Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Desember 2, 2010

bakrie DIHADANk … 310311

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 7:51 am

PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menderita penurunan laba bersih yang cukup signifikan hingga 90% di tahun 2010. Operator seluler Esia itu hanya mencatat laba bersih Rp 9,975 miliar di 2010, merosot hingga 90% dibandingkan tahun 2009 yang sebesar Rp 98,442 miliar. Laba per saham juga turun dari Rp 3,46 menjadi Rp 0,35.

Menurut laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan Kamis (31/3/2011), anjloknya laba bersih itu karena meningkatnya beban pajak dan turunnya laba usaha di tahun 2010. BTEL pada tahun 2010 mencatat laba usaha Rp 190,803 miliar, turun tajam dibandingkan laba usaha tahun 2009 yang sebesar Rp 279,258 miliar.

Dari sisi pendapatan usaha mengalami penurunan tipis dari Rp 2,742 triliun di 2009 menjadi Rp 2,765 triliun di 2010. Sementara beban usaha meningkat dari Rp 2,463 triliun di 2009 menjadi Rp 2,574 triliun di 2010.

Beban pajak meningkat dari Rp 47,272 miliar di 2009 menjadi Rp 82,557 miliar di 2010.

Hingga akhir tahun 2010, BTEL tercatat memiliki aset Rp 12,352 triliun, meningkat dibandingkan tahun 2009 yang sebesar Rp 11,425 triliun.

Sumber: detikcom
Rabu, 02/03/2011 19:48 WIB
PLN: Pasokan Gas Kepodang Mundur karena Keterlibatan Grup Bakrie
Akhmad Nurismarsyah – detikFinance

Jakarta – Keterlibatan grup Bakrie di dalam negosiasi gas lapangan Kepodang antara Petronas dengan PT PLN (persero) membuat mundurnya realisasi penyaluran gas ke BUMN sektor listrik itu. PLN memperkirakan penyaluran gas ke PLTGU Tambaklorok mundur menjadi kuartal IV tahun 2014 atau mundur tiga tahun dari rencana semula.

Hal ini disampaikan Direktur Energi Primer PLN (Persero) Nur Pamudji melalui siaran persnya, yang diterima detikFinance, Rabu (2/3/2011)

“Keterlibatan grup Bakrie dalam transaksi antara Petronas dengan PLN menyebabkan mundurnya realisasi penyaluran gas ke PLN, diprediksi menjadi kuartal IV- 2014 atau mundur 3 tahun dari rencana semula. Selain itu, karena konsesi Petronas di lapangan Kepodang akan berakhir pada 2021, maka jumlah gas yang diproduksi turun menjadi 290 bcf,” katanya.

Pamudji mengatakan dengan demikian PLN memperkirakan bahwa harga gas kemungkinan akan lebih dari US$5 per mmbtu, yang disebabkan oleh berkurangnya volume gas yang ditransaksikan, naiknya biaya pengembangan sumur akibat inflasi, serta munculnya risiko kegagalan pembangunan pipa-gas karena proses ini tidak dikendalikan oleh produsen gas.

Dikatakannya pada akhir 2008, PLN dan produsen gas yaitu Petronas Carigali sudah menyepakati jumlah gas yang akan diproduksi yaitu 354 bcf, dengan jadwal gas masuk kuartal IV- 2011, harga di bawah US$5 per mmbtu dengan titik serah di pembangkit Tambaklorok.

Pengaliran gas dari sumur ke pembangkit dilakukan oleh Petronas. Kesepakatan tersebut diajukan ke Pemerintah untuk proses persetujuan dari BP-Migas sebelum dituangkan menjadi kontrak jual-beli gas.

Ia menambahkan pada 2009, pemegang konsesi pipa-gas Kalimantan Jawa (Kalija) yaitu grup Bakrie mengusulkan agar pengaliran gas dari sumur-gas ke pembangkit PLN dilakukan melalui apa yang disebut dengan Kalija tahap-1, yaitu sepenggal pipa bawah laut antara sumur gas di sebelah utara semenanjung Muria ke pembangkit listrik di Semarang.

Hasilnya kata Pamudji, setelah diskusi yang sangat memakan waktu, proposal ini disetujui Pemerintah pada akhir 2010, dan kepada PLN dijanjikan bahwa PLN tetap membeli gas di titik serah pembangkit listrik dengan harga yang sudah disepakati dengan Petronas.

Supervisi penyelesaian pipa gas pun beralih dari BP-Migas ke BPH-Migas. PLN juga khawatir bahwa biaya pengaliran gas oleh pemegang konsesi pipa Kalija akan lebih tinggi dibanding kalkulasi biaya yang dibuat oleh produsen gas.

Menurutnya biaya financing pembangunan pipa gas yang tidak terintegrasi dengan sumur gas bisa dipastikan akan lebih mahal daripada kalau pipa tersebut dibangun terintegrasi dengan sumur gas. Akhirnya yang harus menanggung semua kenaikan biaya ini adalah PLN, dan pada gilirannya akan menaikkan subsidi listrik.

“PLN berharap bahwa kasus gas Kepodang ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh stake holder kelistrikan. PLN ingin agar Pemerintah menggariskan terjadinya transaksi langsung antara PLN dengan produsen gas, tanpa melibatkan fihak ketiga,” katanya.

Dikatakannya jika BP-Migas ingin agar biaya pembangunan pipa penyalur gas tidak masuk dalam komponen cost recovery, bisa saja biaya tersebut ditanggung oleh PLN dalam bentuk pembayaran angsuran per mmbtu ke produsen gas, tetapi hendaknya pembangunan pipa gas tetap dilakukan oleh produsen gas dalam satu kesatuan kendali manajemen dengan pembangunan sumur gas sehingga biaya financing pipa tersebut minimal.

Saat ini, lanjut dia, PLN sudah berhasil menyepakati beberapa transaksi baru dengan produsen gas lain, dan menunggu persetujuan Pemerintah. PLN khawatir, ada fihak ketiga yang berusaha mengajukan proposal ke Pemerintah untuk ikut terlibat dalam transaksi-transaksi baru tersebut, dan kasus lapangan Kepodang bisa terulang kembali.
(nrs/hen)

… tampaknya harga saham bumi akan ditahan pada 3475 karena terlebe dulu parabolic sar menahan laju beli @3000, support @2700, 2500, 2200 …
Vallar Siap Tuntaskan Utang BUMI dan Berau di 2014
Headline
Foto: Istimewa
Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Selasa, 14 Desember 2010 | 09:59 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Vallar Plc berencana untuk menuntaskan utang-utang Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) hingga tahun 2014.

Hal ini disampaikan Chairman Vallar Plc, Nathaniel Rothschild saat berkunjung ke Indonesia kemarin. “Perlu saya tekankan, isunya di sini bukan berapa jumlah utang atau berapa jumlah uang kas di tangan,” ujarnya.

Menurutnya, tak hanya pada BUMI dan BRAU, dengan mengingat kebutuhan pembiayaan investasi yang memang besar, banyak perusahaan tambang global yang kondisinya sama. Jadi, lanjutnya, isunya di sini adalah soal beban bunga yang terlalu tinggi, bukan jumlah. Bunga itulah isu pokoknya. “Karena itu, saat ini kami menyiapkan rencana restrukturisasi. Kami targetkan sampai 2014 program tersebut tuntas,” tukasnya.

Rabu, 15/12/2010 18:37 WIB
BI: Waspadai Tawaran Pinjaman dari Lembaga Keuangan Mikro
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Sampai saat ini belum ada payung hukum yang mengatur soal pengawasan lembaga keuangan mikro. Masyarakat disarankan lebih baik meminta kredit ke bank karena lebih aman dan uang nasabah tak dibawa lari.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Rochadi mengatakan, sangat sulit memproteksi nasabah untuk lembaga keuangan mikro karena tidak ada undang-undangnya.

“Undang-undang mengamanatkan BI mengawasi bank yaitu bank umum serta bank perkreditan rakyat (BPR). Kita sangat sulit untuk memproteksi lembaga keuangan mikro karena tidak punya wewenang,” ujar Budi Rochadi ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/12/2010).

Meskipun begitu, diakui Budi keberadaan lembaga keuangan mikro ini cukup bagus untuk mendukung perekonomian rakyat. “Karena itu sebaiknya dibikin undang-undangnya, karena ada yang bagus seperti BMT (Baitul Maal Wat Tamwil). Ada juga yang tak bertanggung jawab, dana nasabah dibawa lari,” jelasnya.

Jadi memang menurut BI tak ada perlindungan nasabah lembaga keuangan mikro ini. “Selama ini yang mengawasi adalah nasabah langsung. Kalau kejadiannya dana dibawa lari, nasabah cuma bisa lapor ke polisi,” kata Budi.

“Jadi yang perlu kita pikirkan bersama adalah upaya membuat undang-undangnya. Karena poinnya adalah untuk memproteksi,” tukas Budi.
(dnl/qom)

Kelompok usaha Bakrie, melalui PT Bakrie Microfinance Indonesia (BMF) meluncurkan kredit mikro sebesar US$ 100 atau sekitar Rp 1 jutaan yang terutama ditujukan kepada kaum perempuan. Bakrie Microfinance mengadopsi program kredit mikro ala Grameen Bank.

PT Bakrie Microfinance Indonesia (BMF) mulai diresmikan pengoperasiannya di Desa Kalangsari, Karawang, Jawa Barat oleh generasi Keluarga Bakrie ke-2 yang tertua, Aburizal Bakrie.

Aburizal atau Ical menerangkan, BMF adalah murni merupakan program kemanusiaan dan bukan sebuah bisnis baru yang profit center dari Kelompok Usaha Bakrie (KUB). Kalaupun ada sistem bagi hasil yang ringan, itu sekedar untuk biaya operasional.

Ia menegaskan, dana yang sudah dikeluarkan tidak akan ditarik kembali. KUB juga tidak akan mengambil keuntungan dalam bentuk apa pun dari program BMF.

“Kalau terjadi surplus, maka dana lebih yang ada akan dipergunakan sebagai tambahan pembiayaan modal kerja mikro bagi masyarakat pra-sejahtera,” tegas Aburizal Bakrie saat meresmikan operasional BMF melalui siaran persnya, Rabu (15/12/2010).

President Director & CEO Bakrie Microfinance Indonesia, B. Irawan Massie menjelaskan, BMF merupakan lembaga pembiayaan usaha mikro yang mengadopsi konsep dan falsafah Grameen Bank, lembaga keuangan mikro di Bangladesh yang diciptakan oleh Pemenang Hadiah Nobel tahun 2006, Muhammad Yunus.

Sejalan dengan konsep tersebut, BMF didirikan sebagai upaya pengentasan kemiskinan melalui peningkatan penghasilan dan kesejahteraan keluarga pra-sejahtera yang direalisasikan secara cepat.

Setiap penerima manfaat dari program BMF akan mendapat Penyertaan Modal Kerja Mikro (PMKM) sebesar US$ 100 atau sekitar Rp 1 juta. Pengembalian modal kerja tersebut berbasis bagi hasil terkelola yang sangat ringan. Diharapkan pinjaman yang diberikan tanpa jaminan tersebut dapat meningkatkan penghasilan keluarga pra-sejahtera dalam waktu singkat dan terus bergulir ke keluarga pra-sejahtera lainnya bila yang bersangkutan tidak memerlukannya lagi.

Sebelum diresmikan, dalam waktu 2 minggu BMF telah memiliki 1000 Nasabah atau Penerima Manfaat. Untuk tahun pertama mulai 2011 ini, modal yang dialokasikan BMF mencapai Rp 100 miliar per tahun.

BMF akan menyalurkan pembiayaan usaha mikro ini melalui koperasi nasional dan ditujukan khusus kepada kaum perempuan. Berdasarkan survey yang dilakukan secara universal, perempuan adalah kelompok masyarakat yang sensitif terhadap penderitaan keluarga dan tangguh dalam berusaha.

“Kaum perempuan juga memiliki tanggung jawab besar untuk mengembalikan kewajibannya,” tegas Irawan.

Selain memberi bantuan modal kerja, BMF juga melakukan berbagai program Penyuluhan dan Pemberdayaan kaum perempuan. Penerima Manfaat diminta berjanji, bahwa uang hasil usaha tidak boleh digunakan untuk keperluan konsumtif. Uang hasil usaha hanya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan gizi keluarga, biaya sekolah anak-anak dan keperluan kesehatan.

“Kunci sukses dari model microfinance ini adalah tertanamnya nilai-nilai Tertib & Amanah. Baik pada penerima manfaat maupun pada internal kami sendiri,” tutur Irawan.

Untuk mencapai target BMF akan menjadikan 10 kantor cabang pertama sebagai Management Training Centers. Dalam lima tahun ke depan, program ini direncanakan akan memiliki penerima manfaat sebanyak satu juta jiwa dengan jumlah cabang mencapai 450 kantor se-Indoneia.

“Menurut data Badan Pusat Statistik jumlah penduduk miskin di Indonesia 2010 sebesar 35 juta jiwa. Sementara World Bank menyebutkan ada 100 juta. Oleh
karenanya upaya untuk pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan oleh BMF sendiri,” jelas Irawan.

“Melalui program pembiayaan mikro BMF ini, diharapkan keluarga pra-sejahtera atau the poorest of the poor dapat menikmati manfaat finansial berupa peningkatan penghasilan dan kesejahteraan secara cepat sesuai target yang diharapkan,” imbuhnya.

Sumber: detikcom
Awal Pekan, Komoditas Picu Rebound IHSG
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Natascha
Pasar Modal – Senin, 13 Desember 2010 | 06:46 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada Senin (13/12) diperkirakan akan menguat. Tren kenaikan harga komoditas menjadi pendongkrak penguatan saham di sektor ini.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan akan rebound. “Penguatan bursa Amerika akhir pekan lalu akan menjadi katalis terangkatnya bursa regional dan domestic,”katanya kepada INILAH.COM.

Sentimen positif lain berasal dari adjustment akhir tahun dari portofolio asing. Hal ini terlihat dari masih derasnya aliran dana asing yang masuk ke emerging market, akibat masih murahnya tingkat suku bunga di negara-negara berkembang.

Sementara tren harga komoditas tahun 2011 yang masih naik, akibat masih berlanjutnya pelemahan dolar AS, memicu penempatan dana di sektor komoditas pertambangan. Selain ada pasokan supply yang tertahan akibat ijin baru yang sulit didapat untuk sektor ini, “Harga komoditas pertambangan terus mengalami kenaikan harga, sehingga menjadi daya tarik bagi emiten-emitennya,” paparnya.

Di tengah kondisi ini, Irwan merekomendasikan saham-saham tambang seperti Bumi Resources (BUMI), Bumi Resources Mineral (BRMS), TB Bukit Asam (PTBA), Aneka Tambang (ANTM). Selain saham komoditas CPO Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) dan Perusahaan Gas Negara (PGAS),”Rekomendasi beli untuk emiten-emiten ini,”tutupnya.

Pada perdagangan Jumat (10/12), IHSG ditutup melemah 38,383 poin (1,02%) ke level 3.747,714. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia terpantau cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 18,48 miliar lembar saham, senilai Rp 14,53 triliun dan frekuensi 139.259 kali.

Sebanyak 83 saham naik, 149 saham turun dan 80 saham stagnan. Kendati melemah, asing masih aktif melakukan pembelian, dimana nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) mencapai Rp2,95 triliun. Rinciannya adalah transaksi beli asing sebesar Rp5,22 triliun dan transaksi jual Rp2,267 triliun. [mdr]

Sepekan BUMI Stagnan
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Minggu, 12 Desember 2010 | 07:05 WIB

…. WELL GW JUSTRU BERTERIMAKASIH KARENA KECERDIKAN INVESTOR YANG MENCARI BIBIT BARU LABA, SEHINGGA GW YANG BODO BISA MENDAPATKAN UNIT SAHAM BUMI SEDIKIT LEBE BANYAK PADA HARGA YANG LEBE RENDAH … trims ya🙂

GW JUSTRU BERTERIMAKASIH KARENA KECERDIKAN INVESTOR YANG MENCARI BIBIT BARU LABA, SEHINGGA GW YANG BODO BISA MENDAPATKAN UNIT SAHAM BUMI  LEBE BANYAK PADA HARGA YANG LEBE RENDAH (@2950; support @2925)

INILAH.COM, Jakarta – Pada perdagangan yang singkat sepekan ini, saham PT Bumi Resources (BUMI) terpantau stagnan. Sentimen listingnya anak usaha BRMS teredam koreksi yang terjadi di bursa saham.

Pada perdagangan Senin (6/12), BUMI ditutup naik Rp100 ke Rp3.075. Setelah libur sehari, emiten ini kembali melanjutkan penguatan Rp50 ke Rp3.125. Namun, pada dua hari perdagangan selanjutnya, BUMI terpaksa turun. Koreksi di lantai bursa menyeret emiten batu bara ini kembali ke level Rp2.975.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, saham BUMI di awal pekan terdongkrak sentimen positif dari menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Serta listing anak usaha perseroan, Bumi Resources Mineral (BRMS) di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (9/12).

Menurutnya, pelaku pasar menunggu aksi korporasi untuk melunasi utang BUMI. “Pelunasan utangyang akan dilakukan BUMI pada akhir tahun akan memberikan sentimen positif untuk saham ini,” ujar Willy saat dihubungi INILAH.COM.

BRMS melepas saham ke publik sebesar 3,3 miliar saham, dengan harga penawaran saham sebesar Rp635 per saham. Total dana yang diraih sebesar Rp2,09 triliun, dengan saham yang dicatatkan 18.168.608.000 miliar saham.

Selain itu, BRMS juga menawarkan waran sebesar 2,2 miliar waran, dengan rasio tiga saham mendapatkan satu waran. Harga penawaran waran sebesar Rp700. Secara industri, rata-rata PER sebesar 22,31 kali dan rata-rata PBV sebesar 3,81 kali.

Di hari pertama perdagangannya, BRMS ditutup naik Rp65 (10,23%) ke Rp700. Emiten ini mendominasi pasar, dengan nilai transaksi tercatat sebesar Rp501 miliar. Namun, saham BUMI justru terkoreksi Rp100 ke Rp3.025. Analis menilai, eforia IPO BRMS menarik investor dari saham BUMI.

Pelemahan bursa domestik, seiring memburuknya sentimen eksternal pada keesokan harinya juga menambah tekanan pada BUMI. Pada perdagangan saham Jumat (10/12), IHSG ditutup melemah di level 3.747. “IHSG mengalami tekanan itu wajar karena pelaku pasar mengambil untung, dan aksi ambil untung itu berpengaruh terhadap saham BUMI,” paparnya.

Namun, Willy optimistis, setelah eforia IPO BRMS berakhir, saham BUMI akan kembali menguat. Ia pun memprediksikan, saham BUMI akan berada di level Rp3.300 per saham pada akhir tahun. “Window dressing akan memberikan sentimen positif untuk saham BUMI sehingga kembali naik,”tutupnya. [ast]

Bakrie Optimistis Bisa Kurangi Utang Rp2 T di 2010
Headline
IST
Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Kamis, 9 Desember 2010 | 12:12 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) optimistis dapat mengurangi utang senilai Rp2 triliun pada akhir tahun 2010.

Hal itu disampaikan Direktur Keuangan PT BNBR Eddy Soeparno, Kamis (9/12). “Hingga November 2010 utang sudah berkurang Rp1,3 triliun. Proses pengurang utang terus berjalan kurang lebih Rp2 triliun dapat tercapai,” ujar Eddy.

Lebih lanjut, ia mengatakan saat ini utang Perseroan sekitar Rp9 triliun. Perseroan juga berencana untuk refinancing utang menjadi utang jangka panjang. Diharapkan Perseroan dapat menerbitkan obligasi senilai US$150 juta pada awal tahun 2011. “Mudah-mudahan kuartal pertama 2011 selesai setelah Vallar,” kata Eddy.

Sebelumnya diberitakan PT Bakrie and Brother Tbk (BNBR) bakal kembali melepas sejumlah asetnya untuk membayar utangnya. Pelepasan aset tersebut dilakukan untuk memperkuat aset dan cash flow Perseroan.

“Bayar utang, kita sesuai cash flow,” jelas Direktur Utama BNBR Bobby Gafur Umar dalam acara Investor Summit and Capital Market Expo 2010 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (11/11) lalu.

Tak hanya itu, perseroan pun berencana menerbitkan obligasi untuk membayar utang jangka pendek perseroan yang akan jatuh tempo. “Rencana penerbitan obligasi itu masih ada,” ungkap dia.

Dia berencana melepas obligasi itu dengan tenor tiga hingga lima tahun, ini dia akui sesuai dengan kondisi pasar sekarang ini. Dia juga mengaku jika sekarang ini tengah bernegoisasi dengan kreditur dalam rangka meminta keringanan utangnya.

Selain untuk membayar utang, Perseroan juga tampaknya membutuhkan dana yang banyak untuk mengembangkan proyek-proyeknya. Yakni Kalija (pipa gas Kalimantan-Jawa) tahap I, antara Kepodang- Tambak Lorok sepanjang 1.200 km. Dana yang dibutuhkannya mencapai sekira USD140-145 juta.

“Kita akan segara jalan setelah gas sales agreement (GSA) ditandatangai. Pendanaannya dari project financing, supplyer financing dan modal sendiri. Proyek ini akan berjalan selama 20-22 bulan, dan keekonomiannya selama 10 tahun,” jelasnya.

Selain itu, perseroan juga akan menggarap jalan tol Cimanggis-Cibitung Tollways (CCTW) sepanjang 24 km, yang merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR 2). “Dana yang dibutuhkan mencapai Rp4 triliun untuk tiga tahun lebih,” ungkapnya. [cms]

Bumi Minerals direkomendasi speculative buy
Oleh Arif Gunawan Sulistyono | 05 December 2010
bisnis

JAKARTA: Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk direkomendasikan beli dengan status spekulatif, menyusul risiko divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang bisa mengancam 24% saham grup Bakrie tersebut di Newmont.

Analis PT Woori Korindo Securities Teuku Hendry Andrean menilai pemodal sebaiknya mempertimbangkan faktor tersebut sebelum mengoleksi saham Bumi Minerals baik di pasar resmi maupun di pasar negosiasi (pre marketing).

“Kalaupun investor membeli saham ini, mereka perlu sadar bahwa ini sifatnya spekulatif karena IPO masih dibayangi risiko dan dividen belum bisa diharapkan dalam waktu dekat mengingat kebanyakan aset mereka belum berproduksi,” ujarnya.

Gugatan divestasi saham Newmont, lanjutnya, menjadi salah satu risiko yang bisa mengganggu penerimaan perseroan. Sejauh ini, arus kas Bumi Minerals hanya berasal dari dividen Newmont senilai Rp820 miliar.

Perseroan saat ini belum menghasilkan pendapatan dari kegiatan operasional lain karena lima tambang andalannya belum berproduksi, Hilangnya 24% saham di Newmont berpotensi menghapus dividen Newmont yang tahun ini nilainya mencapai US$224 juta (Rp2 triliun).

Kepada Bisnis, Manajer Government & Public Relations Pukuafu Alexander Yopi menyatakan tidak peduli pihak Newmont akan menyerahkan hak saham Pukuafu sebesar 31% dari mana. Nusa Tenggara Partnership memiliki 49% saham NNT, sehingga bisa menyerahkan 31% saham sengketa tanpa menyenggol saham grup Bakrie.

“Tidak harus saham yang kini dimiliki grup Bakrie melalui PT Multi Daerah Bersaing (MDB). Itu transaksi yang berbeda, meski secara substansi sama yakni pelanggaran Newmont atas kontrak karya divestasi,” jelasnya.

Teuku Hendry menilai kenaikan harga saham Bumi Minerals hanya akan menguntungkan Bumi Resources selaku pemegang saham, karena nilai ekuitas mereka akan melonjak sehingga meringankan leverage atau rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER).

Manajemen Bumi Resources menargetkan penurunan beban utang senilai US$800 juta, salah satunya dengan meraup dana publik melalui pencatatan saham perdana Bumi Minerals. (tw)
BUMI Kembali Capai Tertinggi Baru dalam Setahun
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh:
Pasar Modal – Rabu, 8 Desember 2010 | 14:40 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Saham Bumi Resources Tbk (BUMI) menyentuh level tertinggi barunya dalam setahun.

Pada pukul 14.35 WIB, saham BUMI terpantau naik 0,81% atau 25 poin ke level Rp3.100. Harga tertinggi BUMI bahkan sempat menyentuh level Rp3.150 per saham hari ini, sedang harga terendahnya di Rp3.075.

Volume perdagangan BUMI tercatat sebanyak 250.597 saham dengan nilai transaksi sebesar Rp389,86 miliar untuk 3.110 kali transaksi. [cms]

Saham Bumi Minerals Laku Keras
Penawaran saham Bumi Mineral telah dilakukan pada 30 November hingga 2 Desember.
Senin, 6 Desember 2010, 10:28 WIB
Hadi Suprapto, Purborini

VIVAnews – PT Danatama Makmur menyatakan bahwa saham perdana PT Bumi Resources Minerals kelebihan permintaan sebanyak 29,89 kali pada porsi alokasi penjatahan terpusat (pooling). Penawaran ini dilakukan pada 30 November hingga 2 Desember 2010.

Danatama merupakan penjamin pelaksana emisi (underwriter) penerbitan saham perdana (initial public offering/IPO) perseroan. Danatama menggandeng PT Nomura Indonesia untuk penjualan dalam negeri, serta Credit Suisse, JP Morgan, dan Nomura International sebagai agen penjual global.

“Para investor sangat antusias terhadap saham Bumi Minerals,” kata Executive Director of Investment Bank PT Danatama Makmur, Vicky Ganda Saputra, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin 6 Desember 2010.

Harga penawaran saham Bumi Minerals sebesar Rp635 per unit, sedangkan pelaksanaan waran Rp700 per unit. Total kombinasi dana yang dihimpun oleh Bumi Minerals diperkirakan Rp3,6 triliun.

Saham yang akan dilepas sebanyak 3,3 miliar unit atau setara 18,16 persen saham perseroan. Bumi Minerals juga menerbitkan waran seri I sebanyak 2,2 miliar yang didistribusikan secara cuma-cuma bagi setiap investor yang membeli saham dengan rasio 3:2.

“Setiap investor yang membeli tiga saham akan mendapat tambahan dua waran cuma-cuma,” ujarnya.

Direktur Keuangan Bumi Minerals, Yuanita Rohali, mengatakan, dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru dan hasil pelaksanaan waran akan dialokasikan untuk ekspansi perusahaan. “Kami ingin memacu pertumbuhan aset-aset pertambangan mineral secara lebih optimal,” kata Yuanita.

Bumi Minerals akan tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Desember 2010 dengan kode perdagangan BRMS. Perusahaan telah mendapatkan pernyataan efektif untuk melakukan IPO dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada 26 November 2010.

Bumi Minerals merupakan bagian dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang bergerak di bidang pertambangan mineral. BRMS memiliki portofolio berbagai macam bahan mineral, mulai dari tembaga, emas, seng, timah hitam, bijih besi, permata, dan mineral berharga lainnya.

Saat ini, Bumi Minerals secara efektif telah memiliki 18 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara. Pada 2009, proyek Batu Hijau Newmont menghasilkan 494 juta pounds tembaga dan 560 ribu ons emas.

Dengan cadangan tembaga dan emasnya yang masing-masing 8,6 miliar pounds dan 8,6 juta ons, proyek Batu Hijau memiliki umur tambang hingga 20 tahun ke depan. Selain itu, Newmont Nusa Tenggara memiliki lokasi yang menjanjikan, seperti proyek Elang yang diestimasi memiliki cadangan yang sama atau lebih besar dari Batu Hijau.

Bumi Minerals juga memiliki portofolio aset pertambangan lainnya yang akan segera berproduksi dalam jangka pendek melalui kepemilikan 80 persen saham di PT Dairi Prima Mineral dan 60 persen saham di Bumi Mauritania SA.

Dairi di Sumatera Barat diharapkan dapat memulai produksi timah hitam dan sengnya pada akhir 2012. Dairi memiliki salah satu seng kualitas tertinggi di dunia, dengan jumlah cadangan 5,4 juta ton. Prospek Dairi termasuk juga beberapa proyek di Anjing Hitam, Lae Jahe, dan lokasi base camp.

Bumi Mauritania yang berlokasi di Afrika Barat berencana memulai produksinya pada akhir 2011. Persediaan tambang bijih besinya diestimasi mencapai 100 juta ton. (art)
• VIVAnews
Senin, 06 Desember 2010 | 15:03 oleh Barratut Taqiyyah
SAHAM BUMI kontan
Saham BUMI diburu terkait kenaikan harga komoditas dan IPO BRM

JAKARTA. Saham PT Bumi Resources (BUMI) membumbung tinggi hari ini. Pada pukul 14.49, saham BUMI naik 3,36% menjadi Rp 3.075. Ini merupakan level tertinggi dalam 14 bulan terakhir atau sejak 6 Oktober 2009.

Ada beberapa alasan yang membuat saham BUMI menjadi incaran investor. Menurut Nico Omer Jockenhere, analis Valbury Asia Futures, saham-saham produsen batubara -termasuk di antaranya BUMI- terdongkrak oleh kenaikan harga komoditas seperti minyak dunia dan batubara.

“Selain itu, ada juga aksi korporasi yang menyebabkan saham emiten itu diburu,” lanjut Nico.

Asal tahu saja, anak usaha BUMI yakni PT Bumi Resource Minerals (BRM) baru saja kelar melakukan masa penawaran saham yang serentak diadakan secara nasional pada tanggal 30 November hingga 2 Desember 2010 lalu. Setelah melakukan analisa dari keseluruhan hasil permintaan saham yang masuk selama periode offering tersebut, tercatat jumlah pemesanan atas porsi alokasi penjatahan terpusat (pooling) mengalami kelebihan permintaan sampai dengan 29,89 kali.

BUMI Cetak Harga Tertinggi Setahun
Headline

Oleh:
Pasar Modal – Senin, 6 Desember 2010 | 12:21 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Saham Bumi Resources Tbk (BUMI) pada penutupan sesi I perdagangan Senin (6/12) mencetak harga tertinggi dalam 1 tahun di Rp3.075.

Dari pantauan INILAH.COM, harga saham BUMI pada penutupan sesi I hari ini mengalami kenaikan 3,36% atau naik 3,36% ke harga Rp3.075. Harga tertinggi saham BUMI tercatat di level Rp3.075 dan terandag di Rp3.000.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 289.572 saham dengan nilai transaksi sebesar Rp439,86 miliar untuk 3.555 kali transaksi. Dari volume perdagangan terlihat perdagangan saham BUMI ini kebanyakan dilakukan investor institusi. [cms]

Penawaran umum saham BRMS kelebuhan permintaan (oversubscribed) sebanyak 29,89 kali. Penawaran tersebut dilakukan dengan mekanisme penjatahan terpusat. BRMS bakal melepas 3,3 miliar saham (18,16%) melalui IPO dengna potensi dana sebesar Rp 2 triliun.

Sumber : IPS Research
Bumi Minerals direkomendasi speculative buy
Oleh Arif Gunawan Sulistyono | 05 December 2010

bisnis

JAKARTA: Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk direkomendasikan beli dengan status spekulatif, menyusul risiko divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang bisa mengancam 24% saham grup Bakrie tersebut di Newmont.

Analis PT Woori Korindo Securities Teuku Hendry Andrean menilai pemodal sebaiknya mempertimbangkan faktor tersebut sebelum mengoleksai saham Bumi Minerals baik di pasar resmi maupun di pasar negosiasi (pre marketing).

“Kalaupun investor membeli saham ini, mereka perlu sadar bahwa ini sifatnya spekulatif karena IPO masih dibayangi risiko dan dividen belum bisa diharapkan dalam waktu dekat mengingat kebanyakan aset mereka belum berproduksi,” ujarnya.

Gugatan divestasi saham Newmont, lanjutnya, menjadi salah satu risiko yang bisa mengganggu penerimaan perseroan. Sejauh ini, arus kas Bumi Minerals hanya berasal dari dividen Newmont senilai Rp820 miliar.

Perseroan saat ini belum menghasilkan pendapatan dari kegiatan operasional lain karena lima tambang andalannya belum berproduksi, Hilangnya 24% saham di Newmont berpotensi menghapus dividen Newmont yang tahun ini nilainya mencapai US$224 juta (Rp2 triliun).

Kepada Bisnis, Manajer Government & Public Relations Pukuafu Alexander Yopi menyatakan tidak peduli pihak Newmont akan menyerahkan hak saham Pukuafu sebesar 31% dari mana. Nusa Tenggara Partnership memiliki 49% saham NNT, sehingga bisa menyerahkan 31% saham sengketa tanpa menyenggol saham grup Bakrie.

“Tidak harus saham yang kini dimiliki grup Bakrie melalui PT Multi Daerah Bersaing (MDB). Itu transaksi yang berbeda, meski secara substansi sama yakni pelanggaran Newmont atas kontrak karya divestasi,” jelasnya.

Teuku Hendry menilai kenaikan harga saham Bumi Minerals hanya akan menguntungkan Bumi Resources selaku pemegang saham, karena nilai ekuitas mereka akan melonjak sehingga meringankan leverage atau rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER).

Manajemen Bumi Resources menargetkan penurunan beban utang senilai US$800 juta, salah satunya dengan meraup dana publik melalui pencatatan saham perdana Bumi Minerals. (tw)
Pooling BRMS Alami Kelebihan Permintaan 29,89 Kali
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Senin, 6 Desember 2010 | 05:25 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Porsi alokasi penjatahan terpusat (pooling) PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) mengalami kelebihan permintaan hingga 29,89 kali pada masa penawaran yang dilakukan pada 30 November-2 Desember 2010.

Demikian seperti dikutip INILAH.COM dari siaran pers yang diterbitkan Minggu (5/12). “Para investor sangat antusias terhadap saham BRMS terbukti dari banyaknya jumlah peminat yang mengajukan pemesanan saham dan besarnya permintaan saham yang mereka ajukan selama 3 hari pada masa penawaran perdana saham,” ujar Executive Director of Investment Bank PT Danatama Makmur Vicky Ganda Saputra.

Dalam 3 hari masa penawaran saham BRMS, tercatat sejumlah lebih dari 2.200 investor publik melakukan pemesanan saham BRMS dengan harga akhir penawaran saham yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar Rp635 per saham. PT Bumi Resources Minerals Tbk akan tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Desember 2010 dengan kdoe saham BRMS.

Perseroan akan menjadi salah satu sektor pertambangan mineral baru yang tercatat di BEI dan emiten sektor pertambangan dengan diversifikasi portofolio aset mineral yang terluas. Perusahaan ini telah mendapatkan pernyataan pendaftaran efektif untuk melakukan penawaran saham perdana dari Bapepam-LK pada 26 November 2010 lalu.

“Para pelaku pasar melihat sektor industri di bidang pertambangan berbagai macam bahan mineral mulai emas, tembaga, zinc, timah hitam, bijih besi, permata dan mineral berharga lainnya sangat baik dan memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi,” kata Direktur Utama BRMS Kenneth Patrick Farrell.

Perseroan mengharapkan, dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru dan hasil pelaksanaan waran akan dialokasikan untuk lebih memacu pertumbuhan portofolio aset-aset pertambangan mineral BRM secara lebih optimal.

Dengan penawaran saham sebesar Rp635 per saham dan harga pelaksanaan warran senilai Rp700 per warran, total kombinasi dana yang dihimpun oleh BRMS diperkirakan dapat menjadi sebesar Rp3,6 triliun, yang berasal dari 3,3 miliar saham atau setara dengan 18,16% saham perusahaan yang dilepas kepada publik, serta dari penerbitan 2,2 miliar waran Seri I yang didistribusikan secara cuma-cuma bagi setiap Investor yang memperoleh alokasi penjatahan saham dengan rasio 3:2, yang artinya setiap pihak yang mendapatkan 3 saham akan mendapat tambahan 2 waran. [hid]

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRM) menunjuk Bank Mayapada sebagai paying bank pada penawaran saham perdananya (initial public offering/IPO). Adapun IPO tersebut berlangsung mulai 30 November-2 Desember 2010 secara serentak di tiga kota yaitu Jakarta, Surabaya, dan Medan.

Sumber : OKEZONE.COM
BUMI Mencoba Tembus Lagi 3.000
Headline
inilah.com
Oleh: Asteria
Pasar Modal – Kamis, 2 Desember 2010 | 09:09 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Setelah kemarin rebound, saham PT Bumi Resources (BUMI) Kamis ((2/12) masih berpotensi menguat. Laporan kinerja yang kurang baik, tidak menghalangi emiten ini menembus kembali level Rp3.000.

Demikian ujar pengamat pasar modal David Ferdinandus kepada INILAH.COM. Menurutnya, BUMI hari ini masih dapat bergerak naik dan berusaha menembus level 3.000. “BUMI akan bergerak di kisaran level support 2.600 dan resistant 3.100,“ ujarnya.

Ia menilai, rilisnya kinerja BUMI yang kurang memuaskan, akan mempengaruhi pergerakan saham ini. Apalagi pencapaiannya merupakan bottom line dari kinerja kuartal tiga 2010 secara yoy. Namun, data ini bukan data akhir, sehingga belum bisa menunjukkan kinerja BUMI secara keseluruhan. “Data ini baru gambaran kinerja awal, belum semuanya dirilis,” katanya.

David menilai, turunnya laba BUMI belum disebutkan dengan jelas, apakah karena kerugian kurs, utang yang dibayar di muka, atau alasan lainnya. Juga belum dipaparkan apakah laporan keuangan ini sudah memfaktorkan penjualan aset perseroan atau tidak. “Bisa saja kan, nanti ada data tambahan yang akan membalikkan angka-angka ini,” tukasnya.

Apalagi BUMI dan saham di grup Bakrie lainnya banyak memiliki aksi korporasi yang rumit. Langkah valuasi yang dianggap kehebatan akuntansi BUMI inilah, yang menurutnya sulit dipetakan. “Dengan data yang masih prematur seperti ini, bila pasar merespon negatif, itu masih wajar,” ujarnya.

Seperti diketahui, BUMI pada kuartal tiga 2010 mengalami penurunan laba bersih 37% menjadi US$ 195,6 juta, dibandingkan periode yang sama 2009 (yoy) sebesar US$ 310,5 juta. Penurunan laba bersih itu disebabkan naiknya total kewajiban perseroan, sebesar US$ 6,59 miliar (yoy) dari US$ 4,78 miliar.

Namun, BUMI mencatat kenaikan pendapatan usaha sebanyak US$ 3,17 miliar, lebih tinggi 19,62% YoY dari US$ 2,65 miliar. Selain mencatat kenaikan total aset menjadi US$ 8,3 miliar, ketimbang US$ 6,16 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

IPO anak usahanya, Bumi Resources Minerals (BRMS), juga dinilai membawa sentimen tersendiri bagi BUMI. Apalagi hari ini merupakan hari terakhir masa penawaran umum saham perdana dari tiga hari yang dijadwalkan dari 30 November hingga 2 Desember. “Listingnya saham ini akan mengerek naik saham lainnya, termasuk BUMI,” ucapnya.

Setelah penawaran yang digelar secara serentak di tiga kota, Jakarta, Surabaya dan Medan ini, maka saham BRMS beserta warrant yang meyertainya akan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 9 Desember 2010.

BRMS akan menawarkan 3,3 miliar lembar saham kepada publik dengan harga Rp635 per lembar sahamnya. Adapun total dana yang akan dihimpun BRMS adalah Rp3,64 triliun, dengan rincian Rp2,1 triliun dari IPO dan Rp1,54 triliun dari warrant.

David menambahkan, saham BUMI secara industri masih positif. Hal ini terkait naiknya harga komoditas, baik minyak mentah dan batu bara , seiring tingginya permintaan. Sedangkan ditilik dari grupnya, BUMI masih didukung aksi korporasi PT Bakrie & Brothers (BNBR), PT Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) dan PT Bakrieland Development (ELTY).

Optimisme akan saham Bakrie, membuat David menyarankan akumulasi beli untuk jangka panjang,”Sedangkan untuk jangka pendek, investor bisa trading buy kalau bursa naik, dan sell kalau turun,” pungkasnya.

Pada perdagangan Rabu (1/12) kemarin, saham BUMI ditutup naik Rp200 (7,5%) ke level Rp2.850 per lembarnya, dengan intraday tertinggi di Rp2.875 dan terendah di Rp2.725. Emiten batu bara ini mendominasi perdagangan, dengan nilai transaksi sebesar Rp645 miliar,atau 7,6% total transaksi bursa. Adapun volume tercatat sebesar 460 ribu lembar dengan frekuensi 4.223 kali. [mdr]

Ketika Merukh mencoba mengadang Bakrie
OLEH ARIF GUNAWAN S.

& FIRMAN HIDRANTO Wartawan Bisnis Indonesia

Bakrie dan Newmont “B [PT Newmont Nusa Tenggara] harus merapatkan barisan dan melakukan sinergi dengan adanya keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.“

Itulah pembicaraan antara satu pejabat di Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) dan satu eksekutif puncak Grup Bakrie pada Selasa malam. “Putusan itu cukup merepotkan bagi Bakrie dan ESDM.
Tentu juga bagi Newmont,“ ujar satu sumber Bisnis yang bergerak di industri pertambangan kemarin.

Benar, adanya pernyataan perlunya merapatkan barisan, yang memberikan kesan `panik’, itu merupakan buntut dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari yang sama mengabulkan sebagian gugatan PT Pukuafu Indah terhadap PT Newmont Indonesia Limited (NIL) dan Nusa Tenggara Mining Corporation (NTMC) terkait dengan divestasi 31% saham Newmont Nusa Tenggara.

Lahirnya keputusan untuk mengabulkan permohonan Pukuafu itu, seperti dikatakan majelis hakim yang diketuai oleh Singit Elier, mengacu kepada Kontrak Karya (KK)–KK generasi IV–antara Newmont Nusa Tenggara dan Pemerintah RI tertanggal 2 Desember 1986.

Pada pasal itu, terutama ayat 30 menyebutkan apabila dalam waktu 30 hari setelah penawaran saham divestasi Newmont ke Pemerintah yang memang memiliki hak untuk ditawarkan terlebih dahulu dinyatakan tidak berminat, maka yang memiliki hak satu-satunya atas divestasi saham tersebut adalah PT Pukuafu. “Dengan ini menyatakan bahwa tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum dan tergugat harus menyerahkan 31% saham divestasi Newmont kepada Pukuafu, “ tutur Singit saat membacakan putusan. Selain memenangkan Pukuafu, majelis hakim juga menghukum tergugat NIL dan NTMC dikenakan uang paksa (dwangsom) sebesar Rp10 juta per hari apabila tidak mengalihkan 31% saham divestasi Newmont setelah putusan ini memiliki kekuatan hukum tetap, Selain itu, majelis hakim memutuskan para tergugat membayar ganti rugi materiel sebesar US$26,6 juta seperti tuntutan Pukuafu, sedangkan ganti rugi imateriel sebesar US$500 juta ditolak hakim.

Bila melihat ke belakang, munculnya kewajiban divestasi–hingga 51% dan dilakukan secara bertahap–terhadap NIL dan NTMC merupakan ketetapan KK generasi IV. Ketika KK itu diberikan kepada Newmont dengan ‘embel-embel’ kewajiban divestasi. Pada era 1986 hingga 1990-an, semangat pemberdayaan pengusaha lokal sangat kental.

Dalam perjalanannya, program divestasi juga tidak berjalan mulus, bahkan Pemerintah Indonesia dan Newmont sempat berselisih dalam mengintepretasikan KK generasi IV hingga akhirnya arbitral tribunal memerintahkan perusahaan tambang itu untuk segera melaksanakan kewajiban divestasi pada akhir Maret 2009.

Singkat cerita, setelah pemerintah tidak bersedia membeli hak saham divestasi, PT Multi Daerah Bersaing, perusahaan hasil kolaborasi perusda NTB dan Grup Bakrie, berhasil menguasai 24% saham Newmont.

Saham sebesar itu merupakan akumulasi dari divestasi sebesar 3% pada 2006, periode 20072009 sebesar 21%, dan terakhir divestasi 7% yang harus diselesaikan pada tahun ini.

Pada proses divestasi inilah Pukuafu merasa dilangkahi dan tidak diajak berbicara. Padahal, seperti pengakuan perusahaan milik Jusuf Merukh itu, merekalah yang berhak memiliki 31% saham divestasi tersebut. Dasar yang dipakai Pukuafu adalah KK ayat 30.

Imbas dari keputusan Pengadilan Negeri Jakarta cukup luas selain membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan keputusan berkekuatan tetap (inkracht) dari perselisihan antara sesama pemegang saham pemilik tambang Batu Hijau,
NTB itu.

Imbas itu berupa munculnya persoalan, seperti program divestasi Newmont Nusa Tenggara yang telah berjalan selama ini, kepemilikan 24% saham yang kini dikuasai PT Multi Daerah Bersaing dan saham 7% yang harus didivestasi pada tahun ini menjadi status quo.

Begitu juga dengan rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) Newmont yang dijadwalkan bisa dilakukan pada kuartal I/2011. Perusahaan tambang emas dan tembaga itu berencana melepas 1,13 miliar lembar saham baru, setara dengan 10% dari total saham untuk meningkatkan produksi diperkirakan cukup terganggu akibat putusan itu.

Terakhir, proses IPO PT Bumi Resources Mineral Tbk juga bisa jadi terkena dampak dari putusan itu. Tentunya ada pertanyaan kenapa juga berimbas kepada anak usaha PT Bumi Resources Tbk? Itu disebabkan perusahaan Grup Bakrie itu juga memasukkan salah satu ‘jualan’ IPO-nya adalah kepemilikan saham di Newmont, yang juga tercatat satu-satunya perusahaan yang sudah berproduksi.

Namun apa benar asumsi seperti disebutkan di atas? Ini juga masih menjadi bahan perdebatan berbagai kalangan, baik pelaku industri maupun praktisi hukum. Namun, yang jelas dalam prospektus Bumi Resources Minerals, pada semester pertama tahun ini arus kas mereka berasal dari dividen Newmont yang nilainya mencapai Rp820 miliar.
Perseroan saat ini belum menghasilkan pendapatan dari kegiatan operasional. Tidak itu saja.

anak usaha Bumi Resources tersebut berpotensi kehilangan dividen dari perusahaan tersebut yang nilainya tahun ini ditaksir US$224 juta (Rp2 triliun).

Danatama selaku penjamin emisi bersama PT Nomura Securities juga telah mengakui risiko sengketa tersebut, dengan menyinggungnya dalam prospektus.

Menanggapi kisruh tersebut, manajemen Bumi Minerals dan PT Danatama Makmur menanggapi dingin. Mereka kompak tidak akan mengundur jadwal pencatatan perdana, mengingat proses IPO telah memasuki periode final dan mengantongi izin efektif.

Investor Relation PT Bumi Resources Mineral Tbk Herwin Hidayat mengatakan gugatan Pukuafu tersebut belum memiliki ketetapan hukum final, dan diyakini tidak memengaruhi kepemilikan Bumi Mineral di Newmont.
ham mereka tidak masuk di dalamnya.

“Minat investor yang membeli Bumi Mineral tidak banyak terpengaruh. Kami bahkan membukukan kelebihan permintaan [oversubscribed] lima kali baik dari pemodal domestik maupun pemodal internasional,” ujar Herwin.

Sumber Bisnis di Grup Bakrie yang mengetahui persoalan tersebut menilai gugatan Pukuafu tersebut patut dipertanyakan, karena mengemuka ketika Bumi Minerals IPO. Padahal, proses divestasi berlangsung sejak 2006.

“Perlu diingat juga, kepemilikan Bumi Minerals dan MDB di Newmount itu disahkan Menteri Kehakiman. Kalaupun Pukuafu menang, paling banter risikonya ditanggung Newmont berupa denda, dan bukannya pembatalan kepemilikan saham,” ujarnya.

Proses pembatalan saham Grup Bakrie di Newmont hampir muskil dilakukan karena Kementerian Kehakiman hampir tidak pernah mudah membatalkan keputusannya, dan proses hukum yang bisa ditempuh Newmont untuk melawan Pukuafu masih terbuka melalui arbitrase.

Pada kesempatan lain, Executive Director of Investment Bank PT Danatama Makmur Vicky Ganda Saputra menolak berkomentar seputar gugatan Pukuafu terhadap Newmont.

Namun dia mempertegas komitmen sebagai penjamin emisi.

“Kami sudah mengantongi pernyataan efektif Bapepam yang valid. Proses ini tidak bisa di
ubah begitu saja seperti membalik telapak tangan. Minat investor tidak terpengaruh, bahkan investor domestik di pooling kedua sudah menyetor dana,“ ujarnya.

Proses korporasi tersebut, lanjutnya, dilakukan setelah berkonsultasi dengan empat konsultan hukum, yang terdiri dari dua konsultan hukum asing dan dua konsultan hukum lokal.
Pihaknya pun telah memaparkan semua risiko yang bisa memengaruhi kinerja perseroan.

Menurut catatan Bisnis, Vicky dan mesin penjamin emisinya bukan kali ini saja menghadapi proses IPO yang dibayangi gugatan hukum. Dua tahun lalu, klien mereka yakni PT Adaro Enery Tbk menghadapi gugatan hukum dari grup Beckett.

Proses IPO Adaro terbukti berjalan mulus, meski Pengadilan Banding Singapura memenangkan perusahaan konsorsium Sukanto Tanoto dan Hashim Djojohadikusumo tersebut melawan Deutsche Bank. Mereka hanya mendapat kompensasi, namun sahamnya tidak kembali.

Akankah Vicky berhasil melewati prahara yang mengiringi IPO Grup Bakrie kali ini? Masih ada waktu 8 hari bagi pelaku publik dan pasar memperbincangkan isu tersebut kali ini.

Selain itu, dikabulkannya tuntatan Pukuafu merupakan pukulan bagi pemerintah karena divestasi itu dan proses penjualannya bisa berjalan atas restu pemerintah. (SUWANTIN OEMAR) (arif.gunawan@bisnis.co.id /firman.hidranto@bisnis.co.id)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: