Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Oktober 12, 2012

berbisnis itu BERJUDI … oooooooop$$$$$ : 121012

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 11:13 am

Samin Tan Masih Setia di Bumi Plc
Whery Enggo Prayogi – detikfinance
Jumat, 12/10/2012 11:38 WIB
Jakarta – PT Borneo Lumbung Energy Tbk (BORN) menyatakan kesetiannya untuk berinvestasi di Bumi Plc, perusahaan investasi yang tercatat di Bursa London. Bahkan pemilik Born, Samin Tan siap meneruskan jabatannya sebagai Chairman di Bumi Plc.

“BORN akan melanjutkan partisipasinya di Bumi Plc, dan Samin Tan akan melanjutkan tugasnya sebagaiC Chairman Bumi Plc,” kata President Direktur BORN, Alexander Ramlie dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip detikFinance, Jumat (12/10/2012).

Pernyataan ini sekaligus menjawab penawaran proposal grup Bakrie kepada Bumi Plc, yakni tukar guling saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Jika proposal grup Bakrie diterima oleh dewan komisaris Bumi Plc, Ramlie menegaskan BORN siap bercerai dengan Bakrie.

Saat Bakrie menginginkan saham BUMI lebih banyak melalui hasil tukar-menukar dengan saham Bumi Plc, maka terdapat pula opsi pembubaran dua anak usaha, Borneo Bumi Energi & Metal Pte Ltd (Borneo Bumi) dan Bumi Borneo Resources Pte Ltd (Bumi Borneo).

Seperti diketahui Bakrie sudah mengajukan penawaran resmi bercerai. Grup investasi asal Indonesia ini kemudian akan menjalani dua proses, pertama Bakrie dan Long Haul Holdings akan menukar 23,8% sahamnya di Bumi Plc menjadi 10,3% saham BUMI. Paska proses ini selesai, kepemilikan Bumi Plc di BUMI susut menjadi 18,9% dari total modal ditempatkan disetor penuh.

Selanjutnya, Bakrie dan Long Haul Holdings akan membeli kembali (buy back) 18,9% saham BUMI yang dipegang Bumi Plc. Harga buy back disesuaikan dengan pasar.

Pasca transaksi ini, Bumi Plc sama sekali tidak memiliki saham BUMI. Sebaliknya, grup Bakrie dan Long Haul Holdings juga tidak lagi memiliki saham Bumi Plc.

Ke depan, Bakrie akan memiliki 29,2% saham BUMI yang sebelumnya dimiliki oleh Bumi Plc. Dengan skema ini, Nat Rothschild, Samin Tan dan Recapital tidak akan memiliki kepemilikan di saham BUMI.

(wep/dru)
Samin Tan, Juragan Batu Bara yang Tengah Merana

Oleh: Hideko
ekonomi – Senin, 8 Oktober 2012 | 12:02 WIB

… gw BERKALI-kali DITANYA saham2 gw tertentu AKAN BAGUS atawa ga, bisa naek ke harga berapa, dst … gw jawab GW BUKAN PENJUDI, bukan peramal, neh bole baca2 posting gw setelah PENGALAMAN inves, trading, dan MAEN SAHAM SELAMA LEBE DARI 3 TAHUN sejak April 2009, yaitu pertama kali GW TERJUN PENUH KALKULASI BERSAMA SAHAM BUMI @1600 s/d sempat TERTINGGI @3475, dan terendah @600an … tokh, gw SUKSES meraup laba bertubi-tubi lah karena pola maen saham gw: ilmu sederhana maen saham, atawa : ilmu maen saham beneran

… nah neh contoh SEKALIBER APA PUN SEORANG PEBISNIS, ternyata DI ATAS LANGIT MASEH ADA LANGIT LAGE…

SOSOK Samin Tan dalam sebulan terakhir ini menghiasi pemberitan di berbagai media. Orang terkaya Indonesia ke-28, versi Forbes (2011) itu dikabarkan tengah bersitegang dengan keluarga Bakrie. Itu terkait dengan investasinya senilai US$ 1 miliar di Bakrie Bumi Plc, London. Namun,tak disangka, sembilan bulan kemudian saham Bumi anjlok hingga tinggal 80%. Jadi, jangan heran bila investasi Samin Tan kini tinggal US$ 140 juta.

Sebagai investor, memang wajar bila Samin Tan kecewa. Soalnya, lewat PT Borneo Lumbung Energy And Metal (BORN), ia tercatat sebagai pemilik 23,8% saham Bumi Plc. Sama dengan jumlah saham yang dikuasai keluarga Bakrie. Yang menarik, karena kecewa, Samin dikabarkan lebih memilih berdiri di samping Rothschildyang juga kisruh dengan Bakrie.Seperti diketahui, Nat Rothschild adalah pemegang 11% saham Bumi Plc.

Tak heran bila kemudian merebak spekulasi bahwa kongsi SaminTan-Bakrie bakal bubar. Benarkah “pisah ranjang”? Pria kelahiran Jakarta 58 tahun silam itu langsung menepis rumor tersebut. “Hubungan saya dengan keluarga Bakrie baik-baik saja dan tidak ada yang berubah,” katanya. Samin juga menegaskan bahwa tidak benar pihaknya telah pecah kongsi dengan keluarga Bakrie.

Penegasan Sam Tan itu diperkuat dengan pernyataan Nalinkant Rathod, salah seorang komisaris BumiPlc. Menurutnya, sebagai orang Timur,hubungan pertemanan jauh lebih penting ketimbang uang. “Kabar pecah kongsi itu cuma kabar miring saja,” kata Rathod.

Meski tergolong kaya raya, uang US$ 1miliar yang ditanamkan Samin di Bumi memang cukup besar. Apalagi dana sebesar itu diperoleh dari hasil mengutang ke Standard Chartered Bank. Nah,untuk membayar kewajibannya,kini Samin tengah menawarkan PT Asmin Koalindo Tuhup. Salah satu unit operasi pengolahan batu bara milik BORNini ditawarkan US$ 500 juta. Ini bukti bahwasang juragan batu bara tersebut saat ini tengah membutuhkan uang.

Sebagai orang tajir di Indonesia,namaSamin Tanmemang kurang dikenal. Bahkan sosoknya baru tahun lalu masuk dalam daftar orang kaya di Indonesia versi Forbes dengan total kekayaan US$ 940 juta. Padahal, dalam majalah Forbes edisi 201, nama Samin belum masuk dalam daftar 40 orang kaya Indonesia. Pada saat itu Aburizal Bakrie berada di urutan 10 dengan aset US$2,1 miliar.Tapi, tahun lalu, kekayaan Samin Tan sudah melebihi Aburizal Bakrie yang memiliki aset US$ 890 juta(berada di urutan 30).

Kaya berkat coking coal

Karier Samin Tan mulai dibangun sejak 1987. Saat itu alumni Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara jurusan Akutansi ini bergabung dengan kantor akuntanpublik (KAP) Peat Marwick. Belakangan namanya berubah menjadi KPMG (Klynveld, Peat, Marwick, Goerdeler). Karier Samin Tan di KAP perusahaan terbesar di dunia saat ini tergolong cemerlang hingga ia dipercaya menjadi partner KPMG, 1995.

Berselang tiga tahun kemudian (1998), Samin meninggalkan KPMG dan bergabung dengan perusahaan jasa akuntansiDeloitte & Touche. Di perusahaan ini Samin bertahan selama empat tahun. Selepas dari Deloitte, bersama Surjadinata Sumantri, iamendirikan Renaissance Capital Asia. Di sini ia memegang posisi DirekturUtama.

Sekedar informasi, PT Renaissance Capital Asia merupakan perusahaan induk dari PT Recapital Advisors dan PT Recapital Asset Management. Sedangkan PT Recapital Advisor merupakan induk dari Recapital Group. Nama yang disebut terakhir ini adalah perusahaan yang didirikan oleh Rosan P. Roeslanidan Sandiaga Uno.

Setahun kemudian, tahun2003,Samin mulai membangun kerjasama dengan Bakrie Group melalui Nirwan Bakrie. Saat saham PT Bumi Resources Mineral Tbk (BUMI)hinggaRp 30, Grup Bakrie memakai PT Renaissance Capital Asia mengakuisisi PT Kaltim Prima Coal. Dan di bulan Oktober 2003, BUMI berhasil menguasai 100% saham PT Kaltim Prima Coal dari Rio Tinto dan Beyond Petroleum Plc dengan nilai transaksi sebesar US$ 500 juta.

KerjasamaSamin Tan dan Bakrie terus berlanjut. Tahun 2006, BUMI berencana menjual 9% saham PT Kaltim Prima Coal kepada PT Borneo Lumbung Energi dengan nilai sekitar US$ 2 miliar. Namun rencana itu kemudian batal. Di saat yang bersamaan Samin Tan mendirikan PT Republik Energi & Metal. Perusahaan inilah yang kemudian mengambil alih PT Borneo Lumbung Energi dan mengubahnya menjadi PT Borneo Lumbung Energi dan Metal.

Di tangan bapak dua orang anak ini, PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (BORN) menjelma menjadi perusahaan tambang batu bara yang diperhitungkan. Perusahaanini merupakan satu-satunya produsen coking coal (batu bara jenis metalurgi bermutu tinggi) di tanah air dan memiliki cadangan coking coalsebesar69,2 juta ton.

Tahun 2010, Borneo mencatatkan produksi dan penjualan coking coal masing-masing sebesar 95 juta dan 1,65 juta ton. Dengan harga jual coking coal US$ 185 per ton, Borneo berhasil meraup revenueRp 2,75 triliun. Inilah yang kemudian melambungkan nama Samin Tan masuk jajaran orang terkaya di Indonesia tahun 2011.

Selengkapnya, artikel ini bisa disimak di majalah InilahREVIEW edisi ke-06 tahun II yang terbit Senin, 8 Oktober 2012. [tjs]

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: