Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Desember 22, 2010

jangan LUPAKAN elty (2) : 190811

Filed under: ELTY, jalan tol n properti — bumi2009fans @ 8:24 am

ELTY menyiapkan dana sebesar Rp 1,2 triliun untuk investasi tahap pertama dalam mengembangkan proyek Sentul Nirwana diatas lahan seluas 127 ha. Pembangunan meliputi dua klaster perumahan dan theme park.

Sumber : IPS RESEARCH
PT Bakrie Toll Road (BTR), anak usaha ELTY, diprediksikan akan memperoleh pendapatan Rp 100milar pada 2011, naik 20% YoY. Menjelang lebaran ini diperkirakan arus kendaraan yang melintas di ruas tol Kanci-Pejagan meningkat hingga 2,5kali lipat. BTR akan melepas saham ke public pada akhir 2011 atau 1Q12.

Sumber : IPS RESEARCH
Tahap I, ELTY Kucuri Sentul Nirwana Rp1 T
R Ghita Intan Permatasari – Okezone
Jum’at, 19 Agustus 2011 08:29 wib
okezone

JAKARTA – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) meluncurkan proyek Sentul Nirwana dengan kisaran nilai investasi Rp1 triliun untuk tahap pertama. Proyek yang diklaim perseroan sebagai proyek prestisius ini dilakukan melalui Bukit Jonggo Asri (BJA).

Adapun ELTY merupakan pemegang saham mayoritas di BJA. Di mana saat ini perseroan tengah menyelesaikan proses akusisi saham BJA sebesar 51 persen. Perseroan mengakusisi BJA yang memiliki land bank terbesar di Indonesia dengan lahan seluas 12 ribu hektare. Untuk tahap pertama pengembangan akan dilakukan pada laha seluas 600 hektare.

“Untuk pembangunan Sentul Nirwana ini kita lakukan dulu untuk tahap pertama yaitu pembangunan lahan seluas 600 hektare dari lahan seluar 12 ribu hektare, di mana untuk tahap pertama ini investasinya sekira Rp1 triliun,” ungkap Presiden Direktur ELTY Hiramsyah S Thaib kala ditemui usai acara RUPSLB di Jakarta, Kamis (18/8/2011) malam.

Garap {Theme Park}

Pada pengembangan tahap pertama,ELTY akan membangun wahana permainan (theme park) yang nantinya akan bernama Jungleland dan kluster perumahan The Atmosphere dan The Breeze. Adapun sumber dana untuk tahap pertama Sentul Nirwana ini diperoleh dari dana right issue IV yang dilakukan oleh perseroan beberapa waktu lalu.

Nantinya, Jungleland akan dapat mulai dinikmati masyarakat pada pertengahan 2012,sedangkan kluster perumahan direncanakan untuk diserahterimakan pada akhir 2012.

Ke depannya, pembangunan mega residensial terintegrasi Sentul Nirwana di kawasan Jonggol akan menjadi salah satu kawasan hunian terpadu yang terlengkap dengan dukungan area komersial dan hiburan keluarga serta kemudahan akses dari berbagai lokasi di Jabodetabek,baik melalui tol Jagorawi maupun alternatif Jalan Provinsi.
(wdi)

Feb Sumandar Duduki Kursi Direktur Bakrie Development
R Ghita Intan Permatasari – Okezone
Kamis, 18 Agustus 2011 18:24 wib
okezone
JAKARTA – PT Bakrie Development Tbk (ELTY) menambah direksi baru. Penambahan itu merupakan hasil persertujuan Rapat Pemegang Umum Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan oleh perseroan hari ini.
“Perubahan direksi dilakukan seiring dengan perkembangan perusahaan yang memerlukan manajemen yang lebih kuat dan profesional sehingga dapat terus meningkatkan nilai bagi pemegang saham,” ungkap Presiden Direktur ELTY Hiramsyah S Thaib, kala ditemui dalam acara RUPSLB perseroan, Jakarta, Kamis (18/8/2011).
Adapun direktur baru perseroan yaitu Feb Sumandar, yang menggantikan Direktur Keuangan ELTY yang terdahulu, yaitu Ferdinand Sadeli, yang telah mengundurkan diri beberapa waktu lalu.
Di sisi lain dalam RUPSLB kali ini juga telah disetujui perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) / Right Issue IV.
Perubahan penggunaan dana ini dilakukan sehubungan dengan strategi perseroan untuk mempercepat pengembangan kawasan Jonggol sebagai bagian dari rencana kerja sama perseroan dengan PT Bukit Sentul City Tbk (BKSL) yang telah disampaikan dalam prokpestus PUT IV perseroan.
Perseroan juga akan segera menyelesaikan akusisi atas 51 persen PT Bukit Jonggol Asri (BJA) dengan menggunakan dana hasil PUT IV, dimana sebelumnya direncanakan sumber dana akusisi BJA akan menggunakan dana pihak ketiga.
“Kita akan alihkan dana right issue sebesar Rp200 miliar dari sebelumnya untuk working capital Bakrie Toll Road (BTR) untuk proyek BJA ini karena memerlukan biaya yang cukup besar. Nanti kan BTR sendiri akan IPO, jadi dananya dari hasil IPO tersebut. Makanya, dialihkan dana nya untuk BJA,” pungkasnya.

(rhs)
Sst.. ELTY Tambah Direksi Baru

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Kamis, 18 Agustus 2011 | 16:54 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menyetujui perubahan susunan direksi pada Kamis (18/8).

Susunan direksi yang telah menyetujui perubahan dengan penambahan direksi baru yaitu Feb Sumandar sebagai Direktur. Sehingga susunan direksi baru antara lain Presiden Direktur dan CEO Hiramsyah Thaib, posisi direktur dijabat oleh A.Amri Aswono Putro dan Feb Sumandar.

Susunan Komisaris antara lain dijabat oleh Presiden Komisaris Bambang Hendradi, Komisaris Independen dijabat oleh Lukman Purnomosidi dan Kanaka Puradireja, dan Komisaris dipegang oleh Supartono dan Armansyah Yamin.

Sebelumnya Direktur Keuangan ELTY, Ferdinand Sadeli telah mengundurkan diri beberapa waktu lalu. “Perubahan direksi dilakukan seiring dengan perkembangan perusahaan yang memerlukan manajemen yang lebih kuat dan profesional sehingga dapat terus meningkatkan nilai bagi pemegang saham,” ujar Presiden Direktur ELTY, Hiramsyah Thaib, dalam siaran pers, Kamis (18/8).

Selain itu, hasil RUPSLB juga menyetujui perubahan dana hasil penawaran umum terbatas yaitu dari PT Bakrie Toll Road maka akan dialihkan kepada PT Bukit Jonggol Asri sebesar Rp200 miliar.

“Dana untuk PT Bukit Jonggol Asri akan lebih besar,karena PT Bakrie Toll Road akan melakukan penawaran umum terbatas pada akhir tahun, sehingga dananya dialihkan kepada Bukit Jonggol Asri sebesar Rp200 miliar,” tutur Hiramsyah. [hid]

Garap Wahana Hiburan, ELTY Gandeng Investor Asing

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Kamis, 18 Agustus 2011 | 18:59 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) akan menggandeng satu investor asing untuk mempersiapkan wahana hiburan di Sentul Nirwana.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), Kamis (18/8). “Kita akan kembangkan theme park di Sentul Nirwana, dan ada satu wahana dari luar yang akan kita gandeng,” ujar Hiramsyah.

Lebih lanjut ia mengatakan, proses untuk menggandeng satu wahana ini memang panjang. Perseroan mengharapkan dalam satu tahun untuk menggandeng investor asing dalam wahana hiburan dapat diselesaikan. “Biasanya akan panjang sekali, persetujuan satu hingga dua tahun, sudah menggerucut, dan belum final,” kata Hiramsyah.

Sebelumnya perseroan mengaku telah mempersiapkan setidaknya lima wahana hiburan untuk dibangun di kawasan yang masuk dalam tahap pertama penggarapan Bukit Jonggol Asri (BJA) tersebut. Wahana pertama yang dinamai The Jungle Land diharapkan sudah bisa beroperasi pada pertengahan 2012.

Kelima wahana tersebut diharapkan akan selesai dalam waktu lima tahun hingga tujuh tahun ke depan. [hid]

Menurut surat kabar Investor Daily tanggal 18 Agustus 2011, PT Sentul City Tbk (BKSL) disebut-sebut akan membangun Universal Studio di Sentul, Jawa Barat. Perseroan dikabarkan akan menggandeng Grup Bakrie untuk menggarap proyek ini. Kedepan, Universal Studio akan menjadi ikon terbaru Sentul City. Pada perdagangan Selasa (16/8) BKSL stagnan di level Rp 210.

Author : Rumors
Sssttt… Bakrie Bikin Kota Mandiri di Sentul!
Latief | Rabu, 10 Agustus 2011 | 10:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengembang properti seolah tidak tahan melihat lahan nganggur. Lihatlah PT Bakrieland Development, Tbk (ELTY) yang siap mengembangkan mega residensial seluas 12.000 hektare di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Bakrie melalui unit usaha residensialnya, PT Bukit Jonggol Asri, mengembangkan kota baru bernama Sentul Nirwana. Marc Dessler, Presiden Direktur Bukit Jonggol Asri bilang, pengembangan Sentul Nirwana terinspirasi Sentul City.

Menurut Marc pengembangan kota baru di kawasan Bogor menarik. Alasannya, lahan kosong masih banyak dan berpotensi berkembang menyusul Jakarta. Kedua, akses dari dan menuju Sentul, Bogor, terus berkembang, yaitu lintas provinsi dari arah Cipanas dan akses via Sentul City.

Marc menilai, Sentul Nirwana bisa menjadi pilihan bagi masyarakat, khususnya pekerja Jakarta, yang mencari hunian lengkap serta jauh dari kepenatan ibu kota. Selanjutnya, keberadaan “kota dalam kota” bakal merangsang pengembangan infrastruktur. Sehingga, kata dia, wilayah itu makin maju dan dilirik.

“Kami mengadopsi western standard, mau ciptakan kawasan untuk live-work-and play. Ngapain punya lahan 12.000 hektare tapi tidak dimanfaatkan, makanya akan dilengkapi dengan fasilitas lain,” papar Marc, Selasa (9/8/2011). (Maria Rosita)
JAKARTA – PT Bakrieland Development Tbk melalui unit usaha hotel dan resort meluncurkan suites baru “Nirwana Bali Golf Suites” berlokasi di kawasan Tanah Lot Bali dengan nilai investasi sekitar Rp220 miliar.

“Suites baru ini merupakan bagian dari proyek kami, Nirwana Bali Resort seluas 103 hektare yang dikembangkan sejak tahun 1997,” kata Chief Marketing Officer Hotel Development Bakrieland unit usaha hotel dan resort, Deden E Sudabo di Jakarta, Selasa.

Deden mengatakan, Nirwana Bali Golf Suites dibangun di atas lahan 27.000 meter persegi terdiri dari 146 unit kamar meliputi tipe standar 111 unit, satu ruang tidur 26 unit, 2 kamar tidur dengan harga jual Rp1,2 miliar sampai Rp2,5 miliar atau Rp24 juta per meter persegi.

Ia mengatakan, suites baru ini akan dioperasikan operator bintang lima asal Inggris yang namanya akan dipublikasikan kemudian, mengingat operator ini baru pertama beroperasi di Indonesia.

Deden menjelaskan, unit-unit dalam suites ini nantinya dapat dibeli dengan fasilitas bank. Bakrieland memberikan penawaran jaminan pengembalian sewa sebanyak 40% untuk lima tahun pertama serta hak menginap selama 21 malam.

“Pembeli juga akan diuntungkan dari capital gain minimal kenaikan properti di kawasan ini 6% sehingga dalam lima tahun 30%, sehingga keuntungan yang di dapat mencapai 70% ditambah pengembalian investasi,” ujarnya.

Menurut Deden, angka capital gain bisa lebih besar mengingat pengembangan lokasi wisata di Bali ke arah Utara sehingga dalam lima tahun angkanya bisa lebih tinggi lagi, 70% merupakan angka konserfatif.

Ia optimistis, pemilik unit suites akan mendapat keuntungan lebih besar lagi kalau melihat tamu yang menginap di Pan Pacific Nirwana Bali Resort, salah satu proyek milik Bakrieland di kawasan tersebut memiliki tingkat hunian 65 sampai 75%.

Deden mengatakan, Bakrieland saat ini juga tengah melakukan renovasi Pan Pacific Nirwana Bali Resort yang pekerjannya telah mencapai 65% diharapkan selesai Desember 2011, produk lainnya Nirwana Bali Golf Club, lapangan golf 16 lubang rancangan Greg Norman.

“Bakrieland juga tengah mengembangkan Nirwana Bali Residence berupa tiga vila mewah dan tiga apatemen resort sejak awal 2011,” katanya.

Deden mengatakan, Nirwana Bali Golf Suites memiliki fasilitas kolam renang, wedding chapel, lantai pandang di bagian atap menghadap Samudra Hindia. (gor/ant)

http://www.investor.co.id/property/bakrieland-luncurkan-suites-rp220-miliar-di-tanah-lot/16827

Sumber : INVESTOR DAILY
Laba bersih PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) hingga semester 1 2011 menlonjak 100,2% menjadi Rp126,1 miliar sepanjang semester I-2011, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp63 miliar.

Direktur Utama Bakrieland Hiramsyah S. Tahib dalam publikasi yang disampaikan ke BEI di Jakarta Senin (25/7) mengatakan, peningkatan laba bersih ini didukung oleh penghasilan usaha bersih perseoran yang juga melesat hingga 94,38% menjadi Rp1,044 triliun, ketimbang perolehan semester yang sama tahun sebelumnya hanya Rp537,527 miliar. Selain itu, laba selisih kurs menjadi Rp39,269 miliar, dari Rp5,850 miliar.

Selain kenaikan penghasilan bersih dan untung kurs, perseoran juga berhasil mengubah kerugian pendapatan lain-lain menjadi laba sekitar Rp135,740 juta.

Sayang, perseroan tak mampu menekan beban pokok penghasilan dari Rp299,222 miliar menjadi Rp650,491 miliar. Bahkan, beban usaha pun kian membengkak menjadi Rp230,166 miliar, dari sebelumnya Rp156,963 miliar. Namun, perseroan masih mampu mencetak laba usaha dari Rp81,341 miliar menjadi Rp164,222 miliar.

Hingga semester I-2011, aset perseroan naik tipis dari Rp17,054 triliun menjadi Rp17,445 triliun. Untuk kas dan setara kas akhir tahun tercatat naik menjadi Rp863,509 miliar, dari Rp591,364 miliar.

http://www.topsaham.com/new1/index.php?option=com_content&view=article&id=4803:dipasok-untung-kurs-laba-elty-melonjak-1002-di-semester-1-2011&catid=34:sektorriil&Itemid=56

Sumber : TOPSAHAM.COM
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) membukukan laba bersih pada Quarter 2 2011 sebesar 126,1 miliar. Hal ini lebih baik bila di bandingkan dengan periode yang sama di tahun 2010 sebesar 63,0 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp 3.15 per lembar.

Berikut Laporan keuangan ELTY Quarter 2 2011 :

Last Price 171
Share Out. 39.9 B
Market Cap. 6826.3 B

Balance Sheet
Cash 863.5 B
Total Asset 17445.8 B
S.T. Borrowing 679.1 B
L.T. Borrowing 3902.4 B
Total Equity 11084.1 B

Income Statement
Revenue 1044.9 B
Gross Profit 394.4 B
Operating Profit 164.2 B
Net. Profit 126.1 B
EBITDA 164.2 B
Interest Expense 41.1 B

Ratio
EPS 3.15
PER 54.29x
BVPS 277.66
PBV 0.62x
ROA 0.72%
ROE 1.14%
EV/EBITDA 64.21
Debt/Equity 0.41
Debt/TotalCap 0.29
Debt/EBITDA 27.9
EBITDA/IntExps 4

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencatat laba bersih naik dua kali lipat lebih atau 155,85% di semester I-2011 menjadi Rp 180,89 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 70,7 miliar.

Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan perseroan, Senin (25/7/2011), lonjakan laba bersih itu didorong naiknya pendapatan emiten berkode ELTY itu ssebanyak 94,4% menjadi Rp 1,044 triliun di periode enam bulan pertama tahun ini dari sebelumnya Rp 537,5 miliar.

Dengan adanya pertumbuhan laba bersih ini, salah satu perusahaan Grup Bakrie itu pun mencatat kenaikan laba bersih per saham dasar, dari Rp 4,08 per lembar di semester satu tahun lalu ke Rp 4,11 per lembar tahun ini.

Perseroan juga mencatat pertumbuhan aset sebanyak menjadi sebanyak Rp 17,445 triliun di semester pertama tahun ini, dibandingkan aset tahun lalu pada periode yang sama sebanyak Rp 17,064 triliun.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.55 waktu JATS, harga saham ELTY naik 5 poin (3,01%) ke level Rp 171 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 2.523 kali dengan volume 1.249.930 lot senilai Rp 106,472 miliar.

Sumber: detikcom
Senin, 11/07/2011 14:52 WIB
Grup Bakrie Bangun Menara Perkantoran Baru Rp 250 Miliar
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – Grup Bakrie melalui anak usahanya, PT Bakrie Swasakti Utama akan membangun satu tower baru di 2012 dengan nilai investasi Rp 250 miliar. Tower ini diperuntukkan sebagai perkantoran dengan sistem strata tittle.

Properti baru perseroan akan mulai dibangun awal 2012 dan berlokasi di arena Taman Rasuna milik Bakrie. Demikian disampaikan Direktur PT Bakrie Swasakti Utama, Wawan Dwi Guratno di kantor REI Jakarta, Senin (7/11/2011).

“Rencana office baru tahun depan ada, ada di depan Bakrie Tower dalam bentuk strata,” jelasnya.

Wawan menambahkan, pembangunan tower terbaru tersebut sebanyak 32 lantai dengan total luas 25 ribu m2. Harga yang ditawarkan untuk properti baru ini sekitar 22-25 juta per m2.

“Investasinya 250 miliar. Tanah kan milik kita, jadi pembangunan dengan sistem strata. Namanya belum, masih dalam tahap desain,” ucap Wawan.

Calon pembeli office tower tersebut adalah perusahaan grup Bakrie sendiri. Diantaranya mereka yang bergerak di bidang energi, oil & gas, serta telekomunikasi. “Juga ada dari jasa keuangan, tapi di luar grup,” tuturnya.

Tower lain yang sampai kini dalam proses pembangunan adalah, The Convergence Indonesia. Unit tersebut akan selesai pembangunan di Juni 2012.

“Sekarang kami sedang handle itu, 32 lantai dengan luas 30 ribu m2. Ini sudah fully sold dan lease. Yang akan masuk BTEL (Bakrie Telecom), TV One dan ANTV. Harganya sama, harga komersial,” imbuhnya.

Selain pembangunan perkantoran, perseroan juga sedang menyelesaikan apartemen The Wave dan The Grove. Sampai saat ini telah berdiri dua tower The Wave dari rencana sembilan tower yang dibangun. Sedangkan The Grove akan berdiri tiga tower dari lima tower yang direncanakan.

“Pada 2012, akan launching tiga tower baru, satu The Grove dan dua The Wave. Investasinya Rp 500 miliar,” pungkasnya.

(wep/ang)
ELTY Kembali Raih Peringkat BBB+
Headline
Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Senin, 13 Juni 2011 | 19:13 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEfindo) memberikan kembali peringkat BBB+ untuk obligasi I/2006 PT Bakrieland Development Tbk (ELTY)

Sukuk Ijarah I/2009 seri A dan sukuk Ijarah I/2009 seri B ELTY pun mendapatkan peringkat BBB+. Adapun outlook terhadap peringkat-peringkat tersebut adalah negatif yang mencerminkan lemahnya rasio proteksi arus kas perusahaan bila rencana divestasi bisnis jalan tol tidak terealisasi tahun ini. Demikian seperti dikutip INILAH.COM dari siaran pers Senin (13/6).

Sebelumnya ELTY berencana akan mendivestasi hingga 75% dari kepemilikannya di PT Bakrie Toll Road yang saat ini mengoperasikan ruas tol Kanci-pejagan. Peringkat mencerminkan kuatnya posisi bisnis perusahaan sebagai salah satu pengembang properti nasional terbesar dan kualitas aset perusahaan yang di atas rata-rata. Tapi, faktor-faktor yang membatasi peringkat adalah ekspansi bisnis ELTY yang agresif, yang sebagian besar dibiayai dengan utang. Selain itu karakteristik industri properti yang sensitif terhadap keadaan makro ekonomi. [cms]

ELTY Realisasikan Capex Rp600 M Hingga Juni 2011

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Kamis, 9 Juni 2011 | 16:40 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp500 miliar hingga Rp600 miliar hingga Juni 2011.

“Belanja modal yang sudah direalisasikan sebesar Rp500 miliar hingga Rp600 miliar hingga Juni 2011,” ujar Head of Investor Relations ELTY Nuzirman Nurdin, Kamis (9/6).

Lebih lanjut ia mengatakan, belanja modal perseroan pada 2011 akan lebih besar digunakan untuk properti. Perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp2 triliun- Rp2,5 triliun hingga 2012. Pendanaan belanja modal akan didapatkan dari pre sales dan equity. “Kita sedang fokus dan memprioritaskan residential dan apartemen,” tambah Nuzirman.

PT Bakrieland Development Tbk juga akan menghemat biaya infrastruktur pembangunan jalan sekitar Rp700 miliar. Menurut Nuzirman, Pemerintah Daerah Jawa Barat akan membangun jalan poros tengah timur 42 km yang berada dekat proyek Bakrieland. “Rencana baru Pemda setempat akan membangun poros tengah timur,” kata Nuzirman.

Selain itu, perseroan menargetkan recurring income sebesar 35% pada 2011. Perseroan juga optimis dengan pertumbuhan pendapatan pada 2011 akan didukung oleh mulai beroperasinya enam proyek besar dalam satu tahun terakhir mulai dari jalan tol kanci-pejagan, Episentrum Walk Offices Suites, Epicentrum Walk-Lifestyle Entertainment, Bakrie Tower, Aston Bogor Hotel dan Resort, Pullman Bali Legian Nirwana. “Dengan beroperasinya enam proyek besar dengan pendapatan berkelanjutan dalam satu tahun terakhir,” tutur Hiramsyah. [cms]
Bakrieland Tidak Bagi Dividen

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Kamis, 9 Juni 2011 | 14:44 WIB
INILAH.COM, Jakarta – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) tidak membagikan dividen 2010.

“Tidak bagi dividen 2010. Laba bersih 2010 akan digunakan untuk pertumbuhan perusahaan karena momentum tumbuh lebih baik di industri properti pada 2011,” tutur Head of Investor Relation ELTY Nuzirman Nurdin, Kamis (9/6).

Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp178,7 miliar dan pendapatan sebesar Rp1,36 triliun pada 2010.

Dalam RUPST ini juga mengangkat susunan komisaris antara lain Presiden Komisaris Bambang Hendradi, Komisaris dijabat oleh Supartono dan Armansyah Yamin, dan Komisaris Independen dijabat oleh Lukman Purnomosidi dan Kanaka. Sedangkan susunan direksi antara lain Hiramsyah Thaib dan Achmad Amri Aswono Putro. [cms]

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) membukukan laba bersih pada Quarter 1 2011 sebesar 15,3 miliar. Hal ini lebih baik bila di bandingkan dengan periode yang sama di tahun 2010 sebesar 28,0 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp 0.38 per lembar.

Berikut Laporan keuangan ELTY Quarter 1 2011 :

Last Price 143
Share Out. 39.9 B
Market Cap. 5708.5 B

Balance Sheet
Cash 714.7 B
Total Asset 16892.5 B
S.T. Borrowing 385.7 B
L.T. Borrowing 3857.9 B
Total Equity 10900.9 B

Income Statement
Revenue 424.9 B
Gross Profit 195.8 B
Operating Profit 82.6 B
Net. Profit 15.3 B
EBITDA 82.7 B
Interest Expense 57.7 B

Ratio
EPS 0.38
PER 376.32x
BVPS 273.07
PBV 0.52x
ROA 0.09%
ROE 0.14%
EV/EBITDA 111.72
Debt/Equity 0.39
Debt/TotalCap 0.28
Debt/EBITDA 51.32
EBITDA/IntExps 1.43

Sumber : IPS RESEARCH
Pembangunan Perumahan Indonesia Hadapi Sejumlah Kendala
Selasa, 19 April 2011 | 9:52

JAKARTA- Pembangunan sektor perumahan dan kawasan permukiman di Indonesia hingga saat ini masih menghadapi sejumlah kendala sehingga dalam beberapa tahun ke depan, sulit diharapkan, negeri ini terbebas dari persoalan itu.

Demikian penegasan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Yoseph Umar Hadi dalam sosialisasi UU No 1/2011 tentang tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, di Jakarta, Senin (18/4).

Menurut dia, setidaknya ada beberapa permasalahan yang dihadapi dalam program pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di Indonesia.

“Beberapa permasalahan itu antara lain keterbatasan lahan untuk perumahan, terutama di kota besar, harga tanah yang sangat mahal, Pemda tidak memiliki konsep penyediaan tanah untuk perumahan, konsep tata-ruang yang tidak jelas dan alih fungsi lahan,” katanya.

Untuk itu, dalam UU No 1 Tahun 2011, lanjutnya, terdapat beberapa hal pokok yang menunjukkan adanya perhatian khusus dari pemerintah terhadap penyediaan perumahan bagi masyarakat.

Hal-hal pokok itu yakni negara bertanggung jawab dalam menyediakan rumah, pemerintah harus lebih berperan terutama terhadap pemenuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), peningkatan kapasitas kelembagaan yaitu, peningkatan status Menteri yang membidangi Perumahan dan Kawasan Permukiman dari katagori C menjadi B.

Selain itu, adanya kewajiban negara yang didelegasikan secara merata dari pusat sampai ke daerah, alokasi anggaran perumahan tidak hanya harus ada di APBN, tapi juga APBD, Revisi Tata Ruang, Konsolidasi Tanah dalam bentuk bank tanah, Kasiba dan Lisiba, alokasi anggaran untuk MBR, penyelenggaraan perumahan dan penyelenggaraan kawasan permukiman.

Staf Ahli Menpera Bidang Tata Ruang, Pertanahan dan Permukiman, Yusuf Yuniarto menyatkaan, UU ini sebenarnya juga memperkuat peranan pemerintah daerah karena perumahan merupakan urusan wajib daerah.

“Grand design perumahan ingin menempatkan perumahan dalam suatu kawasan, Pembukaan UUD 1945 menyebutkan cita-cita untuk memajukan kesejahteraan umum dan salah satu indikator kesejahteraan umum adalah perumahan,” katanya.

Kepala Biro Hukum dan Kepegawaian Kemenpera, Agus Sumargiarto menyatakan, sosialisasi UU Nomor 1 Tahun 2011 yang dilaksanakan oleh Kemenpera merupakan adalah salah satu bentuk penyebarluasan kebijakan sektor perumahan dan kawasan permukiman.

“UU Nomor 1 Tahun 2011 juga menjadi pengganti UU Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman,” ujarnya.

Menurut Agus, pemerintah ke depan terus berupaya membantu MBR dalam pemenuhan kebutuhan rumah.

Oleh karena itu, Kementerian Perumahan Rakyat yang bertanggungjawab sebagai sektor yang menangani bidang perumahan dan kawasan permukiman dirasa perlu melakukan sosialisasi UU baru ini. (ant/hrb)

Penjualan Bakrieland Kuartal I-2011 Naik 106%
Jumat, 29 April 2011 | 22:26
investor daily

JAKARTA – PT Bakrieland Development Tbk berhasil menaikkan angka penjualannya 106% pada kuartal I tahun 2011 sebesar Rp424,9 miliar, dibanding periode yang sama tahun 2010, sebesar Rp205,5 miliar.

“Keberhasilan meningkatkan pendapatan terutama didukung unit usaha city property yang menyumbang 75,2%,” kata Presdir dan CEO PT Bakrieland Development, Hiramsyah S Thaib di Jakarta, Jumat.

Sedangkan lainnya, kata Hiramsyah disumbang dari unit Usaha Landed Residential, Hotel & Resort, dan Toll Road memberikan kontribusi pendapatan masing-masing sebesar 7,8%, 10,4%, dan 6,6%.

Pendapatan dari unit usaha City Property sebagian besar dari proyek perkantoran strata dengan kontribusi sebesar 64,7%. Sedangkan proyek apartemen memiliki kontribusi sebesar 14,7%.

Sementara itu, pendapatan terbesar dari Unit Usaha Landed Residential adalah dari Bogor Nirwana Residence yang memberikan kontribusi sebesar 72,2%, diikuti oleh Ijen Nirwana Residence dan Batam Nirwana Residence dengan kontribusi masing-masing sebesar 24,5% dan 3,3%.

“Pendapatan di 2011 kami perkirakan akan berlanjut menguat seiring dengan kondisi ekonomi Indonesia yang semakin solid, proyek baru yang dimiliki Bakrieland dan mulai beroperasinya beberapa proyek di 2010 dan tahun ini yang menjadi sumber pendapatan berkelanjutan tambahan (recurring income),” jelas Hiramsyah.

Melengkapi proyek-proyek yang telah dioperasikan di 2010 seperti Jalan Tol Kanci-Pejagan, Epicentrum Walk (Creative Lifestyle Entertainment Hub) di bulan Maret, Studio XXI Epicentrum Walk di bulan April, Bakrie Tower di bulan Mei, Aston Bogor Hotel & Resort di bulan Desember pada Februari tahun 2011 ini Pullman Bali Legian Nirwana juga telah resmi dioperasikan.

Pada kuartal I 2011, aset yang memiliki pendapatan berkelanjutan memberikan kontribusi sebesar 32,4% dari total pendapatan. Ke depan, angka ini akan cenderung meningkat seiring dengan rencana Bakrieland untuk terus meningkatkan proyek yang memiliki pendapatan berkelanjutan. (gor/ant)
Properti Kota Dongkrak Laba Bakrieland
Laba bersih perseroan naik 35,1 persen menjadi Rp178,7 miliar.
JUM’AT, 25 MARET 2011, 11:36 WIB Antique

VIVAnews – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mengalami kenaikan pendapatan hingga 30 persen untuk tahun buku 2010. Pada 2009, pendapatan bersih tercatat Rp1,1 triliun, sebelum meningkat menjadi Rp1,4 triliun.

“Kenaikan pendapatan disumbang dari unit usaha city property (properti kota), landed residential (hunian tampak), hotel dan resort, serta jalan tol,” kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO), Bakrieland Development, Hiramsyah S Thaib dalam keterangannya yang diterima VIVAnews.com di Jakarta, Jumat, 25 Maret 2011.

Hiramsyah menuturkan, unit usaha city property memberi kontribusi terhadap pendapatan perseroan sebesar 35,1 persen, unit usaha hunian tampak (29,5 persen), dan hotel & resort (29,2 persen), sedangkan dari bisnis jalan tol mengontribusi sekitar 6,2 persen.

Pendapatan unit usaha city property, menurut dia, sebagian besar dikontribusi dari proyek perkantoran strata yang mengontribusi pendapatan sebesar 28,2 persen, sedangkan proyek apartemen memiliki kontribusi sebesar 38,7 persen.

Sementara itu, pendapatan dari unit usaha landed residential, Bogor Nirwana Residence memberikan kontribusi terbesar yaitu 89,7 persen, diikuti Nirwana Residence, dan Batam Nirwana Residence dengan kontribusi masing-masing sebesar 7,5 dan 2,7 persen.

Selanjutnya, proyek jalan tol, Hiramsyah mengatakan, tol pertama yang selesai dibangun perseroan, yakni Kanci-Pejagan telah menunjukkan tren peningkatan lalulintas yang signifikan.

“Ketika dioperasikan awal 2010, lalulintas baru sekitar 5.000 kendaraan per hari. Angka ini melonjak signifikan di Desember 2010, yaitu lebih dari 14.000 kendaraan per hari yang mencerminkan pertumbuhan hampir tiga kali lipat. Bahkan, pada arus mudik lebaran tahun lalu trafiknya mencapai lebih dari 22.000 kendaraan,” ujar Hiramsyah.

Ke depan, Hiramsyah menuturkan, lalulintas dari jalan tol Kanci-Pejagan akan semakin meningkat seiring pertumbuhan daerah yang dilewatinya serta beroperasinya jalan tol Cikampek-Palimanan yang direncanakan mulai masuk masa konstruksi pada tahun ini.

Dia beranggapan, setelah pengoperasian jalan tol Kanci-Pejagan yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Januari 2010, serta mulai beroperasinya Epicentrum Walk (Creative and Lifestyle Entertaiment Hub) Maret, Epicentrum XXI April, Bakrie Tower Mei, dan peresmian Aston Bogor Hotel & Resort pada Desember, tahun 2010 merupakan tahun serah terima atau “delivery year” bagi Bakrieland.

“Tidak hanya itu, awal 2011 Bakrieland berhasil mengoperasikan penuh Kondotel Pullman Bali Legian Nirwana,” kata Hirmasyah.

Keenam proyek yang dioperasikan itu, menurut Hiramsyah, akan semakin menambah rangkaian proyek-proyek yang memiliki pendapatan berkelanjutan (recurring income) serta meningkatkan pendapatan Bakrieland secara keseluruhan.

Pada 2010, kontribusi aset yang memiliki pendapatan berkelanjutan sebesar 35,7 persen dari total pendapatan. Kontribusi pendapatan tersebut diprediksi akan meningkat seiring rencana Bakrieland untuk terus meningkatkan proyek-proyek tersebut.

Di samping itu, Bakrieland memperkirakan potensi pendapatan terbesar 2011 masih berasal dari unit usaha City Property Rasuna Epicentrum. Sebab, permintaan apartemen terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat, meningkatnya daya beli, perubahan gaya hidup, dan rencana pemasangan tiang pancang proyek apartmen The Wave dan The Grove.

Untuk itu, Bakrieland optimistis potensi pendapatan 2011 akan meningkat seiring kondisi ekonomi yang semakin solid, proyek baru yang dimiliki, serta beroperasinya beberapa proyek yang dibangun 2010 akan menjadi sumber recurring income.

Sepanjang 2011, Bakrieland akan mengutamakan pengembangan usaha berupa konversi lahan (landbank) yang dimiliki menjadi arus kas (cash flow).

Hal ini dimungkinkan setelah beberapa tahun terakhir, Bakrieland melakukan akusisi tanah dalam jumlah besar, berlokasi strategis, dan memiliki potensi pertumbuhan tinggi dengan valuasi yang sangat menarik, seperti di Pusat Kawasan Bisnis Jakarta–Kuningan, Bogor, Jonggol, dan beberapa lokasi strategis lainnya.

Untuk lebih mempercepat konversi landbank menjadi cashflow, Bakrieland berencana mendapatkan investor strategis yang akan bersama-sama mengembangkan lahan yang dimiliki perseroan. Saat ini, Bakrieland memiliki total landbank sekitar 13.000 hektare.

Lebih lanjut, Hiramsyah mengatakan, Bakrieland dewasa ini memiliki ekuitas mencapai Rp8 triliun, salah satu perusahaan properti dengan ekuitas tertinggi di Indonesia dan tetap memiliki neraca yang solid. Hal itu, tercermin dari rasio kewajiban dengan beban bunga (interest bearing liabilities) terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) per 31 Desember 2010 sebesar 40,1 persen.

“Posisi leverage ini akan semakin rendah bila menggunakan rasio net gearing sebagai acuan yaitu sebesar 29,3 persen,” ujar dia.

Secara keseluruhan, kinerja 2010 Bakrieland mengalami kenaikan seperti laba kotor naik 34,4 persen menjadi Rp669,3 miliar, laba usaha naik 44,9 persen menjadi Rp241,7 miliar, laba bersih naik 35,1 persen menjadi Rp178,7 miliar, dan marjin laba usaha naik dari 15,7 persen menjadi 17,7 persen. (art)
• VIVAnews
Juli, Konstruksi Tol Bogor-Sukabumi Dimulai
Pembebasan lahan Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) ditargetkan selesai Juni 2011.
JUM’AT, 25 MARET 2011, 16:05 WIB Antique

VIVAnews – Konstruksi pembangunan jalan tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) akan direalisasikan Juli 2011. Sebab, proses pembebasan tanah untuk kepentingan jalan tol Bocimi kembali dilakukan pada tahap ketiga. Bahkan, akan dikejar pelaksanaannya selama bulan ini.

Keputusan tersebut muncul berdasarkan rapat antara Panitia Pengadaan Tanah, Tim Pembebasan Tanah, Kementerian Pekerjaan Umum, PT Trans Jabar Tol, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan sejumlah kepala desa.

“Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Bocimi ditargetkan selesai Juni, sehingga Juli ini bisa segera dimulai pembangunan konstruksi jalan tol,” ujar Asisten Pemerintahan Kabupaten Bogor, Yasin Zainuddin, Jumat, 25 Maret 2011.

Saat ini, Yasin menambahkan, segala sesuatunya sedang dipersiapkan, antara lain verifikasi berkas tanah milik masyarakat yang siap dibayar dan menyusun jadwal. “Jadi, diperkirakan pembayaran bisa dilakukan di atas 6 April 2011. Sebab, Tim Pembebasan Tanah berharap tiga bulan bisa selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bogor, Ade Munawaroh, mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana pemerintah yang akan merealisasikan pembangunan jalan tol Bocimi tersebut.

Namun, dia menegaskan, sebelum jalan tol itu realisasikan, sebaiknya masalah-masalah seperti pembebasan lahan segera diselesaikan. Antara lain, pembayaran pembebasan tanah jangan sampai tertunda.
Seperti diketahui, jalan tol yang akan menghubungkan Bogor-Sukabumi sepanjang 53,6 kilometer ini diharapkan sudah bisa beroperasi pada 2014. Pembangunan tol ini akan menghabiskan dana sebesar Rp5,4 triliun. Sebanyak Rp725 miliar dianggarkan untuk pembebasan lahan seluas 142,20 hektare.
PT Trans Jabar Tol selaku pemegang hak konsesi akan mengoperasikan jalan tol ini selama 35 tahun terhitung sejak Juli 2007.

Trans Jabar Tol merupakan konsorsium tiga perusahaan yakni PT Bakrie Toll Road, PT Jasa Sarana Jabar, dan PT Bukaka Teknik Utama. Komposisi sahamnya 60 persen Bakrie Toll Road, 25 persen Jasa Sarana Jabar, dan 15 persen Bukaka Teknik. (art)

Laporan: Ayatullah Humaeni | Bogor
• VIVAnews
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencetak pertumbuhan laba bersih sepanjang 2010 sekitar 35,12% menjadi Rp178,704 miliar, bila dibandingkan dengan perolehan laba sebelumnya yang hanya Rp132,255 miliar. Peningkatan ini disokong oleh untung kurs sekitar Rp14 miliar.

Demikian publikasi perseroan di Jakarta, Jumat (25/3). Keuntungan kurs perseroan meningkat signifikan dari Rp4,554 miliar, kini tercatat Rp14,618 miliar.

Perseroan juga berhasil mencetak penghasilan usaha bersih dengan kenaikan 29% menjadi Rp1,367 triliun, ketimbang 2009 yang sebesar Rp1,059 triliun. Sayang, beban pokok penjualannya sedikit naik dari Rp560,906 miliar menjadi Rp698,282 miliar. Namun, laba kotor perseroan tidak terganggu, yang terlihat mengalami kenaikan menjadi Rp668,273 miliar, dibanding sebelumnya Rp498,097 miliar.

Di sisi lain, beban usaha perseroan pun melonjak dari Rp331,347 miliar, kini tercatat Rp427,559 miliar. Kenaikan beban usaha ini tidak mengganggu pos laba usaha yang tercatat meningkat dari Rp166,750 miliar menjadi Rp241,713 miliar.

Tetapi, perseroan harus mencatat beban lain-lain sekitar Rp16,068 miliar, bila dibandingkan tahun sebelumnya berhasil mencetak pendapatan lain-lain sekitar Rp36,418 miliar.

Per 31 Desember 2010, jumlah aset perseroan meningkat dari Rp11,592 triliun menjadi Rp17,064 triliun.

http://www.imq21.com/news/read/25217/20110325/085029/Untung-Kurs-Terbangkan-Laba-Bersih-ELTY-Rp178-704-Miliar.html

Sumber : IMQ JAKARTA
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencatatkan laba bersih naik 35% menjadi Rp178,74 miliar pada 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp132,25 miliar.

Dalam laporan keuangan publikasinya juga disebutkan Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan menjadi Rp1,36 triliun atau naik 29,1% pada 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp1,05 triliun. Laba kotor perseroan naik 34,36% menjadi Rp669,27 miliar pada 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp498,09 miliar.

Laba usaha naik 44% dari Rp166,75 miliar pada 2009 menjadi Rp241,71 miliar pada 2010. Aset perseroan naik 47% menjadi Rp17,06 triliun pada 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp11,59 triliun. Kas perseroan sebesar Rp860,55 miliar pada 2010.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1357232/bakrieland-raup-untung-2010-rp17874-miliar

Sumber : INILAH.COM
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) membukukan laba bersih pada tahun 2010 sebesar 178,7 miliar. Hal ini lebih baik bila di bandingkan dengan periode yang sama di tahun 2009 sebesar 132,3 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp 5.62 per lembar.

Berikut Laporan keuangan ELTY Tahun 2010 :

Last Price 137
Share Out. 39.9 B
Market Cap. 5469.0 B

Balance Sheet
Cash 860.6 B
Total Asset 17064.2 B
S.T. Borrowing 582.6 B
L.T. Borrowing 3844.8 B
Total Equity 8021.7 B

Income Statement
Revenue 1367.6 B
Gross Profit 669.3 B
Operating Profit 241.7 B
Net. Profit 178.7 B
EBITDA 364.3 B
Interest Expense 53.7 B

Ratio
EPS 5.62
PER 24.38x
BVPS 200.95
PBV 0.68x
ROA 1.05%
ROE 2.23%
EV/EBITDA 24.8
Debt/Equity 0.55
Debt/TotalCap 0.36
Debt/EBITDA 12.15
EBITDA/IntExps 6.79

Sumber : IPS RESEARCH
Pertumbuhan Kawasan Industri Jakarta Tercepat Di Dunia
Kamis, 17 Maret 2011 , 02:36:00 WIB

RMOL.Konsultan properti Cushman and Wakefield mencatat, Ibukota Jakarta sebagai kota yang meng­alami pertumbuhan industri ter­cepat dibandingkan negara-ne­gara Eropa dan Asia.
Associate Director Cushman and Wakefield Indonesia Wira Agus mengatakan, pertum­bu­han kawasan industri Jakarta sa­at ini mencapai 21,78 persen le­bih pe­sat dibandingkan negara-negara di Eropa dan Asia.
“Kawasan industri Jakarta tumbuh 21,76 persen meng­ung­guli kawasan lainnya seperti Beijing 17,55 persen, Frankfurt 15,83 persen,” kata Wira dalam siaran persnya yang diterima Rakyat Merdeka, baru-baru ini.
Menurut Wira, pesatnya per­tumbuhan itu terjadi karena me­ningkatnya permintaan in­vestor asing, terbatasnya lahan ka­wa­san industri berkualitas yang siap pakai, dan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Barrie David dari Cushmand and Wakefield Re­search Group juga memaparkan stabilnya posisi pasar Asia de­ngan tujuh dari lokasi per­tum­buhan ter­cepat di Asia. Dimana Tokyo dan Hong Kong termasuk sebagai kawasan in­dus­tri termahal di dunia. Juga ka­wasan industri Si­ngapura yang melonjak dari peringkat 19 men­jadi peringkat 4 dengan pe­ningkatan harga se­wa sebesar 14,9 persen.
Menurut Data Cushman and Wakefield, 10 lokasi pertum­bu­han kawasan industri tercepat di dunia pada 2011, yakni Jakarta, (Indonesia) dengan pertumbuhan 21,78 persen, Bei­jing (China) tumbuh 17,55 persen, Frankfurt (Jerman) 15,83 per­sen, Singapura 14,97 persen, Shanghai (China) 14,54 persen, Porto (Portugal) 14,29 persen, New Delhi, Gur­ga­on (India) 14,29 persen, Gua­yaquil (Ekuador) 13 persen, Bu­nga­lore-Bommasandra (India) 11,11 persen dan Gothenberg, (Swedia) 10,71 persen.
Selain itu, Riset Cushman and Wakefield Indonesia juga mem­perlihatkan sekitar 18.000 unit apartemen dan kondominium akan selesai dibangun tahun ini. Proyek kondominium di Jakarta terutama di pusat kota, menjadi lokasi yang paling diminati.
Sampai akhir 2010, total pa­sokan kumulatif kondominium di Jakarta diperkirakan mencapai 80.700 unit. Beberapa proyek yang selesai tahun lalu adalah Gandaria Heights, Centro City (Tower A), Tamansari Su­dirman, Pakubuwono View, Central Park (Alaina Tower), Green Central, Seasons City, Masion @ Ke­mang dan Gading Nias (Emerald).
Sementara proyek kondomi­nium yang sudah mulai dipa­sarkan dan akan selesai pemba­ngunannya pada dua tahun men­datang berjumlah 50 pro­yek de­ngan jumlah total 19.000 unit. [RM]
Pemerintah Siapkan Rp 3,85 Triliun untuk Garap Transjawa
Selasa, 8 Maret 2011 | 19:57

JAKARTA – Pemerintah sepakat menganggarkan dana Rp 3,85 triliun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2011 untuk penyelesaian sembilan ruas jalan Transjawa yang diharapkan selesai 2014.

“Kita sepakat perlu membantu penyediaan dana bagi Badan Pengatur Jalan Tol atau BPJT yang digunakan untuk pembebasan lahan,” kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo kepada pers, di Istana Wapres Jakarta, Selasa.

Hal tersebut dikatakan Menkeu Agus usai dirinya mengikuti rapat pembahasan jalan tol yang dipimpin Wakil Presiden Boediono dan diikuti Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.

Sembilan ruas tol Transjawa yakni, Cikampek-Palimanan (116 Km), Pejagan-Pemalang (57,5 km), Pemalang-Batang (39 km), Batang-Semarang (75 km), Semarang-Solo (75,7 km), Solo-Mantingan-Ngawi (90,1 km), Ngawi-Kertosono (87 km), Kertosono-Mojokerto (40,5), Surabaya-Mojokerto (36,27 km).

Menurutnya, dalam rapat tersebut juga dilaporkan mengenai kesiapan BPJT dan pihak regulator untuk bekerjasama dengan para investor untuk mencapai target 2014 selesai Transjawa.

Agus mengatakan, terkait pembahasan adanya bantuan tersebut tentu akan ada beberapa investor yang masih harus diajak bicara dengan BPJT.

Pembicaraan dengan para investor, kata Agus sangat penting mengingat di semua ruas jalan terdapat kondisi yang berbeda.

“Ada yang sudah dibebaskan lahan 90 persen, ada yang baru bebas lahan 0,5 persen, ada yang baru dua persen,” kata Agus.

Untuk itu, kata menkeu, pemerintah sepakat akan mengajak pembicaraan dengan para investor untuk membicarakan komitmen agar penyelesaian ruas jalan bisa selesai 2014.

Menkeu mengakui, pembebasan lahan adalah kunci kalau mau pembangunan ruas Transjawa tahun 2014.

Juru bicara Wapres Yopie Hidayat mengatakan, pemerintah terus berupaya mempercepat penyelesaian sembilan ruas jalan tol Transjawa secara tuntas sepanjang sekitar 660 kilometer.

“Seperti kita ketahui, hambatan utama adalah pembebasan tanah. Untuk itu, Pemerintah akan mengupayakan semua biaya pembebasan tanah baik melalui BLU maupun melalui APBN,” katanya.

Yopie mengatakan, kewajiban utama pemerintah adalah pembebasan tanah yang membutuhkan dana Rp 3,85 triliun. Pemerintah akan menganggarkan dana ini pada APBNP 2011.

“Selain itu, BPJT sudah berbicara dengan BLU Pusat Investasi Pemerintah (PIP) untuk memberikan talangan, begitu dana dari APBN turun, dana talangan akan dilunasi,” kata Yopie.

Dikatakannya, yang menjadi salah satu prioritas adalah mengatasi sumbatan pembangunan jalan tol ruas Cikampek-Palimanan.

Saat ini pembebasan tanah untuk ruas tersebut, katanya, sudah 90 persen dan ditargetkan selesai pada Agustus 2011. (tk/ant)
Pemerintah Suntik Rp3,85 T Proyek Tol Trans Jawa

Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
Ekonomi – Rabu, 9 Maret 2011 | 08:09 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Kementerian Keuangan mengajukan alokasi anggaran Rp3,85 triliun dalam APBN-P 2011, untuk mendukung penyelesaian proyek 9 ruas jalan tol trans Jawa.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah sepakat untuk bisa menyelesaikan 9 ruas jalan tol trans Jawa pada 2014. “BPJT (Badan Pengurus Jalan Tol) akan berbicara dengan investor-investor dari 9 ruas trans Jawa. Itu untuk bisa melakukan revisi BPJT apabila investornya belum melakukan konstruksi supaya disesuaikan dsengan apa yang direncanakan untuk selesai tahun 2014,” ungkap Menkeu di kantornya, kemarin.

Saat ini, pemerintah mengklaim hambatan-hambatan dalam penyelesaian ruas tol tersebut telah dapat dituntaskan terutama masalah pembebasaan lahan. Ia menyatakan, untuk menunjang proses penyelesaian proyek tersebut terutama pembebasan lahan, Kemenkeu akan mengajukan alokasi dana bergulir bagi BPJT dalam APBN-P 2011.

“Jadi kuncinya adalah perlu adanya pembebasan lahan. Nah, kebetulan BLU BPJT di tahun 2011 belum menganggarkan data tambahan untuk dana revolving untuk pembebasan lahan. Di tahun 2010 anggrannya ada Rp2,3 triliun tetapi tahun 2011 belum ada. Jadi tadi disepakati untuk kita mengajukan di dalam APBN-P dan untuk revolving fund untuk BPJT bagi trans Jawa sebesar Rp3,85 triliun,” paparnya.

Usai pembebasan lahan, nantinya BPJT akan mengadakan pertemuan kembali dengan para investor untuk mengarahkan agar proyek 9 ruas jalan tol trans Jawa yang merupakan bagian dari 24 ruas tol bisa tuntas pada 2014. [hid]
Bakrieland Siap Lunasi Obligasi Rp235 M

Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
Pasar Modal – Sabtu, 5 Maret 2011 | 13:21 WIB
INILAH.COM, Jakarta – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) bakal melunasi obligasi I pokok seri A tahun 2008 beserta bunga, sebesar Rp235,54 miliar.

“Dana tersebut akan kami transfer ke Agen Pembayaran (PT Kustodian Sentral Efek Indonesia/KSEI) selambat-lambatnya tanggal 10 Maret 2011,” ungkap Direktur Utama ELTY Hiramsyah S Thaib dalam keterbukaan informasinya di Jakarta, Sabtu (5/3).

Ia menjelaskan, pembayaran pokok seri A obligasi tersebut jumlahnya mencapai Rp220 miliar. Sementara bunga seri A tersebut adalah Rp6,545 miliar dan seri B sebesar Rp8,995 miliar, sehingga jumlah keduanya Rp15,54 miliar. Obligasi tersebut akan jatuh tempo pada tahun ini. [mre]
Minggu, 20/02/2011 16:59 WIB
Bakrieland Resmikan Hotel Bintang Lima di Bali Senilai Rp 300 miliar
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) melalui Unit Usaha Hotels & Resorts resmi membuka salah satu Hotel yakni Pullman Bali Legian Nirwana yang dikelola oleh Accor International di Pantai Kuta, Bali. ELTY mengklaim hotel dengan nilai investasi yang mencapai Rp 300 miliar tersebut merupakan satu-satunya hotal yang berbintang lima di daerah Kuta.

“Pullman Bali Legian Nirwana akan melengkapi potensi wisata dan bisnis di area Kuta, Bali. Selain itu, pembukaan Pullman Bali Legian Nirwana ini turut menandai resminya pengoperasian manajemen hotel oleh Accor International,” uja Marudi Surachman, Direktur Utama PT Bakrie Hotel & Resort, unit usaha PT Bakrieland Development Tbk melalui siaran persnya di Jakarta, Minggu (20/2/2011).

Marudi menambahkan, Pullman Bali Legian Nirwana merupakan Hotel dan Resort bintang lima satu-satunya di Kuta, Bali yang dioperasikan oleh Accor International. Hotel tersebut resmi dibuka pada 17 Februari 2011. “Hotel dan Resort ini juga merupakan produk resort Pullman pertama di Indonesia dan satu-satunya yang berbintang lima di Kuta, Bali,” tuturnya.

GM Marketing PT Bakrie Hotel & Resort, Deden E. Soedarbo menjelaskan terdapat total lima wing alias tower yang terintegrasi dengan tower lainnya. Hotel tersebut, lanjut Deden mempunyai kapasitas 360 unit kamar. “Terdapat 5 tower dan 360 unit kamar di Pullman Bali Legian Nirwana ini,” ujarnya.

Lebih jauh Deden mengatakan, pemilik unit condotel dapat menikmati jaminan pengembalian sewa hingga 6% (dalam US$) selama 3 tahun pertama. Condotel adalah condominium hotel yang mengadopsi konsep hunian dan apartment pada umumnya. Unit condotel Pullman Bali Legian Nirwana dijual strata title kepada investor, kemudian langsung diserahkan kepada operator untuk dioperasikan sebagai hotel. (dru/dru)
Senin, 24/01/2011 18:40 WIB
24 Proyek Tol Mangkrak, Pemerintah Tak Mau Salahkan Mafia Tanah
Ramdhania El Hida – detikFinance

Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyanggah adanya permainan mafia tanah terkait terlantarnya proses pembangunan 24 ruas tol. Menurutnya, pembangunan tol tersebut tetap berjalan walaupun baru diselesaikan satu per satu.

“Tidak usah omong mafia-mafia, yang penting kerjaan bisa jalan,” tegasnya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (24/1/2011).

Menurut Djoko, pembiayaan proyek ini telah siap dengan penjaminan dilakukan oleh PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII). Saat ini, terdapat tim khusus yang dipimpin Wakil Presiden guna menangani penyelesaian tol tersebut.

“Kita masih jalan terus, ada tim khusus yang dipimpin Pak Wapres, mudah-mudahan bisa berjalan dengan peraturan-peraturan yang ada dan peraturan yang mungkin kita lakukan. Pokoknya kita dorong teruslah,” ujarnya.

Untuk tahap pertama yang sedang dalam proses penyelesaian, lanjut Djoko, adalah tol Cikampek-Palimanan.

“Kita mulai dulu, nanti yang Cikampek-Palimanan dulu, ini sudah hampir selesai, semoga dalam waktu singkat bisa dikerjaan dulu karena jalan tol ini kan saling berkaitan, kalau di sini dibangun yang di sana tak ada, kan tak bisa juga,” jelasnya.

Djoko mengharapkan dengan selesainya pembangunan tol Cikampek-Palimanan tersebut, akan banyak pihak yang tertarik untuk pembangunan kelanjutan ruas tol lain.

“Sekarang yang paling utama kita coba Cikampek-Palimanan, nanti kalau sudah ada, Cirebon ke timur, nanti juga pasti orang terdorong untuk bangun,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah merampungkan evaluasi 24 proyek tol yang selama ini mangkrak. Hasilnya proyek 24 ruas tol tersebut masih layak untuk diteruskan.

Dari 24 proyek itu, ada 10 proyek tol yang masih dievaluasi kelayakannya karena terkendala kemampuan pendanaan dari pemegang konsesi.

Tol Semarang-Solo, misalnya, berdasarkan hasil evaluasi terakhir, tol itu dinyatakan layak. Tim evaluasi dari BPJT telah bekerja sejak Juli hingga Desember 2010. Evaluasi dilakukan terhadap kelayakan suatu proyek dan kemampuan keuangan pemegang konsesi proyek tol mangkrak.

Selama tahap evaluasi, BPJT meminta mereka memperkuat kemampuan keuangan. Caranya dengan pengalihan saham atau perubahan susunan pemegang saham. Dengan skema tersebut maka beberapa ruas tol yang semula bermasalah, menjadi layak dilanjutkan.

Untuk proyek tol Semarang-Solo ini, selain bantuan dari pemegang saham mayoritas, pemerintah juga memberikan bantuan berupa dana sebesar Rp 1,9 triliun untuk pembebasan lahan dari total kebutuhan dana Rp 6,2 triliun.

Setelah pengumuman evaluasi ini, BPJT dan para pemegang konsesi 24 tol tol itu bakal meneken amandemen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada Maret 2011.

Amandemen terdiri atas restrukturisasi pemegang saham, jadwal pengusahaan jalan tol termasuk pengadaan tanah, konstruksi dan operasi. Pemegang konsesi juga wajib memenuhi kewajiban berupa jaminan pelaksanaan dan biaya pengadaan tanah.

Setelah itu baru 24 proyek dilanjutkan kembali pelaksanaannya mulai April 2011. Total investasi untuk 24 proyek naik menjadi Rp 111,74 triliun padahal sebelumnya cuma Rp 89 triliun. Penyebabnya adalah kenaikan nilai konstruksi dan pembebasan tanah.

(nia/dnl)
CIMB: Rating Sektor Properti Tetap Overweight
Minggu, 22 November 2009 – 11:22 wib
Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – PT CIMB Securities Indonesia mempertahankan rating sektor properti pada overweight. Pasalnya, fundamental ekonomi dinilai sudah mulai pulih.

“Kami mempertahankan rating sektor properti pada overweight, karena fundamental ekonomi yang lebih baik, dengan turunnya spread antara bunga kredit dengan bunga SBI (saat ini spread sekitar 200bp adalah tiga kali lebih tinggi dari normal), dan mengantisipasi akselerasi earning pada 2010-2011,” ungkap Retail Research Analis CIMB Securities Indonesia Mastono Ali, dalam buletin CIMB iTrader yang diterima okezone, di Jakarta, Minggu (22/11/2009).

Monthly pre-sales selama Mei hingga Oktober 2009 +30 persen yoy (year on year), namun masih dibawah historic high Rp350bn/bulan pada semeter I-2008. “Kami merevisi RNAV setelah menaikan earning, saat ini sekitar 12-37 persen discount to RNAV, sama seperti midcycle yang lalu,” katanya.

Sementara itu, PT Ciputra Development (CTRA) adalah top pick perusahaan sekuritas asing ini, karena upside potential pada 2010-2011. “Meskipun kami menyadari sentimen negatif yang mungkin muncul dari penambahan saham di Ciputra Surya (CTRS). Namun kami melihat dari segi strategi jangka panjang CTRA dan memberi rating outperform dengan target harga Rp900 per unit dari Rp1.200 per unit. karena mengubah metode DCF menjadi RNAV. Maintain outperform untuk PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dengan TP Rp430 dan outperform untuk PT Summarecon Tbk (SMRA) dengan TP Rp800 per unit,” pungkasnya. (css)
ELTY Klaim Siap Bayar Obligasi Rp289 M

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Minggu, 16 Januari 2011 | 13:26 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mengaku siap melunasi obligasi I tahun 2008 seri A dan sukuk ijarah I tahun 2009 seri A sebesar Rp288,86 miliar.

Hal itu disampaikan manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, akhir pekan lalu. Obligasi I Bakrieland Development tahun 2008 seri A jatuh pada 11 Maret 2011 dan sukuk ijarah I Bakrieland Development tahun 2009 seri A pada 7 Juli 2011.

Perseroan pun telah menyiapkan dana untuk melunasi pokok dan bunga pokok maupun fee, cicilan imbalan dan sukuk kepada pemegang obligasi dan suku ksebesar Rp288,86 miliar. Dana tersebut ditempatkan pada bank dan deposito. [mre]
Bakrieland Akan Pasok Ruang Perkantoran 60 Ribu M2
Oleh Eko Adityo Nugroho | Kamis, 13 Januari 2011 | 14:17

JAKARTA – Anak usaha PT Bakrieland Development Tbk, PT Bakrie Swasakti Utama, akan membangun gedung perkantoran seluas 60 ribu meter persegi. Pengembangan tahap awal ditargetkan mulai kuartal IV-2011.

Managing Director/CEO PT Bakrie Swasakti Utama Agus J Alwi mengatakan, gedung perkantoran baru ini akan dibangun di kawasan terintegrasi Rasuna Epicentrum. “Tower gedung perkantoran berada di seberang Bakrie Tower. Ground breaking akan dilaksanakan kuartal IV-2011 dan desain mulai Juni 2011,” ujarnya kepada Investor Daily di kantornya, belum lama ini.

Dia mengatakan, pihaknya menyiapkan lahan untuk pengembangan kantora baru ini seluas 5.000 meter persegi (m2). Ketinggian gedung tersebut diperkirakan 32 lantai dengan luas masing-masing lantai 1.800 m2. Perseroan berharap bisa menambah pasokan ruang perkantoran baru di Jakarta hingga 60.000 m2.

Agus menjelaskan, Bakrie Swasakti Utama menargetkan pembangunan gedung perkantoran ini rampung dalam dua tahun, sehingga ditargetkan mulai beroperasi akhir 2013. Kendati demikian, pihaknya belum bersedia menyebutkan nilai investasi, termasuk sumber pendanaan pengembangan proyek baru ini.

Bakrie Swasakti Utama belum mengagendakan target pemasaran gedung tersebut, termasuk menetapkan jenis ruang perkantoran tersebut, baik hak milik (strata title) atau disewakan.

Pembiayaan pembangunan gedung perkantoran baru ini, menurut dia, berasal dari anggaran project cost Bakrieland untuk properti sepanjang 2011 mencapai Rp 1,5 triliun. “Mudah-mudahan kami dapat (dari dana itu). Tapi, terkadang anak yang sudah besar diminta untuk cari dana sendiri,” kata dia.

Presiden Direktur dan CEO Bakrieland Development Hiramsyah S Thaib sebelumnya menuturkan, Bakrieland menyediakan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 2-2,5 triliun sepanjang 2011. Dana tersebut digunakan untuk membiayai ekspansi bisnis properti dan infrastruktur.

Pihaknya mengalokasikan sebagian besar penggunaan dana untuk project cost properti, pengembang ini menganggarkan sekitar Rp 1-1,5 triliun untuk mengembangkan proyek-proyek baru. Adapun, pembangunan infrastruktur jalan tol dianggarkan sekitar Rp 1 triliun.

“Nilai terbesar alokasi capex untuk sektor properti berkisar Rp 1-1,5 triliun. Dari nilai itu paling besar untuk pengembangan Rasuna Epicentrum, sekitar 30% atau Rp 400 miliar. Kedua terbesar, Bogor Nirwana Residence, Bukit Jonggol Asri, (resort dan perumahan di) Lido, dan apartemen Sentra Timur Residence,” tutur Hiramsyah.

Selain membangun gedung perkantoran baru di kawasan Rasuna Epicentrum, Agus mengungkapkan, perusahaan menargetkan penyelesaian pembangunan kondotel The Groove dan apartemen The Wave sepanjang 2011. Perusahaan memprediksi dua proyek tersebut rampung sebelum akhir tahun ini.

“Untuk The Groove sudah 18 lantai yang terbangun, sedangkan The Wave sekitar 15 lantai. Tapi kami yakin dua proyek ini selesai sebelum akhir 2011,” tutur dia.

Pada 2011, Bakrieland menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 30-50% atau menjadi sebesar Rp 1,7-1,9 triliun. Tahun ini, perseroan memproyeksikan pendapatan sebesar Rp 1,3 triliun. “Sumber pendapatan terbesar Bakrieland masih dikontribusi sektor perumahan kelas menengah,” kata Hiramsyah.

Menurut dia, penjualan dan penyewaan unit-unit properti yang dikembangkan tahun ini berpeluang menyumbang hingga 95% pendapatan perseroan. Sedangkan sisanya dikontribusikan sektor infrastruktur. Ekspektasi pertumbuhan kinerja keuangan juga ditopang membaiknya sektor properti hingga tiga tahun ke depan. Apalagi, pertumbuhan properti diperkirakan sekitar 20% per tahun, jika kondisi ekonomi kondusif, gencarnya pembiayaan kredit pemilikan rumah, dan stabilnya suku bunga kredit.

Agus menambahkan, penyempurnaan berbagai fasilitas yang tersedia di kawasana seluas 54 hektare menjadi rencana lainnya. Pembuatan fasilitas berupa air yang bisa langsung diminum di seluruh area kawasan ini merupakan salah satu contoh penyempurnaan fasilitas yang ada.

“Itu dari sisi development. Dari pengembangan kawasan kita memang kurang promosi, karena resesi. Tahun ini saya akan dorong promosi sehingga kawasan ini dikenal dan dari sisi penjualan akan menarik,” ucap dia.

Minggu, 26/12/2010 12:38 WIB
Kehadiran ‘Disneyland’ Tak Jamin Hidupkan Bisnis Properti
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – Berdirinya taman hiburan kelas dunia, tidak otomatis menarik masyarakat untuk bertempat tinggal di suatu kawasan kota mandiri. Mewujudkan kawasan yang mandiri, pengembang harus menciptakan kekuatan ekonomi baru sehingga penghuni tidak bergantung kepada ibukota sebagai sebagai pusat bisnis.

Demikian disampaikan Associate Director Research Advisory, Cushman & Wakefield, Arief Rahardjo dalam perbincangan dengan detikFinance di Jakarta, Minggu (26/12/2010).

“Konsep development yang sukses harus ada kekuatan ekonomi, penciptaan industri. Jika ada pertumbuhan, misalkan saja pabrik maka akan ada yang bekerja. Baru kemudian ada permintaan akan rumah sederhana, seperti di Lippo Cikarang,” jelas Arief.

Ia menambahkan, pengembangan dengan mengedepankan sarana dan prasarana yang bersifat komersial, tidak menjamin kota tersebut menjadi mandiri. Kekuatan ekonomi tercipta, barulah menciptakan multiplier effect yang berkelanjutan.

“Kalau sudah populasi terbentuk baru butuh pusat komersial. Itupun dilakukan secara bertahap, pertama ruko kemudian mal dan diimbangi dengan sarana sekolah, taman bermain, water boom dan semacamnya,” tambahnya.

Selain penciptaan kekuatan ekonomi, kunci sukses kota mandiri adalah tersedianya infrastruktur yang memandai. Kota mandiri di sekitar Jakarta, seperti Serpong, Bogor, Jonggol ataupun Lido, yang harus tersedia adalah jalan tol ataupun non tol. Ini menjadi pemicu kota mandiri bisa berkembang di masa mendatang.

“Infrastruktur jalan penting. Kita bisa lihat bagaimana BSD, Bintaro, ataupun Alam Sutera berkembang karena ada tol di dalamnya. Kalau kawasan Cibubur, agak kurang berkembang,” tuturnya.

Sebelumnya dikabarkan, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), pemilik land bank terbesar di Jonggol telah menggandeng asing dalam pembangunan dua taman hiburan kelas dunia. Kesepakatan kerjasama ini telah ditandatangani dan pembangunan dua taman hiburan di Jonggol dan Lido. Rencananya proyek akan dimulai pada semester I-2011.

“Dengan (mitra strategis) asing. Lido konsepnya mendekatkan diri dengan alam. Karena dekat dengan Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak Halimun,” imbuh Direktur Utama Bakrieland Hiramsyah S. Thaib beberapa waktu lalu.

Sementara taman bermain di Jonggol berdiri di area seluas 200 ha, dari total lahan 13 ribu ha. Selain dibangun taman bermain, juga akan berdiri beberapa unit hunian dan sarana pendukung lainnya.

“Siap beroperasi di 2012. Di dua tempat Lido dan Jonggol,” papar Hiramsyah.

Anggota DPP Real Estate Indonesia (REI) Teguh Satria bahkan menyatakan bisnis properti di Jonggol dan Lido akan ramai dengan adanya rencana Bakrieland membangun taman hiburan kelas dunia layaknya Disneyland di kedua area tersebut.

(wep/hen)
Senin, 20/12/2010 17:03 WIB
Bakrieland Bangun Taman Hiburan Sekelas Disneyland di Jonggol dan Lido
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) berencana untuk membangun taman hiburan kelas dunia seperti Disneyland di dua area yaitu Jonggol dan Lido, Jawa Barat.

Direktur Utama Bakrieland Hiramsyah S. Thaib mengatakan kesepakatan kerjasama ini telah ditandatangani dan pembangunan dua taman hiburan ini rencananya akan dilakukan mulai semester I-2011 dengan menggandeng mitra asing.

“Dengan (mitra strategis) asing. Lido konsepnya mendekatkan diri dengan alam. Karena dekat dengan Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak Halimun,” imbuhnya di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (20/12/2010).

Sementara taman bermain di Jonggol berdiri di area seluas 200 ha, dari total lahan 13 ribu ha. Selain dibangun taman, juga akan berdiri beberapa unit hunian dan sarana pendukung lainnya.

“Siap beroperasi di 2012. Di dua tempat Lido dan Jonggol,” papar Hiramsyah.

Sepanjang tahun 2011, Bakrieland siap tumbuh 30-50% dari total pendapatan sampai akhir tahun ini Rp 1,3 triliun.

Kontribusi pendapatan masih didominasi oleh perumahan, diantaranya Sentra Timur Jakarta, Bogor Nirwana Residence, dan apartemen Taman Saruna.

“Untuk laba belum. Masih dihitung,” pungkasnya.

(wep/dnl)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: