingga Rp50 miliar.

Kepala Biro Perasuransian Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Isa Rachmatarwata mengatakan rencana tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto ketika memberi penjelasan kepada Bapepam-LK pada pekan lalu.

Menurut dia, pemegang saham Bakrie Life, yaitu Bakrie Capital Indonesia sedang mengupayakan dana untuk pembayaran kepada nasabah produk asuransi nonDiamond Investa total kewajiban hingga Rp50 miliar.

“Pak Timoer sudah menyampaikan ke inginan untuk menyelesaikan kewajiban ke pada nasabah non-Diamond Investa. Da na nya saat ini sedang diupayakan oleh Bakrie Capital Indonesia selaku pemegang saham Bakrie Life,” ujarnya, kemarin.

Sumber : BISNIS.COM
Senin, 01 November 2010 | 15:29 oleh Christine Novita Nababan
KISRUH NASABAH DIAMOND INVESTA
Bapepam-LK tekan Bakrie Life untuk kelarkan kewajiban

JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) terus berusaha membuat manajemen PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) untuk menuntaskan kewajiban pembayaran yang tertunggak kepada nasabah Diamond Investa (DI). Salah satu upayanya adalah dengan mengirimkan surat teguran kepada manajemen Bakrie Life.

“Pekan lalu sudah kami kirimkan surat supaya manajemen Bakrie Life menyelesaikan pembayaran,” ujar Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata ditemui KONTAN, Senin (1/11).

Sebagai respon, Direktur Utama Bakrie Life Timoer Soetanto datang dan melaporkan pembayaran yang telah dilakukan pihaknya kepada nasabah DI. Tidak hanya itu, Bakrie Life juga menyatakan akan melakukan pembayaran kepada nasabah non-DI dengan total kewajiban berkisar Rp 30 miliar hingga Rp 50 miliar.

“Jadi, Timoer Soetanto datang dan melapor, serta menyampaikan pemikiran untuk menyelesaikan kewajiban kepada nasabah non-DI. Nah, ini yang katanya sedang diusahakan oleh Bakrie Capital Indonesia selaku pemegang saham Bakrie Life,” imbuh Isa.

Intinya, sambung Isa, Bapepam-LK sebagai regulator akan terus mengingatkan Bakrie Life untuk melunasi kewajibannya. Toh, perjanjian pembayaran dengan skema cicilan telah disepakati oleh pihak-pihak terkait. Saat ini, yang terpenting harus dijaga adalah agar pembayaran cicilan dilakukan tepat waktu dan tidak mengalami keterlambatan seperti sebelumnya.

Sekadar menyegarkan ingatan, pertengahan Oktober 2010 lalu, Bakrie Life akhirnya membayar cicilan pokok dan bunga kepada nasabah DI sebesar Rp 30 miliar.

Dari jumlah tersebut, Bakrie Life membayar lunas cicilan pokok ke enam beserta bunga dana nasabah di bawah Rp 200 juta. Tetapi, untuk nasabah dengan kepemilikan dana di atas Rp 200 juta, pembayaran baru sebatas cicilan pokok sampai Juni, termasuk bunga periode Mei dan Juni.

“Artinya, cicilan pokok sampai September, beserta tunggakan bunga di Juli, Agustus, dan September belum dibayarkan,” terang Anggota Tim Penyelamat dan Penyelesaian Dana Nasabah Bakrie Life (TP2DN), Yoseph.

Asal tahu saja, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi Diamond Investas sebesar Rp 360 miliar. Berdasarkan kesepakatan, Bakrie Life menjanjikan pengembalian dana pokok dengan skema, pembayaran angsurang pokok di tahun ini sebanyak 25% pada Maret 6,25%, Juni 6,25%, September 6,25%, dan Desember 6,25%. Kemudian, 25% lagi di 2011 dengan periode pembayaran serupa, serta pembayaran terakhir sebanyak 50% yang menurut rencana dilakukan di 2012.

PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya diatas Rp 200 juta.

Tim Penyelamatan dan Pengembalian Dana Nasabah Bakrie Life (TP2DN) mengungkapkan, hak nasabah yang berupa cicilan pokok pada bulan September 2010 berikut bunga pada bulan Juli sampai September 2010 belum juga dibayarkan.

“Sisa kewajiban Diamond Investa kurang lebih sebesar Rp 290 miliarkepada 250 nasabah dengan dana diatas Rp 200 juta. Nasabah Diamond Investa berharap cicilan pokok September & bunga Juli, Agustus, September 2010 dapat dibayar segera,” ujar TP2DN melalui surat elektroniknya kepada detikFinance di Jakarta, Senin (25/10/2010).

Menurut TP2DN, nasabah merasa resah jika Bakrie Life tidak menepat janji sesuai dengan Surat Kesepakatan Bersama (SKB) dimana tertulis cicilan harus dibayar tepat waktu.

“Kami berharap untuk pembayaran cicilan pokok dan bunga selanjutnya dapat tepat waktu sesuai SKB karena sebagian besar nasabah hartanya hanya sebesar yang disimpan di Diamond Investa, sehingga kalau manajemen tidak bayar tepat waktu, nasabah menjadi resah,” papar TP2DN.

Dihubungi secara terpisah, salah seorang nasabah Diamond Investa Bakrie Life, Yoseph mengatakan para nasabah masih meyakini jika manajemen akan membayarkan dana yang memang menjadi hak para nasabah.

“Kami nasabah selalu berdoa, yakin dan percaya Tuhan selalu memberkati Group Bakrie sehingga dapat membayar cicilan pokok dan bunga nasabah. Nasabah percaya komitmen dari manajemen Bakrie Capital Investment (pemegang saham) dan Bakrie Life dalam hal pembayaran, Itu terbukti dengan adanya pembayaran cicilan pokok dan bunga yang sebelumnya,” katanya.

Nasabah, lanjut Yoseph juga berharap DPR melalui komisi XI, Bapepam-LK khususnya Biro Perasuransian dapat mengawasi dan menekan manajemen sehingga pembayaran dana kepada nasabah tetap lancar.

“Supaya manajemen bisa mendapatkan dananya dan mereka bisa membayar nasabah tepat waktu,” tukasnya.

Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).

Sumber: detikcom
Stroke akibat Dana Beku di Bakrie Life
Laporan wartawan KOMPAS Dwi Bayu Radius
Sabtu, 16 Oktober 2010 | 20:59 WIB

KOMPAS/RIZA FATHONI

BANDUNG, KOMPAS.com — Akibat tak bisa mencairkan dana, sejumlah nasabah Bakrie Life di Bandung dan sekitarnya kesulitan menjalankan usaha. Bahkan, ada nasabah produk asuransi itu yang sangat tertekan hingga terkena stroke.
Nasabah Bakrie Life, Freddy Koes (65), di Bandung, Sabtu (16/10/2010), mengatakan, ia mengelola usaha pembuatan kaus kaki.
Warga Cibabat, Cimahi, itu terpaksa meminjam uang dari bank untuk membiayai keperluan usahanya akibat simpanannya “membeku” di Bakrie Life. Ia tak bisa mencairkan, sebagaimana banyak lagi nasabah lain.
“Padahal, suku bunganya lebih tinggi daripada simpanan di Bakrie Life,” kata warga Cibabat, Cimahi, yang sudah menjadi nasabah Bakrie Life sejak tahun 2006 itu.
Freddy menuturkan, sejumlah rekan nasabah lainnya yang juga yang tak bisa mencairkan simpanan dan menggunakan dana tersebut untuk keperluan bisnis terpaksa meminjam dari bank. Nasabah Bakrie Life kesulitan mencairkan simpanannya sejak akhir tahun 2008.
Tyhin Bun Kiat (58), nasabah Bakrie Life, mengatakan, ia dan nasabah lain sudah menyampaikan masalahnya ke sejumlah pihak, seperti DPR, Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam), dan Sekretariat Negara.
Mereka sudah bertemu langsung dengan pihak-pihak tersebut selama akhir 2009 hingga awal 2010, tetapi belum memperoleh hasil yang memuaskan. “Teman saya malah ada yang sampai stroke. Kasihan. Padahal, dia menyimpan semua uang pensiunnya di sana,” ujar warga Sumur Bandung itu.

Bakrie Life Diamond declared legal
Monday, 04/10/2010 07:49:29 WIB
by: Arief Novianto & M. Tahir Saleh
JAKARTA: Indonesian Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (Bapepam-LK) confirmed that PT Bakrie Life Insurance does not conduct any criminal practices and illegal business related to their default case worth IDR360 billion against consumers of its Diamond Investa product since 2008.

Head of Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany stated Diamond Investa product is legal and obtains the regulator’s permission.

He also said the default was not due to criminal practices conducted by the management, like the case of fraud.

“The default occurred because of economic crisis at the end of 2008 that hit corporate share prices. As the result, shares where the fund was invested could not be sold,” he said last week.

Bakrie Life’s President Director Timoer Sutanto said his company will be committed to the payment agreement as Bakrie Life’s shareholder, Bakrie Capital Indonesia (BCI), is aggressively seeking for fund. (T05/NOM)

Keuangan
HOME|NON-BANK |

Minggu, 03 Oktober 2010 | 20:39 oleh Christine Novita Nababan
PRODUK BERMASALAH
Meski tak salah, Bakrie Life harus selesaikan kewajiban

JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menilai produk PT Asuransi Jiwa Bakri (Bakrie Life), Diamond Investa tidak melanggar aturan. Terjadinya gagal bayar kepada nasabah, menurut Bapepam-LK karena krisis keuangan global 2008.

“Gagal bayar terjadi karena pengaruh krisis global di akhir 2008 lalu yang berimbas pada anjloknya harga saham perusahaan,” kata Kepala Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany saat ditemui KONTAN, akhir pekan lalu.

Fuad mengatakan, dalih Bakrie Life yang menyebut bahwa manajemen tidak memiliki dana untuk membayarkan investasi nasabah yang berkisar Rp 360 miliar itu dapat dibenarkan.

Meski demikian, manajemen Bakrie Life berkomitmen untuk mengembalikan dana nasabah Diamond Investa dengan skema pembayaran cicil. Yang saat ini pembayaran cicilan itu pun tersendat-sendat.

Toh, Bapepam-LK tetap mendesak Bakrie Life untuk menyelesaikan pembayaran sesuaikesepakatan. “Kami juga tidak bisa berbuat banyak, pencabutan izin usaha Bakrie Life tidakakan menyelesaikan persoalan malah akan merugikan nasabah,” tegas dia.

Joseph, salah satu perwakilan nasabah yang tergabung dalam Tim PenyelamatanPengembalian Dana Nasabah (TP2DN) Bakrie Life menyatakan, enggan menempuh jalurhukum. Selain alasan biaya, dia mengaku pesimis dengan proses hukum yangberbelit-belit. “Kami mendesak pertemuan segitiga antara Bapepam-LK selaku regulator, BakrieLife, dan para nasabah,” tegas dia.

Sementara itu, sebelumnya, DPR masih memberi tenggat waktu kepada pemegang sahamdan manajemen Bakrie Life untuk segera menuntaskan kewajiban mereka kepada nasabah. “Bakrie Life, beberapa waktu lalu meminta agar DPR tidak memanggil manajemen karena akan menyelesaikan pembayaran paling lambat Oktober ini. Jadi, mari kita tunggu,” terang Wakil Ketua Komisi XI DPR Achsanul Kosasih.

Bapepam Siap Ambil Tindakan ke Bakrie Life
Senin, 27 September 2010 | 11:04 WIB

KOMPAS/RIZA FATHONI

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK) berjanji segera mengambil keputusan berkaitan dengan kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) kepada para nasabah Diamond Investa (DI). Bahkan, ada kemungkinan, Bapepam LK bakal mencabut izin perusahaan asuransi milik Grup Bakrie tersebut.

Maklum, janji pembayaran cicilan oleh Bakrie Life tidak berjalan mulus, sementara para nasabah terus mendesak kepastian dan ketegasan dari regulator. “Kami akan memutuskan segera,” janji Isa Rachmatarwata, Kepala Biro Perasuransian Bapepam LK, akhir pekan lalu.

Namun, dia mengaku, Bapepam LK tidak ingin tergesa-gesa mengambil langkah pencabutan izin usaha Bakrie Life. Jika hal itu terjadi, manajemen Bakrie Life tak akan mengabulkan tuntutan ganti rugi para nasabah dan kasusnya dianggap selesai. Artinya, nasabah yang akan rugi.

Karena itu, Bapepam LK terus mengupayakan langkah persuasif serta mengumpulkan kajian terkait persoalan yang membelit Bakrie Life. Setelah itu, Bapepam-LK akan mengambil langkah-langkah nonformal. “Sanksi terakhir barulah pencabutan izin usaha,” ujarnya.

Kendati mengaku pesimistis perihal pembayaran ganti rugi, Isa memastikan Bakrie Life sedang mempertaruhkan reputasinya sebagai perusahaan asuransi. Masyarakat akan merekam ketidakmampuan manajemen asuransi itu dalam mengatasi persoalannya dan membahayakan bagi masa depan perusahaan asuransi itu.

Agar tak terlalu rugi, Isa lalu menyarankan para nasabah menempuh jalur hukum dan membuktikan kesalahan manajemen Bakrie Life. Jika berhasil dan Bakrie Life dinyatakan pailit, para nasabah bisa mendapatkan pembagian aset perusahaan. “Memang, pembagiannya bisa sangat kecil dan tidak sesuai tuntutan ganti rugi para nasabah. Tetapi, upaya ini masih lebih baik daripada tidak mendapatkan sama sekali,” terang Isa.

DPR masih memberikan tenggat waktu kepada pemegang saham dan manajemen Bakrie Life untuk menyelesaikan kewajiban mereka kepada para nasabah. “Bakrie Life meminta DPR tidak terlebih dulu memanggil manajemen karena pembayaran akan diselesaikan pada Oktober. Jadi, mari kita tunggu,” tutur Wakil Ketua Komisi XI DPR Achsanul Qosasih.

Joseph, salah satu perwakilan nasabah yang tergabung dalam Tim Penyelamatan Pengembalian Dana Nasabah (TP2DN) Bakrie Life, mengaku enggan menempuh jalur hukum, apalagi jika perusahaan dinyatakan pailit. “Kami mendesak pertemuan segitiga antara Bapepam LK selaku regulator, Bakrie Life, dan para nasabah,” tegasnya. (Roy Franedya/Kontan)
Editor: Erlangga Djumena | Sumber :KONTAN
Kamis, 16/09/2010 08:09 WIB
DPR Beri Deadline Bakrie Life Lunasi Dana Nasabah Sampai Oktober
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi XI memberikan tenggat waktu kepada pemegang saham dan manajemen PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) sampai akhir Oktober 2010 untuk mulai melunasi dana nasabah Diamond Investa.

Jika sampai dengan batas waktu tersebut belum juga dibayarkan, Komisi XI akan memanggil pihak-pihak yang bersangkutan.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi XI Achsanul Qasasih ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Kamis (16/09/2010).

“Kami memberikan waktu sampai akhir bulan depan, jika tidak ada progres akan kami panggil pihak yang bersangkutan,” ujar Achsanul.

Menurut Achsanul, pemegang saham dan manajemen Bakrie Life tidak lagi bisa menganggap enteng mengenai kasus gagal bayar yang merugikan banyak nasabahnya. “Kita harus memberikan ketegasan, karena asuransi seperti layaknya bank di mana kepercayaan masyarakat mahal harganya. Oleh sebab itu kasus gagal bayar ini dapat menganggu kepercayaan terhadap industri asuransi,” ungkapnya.

Jika pemegang saham dan manajemen Bakrie Life tidak mampu memenuhi janjinya, Achsanul mengatakan pihaknya akan memanggil untuk melalui proses audiensi di DPR.

“Pertama akan kita panggil pihak nasabah untuk mengetahui asal mula kasus gagal bayar tersebut Kemudian pihak manajemen sampai kepada pihak Bapepam-LK selaku regulator,” tegas Achsanul.

Namun, lanjut Achsanul pihaknya telah mendapatkan informasi dari pihak manajemen akan segera membayar sebagian cicilan dalam waktu dekat. Sehingga, menurutnya, pemanggilan tidak perlu dilakukan. “Saat ini mereka (manajemen Bakrie Life) akan mencoba membayar cicilan pada bulan September 2010 ini maka kita lihat saja,” katanya.

Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
(dru/dnl)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: