Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Maret 11, 2012

trub BERAK$1 ORG4N1K … 020712

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 9:55 pm

info @trub by reviewers:
bloomberg:
neraca keuangan trub
laba atau rugi trub
arus kas trub
reuters:
rasio keuangan trub
berita penting trub
situasi keuangan trub

Bagaimana Nasib Saham Gocap?

Oleh: Jagad Ananda
pasarmodal – Senin, 23 Juli 2012 | 04:02 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) menendang saham PT Davomas Abadi (DAVO), PT Katarina Utama (RINA), mengingatkan pada saham-saham yang sudah lama mendengkur. Kenapa tidak dibersihkan sekalian?

Begitulah publik bertanya-tanya. Sebab selain nyaris tidak ditransaksikan, saham-saham ini juga banyak yang sudah mentok di level harga yang paling dasar, yakni gocap alias 50 perak. Dan kondisi itu sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Kenapa dibiarkan? Hanya mengotori pasar saja,” kata seorang kepala riset dari sebuah sekuritas asing. Menurut perhitungannya, saat ini, paling tidak ada 14 saham yang berharga Rp50.

Seperti Asia Natural Resources (ASIA) , Bank Mutiara (BCIC), PT Davomas (DAVO), Dharma Samudera Fishing (DSFI), HD Capital (HADE), Dayaindo Resources International (KARK), Kertas Basuki Rachmat Indonesia (KBRI), Limas Centric Indonesia (LMAS), Mas Murni Indonesia (MAMI), Truba Alam Manunggal (TRUB), Bakrie & Brothers (BNBR), Arpeni Pratama Ocean Line (APOL) dan PT Star Petrochem (STAR).

Di luar yang disebut di atas, sebenarnya ada sederet efek lain yang berperilaku serupa dengan harga sedikit di atas gocap (antara Rp50–60). Saham-saham jenis ini, hanya ditransaksikan oleh pihak-pihak tertentu agar bisa memenuhi persyaratan yang ditetapkan BEI sebagai saham aktif.

Fakta itulah, kelihatannya, yang mendorong Bapepam-LK untuk melakukan pembenahan. Salah satunya dengan cara melakukan revisi atas Undang-undang Pasar Modal. Kelak, jika revisi itu disahkan diharapkan saham-saham sampah seperti itu tak akan ada lagi di pasar. Dalam revisi tersebut akan dirinci lebih spesifik tentang k\riteria saham apa saja yang boleh melantai di BEI.

Dengan kata lain, saham yang perusahaannya sudah tidak beroperasi atau saham yang mendengkur terlalu lama, bisa langsung ditendang. [mdr]

JAKARTA: Saham emiten pelayaran PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) dan emiten konstruksi PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) disuspen pada awal bulan ini akibat belum menyampaikan laporan keuangn 2011.

Dalam surat suspensinya pagi ini, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Riil PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan Buana Listya Tama yang berkode saham BULL itu juga belum melunasi denda yang dijatuhkan BEI.

Namun, tidak dirinci denda yang dijatuhkan kepada emiten anak usaha PT Berlian Laju Tanker Tbk itu. Nyoman mengatkaan suspensi juga diperpanjang untuk tiga emiten lain yang sudah disuspen sebelumnya.

“Dan memperpanjang suspensi perdagangan efek PT Davomas Abadi Tbk, PT Mitra International Resources Tbk, dan PT Panca Wiratama Sakti Tbk,” ujarnya dalam pengumuman di situs resmi BEI hari ini, (7/2/2012).

Suspensi perdagangan efek ketiga emiten diperpanjang juga akibat perusahaan belum menyerahkan laporan keuangan tahun lalu.

Panca Wiratama Sakti yang berkode saham PWSI dan Davomas Abadi yang berkode DAVO juga belum membayarkan sanksi denda yang dikenakan otoritas bursa.

http://www.bisnis.com/articles/telat-sampaikan-lapkeu-2011-buana-listya-dan-truba-disuspen

Sumber : BISNIS.COM
Anak Usaha TRUB Kantongi Proyek Holcim Rp165 M

Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
Pasar Modal – Sabtu, 10 Maret 2012 | 16:09 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Anak usaha PT Truba Jaya Manunggal Engineering Tbk (TRUB), PT Truba Jaya Engineering, mengantongi proyek dari PT Holcim Indonesia senilai Rp164,97 miliar.

Sekretaris Perusahaan Truba Jaya Manunggal Engineering Kristono Wardhana mengungkapkan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (10/3/2012), proyek dari Holcim tersebut meruipakan proyek mechanical and electrical erection.

Selain mendapat proyek dari Holcim, anak usaha Truba ini juga mengantongi proyek maintenance works dari BP Tangguh dengan nilai US$200.558.
TRUB akan fokus pada bisnis EPC
Oleh Bernadette Christina Munthe – Jumat, 09 Maret 2012 | 22:47 WIB

kontan

JAKARTA. PT Truba Jaya Engineering, anak perusahaan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) akan fokus di bidang engineering, procurement and construction (EPC). Sekretaris Perusahaan TRUB Kristono Wardhana beralasan margin usaha bisnis EPC lebih bagus.

Pada triwulan pertama 2012 ini, TRUB telah membukukan dua proyek EPC. Kedua proyek itu yakni proyek mechanical and electrical erection PT Holcim Indonesia senilai Rp 164,97 miliar dan proyek pengelolaan dan perawatan BP Tangguh senilai US$ 200.558.

“Tahun ini kami memang mulai lebih banyak masuk ke non electrical EPC, misalnya ke bidang semen seperti Holcim, lalu Oil and gas. Selama ini lebih dari 50% masih di bidang kelistrikan,” kata Kristono, Jumat (9/3).

Kristono mengatakan jumlah kontrak yang dibidik kurang lebih akan sama dengan pencapaian pada 2011 lalu. Cuma, dia tak merinci berapa nilai kontrak yang diperoleh perusahaan pada 2011.

Dalam laporan keuangan pada triwulan ke tiga 2011, perusahaan dengan kode saham TRUB ini mencatatkan aset sebesar Rp 4,24 triliun, turun 33,65% dari aset per September 2010 sebesar Rp 6,4 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan hutang jangka panjang sebesar Rp 680,32 miliar dan hutang jangka pendek sebesar Rp 343,55 miliar.

4 Komentar »

  1. Sungguh mengenaskan saham TRUB, entah kapan perusahaan bisa meningkatkan kinerjanya shg harga sahamnya bisa naik lagi. Sy sampai bingung…bidang kelistrikan harusnya berkembang dgn baik seiring program pemerintah di bidang ini.

    Komentar oleh Agus Wahyudi — Mei 9, 2012 @ 1:02 pm

    • sante aja pak, sy inves beneran untuk jangka panjang, lebe dari 3 taon lah … kalo ga cuan juga setelah 3 taon, tunggu aja ampe 10 taon … dst🙂

      Komentar oleh bumi2009fans — Mei 9, 2012 @ 4:20 pm

    • soal utangnya yang maseh gede dan kontrak kerja sama epc yang belum cerah banget; pemerintah maju mundur soal proyek 10.000 MW listrik itu juga berimbas kepada trub; well, up2u … kalo gw mah uda diversifikasi sejak awal beli trub, karena itu PRINSIP

      Komentar oleh bumi2009fans — Mei 25, 2012 @ 9:07 am

    • utang trub maseh gede, sementara proyek2 kerja sama epc trub belum terlalu cerah, pemerintah sendiri tidak terlalu serius soal proyek 10.000 MW listrik karena faktor SUBSIDI BBM yang terlalu gede, sementara cadangan minyak semakin kritis, sehingga banyak faktor proyek energi belum berkembang; sementara di tambang batubara saat ini sudah ada ratusan petambang baru, jadi kompetisi amat ketat; well, gw mah dari sejak awal inves di trub sudah melakukan DIVERSIFIKASI, sehingga gw mah sante aja saat ini … ga terlalu mengandalkan trub sih🙂

      Komentar oleh bumi2009fans — Mei 25, 2012 @ 9:11 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: