Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Februari 6, 2013

pemilik BUMI gali lubang … 060213

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 12:02 am

Samin Tan: Saya Paling Banyak Kehilangan Duit di Bumi Plc
Widi Agustian – Okezone
Selasa, 5 Februari 2013 10:38 wib

LONDON – Sama seperti Nat Rothschild, Chairman Bumi Plc Samin Tan mengklaim meraih dukungan dari pemegang saham Bumi Plc untuk menyelesaikan kisruh di perusahaan terbuka London tersebut.

“Kepentingan saya dengan pemegang saham minoritas lainnya sejajar karena kita semua korban konflik Bumi,” kata Samin Tan, dalam sebuah wawancaranya di Bloomberg Television, Selasa (5/2/2013).

“Saya orang yang kehilangan duit paling banyak daripada orang lain,” tutur Samin.

Bumi Plc pun telah meminta pemegang saham untuk menolak proposal yang diajukan Nathaniel Rothschild. Sebelumnya, Rothschild berniat menguatkan kembali posisi kepemilikan saham di Bumi Plc juga untuk melakukan perombakan susunan direksi.

Bumi Plc akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 21 Februari 2013 untuk meminta persetujuan atas proposal Rothschild. Di mana Rothschild meminta sebanyak 12 dari 14 direksi Bumi Plc untuk diganti dengan wajah baru.

“Kepentingan saya adalah mencoba untuk memenangkan RUPS, dan mengembalikan nilai untuk para pemegang sahamnya. Saya yakin akan menang (dari Rothschild),” jelas dia. (wdi)
28 Jan 2013 | Market Talks
Manajemen Borneo Harus Sampaikan Perkembangan Kasus di SIAC

BY Firdaus Nur Iman

JAKARTA (IFT) – PT Bursa Efek Indonesia menyatakan belum mengambil tindakaan terhadap PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) terkait masalah yang saat ini masih berlangsung di Singapura International Arbitration Centre (SIAC). Direksi bursa mengatakan akan menunggu keputusan final SIAC dan meminta manajemen Borneo Lumbung Energi & Metal untuk melaporkan perkembangan kasus tersebut.

Hoesen, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, mengatakan Bursa masih menunggu respons dari manajemen Borneo Lumbung Energy dalam menyikapi perkara arbitrase tersebut. Bursa sendiri tidak bisa meminta informasi secara langsung kepada SIAC. Namun jika keputusan sudah final, Transasia Minerals Limited dan Bondline Ltd harus melaporkan ke lembaga arbitrase di Indonesia serta kepada otoritas Bursa.

Bumi and Nat Rothschild go to war over Macfarlanes report
Fresh hostilities have broken out between Bumi and Nat Rothschild after the coal miner’s board blamed the financier for obstructing a law firm’s inquiry into at least $1bn (£630m) of missing funds.
Nat Rothschild emailed Samin Tan about recovering the funds (EPA)
Alistair Osborne

By Alistair Osborne, Business Editor

8:29PM GMT 22 Jan 2013

Bumi said it had always planned to disclose as much detail as possible relating to the Macfarlanes inquiry into alleged financial wrongdoing at the company’s Indonesian operations.

However, it had been hindered by Mr Rothschild’s refusal to disclose to Macfarlanes the “provenance” of a whistleblower document and by “a large part or all of the materials” having been “obtained illegally by email hacking”. That left the company open to “unacceptable legal risks”, primarily in Indonesia, Bumi claimed.

The board also blamed Mr Rothschild’s Vallar Advisers for its due diligence in 2010 before he did the $3bn deal with Indonesia’s Bakrie family to create Bumi and questioned whether he knew of a concert party between the Bakries and 9.8pc shareholder Rosan Roeslani at the time of the transaction.

Bumi noted pointedly that establishing “culpability and appropriate disciplinary action” would be the next stage of a Takeover Panel investigation into the concert party and “assumes” that would focus on him.

The allegations drew a furious response from Mr Rothschilds’ NR Investments, which said Bumi’s “short, bowdlerised announcement” was more focused on “settling personal scores” than pursuing the missing funds.

Mr Rothschild said Bumi had been “hopelessly compromised” by the board’s publication of a “redacted, truncated and censored” version of the Macfarlanes report and pointed the finger at chairman Samin Tan, claiming his own due diligence before he invested $1bn in Bumi formed the basis of the whistleblower document.

“Samin Tan knew about financial irregularities involving the Bumi plc group before he joined the board, yet in his role as chairman did nothing about it,” Mr Rothschild claimed, adding: “This calls into question compliance with his legal and fiduciary duties.”

Mr Rothschild listed various alleged financial misdemeanours at 29pc-owned Bumi Resources, its Jakarta-listed subsidiary Bumi Resources Minerals and Bumi’s 85pc-held subsidiary Berau Coal, adding: “The board had neither the will nor the wit for this task, but shareholders need not give up hope of recovering their money”.

Mr Rothschild has called an EGM in a bid to oust 12 of Bumi’s 14 directors and yesterday called for the immediate departure of new chief executive Nick von Schirnding for allegedly misleading investors over his professional qualifications.

The financier added that Bumi’s “speculation” that the Takeover Panel might hold him responsible for the undeclared concert party was “the height of absurdity”.

A spokesman for the Bakries said Mr Rothschild’s position was “now untenable” and they would withdraw their proposal to buy back Bumi Resources and split from the group should he “persist in his attempts to have himself appointed to the board”.

A spokesman for Mr Tan said: “Macfarlanes has confirmed that Samin Tan co-operated fully with the Investigation. It is also clear that a substantial majority of the matters which were the subject of the investigation pre-date Mr Tan’s involvement with Bumi. Indeed, it is Nat’s unwillingness to explain who provided the investigation materials to him which has proved a major obstacle to the Macfarlanes investigation.”

Saham Bumi Resources Berpotensi Terus Turun
Saham Bumi Resources Berpotensi Terus Turun
financeroll.co.id

Proyeksi terhadap permintaan batu bara global tidak mengalami perubahan signifikan pada awal 2013. Kondisi itu menyebabkan prospek kinerja saham dari emiten produsen batu bara nasional kurang menarik hingga semester I-2013.

Kalangan analis menilai, hingga kuartal I-2013, harga batu bara dunia cenderung fluktuatif. Bahkan, ekspektasi pelaku pasar terhadap permintaan batu bara domestik dinilai tidak akan agresif.

Analis pasar modal dari Trust Securities, Reza Priyambada, mengatakan secara umum, kondisi ini berpotensi memberikan tekanan kepada kinerja perusahaan pertambangan nasional. Kondisi itu diperparah dengan pelambatan impor batu bara dari China pada semester II-2012, yang diperkirakan terus berlanjut hingga pertengahan tahun depan.

Suramnya prospek emiten batu bara sejalan dengan penilaian Moody’s Investors Service yang memangkas peringkat utang beberapa emiten seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI). “Kinerja emiten batu bara masih akan menunjukkan pelemahan hingga pertengahan kuartal II tahun depan seiring berkurangnya permintaan dan pemangkasan peringkat utang,” kata Reza.

Dalam seminggu terakhir, aksi jual besar-besaran telah melanda saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Bahkan harga saham perusahaan tambang terbesar di Indonesia itu sempat terjun 12,36 persen ke level terendahnya 780 rupiah per saham.

Melihat jebloknya harga BUMI sekarang, masa keemasan BUMI beberapa tahun silam terasa makin jauh di belakang. Jika Anda masih ingat, BUMI pernah mencatat kenaikan harga spektakuler hingga 8.550 rupiah di akhir 2008.

BUMI tergelincir karena kinerja keuangannya yang buruk pada semester I lalu. Para analis memperkirakan penurunan harga saham BUMI belum mencapai dasarnya. () suh/E-12

SENGKETA AKUISISI BORN
Jaminan utang jadi objek sengketa,BORN anjlok 6,6%
Oleh Yuwono Triatmodjo, Veri Nurhansyah Tragistina, Rika Theo – Rabu, 23 Januari 2013 | 15:25 WIB

kontan

JAKARTA. Investor melego saham PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN). Setelah kemarin turun 3,64%, hari ini harga saham BORN kembali anjlok 6,6% hingga menjadi Rp 495 per saham, kemarin.

Aksi jual ini menyusul kabar sehari sebelumnya (21/1), tentang kekalahan BORN dalam perkara arbitrase melawan Transasia Minerals Limited dan Bondline Ltd menyangkut transaksi jual beli 99,99% saham PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Singapore International Arbitration Centre (SIAC) yang beredar di media massa.

Sejumlah media yang mengaku menerima dokumen putusan perkara SIAC nomor ARB001/12/FL menulis, SIAC telah mengeluarkan putusan interim terhadap kasus ini. Isinya kurang lebih mengatakan, BORN terbukti tidak melakukan pembayaran atas denda keterlambatan pelunasan transaksi pembelian AKT.

Total nilai pembelian AKT oleh BORN dari Transasia sebesar US$ 175 juta. Denda yang dipersoalkan Transasia sebagai penggugat,senilai US$ 10 juta karena BORN molor membayar pembelian AKT yang seharusnya dilakukan awal Desember 2009.

Dampak terburuk dari akibat putusan interim SIAC ini adalah pembatalan transaksi jual beli saham AKT. Risikonya, BORN harus mengembalikan saham AKT kepada Transasia. Sebagai kompensasinya, BORN akan menerima kembali US$ 175 juta yang menjadi mahar pembelian AKT.

Namun, kabar itu disanggah Samin Tan, pemilik BORN. Dia bilang, apa yang diberitakan itu tidak substansial. “Informasi itu tidak material dan masih tahap awal,” ujar Samin Tan kepada KONTAN, kemarin.

Wajar, jika Samin Tan beraksi cepat. Pasalnya, AKT dan anak usaha yang lain, kini tengah dalam status jaminan atas utang BORN kepada Standard Chartered Bank senilai US$ 1 miliar pada 11 Januari 2012. BORN menggunakan dana itu untuk membeli saham Bumi Plc melalui dua perusahaan patungan bersama PT Bakrie & Brothers Tbk dan Long Haul Holding Ltd. Menurut Samin Tan, sampai kini Standard Chartered tak mempersoalkan kabar itu.

Assistant Counsel SIAC, Sameul Leong mengatakan, semua hasil putusan dari SIAC bersifat rahasia dan hanya untuk pihak-pihak yang berperkara. “Kami tidak bisa memberikan konfirmasi apa-apa,” ujarnya kepada KONTAN, kemarin (22/1).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: