Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Januari 4, 2012

hilanGnya sanG caPres … 040113

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 12:02 am

Jum’at, 04 Januari 2013 | 13:42 WIB
Dana Pemilu Golkar Dibiayai Aburizal

TEMPO.CO, Jakarta – Partai Golkar mengklaim pendanaan untuk memenangkan Pemilu 2014 akan dibiayai oleh Ketua Umum Aburizal Bakrie. Meskipun ada sumbangan kader, jumlahnya dinilai tidak signifikan untuk membiayai pemenangan pemilu. “Pendanaan partai disiapkan Ketua Umum,” kata Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo ketika dihubungi Tempo, Jumat, 4 Januari 2012.

Bambang menyatakan, ada dua kebutuhan dalam pemenangan Pemilu 2014. Pertama, dana untuk masing-masing calon legislator yang akan bertarung untuk memperebutkan kursi di parlemen. Pendanaan kedua adalah pendanaan partai. Menurut Bambang, Golkar akan memberikan bantuan berupa atribut kampanye seperti baliho, spanduk, dan kaos kepada calon legislator.

Menurut dia, kader partai politik akan memberikan iuran rutin. Akan tetapi, Golkar tidak mewajibkan nilai sumbangan yang dibebankan kepada kadernya. Kader partai diminta untuk menyiapkan program yang baik untuk pemenangan pemilu. “Berapa, sih, iuran yang dikumpulkan? Jumlahnya tidak signifikan,” kata dia.

Dia belum memastikan berapa estimasi kebutuhan dana yang disiapkan untuk menghadapi pemilu. Penghitungan detail akan dibahas pada Rapat Pimpinan Nasional pada Maret 2013. Bambang menjelaskan, kader Golkar banyak berlatar belakang pengusaha sehingga tidak terlalu risau soal pendanaan.

Dia berharap pendanaan partai politik dilakukan secara transparan. Secara regulasi, kata Bambang, sebenarnya tidak ada masalah. Namun dalam prakteknya, banyak sumbangan yang berasal dari pengusaha dengan mengatasnamakan kader. Padahal, kata dia, tidak ada sumbangan yang sifatnya sukarela. “Tidak ada makan siang gratis,” ujarnya. Menurut dia, pengusaha ini akan berusaha mempengaruhi kebijakan yang menguntungkan mereka. Misalnya, kebijakan ekspor impor atau kebijakan perbankan.

WAYAN AGUS PURNOMO
Aburizal Tak Lagi Orang Terkaya RI, Ini Tanggapan Pihak Bakrie
Indra Subagja – detikfinance
Kamis, 29/11/2012 14:54 WIB
Jakarta – Salah satu kandidat calon presiden Republik Indonesia (RI), Aburizal Bakrie, terdepak dari daftar 40 Orang Terkaya Indonesia versi majalah Forbes. Apa tanggapan pihak Bakrie?

Juru Bicara Keluarga Bakrie Lalu Mara mengatakan, kondisi Aburizal yang akrab disapa Ical saat ini sudah lebih baik dibanding sewaktu tahun 1997 lalu.

“Alhamdulillah. Kan masih lebih baik dibanding saat beliau tahun 1997, di mana beliau saat itu merasa lebih miskin dari pengemis karena antara aset dan utangnya minusnya sangat-sangat luar biasa,” ucap Lalu Mara kepada detikFinance, Kamis (29/11/2012).

Dikatakan Lalu Mara, Aburizal merupakan sosok yang tidak memikirkan harta benda atau kekayaan orang lain. “Yang utama itu, bagaimana keluarga Bakrie melalui perusahaannya bisa menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.

“Kita jangan membiasakan memikirkan isi kantong orang. Pikirkan kantong sendiri,” ucap Lalu Mara.

Seperti dikutip Majalah Forbes, Aburizal hilang dari daftar 40 orang terkaya di Indonesia tahun ini. Pria yang biasa dipanggil Ical ini berada di posisi 30 orang terkaya Indonesia di tahun 2011 lalu.

Tahun lalu, kekayaan Aburizal Bakrie tercatat US$ 890 juta, turun hingga US$ 1,2 miliar sekitar Rp 10,8 triliun atau setara 57% dibandingkan kekayaan Ical di 2010. Tahun ini, kekayaanya terus merosot hingga tak lagi berhak menyandang gelar orang terkaya Indonesia.

Menurut Forbes, kekayaan Ical dan keluarganya itu merosot gara-gara menjaminkan aset demi cari utang, termasuk untuk salah satu anak usahanya di bidang tambang PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Sayangnya, utang-utang tersebut tidak bisa dibayar ditambah harga saham yang jadi jaminannya pun ikut anjlok.

Saham Bumi Plc, perusahaan kongsi dengan Nathaniel Rothschild dan Samin Tan yang tercatat di bursa London, sudah anjlok 70% dipicu ketegangan antara Rothschild-Bakrie.

Berdasarkan perhitungan Forbes, keluarga Bakrie punya aset senilai US$ 1 miliar (Rp 9,5 triliun), tapi belum jelas berapa yang jadi jaminan utang. Induk usaha grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menolak untuk membeberkan nilai aset dan utangnya tersebut.

Selain itu, kekayaan yang dimilikinya juga berkurang gara-gara penjualan beberapa aset seperti jalan tol. Jalan tol yang dijual ke Grup MNC milik Hary Tanoe antara lain tol Kanci-Pejagan (telah beroperasi), ataupun Pejagan-Pemalang, Pasuruan-Probolinggo, Batang-Semarang, Cimanggis-Cibitung, serta Ciawi-Sukabumi.

Akan tetapi, Grup Bakrie dinilai tidak akan bisa membayar utang-utangnya dengan cara menjual aset lainnya. Pasalnya, kebanyakan aset-aset tersebut sudah dijaminkan atau digadai untuk utang.

(dnl/ang)
40 ORANG TERKAYA DI INDONESIA: Aburizal Bakrie Terpental dari Daftar karena Dililit Utang
30 November 2012 00:45
kabar24

Aburizal Bakrie yang disebut-sebut mencalonkan diri sebagai presiden dalam Pemilihan Presiden tahun 2014 terpental dari jajaran 40 daftar orang terkaya di Indonesia.

Menurut informasi yang dilansir Forbes untuk edisi Desember 2012, ini untuk pertama kalinya Aburizal terpental dari jajaran 40 orang terkaya di Indonesia sejak Forbes Asia mendaftar orang kaya di Indonesia tahun 2006.

Menurut para analis, penurunan kekayaan Bakrie ini dipicu oleh strategi perusahaan yang meningkatkan aset perusahaan, termasuk perusahaan batu bara Bumi Resources, yang mengambil pinjaman namun tidak mampu membayar ketika harga saham kolaps.

Saham Bumi Plc yang dimiliki Bakrie dan Nathaniel Rothschill dan tercatat di London pada tahun 2011, turun 70%. Keluarga Bakrie dikabarkan sedang berseteru dengan Nathaniel atas kesalahan manajemen dan berusaha menarik kembali asetnya.

Nilai aset Bakrie menurut Forbes hampir US$1 miliar. Namun, tidak jelas berapa yang telah dimanfaatkan. Di bawah bendera PT Bakrie & Brothers, Bakrie mengelola berbagai perusahaan.

Analis Lin Che Wei, pendiri Independent Research & Advisory Indonesia mengatakan 10 perusahaan utama Bakrie memiliki hutang sebesar US$7,84 miliar.

“Nilai aset menurun karena penurunan harga. Saat harga naik, mereka menggandakan taruhan. Namun, sulit bagi mereka menjual aset untuk membayar hutang,”ujarnya.

Perusahaan Bakrie selamat saat krisis keuangan melanda Asia tahun 1998. Satu dekade kemudian, Bakrie juga mampu mengatasi krisis yang sama. Namun, untuk kali ini belum diketahui apakah perusahaan Bakrie bisa selamat dari krisis keuangan ini. (Kabar24/nj)
Aburizal Bakrie Tertendang dari Daftar 40 Orang Terkaya RI
Kamis, 29 November 2012 | 14:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Aburizal Bakrie pada tahun ini tak masuk dalam daftar 40 orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Padahal, Ical, sapaan akrab Aburizal, ini setiap tahun selalu terpampang di daftar yang dimulai sejak tahun 2006 itu.

Ical tidak terjaring dalam daftar orang paling kaya karena harta yang dimilikinya tak masuk ketentuan Forbes.

Media yang terkenal memberitakan jumlah kekayaan para taipan ini mematok batas bawah nilai kekayaan tahun ini berada pada level 730 juta dollar AS, atau meningkat 100 juta dollar AS dibandingkan dengan tahun lalu.

Salah satu penyebab turunnya aset Ical adalah harga batubara yang terus tertekan seiring melemahnya permintaan dari China.

Perlu diketahui, pada tahun 2011 Ical yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar itu terlempar ke posisi 30, dengan jumlah kekayaan 890 juta dollar AS. Angka itu berarti amblas hingga 1,2 miliar dollar AS atau sekitar 57 persen dibandingkan dengan kekayaannya pada tahun 2010.

Dalam daftar orang terkaya versi Forbes tahun 2010, Ical berada di posisi 10 dengan kekayaan 2,1 miliar dollar AS.

Selain pengendali Group Bakrie, orang terkaya di Indonesia yang memiliki bisnis batubara dan mengalami penurunan nilai kekayaan adalah Low Tuck Kwong, nomor 12. Kekayaan Low Tuck Kwong merosot 46 persen menjadi 2 miliar dollar AS.

Forbes menyusun daftar ini berdasarkan komposisi kepemilikan saham dan informasi keuangan yang diperoleh dari keluarga dan perorangan, bursa saham, analis, dan sumber-sumber lainnya. Jumlah kekayaan juga memperhitungkan kepemilikan saham yang dimiliki oleh keluarga besar, seperti pada penghitungan kekayaan Susilo Wonowidjojo.

Kekayaan yang diperoleh dari perusahaan publik dihitung berdasarkan harga saham dan nilai tukar uang per 14 November 2012. Sementara itu, dasar penghitungan untuk perusahaan tertutup menggunakan perusahaan sejenis yang sahamnya diperdagangkan secara publik sebagai pembanding. (Dyah Megasari/Kontan)
Tycoon poses as everyman to win election head start
News›Asia
INDONESIA
Agence France-Presse in Jakarta
Aburizal Bakrie, with one eye on the 2014 presidential vote, tours Jakarta in a battered car to convince voters he has a common touch

Once Indonesia’s richest man, Aburizal Bakrie is keen to show his common touch as he eyes presidential polls in 2014, but a row with the powerful Rothschild family could derail his bid.

On a recent tour of one Jakarta district, he arrived in a $220,000 (HK$1.7 million) Lexus but quickly swapped to a beaten-up hire car as he burnished his “man of the people” image.

“I started as a small businessman, selling what they sold, bags and T-shirts,” he said, in a nod to the local artisans.

“Ever since I was the social welfare minister I was close to them. I was close to the people.”

Dressed simply in a white linen shirt and trousers, the trim 65-year-old received a warm welcome on the visit as he was accompanied by his wife and bodyguard, who carried her Louis Vuitton handbag.

It was one of 40 such trips he has made across Indonesia’s main island of Java in recent months as he seeks to get a head start in an election in which he is so far the only candidate.

His task, however, has been made more difficult by a row between his family and British financier Nathaniel Rothschild over coal venture Bumi.

Even though he gave up day-to-day control of the family business when he entered politics in 2004, analysts say the row could damage him – especially given previous controversies.

One notable scandal that still overshadows the family is the claim that one of its companies triggered a “mud volcano” in 2006 on Java that engulfed villages, even though the Supreme Court has cleared the firm of any wrongdoing. Observers say the feud over Bumi, which was founded by Rothschild and the Bakries but has been beset by boardroom squabbles, threatens not only his support base but also his campaign’s finances.

Bakrie would not be drawn into talking about the row when asked about it during his Jakarta tour in late October, in keeping with his attempts to stay out of the family businesses.

The visit, part of an early vote-seeking drive, was generally greeted with enthusiasm.

And although he had a privileged upbringing and inherited a fortune from his father, Bakrie’s attempt to portray himself as down-to-earth seemed to resonate with many in a country where almost half the population survives on under US$2 a day.

Neneng Sulastri, a 36-year-old hawker, chased Bakrie down the street and declared her intention to vote for him.

“A political leader has never visited us before and I got the impression he is a man of the people,” she said, after he bought a pair of sandals from her for 100,000 rupiah (HK$80), four times the normal price.

Bakrie has previously served as chief economic minister and social welfare minister – he was appointed to both posts by the president – and is currently Golkar Party chairman.

Bumi Resources, Indonesia’s largest coal miner, was founded by his family and is now part-owned by Bumi.

Simmering tensions escalated in September when the Bumi board ordered a probe into potential financial irregularities, backed by Rothschild, with a major part of the probe focusing on Bumi Resources.

The Bakries have now offered to give up their 23.8 per cent stake in Bumi, which was founded last year, and pay about US$1.2 billion for its mines, with the board due to decide on the offer in the coming weeks.

The deal would leave Bumi, which has seen its shares plunge more than 70 per cent since they listed, with cash but few assets and prompted Rothschild to quit the board last month.

Zainal Bintang, a senior Golkar Party official, conceded the situation could impact negatively on Bakrie’s chances of persuading people to vote for him in 2014, however much he tries to polish his common man image.

“Bumi Resources is affecting Aburizal’s financial situation. He is not as free as before to spend cash to boost his popularity.”

Rank Name Net Worth Age Source Country of Citizenship
146 R. Budi Hartono

R. Budi Hartono

$6.5 B 71 Banking, tobacco Indonesia
157 Michael Hartono

Michael Hartono

$6.3 B 73 tobacco, banking Indonesia
304 Low Tuck Kwong

Low Tuck Kwong

$3.6 B 64 Coal Indonesia
377 Martua Sitorus

Martua Sitorus

$3 B 52 Palm Oil Indonesia
418 Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto

$2.8 B 62 Diversified Indonesia
464 Peter Sondakh

Peter Sondakh

$2.6 B 60 Investments Indonesia
578 Achmad Hamami & family

Achmad Hamami & family

$2.2 B 82 Heavy Equipment Indonesia
634 Sri Prakash Lohia

Sri Prakash Lohia

$2 B 60 Polyester Indonesia
634 Chairul Tanjung

Chairul Tanjung

$2 B 50 Diversified Indonesia
764 Kiki Barki

Kiki Barki

$1.7 B 72 Coal Indonesia

Rabu, 24 Oktober 2012 | 02:06 WIB
Inilah 10 Miliarder Indonesia 2012 Versi Forbes

TEMPO.CO, Jakarta – Majalah ekonomi Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di seluruh dunia, Forbes 400. Dalam daftar tersebut, terselip 10 nama miliarder asal Indonesia yang menduduki peringkat ke-146 hingga ke-764.

Dalam daftar Forbes 400 yang dirilis pada Jumat, 19 Oktober 2012, peringkat teratas miliarder asal Indonesia ditempati oleh dua bersaudara bos Grup Djarum, Robert dan Michael Hartono. Dalam perhitungan yang dilakukan pada Maret 2012, Robert dan Michael memiliki aset masing-masing US$ 6,5 miliar dan US$ 6,3 miliar. Keduanya pun bertahan sebagai jawara miliarder Indonesia.

Di posisi 10 besar pun muncul nama-nama baru, di antaranya bos Trans Corp, Chairul Tanjung; pemilik Indorama, Sri Prakash Lohia; dan bos Harum Energy, Kiki Barki. Namun ada juga konglomerat yang harus terlempar dari urutan 10 besar, seperti bos Grup Sinarmas, Eka Tjipta Widjaja; pemilik Salim Group, Anthony Salim; bos Sampoerna, Putra Sampoerna; serta pemilik pabrik rokok Gudang Garam, Susilo Wonowidjojo.

Berikut ini daftar 10 besar miliarder Indonesia 2012 versi Forbes.

1. Robert Budi Hartono

Posisi di Forbes: 146

Aset 2011: US$ 14 miliar (gabungan dengan Michael Hartono)

Aset 2012: US$ 6,5 miliar

Posisi 2011: 1

Sumber kekayaan: bank (Bank Central Asia, pabrik rokok Djarum)

2. Michael Hartono

Posisi di Forbes: 157

Aset 2011: US$ 14 miliar (gabungan dengan Robert Budi Hartono)

Aset 2012: US$ 6,3 miliar

Posisi 2011: 1

Sumber kekayaan: bank (Bank Central Asia, pabrik rokok Djarum)

3. Martua Sitorus

Posisi di Forbes: 377
Aset 2011: US$ 2,7 miliar

Aset 2012: US$ 3 miliar

Posisi 2011: 7

Sumber kekayaan : minyak sawit (Wilmar)

4. Dato Low Tuck Kwong

Posisi di Forbes: 304

Aset 2011: US$ 3,7 miliar

Aset 2012: US$ 3,6 miliar

Posisi 2011: 4

Sumber kekayaan: batu bara (Bayan Resources)

5. Sukanto Tanoto

Posisi di Forbes: 418

Aset 2011: US$ 2,8 miliar

Aset 2012: US$ 2,8 miliar

Posisi 2011: 6

Sumber kekayaan: sawit, kertas (Raja Garuda Mas, Asia Pulp and Paper)

6. Peter Sondakh

Posisi di Forbes: 464

Aset 2011: US$ 2,6 miliar

Aset: US$ 2,6 miliar

Posisi 2011: 8

Sumber kekayaan: perusahaan investasi (Grup Rajawali)

Peter Sondakh

Net Worth
$2.6 B As of March 2012
At a Glance
  • Age: 60
  • Source of Wealth: Investments, self-made
  • Residence: Surabaya, Indonesia
  • Country of Citizenship: Indonesia
  • Marital Status: Married
  • Children: 3
Profile

Indonesia’s Midas, Peter Sondakh, seems to have success in nearly all businesses he touches. Head of Rajawali Group, he has over the years cashed out stakes in cementmaker Semen Gresik, tobacco firm Bentoel International and cellphone firm Excelcomindo Pratama. His group currently has interests in mining, plantations, Indonesia’s second-largest taxi operator. a toll road operator, and hotels: it owns St. Regis Bali, Surfers Paradise in Queensland. He is chairman of Rajawali. He owns a vacation home in Beverly Hills.

kalo pengen tau sebagian KISAH SUKSES investor ini (YANG KAYA DARI MAEN SAHAM BENERAN bo, tentu saja NYARIS SAMA METODENYA DENGAN BUFFETT): PS BERAK$1

7. Achmad Hamami & family

Posisi di Forbes: 578

Aset 2011: US$ 2,2 miliar

Aset 2012: US$ 2,2 miliar

Posisi 2011: 10

Sumber kekayaan: alat berat (Trakindo Utama)

8. Sri Prakash Lohia

Posisi di Forbes: 634

Aset 2011: US$ 1,7 miliar

Aset 2012: US$ 2 miliar

Posisi 2011: 13

Sumber kekayaan: tekstil dan plastik (Indorama)

9. Chairul Tanjung

Posisi di Forbes: 634

Aset 2011: US$ 2,1 miliar

Aset 2012: US$ 2 miliar

Posisi 2011: 11

Sumber kekayaan: media dan retail

10. Kiki Barki

Posisi di Forbes: 764

Aset 2011: US$ 1,3 miliar

Aset 2012: US$ 1,7 miliar

Posisi 2011: 17

Sumber kekayaan: batu bara (Harum Energy)

Browse The List

View complete list »

Rank Name Net Worth Age Source Country of Citizenship
854 Murdaya Poo

Murdaya Poo

$1.5 B 71 Diversified Indonesia
913 Edwin Soeryadjaya

Edwin Soeryadjaya

$1.4 B 63 Coal Indonesia
960 Tahir

Tahir

$1.3 B 60 Diversified Indonesia
960 Hary Tanoesoedibjo

Hary Tanoesoedibjo

$1.3 B 47 Media Indonesia
1015 Garibaldi Thohir

Garibaldi Thohir

$1.2 B 47 Coal Indonesia
1075 Theodore Rachmat

Theodore Rachmat

$1.1 B 68 Coal Indonesia
1153 Djoko Susanto

Djoko Susanto

$1 B 62 Retail Indonesia

Bang Ical Terlempar dari 17 Orang Terkaya Indonesia
Oleh : Sri Endah W | 26-Okt-2012, 00:05:43 WIB

KabarIndonesia – Capres tahun 2014 dari Golkar, pemilik stasiun teve kembar TVone & Anteve serta 21 Epicentrum Theater serta pimpinan Group Bakrie, Aburizal “Ical” Bakrie tengah dilanda kebangkrutan. Bang Ical, terlempar atau tak masuk dalam kelompok 17 konglomerat terkaya di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Di jajaran urutan teratas (paling terhormat) bercokol 2 milyader yang kakak beradik, bos group Djarum Kudus Jawa Tengah, Robert Budi Hartono dan adik kandungnya, Michael Hartono dengan kekayaan dimilikinya melimpah ruah mencapai $ 6,5 miliar dan & 6,3 miliar.

Bukan itu saja duet maut orang terkaya asal Kudus yang terkenal makanan jenang Kudusnya ini menduduki peringkat 146 dan 157 orang terkaya se-dunia.

Sedangkan konglomerat Murdaya Poo (suami tercinta mantan anggouta Dewan Kehormatan partai Demokrat, Siti Hartati kini ditahan KPK terlibat kasus korupsi/suap yang melibatkan Amran Batalipu, Bupati Buol Sulawesi Tengah, masuk peringkat nomor 11.

Boss MNC Group (RCTI, Global dan MNC teve), Hari Tanoesudibyo dengan kekayaan $ 1,3 miliar menempati ranking 14. Pemilik pertokoan Alfamart, Djoko Susanto, berada di peringkat buncit 17 orang terkaya se-Nusantara.(*)

Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini…!!! kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com//
… neh gw cuma KUTIP aja soal kontroversi seputar perilaku sang capres … semoga ada efek popularitas youw😛 :
21/10/2012 17:32:45 WIB
Tiga Kontradiksi Ical

Dadang Kusnandar – BeningPost

“Saya akan pensiun dalam kabinet. Setelah masa tugas saya selesai, saya tidak akan berada di kabinet lagi. Saya tidak berniat untuk masuk dalam kabinet lagi.”

Kalimat di atas adalah ucapan Aburizal Bakrie (Ical) pada November 2008 lalu. Beberapa bulan kemudian mengatakan, “Saya telah memberitahukan Presiden SBY, dan Wapres Jusuf Kalla bahwa saya akan menyisakan waktu untuk sosial-amal, tidak dalam pemerintahan. Saya telah berkontribusi selama 5 tahun. Dan sekarang, saya ingin bermain bersama cucu saya. Saya ingin ikut andil dalam yayasan sosial keluarga saya“. Bandingkan dua pernyataan di atas dengan ini, ”Pokoknya rakyat mengharapkan kembali Golkar memimpin, rasanya seperti itu, mereka merasakan kepemimpinan Golkar 34 tahun itu kelihatan bahwa hidup mereka lebih baik,” kata Aburizal Bakrie. Ucapan yang disampaikan usai ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata Oktober 2012 itu kembali disampaikan menanggapi perlunya Partai Golkar berkoalisi pada pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013 mendatang. Ical menyatakan, partainya masih berada di hati rakyat, sehingga dia optimistis menang dalam pemilu 2014.

Bakrie yang pernah dinobatkan sebagai orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes Asia 2007, sudah tidak terkaya lagi. Anjloknya harga saham-saham utama Bakrie hingga 90% menyebabkan kekayaan yang sebelumnya mencapai US$ 5.4 miliar di tahun 2007 hanya tersisa US$ 850 juta di akhir 2008. Dari rangking I turun ke rangking IX. “Yang (kekayaannya) paling merosot adalah kandidat presiden tahun 2010, Aburizal Bakrie dan keluarga, yang terpaksa menjual setengah dari kepemilikannya di perusahaan batubara, Bumi Resources untuk membayar utangnya. Kekayaannya turun US$ 1,2 miliar atau 57%,” tulis Majalah Forbes.

Tiga pernyataan kontradiktif yang disampaikan Ical sedikitnya memunculkan pertanyaan. Pertama, karena dia tidak berminat masuk ke dalam kabinet lagi, apakah ia merasa layak memimpin kabinet. Kedua, yayasan sosial yang dibentuk Ical apakah akan digarap tanpa tendensi dan kepentingan politik. Ketiga, manakala kerajaan bisnis Ical menurun apakah memenangkan pemilu legislatif 2014 dan menjadi presiden merupakan jalan terbaik untuk memulihkan kerajaan bisnisnya?

Bila diurai satu persatu, seseorang layak menjadi pemimpin kabinet alias presiden maka ia harus bersih dari perilaku yang merugikan keuangan negara dan menciptakan kemalangan rakyat. Kerugian uang rakyat/ negara akibat luapan lumpur Lapindo sebesar Rp 8,6 triliun jadi kian “sempurna” dengan munculnya dana untuk penanggulangan bencana lumpur Lapindo ke dalam rumusan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2012 senilai Rp 1,6 triliun. Sempurna karena terbukti Ical (bersama Partai Golkar) tetap menjadi pemain ulung agar semburan lumpur Lapindo terjadi akibat bencana alam, bukan eksploitasi alam yang berlebihan. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan hakim konstitusi Hamdan Zoelva serta Akil Mochtar mempertanyakan hal itu saat pengujian Pasal 18 UU Nomor 4 tahun 2012 tentang APBN-P di Gedung MK di Jakarta, akhir Juli yang baru lalu.

Kenapa pemerintah harus ikut menanggulangi di luar area terdampak? Bagaimana pembagian tanggung jawab dengan perusahaan dan atas dasar rasio apa sehingga pemerintah ikut membiayai? Dan sejak kapan pengalokasian dana untuk masyarakat korban Lapindo di luar area terdampak masuk dalam APBN. Artinya ada pola permainan politik yang terus dimainkan Ical melalui Partai Golkar di DPR RI. Permainan ini tentu saja berbanding terbalik dengan keniscayaan bahwa kekayaan alam didayagunakan bagi sebesar-besarnya kepentingan rakyat.

Mengenai yayasan sosial Aburizal Bakrie yang bergerak di berbagai bidang, antara lain kesehatan, pendidikan, social, olah raga, ekonomi dan lain-lain sebenarnya merupakan kewajiban pemilik kapital untuk berbagi dengan kaum miskin dan atau mereka yang membutuhkan bantuan. Bahwa setiap perusahaan harus mengeluarkan Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). CSR meliputi “pembangunan berkelanjutan”, yakni suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata-mata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang. Perusahaan harus memiliki tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam seluruh aspek operasional perusahaan. Sebagai orang terkaya urutan ke-30 menurut Majalah Forbes dengan total kekayaan 2,1 miliar dolar AS maka kerajaan bisnis Ical wajib mengeluarkan CSR. Hal ini pun diatur oleh Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Peseroan Terbatas dan diatur oleh Peraturan Pemerintah (PP) nomor 43 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT yang ditetapkan pada 12 April 2012.

Jadi sudah seharusnya Ical menyediakan sebagian hartanya bagi kepentingan rakyat, bukan kepentingan Partai Golkar dan bukan bagi kepentingan pilpres 2014. Pernyataan bahwa selama 34 tahun Golkar berhasil memberi rasa nyaman dengan dalih ingin kembali menguasai parlemen melalui pemilu legislatif 2014 menurut saya tidak berdasar. Apalagi dengan bumbu politik bahwa rakyat menghendaki Golkar kembali memimpin. Ini jelas kian bias dan masyarakat tidak serta merta menerima pernyataan ini. Sudah cukup pahit Golkar bersama mesin Orba meminggirkan hak politik rakyat, dan sudah menjadi catatan merah bahwa partai berlambang pohon beringin itu hanya berhasil memperkaya lingkaran terdekatnya. Relasinya pun jelas: terjadi penambahan jumlah rakyat miskin, kamuflase keuangan dengan seolah-olah berhasil membangun ekonomi makro dengan utang luar negeri, juga tumbuh kembangnya kerajaan politik famili (seolah-olah negeri kaya raya ini hanya milik keluarga tertentu saja).

Pertanyaan berikutnya, manakala kerajaan bisnis Ical menurun apakah memenangkan pemilu legislatif 2014 dan menjadi presiden merupakan jalan terbaik untuk memulihkan kerajaan bisnisnya? Kita patut mewaspadai keinginan seseorang menjadi presiden ketika perusahaan atau kerajaan bisnisnya dilanda kerugian. Tidak ada pengusaha yang ingin perusahaannya rugi, dan tidak ada pemilik kerajaan bisnis yang tak ingin mengembalikan kejayaan kerajaan bisnisnya. Masyarakat mestinya curiga atas niat Ical mencalonkan diri pada pilpres 2014. Sulit terhindar fakta atas hasrat mengembalikan kekuatan serta kejayaan kerajaan bisnisnya, mengingat Ical pada tahun 2007 dinobatkan sebagai orang terkaya nomor satu di Indonesia.

Jabatan presiden berpeluang mengembalikan kejayaan kerajaan bisnisnya. Itu sebabnya Ical maju ke arena pemilihan presiden. Bukankah bila ia jadi presiden bukan hanya eksploatasi gas alam yang akan dibiayai APBN atas nama perusahaannya, melainkan seluruh ladang bisnis yang digelutinya. Bukankah ketika menjadi menteri pun kerap memperoleh tender? Sebagai rujukan, catatan di bawah ini semoga kembali diingat: Kasus Tender Jaringan SLI oleh Bakrie Telecom (2007). Departemen Komunikasi dan Informatika pada tahun 2007 hanya memilih Bakrie Telecom dalam seleksi tender Sambungan Langsung Internasional (SLI). Dalam hal ini, pihak XL dirugikan (jaringan lebih luas dan bagus dibanding Bakrie Telecom), karena pemerintah tidak memberikan penjelasan yang rinci mengenai seleksi tender ini. Tentunya Bakrie Telecom mendapat informasi yang lebih rinci dari Kabinetnya SBY, sehingga memudahkan untuk lolos tender. Termasuk pula Kasus Tunggakan Royalti Batubara 2008. Pada pertengahan tahun 2008, Menkeu akhirnya menguak kasus tunggakan royalti batubara yang mencapai Rp 7 triliun atau Rp 16 triliun (versi ICW). Dan terkuak bahwa sebagian besar perusahaan penunggak (Adaro (“not Ical’s”), Kaltim Prima Coal, Arutmin, Berau Coal, Kideco (“not Ical’s”)) dimiliki oleh Keluarga Bakrie. Lagi-lagi, pelanggaran hukum telah terjadi dibalik kekuasaan. Dan SBY lamban dalam menangani kasus ini. Dengan bantuan media massa, akhirnya SBY sedikit bertindak, tapi sayang masih terlalu lunak untuk Bakrie.

Akan lebih terhormat apabila Aburizal Bakrie menerapkan kalimat ini, “Dan sekarang, saya ingin bermain bersama cucu saya. Saya ingin ikut andil dalam yayasan sosial keluarga saya“.
Orang Terkaya di Indonesia
Ical Turun dan Chairul Tanjung Melejit di Daftar Terkaya
Tribunnews.com – Jumat, 25 November 2011 09:53 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Majalah Forbes Rabu (23/11/2011) mengumumkan konglomerat perusahaan rokok Grup Djarum, kakak beradik Budi & Michael Hartono masih bertengger di peringkat teratas. Inilah daftar 40 orang terkaya Indonesia tahun 2011.

Di antara sederet nama orang terkaya tersebut, nama pengusaha dan kandidat presiden 2014, Aburizal Bakrie terlempar dari daftar 40 orang terkaya. Forbes mengungkapkan melorotnya harta kekayaan Ical, sapaan Aburizal Bakrie, karena hasil penjualan setengah sahamnya pada perusahaan tambang batubara Bumi Resources digunakan untuk membayar utang.

“Harta kekayaan (Ical) turun hingga 1,2 miliar dolar AS miliar dolar AS atau 57 persen,” demikian dirilis Majalah Forbes. Ranking Ical yang sebelumnya menduduki posisi ke-10 orang terkaya terdampar ke posisi ke-30 jajaran orang terkaya di Indonesia.

Sebelumnya, versi Forbes 2010, pengusaha Aburizal Bakrie menempati posisi 10 dengan kekayaan 2,1 miliar dolar AS. Baik juga bila dibandingkan daftar orang terkaya dan jumlah kekayaannya versi 2010 dengan 2011. Beberapa tahun lalu, Ical bahkan orang pribumi terkaya Indonesia.

Berbeda dari Ical, satu dari sekian pengusaha fenomenal itu adalah Chairul Tanjung. Ia satu dari sedikit pengusaha pribumi yang masuk jajaran triliunan itu. 40 daftar orang terkaya di Indonesia.

Chairul Tanjung masuk dalam urusan ke-11 orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes yang bermarkas di New York, Amerika Serikat, terbit pekan ini. CT, demikain sapaan Chairul, bos Para Group, antara lain mengelola Bank Mega, Tans TV, Trans7 dan detik.com. Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Univesitas Indonesia itu, menjabat Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

Kekayaan CT menurut Forbes meningkat tajam dalam tiga tahun terakhir. Tahun ini, hartanya sebesar 2,1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 18,9 triliun. Kenaikan ini mendongkraknya ke posisi ke-l1 orang terkaya di Indonesia. Tahun 2010, hartanya baru sekitar Rp 9 triliun mendudukannya posisi 934 orang terkaya di dunia, tahun 2009 sekitar Rp 8,9 triliun (nomor 13 orang terkaya Indonesia), dan tahun 2008 dengan harta sekitar Rp 5,6 triliun (rangking 13 orang terkaya Indonesia).

Kolega Chairul Tanjung, Ishadi SK, komisaris Trans Corp memuji kehebatannya dalam berbisnis. “Dia pebisnis hebat,” kata Ishadi yang mengaku sedang berada di Jepang saat berbincang melalui telepon dengan Tribunnews.com, Kamis (24/11/2011) malam.

Dalam segala hal, mengelola keuangan dan menaikkan pendapatan dia hebat. Hal ini bersamaan dengan kondisi Indonesia secara ekonomi sedang dalam keadaan luar biasa. “Dia pebisnis unggul dan jujur,” kata Ishadi, mantan Direktur Utama Trans TV dan mantan Direktur Utama TVRI.

Menurut Ishadi, CT pun piawai membangun kerja sama tim, memacu motivasi karyawan agar bekerja luar bisa. “Itu keistimewaan Pak CT, tahu persis memotivasi karyawan, dan memaksa karyawan bekerja keras, dan tahu batas kekuatan karyawan. Dan dia turun langsung ke lapangan sampai soal yang sangat detail sekali. Dia bersama karyawan sampai pekerjaan benar-benar selesai,” kata dia.

CT, pendiri dan Presiden Direktur Para Group, satu perusahaan cikal bakal Sony Corporation, tapi dimiliki Samsung. Para Group mempunyai beberapa unit usaha, yaitu Mega Corpora yang bergerak di bidang perbankan, asuransi, sekuritas, pembiayaan dengan induk Bank Mega dan Bank Mega Syariah. Unit usaha lainnya, Trans Corpora yang mengelola media televisi dan fashion. Perusahaan ini mengelola Trans TV, Trans7 dan media online Detik.

PT Mahagaya Perdana merupakan perusahaan pemegang lisensi fashion terkenal dunia seperti Prada, Miu Miu, Tod’s, Aigner, Brioni, Celio, Hugo Boss, Francesco Biasia, Jimmy Choo, Canali, Mango. Kemudian PT Trans F&B membawahkan usaha restoran waralaba The Coffee Bean & Tea Leaf, Baskin Robbins.

Para Group merambah bidang properti, pusat perbelanjaan dan arena bermain seperti Bandung Supermal, Batam Indah Investindo, Mega Indah Propertindo, Para Bali Propertindo, Trans Studio Resort Makassar da, Trans Studio Bandung.

Para terjun juga ke bisnis ritel dengan membeli 40 persen saham Carrefour, yang memosisikannya sebagai pemegang saham tersebsar di perusahaan ritel asal Prancis itu. Lainnya lagi, masih ada beberapa perusahaan di bisang sumber daya alam, energi dan perkebunan antara lain tersebar di Kalimantan melalui PT CT Global Resources, PT Para Inti Energy, PT Kaltim CT Agro, PT Kalbar CT Agro, PT Kalteng CT Agro, PT Arah Tumata, PT Wahana Kutai Kencana. Penggunaan CT merupakan singkatan dari namanya, Chairul Tanjung.

Dalam satu presentasi di Hotel Santika Jakarta, Oktober lalu, Chairul Tanjung mengatakan, salah satu trik berbisnis adalah harus memperhatikan tren dunia. Dia mengatakan, pertumbuhan penduduk di dunia cukup pesat, saat ini menjadi 7 miliar jiwa.

Dia memprediksi, sampai tahun 2010, jumlah penduduk dunia sekitar 9 miliar, atau tumbuh sekitar 28 persen dari posisi tahun 2011. Kalau pertumbuhan penduduk di bawah 30 persen, sedangkan pertumbuhan kebutuhan manusia, terutama menyangkut pangan, biasanya lebih dua kali lipat, bisa mencapai 70 persen. “Maka itu, salah satu peluang ke depan adalah perusahaan makanan,” ujarnya.

Krisis ekonomi negara-negra di Barat dan Amerika pun menjadi kecenderunga nyang patut dicermati. Menurut dia, akibat krisis itu, iklim invetasi akan lebih terbuka dan menguntung di Asia, termasuk Indonesia. “Karena itu, kalau pebisnis masih memanamkan modalnay ke Eropa, itu namanya melawan trend, dan bisa dipastikan alamat mati,” ujarnya.

Kecenderungan lainnya, menyangkut teknologi dan informasi. Saat industri dunia melaju oleh teknologi dan komunikasi, dan kesibukan kaum metropolitan semakin padat, maka ada satu kebutuhan, segala masalah dapat dipecahkan dari satu alat dan satu tempat. Karena itu, perkembangan alat-alat telekomunikasi cerdas yang real time, dan bisa menjawab keinginan konsumen kian dibutuhkan.

Dia mencontohkan, kalau satu tayangan televisi, misalnya Overa Van Java di Trans7 tayang pada primetime. Sedangkan seseorang penggemar acara itu sedang sibuk pada saat-saat itu, maka si konsumen ingin, dapat menonton acara serupa pada waktu yang dia miliki. Itulah tantangan buat pihak Trans7 dalam hal ini, membuat video streaming yang bisa ditonton ulang.

“Salah satu kebutuhan trend bisnis ke depan adalah kreatif, inovatif dan entrepneruship yang kuat. Kalau tidak punya sifat kreatif, inovatif dan entrepneruship itu maka jangan harap berkembang dan bertahan,” ujar CT.

Kepada anakbuahnya, CT mematok target pertumbuhan dengan tinggi. “Kalau misalnya inflasi sekitar 7 persen atau di bawah 10 persen per tahun, dia akan memasang target jauh di atas itu. “Kami mematok target grouwth rata-rata 35 persen,” ujarnya. Alasannya, kalau dipatok rendah, sedangkan perusahaan pesaing juga tumbuh, berarti perusahaan yang kita miliki tidak ada sesuatu yang luar biasa.

Laporan Forbes mengatakan, Konglomerat Grup Djarum memiliki kekayaan 14 miliar dolar AS atau sekitar Rp 126 triliun (asumsi 1 dolar AS = Rp 9.000. Tahun lalu, Forbes juga menempatkan Budi & Michael Hartono di peringkat pertama dengan kekayaan 11 miliar dolar AS. Berarti ada peningkatan kekayaan sebesar 3 miliar dolar (sekitar Rp2,7 triliun). (tribunnews/mal/amb)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: