Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Desember 19, 2010

cara maenin the bakries (2) : 070411

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 8:58 pm

Kepemilikan Asing di Bakrie Turun

Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Kamis, 7 April 2011 | 05:05 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Kepemilikan asing di saham PT Bakrie&Brothers Tbk (BNBR) per Maret 2011 turun, sementara domestik bertambah.

Dalam penjelasannya ke BEI disampaikan kepemilikan asing di BNBR ini turun dari sebelumnya sebanyak 2,47 miliar saham menjadi hanya 2,24 miliar saham. Sedang kepemilikan domestik naik menjadi 2,47 miliar saham dari sebelumnya 2,24 miliar saham.

Untuk kepemilikan nasional (domestik), sebanyak 1.354 pemilik perorangan memegang 1,54 miliar saham (32,58%), dan 27 Yayasan Dana Pensiun memiliki 936,68 juta saham (19,85%). Sementara untuk kepemilikan asing, 7 pemilik perorangan memiliki 21,75 juta saham (0,45%), dan 21 badan usaha memiliki 2,22 miliar saham (47,12%).

Sementara pemegang saham di atas 5% tercatat UBS AG Singapore memiliki 6,36%, BSI Bank Limited 6,48%, PT Bakrie Capital Indonesia 15,39%, Long Haul Holdings Ltd 19,86%, Marque Assets Capital Inc 9,6%.
Tingginya harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang pada penutupan perdagangan Selasa (5/4) mencapai Rp3.250 per saham, sepertinya tidak mengubah pandangan.
… gw cuma mengingatkan bahwa menurut hukum rumor bursa: rumor negatif biasanya mempunyai imbas 90% YAKIN, sehingga bisa menurunkan harga saham …
Topsaham- Riset lembaga keuangan dan investasi dunia, Goldman Sachs, menyarankan agar investor melakukan aksi jual (sell) pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan tidak melakukan pembelian pada perusahaan tambang batubara ini. Pasalnya harga saham BUMI sudah sangat tinggi.

Riset Goldman Sachs berkeyakinan saham BUMI bakal turun dengan target harga (TP) Rp2.800 per lembar, meski laba bersih perseroan sepanjang 2010 tercatat senilai US$311 juta atau naik dibandingkan 2009 senilai US$190,45 juta.

Menurut Goldman, kenaikan laba bersih tersebut hanya didorong oleh keuntungan sebesar US$274 juta, terutama dari keuntungan transaksi derivatif, keuntungan penjualan aset, keuntungan valas yang sebagian tergerus oleh bunga atas keterlambatan pembayaran pajak dan amortisasi beban pengeluaran.

Beban bunga dan keuangan perseroanpun pada 2010 juga membengkak 237,97% menjadi US$630,34 juta dari posisi US$186,51 juta.

“Pada dasarnya laba sebelum pajak yang diraup BUMI (Profit Before Tax/PBT) yang 7% itu di bawah ekspektasi,” tukas Goldman dalam risetnya yang diterima IMQ di Jakarta, Selasa malam (5/4).

Selain itu, tarif pajak dan hak minoritas (minority interest) juga lebih tinggi dari perkiraan, sehingga laba bersih inti perseroan diprediksi hanya sebesar US$162 juta, angka ini masih 41% di bawah ekspektasi Goldman, dan 38% di bawah konsensus Bloomberg.

Goldman juga menambahkan meski pendapatan BUMI tumbuh 19,07% menjadi US$4,37 miliar dari sebelumnya US$3,67 miliar, namun tingginya margin kotor sebesar 37% disebabkan oleh adanya pengeluaran akibat produksi.

“Tingginya biaya produksi perseroan yang tercatat senilai US$230 juta karena digunakan untuk membiayai pengupasan yang dilakukan sepanjang 2010,” lanjutnya.

Sementara itu, penjualan yang dilakukan BUMI terhadap PT Mitratama meski telah berhasil dituntaskan pada kuartal II 2010, namun perseroan belum menerima hasil pembayaran senilai US$290 juta dari penjualan Gallo Oil yang dilakukan pada kuartal IV 2010, sehingga memberikan implikasi negatif pada pasar.

http://www.topsaham.com/new1/index.php?option=com_content&view=article&id=3935:goldman-sachs-turunkan-target-saham-bumi-jadi-rp2800&catid=3:head-line-news&Itemid=61

Sumber : TOPSAHAM.COM
PT Bumi Resources (BUMI) memprediksi, harga batubara thermal akan naik di kisaran US$ 140 hingga US$ 150 per metrik ton pada Desember mendatang.

“Harga batubara akan terus mengalami kenaikan ke depannya,” jelas Kenneth Farrel, director BUMI di Singapura, kemarin. Dia menambahkan, permintaan batubara dari China dan India masih akan terus naik. Sedangkan permintaan dari Jepang dipastikan akan meningkat setelah tsunami.

catatan saja, pada pukul 10.52, saham BUMI berada di level Rp 3.250 atau naik 2,36%.

http://investasi.kontan.co.id/v2/read/1302062156/64086/Prediksi-harga-batubara-bakal-melonjak-saham-BUMI-ikut-melompat

Sumber : KONTAN.CO.ID
Saham BUMI Bisa Lampaui Rp4.000

Oleh:
Pasar Modal – Senin, 4 April 2011 | 04:23 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI, Senin (4/4) diprediksi naik. Positifnya laporan kinerja 2010 menjadi salah satu katalisnya. Dalam kuartal dua, saham ini bisa melampaui Rp4.000. Trading buy!

Aji Martono, pengamat pasar modal dari Capital Bridge Indonesia melihat potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) awal pekan ini. Katalisnya adalah positifnya laporan kinerja 2010, momentum jelang listing di bursa London dan ekspektasi peningkatan permintaan batu bara dari Jepang dan global.

Karena itu, target Rp4.000 bagi saham BUMI bisa terlampaui. Bisa jadi, level tersebut tercapai di kuartal dua ini meskipun, fluktuasi masih akan terus terjadi. “Dengan volume perdagangan yang cukup besar, saya rekomendasikan trading buy BUMI. Investor tak perlu ragu melakukan pembelian di saham ini,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Jumat (1/4), saham BUMI ditutup melemah Rp25 (0,74%) dari level sebelumnya Rp3.350. Harga intraday tertingginya mencapai Rp3.425 dan terendah Rp3.300. Volume transaksi mencapai 232,9 juta unit saham senilai Rp784,9 miliar dan frekuensi 4.386 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah melemah Rp25, bagaimana Anda memperkirakan laju saham BUMI awal pekan ini?

Akhir pekan lalu, setelah melewati posisi resistance di level Rp3.225, saham ini berusaha mengejar level resistance-nya di level Rp3.475. Tapi, sepertinya kehabisan tenaga setelah mencapai level 3.425.

Awal pekan ini, saham BUMI berpotensi menguat. Salah satunya, karena faktor pasar yang konsentrasi pada Vallar Plc yang telah membeli 25% saham ini. Vallar masih jadi sentimen positif saham BUMI hingga nantinya benar-benar listing di London akhir semester ini.

Karena itu, saham BUMI tetap jadi satu acuan juga bagi investor untuk bermain di sektor pertambangan. Setelah Vallar masuk, sentimen positif masih berlaku di saham BUMI.

Akan bergerak di kisaran berapa?

Saya tidak melihat potensi pelemahan di saham ini. Posisi supportnya di level Rp3.225-2.875 dan resistance di Rp3.475-3.725. Untuk level-level resistance ini sangat terbuka lebar pekan ini bisa dicapai.

Seberapa besar pengaruh listing di London dengan laju saham BUMI di Bursa Efek Indonesia (BEI)?

Jika BUMI Inc sudah listing di bursa London, pelaku pasar bisa mengkonversinya dengan harga di bursa RI atau sebaliknya. Harga di London, bisa lebih mahal atau lebih murah dibandingkan di BEI. Jika harga di London naik, saham BUMI akan naik di Indonesia.

Walaupun Vallar Plc membawahi PT Berau Coal Energy (BRAU), Herald, BNBR dan lain-lain, tapi yang jadi benchmark Vallar adalah saham BUMI. Sebab, yang listing di London, tak lagi Vallar melainkan BUMI Inc. Karena itu, pasar tetap melihat saham BUMI itu sendiri.

Apakah laporan keuangan BUMI masih jadi sentimen positif?

Ya. Potensi penguatan saham BUMI juga mendapat dukungan dari kinerja keuangan perseroan yang mencatatkan kinerja positif. Karena itu, target Rp4.000 bagi saham BUMI bisa terlampaui. Investor yang menyukai saham ini, bakal memhami kapan level ini akan terjadi. Bisa jadi, level tersebut tercapai di kuartal dua ini meskipun, fluktuasi masih akan terus terjadi.

Manajemen BUMI dalam laporan keuangan tahun buku 2010 yang dipublikasikan akhir pekan lalu, Jumat 1 April 2011 menunjukkan, peningkatan laba usaha sebesar 72,14% menjadi US$1,09 miliar untuk periode 2010, dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya US$638,25 juta.

Bahkan, meski beban usaha naik dari US$477,45 juta menjadi US$526,84 juta, namun diikuti peningkatan signifikan pada laba bersih 2010 yang mencapai US$311,18 juta atau melonjak 63,39% dibandingkan tahun buku 2009 yang hanya sebesar US$190,45 juta.

Faktor lain?

Lalu, meski permintaan batu bara dari Jepang baru mulai di emiten PT Indo Tambangraya Megah (ITMG), ini tetap memberikan peluang naiknya permintaan di emiten yang lain termasuk BUMI. Sebab, dengan sendirinya, pembangkit-pembangkit nuklir lainnya pun bakal berhenti beroperasi karena faktor umur reaktor yang sudah tua.

Itu sangat besar peluangnya jika berkaca pada produksi energi nuklir Jepang yang dihentikan, sementara perusahaan-perusahaannya tetap beroperasi. Itulah yang jadi alasan mengapa permintaan batu bara bakal meningkat signifikan.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Dengan volume perdagangan yang cukup besar, saya rekomendasikan trading buy saham BUMI. Investor tak perlu ragu melakukan pembelian di saham ini.
Laba Bersih BUMI Melonjak 42,8% Jadi US$311 Juta
Oleh: Wahid Ma’ruf
Pasar Modal – Jumat, 1 April 2011 | 09:16 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) per 31 Desember 2010 memperoleh laba bersih sebesar US$ 311 juta di 2010 dan US$ 191 juta di 2009 atau mengalami kenaikan mencapai 42,8 persen.

Demikian dikutip dari keterangan resmi perseroan yang dipublikasikan hari ini. Laba tersebut setara dengan Rp2,8 triliun dari Rp1,9 triliun. Untuk penjualan mengalami kenaikan menjadi US$4,4 miliar di 2010 dari US$3,7 miliar di 2009.

Pendapatan sebesar US$4,3 miliar di 2010 dari US$3,6 triliun di 2009. Dengan beban pendapatan sebesar US$2,7 triliun di 2010 dan US$2,5 triliun di tahun 2009. Jadi laba kotor pada tahun 2010 menjadi US$1,6 miliar dari US$1,1 miliar.

Untuk beban usaha di 2010 sebesar Rp526,8 juta dari US$638 juta di 2009 sehingga laba usaha sebesar Rp1,09 miliar di 2010 dari US$638,2 juta. Laba sebelum pajak sebesar US$999,1 juta dari US$517,6 juta di 2009 dan untuk laba besih mencapai US$311,1 juta di 2010 dari US$190,4 juta di 2009.

Untuk aset perseroan menjadi US$8,7 miliar dari US$7,3 miliar di 2009.
Kamis, 31/03/2011 20:16 WIB
Harga Minyak Naik, Energi Mega Masih Rugi Rp 62 Miliar
Angga Aliya – detikFinance

Jakarta –
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) membukukan rugi bersih sebesar Rp 62,31 miliar di tahun 2010, kerugian ini berkurang jika dibandingkan rugi tahun 2009 sebesar Rp 1,72 triliun.

Berkurangnya rugi bersih anak usaha Grup Bakrie ini karena tren harga minyak dunia yang terus naik. Meski demikian, tetap saja penjualan bersih perseroan masih turun.

“Tren kenaikan harga minyak dunia memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan di tahun 2010,” kata Direktur Utama ENRG Imam Agustino dalam siaran persnya, Kamis (31/3/2011).

Penjualan bersih ENRG di tahun 2010 turun menjadi Rp 1,24 triliun, dari perolehan pendapatan tahun sebelumnya pada periode yang sama Rp 1.44 triliun.

Dengan adanya kerugian tersebut, maka rugi bersih per saham dasar pun menjadi Rp 1,67 per lembar dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 120,09 per lembar.

Perseroan mencatat kenaikan aset dari tahun 2009 sebanyak Rp 10,25 triliun menjadi Rp 11,76 triliun di akhir tahun 2010.

Sepanjang tahun 2010 lalu, harga saham ENRG sudah turun 35,75% menjadi Rp 124 per lembar, dari harga di tahun 2009 Rp 193 per lembar.

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham ENRG ditutup turun 2 poin (1,53%) ke Rp 128 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 462 kali dengan volume 145.768 lot senilai Rp 9,34 miliar.
(ang/hen)
Energi Mega Persada Serap Penjualan Rp1,24 T
Kamis, 31 Maret 2011 – 17:30 wib
Ade Hapsari Lestarini – Okezone

JAKARTA – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) membukukan penjualan sebesar Rp1,249 triliun per Desember 2010. Sementara EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp372,7 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama ENRG, Imam Agustino, dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, di Jakarta, Kamis (31/3/2011).

Sementara itu, penjualan dan EBITDA perseroan di kuartal keempat diklaim meningkat masing-masing 50 persen dan 175 persen. Hal ini didorong kenaikan harga jual minyak dan gas di akhir 2010.

“Tren kenaikan harga minyak dunia memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan di 2010. Kami juga akan melanjutkan usaha untuk meningkatkan harga jual gas dari perjanjian-perjanjian jual beli gas yang baru di atas USD4/mmbtu,” jelasnya.

Selain itu, per Desember 2010, produksi minyak perseroan tercatat sebesar 6.393 barel per hari, produksi gas sebesar 40,3 juta kubik kaki per hari. Dengan harga minyak sebesar USD81,4/bbl dan harga gas sebesar USD2,9/mcf.

Dia memaparkan di 2011 ini perseroan telah memulai produksi minyak baru dari lapangan Pagerungan Utara di blok Kangean KKS (Jawa Timur) dan produksi gas baru dari lapangan Seng dan Segat di blok Bentu KKS (Riau) pada kuartal pertama 2011.

“Adapun produksi minyak dan gas keseluruhan dari ENRG ini diharapkan akan meningkat cukup signifikan dalam 24 bulan ke depan,” tandasnya.(ade)
Parah, Rugi Bersih Bakrie & Brother Meroket 340%
Kamis, 31 Maret 2011 – 10:46 wib
Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Rugi bersih PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatatkan peningkatan rugi bersih sebesar 340,3 persen menjadi Rp7,64 miliar pada akhir tahun 2010 dibandingkan dengan tahun 2009 yang sebesar Rp1,74 miliar.

Demikian terungkap dalam laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan di Jakarta, Kamis (31/3/2011).

Padahal, pendapatannya tumbuh 85 persen menjadi Rp13,1 triliun jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yang sebesar Rp7,6 triliun. Tapi, beban pokok pendapatannya naik lebih besar lagi, sebesar 167 persen menjadi Rp8,6 triliun dari sebelumnya Rp3,93 triliun.

Laba kotor perseroan masih menguat jadi Rp4,5 triliun dari sebelumnya Rp3,7 triliun. Begitu juga laba usaha naik jadi Rp975,9 miliar dari sebelumnya Rp701,99 miliar.

Tapi, rugi atas penjualan saham tercatat naik menjadi Rp10,26 triliun dari sebelumnya sebesar Rp377 miliar. Beban bunga perseroan juga meningkat jadi Rp1,5 triliun dari sebelumnya yang cuma Rp1 triliun.

Sementara holding perusahaan milik Grup Bakrie ini mencatatkan peningkatan jumlah aset menjadi Rp31,8 triliun dari sebesar Rp26,4 triliun.(wdi)
BUMI di Level Resistance, Waspadalah!

Oleh:
Pasar Modal – Rabu, 30 Maret 2011 | 02:21 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI, Rabu (30/3) diprediksi menguat. Sebab, setelah tembus Rp3.125, tren penguatannya valid. Tapi, harus waspada, karena saham ini berada di level resistance. Hold saja!

Tommy Yu, technical analyst dari Jsxpro.com mengatakan, secara teknikal, saham PT Bumi Resources (BUMI) bertenaga menguat ke level Rp3.400. Syaratnya, level resistance pertama Rp3.300 ditembus ke atas.

Tapi, pelaku pasar tetap harus waspada. Sebab, jika level Rp3.300 tidak ditembus ke atas, saham ini justru akan turun ke level Rp3.125. “Di kisaran level resistance Rp3.275-3.300, saham BUMI terancam mengalami tekanan jual,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Selasa (29/3) saham BUMI ditutup naik Rp75 (2,34%) ke level Rp3.275 dari level sebelumnya Rp3.200. Harga intraday tertingginya mencapai Rp3.300 dan terendah Rp3.130. Sedangkan volume transaksi mencapai 199,6 juta unit saham senilai Rp645,9 miliar dan frekuensi 3.593 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah naik ke level Rp3.275, bagaimana Anda memperkirakan laju saham BUMI hari ini?

Saya melihat potensi penguatan di saham PT Bumi Resources. Sebab, secara teknikal saham ini masih berada dalam fase up trend. Pada 24 Maret 2011, emiten ini sudah berhasil menembus level resistance Rp3.125 dengan diiringi volume transaksi yang sangat besar. Karena itu, penembusan resistance tersebut cukup valid sehingga saham ini pun, kemarin bisa tutup di level Rp3.275. Kenaikan harga saham ini pun akan terus berlanjut.

Akan bergerak di kisaran berapa?

Sekarang level Rp3.125 sudah menjadi level support terdekatnya. Sedangkan level resistance-nya di level Rp3.300. Yang jelas, saat ini BUMI sedang berada di level resistance. Jika Rp3.300 ditembus, saham ini bisa menguat ke level Rp3.400 yang merupakan level resistance berikutnya.

Karena berada di level resistance, bagaimana dengan ancaman tekanan jual?

Pelaku pasar tetap harus waspada. Sebab, jika tidak ditembus level Rp3.300, saham ini justru akan turun ke level Rp3.125. Di kisaran level resistance Rp3.275-3.300, BUMI terancam mengalami tekanan jual. Dalam sepekan ini, trader yang bermain cepat akan profit taking terlebih dahulu di level Rp3.275-3.300. Jika level Rp3.300 ditembus ke atas, baru akan kembali beli.

Secara historis pun, jika tidak bisa menembus level resistance (Rp3.300), saham BUMI akan kembali melemah menuju level support di level Rp3.125. Jika ini yang terjadi, lebih baik beli di level support, buy on weakness di level Rp3.100-3.125. Karena itu, level resistance Rp3.300 menjadi level penentuan bagi saham BUMI hari ini untuk menguat atau justru melemah.

Kalau begitu, bagaimana strategi bermain di saham ini?

Pelaku pasar yang memiliki gaya swing trader semi investasi jangka panjang dalam hitungan bulan, akan terus hold hingga mencapai level cut loss atau level trailing stop-nya tersentuh di level Rp3.125. Sebelum level tersebut tersentuh, tidak akan keluar dari saham ini. Jika saham ini naik ke atas Rp3.300, akan menaikkan trailing stop-nya di level Rp3.300.

Karena itu, bagi yang sudah memiliki saham ini, saya rekomendasikan hold saja terlebih dahulu dengan trailing stop di level Rp3.125. Selama level ini belum tertembus ke bawah, penguatan saham ini akan berlanjut.

Aksi hold perlu dilakukan karena saham BUMI berpeluang menuju Rp3.400. Tapi, tetap waspada karena level Rp3.300 merupakan resistance sehingga ada peluang terjadinya tekanan jual. Bagi investor jangka panjang, hold saja, tak perlu khawatir. [mdr]
Vallar Plc Siap Dongkrak BUMI ke Rp4.400
Headline

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Senin, 28 Maret 2011 | 08:32 WIB

INILAHCOM, Jakarta – Laju saham BUMI, Senin (28/3) diprediksi naik. Sebab, Vallar Plc masih akan menambah kepemilikannya 26% di saham ini. Sebagian di antaranya akan dibeli melalui market. Strong buy!

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, banyak faktor yang bisa memicu penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) awal pekan ini. Salah satunya masih faktor tukar guling saham ini dengan Vallar Plc. Hanya saja, yang dibarter baru 25%. Padahal, Vallar akan membelinya hingga 51%.

Artinya, Vallar akan menambah kepemilikannya di saham BUMI sebesar 26% lagi. Menurutnya, sebagian dari angka itu akan dibeli di market. Faktor inilah yang akan mendongkrak harga saham BUMI.

“Karena itu, BUMI, berpeluang mengarah ke level resistance Rp3.325 dan sudah menciptakan level support sangat kuat di Rp2.950,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (27/3).

Pada perdagangan Jumat (25/3) saham BUMI ditutup melemah Rp50 (1,56%) jadi Rp3.150 dari posisi sebelumnya di angka Rp3.200. Harga intraday tertingginya mencapai Rp3.200 dan terendah Rp3.125. Volume transaksi mencapai 46,7 juta unit saham senilai Rp147,9 miliar dan frekuensi 1.505 kali.

Sedangkan pembelian Vallar atas saham PT Berau Coal Energy (BRAU) sudah terealisasi hingga 75%. Hanya saja, belum di-cross-kan, karena menunggu tanggal lock up selesai. “Kalau nggak salah 8 April,” ucap Willy.

Secara umum, dengan aksi korporasi itu sementara Vallar sudah listed di London Stock Exchange (LSE), membuat Vallar masuk ke dalam kelompok FT100 (Top 100 saham di LSE). Pada saat yang sama, Vallar Plc akan berubah nama menjadi BUMI Inc pada Juni 2011. “Inilah yang yang membuat perbedaan BUMI yang sekarang dengan BUMI yang akan listing di London,” tandas Willy.

Di sisi lain, akses BUMI ke investor Eropa dan fund rising akan jauh lebih kuat. Secara Good Corporate Governance (GCG), saham sejuta umat ini akan jauh lebih kredibel. Sebab, harus memenuhi aturan LSE. “Jangan lupa, ‘deleveraging’ program itu di BUMI akan terealisasi segera. Beban utang BUMI pun akan jauh lebih baik,” timpalnya.

Menurutnya, PT Bumi Resources bakal menggunakan salah satu dari 4 besar auditor internasional (PricewaterhouseCoopers, Deloitte Touche Tohmatsu, Ernst & Young dan KPMG). “BUMI sendiri memakai jasa PWC, PricewaterhouseCoopers untuk masuk ke bursa London ,” tuturnya.

Willy menduga, mungkin karena sedang diaudit auditor kelas internasional, laporan keuangan BUMI belum dirilis hingga saat ini. Sebab, setelah teraudit dengan baik akan segera diumumkan sehingga tidak ada kesalahan catat seperti sebelumnya. “Karena itu, saham BUMI sangat menarik bagi investor,” tandas Willy.

Apalagi, Vallar Plc merupakan investor di bidang batu bara dalam skala besar. Karena itu, Vallar mencari perusahaan-perusahaan batu bara yang potensial menjadi besar. Vallar masuk ke perusahaan-perusahaan batu bara terbaik di dunia. “Vallar menjadi pemain batu bara internasional,” ungkapnya.

Di Indonesia, Vallar mengicar BUMI dan BRAU. Bisa jadi, listingnya BUMI Inc di London, menjadi induk usaha yang membawahi emiten-emiten berkualitas baik. “Bisa jadi, BUMI Inc yang merupakan perwujudan Vallar Plc akan terdiri dari BUMI, BRAU, Herald dan perusahaan batu bara yang lainnya,” kata Willy menambahkan.

Willy juga memaparkan, jika BUMI listing di London dan harga sahamnya lebih tinggi dari di bursa Indonesia, secara otomatis harganya akan terkerek naik. Tapi, efek negatif dari dual listing adalah, jika bermasalah di London, saham BUMI di sini pun akan terguncang. “Begitu juga sebaliknya,” paparnya.

Tapi, Willy memperkirakan, perbedaan harga saham BUMI di Indonesia tidak akan terlalu jauh dengan dengan harganya di bursa London . Sebelum listing di bursa London, saham BUMI akan bermain di level Rp3.800-4.400. “Level tersebut bisa terjadi jika harga listing di level Rp3.900,” tuturnya.

Setelah itu, saham BUMI akan bergerak fluktuatif berdasarkan kekuatan market bursa London . “Saya rekomendasikan strong buy. Sebab, tinggal beberapa hari kerja lagi untuk memasuki bulan April,” imbuh Willy. [mdr]

Sabtu, 19/03/2011 15:06 WIB
Naik Tiga Kali Lipat, Bakrie Plantation Raup Laba Rp 805 Miliar
Angga Aliya – detikFinance

Jakarta – PT Bakrie Sumatra Plantation Tbk (UNSP) tumbuhkan laba lebih dari 3 kali lipat di tahun 2010 menjadi sebanyak Rp 805,63 miliar. Sebelumnya di tahun 2009, laba salah satu perusahaan Grup Bakrie hanya sebesar Rp 252,78 miliar.

Seperti dikutip dari laporan keuangan perseroan, Sabtu (19/3/2011), peningkatan laba tersebut disokong oleh pertumbuhan pendapatan yang tercatat sebesar Rp 3 triliun di tahun 2010, dari sebelumnya pada periode yang sama Rp 2,32 triliun.

Dengan adanya kenaikan laba tersebut, maka laba bersih per saham dasar perseroan pun naik, dari Rp 66,73 per lembar di 2009 menjadi Rp 67,56 per lembar saham di akhir tahun lalu.

Perseroan juga mencatat lonjakan aset di tahun 2010 menjadi sebesar Rp 18,5 triliun, padahal di tahun 2009 hanya sebesar Rp 5 triliun.

Naiknya total aset perseroan disebabkan oleh akuisisi Agri International Resources Pte Ltd, PT Monrda Intan Barakat, PT Citalaras Cipta Indonesia, PT Julang Oca Permana, PT Domas Agrointi Perkasa, PT Domas Sawitinti Perdana, PT Flora Sawita Chemindo, PT Sarana Industama Perkasa, PT Domas Agrointi Prima dan PT Sawitmas Agro Perkasa di bulan Maret, April, Mei, Juni dan Desember 2010.

Sayangnya, peningkatan kinerja perseroan itu tidak sejalan dengan pertumbuhan harga saham UNSP karena sudah turun 32,75% sepanjang tahun 2010. Harga saham UNSP di akhir 2009 berada di Rp 580 per lembar, sementara di akhir 2010 hanya Rp 390 per lembar.

Pada perdagangan kemarin, saham UNSP ditutup naik 10 poin ke posisi Rp 350 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 609 kali dengan volume 103.134 lot senilai Rp 18 miliar.

(ang/ang)

Laba Bersih Bakrie Sumatera Naik 218% di 2010

Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Sabtu, 19 Maret 2011 | 12:30 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) (konsolidasi) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 218,71% menjadi Rp805,63 miliar di 2010 dari Rp252,78 miliar pada 2009.

Dalam laporan keuangan publikasi Perseroan dijelaskan kenaikan laba bersih di 2010 ini disebabkan kenaikan laba usaha sebesar 80,72% menjadi Rp849,96 miliar dari 2009 yang hanya mencapai Rp470,32 miliar. Di 2010 Perseroan juga meraup laba penghapusan bunga pinjaman sebesar Rp525,98 miliar, sementara di 2009 laba ini tidak ada.

Laba selisih kurs di 2010 juga naik menjadi Rp207,56 miliar dari 2009 yang mencapai Rp138,01 miliar. Selain itu, penghasilan bunga di 2010 juga naik menjadi Rp61,24 miliar dibanding perolehan 2009 sebesar Rp2,95 miliar.

Penjualan bersih naik menjadi Rp3 triliun di 2010 dari Rp2,32 triliun di 2009. Tapi, Perseroan juga masih mencatatkan kewajiban senilai Rp9,95 triliun di 2010, sementara ekuitasnya mencapai Rp8,32 triliun.
BUMI membukukan penjualan batubara senilai US$ 4,2 miliar atau Rp 37,38 triiliun pada tahun 2010 lalu, meningkat 31,25% dibandingkan dengan penjualan 2009 sebesar US$ 3,2 miliar. BUMI menargetkan pemangkasan utang senilai US$ 700 juta pada tahun ini. Penjualan batubara tahun lalu berkisar 60 juta ton dengan harga jual rata-rata US$70-71 per ton.

Sumber : IPS RESEARCH

UPDATE 1-Indonesia ready to provide more coal to Japan-association

*
* Share this
* Link this
* 0diggsdigg
* Email
* Print

Related Topics

* Myanmar »
* Indonesia »
* Utilities »

Tue Mar 15, 2011 5:33am EDT

(Adds quote, background)

JAKARTA, March 15 (Reuters) – Indonesia, the world’s largest exporter of thermal coal, stands ready to provide additional coal to Japan to meet an expected surge in demand, said an official at the Indonesian Coal Mining Association on Tuesday.

Japan faces a potential catastrophe after a quake-crippled nuclear power plant exploded and sent low levels of radiation floating towards Tokyo.

Japan’s coal-fired generators are already working close to capacity and can’t boost output or imports to make up for lost nuclear power after Friday’s earthquake.

But as Japan struggles to fill that gap, its additional demand for coal is likely to be limited to 5-10 million tonnes over the rest of the year — about 4 to 8 percent of total annual demand.

“We are ready to provide additional coal to Japan to meet the expected surge in coal use following the shutdown of the country’s nuclear power plants,” said Kaz Tanaka, vice chairman of the Indonesian Coal Mining Association in an emailed statement.

He did not say how much spare production Indonesian producers have.

Indonesia ships more than 70 percent of coal to the Asian market, with Japan the top buyer. But Japan prefers to source more from Australia because of the consistency of Australia’s coal quality.

Traders said there may not be a surge in coal demand from Japan in the short-term as many industrial and residential consumers had been damaged by the tsunami which would cap demand for electricity.

But in the long-term, Japan’s coal demand may increase as nuclear power plants damaged by the earthquake may not restart anytime soon, said one trader. Most Indonesian producers also had limited cargoes to meet short-term demand as producers normally have contracted their production until the first quarter of the year, but it may be able to fill the gap for the long-term, traders said.

PT Bumi Resources , Asia’s top thermal coal exporter, sees coal prices and demand going up in the medium term after the earthquake of Friday, Dileep Srivastava, a company director, said on Monday. Industry officials have said Indonesia expects to produce 340 million tonnes of coal this year, up from an estimated 310 million tonnes in 2010 as miners ramp up production on higher prices. (Reporting by Fitri Wulandari; Editing by Neil Chatterjee)
gw kutip komentar pembaca inila.com soal KETERLALUAN ANALIS @BUMI, SEAKAN-AKAN ADA UDANK di balik BAKWAn😛 …
edie iskandar @ Kamis, 17 Maret 2011 | 08:06 WIB
Sudahlah pak jangan komentar NAIK terus, kita2 malah susah BUMI-nya gak NAEK2 sebulan ini gara2 pandangan para analis kayak kalian ini…silent please….
BUMI Cocok ‘Trading Buy’

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Jumat, 18 Maret 2011 | 03:21 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI, Jumat (18/3) diprediksi mengalami technical rebound. Secara teknikal, saham ini ditutup di atas harga pembukaannya kemarin. BUMI cocok trading buy!

Praska Putrantyo, analis Infovesta Utama mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini karena faktor teknikal, positifnya sentimen market dan kecenderungan kenaikan harga batu bara. Dia merekomendasikan trading buy saham ini untuk hari ini saja.

Sebab, tren pergerakannya, masih sideways. “Belum ada tren pergerakan naik atau turun. Itu yang saya lihat dalam sepekan terakhir sehingga cocok untuk trading,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Kamis (17/3), saham BUMI ditutup melemah Rp25 (0,82%) jadi Rp3.000 dibandingkan sebelumnya di level Rp3.025. Harga intraday tertingginya mencapai Rp3.000 dan terendah Rp2.925. Volume transaksi mencapai 61,9 juta unit saham senilai Rp184,3 miliar dan frekuensi 1.594 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah melemah ke level Rp3.000, bagaimana Anda memperkirakan, laju saham BUMI akhir pekan ini?

Bepotensi menguat. Salah satunya karena faktor harga batu bara yang cenderung naik meski tidak signifikan. Berdasarkan harga mingguan di Newcastle, harga batu bara bertenger di level US$129,60 per metrik ton.

Pada saat yang sama, krisis nuklir di Jepang, juga memicu ekspektasi peralihan energi dari nuklir ke batu bara atau minyak mentah. Tapi, alternatif yang murah dan aman adalah batu bara. Karena itu, harga batu bara ke depannya juga cenderung naik.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI berpeluang mengarah ke level resistance Rp3.075 dan Rp2.950 sebagai level support-nya.

Apakah faktor teknikal juga mendukung kenaikan saham BUMI?

Ya. Sebab, harga penutupan kemarin di level Rp3.000 lebih tinggi dari harga pembukaannya Rp2.975. Lalu, jika dilihat dari pergerakannya dalam sepekan terakhir, saham BUMI tampak tidak terimbas faktor Jepang yang didera gempa 9 skala richter, lalu disusul tsunami dan bocornya reaktor nuklir.

Memang terjadi koreksi tapi tidak setajam saham-saham lain yang melemah hingga 3-4% dalam tiga hari terakhir. Harga paling rendahnya saham ini di level Rp2.900 dan Rp3.100-3.125 sebagai level tertingginya sehingga saham ini sideways. Karena itu, saham BUMI masih potensial naik lebih jauh.

Bagaimana dengan sentimen market?

Berpeluang positif. Sebab, bursa Eropa dibuka menguat kemarin yang dipicu terjadinya bargain hunting pada saham-saham yang sudah mengalami tekanan jual signifikan. Pelemahan IHSG kemarin lebih dipicu oleh faktor Jepang. Pasar khawatir krisis nuklir semakin memburuk. Tapi, hari ini cenderung menguat dan berpeluang bergerak di kisaran support 3.475 dan 3.550 sebagai level resistance-nya.

Adapun sektor saham yang berpeluang jadi penggerak indeks hari ini adalah sektor industri baja-logam, crude palm oil (CPO) dan batubara karena kecenderungan kenaikan harganya. Termasuk juga BUMI yang berpeluang turut menggerakkan sektornya.

Sedangkan sektor logam, dipicu adanya ekspektasi tingginya permintaan dari Jepang untuk rehabilitasi pascabencana. Begitu juga dengan BUMI. Selama ini, terhambatnya penguatan saham ini, karena situasi market yang tidak kondusif akibat bencana Jepang.

Adafaktor lain lagi yang mendukung penguatannya?

Kekacauan di Timur Tengah yang sudah menjalar ke Bahrain juga mengerek naik harga minyak mentah dunia yang saat ini kembali bertenger di level US$100,15 per barel untuk jenis light sweet. Ini juga jadi sentimen positif bagi BUMI.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan trading buy saham BUMI untuk hari ini saja. Sebab, tren pergerakannya yang masih sideways. Belum ada tren pergerakan naik atau turun. Itu yang saya lihat dalam sepekan terakhir sehingga cocok untuk trading.

Selama sepekan terakhir, pergerakan saham BUMI relatif datar di kisaran Rp2.925 hingga Rp3.125. Karena itu, trader bisa bermain trading di area sideways-nya itu. Beli di level Rp2.925 hingga Rp2.950. Lalu, dijual kembali di level Rp3.075 hingga Rp3.100. Range pergerakkannya memang relatif sempit akibat situasi krisis nuklir di Jepang. [mdr]

Oleh: Ahmad Munjin
Kamis, 17 Maret 2011 | 04:07 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI, Kamis (17/3) diprediksi sideways seiring kondisi market yang belum kondusif akibat tsunami Jepang. Para trader, bisa meraih untung hingga 7%. Buy on weakness!

Tommy Yu, technical analyst dari Jsxpro.com mengatakan, potensi sideways-nya saham PT Bumi Resources (BUMI.JK) hari ini karena sentimen market yang kurang kondusif. Tapi, meski mendatar, kisaran pergerakan saham sejuta umat ini sangat lebar sehingga sangat menguntungkan bagi trader jangka pendek.

Sebab, trader bisa bermain cepat. Membeli saham BUMI hari ini, lalu besok atau lusa bisa menjualnya kembali. Jika trader beli di level support Rp2.925 dan dijual di level Rp3.100, bisa meraih gain senilai Rp175 hingga Rp200 per saham. “Artinya, trader sudah untung 6-7%. Trader bisa mengambil untung lumayan dari saham BUMI,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Rabu (16/3) saham BUMI ditutup stagnan di level Rp3.025. Harga intraday tertingginya mencapai Rp3.050 dan terendah Rp2.975. Volume transaksi mencapai 57,2 juta unit saham senilai Rp171,6 miliar dan frekuensi 1.930 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah ditutup stagnan di level Rp3.025, bagaimana Anda memperkirakan, laju saham BUMI hari ini?

Bepotensi sideways, mendatar. Ini dipicu sentimen regional. Market terpengaruh sentimen bencana Jepang. Gempa 9 skala richter Jumat (11/3) pekan lalu memicu gelombang Tsunami yang menyapu negeri Sakura itu dan meyebabkan bocornya reaktor nuklir. Karena itu, pergerakan saham BUMI saat ini masih ranging (bolak balik) atau sideways hingga pertengahan pekan depan.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI.JK akan bergerak di area support Rp2.925-2.900 dan Rp3.125-3.150 sebagai level resistance-nya. Kisaran tersebut, berlaku hingga lima hari atau lima candle ke depan dengan kecenderungan menguat. Tapi, dalam dua hari ini saham ini masih berpeluang sideways.

Bagaimana pengaruh sentimen Jepang di pasar?

Sentimen Jepang, hanya akan berpengaruh dalam jangka pendek. Selebihnya, justru menjadi sentimen positif bagi saham-saham di sektor batu bara termasuk BUMI. Sebab, penghentian operasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Jepang, justru bakal memicu peningkatan permintaan batu bara dari Indonesia. Karena itu, pergerakan saham BUMI pun ke depannya cenderung menguat. Artinya, saat ini, secara tren, posisi saham sejuta umat ini sudah aman.

Hingga level berapa potensi penguatan saham BUMI?

Apabila saham BUMI bisa menembus level resistance Rp3.125-3.150, bisa melanjutkan penguatan ke level resistance berikutnya Rp3.300. Level resistance Rp3.150, berpeluang diuji akhir pekan ini, Jumat (18/3). Setelah itu, pekan depan jika tidak ada halangan, saham BUMI bisa menuju level Rp3.300.

Bagaimana jika level support yang justru ditembus?

Pasar harus memastikan hingga penutupan di pekan ini. Pasar harus waspada, jika saham ini justru menembus level support Rp2.925-2.900 ke level support beriktunya Rp2.875-2.850. Meski kecil kemungkinannya, peluang turun ke level support berikutnya tetap ada. Pasar harus hati-hati karena level tersebut berbahaya. Jika tembus, saham BUMI bisa turun ke level Rp2.700.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Saya rekomendasikan buy on weakness di level Rp2.925-Rp2.900. Begitu juga bagi investor jangka panjang. Bisa buy on weakness atau hold saja bagi yang sudah memiliki saham sejuta umat ini. Sebab, up trend saham BUMI belum terpatahkan.

Bagaimana strateginya?

Bagi trader (jangka pendek), saya sarankan untuk membeli di level support tadi dan bisa menjual kembali di level Rp3.100-an. Begitu seterusnya secara berulang-ulang. Sebab, selama saham ini bergerak sideways, tidak akan bergerak ke mana-mana sebelum tembus level resistance atau support-nya itu.

Karena itu, bagi trader bisa bermain cepat. Artinya, beli saham BUMI hari ini, lalu besok atau lusa bisa menjualnya kembali. Apalagi, range pergerakannya sangat lebar. Jika trader beli di level Rp2.925 dan dijual di level Rp3.100, bisa meraih gain senilai Rp175 hingga Rp200 per saham. Artinya, trader sudah untung 6-7%. Jadi, trader bisa mengambil untung lumayan dari saham BUMI. [mdr]
IHSG Terpangkas 45 Poin
Jumat, 11 Maret 2011 | 17:12

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini (11/3), ditutup turun 45,420 poin (1,27%) ke level 3.542,228. Indeks LQ 45 juga melemah 10,265 poin (1,60%) ke level 631,499.

IHSG ikut terimbas pelemahan bursa regional, termasuk shock setelah terjadinya gempa dan tsunami di Jepang. Indeks Komposit Shanghai, misalnya, merosot 21,54 poin (0,73%) ke level 2.935,61. Sedangkan Indeks Hang Seng turun 365,11 poin (1,55%) ke level 23.249,78, Indeks Nikkei-225 anjlok 179,95 poin (1,72%) ke level 10.254,43, dan Indeks Straits Times melemah 33,08 poin (1,08%) ke level 3.042.36.

IHSG pada awal perdagangan langsung melemah mengikuti pelemahan bursa-bursa regional, mengekor kejatuhan bursa Wall Street. Pelemahan bursa regional terjadi akibat naiknya harga minyak dipicu aksi demonstrasi di Arab Saudi.

Saham-saham yang turun harganya antara lain Bumi Resources (BUMI) turun Rp 50 menjadi Rp 3.000, dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 200 menjadi Rp 6.150. Harga saham Astra International (ASII) juga turun Rp 1.900 menjadi Rp 54.400, dan Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 7.300.

Saham yang naik harganya antara lain Kalbe Farma (KLBF) naik Rp 50 menjadi Rp 3.100, Energi Mega Persada (ENRG) naik Rp 6 menjadi Rp 125, dan Garuda Indonesia (GIAA) naik Rp 30 menjadi Rp 530.
Target Saham BUMI Rp5.500 Akhir Juni

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Kamis, 10 Maret 2011 | 05:21 WIB
… namanya juga analis profesional, aka bayaran, tergantung siapa yang bayar lah😛 … well, ingat hukum rumor bursa aja lah … ketidakpastian adalah unsur PALING UTAMA dalam kepastian bermaen saham bo😛 …

INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI, Kamis (10/3) diprediksi menguat seiring peluang meroketnya harga batu bara ke level US$150 per metrik ton. Hingga akhir Juni 2011, saham ini ditargetkan berada dilevel Rp5.500.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, peluang meroketnya harga batu bara menjadi alasan utama penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI). Sebab, harga batu bara terdongkrak kenaikan harga minyak yang dipicu oleh gejolak Timur Tengah dan pelemahan dolar AS.

Karena itu, menurut Irwan, saham sejuta umat ini berpeluang mengarah ke level resistance Rp3.150 dan Rp3.000 sebagai level support-nya. “Saya rekomendasikan beli saham BUMI dengan target Rp5.200-5.500 di akhir Juni 2011,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Rabu (9/3), saham BUMI ditutup stagnan di level Rp3.050. Harga tertingginya mencapai Rp3.100 dan terendah Rp3.025. Volume transaksi mencapai 59,4 juta unit saham senilai Rp182,02 miliar dan frekuensi 1.577 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah ditutup stagnan di level Rp3.050, bagaimana Anda memperkirakan, laju saham BUMI hari ini?

Berpotensi naik. Ini terutama karena potensi terus meroketnya harga batu bara. Ekspektasi itu, seiring laju kenaikan harga minyak mentah dunia yang tak terbendung. Saat ini, harga batu bara bertenger kokoh di level US$129 per metrik ton berdasarkan harga mingguan di Newcastle.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI berpeluang mengarah ke level resistance Rp3.150 dan Rp3.000 sebagai level support-nya.

Selain faktor harga batu bara?

Investor dari Timur Tengah berburu saham-saham pertambangan di emerging market termasuk RI. Terutama saham-saham yang berkapitalisasi besar dan likuid seperti BUMI. Sebab, Timur Tengah sedang mengalami pergolakan politik sehingga tidak nyaman untuk investasi.

Negara-negara yang menganut sistem monarki seperti Arab Saudi dan Yordania, terancam tertular pemberontakan seperti yang terjadi di Libya. Semua kondisi itu memicu peralihan investor ke Indonesia dan membuat harga minyak meroket.

Bukankah kenaikan harga minyak ke atas US$100 per barel, justru jadi sentimen negatif di market?

Tidak. kenaikan harga minyak, tidak memicu sentimen negatif terutama efek lanjutannya yaitu ancaman inflasi seperti yang dikhawatirkan banyak kalangan. Sebab, suku bunga di dalam negeri masih rendah. Kalau suku bunga tinggi baru jadi ancaman.

Apalagi, BBM di dalam negeri masih disubsidi. Selama disubsidi, pengaruh kenaikan harga minyak tetap positif bagi market. Kekhawatiran inflasi dari harga minyak hanya berlaku untuk negara-negara maju. Karena itu, saham-saham sektor pertambangan justru diuntungkan. Sebab, tidak ada yang bisa memprediksi, hingga level berapa tren kenaikan harga minyak.

Selain faktor Libya, apalagi yang bisa mendongkrak harga minyak?

Pelemahan nilai tukar dolar AS. Semakin lemah mata uang AS, semakin mahal harga minyak. Sebab, transaksi minyak dalam denominasi dolar AS.

Kalau begitu, hingga level berapa peluang kenaikan harga minyak?

Saya memperkirakan, harga minyak bisa mencapai US$150 per barel dalam waktu dekat. Harga batu bara pun bisa mencapai level tersebut. Apalagi, saat ini, dolar AS sudah ditransaksikan melemah tajam terhadap euro ke level US$1,40 per euro. Karena itu, harga minyak punya peluang menguat ke level US$170 per barel.

Sebab, pada 2008 harga minyak telah mencapai level tertinggi US$147 per barel. Kondisi itu, sangat positif bagi saham BUMI karena secara fundamental emiten ini diuntungkan. Laba perseroan bisa naik berlipat akibat kenaikan harga batu bara.

Apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan beli saham BUMI dengan target Rp5.200-5.500 di akhir Juni 2011. [mdr]
BUMI Terbatas ke Level Rp3.100

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Selasa, 8 Maret 2011 | 05:03 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Selasa (8/3) diprediksi naik terbatas ke level Rp3.100. Pasar merespon positif rencana listing emiten ini di bursa London. Tapi, situasi market kurang kondusif. Buy on weakness!

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, terbatasnya penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini karena pasar merespon positif rampungnya tukar guling saham dengan Valar Plc. Pasar tinggal menuggu listed-nya emiten ini di bursa Londong.

Tapi, di sisi lain, situasi market kurang kondusif sehingga membuat orang enggan masuk ke bursa. Namun, jika diperhatikan dalam 2-3 bulan terakhir ini, saham BUMI sudah terkunci sehingga sudah susah untuk melemah lagi.

Sebab, saham ini sudah dimiliki investor dan hedge fund yang bermain untuk long term. “Karena itu, saham ini lebih besar peluang penguatannya daripada pelemahannya,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Senin (7/3) saham BUMI ditutup melemah Rp50 (1,65%) jadi Rp2.975 dibandingkan sebelumnya di level Rp3.025. Harga tertingginya mencapai Rp3.025 dan terendah Rp2.925. Volume transaksi mencapai 65,9 juta unit saham senilai Rp195,4 miliar dan frekuensi 1.502 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah melemah Rp50, bagaimana Anda memperkirakan, laju saham BUMI hari ini?

Saya tetap melihat potensi penguatan di saham PT Bumi Resources hari ini. Salah satunya, karena perseroan baru saja menyelesaikan tukar guling saham dengan Vallar Plc. Itulah yang ditunggu-tunggu oleh investor.

Pasar sekarang tinggal menunggu saham listed di bursa London. Karena itu, saham BUMI tetap atraktif. Saat ini, listing di London masih menggunakan nama Vallar Plc dan baru berubah nama April mendatang menjadi BUMI Plc.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI berpeluang mengarah ke level resistance Rp3.225 dan Rp2.900 sebagai level support-nya. Tapi, untuk Selasa (8/3) ini, penguatannya akan terbatas ke level Rp3.000-3.100.

Tapi, saham batu bara yang paling menarik saat ini adalah BUMI. Terbatasnya penguatan BUMI, karena kondisi market yang kurang kondusif akhir-akhir ini sehingga orang agak segan masuk ke pasar modal.

Namun, jika diperhatikan dalam 2-3 bulan terakhir ini, saham BUMI sudah terkunci sehingga sudah susah untuk melemah lagi. Saham ini sudah dimiliki investor, hedge fund di mana mereka bermain untuk long term. Karena itu, saham ini lebih besar peluang penguatannya daripada pelemahannya. BUMI cenderung menguat di atas Rp3.000.

Bagaimana dengan laporan keuangan perseroan full year 2010?

Pasar masih menanti laporan keuangan perseroan 2010. Saya memperkirakan terjadi kenaikan laba bersih emiten ini yang luar biasa seiring non-preemptive issue dan pelunasan berbagai utang yang telah dilakukan perseroan di penghujung 2010.

Bagaimana dengan harga batu bara?

Potensi penguatannya, juga mendapat dukungan dari harga batu bara yang sudah mencapai level tertingginya sehingga bisa menggerakkan saham-saham batu bara hari ini termasuk saham BUMI. Berdasarkan harga mingguan di Newcastle harga batu bara masih bertenger kuat di level US$129 per metrik ton dari sebelumnya US$131,71 per metrik ton.

Kalau begitu, apa yang memicu koreksi saham BUMI kemarin?

Itu hanya pelemahan sesaat. Pasalnya, kenaikan sebelumnya sudah terlalu tinggi dari level Rp2.550 ke level Rp3.150 sehingga terjadi konsolidasi sesaat dan hari ini bakal naik.

Apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan akumulasi beli di level support atau buy on weakness saham BUMI. Untuk long term saya sarankan strong buy. Dengan harga minyak di atas US$100, saham ini masih murah. [mdr]
BUMI Berada di Level Aman

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Senin, 7 Maret 2011 | 03:57 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI, Senin (7/3) diprediksi sideways. Meski begitu, pelaku pasar tak perlu khawatir sebab emiten ini berada di posisi aman.
Tommy Yu, technical analyst dari Jsxpro.com mengatakan, potensi mendatarnya (sideways) saham PT Bumi Resources (BUMI) awal pekan ini karena sudah berada dalam posisi resistance. Tapi, untuk melemah pun sulit karena dilihat dari trennya, saham ini berada dalam fase up trend.
Karena itu, di level Rp2.900 merupakan saat tepat untuk masuk. Begitu juga jika tembus resistance Rp3.200. Tapi, jika investor menginginkan harga murah, lebih baik beli di level support. Bagi yang sudah memiliki saham ini, hold saja.
“Investor tak perlu takut pada volatilitas hariannya. Investor jangka panjang, hanya perlu melihat tren pergerakkannya yang sudah berada di level aman saat ini,” katanya kepada INILAH.COM.
Pada perdagangan Jumat (4/3), saham BUMI ditutup melemah Rp50 (1,62%) menjadi Rp3.025 dibandingkan sebelumnya di level Rp3.075. Harga tertingginya mencapai Rp3.150 dan terendah Rp2.975. Volume transaksi mencapai 151,3 juta unit saham senilai Rp468,6 miliar dan frekuensi 3.331 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:
Setelah melemah 1,62%, bagaimana Anda memperkirakan, laju saham BUMI awal pekan ini?
Berpotensi mendatar (sideways). Sebab, secara teknikal BUMI berada di posisi resistance sehingga orang cenderung melakukan aksi profit taking. Tapi, untuk melemah pun ‘agak’ sulit karena berada dalam fase up trend.
Karena itu, lajunya awal pekan ini akan konsolidasi atau sideways. Meski sideways, saham BUMI paling menarik di antara saham-saham di sektor batu bara lain untuk awal pekan ini.
Akan bergerak di kisaran berapa?
Saat ini, saham BUMI memiliki level resistance Rp3.150-3.200. Sementara itu, level support-nya berada di area Rp2.900.
Sebelumnya, saya sudah mengatakan, jika BUMI tembus level psikologis Rp2.900, penguatannya akan terus berlanjut. Sebaliknya, jika ternyata tembus level Rp2.700 ke bawah, investor harus melepas saham ini. Tapi, ternyata level tersebut kuat sehingga tidak dapat ditembus ke bawah.
Apakah pola itu akan berlaku untuk pekan ini?
Ya. Saat ini pun, jika level resistance Rp3.150-3.200 berhasil ditembus ke atas, BUMI akan kembali coba menembus level resistance berikutnya ke level Rp3.300. Angka tersebut merupakan level tertinggi BUMI pada pekan pertama Januari 2011.
Tapi, jika tak cukup tenaga untuk menembus resistance ini, saham ini diperkirakan akan turun terlebih dahulu ke level Rp2.900. Karena itu, untuk awal pekan ini saham ini belum bisa dipastikan menguat atau melemah.
Meski begitu, investor tak perlu khawatir. Sebab, tren teknikal saham ini masih positif karena berada dalam posisi up trend. Candle saham ini membentuk pola yang semakin positif.
Sebab, posisi higher (higher high) dan lowernya (higher low) semakin tinggi. Hanya saja, emiten sejuta umat ini terkena resistance di level Rp3.150-3.200 sehingga pelaku pasar akan melakukan aksi jual (profit taking) terlebih dahulu di level-level tersebut.
Jika ditembus ke atas, justru akan menuju resistance 3.300. Jika tidak, akan ranging (konsolidasi atau sideways) di area Rp2.900-3.150. Untuk awal pekan ini, saham ini akan rangging terlebih dahulu. Tapi, level support dan resistance tadi jadi patokan pelaku pasar.
Dari sisi valuasi, apakah BUMI sudah jenuh beli?
Belum. Saham ini belum mengalami jenuh beli (overbouhgt). Meskipun, saham ini sudah menguat sejak 11 Februari 2011 ke level Rp2.725 dari level Rp2.600 sehari sebelumnya dan saat ini di atas Rp3.000.
Lantas, apa rekomendasi Anda?
Jika BUMI berada di level Rp2.900 merupakan kesempatan untuk melakukan aksi beli. Artinya, beli di level support (buy on weakness) bagi trader jangka pendek. Lalu, bagi treder yang membeli di level Rp2.900 itu, bisa menjual di level resistance Rp3.150-3.200.
Bisa juga, pelaku pasar melakukan strong buy atau buy on breakout jika tembus resistance Rp3.200. Sebab, peluang untuk tembus ke bawah Rp2.900 sangat tipis. BUMI sudah kembali ke dalam fase up trend setelah resistance Rp2.900 berhasil ditembus ke atas.
Bagaimana dengan investor jangka panjang?
Bagi investor jangka panjang, di level Rp2.900 merupakan saat tepat untuk masuk. Begitu juga jika tembus resistance Rp3.200. Tapi, jika investor menginginkan harga murah, lebih baik beli di level support Rp2.900.
Bagi yang sudah memiliki saham ini, saya menyarankan, hold saja dan tak perlu takut pada volatilitas hariannya. Investor jangka panjang, hanya perlu melihat tren pergerakkannya yang sudah berada di level aman saat ini. [mdr]
Credit Suisse Kucurkan Kredit US$602 Juta ke BNBR

Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
Pasar Modal – Minggu, 6 Maret 2011 | 08:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Credit Suisse AG, cabang Singapura (structuring agent) kucurkan pinjaman senilai US$601,75 juta kepada PT Bakrie & Brother Tbk (BNBR).

Direktur dan Corporate Secretary BNBR RA Sri Dharmayanti mengungkapkan bahwa pinjaman tersebut diperoleh perseroan bersama dengan perusahaan asal Nevis, Wet Indies Long Haul Holdings Ltd (LHH).

Dua perusahaan ini telah mendatangani credit agreement pada 2 Maret 2011 lalu untuk menerima fasilitas pinjaman (term loan facility) dengan total nilai US$1,345 miliar.

“Kewajiban perseroan berdasarkan perjanjian fasilitas terpisah dari kewajiban LHH dan hasil dari pinjaman tersebut berdasarkan perjanjian fasilitas terpisah dari kewajiban LHH dan hasil dari pinjaman tersebut sebagian besar digunakan untuk melunasi kewajiban-kewajiban perseroan yang ada pada saat ini,” ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (5/3).

Menurutnya, transaksi tersebut terbebas dari transaksi afiliasi. Namun masuk dalam transaksi material yang dikecualikan. [mre]
BNBR dan Long Haul Resmi Lepas 25% Saham BUMI

Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Jumat, 4 Maret 2011 | 16:45 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Long Haul Holding Ltd resmi melepas 25% kepemilikan di PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Hal ini disampaikan R.A Sri Dharmayanti, Direktur & Corporate Secretary BNBR dalam keterbukaannya ke BEI, Jumat (4/3). Dijelaskan, berdasarkan sale and purchase oh shares agreement tertanggal 16 November 2010, BNBR dan Long Haul menjual 5.193.350.000 lembar saham BUMI.

Pada 4 Maret 2011 (hari ini) telah terjadi crossing terhadap 2.847.458.634 lembar saham BUMI yang dimiliki BNBR dari custodian account BNBR di Credit Suisse ke custodian account Vallar di JP Morgan dan terhadap 2.345.891.366 lembar saham BUMI yang dimiliki Long Haul dari custodian account di Credit Suisse ke custodian account Vallar di JP Morgan. Transaksi ini semuanya dilakukan di Pasar Negosiasi.
Jumat, 04/03/2011 16:35 WIB
Gali Lubang Tutup Lubang, Bakrie Kembali Ngutang US$ 600 Juta
Angga Aliya – detikFinance

Jakarta – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Long Haul Holdings Ltd (LHH), suatu perusahan yang berkedudukan di Nevis, West Indies, mendapat fasilitas pinjaman US$ 1,345 miliar dari Credit Suisse AG, cabang Singapura sebagai Structuring Agent.

Menurut Sekretaris Perusahaan BNBR Sri Dharmayanti, jatah pinjaman yang menjadi hak perusahaan Grup Bakrie itu sebanyak US$ 601,75 juta.

“Hasil dari pinjaman itu sebagian besar digunakan untuk melunasi kewajiban-kewajiban perseroan yang ada saat ini,” katanya dalam keterbukaan informasi di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (4/3/2011).

Ia mengatakan, kewajiban perseroan dari perjanjian fasilitas pinjaman itu terpisah dari kewajiban LHH.
(ang/dnl)

BUMI memberi RETURN TERTINGGI LIAT AJA POSTING INI, YAITU STRATEGI TRADING dan BUY n HOLD @BUMI

BUMI memberi RETURN TERTINGGI LIAT AJA POSTING INI, YAITU STRATEGI TRADING dan BUY n HOLD @BUMI

Saham BUMI, Senin (28/2) diprediksi melanjutkan rally. Sebab, akhir Februari ini menjadi momentum rampungnya semua prosesi transaksi akuisisi Vallar PLc atas saham sejuta umat ini. Saatnya beli!

Praska Putrantyo, analis Infovesta Utama mengatakan, potensi pengutan saham PT Bumi Resources (BUMI) awal pekan ini terutama karena faktor Vallar Plc yang merampungkan prosesi akuisisi atau tukar guling atas saham sejuta umat pada Senin (28/2) ini.

Pekan lalu, Vallar dengan bangga mengumumkan kepada pemegang sahamnya melalui prospektus ringkas terkait dengan pencatatan saham Vallar Plc pada papan utama London Stock Exchange. Aksi itu dilakukan dalam rangka akuisisi yang dilakukan Vallar terhadap saham PT Bumi Resources.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1273502/akuisisi-vallar-rampung-bumi-siap-rally

Sumber : INILAH.COM

info UTANk bumi dan calon LABAnya

per tgl 170211
Target BUMI Rp5.000 di Awal Juli

Oleh: Ahmad Munjin.
Pasar Modal – Rabu, 23 Februari 2011 | 06:39 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI, Rabu (23/2) diprediksi menguat. Krisis politik di Libya bisa memicu kenaikan harga minyak ke level US$110 per barel. Ditargetkan Rp5.000 pada awal Juli 2011.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini terutama akibat melambungnya harga minyak mentah dunia sebesar US$7 per barel dalam sehari. Kondisi itu, diperkirakan mengerek naik harga batu bara ke level US$136 per metrik ton.

Di sisi lain, lanjutnya, sentimen market pun berpeluang positif karena potensi peralihan investor dari Timur Tengah ke emerging market Asia, AS dan Eropa. “Saya rekomendasikan buy on weakness saham BUMI di level support Rp2.650. Saya targetkan Rp5.000 akhir Juni atau awal Juli 2011,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Selasa (22/2), saham BUMI ditutup melemah Rp75 (2,70%) jadi Rp2.700 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.775, dengan intraday tertinggi mencapai Rp2.775 dan terendah Rp2.675. Volume transaksi mencapai 72,1 juta unit saham senilai Rp196,6 miliar dan frekuensi 1.649 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah melemah ke level Rp2.700, bagaimana Anda memperkirakan, laju saham BUMI hari ini?

Saya melihat potensi penguatan di saham PT Bumi Resources hari ini. Ini karena peluang melambungnya harga batu bara. Kondisi itu, menyusul kembali meroketnya harga minyak mentah dunia sebesar US$7 per barel ke level US$93,68 dalam sehari. Berdasarkan harga mingguan di Newcastle, harga batu bara menguat ke level US$126 per metrik ton dari harga pekan sebelumnya, US$122 per metrik ton.

Saya perkirakan, harga minyak mentah dunia, bisa mencapai US$110 per barel akhir bulan ini hingga pertengahan Maret. Dengan menguatnya harga minyak mentah dunia, harga batu bara bisa berpeluang naik ke level US$136 per metrik ton. Apalagi, penguatan tersebut terjadi di tengah pelemahan dolar AS. Karena itu, saham-saham batu bara seperti BUMI jadi defensif.

Akan bergerak di kisasran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.850 dan Rp2.650 sebagai level support-nya.

Kalau begitu, pelemahan kemarin hanya bersifat sementara?

Ya. Sebab, semua saham pun melemah akibat terimbas negatif krisis politik di Libya. Karena itu, hari ini saham BUMI berpeluang naik karena penguatan tajam harga batu bara. Karena itu, setelah melemah kemarin, jadi saat yang tepat untuk melakukan aksi beli di saham-saham batu bara seperti BUMI. Sebab, sisi lain dari kerusuhan di Libya justru memperkuat harga minyak mentah dunia dan batu bara.

Bagaimana dengan sentimen market?

IHSG hari ini, lmemang masih berpeluang melemah hingga 15 poin karena tekanan jual masih berlanjut. Tapi, setengah jam setelah itu akan langsung rebound. Kerusuhan di Timur Tengah, justru akan jadi sentimen positif bagi pasar Asia. Sebab, terjadi pelarian modal dengan negeri-negeri Gurun Pasir itu. Memang, di awal perdagangan, saham BUMI berpeluang mengalami tekanan jual. Tapi, setengah jam kemudian akan rebound. Sentimen market berpeluang positif.

Apalagi, indeks Dow Jones berpeluang menguat ke level 16.000 dari level 12.391 saat ini. Sebab, investor Timur Tengah juga beralih ke bursa AS dan Eropa. Ini akan jadi sentimen positif bagi bursa saham di Asia Pasifik termasuk IHSG. Investor Timur Tengah, beralih ke bursa Eropa terutama dari Aljazair. Mereka akan berburu saham di Perancis dan Jerman.

Seberapa lama peralihan itu akan terjadi?

Selama pergolakan di Timur Tengah masih terus terjadi. Kerusuhan di Timur Tengah diperkirakan baru akan pulih dalam 3-4 tahun. Sebab, sejauh ini, kerusuhan Timur Tengah terjadi di negara-negara Republik. Nantinya akan merembet ke negara-negara kerajaan seperti Saudi Arabia, Bahrain, Uni Emirat dan Kwait.

Apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Saya rekomendasikan buy on weakness saham BUMI di level support Rp2.650. Saya targetkan Rp5.000 akhir Juni atau awal Juli 2011. [ast]

BRMS Gandeng Perusahaan Afrika

Oleh:
Pasar Modal – Jumat, 11 Februari 2011 | 08:12 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Bumi Resources Minerals (BRMS) merencakanan akan ekspansi ke Afrika dengan menggandeng perusahaan lokal setempat bakal menjadi momentum penguatan saham.

Rencana ini akan mendorong saham BRMS menuju ke Rp1.000. Perseroan dikabarkan juga diuntungkan dengan masuknya Valar Plc ke induk usaha. Akibatnya fund manager asing memburu saham ini.

Pada perdagangan kemarin saham BRMS ditutup stagnan di level Rp630 dengan volume perdagangan mencapai 14.739 saham senilai Rp4,5 miliar sebanyak 249 kali transaksi.

Hingga akhir 2011, saham PT Bumi Resources (BUMI) bisa naik hingga 30% dari level Rp3.000. Saat ini harganya BUMI di posisi Rp2.650 per unit yang merupakan saat tepat aksi beli!

Pada perdagangan Rabu (9/2) saham BUMI ditutup melemah Rp75 (2,75%) jadi Rp2.650 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.725. Harga tertingginya mencapai Rp2.750 dan terendah Rp2.625. Volume transaksi mencapai 218,5 juta unit saham senilai Rp289,9 miliar dan frekuensi 2.417 kali.

Kepala Riset PT BNI Securities Norico Gaman mengatakan, untuk harian, dirinya tidak mengarahkan secara pasti laju saham PT Bumi Resources (BUMI). Tapi secara fundamental, BNI Securities masih memberikan rekomendasi beli dengan outlook positif kepada perusahaan tersebut.

Norico menargetkan harga Rp4.000 per saham dalam 12 bulan ke depan atau hingga akhir 2011 seiring positifnya pertumbuhan laba emiten tahun ini. “Prospek pertumbuhan laba BUMI ditopang kenaikan pesat harga batu bara,” paparnya.

Selain itu, lanjut Norico, langkah-langkah perusahaan untuk mengurangi struktur utangnya juga akan mendongkrak kinerja perusahaan. “Tahun ini saja, emiten ini diperkirakan akan melunasi utang senilai US$1 miliar ke China Investment Corporation (CIC),” imbuh Norico.

Kondisi itu, menurutnya, memberikan dampak positif pada penurutan debt to equity ratio (DER) perseroan. Angkanya bisa turun ke level 2,2 kali yang merupakan angka yang sehat untuk sebuah perusahaan publik. “Saat ini, DER-nya masih di atas 3,5 kali,” ucapnya.

Karena itu, dengan harga yang masih cukup rendah, dia masih melihat potential upside-nya hingga 30% dari level 3.000 ke depannya. Saat ini, harga BUMI di level Rp2.650. Apalagi, menurut Norico, tren harga batu bara masih menguat.

Pada saat yang sama, produksi batu bara di Australia juga melemah. Karena itu, jenis batu bara Indonesia harganya bisa mencapai US$85-90 per metrik ton. “Kondisi itu, sangat positif mendukung kondisi fundamental BUMI,” imbuh Norico.

Sumber : INILAH.COM
Saat Tepat Koleksi Saham BUMI

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Rabu, 9 Februari 2011 | 10:39 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI, Rabu (9/2) diprediksi melemah seiring tipisnya likuditas di market. Saat ini jadi momentum tepat untuk koleksi. Apalagi, laba bersih perseroan diprediksi naik hingga 40%.

Ukie Jaya Mahendra, analis Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) mengatakan, potensi pelemahan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini semata faktor market yang sedang mengalami tipisnya likuiditas. Dari sisi fundamantal tidak ada hal-hal yang bisa jadi tekanan bagi saham sejuta umat ini dengan laba bersih diperkirakan naik 40% di kuartal IV/2010.

Karena itu, untuk jangka panjang saham ini harus dikoleksi di level Rp2.650-2.600. Sebab, secara fundamental, emiten ini sangat positif. Tapi, bagi yang belum punya posisi, level Rp2.675 sudah layak beli. “Kalau ada harga yang murah seperti sekarang ini, merupakan saat yang tepat untuk beli,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Selasa (8/2) saham BUMI ditutup melemah Rp75 (2,67%) jadi Rp2.725 dengan intraday tertinggi Rp2.825 dan terendah Rp2.700. Volume transaksi mencapai 101,3 juta unit saham senilai Rp278,4 miliara dan frekuensi 2.908 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah tiga hari melemah, bagaimana Anda memperkirakan laju saham BUMI hari ini?

Masih berpotensi melemah. Sebab, likuiditas di market yang tidak terlalu tinggi. Saya kira, para investor yang merayakan imlek baik investor Indonesia, Hong Kong, Shanghai, maupun Taiwan masih libur hingga Cap Go Meh 18 Februari. Setelah itu, baru mereka akan mengambil posisi di market termasuk di saham BUMI.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level support Rp2.600 dan Rp2.825 sebagai level resistance-nya.

Bagaimana dengan fundamental market sendiri?

Secara fundamental, tidak ada faktor yang bisa memicu tipisnya likuiditas di market. Apalagi, BI rate sudah dinaikkan ke level 6,75%. Belum lagi ada lima saham perbankan yang sangat positif kinerjanya di Indonesia. Karena itu, dari sisi fundamental tidak ada yang perlu dikhawatirkan di market. Di sisi lain cadangan devisa RI hampir tembus US$100 miliar. Asing pun saat ini sudah mulai masuk di SUN dan saham perlahan.

Fundamental BUMI sendiri bagaimana?

Sangat positif dengan recovering utang selama ini baik akhir tahun lalu maupun di kuartal pertama tahun ini. Karena itu, rasio utang BUMI sangat sehat ke depannya karena mengalihkan utang jangka pendek menjadi utang jangka panjang. Secara bisnis sangat bagus. Eksplorasi batu baranya pun, terus berjalan sehingga laba operasional sangat baik untuk BUMI.

Lalu bagaimana dengan laporan keuangannya di kuartal IV/2010?

Laporan keuangannya berdasarkan konsensus analis, potensial laba bersihnya naik hingga 40% (year on year). Memang, untuk menurunkan utang, menguras dana perseroan. Tapi, itu merupakan recovery utang sehingga sangat positif untuk jangka panjang. Karena itu, beberapa analis menargetkan saham BUMI di level Rp4.000.

Apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Untuk jangka panjang saham ini harus dikoleksi. Sebab, secara fundamental, emiten ini sangat positif. BUMI bisa dikoleksi di level Rp2.650-2.600. Tapi, bagi yang belum punya posisi, level Rp2.675 sudah layak beli. Kalau ada harga yang murah seperti sekarang ini, merupakan saat yang tepat untuk beli. [ast]
Inilah 5 Pemegang Saham Terbesar BUMI

Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Selasa, 8 Februari 2011 | 13:36 WIB

INILAHCOM, Jakarta – Per 31 Januari 2011, Bumi Resources Tbk (BUMI) akhirnya memiliki pemegang saham besar.

Dalam keterbukaannya ke BEI, Selasa (8/2) disebutkan setidaknya ada 5 pemegang saham terbesar BUMI saat ini.

Kelima pemegang saham tersebut adalah
Credit Suisse AG Singapore Branch memiliki 1,05 miliar saham atau sebesar 5,05%,
Glencore International AG sebanyak 968,44 juta (4,66%), Interventures Capital Pte Ltd 769,39 juta (3,7%), Raiffeisen bank International 760,77 juta saham (3,66%), dan
Credit Suisse International 624,33 juta saham (3,01%).

Saham Tambang Untuk Sesi Dua

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Selasa, 8 Februari 2011 | 12:08 WIB

INILAH.COM, Jakarta – IHSG siang ini terpantau melemah. Kondisi ini diperkirakan berlanjut hingga penutupan. Namun, sesi dua, investor bisa cermati saham tambang logam yang didukung kenaikan harga komoditas di pasar internasional.

Pada sesi pertama perdagangan Selasa (8/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 6,10 poin (0,17%) ke level 3.481,607. Indeks saham unggulan LQ45 juga turun 1,25 poin (0,20%) ke angka 614,62.
Laju indeks siang ini kurang ramai, hanya didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 1,460 miliar lembar saham, senilai Rp1,535 triliun dan frekuensi 38.269 kali. Sebanyak 64 saham menguat, sedangkan 125 saham melemah dan 77 saham stagnan.
Tapi, pergerakan bursa, justru diwarnai aksi beli asing yang mencatatkan transaksi nilai beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp169,3 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp1,079 triliun sedangkan transaksi jual sebesar Rp910,4 miliar.
Mayoritas sektor saham melemah. Properti memimpin koreksi 0,77%, disusul aneka industri 0,71%, manufaktur 0,41%, industri dasar 0,39%, perdagangan 0,36%, perkebunan 0,29%, konsumsi 0,21% dan infrastruktur 0,11%. Sedangkan pertambangan dan sektor keuangan ditransaksikan stagnan.
Praska Putrantyo, analis Infovesta Utama memperkirakan, pergerakan indeks saham domestik hingga penutupan sore nanti akan melemah. “Indeks akan mengarah ke level support 3.469 dan 3.510 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (8/1).

Pelemahan indeks hari ini, menurutnya, semata dipicu faktor teknikal. Aksi profit taking dalam jumlah yang wajar dilakukan oleh investor. Sebab, indeks sudah menguat berturut-turut, sejak 1-4 Februari. “Apalagi, pada perdagangan kemarin, candlestick teknikalnya menunjukkan pola shooting start. Hal itu, tanda reversal untuk melemah sudah cukup kuat,” paparnya.

Pada saat yang sama, lanjut Praska, penguatan indeks di pekan lalu tidak diiringi dengan besarnya volume transaksi. “Jadi, semua koreksi hari ini lebih karena sentimen teknikal, seingga wajar investor banyak yang melakukan profit taking,” ucapnya.

Namun demikian, karena faktor teknikal, pelemahan indeks hari ini tidak akan signifikan. Indeks hanya akan melemah moderat di kisaran 0,3%. “Pelaku pasar saat ini sedikit rehat dengan melakukan aksi profit taking sesaat,” ujarnya.

Selain itu, pasar juga menantikan earning season (laporan keuangan perusahaan-perusahaan publik) yang efeknya di pasar baru akan terasa pada akhir Febuari atau awal Maret. “Pergerakan saat ini, murni faktor teknikal dan pasar mencermati laju bursa regional,” imbuhnya.

Dalam situasi ini, Praska merekomendasikan positif saham-saham sektor pertambangan terutama logam timah dan nikel karena harga komoditas ini yang cenderung naik. Harga timah saat ini merangkak naik ke level US$31.300 per ton. Sedangkan nikel di level US$28,300 per ton.

Saham-saham pilihannya adalah PT Timah (TINS), PT International Nickel Indonesia (INCO), PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Perusahaan Tambang Bukit Asam (PTBA). “Saya rekomendasikan trading buy saham-saham tersebut,” tuturnya. [ast]
Rumor ‘Downgrade’ Tekan BUMI

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Minggu, 30 Januari 2011 | 09:09 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Sepekan ini, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan koreksi 4,2%. Meski sempat ditahan di level Rp3000, rumor bahwa sekuritas asing menurunkan rating saham perseroan, menekan laju BUMI.

Pada Senin (24/1), BUMI ditutup menguat Rp25 ke Rp3.025. Posisi ini bertahan hingga perdagangan keesokan harinya, sebelum akhirnya turun ke Rp3.000. Meskipun sempat menguat lagi ke Rp3.025, BUMI di penghujung pekan harus terjerembab di Rp2.875.

Cece Ridwanullah, analis Ekokapital Securities mengatakan, saham BUMI di awal pekan cenderung di tahan di level 3.000. Meskipun volume produksi akan berkurang karena tingginya curah hujan, BUMI diuntungkan ekspektasi laporan keuangan kuartal empat 2010 yang diperkirakan positif. “Rumor di pasar mengatakan, laporan keuangan BUMI cukup bagus,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Emiten ini juga mendapat angin segar dari harga batu bara yang naik di 2010 dan estimasi pasar terkait kontrak batu bara BUMI di kuartal empat. “Sebab, kontrak batubara yang dilakukan 3 bulan memiliki harga yang cukup tinggi, “katanya.

Sementara Kepala Riset PT Universal Broker Satrio Utomo mengatakan, koreksi BUMI di akhir pekan, dipengaruhi rumor bahwa Goldman Sach menurunkan rating dan target price terhadap saham BUMI. Hal itu membuat harga saham BUMI melemah ke level 2.875 pada Jumat (28/1), “Ada tekanan jual sehingga saham BUMI melemah,” kata Tommy dihubungi terpisah.

Senada dengan Vice President Research PT Valbury Securities Nico Omer J, yang menilai bahwa rumor sekuritas asing tersebut telah menekan saham BUMI. Selain itu, pelemahan anak usaha Bakrie ini juga dipicu penurunan harga komoditas, seperti harga batu bara yang turun ke US$130 per ton dan harga minyak turun ke US$85 per barel. “Hal ini karena banjir di Queensland telah mereda,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Adapun koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) yang melemah 0,77% ke level 3.487 pada penutupan perdagangan saham Jumat (28/1),membuat beberapa sektor saham mengalami penurunan termasuk sektor batu bara,”Kondisi ini tidak terkecuali menimpa BUMI,” katanya.

Tommy menambahkan, sebenarnya kepemilikan asing di saham BUMI saat ini mulai berkurang, sehingga pergerakan saham sejuta umat ini tidak lagi terlalu mengikuti pasar. Namun, ia menilai, saham BUMI masih menarik di level 2.500-2.700. “Investor masih bisa buy on weakness BUMI pekan depan,” tambahnya. [ast]
Segera Ambil Sikap di Saham BUMI!

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Kamis, 27 Januari 2011 | 10:47 WIB
INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Kamis (27/1) diprediksi konsolidasi menguat. Pasar harus segera mengambil sikap. Sebab, pada saat laporan kinerja 2010 dirilis, harga saham sejuta umat ini akan berlari.

Yuganur Wijanarko, senior researcher HD Capital mengatakan, meski laju saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini konsolidasi, ke depannya sangat prospektif. Sebab, proyeksi laba kuartal keempat 2010 akan positif seiring kenaikan tajam harga batu bara. Apalagi, 90% produksinya diperuntukkan ekspor dan harga batu bara diekspektasikan naik ke level US$400 per metrik ton.

Karena itu, Yuga menyarankan agar pelaku pasar segera mengambil keputusan di saham ini. Sebab, setelah laporan keuangannya dirilis, harga sahamnya pasti naik. “Sehari dirilis, laporan keuangannya, saham BUMI akan lari,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Rabu (26/1) saham BUMI ditutup melemah Rp25 (0,82%) jadi Rp3.000, dengan intraday tertinggi mencapai Rp3.050 dan terendah Rp2.975. Volume transaksi mencapai Rp58,9 juta unit saham senilai Rp177,2 miliar dan frekuensi 1.540. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah melemah ke level Rp3.000, bagaimana Anda memperkirakan, laju saham BUMI hari ini?

Saya melihat berpotensi konsolidasi dengan kecenderungan menguat. Sebab, akuisisi Vallar Plc atas emiten ini baru akan final pada Februari 2011. Artinya, tertunda sebulan dari target yang diumumkan pada November tahun lalu, yakni pada Januari ini. Realisasi aksi korporasi itu masih menunggu laporan keuangan BUMI untuk full year 2010. Karena itu, saham BUMI memang dijaga di level 3.075-2.875, dibuat naik tidak, turun juga tidak.

Akan bergerak di kisaran berapa?

Hari ini BUMI berpeluang mengarah ke level resistance Rp3.200-3.400 dan Rp2.950-2.825 sebagai level support-nya.

Lantas apa yang mendukung kecenderungan penguatannya?

Karena laporan keuangan BUMI kuartal keempat 2010 diperkirakan positif. Sebab, 90% porduksi batu baranya diperuntukkan ekspor. Dari sisi balance sheet, ini akan menaikkan proyeksi laba di tengah kenaikan harga batu bara akhir 2010.

Selain positifnya ekspektasi kinerja, emiten ini juga mendapat sentimen positif dari harga batu bara yang diperkirakan menguat hingga US$160 per metrik ton tahun ini. Angka ini sebenarnya masih konservatif. Pihak yang optimistis, harga batu bara diperkirakan bisa mencapai US$400 per metrik ton.

Apa yang bisa memicu kenaikan harga batu bara setinggi itu?

Sebab, produsen batu bara terbesar kedua setelah Indonesia adalah Australia yang saat ini sedang banjir parah. Setelah kering pun, batu baranya tetap akan basah sehingga produksinya rusak. Sedangkan produsen batu bara terbesar ada di Indonesia. Karena itu, dari sisi suplai ada batu bara yang hilang. Karena itu, harganya naik dengan sendirinya.

Bagaimana dengan perkiraan Anda sendiri terkait harga batu bara?

Saya perkirakan, harga batu bara bisa mencapai US$200 per metrik ton tahun ini. Sebab, saat ini pun harga batu bara sudah mencapai US$136 per metritk berdasarkan harga mingguan di Newcastle.

Bagaimana dengan sentimen market?

IHSG berpeluang melaju positif sehingga mendukung pergerakan saham BUMI. Sebab, indeks domestik sudah menembus level resistance psikologis di angka 3.500. Karena itu, tren penurunan indeks berubah jadi tren kenaikan jangka pendek hingga 3.700.

Karena itu, saya sarankan agar pelaku pasar segera mengambil keputusan di saham ini. Sebab, setelah laporan keuangannya dirilis, harga sahamnya pasti naik. Sehari dirilis, laporan keuangannya, saham BUMI akan lari. Meskipun, saat ini harga saham BUMI masih stabil di kisaran support-resistance tadi. Tapi, kalaupun melemah akan ditahan di level Rp2.950.

Apa rekomendasi Anda?

Saya merekomendasikan beli di level support 2.950-2.825 dengan target terdekatnya Rp3.200-3.400. Saya yakin BUMI tidak akan turun jauh di bawah support 2.825. [ast]
BTEL bakal meraup dana US$ 130 juta atau sekitar Rp 1,17 triliun dari hasil penerbitan obligasi global. Surat utang bertenor empat tahun dengan bunga 9,46%. BTEL akan menggunakan sebagian besar dana hasil emisi obligasi untuk membiayai capex tahun ini yang mencapai US$ 200 juta. Tahun ini, pendapatan kotor dan EBITDA Bakrie Telecom diperirakan sama dengan 2009. Pendapatan perseroan pada 2009 naik 22,5% menjadi Rp 3,44 triliun. Sedangkan EBITDA meningkat 54,2% dari 823 miliar menjadi Rp 1,27 triliun.

Sumber : IPS Research
Bakrie Kerjakan Pipa Gas Kepodang-Lorok
Selasa, 25 Januari 2011 | 19:52
JAKARTA – PT Bakrie & Brothers akan mengerjakan proyek pembangunan pipa gas bumi yang menghubungkan lapangan gas Kepodang di Laut Utara Jawa ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok, Semarang sepanjang 200 km selama 22 bulan.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Tubagus Haryono, di Jakarta, Selasa, mengatakan, dengan pembangunan dimulai pada tahun 2011, maka proyek pipa gas akan beroperasi tahun 2012. “Tahun depan, diharapkan gas sudah mulai mengalir,” katanya.

Menurut dia, ruas pipa gas Kepodang-Tambak Lorok merupakan bagian jalur Kalimantan-Jawa sepanjang 1.200 km yang konsesinya dimiliki Bakrie & Brothers.

Sedangkan ruas Kepodang hingga Kalimantan yang berjarak 1.000 km masih menunggu kepastian pasokan gasnya.

Seusai Keputusan Menteri ESDM Darwin Saleh, pekerjaan pipa gas Kepodang-Tambak Lorok menggunakan skema hilir. Alasannya, memberikan pendapatan pemerintah yang lebih tinggi dibandingkan skema hulu.

Keuntungan skema hilir lainnya adalah biaya pembangunan tidak masuk sebagai “cost recovery” sebagaimana halnya skema hulu.

Lapangan Kepodang berada di Blok Muriah yang dioperasikan Petronas. Pasokan gas direncanakan mencapai 110 juta kaki kubik per hari. (tk/ant)
Broker Asing Naikkan Target Price BUMI ke Rp4.300

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Rabu, 19 Januari 2011 | 05:30 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Beberapa broker asing telah meningkatkan target pricenya terhadap saham Bumi Resources Tbk (BUMI).
… baca juga hukum rumor (analisis) bursa : positif, yakin 40% saja

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan ini akan memicu harga saham BUMI akan melesat tajam dalam waktu dekat. Nomura Securities misalnya, menaikkan target pricenya terhadap saham BUMI ke level Rp4.300 dalam tahun ini. “Menurut perhitungan saya, di kuartal kedua, level tersebut bisa dicapai,” tandas Willy.

Sebelumnya, Citi Group, JP Morgan dan Credit Suisse juga menargetkan harga saham BUMI di atas level Rp4.000. “Saya rekomendasikan strong buy saham BUMI, karena masih menjanjikan ke depannya,” imbuh Willy. [cms]
Pergerakan saham BUMI, Jumat (14/1) diprediksi mendatar seiring kecenderungan laju market yang melemah. Sebab, belum ada dana baru yang masuk ke market. Hold saja!

Pengamat pasar modal Satrio Utomo mengatakan, potensi sideways-nya pergerakan saham PT Bumi Resources (BUMI) akhir pekan ini semata faktor market. Dia mengkhawatirkan, bursa saham domestik akan kembali melemah.

Menurutnya, laju market sangat menentukan pergerakan saham sejuta umat ini di akhir pekan. Sebab, saat ini belum ada dana baru yang masuk ke pasar. “BUMI akan bergerak dalam kisaran support Rp3.000 dan Rp3.250 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (13/1) malam.

Pasar saat ini, lanjut Satrio, tinggal melihat tren pergerakan saham batu bara thermal ini. Menurutnya, jika level Rp3.000 ditembus ke bawah menandakan tenaga penguatannya sudah habis. “Saham ini, berpeluang melemah ke level Rp2.700-2.500,” ucapnya.

Sebaliknya, jika tembus resistance Rp3.250 saham ini menyimpan tenaga untuk naik ke level Rp3.500. “Tapi, resistance itu sepertinya susah dicapai karena laju market cenderung melemah,” timpalnya.

Pada perdagangan Kamis (13/1), saham BUMI ditutup menguat Rp75 (2,43%) jadi Rp3.150 dibandingkan sebelumnya Rp3.075. Harga tertingginya mencapai Rp3.175 dan terendah Rp3.075. Volume transaksi mencapai 194,2 juta unit saham senilai Rp608,4 miliar dan fr

Sumber : INILAH.COM
Saham BUMI Jadi Primadona di 2011

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Rabu, 12 Januari 2011 | 10:33 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI, Rabu (12/1) akan searah dengan pergerakan IHSG. Saham ini jadi primadona tahun ini akibat melambungnya inflasi dan peluang kenaikan BI rate. Buy on support!

Cece Ridwanullah, analis Ekokapital Securities mengatakan, alasan pasar yang menjadikan saham PT Bumi Resources (BUMI) sebagai primadona adalah akibat tren kenaikan inflasi dan peluang kenaikan BI rate. Kedua faktor itu menurutnya akan mendongkrak harga-harga komoditas baik batu bara maupun crude palm oil (CPO).

Karena itu, sentimennya sangat positif bagi BUMI. Apalagi, di antara semua saham batu bara, saham sejuta umat ini belum naik signifikan. “Karena itu, hingga akhir Januari ini, bisa mencapai level Rp3.450,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Selasa (11/1), saham BUMI ditutup melemah Rp75 (2,47%) jadi Rp2.950, dengan intraday tertinggi mencapai Rp3.100 dan terendah Rp2.900. Volume transaksi mencapai 168,9 juta unit saham senilai Rp507,5 miliar dan frekuensi 2.873 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah melemah tiga hari terakhir, bagaimana Anda memperkirakan laju saham BUMI hari ini?

Saya melihat potensi pelemahan di saham PT Bumi Resources hari ini jika aksi jual asing di pasar domestik masih terus terjadi. Karena itu, laju saham BUMI sangat tergantung pada laju market regional, global dan domestik. Jika market positif, saham ini juga akan bergerak naik. Tapi, pasar secara umum sudah mulai stabil dan laju harga komoditas akan berpengaruh pada laju saham BUMI.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan bergerak dalam kisaran support Rp2.850 dan Rp3.250 sebagai level resistance-nya. Pada perdagangan kemarin, beberapa sekuritas mengakumulasi saham BUMI. Sebab, di 2011 yang jadi primadona setelah inflasi tinggi dan peluang kenaikan BI rate, adalah saham-saham komoditas baik batu bara maupun crude palm oil (CPO). Salah satunya adalah saham BUMI ini.

Kalau begitu, di level berapa target harga BUMI?

Meski saham BUMI dilanda aksi jual di level Rp3.000-an pada perdagangan kemarin, target price saham ini hingga akhir Januari di level Rp3.450. Sebab, harga mingguan batubara di Newcastle terus menguat ke level US$129,90 per metrik ton. Sektor batu bara seperti BUMI masih menjanjikan. Sebab, banyak hal yang memicu kenaikan harga batu bara. Di antaranya adalah banjir besar di Australia yang menghambat pasokan batu bara dunia.

Bagaimana dengan potensi tekanan jual hari ini?

Untuk Rabu (12/1) ini, kalaupun saham ini masih berpeluang dilanda profit taking tapi tidak akan setajam kemarin. Sebab, asing berpeluang mengambil posisi beli termasuk di saham BUMI setelah net sell hingga Rp4,5 triliun dalam empat hari terakhir perdagangan.

Apalagi, dengan melihat rupiah yang stabil di kisaran 9.030 per dolar AS setelah sempat melemah ke level 9.080, menandakan asing belum keluar dari pasar domestik. Asing justru akan beralih (switching) dari aset dolar AS ke saham-saham yang memang sudah murah seperti BUMI. Sebab, BUMI adalah salah satu saham yang menjadi incaran para investor. Di antara semua saham batu bara, saham BUMI belum naik signifikan dan mengalami koreksi kemarin. Karena itu, hingga akhir Januari ini, bisa mencapai level Rp3.450.

Apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Saya rekomendasikan, buy on support saham BUMI. [ast]
Saham BUMI bisa mencapai Rp4.200 akhir 2011 seiring kuatnya indikator-indikator fundamental. Salah satunya, pertumbuhan earning yang bisa mencapai 1.966%.

Janson Nasrial, pengamat pasar modal dari AmCapital Indonesia mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) untuk jangka menengah-panjang seiring kuatnya kondisi fundamental perseroan dan murahnya valuasi. Lihat saja, price earning ratio (PER) untuk 2011, masih murah di level 12,4 kali.

Sedangkan, estimasi return on equity (ROE) juga masih cukup tinggi 24,3%. Apalagi, pertumbuhan earning bisa melonjak hingga 1.966% (seribu sembilan ratus enam puluh enam persen) di 2011. “Semua itu, bisa mendongkrak harga saham BUMI untuk 2011 ini,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Jumat (7/1) saham BUMI ditutup melemah Rp150 (4,58%) ke level Rp3.125 dengan level tertinggi mencapai Rp3.250 dan terendah Rp3.100. Volume transaksi mencapai 144,8 juta unit saham senilai Rp456,7 miliar dan frekuensi 3.227 kali.

Sumber : INILAH.COM

Saham BUMI, Jumat (7/1) diprediksi naik. Faktor teknikal, kenaikan harga komoditas dan kembali masuknya fund manager asing ke pasar domestik menjadi katalisnya. Buy dengan target Rp4.000.

Pengamat pasar modal, Irwan Ibrahim mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) akhir pekan ini salah satunya karena faktor teknikal. Secara teknikal, menurut Irwan, saham sejuta umat ini sudah konsolidasi kemarin sehingga memungkinan mengalami rebound.

Di sisi lain, penguatannya juga, didukung mulai membesarnya volume transaksi mendekati level Rp400 miliar. “Karena itu, BUMI akan mengarah ke level resistance Rp3.400 dan Rp3.200 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (7/1) malam.

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup stagnan di level Rp3.275. Harga tertingginya mencapai Rp3.300 dan terendah Rp3.225. Volume transaksi mencapai 116,4 juta unit saham senilai Rp381,03 miliar dan frekuensi 2.182 kali.

Menurut Irwan, pada perdagangan kemarin, seharusnya saham BUMI melemah. Sebab, secara teknikal saham sejuta umat ini sudah overbought (jenuh beli). Apalagi, saham ini terus menguat sejak 3 Januari yang merupakan hari pertama perdagangan tahun ini. “Jadi, secara teknikal, seharusnya terjadi koreksi pada perdagangan Kamis (6/1),” ucapnya.

Dengan stagnan harga saham BUMI pada penutupan kemarin, berarti pelaku pasar tidak melakukan penjualan besar-besaran saham ini. “Padahal, harga minyak mentah dunia sempat melemah ke level US$89 per barel setelah mencapai US$92,” ungkapnya.

Untuk akhir pekan ini, menurut Irwan, penguatan harga batu bara ke level US$128 per metrik berdasarkan harga mingguan di Newcastle juga masih mendorong penguatan saham BUMI. Begitu juga harga minyak mentah dunia yang kembali mengarah ke level US$91 per barel setelah sempat melemah ke bawah level US$90.

Harga batu bara melesat ke level US$128 dari US$90 pada November 2010 lalu. Dia memperkirakan, tren harga batu bara akan naik terus ke level US$135-140 per metrik ton hingga akhir Maret 2011. Pada saat yang sama, dolar AS terus melemah terhadap mata uang lainnya.

Sumber : INILAH.COM
Awal Tahun, Saham Tambang Memimpin
Headline

Oleh: Asteria
Pasar Modal – Senin, 3 Januari 2011 | 14:48 WIB
TERKAIT

* Awal Tahun, Saham Tambang Memimpin
* Pasar Ingin Pastikan Posisi Utang BUMI
* January Effect & Harga Batu Bara Siap Lecut BUMI
* ADRO Naikkan Capex US$603-US$628 Juta pada 2011
* Inilah Daftar 10 ‘Top Foreign Sell’ Hari Ini

INILAH.COM, Jakarta – Saham sektor komoditas tampil mempesona di sesi pertama perdagangan awal tahun 2011. Terus membubungnya harga komoditas dan estimasi kinclongnya kinerja menjadi daya tariknya.

Pada perdagangan Senin (3/1) sesi pertama, sektor tambang terpantau melejit naik 3,01% ke 3.372,93. Kenaikan harga komoditas yang masih akan terus berlanjut, seiring cuaca buruk berkepanjangan, menjadi katalisnya.

Harga minyak mentah saat ini bertengger di US$91,66 per barel, sedangkan harga batu bara Newcastle pada periode yang berakhir pekan lalu, berada di level US$128,5 per ton.

Saham-saham sektor tambang pun membukukan peningkatan. Seperti PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) yang naik 4,43% ke Rp53.000, kemudian PT Bumi Resources (BUMI) yang menguat 4,13% ke Rp3.150, PT TB Bukit Asam (PTBA) naik 2,2% ke Rp23.450, PT Bayan (BYAN) naik 2,2% ke Rp18.400 dan Adaro Energy (ADRO) naik 1,9% ke Rp2.600.

Di tengah kondisi ini, Nico Omer VP dari Valbury Securities menyarankan investor untuk memusatkan perhatian pada perusahaan dengan penjualan dan laba bersih, dividend yield yang tinggi dan arus kas yang sehat. Salah satu saham yang direkomendasikan adalah PTBA. “Rekomendasi beli di harga rendah, dengan target harga bisa mencapai Rp25.600,” ujarnya.

Saham ini menarik seiring estimasi harga jual batu bara tahun ini yang bisa naik 10-15%. Perseroan menargetkan laba bersih 2011 sebesar Rp3 triliun, lebih tinggi dari perkiraan laba 2010 sebesar Rp2 triliun dan juga optimistis mampu memproduksi batu bara hingga 50 juta ton pada 2014.

PTBA kini sedang mengkaji kontrak gasifikasi batu bara dengan perusahaan asal Jerman, Lurgi, di Riau. Selain akan membangun tiga unit pembangkit listrik dan berencana meningkatkan kapasitas tampung batu bara di pelabuhan Tarahan Lampung sebanyak 12,5 juta ton per tahun menjadi 25 juta ton per tahun.

Untuk semua aksi korporasinya, perseroan memproyeksikan anggaran belanja modal 2011 sebesar Rp1,8 triliun, dimana sebagian untuk menuntaskan akuisisi 1 kuasa pertambangan dengan cadangan 135 juta ton. Sedangkan pada 2016, PTBA membidikkapasitas produksi 70 juta ton, didukung 3 jaringan kereta api pengangkut batu bara milik Bukit Asam Transpacific Railway (BATR), Adani Global, dan Kereta Api.

Terkait prospek harga batu bara yang menjanjikan, Yuganur Wijanarko dari HD Capital merekomendasikan saham Delta Dunia (DOID) dan United Tractors (UNTR). “Rekomendasi beli dengan target harga DOID mencapai Rp1.910 dan UNTR di Rp25.500,” ujarnya.

Saham DOID prospektif karena peralihan kontrak batubara US$500 juta ke Berau Coal memberikan sentiment positif,”Terutama untuk mempercepat proses perubahan tren jangka menengah (weekly) DOID dari negatif ke positif,” katanya.

Sedangkan untuk UNTR, kontribusi dari mining unit Pama dapat menaikan margin keuntungan 2011 sebesar 20%. Menurut Yuga, kenaikan harga batubara diatas US$115/ton selama ini akan positif, “Apalagi perseroan belum menaikan harga jual kontrak kedepan untuk disesuaikan ke harga acuan,” ucapnya.

Di sisi lain, tim riset Samuel Sekuritas menilai saham ADRO menarik, karena perseroan mempersiapkan dana sekitar Rp10 triliun untuk membiayai belanja modal, akuisisi dan investasi lainnya di 2011. “Kami tekomendasikan beli untuk ADRO,” katanya.

ADRO juga akan menggarap proyek OPCC (out of pit crushing conveyor) dengan total investasi mencapai US$250-300 juta dan pengerjaan proyek akan dimulai 2011-2012. Selain itu, perseroan akan melanjutkan proyek pembangkit listrik di mulut tambang berkapasitas 2×30 MW dengan total investasi US$160 juta. Tahun ini produksi batu bara perseroan diperkirakan meningkat sebesar 9.51% -14.3% menjadi 46 – 48 juta ton. [mdr]

Kenaikan harga komoditas dan January effect diprediksi dongkrak saham BUMI, Senin (3/1). Namun, pasar akan fokus pada laporan kinerja emiten untuk memastikan posisi utangnya.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, faktor January effect bersamaan dengan melambungnya harga batu bara ke level US$128 per metrik ton jadi katalis penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) di hari pertama perdagangan saham tahun ini. Tapi, sebagian pelaku pasar juga akan fokus pada laporan keuangan perseroan kuartal keempat atau full year 2010.

Rencananya, kinerja BUMI itu itu akan dirilis Januari ini. Pasar ingin memastikan, apakah utang-utangnya sudah berkurang banyak atau tidak. Sebab, terkait soal utang, pasar melihat simpang siur. “Setelah laporan keuanggannya dirilis, kesimpangsiuran itu bisa terabaikan,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan akhir tahun lalu, Kamis (30/12), saham BUMI ditutup melemah Rp50 (1,62%) jadi Rp3.025, dengan level tertinggi mencapai Rp3.075 dan terendah Rp3.000. Volume transaksi mencapai 174,4 miliar dan frekuensi 1.341 kali.

Sumber : INILAH.COM

Saham BUMI, Rabu (29/12) diprediksi menguat. Ekspektasi harga minyak mentah dunia ke level US$100 memicu akumulasi beli investor untuk bekal January Effect .

Aji Martono, pengamat pasar modal dari Capital Bridge Indonesia mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) terutama karena tingginya ekspektasi atas harga minyak mentah dunia yang bisa mencapai rata-rata US$100 per barel . Saham sejuta umat ini mendapat berkah dari kenaikan harga komoditas ini.

Karena itu, lanjut Aji, investor mengakumulasi saham ini untuk bekal January Effect awal 2011. “Dengan ekspektasi kenaikan harga minyak mentah dunia ke level US$100 per barel, hingga akhir 2010, saya targetkan saham BUMI bisa bertenger ke level Rp3.400,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp75 (2,52%) jadi Rp3.050 dari posisi sebelumnya di level Rp2.975. Harga tertingginya mencapai Rp3.075 dan terendah Rp2.975. Volume transaksi mencapai 50,08 juta unit saham senilai Rp152,08 miliar dan frekuensi 2.209 kali.

Sumber : INILAH.COM
… kayanya situasi ekonomi CHINA bisa BERIMBAS ke ekonomi global, regional, dan lokal indon juga : suku bunga bank @china NAEK tukh, sekaligus baca analisis ekonomi makro dan global sederhana ala gw : bahaya uang panas

KIYOSAKI’S 4 BOXES OF INCOME: E-S-B-I dan CERITA BENERAN KESUKSESAN SEORANG TRADER SAHAM: the REAL TRADER

… ternyata yang dibilang PALING AKURAT PUN BISA SAMA SEKALI TIDAK AKURAT HARI INI :
Astronacci Tunjukkan Kenaikan Saham BUMI
Headline

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Rabu, 22 Desember 2010 | 09:09 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Rabu (22/12) akan lanjutkan penguatan. Hal ini berdasarkan sistem trading astronacci, yang dinilai sangat akurat tentukan arah saham BUMI. Rekomendasi buy on weakness.

Gema Merdeka Goeryadi, analis UOB Kay Hian Securities mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini lebih karena faktor astronacci. Menurut Gema, dirinya selalu melihat saham sejuta umat ini dengan kombinasi astrologi dan trading system yang disebut astronacci.

Menurutnya, teknik ini sangat berbeda dengan analis-analis lain. Sebab, dilihat dari siklusnya, Selasa (21/12) malam adalah bulan purnama. Pergerakan saham BUMI sangat erat dengan bulan purnama. Setiap kali bulan purnama saham ini akan naik.

“Karena itu, untuk Rabu (22/12) ini saham BUMI akan mengarah ke level resistance Rp3.150 dan 2.950 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (21/12).

Pada perdagangan Selasa (21/12) saham BUMI ditutup menguat Rp100 (3,41%) jadi Rp3.025 dari posisi sebelumnya Rp2.925. Harga tertingginya mencapai Rp3.025 dan terendah Rp2.925. Volume transaksi mencapai 42,5 juta unit saham senilai Rp126,8 miliar dan frekuensi 1.726 kali.

Gema menegaskan, analisis teknikal astronacci didasarkan pada pergerakan planet. Teknik ini sangat akurat menentukan tanggal kapan saham BUMI akan naik atau melemah. “Secara astronacci, memang saham BUMI masih sideways, tapi cenderung menguat,” ujarnya.

Tapi, lanjut Gema, untuk mid term hingga semester pertama 2011, pada 21 Juni, saham BUMI akan bertenger di level Rp3.500 dan Rp2.800 sebagai level support-nya. “Karena itu, perjalanan BUMI masih ada peluang penguatan 15% upside,” ungkapnya.

Sementara itu, imbuh Gema, kenaikan harga batubara ke level US$117,06 berdasarkan harga mingguan di Newcastle tidak berpengaruh banyak pada pergerakan saham BUMI hari ini. Sebab, kenaikan tersebut bukan hal baru bagi saham ini. “Karena memang tren harga batubara naik, sehingga tidak ada cerita baru,” tukasnya.

Apalagi, lanjutnya, pada dasarnya pergerakan saham BUMI tidak dipengaruhi oleh pergerakan harga batubara. Harga batubara dengan laju saham BUMI korelasinya negatif. Jadi, jika ada analis mengaitkan laju saham BUMI dengan harga batubara, tidak ada korelasinya. “Analis itu belum mengecek,” timpalnya.

Memang pada saat harga batubara naik, saham-saham di sektor batubara naik. Tapi, pada saat harga batubara turun, saham BUMI bisa naik. “BUMI berbeda dengan saham-saham batubara yang lain yang korelasinya sangat tinggi dengan harga komoditas,” paparnya.

Begitu juga dengan korelasi saham BUMI dengan laju IHSG. Dalam empat bulan terakhir tidak korelasi positifnya rendah. Betanya tidak mencapai 1. “Karena itu, saya menggunakan trading system, astronacci yang merupakan kombinasi astrologi dan fibonacci,” ucapnya.

Karena itu pula, jika mau beli saham-saham bluechip termasuk BUMI, tanggal 22-30 Desember merupakan saat yang tepat. “Saya rekomendasikan buy on weakness saham BUMI jika mendapat harga di level Rp2.800,” imbuh Gema. [ast]

Astrologi Lebih Akurat Prediksi Saham BUMI
Headline

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Rabu, 22 Desember 2010 | 11:18 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Rabu (22/12) diprediksi naik. Hal ini bisa dilihat dari sistem trading astronacci yang didasarkan pada pergerakan planet. Astrologi lebih akurat tentukan laju saham ini.

Gema Merdeka Goeryadi, analis UOB Kay Hian Securities mengatakan, laju saham BUMI tidak memiliki korelasi positif dengan penguatan harga batu bara dan pergerakan IHSG. Menurutnya, memang pada saat harga batubara naik, saham-saham di sektor batubara naik. Tapi, pada saat harga batubara turun, saham BUMI bisa naik.

Dia menegaskan, saham sejuta umat ini berbeda dengan saham-saham batubara yang lain yang korelasinya sangat tinggi dengan harga komoditas. Begitu juga korelasinya dengan laju IHSG. Dalam empat bulan terakhir korelasi positifnya rendah. Betanya tidak mencapai 1. “Astrologi sangat akurat menentukan tanggal kapan saham BUMI akan naik atau melemah,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Selasa (21/12) saham BUMI ditutup menguat Rp100 (3,41%) jadi Rp3.025 dari posisi sebelumnya Rp2.925. Harga tertingginya mencapai Rp3.025 dan terendah Rp2.925. Volume transaksi mencapai 42,5 juta unit saham senilai Rp126,8 miliar dan frekuensi 1.726 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah menguat Rp100, bagaimana Anda memperkirakan, laju saham BUMI hari ini?

Saham BUMI berpeluang menguat hari ini jika dilihat dari faktor astronacci. Saya selalu melihat saham sejuta umat ini dari sisi astrologi. Dalam trading system, teknik ini disebut astronacci. Saya sangat berbeda dengan analis-analis yang lain. Sebab, dilihat dari siklusnya, Selasa (21/12) malam adalah bulan purnama. Pergerakan saham BUMI sangat erat dengan bulan purnama. Setiap kali bulan purnama saham ini naik.

Analisis teknikal astronacci didasarkan pada pergerakan planet. Teknik ini sangat akurat menentukan tanggal kapan saham BUMI akan naik atau melemah. Secara astronacci, memang saham BUMI masih sideways, tapi cenderung menguat hingga akhir tahun.

Akan bergerak di kisaran berapa?

Untuk Rabu (22/12) ini, saham BUMI akan mengarah ke level resistance Rp3.150 dan 2.950 sebagai level support-nya. Tapi, untuk mid term hingga semester pertama 2011, pada 21 Juni, saham BUMI akan bertenger di level Rp3.500 dan Rp2.800 sebagai level support-nya. Karena itu, perjalanan BUMI masih ada peluang penguatan 15% upside.

Bagaimana dengan kenaikan harga komoditas?

Kenaikan harga batubara ke level US$117,06 berdasarkan harga mingguan di Newcastle tidak berpengaruh banyak pada pergerakan saham BUMI hari ini. Sebab, kenaikan tersebut bukan hal baru bagi saham ini. Ya, karena memang tren harga batubara naik, sehingga tidak ada cerita baru.

Apalagi pada dasarnya, pergerakan saham BUMI tidak dipengaruhi oleh pergerakan harga batubara. Harga batubara dengan laju saham BUMI korelasinya negatif. Jadi, jika ada analis mengaitkan laju saham BUMI dengan harga batubara, tidak ada korelasinya. Analis itu belum mengecek.

Memang pada saat harga batubara naik, saham-saham di sektor batubara naik. Tapi, pada saat harga batubara turun, saham BUMI bisa naik. BUMI berbeda dengan saham-saham batubara yang lain yang korelasinya sangat tinggi dengan harga komoditas.

Lalu, bagaimana korelasi saham BUMI dengan pergerakan market secara umum?

Begitu juga korelasinya dengan laju IHSG. Dalam empat bulan terakhir korelasi positifnya rendah. Betanya tidak mencapai 1. Karena itu, saya menggunakan trading system, astronacci yang merupakan kombinasi astrologi dan fibonacci. Karena itu pula, jika mau beli saham-saham bluechip termasuk BUMI, tanggal 22-30 Desember merupakan saat yang tepat.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Saya rekomendasikan buy on weakness saham ini jika mendapat harga di level Rp2.800. [hid]

… setelah tembus saceng, bumi DIANALISISKAN @5000 JUNI 2011, saat IHSG @4000 FEB 2011 : analis pro @bumi n ihsg

BUMI Segera Tembus 3.000
Headline

Oleh: Asteria
Pasar Modal – Selasa, 21 Desember 2010 | 14:15 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Menutup tahun, PT Bumi Resources (BUMI) makin giat membenahi utang-utangnya melalui pelbagai aksi korporasinya. Analis pun optimistis emiten batu bara ini segera menembus level 3.000.

Pada perdagangan Selasa (21/12) pukul 14.00, saham BUMI sudah bertengger manis di level Rp300. Penguatan menembus level ini pun diperkirakan akan segera terjadi, mengingat laju emiteni ini. Pada sesi pertama, BUMI masih berada di angka 2.975, naik Rp50 dari penutupan sebelumnya, melanjutkan penguatan sejak akhir pekan lalu di level Rp2.900.

Yuganur Wijanarko dari HD Capital mengatakan, pengurangan biaya hutang yang merupakan salah satu sentimen yang dapat mengembalikan BUMI diatas level psikologis Rp.3.000. “Hingga akhir tahun, BUMI bisa menguat mencapai Rp3.300, namun untuk jangka pendek, BUMI mengarah ke Rp3.150,” ujarnya.

Setelah terdaftar di bursa London melalui Vallar Plc, anak usaha Bakrie ini disebutkan akan segera membayar utang ke China Investment Corp senilai US$ 600 juta. Sehingga utang akan turun dari US$3,8 miliar menjadi US$3,2 miliar. Sementara tahun depan, BUMI akan menurunkan utang dari US$3,2 miliar menjadi US$2,4 miliar dengan dana yang disiapkan sekitar US$1 miliar.

Hal ini sesuai keinginan BUMI yang menargetkan bebas utang pada 2013. Tak mengherankan, karenapinjaman ke perusahaan berbasis di China tersebut, memang memiliki bunga yang cukup tinggi. Sekadar mengingatkan, akhir 2009 lalu, CIC mengucurkan utang senilai US$ 1,9 miliar kepada BUMI. Adapun bunga yang disepakati memang tinggi, mencapai 19% setahun.

Gencarnya pembayaran utang perseroan didukung penerbitan hak non pre-emptive, penawaran saham perdana (IPO) anak usahanya, Bumi Resources Minerals (BRMS), serta kenaikan terhadap harga batu bara di atas US$115 per ton.

Senada dengan Cece Ridwanullah, analis dari Ekokapital Securities yang mengatakan komitmen BUMI melakukan pengurangan utang, menjadi sentimen positif bagi emiten ini. Karena pendapatan selama ini dibayarkan pada utang.”Protiftable tidaknya BUMI sangat tergantung pada utang. Jika utangnya tinggal sedikit, saham ini akan untung besar. Apalagi kecenderungan harga batubara sangat positif ke depannya,” katanya.

Kendati demikian, imbuh Cece, pasar masih akan mempertimbangkan debt equity ratio BUMI pada 2011, terutama karena rasio utang BUMI tahun ini masih cukup tinggi. Tanpa memfaktorkan pembayaran utang US$1 miliar di 2011, rasio utang BUMI terhadap ekuitas (debt to equity ratio) masih di atas 4 kali. “Padahal, yang sehat bagi sebuah perusahaan publik, rasio utangnya tidak melebihi level 2-3 kali,” ujarnya.

Saat ini, DER BUMI mencapai 4,37 kali, jauh lebih tinggi ketimbang Adaro Energy (ADRO) di level 1,2 kali dan PT Indika Energy (INDY) di posisi 1 kali, atau Indo Tambangraya Megah (ITMG) di level 0,52 kali dan TB Bukit Asam (PTBA) sebesar 0,37 kali. “BUMI hingga akhir tahun masih berpotensi menguat. Dengan ditahannya BUMI di level Rp2.900-3000, maka emiten ini dapat berada di level Rp3.300,” ujarnya.

Pengurangan pinjaman juga dilakukan BUMI dengan penjualan asetnya. Seperti yang diumumkan awal pekan ini, dimana perseroan menyatakan telah mendapatkan dana sebesar US$ 190 juta dari penjualan kepemilikan sahamnya di PT Miratama Perkasa (PTMP) kepada PT Nusantara Pratama Indah (NPI). Jumlah saham yang dialihkan tersebut mencapai 419 saham, atau 69,8% dari seluruh saham yang dikeluarkan PTMP.

Christine Salim, analis dari Samuel Sekuritas memperkirakan performa kinerja kuartal empat 2010 lebih baik setelah pembayaran pinjaman dan refinancing yang akan mengurangi biaya bunga. Sehingga, ia mempertahankan estimasi BUMI untuk 2010. ”Rekomendasi maintian buy dengan target harga Rp3. 250,”katanya. [mdr]

Investor Saham Otomotif Beralih ke BUMI
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Selasa, 21 Desember 2010 | 09:09 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Selasa (21/12) diprediksi menguat. Laju harga batu bara ke level US$117 per metrik dan peralihan investor saham otomotif ke batu bara, jadi pemicunya. Buy on weakness!

Pengamat pasar modal N Jaganathan mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini dipicu dua faktor utama. Pertama, tingginya permintaan atas batubara. Apalagi, saat ini fundamental BUMI semakin kuat setelah akuisisi 25% saham BUMI melalui Vallar Plc. “BUMI mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga batu bara itu,” ujarnya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (20/12) sore.

Tingginya permintaan atas komoditas ini bisa dilihat dari kenaikan harga batubara ke level US$117,06 per metrik ton berdasarkan harga mingguan di Newcastle. Kondisi itu sangat positif pengaruhnya bagi saham BUMI. Sebab, emiten sejuta umat ini merupakan supplier komoditas tersebut. Sementara itu, yang jadi pasarnya adalah India dan China. “Karena itu, BUMI akan mengarah ke level resistance Rp3.000 dan Rp2.850 sebagai level support-nya,” katanya.

Pada perdagangan Senin (20/12) saham BUMI ditutup menguat Rp25 (0,86%) jadi Rp2.925 dari posisi sebelumnya Rp2.900. Harga tertingginya mencapai Rp2.950 dan terendah Rp2.900. Volume transaksi mencapai 35,3 juta unit saham senilai Rp103,3 miliar dan frekuensi 1.499 kali.

Sedangkan faktor lain yang menopang penguatan BUMI adalah peluang terjadinya peralihan investor saham sektor otomotif ke sektor batu bara. Hal ini akibat pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang diberlakukan 2011. “Sentimen ini akan negatif bagi saham sektor otomotif dan memicu peralihan investor ke saham sektor batubara, termasuk BUMI,” tandasnya.

Jaganathan menjelaskan, sentimen larangan BBM bersubsidi bagi mobil plat hitam menjadi tekanan bagi pasar, karena akan menghambat pertumbuhan industri kendaraan. Setelah industri mobil RI memecahkan rekor penjualan 700 ribu unit di 2010, level tertinggi sepanjang sejarah, maka pada 2011, angka tersebut diperkirakan akan turun.

Dituturkan, RI ingin menerapkan pola yang dianut India terkait BBM. Menurutnya, pemerintah India menetapkan harga BBM tinggi. Negara itu berprinsip, jika rakyat mampu, silahkan beli mobil, jika tidak jangan. “Dari dulu, bensin India tidak ada yang disubsidi. Standar India adalah Pertamax dan Solar Dex,” imbuhnya.

Kendati demikian, imbuhnya, penguatan saham BUMI hari ini akan terbatas, karena kondisi market masih lemah. Window dressing pun sepertinya tak akan terjadi akhir tahun ini. “Yang terjadi justru capital outflow,” ucapnya.

Investor saat ini lebih mengantisipasi kondisi ekonomi RI di 2011. Selain krisis Eropa yang belum selesai, pertumbuhan ekonomi AS belum pasti ke arah pemulihan. Di saat yang sama, Bank Dunia merevisi GDP (Gross Domestic Product) RI 0,1% jadi 5,9% di tahun depan. “Ini seiring masih terjadinya pelemahan ekonomi global,” paparnya.

Tak heran bila jelang akhir 2010 ini, banyak investor yang cari aman terlebih dahulu. Alhasil, kalaupun penguatan market akan terjadi dalam kisaran sempit. Sebab, perdagangan di pekan ini tinggal 3 hari lagi, karena Kamis (24/12) sudah mulai cuti bersama Natal. “Saya rekomendasikan buy on weakness untuk BUMI karena masih akan bermain tipis,” tutupnya. [ast]

kontan
Nirwan Dermawan Bakrie

Pengelola Grup Bakrie

Selasa, 14 Desember 2010 | 14:26

Berbisnis itu sebenarnya sederhana, tidak perlu dibikin rumit. Ibarat bermain bola, gocek sedikit, umpan kepada teman, dan tendang ke gawang lawan. Ingin menyerang atau memilih bertahan, itu tergantung pilihan kita.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan, kita harus tahu potensi diri kita. Kita bisa konyol kalau tidak berbekal potensi ini. Apa pun bisnisnya, kita harus tahu kekuatannya. Keyakinan akan potensi masa depan bisnis Grup Bakrie ini menjadi modal membangun kepercayaan.

Saya mengambil contoh, selama ini, berbagai aksi korporasi kelompok usaha Bakrie dipersepsikan negatif dan rumit. Malah ada yang menganggap kami sering berakrobat.

Kenyataannya tidak demikian. Itu hanya persepsi. Kami masih bermain wajar, dan tidak ada akrobat. Hanya terkadang, apa yang kami pikirkan belum tentu dipikirkan orang lain.

Contoh lain, kalau bicara bisnis batubara sebelum tahun tahun 2005, kita akan dicuekin. Sekarang, semua orang melihat ke arah sana. Semua masuk ke batubara.

Sebab, pengalaman tahun 2007-2008, ketika harga minyak mentah naik tinggi sekali, menyadarkan semua orang bahwa kita memerlukan sumber energi lain selain minyak. Apalagi sekarang baru terbuka, bahwa China membutuhkan sumber energi sangat besar, termasuk batubara. Negara ini pasar yang sangat besar.

Tahu potensi adalah bekal pertama. Dan kami sungguh-sungguh tahu keunggulan bisnis kami. Aset kami memang bagus dan semua orang memang mencari batubara dan bahan mineral.

Modal kedua menyangkut reputasi. Reputasi ini lebih berharga dari sekadar uang. Uang gampang mencarinya. Tapi reputasi tidak turun dari langit.

Reputasi hanya bisa dibangun dengan kepercayaan. Membangun kepercayaan itu yang sulit dan membutuhkan waktu panjang. Tidak bisa kita membangun kepercayaan hanya semalam.

Kerjasama dengan Vallar Plc juga bagian membangun kepercayaan itu. Selama ini Grup Bakrie dipersepsikan memiliki tata kelola perusahaan kurang baik. Gara-gara persepsi ini, mereka melupakan bahwa kami memiliki aset yang bagus. Mereka melepas saham emiten Grup Bakrie, sehingga harganya pun jatuh.

Makanya kami tidak asal mencari mitra, tapi harus yang bisa saling melengkapi. Baik dari sisi pendanaan maupun dana tata kelola.

Prinsip saya dalam membangun kepercayaan ini adalah selalu memberikan apa yang dijanjikan. Jangan mengurangi porsi dari apa yang pernah kita janjikan.

Kita kan sama-sama make money. Istilahnya, Jangan saya untung namun partner kita dirugikan. Memang, dalam berbisnis ada yang untung dan rugi. Tapi, jangan partner kita yang dirugikan oleh kita.

Kalau dibilang partner kami tidak puas, saya rasa sih menyebutnya bukan tidak puas, tetapi faktor puas dan ingin puas lagi. Kadang-kadang mereka bilang, kita sebenarnya bisa make money lebih gede lagi.

Kadang-kadang ada keinginan mencari keuntungan bisa lebih besar. Tapi kembali lagi, dalam berbisnis kita tidak boleh serakah. Kalau komitmennya sekian, dan harus diserahkan sekarang, ya kita penuhi.

Menurut saya, dalam bermitra kita sudah pasti tidak bisa untung sendiri. Saya untung, rekan kita juga harus untung. Jadi kita tidak bisa meminta untung dulu, sementara keuntungan bagi mitra nanti saja.

Minim Sentimen, BUMI Sepekan Turun 2,5%
Headline

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Minggu, 19 Desember 2010 | 11:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI) berhasil menutup perdagangan di akhir pekan dengan naik ke Rp2.900. Namun, selama sepekan, BUMI membukukan pelemahan 2,5%.

Vice President Research PT Valbury Asia Securities Nico Omer mengatakan, saham BUMI sepekan ini cenderung bergerak sideaways. Minimnya sentimen dari perseroan dan koreksi yang dialami bursa domestik, menekan saham batu bara ini. “Berita mengenai saham BUMI hampir tidak ada dan IHSG pun mengalami koreksi. Hal ini berdampak terhadap BUMI,” ujar Nico saat dihubungi INILAH.COM.

Menurutnya, rencana perseroan menurunkan utang pada akhir tahun dan pengembangan proyek anak usaha yaitu PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), masih menarik perhatian pelaku pasar. Tapi pelaku pasar juga harus memperhatikan rencana perseroan. “Kita juga harus melihat kenyataan, jangan hanya berencana saja, tetapi juga lihat nanti seperti apa,” katanya.

Senada dengan analis UOB Hay Kian Securities, Gema Merdeka. Menurutnya, tidak ada sentimen yang berpengaruh besar terhadap pergereakan BUMI pekan ini. Tekanan jual IHSG justru mempengaruhi saham BUMI, sehingga mengalami pelemahan. “Hanya aksi profit taking saja yang mempengaruhi saham BUMI selama sepekan,” tegas Gema.

Seperti diketahui, saham BUMI pada perdagangan hari pertama, Senin (13/12), naik Rp25 ke level Rp3.000. Namun, emiten ini terus melemah 3 hari perdagangan kemudian, sehingga pada Kamis (16/12) berada di level Rp2.825. Namun, bangkitnya bursa di akhir pekan, membawa sentimen positif pada BUMI sehingga berhasil ditutup menguat Rp75 di level Rp2.900.

Dihubungi terpisah, Aji Martono, pengamat pasar modal dari Capital Bridge Indonesia mengatakan, BUMI di akhir pekan berhasil menguat karena faktor teknikal (technical rebound). Hal yang sama juga dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang berbalik arah setelah terkoreksi Senin hingga Kamis.

Menurutnya, pelemahan lima hari terakhir di pasar domestik, dipicu faktor panic selling, terutama di saham-saham unggulan, seperti BUMI. Apalagi, jika dilihat dari level tertingginya BUMI di posisi Rp3.025 dan terendah di level Rp2.775 yang tidak terlalu signifikan, dibandingkan saham-saham bluechips yang lain. “Artinya, BUMI masih bertenaga naik,” tegasnya.

Sementara pengamat pasar modal Satrio Utomo menilai, saham BUMI hanya mengalami koreksi terbatas. Anak usaha Bakrie ini dinilai cukup kuat, di tengah anjloknya saham batubara lain, seperti TB Bukit Asam (PTBA) dan Indo Tambangraya Megah (ITMG).

Kebijakan bahwa produsen batubara harus memasok kebutuhan dalam negeri, menjadi sentimen negatif “Karena harga batubara yang dijual untuk domestik, harganya akan dipatok oleh pemerintah dan tidak mengikuti harga internasional,” ujarnya. [ast]

1 Komentar »

  1. It’s remarkable to pay a quick visit this website and reading the views of all colleagues on the topic of this article, while I am also zealous of getting knowledge.

    Komentar oleh Felipe — Agustus 22, 2012 @ 4:22 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: