Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

September 24, 2010

okas menunda ekspansi … 260111

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 6:44 am

OKAS memastikan rights issue digelar pada kuartal II-2011, dengan target dana sebesar US$ 15 juta atau setara Rp 135 miliar. Dana perolehan rights issue tersebut akan dialokasikan untuk akuisisi 51-58% saham perusahaan batubara PT. Raja Kutai Baru Makmur, sedangkan sisanya, US$ 3 juta akan digunakan untuk modal kerja perusahaan. Dengan akuisisi ini, pendapatan perseroan tahun ini akan bertambah menjadi Rp 1,5 triliun, naik Rp 100 miliar dari estimasi perolehan pendapatan 2010 sebesar Rp 1,4 triliun

Sumber : IPS Research
Senin, 13 Desember 2010 | 19:30 oleh Anna Suci Perwitasari kontan
AKSI KORPORASI OKAS
OKAS beli tambang batubara US$ 24 juta di Kaltim

JAKARTA. PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) semakin yakin untuk masuk ke sektor tambang batubara. Buktinya perusahaan ini akan segera melakukan finalisasi pengambil alihan 50,6% porsi kepemilikan saham di Raja Kutai Baru Makmur (RKBM), sebuah perusahaan tambang yang berada di Kalimantan Timur.

“Finalisasinya akan selesai di kuartal kedua tahun depan,” kata Presiden Direktur OKAS Dharma Djojonegoro di Jakarta, Senin (13/12). OKAS rencananya akan mengambil porsi kepemilikan Ancora Energy yang merupakan sister company dari OKAS. Saat ini Ancora Energy memiliki 58% saham di RKBM.

Menurut Dharma, pembelian saham tersebut dihargai $ 0,6/ton JORC proven reserves. Jika dihitung, ini setara dengan minimum pembayaran sebesar US$ 10,5 juta dan maksimum sebesar US$ 24 juta. Untuk pembayaran ini, OKAS lebih memprioritaskan menggunakan kas internal perusahaan. “Antara 70%-80% akan dibiayai dari ekuitas,” lanjutnya.

RKBM memiliki IUP dengan total luas lahan sebesar 8.500 hektar. Namun total area yang sudah di explorasi baru sebesar 550 hektare. Hasil batubara yang dimiliki tambang ini memiliki kalori 5.000-5.500 Kcal/Kg atau termasuk kategori low range coal.

Penjualan batubara RKBM sekitar 30-50 ribu ton per bulan di harga kisaran US$ 31-US$ 36/ ton FOB Barge. Pembeli terbesar batubara RKBM adalah perusahaan India yang memiliki banyak pembangkit tenaga listrik di negara tersebut.

Walaupun 70% pasar batubara RKBM masih diekspor, OKAS pun melihat jika pasar dalam negeri masih cukup menggiurkan. Jika tahun depan Perusahaan Listri Negara (PLN) berminat pada batubara milik OKAS, perusahaannya bersedia memasok batubara ke PLN.

Tahun depan OKAS menargetkan kapasitas produksi RKBM mencapai 100 ribu-150 ribu metrik ton per bulan. Untuk itu perusahaan menargetkan capex untuk RKBM sekitar US$ 5 juta -US$ 10 juta.

Capex OKAS

Dhama menambahkan total belanja modal atau capital expenditure (capex) OKAS pada 2011 mencapai US$ 30 juta. Capex sebesar itu akan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan pabrik MNK-2 yang diperkirakan baru akan selesai Juni 2011. “Sebanyak US$ 20 juta berasal dari fasilitas pinjaman dari Bank Permata,” tuturnya.

Nantinya, target produksi amunium nitrat OKAS tahun depan mencapai 85.000-90.000 ton dan akan meningkat menjadi 140.000 ton di 2012. Tak heran jika akhirnya OKAS menargetkan pendapatan mencapai Rp 1,7 triliun tahun depan atau naik 25% dari estimasi pendapatan tahun ini sebesar Rp 1,36 triliun.

Ancora Targetkan Pendapatan Rp1,57 T di 2011
Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Senin, 13 Desember 2010 | 17:24 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) memperkirakan pendapatan sebesar Rp1,55-1,57 triliun dan ebitda sebesar Rp250-300 miliar pada 2011.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS), Dharma Djojonegoro, Senin (13/12). Dharma mengatakan kinerja keuangan akan didukung dari pembangunan pabrik MNK 2 yang selesai pada Juni 2011 dan akuisisi tambang batubara Raja Kutai Bara Makmur (RKBM). Perseroan menargetkan produksi MNK sekitar 85-90 ribu ton pada 2011 dan akan meningkat menjadi 140 ribu ton pada 2012. “Peningkatan margin yang signifikan untuk MNK berupa kenaikan Ebitda sebesar 40%-60% pada 2011 dan peningkatan cashflow karena berkurangnya keperluan working capital untuk impor AN,” kata Dharma.

Saat ini, pangsa pasar MNK sebesar 45%. Perseroan juga mengimpor bahan baku untuk MNK dari Cina, Thailand dan Korea. Sebelumnya, Direktur Keuangan MNK, Aulia Oemar mengatakan produksi pabrik MNK 2 sebesar 1.000 MT. Proses pembangunan pabrik sudah memenuhi jadwal Perseroan.

PT Ancora Indonesia Resources Tbk menganggarkan belanja modal sebesar US$ 20-30 juta pada 2011. Dharma menuturkan dana belanja modal didapatkan dari pinjaman bank Permata sebesar US$25 juta dan internal. Perseroan juga berencana untuk tumbuh secara pesat dalam tiga tahun baik secara organik dan anorganik. Pada fase pertama 2010 hingga kuartal kedua 2011, Perseroan akan akuisisi platform pertumbuhan di pertambangan, mendukung program MNK 2, injeksi aset dan meningkatkan profil OKAS di pasar modal.

Selain itu, fase kuartal ketiga 2011 hingga kuartal pertama 2012 dengan meningkatkan produksi pertambangan dan MNK 2, meningkatkan daya saing dan pada fase ketiga kuartal kedua 2012 hingga 2013, Perseroan akan mengurangi utang, melakukan akuisisi lagi di pertambangan dan mengintegrasikan dan meningkatkan produksi akuisisi fase ketiga. [cms]

Senin, 18/10/2010 20:08:49 WIB
Pemegang saham Ancora Indonesia lepas saham
Oleh: Irvin Avriano A bisnis.com
JAKARTA: Pictet and Cie S/A Burgundy Asset Corp dan Sarasin Robo Nominees (Singapore) Pte Ltd, pemegang saham PT Ancora Indonesia Resouces Tbk, melepas saham emiten pada 13 Oktober.

Berdasarkan surat bukti porsi kepemilikan saham emiten yang dipublikasikan hari ini, ditunjukkan kepemilikan Pictet and Cie tidak tercatat lagi pada 13 Oktober dari porsi sebelumnya sebesar 11,04% atau sebayak194,99 juta saham pada 16 Oktober. Kepemilikan itu juga sudah turun dari posisi 11,82% atau sebanyak 208,78 juta lembar saham pada akhir Agustus.

Porsi kepemilikan Sarasin Robo juga berkurang dari sebesar 11,79% atau sebanyak 208,22 juta saham pada akhir Agustus menjadi 11,04% atau sebanyak 194,99 juta lembar saham pada 13 Oktober.

Data itu juga menunjukkan porsi kepemilikan saham emiten yang berkode OKAS itu tidak berubah pada saham yang dimiliki PT Ancora Resources yakni sebesar 52% atau sebanyak 918,3 juta saham dan DBS Bank Ltd S/A Summer Harvest Pte Ltd sebesar 17,18% atau sebanyak 303,41 juta saham.

Ancora Indonesia baru saja mendapatkan komitmen pinjaman dana lagi sebesar Rp27,5 miliar dari Ancora Resources.
Dalam pengumuman aksi itu di keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Oktober, ditunjukkan pinjaman itu berupa denominasi rupiah sebesar Rp24 miliar dan denominasi dolar AS senilai US$350.000.

Pinjaman itu juga membuat perusahaan harus meningkatkan batas komitmen pinjaman dari induk usahanya itu menjadi total Rp45 miliar dan memperpanjang tenor pinjaman dari waktu jatuh tempo pada November ini menjadi 2 tahun lagi.

Harga saham perseroan ditutup stagnan pada level Rp355 sore ini dan membentuk kapitalisasi pasar sahamnya sebesar Rp626,9 miliar. (yus)
Rabu, 13/10/2010 20:01:07 WIB
Ancora Indonesia raih pinjaman Rp27,5 miliar
Oleh: Irvin Avriano A.
JAKARTA: PT Ancora Indonesia Resources Tbk kembali mendapat komitmen pinjaman dana sebesar Rp27,5 miliar dari induk usahanya, PT Ancora Resources.

Dalam pengumuman rencana aksi itu di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini disebutkan pinjaman itu berupa denominasi rupiah sebesar Rp24 miliar dan denominasi dolar AS senilai US$350.000.

Pinjaman itu membuat perusahaan harus meningkatkan batas komitmen pinjaman dari induk usahanya itu menjadi total Rp45 miliar dan memperpanjang tenor pinjaman dari waktu jatuh tempo pada November ini menjadi 2 tahun lagi.

Perseroan akan menggunakan pinjaman itu untuk modal kerja dan modal operasional dengan beban bunga sebesar 0,5% per tahun. Transaksi itu juga merupakan transaksi afiliasi karena terjadi antara Ancora Indonesia dengan Ancora Resources yang menjadi induk usahanya dengan kepemilikan saham sebesar 52%.

Pada tengah tahun ini perseroan membukukan kenaikan pendapatan sebesar 19,81% dari level Rp600,93 miliar pada semester I/2009 menjadi Rp719,98 miliar pada semester I/2010. Namun laba bersih perseroan turun drastis 70,63% dari level Rp22,87 miliar ke level Rp6,17 miliar pada periode yang sama.

Saham Ancora Indonesia yang berkode OKAS itu ditutup melemah sebesar 1,41% ke level Rp350 pada penutupan perdagangan hari ini dan membentuk kapitalisasi pasarnya sebesar Rp618,07 miliar. (yus)
OKAS membukukan laba bersih 70,64% YoY menjadi Rp6,71 miliar pada 1H10. Pendapatan perseroan bertumbuh 19,8% YoY menjadi Rp71,98 miliar.

Sumber : IPS Research
Rabu, 29/09/2010 20:25:43 WIB
Laba Ancora anjlok 70,64%
Oleh: Irvin Avriano
JAKARTA: PT Ancora Indonesia Resources Tbk membukukan penurunan laba bersih mencapai 70,64% ke level Rp6,71 miliar pada semester I/2010 dari Rp22,87 miliar pada periode yang sama tahun lalu, meskipun pertumbuhan pendapatan perseroan positif.

Laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan malam ini menunjukkan pendapatan perseroan tumbuh sebesar 19,8% dari Rp600,93 miliar menjadi Rp719,98 miliar.

Namun, beban pokok penjualan perseroan dan beban lain meningkat dan menyebabkan laba usaha tergerus 41,36% ke level Rp54,98 miliar dari Rp93,78 miliar.

Laporan itu juga menunjukkan proses likuidasi salah satu anak usahanya, PT Ancora Mining Service belum selesai, karena likuidator belum menyerahkan laporan likuidasi perusahaan dan berujung pada kekuatan hukum perseroan.

Keputusan likuidasi Ancora Mining Service didapatkan pada Januari 2010, tetapi hingga September 2010 proses itu belum direalisasikan.

Anak perusahaan yang lain, PT Multi Nitrotama Kimia, baru mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Permata Tbk maksimal sebesar US$2,7 juta dalam bentuk usance payable at sight dan usance financing at maturity date yang membebankan bunga sebesar 6% per tahun.

Harga saham perusahaan yang berkode OKAS itu menguat sebesar 6,25% ke level Rp340 pada penutupan perdagangan hari ini dan membentuk kapitalisasi pasar sebesar Rp600,42 miliar. (spr)
Jumat, 24/09/2010 00:10:09 WIB
Ancora tunda pembelian kapal Rp125 miliar
Oleh: Irvin Avriano A.
JAKARTA: PT Ancora Indonesia Resources Tbk memundurkan jadual pembelian lima kapal tongkang senilai Rp100-Rp125 miliar dari tahun ini menjadi tahun depan.

Direktur Utama Ancora Indonesia Dharma Djojonegoro mengatakan perseroan tengah mengkaji kembali rencana pembelian itu menyusul difokuskannya perseroan pada akuisisi dan pengembangan anak usahanya, PT Multi Nitrotama Kimia (MNK).

“Itu kebijakan manajemen lama, saat ini kami fokus di MNK dan akuisisi yang masih kami bidik, detailnya belum dapat disampaikan karena belum final,” ujar Dharma kepada pers hari ini.

Sebelumnya, perusahaan berniat membeli lima kapal tongkang untuk mendukung usaha penyewaan kapalnya masing-masing senilai Rp20–25 miliar.

Dharma memaparkan PT Ancora Shipping, anak perusahaan Ancora Indonesia yang mengoperasikan kapal, masih meneliti peluang usaha yang tepat sebelum akhirnya membeli kapal baru sebagai bentuk investasi.

Sehingga, lanjutnya, saat ini Ancora Shipping belum membeli kapal sendiri dan masih menyewa kapal untuk disewakan kembali kepada konsumennya.

Dia mengatakan MNK saat ini sudah mulai memperbesar kapasitas pabriknya sebesar tiga hingga empat kali lipat, dari 140.000 ton ammonium nitrat menjadi 307.000 ton.

Menurut dia, perusahaan menggunakan fasilitas pinjaman dari PT Bank Permata Tbk sebesar US$38 juta untuk mengembangkan pabrik bahan dasar peledak itu. Pinjaman itu, tuturnya, bertenor 4 tahun dan dibebani bunga skitar 7–8% setahun.

Harga saham Ancora Indonesia yang berkode OKAS itu stagnan dalam perdagangan hari ini di level Rp340 dan membentuk kapitalisasi pasarnya sebesar Rp600,42 miliar. (bsi)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: