Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

April 8, 2011

the bakries, permAEnan (3) … 010811

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 7:29 am

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatatkan laba komprehensif berjalan senilai US$2,95 juta pada semester pertama 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya rugi US$3,24 juta.

Demikian seperti dikutip dari laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/8). Jumlah laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$2,65 juta pada semester pertama 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya rugi US$3,27 juta. Pendapatan perseroan naik sekitar 41% dari US$104,11 juta pada semester pertama 2010 menjadi US$147,62 juta pada semesteIr pertama 2011.

Pada pos beban usaha, perseroan mencatatkan kenaikan beban usaha menjadi US$136,86 juta pada semester pertama 2011 dari periode sama sebelumnya US$107,38 juta. Laba usaha perseroan sebesar US$10,75 juta pada semester pertama 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya rugi US$3,18 juta.

Kewajiban perseroan turun dari US$124,69 juta pada Desember 2010 menjadi US$121,50 juta pada semester pertama 2011. Aset perseroan turun dari US$462,51 juta pada Desember 2010 menjadi US$462,28 juta pada semester pertama 2011. Kas dan setara kas perseroan turun dari US$29,87 juta pada Desember 2010 menjadi US$28,45 juta pada Juni 2011.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1758572/dewa-catatkan-laba-us295-juta

Sumber : INILAH.COM
Target PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) merampungkan akuisisi perusahaan 4G di kuartal ketiga tahun ini bakal segera terealisasi. “Sesuai rencana. Kita memang ingin di tahun ini,” ujar Presiden Direktur BTEL Anindya Bakrie, Kamis (28/7).

Sebelumnya, Anindya pernah menyebutkan, ada beberapa perusahaan 4G lokal yang tengah dimonitor BTEL. Perusahaan telekomunikasi yang dikenal dengan merek dagang Esia ini memang berencana memperkuat basis layanan data internet.

Kebutuhan dana untuk akuisisi tersebut akan diambil dari anggaran belanja modal BTEL yang per tahunnya mencapai US$ 200 juta. Sayangnya, Anindya enggan membeberkan lebih rinci mengenai perusahaan 4G yang bakal diakuisisi serta nilai akuisisinya.

Lewat akuisisi tersebut BTEL berharap bisa memperkuat jaringan dan meningkatkan kontribusi pemasukan dari layanan data dibandingkan suara.

“Kami berharap dalam lima tahun ke depan kontribusi data bisa meningkat menjadi 80%. Saat ini masih 40%,” jelas Anindya.

http://investasi.kontan.co.id/v2/read/1311831360/74027/BTEL-rampungkan-akuisisi-perusahaan-4G-di-kuartal-ketiga-2011

Sumber : KONTAN.CO.ID
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) optimis mampu mengumpulkan dana sekitar US$200-300 juta untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur.

Manajemen akan mengelola unit usaha khususu yang disebut infrastructure fund yang ditargetkan terbentuk pada Semester 2-2011. Infrastructure fund akan menjadi sumber pendanaan proyek infrastruktur perseroan dengan skema, di mana investor bisa investasi pada proyek BNBR atau menyuntikkan modal melalui BNBR.

Proyek-proyek BNBR tersebut yaitu PLTU Tanjung Jati A, pembangkit listrik berbahan bakar batubara di Kalimantan Timur, dan pembangkit listrik bertenaga panas bumi di Flores. Nilai proyek PLTU Tanjung Jati A mencapai US$2 miliar dengan target 51% kepemilikan dan sisanya Samsung C&T Corporation. Proyek pembangkit listrik Kalimantan bernilai Rp75 miliar dengan menggandeng Tata Power Co. Ltd. Sedangkan pembangkit listrik berbahan bakar panas bumi bernilai US$300 juta dengan target porsi kepemilikan BNBR 30% dan sisanya milik Panax Geothermal Ltd, Australia. “Kami pun merekomendasikan speculative buy saham BNBR,” ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya, Kamis (28/7).

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1743632/optimistis-raup-dana-speculative-buy-bnbr

Sumber : INILAH.COM
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) optimistis bisa menghimpun dana senilai berkisar US$ 200 juta-US$ 300 juta. Dana itu akan digunakan membiayai berbagai proyek infrastruktur.

Dana tersebut akan dikelola oleh unit usaha khusus yang disebut infrastructure fund. Manajemen BNBR menargetkan infrastructure fund sudah terbentuk pada semester kedua tahun ini. Direktur Keuangan BNBR, Eddy Soeparno, malah mengklaim bahwa saat ini sudah ada investor asing yang tertarik untuk bergabung. Tapi Eddy belum mau membuka identitas investor yang dimaksud.

Infrastructure fund akan menjadi sumber pendanaan proyek-proyek infrastruktur BNBR. Skemanya, investor bisa menanamkan dana di proyek BNBR sehingga punya kepemilikan di proyek itu. Opsi lainnya, investor menyuntik modal melalui BNBR.

Proyek-proyek akan dibiayai di antaranya adalah PLTU Tanjung Jati A, pembangkit listrik berbahan bakar batubara di Kalimantan Timur, dan pembangkit listrik bertenaga panas bumi di Flores.

Nilai proyek Tanjung Jati A mencapai US$ 2 miliar. BNBR menargetkan bisa menguasai 51% saham proyek yang digarap bersama Samsung C&T Corporation itu. Sedangkan di proyek pembangkit listrik di Kalimantan, BNBR menggandeng Tata Power Co. Ltd. Proyek ini senilai US$ 75 juta.

Adapun proyek pembangkit listrik berbahan bakar panas bumi senilai US$ 300 juta. Untuk menggarap proyek ini, BNBR menggandeng perusahaan asal Australia, Panax Geothermal Ltd. BNBR menargetkan bisa menguasai 30% kepemilikan pada proyek yang berlokasi di Flores itu.

Selain berekspansi, BNBR juga akan melunasi utang senilai Rp 3,3 triliun dengan menyerahkan saham anak usaha yang dijaminkan (debt to asset settlement). Sayang BNBR menolak membeberkan identitas saham yang akan dilepas. “Kami sedang negosiasi,” kata Eddy.

Skenario tersebut pernah digunakan BNBR pada tahun lalu. Kala itu BNBR melunasi utang Rp 2,2 triliun. Sekitar 90% dari utang dibayar lewat debt to asset settlement. Saham yang paling banyak dilepas adalah saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

http://investasi.kontan.co.id/v2/read/1311819300/73986/BNBR-optimistis-himpun-US-300-juta

Sumber : KONTAN.CO.ID
DEWA Menuju Rp 205

CITIGROUP menaikkan rating saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dari netral menjadi outperform. Target harga dikerek menjadi Rp 205 dari sebelumnya Rp 165. Valuasi DEWA juga sangat murah dengan PER 8,8 kali, di bawah BUMI 21 kali dan DOID 10 kali. Kemarin, DEWA naik Rp 11 (10,6%) ke level Rp 114.

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), melalui cucu usahanya PT Domas Agrointi Prima (DAP) merestrukturisasi utang senilai US$ 210 juta kepada beberapa kreditur, diantaranya Credit Suisse AG cabang Singapura dan Credit Suisse International.

Menurut Sekretaris Perusahaan UNSP Fitri Barnas, DAP adalah anak usaha dari PT Nibung Arthamulia yang mayoritas sahamnya dipegang oleh perseroan.

Transaksi akuisisi DAP oleh Nibung dari Grup Domba Mas itu merupakan salah satu kelanjutan dari aksi rights issue yang dilakukan perseroan awal 2010 lalu. Amendment Agreement atau perjanjian restrukturisasi utang dilakukan 21 Juni 2011.

“Mohon diketahui bahwa perjanjian restrukturisasi ini belum berlaku efektif karena masih terdapat syarat-syarat pendahuluan yang masih dalam proses penyelesaian,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/7/2011).

Ia menambahkan, perjanjian restrukturisasi ini merupakan underlying agreement dari transaksi penjaminan perseroan sebelumnya. Pihak-pihak yang terlibat dalam restrukturisasi ini adalah Credit Suisse AG cabang Singapura sebagai arranger, security agent, dan facility agnet.

Sementara ada beberapa lembaga keuangan yang disebut sebagai lenders dalam perjanjian restrukturisasi, dan Credit Suisse International sebagai hedging bank.

Sumber: detikcom
Selasa, 05/07/2011 12:22 WIB
Produksi Minyak Energi Mega di Selat Malaka Naik 1.924 Barel
Wahyu Daniel – detikFinance

Jakarta – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyatakan produksi minyaknya di blok Malacca Strait bertambah 1.924 barel per hari (bph). Akibat keberhasilan produksi minyak secara by-passed di sumur lepas pantai MD-03 yang merupakan bagian dari lapangan minyak Mengkapan.

Sumur MD-03 ini diharapkan dapat berproduksi stabil di kisaran 600 bph.Direktur Utama Energi Mega Imam Agustino mengatakan, perseroan sukses melakukan pemboran Blok minyak Malacca Strait yang berlokasi di Riau ini. Ada tiga sumur yang dibor di lapangan tersebut dan telah selesai pada Juni 2011

“Ketiga sumur telah berhasil memberikan kontribusi tambahan produksi minyak 400 bph. Fasilitas rig yang ada saat ini sedang berpindah lokasi untuk pemboran sumur J-107 di Juli 2011,” ujar Imam dalam siaran pers, Selasa (5/7/2011).

Blok Malacca Strait PSC dimiliki 60,49% oleh Energi Mega melalui anak-anak usahanya. Sisa sahamnya dimiliki oleh CNOOC. Sepanjang 2010 blok ini telah memproduksi 6.903 bph dan 11 juta kaki kubik gas per hari.

Imam mengatakan, blok ini juga memiliki jumlah cadangan minyak sebesar 35 juta barel dan gas sebanyak 18,5 miliar kaki kubik.
(dnl/ang)
Rabu, 22/06/2011 20:51 WIB
Bumi Resources Bidik Penjualan US$ 5,94 Miliar
Angga Aliya – detikFinance

Jakarta – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) bidik penjualan batubara 66 juta ton di akhir tahun ini. Jika memakai acuan harga US$ 90 per ton, maka target raupan penjualan US$ 5,94 miliar.

Seperti dikutip dari siaran pers BUMI, Rabu (22/6/2011), tahun lalu anak usaha Grup Bakrie itu sudah menjual batubara sebanyak 60,7 juta ton di harga rata-rata US$ 71 per ton.

Harga rata-rata batubara sebesar US$ 90 per ton itu merupakan prediksi yang dilakukan perseroan di tahun ini, naik dari prediksi sebelumnya di US$ 77 per ton.

Sementara untuk penjualan di triwulan II tahun ini, raksasa batu bara milik keluarga Bakrie ini mengincar penjualan batubara 15 juta ton, atau mencapai US$1,35 miliar.

Selain itu, perseroan juga berniat bayar hutang sebesar US$ 800 juta tahun ini, juga mempercepat pembayaran utang China Investment Corporation (CIC) seri pertama senilai US$ 600 juta dua tahun lebih cepat.

Pada perdagangan hari ini, saham BUMI naik 100 poin (3,22%) ke level Rp 3.200 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 3.960 kali dengan volume 229.161 lot senilai Rp 363 miliar.

(ang/hen)

Penjualan Bumi diproyeksi US$1,35 miliar
Oleh Arif Gunawan S.

bisnis indonesia

Published On: 22 June 2011

JAKARTA: Raksasa batu bara milik keluarga Bakrie PT Bumi Resources Tbk optimistis penjualan batu baranya pada kuartal II/2011 akan menembus 15 juta ton, atau mencapai US$1,35 miliar berdasarkan rerata harga jual sebesar US$90 per ton.

Direktur Bumi Dileep Srivastava mengatakan target penjualan 15 juta ton pada kuartal dua tersebut, yang setara dengan 22,73% target penjualan 2011 sebanyak 66 juta ton, berpotensi terlampaui.

“Kami mengekspektasikan akan melampaui penjualan 15 juta ton pada kuartal II/2011 pada perkiraan harga US$90 per ton. Kami masih memertahankan target produksi batu bara pada akhir 2011 sebanyak 66 juta ton,” tuturnya dalam keterangan resmi, hari ini.

Perseroan, lanjutnya, menargetkan kenaikan rata-rata harga jual batu baranya sebesar 16,88% dari US$77 per ton pada tahun lalu, menjadi US$90 per ton hingga akhir tahun ini.

Pada kesempatan yang sama, Dileep menegaskan komitmen manajemen Bumi menurunkan tingkat utang sebesar US$800 juta tahun ini, dan menjadwalkan percepatan pembayaran utang China Investment Corporation (CIC) seri pertama senilai US$600 juta pada Oktober 2011.

Di perdagangan sore ini, harga saham perseroan berkode BUMI tersebut menguat 3,22% ke level harga Rp3.200 per unit. Nilai kapitalisasi pasar saham andalan grup Bakrie ini mencapai Rp66,47 triliun. (bsi)
Saham VIVA Kelebihan Permintaan 5,1 Kali
Saham VIVA juga telah ditetapkan Rp280, hampir harga tertinggi dari bookbuilding.
Rabu, 22 Juni 2011, 11:32 WIB
Hadi Suprapto

VIVAnews – PT Danatama Makmur, selaku penjamin pelaksana emisi efek menyatakan penawaran saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 5,12 kali. VIVA telah menjalani masa penawaran awal (bookbuilding) sejak 13-21 Juni 2011.

Direktur Eksekutif Danatama Makmur, Vicky Ganda Saputra, mengatakan, saham VIVA juga ditetapkan Rp280 per saham. “Harga ini hampir batas tertinggi dari rentang harga bookbuilding,” kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu 22 Juni 2011.

Penentuan harga ini ditetapkan setelah penjamin emisi menganalisis terhadap minat calon investor. “Kami melihat minat sangat bagus, terlihat dari adanya kelebihan permintaan,” tuturnya.

Dengan ditetapkannya harga Rp280 per saham, target penerimaan dana IPO VIVA menjadi Rp640,1 miliar. Dana ini nantinya akan digunakan untuk pengembangan VIVA dan anak perusahaannya, baik melalui belanja modal, peningkatan modal kerja, maupun mengurangi kewajiban perusahaan.

Selain itu, dalam penawaran umum ini, perusahaan akan membagikan waran sebanyak 571,5 juta sebagai insentif bagi calon investor. Waran ini dibagikan dengan rasio 4:1 atau setiap empat saham akan memperoleh satu waran. Harga pelaksanaan waran ini Rp300.

“Dengan mekanisme ini, VIVA masih akan memperoleh tambahan dana hingga Rp171,5 miliar,” kata Vicky.

Visi Media Asia merupakan salah satu perusahaan media terpadu di Indonesia yang berfokus pada penyampaian konten berita, penyediaan konten, khususnya konten olahraga dan gaya hidup melalui berbagai platform, termasuk stasiun televisi FTA (free to air), portal berita internet maupun telepon genggam.

Dalam penawaran umum saham perdana ini, induk perusahaan media televisi ANTV, TV One, dan portal berita VIVAnews.com, menawarkan sebanyak-banyaknya 2,29 miliar saham baru. (art)
• VIVAnews
Laju saham BUMI, Senin (20/6) diprediksi melemah seiring koreksi minyak ke level US$92 per barel. Di sisi lain, sentiment market pun tak kondusif. Saham ini, tak dianjurkan untuk spekulasi jangka pendek!

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, potesi pelemahan saham PT Bumi Resources (BUMI) awal pekan ini karena koreksi harga minyak mentah dunia yang berimbasi negatif ke harga batu bara. Kondisi itu dipicu pelemahan euro seiring memburuknya situasi krisis utang Yunani. Di sisi lain, sentimen market pun berpeluang negatif.

Tapi, pelemahan saham sejuta umat ini, justru merupakan saat tepat melakukan pembelian jangka panjang. Sedangkan untuk spekulasi jangka pendek, sulit dilakukan di saham ini dalam situasi tertekan. Kecuali, pelaku pasar yang bermain cepat di depan layar monitor. “Saya rekomendasikan buy on weakness. Untuk jangka pendek tidak dianjurkan kecuali pemain cepat, hit and run,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Jumat (19/6) saham BUMI ditutup melemah Rp100 (3,17%) ke level Rp3.050 dari level sebelumnya Rp3.150. Harga intraday tertingginya mencapai Rp3.150 dan trendah Rp3.000. Volume transaksi mencapai 173,6 juta unit saham senilai Rp529,7 miliar dan frekuensi 4.719 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah melemah 3,17%, bagaimana Anda memperkirakan laju saham BUMI awal pekan ini?

Berpotensi melemah. Salah satunya, karena faktor pelemahan euro atas dolar AS. Mata uang gabungan negara-negara Eropa ini melemah ke level US$1,40-an. Kondisi itu, menjadi indikator tekanan ke bawah untuk pergerakan harga komoditas minyak mentah dunia dan batu bara. Pasar baru bisa memastikan apakah harga batu bara kembali rebound atau tidak pertengahan pekan ini.

Harga batu bara, belum mengalami pergerakan. Berdasarkan harga mingguan di Newcastle, harga batu bara stagnan di level US$19,19 per metrik ton. Tapi, jika dilihat dari koreksi harga minyak mentah dunia ke level US$92 per barel, harga batu bara akan susah bangkit. Apalagi, euro dalam posisi pelemahan terhadap dolar AS karena memburuknya situasi utang Yunani.

Karena itu, peluang kenaikan harga batu bara dan minyak tak mendapat dukungan. Sebab, semakin kuat dolar AS, harga komoditas semakin tertekan. Hal ini mengingat komoditas batu bara dan minyak ditransaksikan dalam denominasi dolar AS.

Akan bergerak dalam kisaran berapa?

Jika saham BUMI dibuka melemah, akan mengarah ke level support Rp2.900. Sementara itu, level resistance Rp3.100.

Bagaimana dengan sentimen market?

Ya. Potensi pelemahan saham BUMI juga dipicu peluang negatifnya sentiment market. Saham ini berpeluang masih berada dalam tekanan jual. Sebab, investor asing pun masih berada dalam posisi jual di market secara umum. Investor sudah mulai kecewa dengan situasi politik dalam negeri sehingga sentiment market jadi negatif.

Kondisi politik dalam negeri, memperparah negatifnya sentiment global , setelah kasus korupsi Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin mencuat dalam dua bulan terakhir. Pasar khawatir, Presiden Yudhoyono dijatuhkan.

Regional sendiri bagaimana?

Sementara itu, regional masih berpeluang stagnan meski akhir pekan lalu, Dow Jones ditutup positif. Likuiditas global sangat banyak sehingga cukup kuat untuk menahan kejatuhan indeks. Berbeda dengan situasi di dalam negeri di mana, pelaku pasar takut dalam situasi market yang tak menentu.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk saham BUMI?

Dengan pelamahan saham BUMI, justru merupakan saat tepat melakukan pembelian untuk jangka panjang. Sedangkan untuk spekulasi jangka pendek, sulit dilakukan di saham ini dalam situasi tertekan. Kecuali, pelaku pasar yang bermain cepat di depan layar monitor. Saya rekomendasikan buy on weakness. Untuk jangka pendek tidak dianjurkan kecuali pemain cepat, hit and run.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1619802/saham-bumi-tak-dianjurkan-untuk-spekulasi

Sumber : INILAH.COM
UNSP akan fokus pada bisnis oleokimia tahun depan dan tidak lagi menjadikan bisnis CPO menjadi bisnis inti perusahaan. Kontribusi bisnis oleokimia ditargetkan mencapai 80%. UNSP memproyeksikan penjualan oleokimia sepanjang 2011 berkontribusi 20-30% terhadap penjualan konsolidasi. Kapasitas pebrik oleokimia UNSP sebesar 140.000 ton per tahun untuk alkohol dan 160.000 ton per tahun untuk fatty acid alias asam lemak. Tahun 2011 ini, UNSP menganggarkan US$ 40 juta untuk bisnis oleo kimia, atau setara 80% dari total capex.

Sumber : IPS RESEARCH
BUMI melaporkan kinerja 1Q11 dengan laba bersih USD113 juta, atau naik 16,49% YoY dibandingkan dengan laba bersih 1Q10 pada USD97 juta, yang didukung oleh kenaikan penjualan pada 1Q11 menjadi USD1,23 miliar atau naik 23% YoY dibandingkan periode yang sama pada tahun 2010 sebesar USD1,02 miliar. Kenaikan penjualan terutama disebabkan oleh kenaikan harga jual selama periode 1Q11 yang terbentuk sebesar rata-rata USD87,63/ton vs. USD62,75/ton pada 1Q10, atau naik 39,64% YoY. Sementara itu laba operasi pada 1Q11 naik menjadi USD316 juta atau meningkat sebesar 44,2% YoY dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 sebesar USD219 juta. Komentar Analyst: Pendapatan dan Laba bersih mewakili sekitar 22% dari estimasi konsensus untuk tahun 2011, sementara laba operasi mewakili sekitar 18% dari total estimasi konsensus tahun ini. Data produksi belum bisa kami dapatkan. Pelemahan saham BUMI akhir-akhir ini bisa dikaitkan dengan pelemahan pasar saham secara umum dan sentimen negatif dari pelemahan harga minyak dunia. UNDER REVIEW

Sumber : IPS RESEARCH
Kamis, 16/06/2011 17:26 WIB
Jaminkan Aset, Energi Mega Refinancing Utang US$ 200 Juta
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) segera menjaminkan seluruh atau sebagian aset perseroan dan atau anak usaha, sebagai upaya refinancing sisa utang US$ 200 juta dari Credit Suisse (CS).

Penjaminan aset tersebut telah mendapat persetujuan dari mayoritas pemegang saham dalam RUPSLB di Aston Rasuna, Kuningan, Jakarta, Kamis (16/6/2011).

Menurut Presiden Direktur, Imam P Agustino, percepatan pembayaran utang Credit Suisee US$ 200 juta tidak diatur dalam kluasul perjanjian. Utang ini sendiri baru jatuh tempo pada September 2013.

Namun, jika terdapat opsi pendanaan alternatif yang menawarkan tingkat bunga lebih rendah, tentu Imam akan melakukan pelunasan atas sisa utang tersebut. “Untuk itu, penjaminan aset ini sebagai antisipasi awal atau persiapan apabila ada financing atau refinancing dengan beban yang lebih rendah dan term yang lebih baik,” kata Imam.

Kinerja perseroan, lanjutnya, terus bertumbuh sehingga beban utang yang ada tidak menghambat ekspansi dan optimalisasi produksi ENRG hingga dua tahun mendatang.

“Kami belum tentukan pilihan, tapi performance kami sudah lebih baik sejak 2009 hingga triwulan I-2011 ini,” paparnya. Penjaminan aset juga bisa menjadi bagian dari penggalangan dana baru untuk ekspansi lapangan minyak.

Total pinjaman perseroan memang telah berkurang menjadi US$ 200 juta, dari sebelumnya US$ 450 juta. Dengan demikian, rasio utang terhadap ekuitas menurun 0,6 kali.

Ia menambahkan, utang dari CS sendiri telah mengikutsertakan sebagian aset ENRG, yakni 50% blok Kangean dan blok Malaka milik perseroan, serta seluruh aset anak usaha, PT Tunas Harapan Perkasa.

Untuk seluruh aset yang dijaminkan dalam agenda RUPSLB ini, Imam tidak mengetahui pasti. “Ada valuasi tersendiri. Nilainya jauh lebih besar US$ 200 juta, itu kan sebagian. Ini seluruhnya. Penjaminan aset untung utang CS kurang dari 40% dari total aset,” tegasnya.

Tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal US$ 189 juta, juga belanja operasi US$ 157 juta. Hingga Juni 2011, sudah teralisasi 45% atau US$ 85 juta.

“Sampai Juni sudah terpakai 45%, dan semuanya untuk pengembangan. Untuk akuisisi lapangan, saat ini belum diputuskan. Tergantung nanti nilai akuisisi. Biaya capex diluar biaya akuisisi,” tegas Imam.

Ia menegaskan, perseroan terus menggali cadangan menjadi produksi komersial guna memenuhi profil produksi pertumbuhan perusahaan dalam 18 bulan ke depan. “Kita jaga volume produksi 40 ribu barel dengan produksi maksimal 50 ribu barel,” tegasnya.

(wep/ang)
Tunggu Level Suport Saham Bakrie

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Jumat, 17 Juni 2011 | 03:46 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Dengan rata-rata koreksi 3%, level harga saham-saham grup Bakrie sangat menarik diakumulasi. Hanya saja, investor harus sabar menentukan batas support. Sebab, tekanan jual masih jadi ancaman.

Pengamat pasar modal dari Capital Bridge Indonesia Aji Martono mengatakan hal itu kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (16/6). Menurutnya, market masih akan diwarnai profit taking karena pasar berpikir masih ada pembelinya. “Pelaku pasar lebih cenderung memegang cash daripada memegang saham termasuk pada saham-saham grup Bakrie,” katanya.

Pada perdagangan Kamis (16/6) saham-saham grup Bakrie mengalami rata-rata pelemahan 3% (lebih tepatnya 2,95%). Saham PT Darma Henwa (DEWA) mengalami pelemahan paling besar 4,76% (Rp5) ke level Rp100, disusul PT Bakrieland Development (ELTY), 4,66% (Rp7) ke level Rp143 dan di urutan ketiga PT Bumi Resources (BUMI) sebesar 4,58% (Rp150) ke level Rp3.125.

Lalu, PT Bakrie Sumatera Plantation (UNSP) sebesar 3,44% (Rp15) ke posisi Rp420; PT Energi Mega Persada (ENRG) sebesar 2,07% ke level Rp189; PT Bakrie and Brothers (BNBR) 1,40% (Rp1) ke level Rp70; PT Bakrie Telecom (BTEL) 1,38% (Rp5) ke Rp143; dan PT Bumi Resources Minerals (BRMS) sebesar 1,31% (Rp10) ke posisi Rp750. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah rata-rata melemah 3%, bagaimana Anda memperkirakan, laju saham-saham grup Bakrie akhir pekan ini?

Masih akan babak belur. Sebab, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ), masih dibayangi kekhawatiran koreksi bursa regional-global. Karena itu, penurunan bursa Dow Jones akan berpengaruh negatif pada indeks Nikkei, Hang Seng, dan IHSG.

Menurut saya, market masih akan diwarnai profit taking karena pasar berpikir masih ada pembelinya. Pelaku pasar lebih cenderung memegang cash daripada memegang saham termasuk pada saham-saham grup Bakrie.

Tapi, dengan pelemahan kemarin, apakah level harga saham-saham grup Bakrie belum menarik untuk akumulasi?

Dengan rata-rata koreksi 3%, pada perdagangan kemarin, saham-saham di grup ini sangat menarik. Saham ENRG yang tertingginya di level Rp215 dan saat ini berada di bawah Rp190, sangat terbuka peluang akumulasi.

Begitu juga dengan saham BUMI yang tembus level support Rp3.275. Bahkan, saat ini sudah berada di level Rp3.125. Kondisi itu, memberikan ruang menarik bagi investor yang belum memiliki saham sejuta umat pada perdagangan Jumat (17/6) ini untuk mengakumulasi.

Bagaimana dengan ELTY di level Rp143?

ELTY yang pernah mencapai level tertingginya Rp188 dan sekarang di level Rp140-an sangat menarik. BTEL di level Rp355 juga menarik. BNBR di bawah level Rp70 cukup menarik untuk mulai akumulasi. BRMS juga menarik karena volume tranasaksi yang masih cukup kuat.

UNSP bagaimana?

Apalagi, UNSP sangat menarik di level Rp420. Sebab, produk emiten ini adalah Crude Palm Oil (CPO). Level tersebut masih bertahan dan murah. Saham ini, seharusnya sudah berada di level Rp500. Sementara PT Tunas Baru Lampung (TBLA) saja sudah berada di atas Rp500. Untuk jangka panjang, UNSP berpotensi mencapai Rp600 per saham.

Kalau begitu, di tengah situasi market yang terancam melemah, bagaimana strategi trading di saham-saham tersebut?

Saya ingatkan, agar investor wait and see untuk melakukan pembelian di level-level support tersebut. Sebab, momentum hari ini adalah akhir pekan. Patokan market adalah pergerakan Dow Jones yang berpengaruh pada laju regional Asia termasuk Indonesia.

Investor harus bersabar untuk memastikan batas support dalam mengambil keputusan akumulasi saham termasuk di grup Bakrie. Sebab, kemungkinan tekanan jual akan terjadi akibat reaksi indeks yang berlebih. Investor akan melakukan aksi lepas saham termasuk juga di grup Bakrie.

Ada peluang bursa regional-global menguat?

Kecuali, jika penurunan bursa regional sudah melambat dan ‘sopan’, akumulasi akan terjadi di saham-saham grup Bakrie ini untuk jangka pendek. Sebab, setelah melemah tajam, berpeluang naik dengan capital gain yang sangat besar. Apalagi, saham-saham di grup Bakrie sangat spekulatif.

Tapi, lagi-lagi saya ingatkan, jika market regional tidak mendukung, saham-saham Bakrie8 ini bakal ‘babak belur’. Sebaliknya, jika bursa regional menguat, indeks domestik pun akan ijo royo-royo. Tren pergerakan bursa regional akan berpengaruh di market. Saham grup Bakrie pun terkontaminasi. [mdr]
Saham-saham Bakrie-7 Anjlok Lebih dari 2%

Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Kamis, 16 Juni 2011 | 15:16 WIB

INILAHCOM, Jakarta – Saham-saham Bakrie-7 terpukul di atas 3% pada perdagangan menjelang penutupan perdagangan saham Kamis (16/6).

Saham-saham Bakrie ini tercatat paling banyak diperdagangkan menjelang penutupan bursa hari ini, dan investor terpantau melakukan aksi jual. Saham BNBR tercatat paling banyak diperdagangkan dengan turun 2,81% ke harga Rp69. Volume perdagangan sebanyak 911.251 saham dengan nilai transaksi sebesar Rp31,62 miliar untuk 1.475 kali transaksi.

Sementara saham BUMI menjadi saham teraktif ditransaksikan dan anjlok 4,58% ke level Rp3.125. Volume perdagangan sebanyak 248.042 saham senilai Rp391,06 miliar dengan 3.560 kali transaksi.

Saham BUMI juga menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar. Saham ENRG anjlok 2,59% ke harga Rp193 per saham. Volume perdagangan 726.114 saham senilai Rp68,54 miliar dengan 1.766 kali transaksi.

Saham BTEL melemah 2,77% ke harga Rp350 per saham. Volume perdagangan 16.877 saham senilai Rp2,96 miliar dengan 62 kali transaksi. Saham UNSP terkoreksi 3,44% ke harga Rp420 per saham. Volume perdagangan 234.161 saham senilai Rp49,16 miliar dengan 1.126 kali transaksi.

Saham ELTY turun 4,66% ke harga Rp143 per saham. Volume perdagangan 717.382 saham senilai Rp51,79 miliar dengan 2.460 kali transaksi. Saham DEWA turun 4,76% ke harga Rp100 per saham. Volume perdagangan 847.354 saham senilai Rp42,51 miliar dengan 2.084 kali transaksi.

ENRG Jaminkan 3 Aset untuk Refinancing Pinjaman

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Kamis, 16 Juni 2011 | 16:19 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan menjamin tiga aset perseroan untuk refinancing dan financing sisa pinjaman senilai US$200 juta dari Credit Suisse.

“Sudah disetujui pemegang saham hampir 100% untuk agenda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk menjaminkan sebagian atau seluruh aset perseroan dan anak usaha perseroan, RUPSLB untuk minta blanket persetujuan,” tutur Direktur Utama PT Energi Mega Persada Tbk Imam Agustino, Kamis (16/6).

Lebih lanjut ia mengatakan, aset perseroan yang dijaminkan antara lain blok Malaka sebesar 61%, blok Kangean sebesar 50%, dan Tunas Harapan Perkasa. Menurut Imam, penjaminan sebagian aset perseroan ini juga sebagai antisipasi perseroan untuk memperoleh dana di kemudian hari.

Perseroan mendapatkan pinjaman sebesar US$450 juta dari Credit Suisse pada 2008. Perseroan telah membayar sisa pinjaman sebesar US$250 juta dari hasil penawaran umum terbatas beberapa waktu lalu. Saat ini, perseroan memiliki sisa pinjaman sebesar US$200 juta yang juga telah digunakan. Jatuh tempo pinjaman tersebut pada September 2013. “Kita belum mengetahui apakah akan refinancing atau financing,” tambah Imam.

Selain itu, perseroan menganggarkan dana belanja modal sebesar US$189 juta dan modal kerja sebesar US$157 juta pada 2011. Menurut Imam, belanja modal yang sudah direalisasikan mencapai 45% hingga Juni. Belanja modal yang digunakan untuk pengembangan usaha. Imam juga optimis kinerja keuangan semester pertama masih sesuai target. “Produksi minyak equivalen sebesar 24 ribu barel per hari,semester satu masih inline sesuai target,” kata Imam. [cms]

Bakrie Plantations Raih Pinjaman US$ 250 Juta
Senin, 13 Juni 2011 | 15:41

JAKARTA – PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) mendapatkan pinjaman sebesar US$ 250 juta untuk me-recovery utang tahun ini.

Menurut Chief Finance Officer Bakrie Sumatera Plantations, Harry M Nadir, pinjaman tersebut akan diperoleh dari bank nasional maupun bank swasta asing nasional. “Bunganya berkisar 7 persen sampai 10 persen,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (13/6).

Harry menjelaskan, utang sebesar US$ 250 juta akan digunakan untuk membayar utang obligasi yang telah jatuh tempo pada tahun ini, seperti utang jatuh tempo pada November tahun ini terhadap Bank Mandiri. “Selain obligasi, pinjaman dana tersebut untuk membayar utang kecil,” jelasnya.

Harry menambahkan, yang menjadi jaminan dalam pinjaman Bakrie Group tersebut adalah aset tanah kelapa sawit milik Group Bakrie, dan peminjaman utang ini akan jatuh tempo sekitar 6 tahun sampai 7 tahun. “Kita optimis pembayaran ini akan lunas dikarenakan kami sudah mendapat laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun pada triwulan ke pertama, dan akan terus meningkat,” tambahnya. (tk/*)
Senin, 13/06/2011 12:25 WIB
TvOne Cs Bisa Raup Dana IPO Rp 1,14 Triliun
Angga Aliya – detikFinance

Jakarta – Induk usaha TvOne dan ANTV, PT Visi Media Asia (Viva Media Grup) bisa meraup dana sekitar Rp 1,147 triliun dari penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO). Dananya akan digunakan untuk bayar utang dan pengembangan usaha.

Menurut prospektus ringkas perseroan, Senin (13/6/2011), perseroan akan membayar utang kepada Credit Suisse yang saat ini mencapai US$ 54 juta. Dana IPO yang akan dipakai mencapai 40% dari total.

Jika utang US$ 54 juta tersebut diasumsikan setara dengan 40% dana hasil IPO atau setara Rp 459 miliar (dengan kurs Rp 8.500 per dolar AS), maka total dana yang bisa diraup media Grup Bakrie itu lewat IPO mencapai Rp 1,147 triliun.

Dengan demikian, dana yang akan digunakan untuk mengembangkan anak usahanya, yaitu TVOne, ANTV, dan VIVAnews sebanyak Rp 688 miliar atau setara 60% dana hasil IPO.

Perseroan akan menerbitkan 2.286.000.000 lembar (14,21%) saham baru. Jika dana yang dihasilkan hasil IPO sebanyak Rp 1,147 triliun, maka diasumsikan harga penawaran per lembar sahamnya Rp 501,74 per lembar.

Dengan asumsi perolehan dana Rp 1,147 triliun tersebut hasil penjualan 14,21% dari total saham perusahaan, maka diperkirakan harga perusahaan media Grup Bakrie tersebut mencapai Rp 8,029 triliun.

PT Ciptadana Securities bersama PT Danatama Makmur akan bertindak sebagai penjamin emisi bersama (join lead underwriter) atas perusahaan media milik grup Bakrie ini.
(ang/dnl)
Inilah Agenda RUPST dan RUPSLB BUMI

Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Jumat, 10 Juni 2011 | 10:19 WIB

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan melakukan RUPST dan RUPSLB pada 27 Juni 2011 mendatang.

Dalam pengumumannya Jumat (10/9) disampaikan RUPST perseroan hanya membahas persetujuan atas Laporan Pertanggungjawaban Direksi sepanjang 2010. Selain itu, RUPST juga akan membahas persetujuan pengesahan neraca dan perhitungan laba/rugi 2010, serta penggunaan laba 2010.

Sementara RUPSLB mengagendakan persetujuan untuk menjaminkan atau mengagunkan atau membebani dengan hak jaminan kebendaan sebagin besar atau seluruh aset/harta kekayaan perseroan yang dimiliki langsung atau tidak langsung kepada para krediturnya, baik kreditur perseroan maupun anak perusahaan. Namun, tidak terbatas pada gadai atas sebagian atau seluruh saham-saham yang dimiliki dan dikuasai perseroan pada anak perusahaan baik secara langsung atau tidak langsung maupun efek lainnya. Juga akan dimintakan persetujuan atas fidusia atas tagihan-tagihan rekening bank, klaim asuransi, persediaan (inventory), rekening escrow perseroan dan anak usahanya. Selian itu perseroan juga akan meminta persetujuan pemegang saham atas jaminan atau agunan atau hak jaminan kebendaan lainnya atas harta kekayaan lain, baik bergerak maupun tidak bergerak milik perseroan dan anak usaha, yang dilakukan dalam rangka pembiayaan atau perolehan pinjaman dari pihak ketiga yang diberikan kepada atau diterima oleh perseroan maupun anak perusahaan, baik sekarang maupun yang akan ada di kemudian hari.

Sebanyak empat perusahaan tambang asing dikabarkan mengincar sebagian kepemilikan saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menyusul perseroan mendapatkan kembali kontrak menambang secara penuh di KPC dan Arutmin. Selama ini kedua tambang tersebut dikelola oleh Delta Dunia Makmur.

Menurut salah satu pelaku pasar, due diligence dan pembelian saham itu nantinya akan difasilitasi oleh Credit Suisse dan BOA Merrill Lynch.

“Harga dewa sekarang relatif murah dan masih di bawah nilai buku sebesar Rp 173 per saham,” bisik si pelaku pasar tersebut, Jumat (10/6/2011).

Pada penutupan perdagangan kemarin, saham DEWA ditutup turun tipis 1 poin (0,86%) ke level Rp 114 per lembar. Sebanyak 911.336 lot sahamnya ditransaksikan kemarin, senilai Rp 51,98 miliar.

Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.

Sumber: detikcom
Pada tanggal 01 Jun 2011 PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk telah menyelenggarakan Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa RUPS Ke : 1 untuk tahun buku 2010 dengan hasil sebagai berikut:

RUPS Tahunan:

Sudah memenuhi korum karena dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 6.997.946.948 atau 51,63% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan.

Hasil RUPS Tahunan:

1. Menerima baik Laporan Tahunan Direksi Perseroan tentang Kegiatan dan Tata Usaha Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2010 serta mengesahkan Neraca dan Perhitungan Laba Rugi untuk Tahun Buku 2010 termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah mereka lakukan selama Tahun Buku 2010 sepanjang tindakantindakan mereka tercermin dalam Neraca dan Perhitungan Laba Rugi Tahun 2010.

2. Menyetujui Penggunaan Keuntungan yang diperoleh Perseroan pada Tahun Buku 2010 sebesar Rp. 805.630.448.000 (delapan ratus lima milyar enam ratus tiga puluh juta empat ratus empat puluh delapan ribu rupiah) untuk digunakan sebagai berikut:

a) sebesar Rp. 40.000.000.000 (empat puluh milyar rupiah) disisihkan sebagai cadangan wajib.

b) sebesar Rp. 60.200.000.000 (enam puluh milyar dua ratus juta rupiah) akan didistribusikan kepada pemegang saham sebagai dividen tunai dan

c) sisanya dimasukan sebagai cadangan lainnya sebesar Rp. 705.430.448.000. (tujuh ratus lima milyar empat ratus tiga puluh juta empat ratus empat puluh delapan ribu rupiah) Serta memberikan kuasa dengan hak substitusi dan kewenangan kepada Direksi Perseroan untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan tata cara pembayaran Dividen Tunai tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku di bidang pasar modal.

3. Menunjuk Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi & Rekan (member of BDO International Limited), sebagai Auditor Independen Perseroan untuk melakukan audit atas perhitungan tahunan Perseroan untuk tahun buku 2011 sesuai dengan usulan dari Dewan Komisaris dan Komite Audit dan melimpahkan wewenang kepada Dewan Komisaris dan Komite Audit untuk menetapkan kondisi dan syarat-syarat penunjukannya. Serta memberikan kewenangan kepada Direksi Perseroan dengan senantiasa berkonsultasi dengan Dewan Komisaris dan Komite Audit untuk melakukan penunjukan Kantor Akuntan Publik pengganti, termasuk menetapkan kondisi dan syarat-syarat penunjukan apabila Kantor Akuntan Publik yang telah ditunjuk sebelumnya tidak dapat melanjutkan atau melaksanakan tugasnya karena sebab apapun, berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

RUPS Luar Biasa:

Sudah memenuhi korum karena dihadiri oleh 7.031.253.879 pemegang saham atau 51,88% dari jumlah pemegang saham yang berhak memberikan suara, sesuai dengan:

Anggaran Dasar Perseroan.
Peraturan Bapepam

Hasil RUPS Luar Biasa:

1. Menyetujui pengunduran diri Sdri. Yuanita Rohali dan pengangkatan Sdr.Mohammad Eddy Dwiyanto Soeparno sebagai Komisaris Perseroan dengan tetap mengacu kepada ketentuan yang tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan, sehingga susunan Dewan Komisaris Perseroan yang akan berlaku efektif sejak ditutupnya Rapat ini adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama/ Independen : Soedjai Kartasasmita
Komisaris Independen : Bungaran Saragih
Komisaris Independen : Anton Apriyantono
Komisaris : Gafur Sulistyo Umar
Komisaris : M. Eddy D. Soeparno

Selanjutnya, Rapat memberikan kewenangan dan kuasa dari Pemegang Saham yang diberikan kepada Komite Remunerasi dan Nominasi untuk menetapkan honorarium atau remunerasi untuk Komisaris tersebut.

Sumber : IPS RESEARCH
BUMI Fokus Turunkan Beban Utang
… INI SATU-SATUNYA ALASAN TERKUAT BUMI TIDAK PERNAH BISA MENCAPAI HARGA 4000 LAGE …😦 yaitu soal UTANG YANG RAKSA$4 … kalo BENERAN bumi BERANI MENURUNKAN UTANGNYA, maka INI BUKAN RUMOR POSITIF saja tapi BERITA TERBAEK bwat INVESTOR BUMI selama ini🙂 … semoga

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Rabu, 1 Juni 2011 | 09:54 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Direktur Utama PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Ari Hudaya mengatakan, pihaknya akan fokus menurunkan utang. Perseroan merencanakan menurunkan utang sebesar US$1 miliar dengan menggunakan dana internal.

“Kita berencana mau menurunkan utang sebesar US$1 miliar. Sekarang sudah turun sekitar US$300 juta,” ujar Ari, seusai Rapat Umum Pemegang Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya akan membayar utang dari dana internal. Terkait utang BUMI kepada CIC senilai US$1,9 miliar, Ari menuturkan, utang tersebut belum jatuh tempo. Selain itu, perseroan berencana untuk menggunakan dana internal membiayai belanja modal pada 2011.

Seperti diketahui, PT Bumi Resources Tbk memiliki kas sebesar US$253,41 juta pada 2010.Jumlah kewajiban dan ekuitas perseroan sebesar US$8,77 miliar pada 2010. [hid]
Bakrie Telecom Rugi Rp41 Miliar pada Q1-2011
Headline
PT Bakrie Relecom Tbk – IST
Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Rabu, 1 Juni 2011 | 04:37 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Bakrie Relecom Tbk (BTEL) mencatatkan kerugian bersih konsolidasi sebesar Rp41,13 miliar pada kuartal 1-2011 dibanding perolehan laba bersih Rp29,04 miliar pada periode serupa 2010.

Dalam penjelasannya ke BEI disebutkan kerugian kuartal 1-2011 ini disebabkan tingginya beban keuangan yang mencapai Rp200,58 miliar atau naik dibanding periode serupa 2010 yang hanya Rp88,08 miliar. Sementara laba usaha kuartal 1-2011 turun sebesar 87,36% menjadi hanya Rp12,96 miliar dari Rp102,55 pada kuartal 1-2010.

Tapi pendapatan usaha kuartal 1-2011 naik menjadi Rp717,94 miliar dibanding kuartal 1-2010 sebesar Rp708,46 miliar. Kwajiban perseroan kuartal 1-2011 naik menjadi Rp7,55 triliun dari Rp7,16 triliun pada periode serupa 2010. Sementara ekuitasnya naik dari Rp12,35 triliun menjadi Rp12,69 triliun.

Klarifikasi PT Energi Mega Persada Tbk
Jumat, 27 Mei 2011 | 9:17

Pada berita berjudul “Energi Mega Cari Pinjaman US$ 200 Juta” yang dimuat harian Investor Daily edisi Selasa (24/5), di kalimat pembukanya tertulis, “PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) tengah menjajaki pinjaman sebesar US$ 200 juta dari sejumlah bank asing dan lokal. Pinjaman itu akan digunakan untuk melunasi (refinancing) utang US$ 200 juta kepada Credit Suisse”.

Perlu kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak akurat. Informasi akurat dan lebih rinci adalah bahwa PT Energi Mega Persada Tbk (“ENRG”) telah berhasil memperbaiki neraca dalam 18 bulan terakhir. Pinjaman kami sebesar US $ 450 juta kepada Credit Suisse (CS) telah berkurang hampir 60% ke tingkat saat ini yang hanya US$ 200 juta. Akibatnya rasio utang terhadap ekuitas menurun signifikan menjadi 0,6 kali.

ENRG tidak berkewajiban untuk melakukan pra-pembayaran sisa pinjaman sebesar US$ 200 juta yang diatur oleh CS sebelum tanggal jatuh tempo September 2013. Namun, jika ada kesempatan untuk membayar utang US$ 200 juta dengan biaya yang lebih rendah dengan syarat dan kondisi yang lebih kompetitif di masa depan, kami akan mempertimbangkannya. Asalkan biaya pendanaan lebih rendah, struktur modal yang lebih baik, dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Fokus ENRG saat ini adalah untuk monetize cadangan menjadi produksi komersial guna memenuhi profil produksi pertumbuhan perusahaan dalam 18 bulan ke depan. Tim ENRG juga bekerja keras untuk terus meningkatkan upaya memengaruhi kontrak harga gas yang telah berhasil dilakukan.

Rasio utang terhadap ekuitas juga turun menjadi 0,6 kali, setelah pembayaran pinjaman parsial yang diatur CS pada kuartal I-2010. ENRG terus bekerja keras menambah nilai bagi pemegang saham.

Demikian penjelasan kami, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Herwin W Hidayat
VP – Capital Markets
PT Energi Mega Persada Tbk

Terima kasih atas penjelasan dan
klarifikasinya.
Redaksi
Reignwood Investment Gadaikan Saham ENRG

Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Sabtu, 28 Mei 2011 | 14:32 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Reignwood International Investment (Group) Company Limited telah melakukan perjanjian gadai saham dengan Siam Commercial Bank Public Company Limited, Hong Kong Branch pada 19 Mei 2011.

Hal ini tertuang dalam surat perjanjian gadai saham kedua perusahaan yang disampaikan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) ke BEI.

Sesuai dengan perjanjian gadai saham tersebut disebutkan gadai saham ini dilakukan Reignwood dengan menjaminkan sahamnya yang ada di ENRG sebanyak 2.769.550.304 saham.

Perjanjian ini juga mencakup efek tambahan, termasuk namun tidak terbatas pada saham perusahaan, dividen saham yang diterbitkan atas dasar penerbitan dividen, saham bonus, saham hasil dari pemecahan saham, dan saham-saham perusahaan lainnya.

Kuasi Reorganisasi, Sinyal Investor Dapat Dividen

Oleh: Wahid Ma’ruf
Pasar Modal – Sabtu, 28 Mei 2011 | 04:26 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Emiten yang melakukan kuasi reorganisasi belum tentu harga sahamnya langsung naik. Sebab tergantung aksi korporasi setelah menghapus defisit yang ditanggungnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, beberapa perusahaan mengumumkan bahwa mereka akan menggelar kuasi reorganisasi. Mereka adalah Barito Pacific (BRPT), Garuda Indonesia (GIAA), hingga Bakrie & Brothers (BNBR). Sementara yang sudah melakukannya adalah Holcim Indonesia (SMCB).

Kuasi reorganisasi adalah tindakan secara akuntansi/pembukuan untuk menghapus saldo laba minus atau defisit yang tercantum pada modal, yang disebabkan oleh buruknya kinerja perusahaan di masa lalu.

“Bagi investor, hal terpenting untuk ditanyakan bukanlah apa yang dimaksud dengan kuasi reorganisasi, melainkan: Bagaimana dampak dari pelaksanaan kuasi reorganisasi terhadap saham perusahaan,” tulis trader independent, Teguh Hidayat dalam risetnya kemarin.

Sebelum kuasi, pada neraca SMCB terdapat defisit sebesar Rp4 triliun kemudian dihapus dengan cara memasukan peningkatan Rp2,7 triliun hasil penilaian ulang asetnya. Kemudian ditambah tambahan modal disetor Rp1,3 triliun (2.7 + 1.3 = 4 triliun). SMCB sendiri sebelum kuasi memang sudah memiliki tambahan modal disetor sebesar Rp3,9 triliun. Pasca-kuasi, tambahan modal disetor tersebut terpangkas Rp1,3 triliun menjadi Rp2,6 triliun, namun hasilnya defisit sebesar Rp4 triliun tadi terhapuskan. Alhasil, catatan modal SMCB sudah bersih dari defisit, dan sudah mulai mencatat saldo laba.

Namun yang terpenting adalah setelah defisit bersih perusahaan harus gencar berinvestasi. Kalau tidak maka tidak akan memberikan pengaruh apapun. Sebab kuasi reorganisasi tidak mengubah fundamental perusahaan.

Perusahaan hanya lebih leluasa mendapatkan pinjaman bank untuk ekspansi. Bagi investor berpeluang mendapatkan pembagian dividen kalau perusahaan tersebut sudah untung. “Masalahnya, ketika perusahaan sudah bisa membagikan dividen, maka itu bukan berarti mereka akan benar-benar membagikannya, alias masih belum tentu.”

Harga Minyak Berkontribusi Besar di Saham BUMI
Headline
Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Minggu, 22 Mei 2011 | 11:09 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) selama sepekan terpantau tidak mengalami perubahan, dengan level support berada di angka 3.400-3.500. Harga minyak berkontribusi besar pekan ini.

Hari pertama perdagangan pekan ini, BUMI ditutup melemah Rp50 ke level Rp3.475. Founder PT Astronacci International Gema Goeyardi mengatakan, turunnya harga minyak di awal pekan, memberikan sentimen negatif pada saham BUMI. Namun, koreksi ini dinilai masih dalam tahap wajar. ”Karena hal ini membuka kesempatan untuk melakukan pembelian,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Situasi ini terlihat pada perdagangan sahamnya. Setelah libur sehari Waisak, BUMI kembali melanjutkan penguatannya. Berakhir naik Rp25 ke level Rp3.500 pada Rabu (18/5), BUMI keesokan harinya masih terangkat ke level Rp3.525 dan terus bertahan di level tersebut hingga akhir pekan.

Sementara Kepala Riset PT Universal Broker Securities Satrio Utomo menilai, konsolidasi harga minyak berpengaruh terhadap saham BUMI selama sepekan. Ini menyebabkan BUMI sulit menguat. “Harga saham BUMI pun berkonsolidasi,” katanya dihubungi terpisah.

Faktor lain mempengaruhi saham BUMI adalah harga saham Vallar di Bursa Saham London yang terkoreksi pekan ini. “Minggu ini harga saham Vallar di bursa saham London berfluktuaktif sehingga saham Bumi juga lebih flat, dengan level support 3.500,” tutur Tommy.

Sentimen grup juga dinilai berimbas buruk terhadap pergerakan BUMI. Kondisi ini akan berlanjut pada pekan depan. Terutama bila harga saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan terus mengalami koreksi, karena ada perpindahan portofolio investasi dari saham lapis ketiga ke saham blue chip, “Hal ini akan turut mempengaruhi saham BUMI pekan depan,” imbuhnya.

Untuk pekan depan, Gema memprediksikan, harga saham BUMI akan masuk kategori sideways untuk mencari pijakan. Target harga BUMI diperkirakan 3.800 dalam 3 bulan ke depan. “Support sementara yang dapat dilakukan pembelian awal adalah di level 3.400,” tutupnya. [ast]

Saham PT Energi Mega Persada (ENRG) mengalami penurunan terbesar dalam lima bulan terakhir. Pada pukul 11.53, saham ENRG tercatat anjlok 3,90% menjadi Rp 197. Bahkan sebelumnya saham ENRG sempat terjungkal 4,9% menjadi Rp 195. Ini merupakan penurunan terbesar sejak 30 November lalu.

Menurut Raditya Christian Artono, analis PT Mandiri Sekuritas, penyebab melorotnya saham ENRG akibat reli pada minggu lalu yang mencapai 28% sudah terlampau tinggi.

http://investasi.kontan.co.id/v2/read/1305521914/67612/Reli-terlampau-tinggi-saham-ENRG-mengalami-penurunan-terbesar-lima-bulan

Sumber : KONTAN.CO.ID
Hari ini, pergerakan saham PT Bumi Resources (BUMI) masih melorot. Pada pukul 11.11, saham BUMI tercatat turun 1,45% menjadi Rp 3.475. Penurunan saham produsen batubara ini masih melanjutkan koreksi akhir pekan lalu.

Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi berpendapat, penurunan saham BUMI hanyalah koreksi semata. “Penurunan terjadi setelah saham BUMI mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” jelasnya.

Data yang dihimpun eTrading menunjukkan, saham BUMI sempat bergerak sideway di posisi Rp 3.300 dari 14 April sampai dengan 28 April. Koreksi ini datang juga karena harga komoditas batubara juga turun. Indeks pertambangan juga mengalami koreksi sebesar 1,5% dua hari belakangan ini.

“Tetapi menurut kami koreksi ini hanya sesaat karena harga rata–rata batubara masih diatas level $120, relative tinggi dibandingkan dengan harga rata–rata batubara tahun lalu,” urainya panjang lebar.

http://investasi.kontan.co.id/v2/read/1305519433/67609/Saham-BUMI-kembali-terjungkal-dilanda-aksi-jual

Sumber : KONTAN.CO.ID
BNBR Akui Lakukan Kuasi Reorganisasi Q3-2011

Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Senin, 9 Mei 2011 | 16:31 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengakui akan melakukan kuasi reoorganisasi pada kuartal 3-2011.

Hal ini disampaikan Direktur & Corporate Secretary BNBR R.A Sri Dharmayanti dalam keterbukaan informasinya ke BEI, Senin (9/5). Dia menjelaskan tujuan dilakukannya kuasi reorganisasi ini adalah untuk penilaian kembali akun-akun aktiva dan kewajiban pada nilai wajar dan mengeliminasi saldo laba negatif perseroan.

Dengan demikian, lanjutnya, diharapkan perseroan memiliki posisi keuangan yang lebih baik tanpa dibebani defisit masa lampau. Sehingga, diharapkan perseroan dapat melanjutkan usahanya secara lebih baik seiring prospek usaha yang semakin membaik di masa mendatang.

Kuasi reorganisasi ini direncanakan akan dilakukan pada kuartal ketiga 2011.

BUMI Sepekan Bergegas Naik 5,2%

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Minggu, 8 Mei 2011 | 09:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Sepekan ini, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan kenaikan yang cukup signifikan sebesar 5,2%. Beberapa sentimen posiitf masih mendominasi penguatan emiten tersebut.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities Satrio Utomo menuturkan, harga saham BUMI terus naik sejak Senin (2/5). Salah satunya masih didukung berita Vallar yang akan menambah kepemilikan saham di BUMI, “Berita Vallar akan menaikkan kepemilikan di BUMI membuat saham BUMI bergerak naik,” tutur Tommy kepada INILAH.COM.

Saham BUMI mengalami penguatan cukup signifikan sepekan kemarin. Setelah hari pertama perdagangan ditutup naik Rp35 ke Rp3.450, emiten batu bara ini terus terapresiasi tiga hari selanjutnya. Naik secara bertahap Rp25 ke Rp3.475 pada Selasa, kemudian ke Rp3.575 pada Rabu dan Rp3.625 pada Kamis. Namun, pada hari terakhir, BUMI terpaksa melandai ke Rp3.600.

Tommy menuturkan, kapitalisasi pasar saham BUMI mengalahkan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga turut memberikan sentimen positif untuk pergerakan sahamnya.

Seperti diketahui, riset UBS AG menyebut naiknya permintaan batu bara China sebesar 1 juta ton pada tahun ini, saham BUMI naik 1,40% ke Rp3.625 dan membentuk kapitalisasi pasar Rp75,30 triliun. Sejak awal tahun, saham BUMI telah menguat 19,83%.

Sementara saham Adaro yang kemarin juga ditutup naik 3.33% menjadi Rp2.350 hanya membentuk kapitalisasi pasar Rp74,37 triliun. Namun, sejak awal tahun, saham Adaro justru tergerus 7,8%.

Tommy menuturkan, saham BUMI berpotensi naik ke level 4.000 secara teknikal hingga akhir tahun. Untuk jangka pendek, saham BUMI bergerak di level Rp3.400-Rp3.525. “Saham BUMI masih menarik di kisaran 3.400-3.525,” katanya.

Sementara itu, Analis Senior PT HD Capital Yuganur Widjanarko menuturkan, pelaku pasar saat ini masih menunggu imbas aksi BUMI menyelesaikan utangnya. Menurutnya, penyelesaian utang memberikan dampak positif ke laba bersih perseroan. BUMI diperkirakan akan mengurangi utang sekitar US$100 juta pada 2011.

Selain itu, Vallar menyelesaikan transaksi pembelian saham BUMI dari PT Bakrie and Brothers Tbk memberikan sentimen positif untuk pergerakan saham BUMI.”Akuisisi oleh Vallar selesai, restrukrisasi utang selesai berpengaruh terhadap laba bersih, pelaku pasar pun mengantisipasi itu sehingga pergerakan saham BUMI menguat,” tambah Yuganur. [ast]
RI Pandang Penting Industri Minyak Kelapa Sawit
Fajar Nugraha – Okezone
Jum’at, 6 Mei 2011 11:03 wib
unsp PASTI MELOTOT neh …
JAKARTA – Delegasi Indonesia dalam pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN memandang penting industri minyak kelapa sawit. Industri ini pun ditambahkan dalam lima sektor yang perlu dikembangkan bersama dengan Uni Eropa.

Diwakili Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar menilai perlunya kelapa sawit ditambahkan dalam lima sektor yang perlu dibahas dan dikembangkan dalam kerja sama perdagangan dan investasi dengan Uni Eropa.

Sebelumnya, lima sektor yang dibicarakan untuk dikembangkan tersebut adalah infrastruktur, agrifood, automotif, healthcare, dan service. Permintaan Siregar ini melanjutkan hal serupa yang dikeluarkan oleh Kamboja dan Malaysia.

“Kami setuju bahwa industri kelapa sawit perlu ditambahkan dalam lima sektor yang perlu dikembangkan dengan Uni Eropa,” ungkap Siregar dalam pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN, di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (6/5/2011).

Selain itu, dirinya pun juga menganggap penting pengembangan green technology untuk mendukung investasi di negara-negara ASEAN.
(ade)
Vallar Masuk UNSP investor daily
VALLAR Plc disebut-sebut pelaku pasar akan membeli 15% saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP). Masuknya Vallar diduga bakal menambah cash flow UNSP setelah membeli PT Domba Mas. UNSP akan segera merilis laporan keuangan kuartal pertama 2011, di mana laba bersih diprediksi meroket 300% menjadi Rp 192 miliar, karena lonjakan harga karet dan CPO.

BUMI memperkirakan pendapatan selama kuartal I-2011 mencapai US$ 1,12 miliar, naik 11% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$ 1,01 miliar. Kenaikan ini dipicu meningkatnya harga jual rata-rata yang melonjak 27% menjadi US$ 80/ton dari sebelumnya US$ 62,88/ton, namun di lain pihak volume penjualan diestimasi terpangkas 12,5% menjadi 14 juta ton dari sebelumnya 16 juta ton. Penurunan volume penjualan tersebut dipengaruhi oleh tingginya curah hujan.

Sumber : IPS RESEARCH
Wow! Bakrie Beli Salah Satu Klub Eropa
Minggu, 01 Mei 2011 , 08:07:00 WIB

RMOL. Keluarga Bakrie akhirnya se­cara resmi membeli klub se­pak­bola anggota divisi III Liga Belgia, RCS Vise. Klub itu ber­markas di kota Vise atau Wezet, sebuah kota di propinsi Luik, Wallonia, Belgia yang terletak dekat perbatasan Belanda.

Tahun lalu, klub ini berada di peringkat 5 divisi ketiga Liga Belgia. Roberto Regis Milano, exe­cutive vice-president me­nya­takan Bakrie telah membeli ma­yoritas saham klub tersebut, tapi enggan menyebutkan jumlah yang dibayar.

Roberto Regis Milano membenarkan berita bah­wa keluarga Bakrie telah mem­beli saham Royal Cercle Spor­tif atau RCS Vise dua ming­gu lalu, dan sekarang memegang mayoritas kepemilikan klub ter­sebut. Sisanya tetap dimiliki pemilik terdahulu, Guy Thiri.

Berapa persen saham mayo­ri­tas itu dan berapa jumlah yang di­bayar Bakrie, Roberto tak ber­sedia menyebutkan. “Rahasia,” ka­tanya.

Dengan masuknya Bak­rie, maka managemen klub ini juga berganti. Roberto ditunjuk sebagai executive vice-pre­sident.

Sementara pemilik lama Guy Thiri tetap menjadi direktur klub tersebut. Tidak ada perubahan pe­latih, tetap Jose Riga. Bulan Juli mendatang akan di­umum­kan susunan managemen yang baru. Aga Bakrie, putra sulung Abu­rizal Bakrie akan menjadi chair­man of the club.

Alasan utama Aburizal Bakrie membeli klub Belgia tersebut, bukan hanya karena dia dikenal gila bola. Roberto Milano me­nam­bahkan, Bakrie berencana me­­majukan kualitas klub terse­but sehingga bisa masuk ke di­visi pertama liga Belgia.

Selain itu direncanakan pem­ba­ngunan stadion baru yang lebih besar, dan mengem­bang­kan tim junior. Sementara alasan ke­dua yang tidak kalah penting yaitu, Bakrie memang dari dulu bercita-cita untuk membeli se­buah klub bola Eropa.

Klub Eropa ini diharapkan bisa menjadi batu loncatan bagi pe­main bola berbakat Indonesia. Para pemain Indonesia dapat ber­latih dan bermain di Eropa. Di­harapkan ini dapat mem­per­baiki kualitas persepakbolaan di Indonesia.

Menurut direktur eksekutif ini bulan Juni mendatang diren­ca­nakan tiga pemain Indonesia ber­usia 18 tahun datang berlatih dan beradaptasi di Eropa. Nama-na­ma para pemain itu baru akan di­umumkan setelah musim pertan­dingan di Eropa berakhir.

Beberapa minggu terakhir di Indonesia beredar isu bahwa Bak­rie berniat membeli salah satu klub papan atas Eropa. Salah satu yang disebut sebagai calon adalah FC Anderlecht, Belgia yang pernah beberapa kali menjadi juara nasional, Piala UEFA dan Piala Champion. David Steegen, juru bicara FC An­derlecht membantah ada pem­bicaraan atau bahkan ta­waran dari Bakrie.

Dijelaskannya, FC Anderlecht baru saja berubah menjadi NV, se­hingga susunan hirarki pe­me­gang saham berubah. Perubahan ini dibutuhkan karena Ander­lecht ju­ga berencana mem­ba­ngun sta­dion sendiri yang lebih besar. [RM]
Kuartal I Akhirnya DEWA Raih Laba Rp7,7 Miliar

Oleh: Wahid Ma’ruf
Pasar Modal – Minggu, 1 Mei 2011 | 05:13 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengandalkan pendapatan usaha sehingga memperoleh laba bersih Rp7,7 miliar dari rugi bersih Rp3,4 miliar.

Perseroan mencatatkan pendapatan mencapai Rp69,3 miliar dari Rp44,7 miliar. Dengan beban usaha sebesar Rp55,4 miliar maka laba usaha mencapai Rp13,8 miliar. Sedangkan pada kuartal I 2010 perseroan mengalami rugi usaha sebesar Rp2,9 miliar dengan beban usaha mencapai Rp47,7 miliar.

Jumlah aset perseroan sebear Rp467,9 miliar dari Rp462,5 miliar pada kuartal I 2010.

Senin, 25/04/2011 17:33 WIB
SBY Minta Lapindo Segera Lunasi Tunggakan
Anwar Khumaini – detikNews

Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hari ini menggelar rapat terbatas yang salah satunya membahas lumpur Lapindo. Dalam rapat itu, Presiden meminta agar Lapindo segera melunasi tunggakan-tunggakan kepada warga Sidoarjo.

“Agar yang belum lunas untuk menindaklanjuti, yang belum lunas dari Lapindo agar segera di lunasi. Supaya bisa nanggul di sisi utara, yang masih tipis, belum bisa ditanggul,” kata Bupati Sidoarjo Saiful Illah mengungkapkan hasil rapat di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (25/4/2011).

Saiful mengatakan, saat ini warga yang berada di tanggul sisi utara melarang wilayahnya dibangun tanggul sebelum tunggakan Lapindo dilunasi. “Makanya ini disarankan untuk dilunasi,” kata Saiful.

Saiful menjelaskan, Lapindo sebenanya saat ini memang sedang mencicil tunggakan kepada warga sampai akhir tahun 2012. Masyarakat pun bersedia dibayar secara berangsur.

“Tetapi sekarang minta ada yang belum lunas, ada yang mau dicicil dan ada yang belum dibayar. Yang belum dibayar mungkin berkas-berkasnya kurang. Tetapi yang sudah dicicil sampai tahun 2012. Dia minta
dilunasi, diajukan ke pemerintah pusat. Tapi Lapindo tetap komitmennya sampai 2012, tetapi masyarakat minta cepat dilunasi. Yang belum dilunasi sekitar Rp 1,104 triliun,” jelas Saiful.

Menurutnya, total keluarga yang belum mendapatkan ganti rugi lunas oleh Lapindo berjumlah 13.146 KK.

“Rakyat kita sudah mau dicicil, sehingga pelunasan akhir 2012, Desember. Karena rakyat mendesak, supaya ditalangi dulu oleh pemerintah pusat,” terangnya.

Ditalangi Artinya apa? “Maksudnya dibantu pemerintah, apakah dipinjamkan di bank, atau APBN,” jawabnya.

Soal Lapindo ini, imbuh Saiful akan terus dicarikan jalan, apakah dipinjami dari bank, agar cepat diselesaikan.

“Yang sembilan desa diselesaikan dengan perpres 48/2008. Tetapi untuk menyelesaikan yang tiga desa itu menunggu Lapindo lunas. Kalau itu didulukan, Lapindo belum lunas gimana. Nanti cemburu sosial,” ujarnya.

(anw/gun)

Pemerintah Talangi Ganti Rugi Korban Lumpur Lapindo Rp 1,104 Triliun
K. Yudha Wirakusuma – Okezone
Senin, 25 April 2011 16:53 wib

JAKARTA – Karena terus didesak korban, pemerintah memutuskan akan menalangi pembayaran ganti rugi terhadap korban lumpur Lapindo senilai Rp1,104 triliun. Hal ini terpaksa dilakukan karena perusahaan milik keluarga Aburizal Bakrie itu tak sangup membayar kekurangan ganti rugi sekalipun mereka berkomitmen menyicil hingga akhir tahun 2012.

“Karena rakyat mendesak, supaya ditalangi dulu oleh pemerintah pusat,” ujar Bupati Sidoarjo, Saiful Illah di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (25/4/2011).

Saiful mengatakan, pemerintah akan mengambil dana talangan dari pinjaman bank atau APBN. Dana tersebut akan diberikan kepada 13.146 kepala keluarga. Jumlah ini belum termasuk pelunasan terhadap warga di tiga desa yang masuk peta terdampak yakni Desa Pejarakan, Kedungcangkring, dan Desa Besuki yang mencapai Rp 142 miliar.

Pembayaran terhadap ketiga desa tersebut dilakukan pemerintah melalui Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, pembayarannya dilakukan secara bertahap dimana korban diberi uang muka terlebih dahulu sebesr 20 persen.

Saiful menambahkan, hingga kini tidak ada perluasan daerah yang terdampak semburan lumput. Namun, jumlah wilayah yang tak layak dihuni bertambah dari 9 RT menjadi 45 RT lantaran meluasnya gelembung-gelembung gas. “Ini daerah Siring, Jatirejo, sama Mindi dan Besuki, ” ujarnya.

(abe)

Apa Prediksi Analis untuk Saham BUMI?

Oleh: Asteria
Pasar Modal – Senin, 18 April 2011 | 13:04 WIB

INILAH.COM, Jakarta- Saham PT Bumi Resources (BUMI) masih stagnan hingga perdagangan sesi pertama awal pekan ini. Bagaimana prediksi para analis?

Christine Salim, Head of Research Samuel Sekuritas masih melihat potensi pada emiten ini. Menurutnya, BUMI telah menguat 7,9% sejak awal tahun dan mengungguli IHSG. Katalis bursa akan datang dari berlanjutnya penurunan pinjaman.

Selain itu, rencana Vallar untuk meningkatkan kepemilikan di BUMI hingga 50% akan menjadi katalis positif pergerakan harga saham. “Kami mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp3.950 per saham, menyiratkan PER (price earning ratio)2012 sebesar 14,9 kali,” katanya.

Seperti diketahui, Vallar Plc berencana meningkatkan kepemilikan di BUMI menjadi 50% di BUMI pada 10 Mei, dengan menawarkan pemegang saham BUMI mekanisme swap saham. Dengan rasio swap 57,7: 1, berarti setiap 57,7 saham BUMI akan ditawarkan 1 saham Vallar. “Hal ini menyiratkan harga konversi sebesar Rp3.240 per saham,” ujarnya.

Sentimen positif lain berasal dari pengurangan utang BUMI yang kini berada dalam proses. BUMI berencana mengurangi total kredit US$975 juta hingga akhir 2011, terdiri dari US$600 juta pinjaman CIC (China Investment Corporation)dan US$375 konversi obligasi.

“Kami memperkirakan penghematan bunga sebesar US$ 228 juta selama 2 tahun, mengurangi denda US$ 30 juta jika utang dilunasi secara tunai,” tuturnya.

Apalagi BUMI menyebutkan bahwa mungkin CIC berkeinginan menjadi mitra jangka panjang. Christine melihat ada tiga skenario potensial, yakni kesepakatan kas, debt to equity swap di BRMS (anak usaha BUMI, PT Bumi Resources Minerals)atau Vallar, serta kombinasi pertama dan kedua.

Senada dengan pengamat pasar modal Willy Sanjaya yang optimistis, saham BUMI dapat mencapai level 4.500. Menurutnya, masuknya Vallar ke BUMI menjadi indikasi positif bagi investor lokal, terutama untuk masuk ke saham batu bara ini. Apalagi BUMI berencana melunasi utang kepada CIC. “Utang lama yang akan dibayar dengan dana internal sehingga memberi dampak positif,” ujar Willy.

Pada perdagangan Senin (18/4) sesi pertama, BUMI berada di level Rp3.350, atau stagnan dari penutupan pekan lalu. Emiten batu bara ini sudah bertahan di angka ini sejak Kamis (14/4).

Willy menilai, kalau ada koreksi yang terjadi atas saham BUMI, hal ini dapat dijadikan momentum bagi pelaku pasar untuk mengakumulasi saham BUMI. “Saya masih rekomendasi saham ini,” katanya.

Saat ini, imbuh Willy, pelaku pasar sedang menunggu laporan keuangan kuartal pertama 2011. Sementara itu, kinerja 2010 BUMI cukup positif. BUMI melaporkan laba bersih 2010 sebesar US$ 311 juta (YoY 63,4%) dan pendapatan sebesar US$ 4.369 juta (19,2% YoY).

Christine menilai, laba bersih ini sesuai dengan ekspektasi, namun 18,7% lebih tinggi dari konsensus. “Sedangkan pencapaian pendapatan mengalahkan konsensus dan perkiraan kami,”ujarnya.

Untuk tahun ini, produksi batubara dan harga jual rata-rata (ASP) yang tinggi akan mendukung kinerja perseroan. Manajemen mentargetkan pertumbuhan 10% produksi batubara menjadi 66 juta ton pada 2011.

Sementara patokan untuk ASP adalah US$ 77/ton untuk 2011, 8,5% lebih tinggi dibandingkan 2010, “Pedoman produksi batubara ini sejalan dengan estimasi kami, meski kami berharap ASP lebih tinggi sebesar US$82,5/ton,” katanya. [mdr]

Keputusan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) menunda penandatanganan Perjanjian Penguasaan Jalan Tol (PPJT) yang baru untuk ruas tol Batang Semarang, bisa jadi tepat. Sebab, memang masih terjadi sengketa dalam proses akuisisi kepemilikan saham ruas tol Batang-Semarang.

Kuasa hukum PT Instia Persada Permai, Amir Syamsuddin mengatakan, PT Bakrie Toll Road belum menuntaskan proses pengalihan saham baik secara legal maupun administrasi. “Ini yang ingin kami klarifikasi bahwa proses pengalihan belum tuntas karena ada kewajiban yang belum dipenuhi,” ungkap Amir, kemarin (13/4).

Sekadar tahu PT Instia Persada Permai merupakan pemilik saham 40 % di PT Marga Setiapuritama yaitu pemegang konsesi ruas tol Batang-Semarang. Selain PT Instia Persada Permai, pemilik saham lain adalah PT Banyuwen Permatasari 55%, dan PT Karya Terampil Mandiri, 5%.

Pada 2008, PT Bakrie Toll Road mengakuisisi atau mengambil alih 65% kepemilikan saham PT Marga Setiapuritama. Sehingga kini kendali Marga Setiapuritama di bawah Bakrie Toll.

Amir menjelaskan sejatinya kesepakatan pengalihan saham dilakukan 2008 lalu. Dalam kesepakatan itu disebutkan pembayaran pengalihan saham dilakukan bertahap sebanyak enam kali.

Namun dari pihak Bakrie Toll baru melakukan pembayaran tahap pertama. “Perjanjian pengalihan saham 2008 itu belum selesai, kalau sekarang mau diselesaikan perlu ada penyesuaian dengan kondisi 2011. Tentu ada judgement yang perlu dibicarakan lebih lanjut,” jelasnya.
KONTAN berusaha mengonfirmasi ke Direktur Utama PT Bakrie Toll Road Harya M Hidayat. Namun belum ada tanggapan dari dia soal pernyataan Amir Syamsuddin tersebut.

Selasa lalu (12/4), Harya Hidayat mengaku telah menuntaskan proses legal dan administrasi pengalihan saham itu. “Semua persyaratan evaluasi baik dari aspek legalitas, administrasi dan komersial termasuk di dalamnya adalah bisnis plan baru untuk Batang-Semarang sudah diselesaikan,” ujarnya.

http://nasional.kontan.co.id/v2/read/1302748528/64850/Bakrie-Toll-belum-melunasi-pembayaran-saham

Sumber : KONTAN.CO.ID
BUMI Masih Perkasa Menuju Rp3.900

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Kamis, 14 April 2011 | 09:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI, Kamis (14/4) diprediksi menguat mengingat kenaikan kemarin yang diiringi volume transaksi sangat besar. Rekomendasi beli karena emiten ini masih bertenagamenuju level Rp3.900.

Angelo Michel, technical analyst AMTA (Angelo Michel’s Technical Analysis) mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini bisa dilihat secara jelas dari sisi teknikal. Menurutnya, level Rp3.600-3.900 merupakan target yang didapat dari indikator fibonacci setelah mempertimbangkan koreksi pada 1 April dan kenaikan tajam kemarin.

Dia menegaskan, penguatan saham BUMI masih bisa berlanjut Kamis (14/4) ini. “BUMI berpeluang menembus resistance Rp3.425 dan menuju resistance berikutnya Rp3.600-3.900. Sedangkan level support berada di Rp3.300-3.150,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (13/4).

Pada perdagangan Rabu (13/4) saham BUMI ditutup menguat tajam Rp225 (7,08%) menjadi Rp3.400 dari posisi sebelumnya Rp3.175. Harga intraday tertingginya mencapai Rp3.400 dan terendah Rp3.175. Volume transaksi mencapai 377,5 juta unit saham senilai Rp1,2 triliun dan frekuensi 6.823 kali.

Dia mengatakan level support Rp3.300 susah ditembus. Sebab, kenaikan tajam kemarin memang tak terduga dengan volume yang sangat besar. “Ini menunjukkan ada sesuatu yang menyebabkan terjadinya pembelian dalam jumlah besar,” ujarnya.

Dikabarkan, Vallar Plc akan menambah kepemilikannya di saham BUMI melalui market sebesar 26% dari level 25% saat ini. Valar akan menguasai saham BUMI sebesar 51% pada Mei 2011. Menurutnya, jika informasi itu sudah diserap pasar, saham ini akan cepat naik tinggi. “Tidak semua orang sempat beli saham BUMI pada perdagangan kemarin,” paparnya.

Karena itu, pelaku pasar yang belum melakukan pembelian kemarin, akan melakukan pembelian cepat. Namun, Angelo mengingatkan, agar pelaku pasar tetap waspada. Bisa jadi, bandar masih melakukan pembelian hari ini dan diukuti investor ritel, tapi, pada saat naik kembali, bandar justru melakukan aksi jual pada hari ini juga.

Lebih jauh, dia menjelaskan, pembelian besar kemarin juga sebagai konpensasi pelemahan akhir Maret dan awal April dengan volume yang besar 232,9 juta unit saham. Ini jika dilihat semata dari faktor teknikal baik harga maupun volume.

“Jadi, level Rp3.425 merupakan resistance pada 1 April yang berpeluang ditembus ke atas hari ini,” ungkapnya. Lalu, dua hari kemudian, pada 5 April, pelaku pasar kembali melakukan aksi beli.

Hanya saja, imbuh Angelo, dengan terjadinya volume transaksi yang besar pada perdagangan kemarin, seringkali pelaku pasar harus mengonfirmasi penguatan. Pasar harus melihat sehari hingga dua hari ke depan apakah kenaikannya masih berlanjut atau tidak.

Menurutnya, jika ternyata masih menguat dan menembus level Rp3.600, membuktikan kenaikan akan berlanjut. Sebab, pembelian terbesar kemarin, hanya memiliki padanan pada 18 November 2010 sebesar 418,1 juta unit saham. “Jadi, peluang penguatan saham BUMI cukup besar,” tambahnya.

Sebaliknya, jika kenaikan saham BUMI tidak berlanjut hari ini, aksi jual akan terjadi dalam jumlah besar sehingga bisa melemah cukup dalam. “Jika kenaikannya tertahan, akan terjadi aksi jual,” tandasnya.

Di atas semua itu, Angelo merekomendasikan, langsung beli saham BUMI. Sebab, sekarang ini merupakan kesempatan emas. Jika naik pelaku pasar akan mendapat gain yang signifikan.

Tapi, kalaupun turun, level cut loss-nya tidak terlalu jauh yakni di level Rp3.300. Jika menguat dan tembus Rp3.600 dalam sehari atau dua hari, BUMI mengonfirmasi penguatan ke target berikutnya di level Rp3.900. “BUMI menguat dengan pola cup and candle seperti ini, biasanya menjadi kenyataan,” imbuh Angelo. [mdr]
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjelang penutupan terlihat semangat. Hingga akhirnya, indeks ditutup naik 0,24%.

Aksi perburuan saham bluechips berikut yang membuat indeks berbalik arah.

– PT Bumi Resources (BUMI)

Saham BUMI di sesi I ditutup naik 6,3% menjadi Rp 3.375. Sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain: Deutsche Securities senilai Rp 253,98 miliar, Credit Suisse Securities senilai Rp 174,71 miliar, dan OSK Nusadana Securities senilai Rp 51,38 miliar.

– PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP)

Saham INTP di sesi I ditutup naik 2,44% menjadi Rp 16.800. Sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain: JPMorgan Securities senilai Rp 8,83 miliar, CLSA Indonesia senilai Rp 8,74 miliar, dan Merrill Lynch Indonesia senilai Rp 6,97 miliar.

– PT Bank Central Asia (BBCA)

Saham BBCA di sesi I ditutup naik 0,71% menjadi Rp 7.100. Sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain: Macquarie Capital senilai Rp 7,74 miliar. Danareksa Sekuritas senilai Rp 2,78 miliar, dan Bahana Securities senilai Rp 1,99 miliar.

– PT Astra Otoparts (AUTO)

Saham AUTO di sesi I ditutup naik 4,55% menjadi Rp 16.100. Sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain: eTrading Securities senilai Rp 667,98 juta, Binaartha Parama senilai Rp 634 juta, dan Danareksa Sekuritas senilai Rp 420,40 juta.

– PT Internasional Nikel Indonesia (INCO)

Saham INCO di sesi I ditutup naik 1,03% menjadi Rp 4.925. Sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain: Valbury Asia Securities senilai Rp 15,64 miliar, CIMB Securities senilai Rp 5,30 miliar, dan UBS Securities senilai Rp 4,79 miliar.

http://investasi.kontan.co.id/v2/read/1302673243/64771/BUMI-dan-INTP-diburu-indeks-sesi-I-berhasil-mendarat-di-zona-hijau-

Sumber : KONTAN.CO.ID
Diincar Vallar, DEWA Layak Dilirik

Oleh:
Pasar Modal – Rabu, 6 April 2011 | 09:05 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Vallar Plc disebut-sebut pelaku pasar tengah mengincar saham PT Dewa Henwa Tbk (DEWA) melalui PT Bumi Resources Tbk.

Perusahaan Inggris itu nantinya akan meminta BUMI memperbesar kepemilikan sahamnya di DEWA.

Vallar saat ini memiliki 25% saham BUMI. Seiring dengan itu, saham DEWA berpotensi menuju level Rp100. Pada perdagangan kemarin saham DEWA ditutup naik 1 poin ke level Rp66.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: