Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juni 23, 2011

kapitalisasi saham BUMI mer0$0t … 161011 (dividen 2010)

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 9:17 am

IHSG Dukung BUMI Sepekan Melesat 16,6%

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Minggu, 16 Oktober 2011 | 09:06 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Dalam lima hari perdagangan terakhir, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat 16,6%. Sentimen positif dari indeks saham dan aksi korporasi induk usaha, menjadi katalisnya.

Demikian analis PT Indosurya Aset Manajement Reza Priyambada, saat dihubungi INILAH.COM, Jumat (14/10). Menurutnya, sentimen market mendukung penguatan saham BUMI, sehingga emiten ini terapresiasi selama sepekan,”Hal ini membawa BUMI menembus ke level di atas Rp2.000 per saham,” ujarnya.

Awal pekan ini hingga Kamis (13/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat 6,8%. Harapan titik cerah realisasi program penanggulangan krisis utang Eropa dan cukup derasnya capital inflow menjadi sentimen positif bagi IHSG. Namun, di penghujung pekan, indeks dilanda profit taking, karena sudah memasuki area jenuh beli. Alhasil, terjadi penurunan 0,3%.

Sementara BUMI, setelah sempat melemah ke level Rp1.920 pada perdagangan saham Senin (10/10), berhasil berbalik arah. Penguatan pun terus terjadi hingga akhir pekan, emiten tambang ini ditutup di level Rp2.250. Selama sepekan pun, BUMI mencatat kenaikan sebesar 16,6%.

Reza menuturkan, penguatan saham BUMI juga didorong aksi korporasi yang akan dilakukan induk usaha perseroan, yaitu PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR). Glencore dikabarkan akan membantu PT Bakrie and Brothers Tbk dengan memberi pinjaman senilai US$800 juta-US$900 juta.

Dikabarkan pula tujuan Glencore memberikan pinjaman tersebut adalah guna mendapatkan hak lebih besar dalam memasarkan batu bara yang diproduksi anak usaha BNBR yaitu Bumi Plc. Selain itu dengan pinjaman tersebut Glencore dikabarkan akan mendapat ijin untuk memasarkan seng yang diproduksi PT Bumi Resources Mineral (BRMS).

Bagi BNBR sendiri, pinjaman ini akan digunakan untuk membiayai kembali pinjaman perseroan kepada Credit Suisse, AG senilai US$1,35 miliar yang jatuh tempo pada tahun depan. Bantuan Glencore terhadap BNBR ini membuat sentimen positif terhadap saham BUMI. “Ada investor baru atau mitra baru untuk mengurang utang perseroan,” katanya.

Reza pun menilai, pekan depan, pelaku pasar dapat melakukan trading saham BUMI. Emiten ini dianggap masih berpeluang menguat, kendati tetapi terbatas. “Sentimen positif yang mendorong penguatan saham BUMI antara lain kenaikan target produksi dan volume penjualan batu bara BUMI,”pungkasnya. [ast]
Senin, 03/10/2011 17:21 WIB
Cicil Utang CIC, BUMI Dapat Pinjaman ‘Misterius’ US$ 600 Juta
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mendapat dana baru US$ 600 juta untuk membayar cicilan perdana utang China Investment Corporation (CIC). Pinjaman baru tersebut kabarnya memberi keuntungan bagi perseroan karena memiliki bunga yang jauh lebih rendah.

Menurut Direktur BUMI, Dileep Srivastava, pembayaran cicilan pertama CIC akan dilakukan Oktober 2011. “Pembayaran cicilan dari pinjaman CIC pada bulan ini adalah prioritas utama. Akan segera membuat pengumuman resmi mengenai hal ini,” kata Dileep dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/10/2011).

Tidak secara tegas Dileep menyebut dari mana dana US$ 600 juta tersebut. Meski demikian, Mandiri Sekuritas dari hasil riset yang dipublikasikan menyebut, pinjaman baru yang didapat BUMI berbunga 7-8%.

Dengan bunga tersebut, Mandiri Sekuritas menjelaskan, BUMI dapat menghemat pembayaran bunga US$ 20-25 juta per tahun. Pinjaman dari CIC sebelumnya berbunga 12%.

Atas raihan pinjaman baru ini, BUMI diprediksi akan meraih laba US$ 500 juta di 2011, dan kembali naik hingga US$ 589 juta pada tahun berikutnya.

Selain refinancing utang kepada CIC, perseroan juga masih mengincar pinjaman baru sebesar US$ 400 juta. Dana ini akan digunakan untuk PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU).

Axis Bank Hong Kong, masih menurut Mandiri Sekuritas adalah pihak yang memberi utang kepada BUMI. Axis memberi bunga jauh lebih rendah, 7-8% dari utang dari debitur sebelumnya 12,5%.

(wep/dnl)
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) merencanakan pinjaman dari Axis Bank Hong Kong senilai US$400 juta.

Mengutip IFR ASia, pinjaman tersebut rencananya akan digunakan untuk refinancing sebagian cicilan pertama (tranche I) utang kepada China Investment Corporation (CIC) sebesar US$600 juta. Pinjaman ini bertenor lima tahun dengan kupon mencapai LIBOT plus 5,5% untuk dua tahun pertama dan LIBOR plus 6,5% untuk tahun berikutnya.

Hal ini juga diakui Direktur BUMI Dileep Srivastava. Namun, dia tidak bersedia menyebutkan darimana dana tersebut akan diperoleh. Adapun total utang BUMI ke CIC mencapai US$1,9 miliar dengan bunga 12%. Tranche I sejarusnya jatuh tempo pada September 2014, Tranche II September 2014, dan Tranche III US$700 juta.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1780994/bumi-raup-pinjaman-us400-juta-dari-axis-bank

Sumber : INILAH.COM
PT Bumi Resources (BUMI) memperkirakan volume penjualan pada 3Q11 bertumbuh 27% YoY menjadi 16,5 juta ton.

Dengan harga jual rata-rata (ASP) sekitar US$92/ton maka nilai penjualan perseroan mencapi US$1,5 miliar. Tahun ini, perseroan menargetkan produksi batu bara sebanyak 66 juta ton dengan ASP US$92/ton.

“Kami pun merekomendasikan mantain buy untuk saham BUMI,” ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Selasa (27/9).

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1778799/penjualan-naik-mantain-buy-saham-bumi

Sumber : INILAH.COM
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah menjual sebanyak 20,854 juta lembar saham (75,1%) milik perseroan yang ditempatkan di Bumi Resources Minerals Tbk kepada Bumi Plc. Nilai penjualan tersebut sebesar Rp17,51 triliun atau sekitar Rp840 per lembar.

Demikian prospektus ringkas perseroan yang dipublikasikan di Jakarta, Senin (19/9).

Pembayaran harga saham yang dijual akan dilakukan oleh Bumi Plc melalui penerbitan convertible bond (CB) sebesar harga pembelian saham yang jual yang dapat dikonversi di mana berdasarkan opsi pemegang CB dengan sebanyak-banyaknya 107,701 juta lembar saham. CB ini juga bernilai 50% dari ekuitas perseroan.

Pada 30 Juni 2011, ekuitas BUMI sebesar US$1,372 juta. Nilai transaksi ini berdasarkan sales and purchase of share agreement tanggal 10 Juni 2011 setara dengan 149% dari total ekuitas perseroan. Untuk itu, BUMI akan melangsungkan hajatan RUPSLB pada 21 Oktober 2011 guna meminta persetujuan pemegang saham.

Selain itu, transaksi ini juga tergolong transaksi afiliasi sebab Bumi Plc merupakan pemegang saham utama perseroan dan terdapat beberapa anggota pengurus Bumi Plc yang juga menjabar sebagai anggota direksi di BUMI.

Konversi dilakukan 40 hari sejak tanggal diterbitkannya CB sampai dengan 14 hari kalender sebelum jatuh tempo atau apabila CB telah ditarik dan ditebus oleh pihak penerbit. Harga konversi 11,80 euro per saham.

Tujuan dari transaksi ini guna memperkokoh kemitraan dengan investor strategis serta lebih meningkatkan akses atau sumber pendanaan yang lebih besar baik bagi perseroan maupun BRMS, mengurangi tingkat utang, serta lebih fokus pada bisnis pertambangan batubara.

http://www.imq21.com/news/read/41861/20110919/092514/Jual-Saham-BUMI-Raup-Rp17-51-Triliun.html

Sumber : IMQ JAKARTA
PT Bumi Resources (BUMI) berencana menjual 20,85 miliar saham (75,1%) PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) kepada Bumi Plc (Vallar) .

Dalam transaksi ini, Bumi Plc membeli 20.854.263.529 saham BRMS dengan nilai Rp17,517 miliar atau Rp840/saham. Setelah transaksi tersebut menjadi efektif, maka kepemilikan BUMI pada BRMS akan berkurang menjadi 11,99%. Pembayaran saham tersebut akan dilakukan dengan penerbitan Convertible Bonds (CB) senilai US$2 miliar yang dapat ditukarkan dengan 107.701 juta saham Bumi Plc.

CB tersebut bersifat langsung, tanpa syarat, unsubordinated, dan tanpa jaminan. CB tersebut bertempo 5 tahun 6 bulan sejak tanggal terbit dengan bunga 2% semi-annual payment. Periode konversi CB tersebut adalah 40 hari sejak tanggal terbit sampai dengan 14 hari kalender sebelum jatuh tempo dengan harga konversi 11,80 Poundsterling per saham biasa. Rencana tersebut akan dibahas pada RUPSLB yang akan diadakan pada 21 Oktober 2011 untuk meminta persetujuan para pemegang saham. “Kami pun menyarankan untuk maintain buy saham BUMI,” ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Senin (19/9).

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1775814/divestasi-saham-brms-mantain-buy-bumi

Sumber : INILAH.COM
Yuk! Pilih KLBF, ASRI, ICBP, BUMI

Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
Pasar Modal – Selasa, 13 September 2011 | 04:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak melemah pada kisaran 3.852-3.969.

“Pada perdagangan hari Selasa (13/9), secara teknikal indeks cenderung bergerak melemah pada kisaran 3852-3969,” ungkap analis Sinarmas Sekuritas Jansen Kustianto, melalui surat elektronik yang diterima INILAH.COM, Senin (12/9) petang.

Menurutnya, saham-saham yang layak dikoleksi untuk kondisi tersebut adalah saham Kalbe Farma (KLBF), saham Alam Sutera Realty (ASRI), saham Bumi Resources (BUMI), dan saham Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP). “Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain KLBF, ASRI, ICBP, BUMI,” pungkasnya.

Kemarin, IHSG ditutup melemah hingga 102,38 poin atau 2,5% ke 3.896,12 dengan volume perdagangan mencapai 3,6 miliar saham senilai Rp2,9 triliun.

Perdagangan mengalami 235 saham turun, 35 saham naik dan 48 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp271,5 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,2 triliun dan pembelian asing sebesar Rp941,6 miliar.
Wow! BUMI Sepekan Melesat 10%

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Minggu, 11 September 2011 | 09:01 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Sepekan kemarin, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melesat 10,9%. Ekspektasi kinerja keuangan yang baik pada kuartal ketiga memberikan sentimen postif untuk saham BUMI.

Analis PT Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan, apresiasi saham BUMI dari awal pekan sejak 5 September hingga 9 September menunjukkan penguatan harga saham BUMI, “Hal ini didukung dari ekpektasi terhadap kinerja keuangan BUMI pada kuartal ketiga ini,” ujarnya saat dihubungi INILAH.COM.

Menurutnya, harga saham BUMI sebelumnya sudah oversold. Sehingga hal ini dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan aksi beli terhadap emiten batu bara ini.

Sentimen positif lain berasal dari harga minyak dan batu bara yang naik. Selain itu, kuasi reorganisasi induk usaha BUMI yaitu PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) juga memberi sentimen positif untuk saham BUMI.

Setelah libur panjang Idul Fitri, pada perdagangan Senin (5/9), saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.525. Namun, setelah itu, emiten ini terus bergerak naik hingga pada Selasa bertengger di Rp2.575. Apresiasi sebesar Rp150 ke level Rp2.725 terjadi pada Rabu (7/9) dan posisi ini bertahan hingga keesokan harinya, sebelum akhirnya BUMI ditutup di level Rp2.800 pada perdagangan di penghujung pekan.

Kendati mengalami penguatan cukup pesat sepekan ini mencapai lebih dari 10%, Reza memprediksi, harga saham BUMI akan mengalami koreksi pekan depan. Hal ini karena investor akan melakukan aksi profit taking. “Harga saham BUMI diprediksi akan berada di level support 2.400-2.050 dan resistance di level 2.750-2.850,” ungkapnya.

Tidak jauh berbeda dari Technical analyst dari Jsxpro.com Tommy Yu yang mengatakan, bahwa saham BUMI saat ini masih berada di area trader (investor jangka pendek). Menurutnya, BUMI sudah berhasil menembus level resistance Rp2.725, tapi tertahan di 2.800 karena terjadi perlawanan jual dari pasar.

Namun, lanjutnya, jika target penguatan BUMI berikutnya di level Rp2.900-2.925 tertembus, maka aman bagi investor jangka panjang untuk masuk. “Karena level ini mengkonfirmasi fase down trend saham BUMI sudah terpatahkan,” tutupnya. [ast]

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) sahamnya sebanyak 780 juta saham setara dengan 3,75 persen dengan nilai maksimal Rp3,9 triliun.

Seperti dikutip dari keterangan tertulis yang dipublikasikan perseroan di Jakarta, Selasa (23/8/2011), buyback tersebut harus dilakukan pada harga yang lebih rendah atau sama dengan harga transaksi yang terjadi sebelumnya.

Sesuai dengan peraturan yang berlaku, perseroan harus mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam RUPS luar biasa. Untuk itu, perseroan bakal menggelar RUPSLB tersebut pada 26 September 2011 mendatang.

Untuk itu, perseroan menunjuk PT Danatama Makmur untuk menangani buyback saham tersebut. BUMI mengaku saham yang dibeli kembali tersebut akan disimpan sebagai tresury stock.

Dana untuk buyback tersebut, perseroan mendapatkan dana dari laba yang diraihnya. Jika memang nanti telah terealisasi, dan ada kelebihan dana akan dikembalikan ke saldo kas perseroan. Dana sebesar Rp3,9 triliun yang dianggarkan tersebut sudah dicadangkan selama 18 tahun sejak disetujui dalam RUPSLB.

http://economy.okezone.com/read/2011/08/23/278/495162/bumi-resources-buyback-3-75-sahamnya-rp3-9-t

Sumber : OKEZONE.COM
Laba PT Bumi Resources Tbk (BUMI) hanya naik tipis 2,77% di semester I-2011 sebesar US$ 278,57 juta, dari perolehan laba tahun sebelumnya pada periode yang sama US$ 271,04 juta.

Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan perseroan, Jumat (19/8/2011), pendapatan perseroan naik cukup tinggi menjadi US$ 1,792 miliar di semester pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 1,44 miliar.

Sementara beban pokok pendapatan salah satu entitas bisnis Grup Bakrie itu juga ikut naik menjadi US$ 1,052 miliar, dari sebelumnya US$ 900,28 juta di enam bulan pertama tahun lalu. Ini membuat laba kotor perseroan naik dari US$ 540,52 juta tahun lalu ke US$ 740,09 juta.

Naiknya beban usaha perseroan bisa sedikit ditahan akibat adanya penurunan biaya eksplorasi, totalnya menjadi sebanyak US$ 191,35 juta di semester pertama tahun ini dari US$ 154,27 juta di tahun lalu.

Hal itu membuat laba usaha emiten berkode BUMI itu naik dari US$ 386,25 juta di paruh pertama tahun lalu menjadi US$ 548,74 juta tahun ini. Tahun lalu, perseroan masih meraup penghasilan lain-lain yang sayangnya tahun ini pos itu menjadi beban lain-lain.

Penghasilan lain-lain perseroan di tahun lalu sebanyak US$ 75,735 juta, sementara tahun ini menjadi beban lain-lain sebesar US$ 496,8 ribu. Sehingga pertumbuhan laba sebelum pajaknya pun menjadi tidak terlalu tinggi hanya 18,67%.

Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, harga saham BUMI justru melemah 2,47%, dari Rp 3.025 per lembar di akhir tahun 2010 menjadi Rp 2.950 per lembar di akhir Juni 2011.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.40 waktu JATS harga saham BUMI terkoreksi 75 poin (2,72%) ke level Rp 2.675 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 641 kali dengan volume 60.603 lot senilai Rp 80,602 miliar.

Sumber: detikcom
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan kenaikan tipis laba bersih yakni hanya 2,77 persen. Laba hingga Juni 2011 tercatat USD278,57 juta atau naik dari periode yang sama tahun sebelumnya, yakni USD271,04 juta.

Padahal, laporan keuangan yang dipulikasikan perseroan Jumat (19/8/2011) menunjukkan kenaikan pendapatan hingga 24,4 persen. Pendapatan BUMI tercatat USD1,79 miliar pada Juni 2011, sementara pada Juni 2010 BUMI membukukan pendapatan USD1,44 miliar.

Sementara itu, perseroan yang bergerak dalam bidang energi dan mineral ini mencatatkan laba kotor USD740,09 juta, atau naik 36,92 persen dari laba periode yang sama tahun lalu yakni USD540,52 juta.

Pada pos laba usaha tercatat kenaikan 42,06 persen. Laba usaha per Juni 2011 adalah USD548,74 juta, naik dari laba usaha Juni 2010 USD386,25 juta.

Kenaikan signifikan terlihat pada laba atas transaksi derivatif, yakni 144,3 persen. Di mana perusahaan milik keluarga Bakrie ini menghimpun USD212,75 juta per Juni 2011, sementara pada Juni 2010 lalu pos tersebut menghimpun USD87,07 juta.

BUMI yang tahun lalu mencatatkan laba atas pelepasan investasi USD169,67 juta ini, ternyata membukukan rugi atas pembatalan penjualan saham hingga USD35,84 juta.

Meski begitu, kenaikan 12,04 persen masih dicapai BUMI pada pos pendapatan komprehensif bersih. Per Juni 2011 BUMI membukukan USD283,26 juta pendapatan komprehensif bersih. Sementara, periode yang sama tahun lalu menghimpun USD252,80 juta.

http://economy.okezone.com/read/2011/08/19/278/493737/kenaikan-laba-bersih-bumi-hanya-2-7

Sumber : OKEZONE.COM
BUMI mencatat kenaikan laba yang diatribusikan kepada entitas induk 8,76% atau sebesar US$274,37 juta. Pertumbuhan laba tersebut disumbang oleh peningkatan harga jual rata-rata batu bara sebesar 36,07% menjadi US$91,3 per ton. Penjualan naik 24,31% menjadi US$1,79 miliar. Namun volume penjualan dan produksi menurun masing-masing 5,48% dan 2,29% menjadi 29,3 juta ton dan 29,9 juta ton.

Sumber : IPS RESEARCH
Bumi Plc mencatat laba usaha US$62 juta pada semester I/2011, tetapi menderita rugi bersih US$308 juta. Perolehan laba tersebut didorong oleh kenaikan harga batu bara thermal. Sedangkan rugi bersih terjadi karena adanya kerugian nilai wajar atas akuisisi saham BRAU dan BMRS.

Sumber : IPS RESEARCH
Bumi Plc cetak rugi bersih US$393 juta

Oleh Irvin Avriano A.

Rabu, 17 Agustus 2011 | 21:16 WIB

bisnis indonesia

JAKARTA: Emiten asal Inggris Bumi Plc, yang dulu bernama Vallar Plc, mencetak rugi bersih sebesar US$393 juta dengan laba operasional sebesar US$62 juta sepanjang semester I/2011.

“Laba operasional grup US$62 juta didorong rekor harga batu bara thermal [pada periode itu],” ujar CEO Bumi Plc Ari Saptari Hudaya dalam keterbukaan informasi London Stock Exchange sore ini.

Dia mengatakan rugi bersih perusahaan diimbangi dengan gearing ratio sebesar 16,5% per akhir Juni.

Dalam laporan itu juga disebutkan pendapatan perseroan dicatatkan sebesar US$478 juta.

Perusahaan sudah memanfaatkan dana sebesar US$37 juta sepanjang semester I/2011 sebagai belanja modal (capital expenditure). Perusahaan juga masih mencatatkan dana kas sebesar US$467 juta.

Laporan keuangan itu, tuturnya, juga disumbangkan oleh kinerja keuangan Berau Coal Energy dan Bumi Resources sepanjang 4 bulan terakhir.

Dia menjelaskan perusahaan sudah merealisasikan rencananya memperbesar porsi kepemilikan di PT Bumi Resources Tbk dari posisi awal 25% menjadi 29%. Perseroan juga berharap akuisis saham PT Bumi Resources Minerals Tbk dari Bumi Resources akan tuntas pada kuartal terakhir tahun ini.

Rencana pembelian saham Bumi Resources Minerals, yang sudah diumumkan perusahaan, dilakukan dengan cara pembelian obligasi tukar yang akan diterbitkan Bumi Resources senilai US$2,07 miliar berkupon 2%.

Perseroan berhadap produksi batu bara anak usahanya yaitu PT Berau Coal Energy Tbk akan mencapai 20 juta ton pada tahun ini, meningkat 17 ton dari produksinya pada tahun lalu. Produksi Bumi Resources diprediksi dapat mencapai 66 juta ton pada tahun ini, meningkat 60 juta ton dari 2010.

Harga saham Bumi Resources yang berkode BUMI ditutup menguat Rp25 ke level Rp2.725 kemarin yang membentuk kapitalisasi pasarnya Rp56,6 triliun.

Berau Coal Energy yang berkode BRAU menguat Rp10 ke level Rp520 kemarin yang membuat kapitalisasi pasarnya Rp18,14 triliun.(faa)

Inilah Kegiatan Eksplorasi BUMI Selama Bulan Juni

Oleh: Wahid Ma’ruf
Pasar Modal – Jumat, 12 Agustus 2011 | 19:45 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) selama bulan Juni 2011 melakukan kegiaan pengeboran di Pit Melawan, East Pinang yang menelan dana US$727,162.

Demikian dikutipd ari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Jumat (12/8). Perseroan menyiapkan anggaran US$801,772. Pengeboran dilakukan hampir di semua lubang untuk pemetaan lapangan singkapan batubara. Pengeboran dilakukan oleh anak usaha perseroan, KPC.

Sedangkan anak usaha perseroan, Gallo Oil melakukan persiapan perboran satu sumur eksploitasi di Block R2. Aktifitas eksplorasi lain juga dilakukan di Block 13 Republik Yaman untuk menentukan data seismix.

Bumi lepas kepemilikan Bumi Resources
Oleh Irvin Avriano A.
bisnis indonesia

Published On: 11 August 2011

altJAKARTA: Raksasa batu bara Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk, berencana menjual saham PT Bumi Resources Minerals Tbk yang dimilikinya.

Rencana tersebut tertuang di dalam agenda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang disampaikan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia malam ini. Namun, dalam surat tersebut tidak ditunjukkan alasan penjualan saham anak usaha perseroan yang baru listing di bursa pada tahun lalu itu.

Direktur & Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan perusahaan juga akan mengagendakan pembelian kembali saham perusahaannya (buyback) di pasar modal dan satu agenda lain.

“[Perusahaan akan meminta] persetujuan perubahan beberapa pasal dalam anggaran dasar perseroan,” ujar Dileep dalam surat tersebut.

RUPLSB tersebut rencananya digelar perseroan pada Senin 26 September pukul 10.00.

Harga saham perseroan yang berkode BUMI ditutup stagnan di level Rp2.700 dan membentuk kapitalisasi pasarnya Rp56,09 triliun. Harga itu membentuk rasio harga saham terhadap laba bersihnya (price to earnings ratio/PER) sebesar 18,78 kali.

Adapun harga saham Bumi Resources Mineral ditutup terkoreksi Rp20 atau 2,82% ke level Rp690 dan membentuk kapitalisasi pasarnya sebesar Rp17,64 triliun. Posisi harga itu membentuk PER perusahaan sebesar 1,58 kali.

Sebelumnya, Vallar Plc akan mengakuisisi 75% saham BRMS dari Bumi Resources pada harga Rp850 per saham. Sebagai gantinya, Vallar akan menerbitkan obligasi tukar senilai US$2,07 miliar kepada Bumi Resources.

Obligasi tukar itu memberikan bunga 2% per tahun dan bisa dikonversi pada harga £15.88 per saham menjadi 79 juta saham Vallar dengan hak suara.(faa)
BUMI Laporkan Kinerja Sem-I Terakhir 31 Agustus

Oleh: Wahid Ma’ruf
Pasar Modal – Rabu, 27 Juli 2011 | 21:07 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjelaskan penyampaikan laporan keuangan tengah tahun paling lambat pada 31 Agustus 2011.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Rabu (27/7). Perseroan saat ini sedang melakukan penelaahan secara terbatas terhadap laporan keuangan per tanggal 30 Juni 2011.

Penelaahan dilakukan akuntan publik Tjiendradjaja & Handoko Tomo, anggota Mazars.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami penurunan laba bersih konsolidasi sebesar 13,27% menjadi US$123,28 juta pada kuartal 1-2011 dari US$142,14 juta pada periode serupa 2010.

Penurunan laba bersih di kuartal 1-2011 ini disebabkan kerugian atas pembatalan penjualan saham sebesar US$35,89 juta.

Sementara laba usaha Perseroan pada kuartal 1-2011 naik menjadi US$218,89 juta dari US$157,82 juta pada periode serupa 2010. Beban usaha juga naik dari US$76,11 juta menjadi US$99,32 juta. Pendapatan perusahaan per kuartal 1-2011 juga naik menjadi US$850,02 juta dari US$702,78 juta pada periode serupa 2010.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1739122/batal-jual-saham-laba-bersih-bumi-turun-13

Sumber : INILAH.COM
BUMI Tunda RUPSLB

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Sabtu, 23 Juli 2011 | 17:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menunda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan pemegang saham terkait buyback dan penjualan saham BRMS.

Hal itu disampaikan manajemen BUMI dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan ini. Perseroan tidak menjelaskan lebih detil mengenai penundaan RUPSLB tersebut. “Dikarenakan satu dan lain hal maka rencana pelaksanaan RUPSLB perseroan akan ditunda hingga waktu yang akan kami informasikan lebih lanjut,” ujar Direktur BUMI Dileep Srivastava.

Sebelumnya BUMI akan mengadakan RUPSLB pada 23 Agustus mendatang. Perseroan meminta persetujuan pemegang saham untuk buyback saham dan penjualan saham PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) sebesar 75%.

Pengumuman rencana buyback ini sempat membuat harga saham BUMI naik selama sepekan sejak 18 Juli hingga 22 Juli. Saham BUMI ditutup di level Rp2.975 per saham pada Senin (18/7), saham ini kembali menguat ke level Rp3.050 per saham pada perdagangan saham Selasa (19/7). Pada penutupan perdagangan saham Rabu (20/7), saham BUMI ditutup di level Rp3.075 per saham hingga penutupan perdagangan saham Kamis (21/7). Saham ini kembali menguat ke level Rp3.125 per saham pada perdagangan saham Jumat (22/7).

Bumi Plc Tambah Kepemilikan Saham BUMI Jadi 32%

Oleh: Wahid Ma’ruf
Pasar Modal – Selasa, 5 Juli 2011 | 15:14 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjelaskan telah melakukan transaksi negosiasi sebanyak Rp2,5 triliun yang dilakukan Bumi Plc dan Grup Bakrie.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Selasa (5/7). Transaksi ini difasilitasi oleh broker JP Morgan Securities Indonesia (BK). Sasham kelompok Bakrie di BUMI sebanyak 1,6 juta saham berpindah tangan ke Bumi Plc.

Harga pelaksanaan dalam transaksi Rp3.125 per lembar Transaksi dilakukan di pasar negosiasi sebanyak dua kali. Setelah transaksi ini, kepemilikan saham Bumi Plc di BUMI naik 3,3% menjadi 32,1%. Bumi Plc masih menargetkan dapat menggenggam saham BUMI hingga 50%.

Bumi Plc Tambah 3,3% Saham di Bumi Resources
Angga Aliya – detikFinance

Jakarta – Perusahaan bersama antara keluarga Rothschild dan Grup Bakrie, Bumi Plc, menambah kepemilikan sahamnya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 3,3%. Total kepemilikan perusahaan yang semula bernama Vallar Plc itu kini naik menjadi 32,1%.

Seperti dikutip dari keterbukaan informasi di bursa London, Bumi Plv menukar 11,73 sahamnya dengan saham BUMI sebanyak 676,65 juta saham milik PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR)

Rencana yang sudah santer diberitakan sejak akhir tahun lalu ini sudah dipublikasikan secara resmi oleh BUMI Plc yang kala itu masih bernama Vallar Plc pada pertengahan Maret lalu yang secara bertahap akan meningkatkan kepemilikannya di BUMI.

Targetnya, Bumi Plc berniat untuk menggenjot kepemilikan sahamnya di BRMS hingga lebih dari 50%. Bumi Plc akan menerbitkan saham baru dengan hak voting sebagai tukar guling saham dengan perusahaan batubara grup Bakrie tersebut.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 11.25 waktu JATS, harga saham BUMI naik 25 poin (0,83%) ke level Rp 3.025 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 1.033 kali dengan volume 61.407 lot senilai 92,221 miliar.
(ang/dnl)
Isu Konversi dan CIC Tekan BUMI Sepekan 4%

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Minggu, 3 Juli 2011 | 09:09 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sepekan ini melemah 4%, dipengaruhi kabar isu obligasi konversi dan penolakan CIC untuk konversi utang.

“Selama sepekan ini BUMI terkoreksi seiring dengan munculnya berita convertible bond dan puncaknya adalah penolakan dari CIC untuk konversi utang tersebut,” ujar Founder PT Astronacci International Gema Goeyardi, kepadaINILAH.COM.

Seperti diketahui, China Investment Corporation (CIC) menolak skema penukaran utang dengan obligasi konversi (CB) yang diterbitkan Vallar Investment UK Ltd (Vallar). Manajemen BUMI juga mengonfirmasikan bahwa CIC menginginkan BUMI membayar utang senilai US$1,9 miliar, bukan penukaran utang dengan CB.

Sementara Bumi Plc (Vallar) akan membeli 800,3 juta saham BUMI milik beberapa pemegang saham lainnya untuk menambahkan kepemilikan di BUMI hingga menjadi 50% agar bisa melakukan pendaftaran premium di FTSE 100.

Saham BUMI ditutup melemah pada dua hari perdagangan awal pekan ini, hingga pada Selasa (28/6), bertengger di angka Rp3.000. Libur sehari tetap tidak merubah sentimen, sehingga BUMI masih melanjutkan koreksi ke level Rp2.950 per saham, dengan volume perdagangan terus meningkat menjadi 161,90 miliar. Namun, di penghujung pekan, Jumat (1/7), BUMI berhasil naik tipis ke level Rp3.000 per saham.

Menurut Gema, pergerakan saham BUMI cenderung sideways. Meski emiten ini menembus level support 2.950 per saham, tapi tidak berlanjut kembali turun lebih dari 2%. Ia menilai, BUMI cenderung mencari level support di level 2.950-3.200 per saham.

Senada dengan pengamat pasar modal Irwan Ariston yang menilai, pergerakan saham BUMI cenderung sideways selama sepekan. Hal ini dipengaruhi harga batu bara yang berfluktuaktif dan belum beraninya investor besar untuk masuk ke saham BUMI.”Ada kekhawatiran investor, harga batu bara akan anjlok. Tapi, selama dua hari terakhir, harga batu bara kembali naik ke level US$111,” kata Irwan.

Selain itu, kendati Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat naik ke level tertinggi 3.888 pada perdagangana Kamis, apresiasi bursa ini tidak berdampak signifikan terhadap sektor pertambangan, termasuk saham batu bara BUMI. Lihat saja koreksi BUMI yang sempat turun ke level 2.950. “Tetapi saham BUMI kembali naik ke level Rp3.000 per saham seiring IHSG bergerak naik pada perdagangan saham Jumat (1/7),” tuturnya. [ast]

broker online trading gw uda pasang info: BUMI BAGI DIVIDEN Rp.42,- dengan cum date: 27/07/2011; ex cum date: 28/07/11
Pelaku Pasar Tunggu Kelanjutan Aksi Korporasi Bumi
Selasa, 28 Juni 2011 | 11:13

JAKARTA- Pelaku pasar menunggu kelanjutan aksi korporasi PT Bumi Resources, setelah melepas sahamnya kepada Vallar Plc dari Inggris sebanyak 75%, akibatnya harga saham Bumi resoruces mengalami tekanan pasar.

Analis PT First Asia Capital, Ifan Kurniawan di Jakarta, Selasa (28/6) mengatakan, aksi korporasi Bumi resources itu menimbulkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap masa depan perseroan tersebut.

“Dengan dijualnya saham Bumi itu maka yang akan mendapatkan dividen adalah Vallar Plc,” katanya.

Hal ini, lanjut dia yang menimbulkan keraguan para pelaku pasar akan masa depan PT Bumi Resources tersebut.

“Kami masih menunggu kelanjutan dari aksi korporasi PT Bumi Resources lebih lanjut,” ujarnya.

Menurut dia, Vallar Plc menerbitkan obligasi konversi di luar negeri untuk membayar pembelian saham Bumi.

“Aksi korporasi itu menimbulkan aksi negatif oleh pelaku pasar dengan melepas saham Bumi,” ucapnya.

Bumi Resources, menurut dia sebelumnya melakukan aksi beli saham New Mont sebesar 24% melalui anak perusahaannya PT Multi Daerah Bersaing.

“Pembelian saham New Mont akan mendorong kinerja perseroan makin tumbuh, karena mendapat dividen dari pembelian saham New Mont tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, keraguan pelaku pasar mengakibatkan mereka melepas saham Bumi tersebut selama dua hari berturut pertama sebanyak 32,36 juta unit dengan nilai Rp98,65 miliar pada kurs akhir Rp3.025 atau turun Rp100 per saham Kemudian pada sesi pagi terjual sebanyak 38,40 juta saham senilai Rp115 miliar lebih dengan kurs turun Rp25 menjadi Rp3.000.

Bumi Mineral Resources masuk ke pasar modal 9 Desember 2010 melakukan penawaran saham sebanyak 3,3 miliar saham dengan harga Rp635 per saham, kata Ifan Kurniawan.(ant/hrb)

Jumat, 26/11/2010 12:50 WIB
Bapepam Beri Pernyataan Efektif IPO Bumi Minerals
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – PT Bumi Minerals Resources (BRM) telah mendapat pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) hari ini, Jumat (26/11/2010). Dan direncanakan, pencatatan saham perdana anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ini pada 9 Desember 2010.

“Iya, sudah (efektif),” ungkap Kepala Biro PKP Sektor Riil Bapepam-LK, Anis Baridwan kepada detikFinance di Jakarta, Jumat (26/11/2010).

Ketika dikonfirmasikan kepada Executive Director of Investment Bank PT Danatama Makmur, Vicky Ganda Saputra, dirinya membenarkan hal tersebut. “Memang kamu targetkan efektif hari ini. Tadi sudah dapat efektif,” ungkap Vicky kepada detikFinance ketika dihubungi melalui telepon.

BRM akan melepaskan 3,3 miliar saham ke publik. Dimana investor asal London dan Asia menyatakan ketertarikannya atas penawaran saham perdana BRM. Alasan mereka karena dianggap prospektif, meskipun belum seluruh aset perseroan berproduksi.

Perseroan juga akan menerbitkan waran sebanyak 2,2 miliar lembar atau rasio 3:2. Total dana IPO yang akan dihimpun BRM mencapai Rp 2,095 triliun. Bumi Mineral pun telah menunjuk Credit Suisse, Danatama Makmur, JP Morgan dan Nomura International sebagai penjamin emisi atas emisi saham perdana perseroan.

Tercatat aset BRM yang telah berproduksi hanya Newmont Nusa Tenggara (NNT). Dimana perseroan memiliki 18% saham secara tidak langsung di NNT melalui 100% kepemilikan di PT Multi Capital (MC), yang memiliki 75% saham di PT Multi Daerah Bersaing (MDB).

Aset lain, seperti Dairi Prima Mineral, Gorontalo Minerals, Citra Palu Minerals, Konlo Bumi Inc, seluruhnya masih dalam tahap pengembangan. Namun hal ini tidak menyulutkan minat asing untuk serap saham perdana BRM. Bahkan terjadi kelebihan permintaan 5 kali, dengan nilai pemesanan mencapai US$ 1 miliar. Dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi perusahaan pertambangan.

Saham BRM anak usaha BUMI telah diperdagangkan para grey market (over the counter/OTC) pada level Rp 775-780 per saham. Level saham yang diperjualbelikan tersebut lebih tinggi 22% dibanding harga perdana perseroan, Rp 635 per saham.

Menurut sumber detikFinance, terjadi permintaan yang cukup tinggi pada saham perdana BRM, hingga level Rp 635 terkatrol secara signifikan. “Harga saham perdana BRM berdasarkan informasi di pasar memang sudah Rp 775-780 per saham,” kata sumber tersebut.

(wep/ang)
BUMI Gelar RUPSLB

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Senin, 27 Juni 2011 | 05:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (27/6) untuk meminta persetujuan pemegang saham untuk menjaminkan aset.

Perseroan meminta persetujuan pemegang saham untuk menjaminkan atau mengagunkan atau membebani dengan hak jaminan kebendaan sebagian besar atau seluruh aset atau harta kekayaan perseroan yang dimiliki langsung atau tidak langsung kepada para krediturnya. Selain itu, perseroan juga meminta persetujuan pemegang saham untuk perubahan beberapa pasal dalam anggaran dasar perseroan.

Seperti dikutip dari laporan keuangan BUMI pada kuartal pertama 2011, perseroan mencatatkan laba bersih menjadi sebesar US$123,27 juta pada kuartal pertama 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya US$142,14 juta. Sedangkan pendapatan perseroan mengalami kenaikan di mana pendapatan perseroan sebesar US$850,01 juta pada kuartal pertama 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya US$702,77 juta.

Beban pokok pendapatan perseroan naik dari US$468,84 juta menjadi US$531,79 juta pada kuartal pertama 2011. Laba kotor perseroan naik dari US$233,93 juta pada kuartal pertama 2010 menjadi US$318,22 juta. Laba usaha perseroan meningkat dari US$157,82 juta pada kuartal pertama 2010 menjadi US$218,89 juta pada kuartal pertama 2011. Hingga kuartal pertama 2011, perseroan mencatatkan liabilitas sebesar US$6,08 miliar. Sedangkan total liabilitas dan ekuitas sebesar US$7,40 miliar per kuartal pertama 2011. Kas perseroan sebesar US$204,45 juta hingga kuartal pertama 2011.

Hingga kuartal pertama 2011, perseroan mencatatkan liabilitas sebesar US$6,08 miliar. Sedangkan total liabilitas dan ekuitas sebesar US$7,40 miliar per kuartal pertama 2011

Beban pokok pendapatan perseroan naik dari US$468,84 juta menjadi US$531,79 juta pada kuartal pertama 2011. Laba kotor perseroan naik dari US$233,93 juta pada kuartal pertama 2010 menjadi US$318,22 juta. Laba usaha perseroan meningkat dari US$157,82 juta pada kuartal pertama 2010 menjadi US$218,89 juta pada kuartal pertama 2011. Hingga kuartal pertama 2011, perseroan mencatatkan liabilitas sebesar US$6,08 miliar. Sedangkan total liabilitas dan ekuitas sebesar US$7,40 miliar per kuartal pertama 2011. Kas perseroan sebesar US$204,45 juta hingga kuartal pertama 2011.

Bagi Dividen, Saham BUMI Anjlok 4%

Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Senin, 27 Juni 2011 | 14:55 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Berita persetujuan pembagian dividen dari laba 2010 PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tidak berdampak postif terhadap perdagangan saham perseroan pada perdagangan sesi 2 ini.

Saham BUMI pada pukul 14:45 WIB tercatat anjlok 4% atau turun 125 poin ke level Rp3.000. Volume perdagangan saham mencapai 97.609 dengan nilai transaksi sebesar Rp148,33 miliar untuk 2.104 kali transaksi.

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyetujui pembagian dividen 2010 sebesar Rp41,78 per saham atau sekitar 30% dari laba bersih 2010.

“Kita akan bagi dividen 2010 sebesar Rp41,78 per saham,” ujar Direktur PT Bumi Resources Tbk Dileep Srivastava, Senin (27/6).

Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar US$311,17 juta pada 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya US$190,44 juta. Sedangkan pendapatan sebesar US$4,36 miliar pada 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya US$3,66 miliar. Kewajiban dan ekuitas perseroan sebesar US$8,77 miliar pada 2010. Kas perseroan sekitar US$253,41 juta pada 2010.

BUMI Bagi Dividen Rp41,78 per Saham

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Senin, 27 Juni 2011 | 12:43 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyetujui pembagian dividen 2010 sebesar Rp41,78 per saham atau sekitar 30% dari laba bersih 2010.

“Kita akan bagi dividen 2010 sebesar Rp41,78 per saham,” ujar Direktur PT Bumi Resources Tbk Dileep Srivastava, Senin (27/6).

Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar US$311,17 juta pada 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya US$190,44 juta. Sedangkan pendapatan sebesar US$4,36 miliar pada 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya US$3,66 miliar. Kewajiban dan ekuitas perseroan sebesar US$8,77 miliar pada 2010. Kas perseroan sekitar US$253,41 juta pada 2010. [cms]

Laporan Kinerja Angkat BUMI Sepekan 2,5%

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Minggu, 26 Juni 2011 | 09:10 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Sepekan terakhir, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI)membukukan kenaikan sebesar 2,5%. Apresiasi ini didukung sentimen positif dari laporan keuangan kuartal pertama 2011.

Hal ini diungkapkan analis PT Indosurya Aset Management Reza Priyambada kepada INILAH.COM. Menurutnya, kenaikan saham BUMI ditunjang dari laporan keuangan kuartalpertama yang dirilis akhir pekan lalu,”Hal ini membawa angin segar bagi emiten batu bara ini, “ujarnya.

Berdasarkan siaran pers perseroan, apabila menggunakanPSAK lama, pendapatan bersih perseroan kuartal pertama 2011 naikdari US$97 juta menjadi US$113 juta, ketimbang kuartal pertama 2010 (YoY).

Sedangkan pendapatan penjualan naik menjadi US$1,23 juta dari periode yang sama tahun lalu sebesar US1,02 juta. Harga jual rata-rata batu bara mencapai US$87,63 per ton. Padahal, kuartal pertama 2010 hanya US$62,75 per ton.

“Pada kuartal pertama 2011, BUMI mampu meningkatkan penjualan selain didukung dari volume produksi dan kenaikan harga jual rata-rata batu bara perseroan,” katanya.

Sentimen posiitif lain berasal dari pemberitaan bahwa perseroan mendapat pinjaman sebesar US$200 juta untuk refinancing utang, dengan bunga rendah.”Refinancing utang tersebut, membuat utang bunga tinggi BUMI mulai berkurang,” tutur Reza.

Emiten grup Bakrie ini selama sepekan berhasil membukukan kenaikan sebesar 2,5%. Koreksi pada hari pertama perdagangan ke level Rp2.975, langsung diredam dengan penguatan dua hari berturut-turut sehingga pada Rabu (22/6) bertengger di level Rp3.200. Posisi ini bertahan hingga keesokan harinya, sebelum akhirnya melemah tipis ke Rp3.125 pada perdagangan Jumat (24/6) akhir pekan.

Menurut Reza, penguatan BUMI di awal pekan terjadi karena emiten ini berada di bawah area oversold di level Rp2.975. Dengan menyentuh level tersebut, maka BUMI memiliki potensi naik hingga ke level Rp3.200 per saham. “Faktor teknikal didukung dengan penguatan market secara keseluruhan di mana terimbas dari mulai positifnya kawasan Eropa sehingga harga saham BUMI juga ikut naik,” katanya.

Sedangkan koreksi di penghujung pekan ini terjadi karena aksi profit taking yang dilakukan oleh investor. Namun, aksi ambil untung ini dinilai wajar. Pasalnya, Bumi Plc (Vallar Plc) yang diperdagangkan dibursa sahamLondon juga melemah. “Hal ini dipicu kondisi pasar saham Eropa yang dipengaruhi ketidakjelasan pembayaran bailout Yunani,” tutupnya. [ast]
bisnis indonesia mencatat kapitalisasi bumi jadi #3: bayan #1, bumi #3

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyiapkan dana sebesar Rp3,9 triliun untuk melakukan pembelian kembali (buyback) sebanyak maksimal 780 juta saham.

Dalam laporan publikasinya Selasa (23/8) dijelaskan jumlah saham yang akan dibuyback tersebut setara dengan 3,75% dari seluruh modal saham yang ditempatkan dan disetor penuh Perseroan. Ketentuannya, buyback dilakukan pada harga yang lebih rendah atau sama dengan harga transaksi yang terjadi sebelumnya oleh Perseroan.

Transaksi buybcak saham ini akan dilakukan PT Danatama Makmur.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1767884/bumi-siapkan-rp39-triliun-buyback-saham

Sumber : INILAH.COM

1 Komentar »

  1. […] 3075, 3025, 3000 jual @3050, 3100, 3125, 3175; full matched @3075, 3100, 3025 (bumi bagi dividen : dividen 2010 @41 mapi beli @3800 adro beli @2200 bbri beli @6250 OT A apln beli @325, 320, jual @330, 340; full […]

    Ping balik oleh kejar 1 M (085) H-150 | Jl. MAEN SAHAM (read: Stock Trading St.) — Juni 27, 2011 @ 2:08 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: